Menyapa Rasa

Menyapa Rasa

Download on the App Store

Menyapa Rasa episodes

  • Jika Dia Bukan Jodohku #15 | @muslim_moveon

    Jika dia bukan jodohku

    Tuhan, Jika dia bukan jodohku, pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku, aku tak ingin mencintai orang yg salah.

    Tuhan Jika dia bukan jodohku,  kumohon jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku. Karena itu hanya akan membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu.

    Tuhan Jika dia bukan jodohku,  jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku. Karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya.

    Tuhan Jika dia bukan jodohku, janganlah membuatku berbangga hati ketika menerima pesan darinya, hilangkanlah perasaan itu. Karena sungguh, aku akan selalu menunggu dengan berdebar-debar balasan pesan selanjutnya.

    Tuhan jika dia bukan jodohku, janganlah membuatku selalu rindu mengaitkan hati padanya. Karena sungguh sangatlah menyakitkan jikalau aku tau bahwa dia tidak rindu padaku. Padahal merindukan Mu lebih pantas di atas segalanya.

    Satu lagi pintaku, jgn terus membuatku terlena akannya, karena aku harus mmperbaiki dan memantaskan diri bagi jodohku di ujung sana.

    Backsound: I Love You But I'm Letting Go - Pamungkas (Cover by Harabi)

    https://www.youtube.com/watch?v=l-LoVRNxcy4

    follow Instagram :

    @menyapa_rasaia

    @muslim_moveon

    3 min
  • Akhir Juli yang Hilang #14

    Akhir Juli yang hilang


    Kenapa aku tidak merasa kehilangan, Oh ya, mungkin bukan kamu yang hilang, tapi aku saja yang pergi menjauh lalu hilang. Dan mungkin juga, kamu sekarang tidak merasakan nya dan tidak pernah ingin mencari tau kenapa aku pergi. Bodohnya, Memang aku siapa? Walau  Bagimu aku tidaklah penting,tapi bagiku, kamu adalah  bagian terpenting. Ini Karena memang aku tidak benar-benar dianggap ada.

    Aku pun tidak sebenar-benarnya pergi, melainkan aku hanya sadar diri. Dan aku tidak sebenar-benarnya hilang, hanya saja tidak ingin lagi rasa ini semakin dalam, hingga membuatku jauh dari Tuhan. Sebab, aku telah mencintaimu melebihi batas wajar, dan pernah mencurigaimu yang pernah hadir adalah takdir. Kali ini tuhan sedang menegurku, agar berjalan sesuai arah ku.

    Aku yakin, jika engkau adalah kebenaran, Tuhan dengan mudah untuk mempertemukan lalu menyatukan. Tapi jika engkau bukanlah kebenaran, aku yakin pula Tuhan pasti berikan jalan  yang terbaik. Semoga Kamu bahagia dengan pilihan mu ya, dan biar hidup ku jadi pilihan ku sendiri.

    Dan sekarang, saat ku tak menyapa seperti dulu, bukan aku hanya ada pada saat aku meng-inginkan mu. Bukan pula, aku sudah tidak merindukan mu. Tapi, semua itu telah menjelma, menjadi doa-doa di sepertiga malam ku. Yang terus ku ucap kepada pemilik hatimu. Karena sekeras apapun ku berusaha, pada jalan yang tidak diridhoinya, maka semua akan sia-sia bukan?. Sekarang, ada yang harusnya lebih kucintai , yaitu "diriku" yang harus disembuhkan dan "tuhanku" sang pemilik hatimu.

    Aku pula tidak ingin terus menjadi badut seperti waktu itu, yang berpura-pura tertawa padahal hatiku masih memelas. Tolong wajari itu ya. Aku juga masih terus berupaya untuk jadi manusia yang terbiasa tanpa rasa padamu. Izinkan aku untuk tidak tergesa-gesa melepas rasa. Aku ingin menikmati sisa sisa lara yang masih ada. Untuk akhir dibulan juli ini, Maafkan hati ini yang masih keras kepala ya...

    backsound: Banda Neira - Sampai jadi debu(Piano Cover by rai bagus) 

    https://www.youtube.com/watch?v=Ci70agCFYPA

    6 min
  • Sayonara(Selamat Tinggal) Mentari Pagi #13

    Sayonara(selamat tinggal) mentari pagi.


