Pemerintah Pakistan mendorong babak baru perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta mengusulkan perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari untuk memberi waktu bagi negosiasi lebih lanjut. Meskipun perundingan pertama belum mencapai kesepakatan, Pakistan menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk melanjutkan pembicaraan.Selain itu, pemimpin dari tiga lembaga internasional—Badan Energi Internasional, International Monetary Fund (IMF), dan World Bank—memperingatkan dampak besar dari agresi militer di Iran terhadap ekonomi global. Ketiga lembaga menyebutkan bahwa dampak konflik ini bersifat global, mempengaruhi negara-negara pengimpor energi, dan meningkatkan risiko krisis pangan serta kehilangan lapangan pekerjaan.Gangguan pasokan energi, terutama di Selat Hormuz, memperburuk tekanan terhadap rantai pasokan global, yang memengaruhi harga minyak, gas, dan pupuk. Ketiga lembaga internasional ini menyatakan akan terus berkoordinasi untuk memberikan dukungan kebijakan dan pembiayaan bagi negara-negara yang terdampak.