Amerika Serikat melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap ISIS di Suriah pada hari Sabtu kemarin, sebagai tanggapan atas serangan yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil di Palmyra bulan lalu. Serangan yang dilakukan bersama pasukan mitra ini menghantam beberapa target ISIS di Suriah. Operasi ini adalah bagian dari operasi 'Hawkeye Strike' yang dimulai setelah serangan mematikan di Palmyra yang menewaskan Sersan Edgar Torres-Tovar, Sersan William Howard, dan penerjemah Ayad Mansoor Sakat. Pejabat Suriah juga mengonfirmasi penangkapan pemimpin militer ISIS di wilayah Levant. Suriah baru-baru ini bergabung dengan koalisi internasional melawan ISIS, memperkuat kerja sama dengan AS setelah penggulingan Presiden Bashar Assad.