    Terima kasih atas kehangatan yang pernah kau beri. Yang Menghapus segala dingin sehabis hujan dikala fajar.
    Melihat kisi cahaya itu membuat ku jatuh bebas, kepelukan awan yang membentuk hujan dan gemeruh petir yang membawa lara. Aku tak pernah percaya itu, ku yakini mentari itu hanya membuat bunga-bunga mekar, membiaskan cahaya nya ke jalan yang sedang tampak basah. Menambah keindahan diwaktu itu. Suasana itu tak pernah ku jumpa lagi hingga saat ini. Dan Waktu tak terasa,dia berubah menjadi senja yang terlahir jingga, walaupun dengan awan-awan gelap tapi tidak mengurangi elok nya. Senja itu indah namun membawa luka. Padahal Baru saja merasakan indah nya dan selalu pergi dengan mudahnya. Semoga esok semesta akan mengganti senja yang lebih indah.

    Kepada malam,
    Pinta ku kerja samamu, untuk menghapus lara ini. Aku tau, ini tidak akan pernah mudah, pinjamkanlah bulan mu untuk meyinari malamku yang terlalu gelap karena harap. Walau sinar bulan mu dari mentari yang masih membayangiku, tapi pura-pura tidak tau mungkin lebih baik :).
    Hujan di malam pun tak apa, biarlah rintik-rintik kecil itu membawa aroma nostalgia, yang seakan selalu menantang logikaku untuk kembali. Biarlah malam ini menjadi akhir dari cerita yang pernah terlukis dengan hiasan cinta sendiri di langitnya, bersama bintang-bintang. Biarlah cukup menjadi angan, yang akan pupus perlahan karena hembusan angin yang juga terkadang membawa rindu. Sebelum tidurku, aku selalu melesatkan doa dalam tangis, berharap kepada semesta agar aku berjumpa dengan bahagia. Tidak hanya singgah, tapi ingin sungguh. Yang bisa membawa kehangatan bak mentari dikala itu  bukan hanya sementara tapi selamanya.

    Backsound

    Roni Ramadhan - Penantian sehabis Hujan

    https://www.youtube.com/watch?v=1Ic80VlOh1c

    4 min
  • Kamu Terlalu Indah Untuk di Lewatkan #12

    Kamu Terlalu indah untuk dilewatkan


    Jarak yang Jauh, tapi tidak pernah kehilangan di jantung doa. Kesalahanku dimulai ketika ku mengira senyuman mu, yang menumbuh harap padahal tidak, itu tidak pernah terjadi. Hingga saat ini, aku masih terus ingin berdamai dengan diri sendiri. Tidak ingin menuntut lagi kepada pemilik semesta agar aku bisa bersamamu. Karena, apalah daya jika takdirnya harus mengatakan "Tidak?"

    Aku tidak bisa berdiam dan masih sulit berpura-pura untuk tidak peduli padamu yang masih menjadi pusat keindahan. Layaknya senja yang akhirnya harus direlakan. Hanya menjadi menjadi gerimis yang membawa rindu dan kenangan. Ku akui hingga saat ini kamu adalah patah hati terhebatku.

    Maafkan aku, tapi aku akan berusaha melepas pada sesuatu yang bahkan tidak pernah ku genggam sama sekali:). Tapi ini memang jalan nya, aku melepaskanmu, dengan senyuman yang tak akan pernah kamu lupa:)

    Mungkin obat dari semua, bertemu dan terbiasa dengan mu yang kau anggap teman ini.  Karena saat ku coba telusuri sesak yang ada di dada, ternyata ada rindu yang sulit dibendung.

    Aku akan menjadi teman yang selalu ada, tapi aku takut aku akan terjatuh kedalam jurang harap yang harusnya aku tak pernah kesana lagi. Aku takut terjebak pada gelapnya ketidakpastian itu lagi.
    aku harus bagaimana?
    Bagaimana bisa aku tetap menjadi temanmu yang masih memiliki rasa?
    Mungkin memang benar menjauh, sejauh jauhnya adalah jawaban. Yang harus ku lalui walau aku tak ingin.

    Lagi-lagi kamu adalah kerelaan yang sulit ku relakan :)
    Aku mencintaimu, tapi aku harus berhenti mengejarmu.
    Sudah terlalu lama, aku harus pulang ke asal.
    Aku pamit.

    backsound Hanya ingin kau tahu-Repvblik(Cover by Anggi Dnps) : https://www.youtube.com/watch?v=iupuPEaZauE

    4 min
  • Selama Ini Aku yang Sendiri #11

    Selama ini aku yang sendiri


    Aku mencintai dia dengan sendiri,
    Aku yang selalu membawa perasaan ini sendiri,
    Pedih akibat kecewa yang dibuat sendiri,
    Sedih akibat luka yang dirawat sendiri
    Merusak malam-malam dengan fikiran yang liar ini sendiri,
    menghabisi energi untuk mencari tau tentang nya,
    Lagi-lagi ku rusak lalu ku perbaiki sendiri.
    Hanya sendiri tanpa balas:)
    Dia tidak pernah bermaksud jahat untuk melukai
    Dan aku pula tidak bisa meminta hati kepada siapa ku bersedia patah dengan begitu mudahnya. Rasa itu timbul dengan sendiri, tak memberi alasan, tak menyapa dan seketika ego hati terus menghasut diri agar dapat memiliki.
    Karena Rasa ini adalah kebingungan paling jelas yang bisa diterima.

    Kesendirian itu membawa ku dalam perjalan menuju dewasa. Untuk Tidak menaruh hati dengan mudah. Bukan tak mau berjuang, tapi mencoba memastikan lagi bahwa seorang itu layak untuk diperjuangkan. Taukah kamu? Titik paling lelah itu mencoba berjuang untuk orang yang tidak mau diperjuangkan. Berusaha membahagiakan seseorang tanpa peduli bahagia diri. Menjauh pada orang yang tidak pernah ingin diajak berlari bersama. Dan Mencoba merela pada orang yang tidak pernah dimiliki. Merela bukan berarti menyerah tapi memang ada hal yang tidak bisa dipaksakan yaitu "kita", Hanya ada rasa luka dan rasa sakit yang kunikmati sendiri.


    backsound Lara-Dialog senja(cover by Inggrid Tamara) : https://www.youtube.com/watch?v=OQlhQWXuUoU

    3 min
  • Rasa yang Punah, Kepedulian yang Sirna #10

    Rasa yang hampir punah,

    Kepedulian yang hampir sirna.
    Tapi rindu ini belum tuntas.

    Apa kabar?
    Aku tiba-tiba rindu pada orang yang tak bisa ku miliki:)
    Aku rindu chat2an itu, walaupun ku harus menunggu dengan lamanya. Lama, karena memang diri ini bukan prioritas yang utama. dan aku tau kamu pasti sibuk. Iya, Sibuk untuk menjauh, sibuk untuk menghindar.

    Kemarin pemilik semesta mempertemukan ku dengan mu, seakan dia tau, dikala rinduku yang terus menerpa.  sedikit canggung, tapi aku senang bisa melihat mu tersenyum, dan tangan halus itu masih ku ingat, saat berjabat denganmu. Lucu untuk ku yang masih saja kaku saat dekat dengan mu.

    Sekarang kalimat sapa dan perhatian ku, tidak bisa seperti dulu. Karena aku sadar, aku memang bukan orang yang kamu mau. Kamu terus memberi tanda agar aku peka untuk berhenti mengejarmu. Gapapa :) aku memang tidak seharus nya terus mengusik hidup mu. Aku memang tidak sepantasnya terus mengharap padamu. Aku tidak ingin egois yang hanya mementingkan kebahagiaan ku sendiri. Aku ingin engkau bahagia walaupun bahagiamu bukan bersama ku.

    Sekarang aku percaya cinta tidak harus memiliki. Aku hanya bisa melihat mu dari kejauhan saat kita bertemu lagi. Mengagumi sambil berdoa agar tuhan bisa menghapus luka yang ada. Dan Merela untuk ketidakmungkinan yang disemogakan. Aku adalah orang yang pernah mencintaimu sehebat itu. Dan itu kekeliruan yang pernah kulakukan.

    Terima kasih kepada yang mengajariku, untuk memperjuangkan harapanku sendiri. Berusaha mendapatkan yang diingin walau hanya kecewa akhirnya. Karena semua yang di ingin belum tentu bisa dimiliki. Karena pemilik semesta tahu yang diingin belum tentu yang dibutuh. Yang dibutuh pasti adalah hal yang paling terbaik untuk diri.

    4 min
  • Memperjuangkan Harapan | Yusuf Hamdani #9

    Diam, barangkali hanya itu hal terakhir yang bisa ku lakukan, ketika semua perjuangan menghasilkan akhir yang berbeda dengan yang kuharapkan. Entahlah, meski aku tahu perjuanganku tak-kan pernah membuatmu luluh. aku selalu saja keras kepala dan tak pernah berhenti mengejarmu. Terlalu cinta, Mungkin hatiku terlalu dalam terjatuh di hatimu, dan jika memperjuangkanmu hanya melukaiku, meski sakit, setidaknya aku bukan seseorang yang mencintai dan berteriak kesakitan karena dilukai rasa takutnya sendiri. setidaknya aku bukan seseorang yang memilih diam, lalu ditenggelamkan air matanya sendiri. pergi, Barangkali aku memang seharusnya pergi. tak ada lagi perasaanmu yang harus ku tunggu kepastiannya, tak ada lagi hatimu yang harus ku tunggu waktu luluhnya. tak ada lagi kesempatan hatimu bersedia untuk-ku miliki, dan tak ada lagi hatimu yang bersedia untuk mencintaiku. melatih ketabahan meski hati menjerit, menahan sakit, karena pernah dipatahkan, tak ada yang tak mungkin seolah menjadi kalimat yang omong kosong, sudah mengejar kemungkinan tetapi akhirnya aku terjatuh pada kegelapan yang disebut pahitnya kenyataan hidup. Beruntung aku masih diberikan kewarasan, sehingga patah hati ini tidak berujung menyalahkan takdir tuhan. Menjauh, barangkali aku benar-benar harus menjauh darimu. Mendekati tanpa pernah disambut dengan baik adalah sebuah pertanda untuk harapanku, agar mundur dan tak memaksakan diri. baiklah, aku akan peka dan mencukupkan untuk harapan berhenti tumbuh sebelum hati semakin tinggi berangan, kemudian dipaksa terjatuh. membuat kamu dan aku berjarak bukan karena alasan aku membencimu, tetapi dengan menjauh adalah usaha untuk Tidak Membencimu. hilang, barangkali ketika aku hilang Kamu takkan pernah merasa kehilangan, ada sesuatu yang terasa kurang di hidupmu atau perasaan yang membuatmu tak bersemangat seperti biasanya. aku mengerti untuk tidak berharap dicari, dan aku rindu untuk tidak berharap untuk ditunggu. aku hilang adalah keinginanku sendiri, sebab percuma dekat tetapi tak pernah diberikan kesempatan untuk menetap. Percuma saja selalu ada, tetapi tak pernah diberikan kesempatan meski hanya sebentar saja aku singgah, menyadari bahwa semua orang berhak mencintai orang yang dicintainya dan semua orang berhak untuk tidak mencintai orang yang mencintainya. orang yang mencintai berhak untuk mengejar, orang yang dicintai berhak untuk menghindar. Setidaknya aku pernah memperjuang kan mu dengan penuh kesabaran. Lalu mundur dengan penuh kesadaran, aku takkan pernah menyesal pernah berjuang sepenuh hati. setidaknya aku pernah memperjuangkan Harapanku sendiri.

    4 min
  • KU TULIS JUJURKU #7

    Ku tulis jujurku


    Kalau aku mau jujur, dari hati, aku memang bodoh. Kenapa sampai sekarang masih saja terfikir tentang mu. Semakin aku coba melupa, semakin kuat untuk teringat. Setiap mengingat, kenapa sesak? Heran. Mungkin tampak berlebihan, tapi aku juga tak bisa bohong dengan perasaan. Mulut ku bilang aku sudah tak mau dengan harapan tapi setiap melihatmu online, ingin mengetik dengan sapaan walau ku tau kau akan membalas karena anggapku hanya sebagai teman, dan alasan tidak enakan. Ya aku faham. Walaupun begitu Kau balas pesan, sudah cukup untuk menenangkan, pada riak-riak hati yang terus bergejolak.


    Aku masih bodoh, terus memikirkan orang yang tak memikirkan tentang diri?

    Maafkan aku yang tidak bisa secepat itu untuk melupa.

    Maafkan aku jika itu membuatmu terusik 

    Aku merindu, walau aku tak berhak. Jangan kan merindu memiliki saja aku tak mampu. 


    Aku masih terjebak dalam situasi ini. Aku sangat sadar dan tau aku harus menyerah dan mengaku kalah. Tapi mengapa? seketika aku meminta untuk diberi kesempatan satu kali lagi untuk mencoba? Ini pertanda apa? Apa aku masih buta? Sudah jelas aku tak layak untuk nya tetapi kenapa masih saja? Masih saja aku terus ingin mencoba memperjuangkan nya dengan tak tau diri.


    Tolong aku, sadarkan aku.

    Aku tak mau lagi bertekuk lutut dengan perasaan

    Aku tak mau dimanja lagi dengan palsunya harapan

    Aku tak mau lagi memberi padahal sudah pernah dipatahkan


    Ku tulis ini ini hanya untuk menetralisir hati dengan apa yang tak bisa ku sampaikan.

    3 min

About Menyapa Rasa

From the publisher's feed

puisi hati dari pengalaman nyata.