
Sign up to save your podcasts
Or


Komunitas internasional telah menyepakati tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day. Tahun ini, tema yang diangkat adalah #breakthebias atau mematahkan bias yang kerap melekat pada perempuan. Tema tersebut sejalan dengan perjuangan Kalis Mardiasih selama memperjuangkan hak-hak perempuan di tanah air. Penulis sekaligus aktivis isu gender ini merasakan sulitnya untuk mematahkan bias, stigma, dan diskriminasi terhadap perempuan.
Bersama #NALAR, Kalis menuturkan tantangan yang dihadapi selama mengadvokasi hak-hak perempuan, khususnya saat mengawal berbagai peraturan perundang-undangan di parlemen yang menyangkut permasalahan perempuan, termasuk RUU TPKS. Kalis juga mengisahkan perjalanannya dalam membangun kesadaran akan isu gender di Indonesia.
#YanuarNugroho #NALAR #NalarInstitute #NalarTalks #Emansipasi #Perempuan #HariPerempuan #Kartini #PemberdayaanPerempuan #KesetaraanGender #IsuGender #LiterasiGender #IsuGender #RUUTPKS
Menurut BPS, generasi muda kini mendominasi demografi Indonesia. Bonus demografi diprediksi akan mencapai puncaknya tahun 2035-2040. Sebagai penggerak di berbagai sektor, anak muda diharapkan mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk mewujudkan visi Indonesia 2045. Cita-cita ini tidak hanya mengandalkan peran anak muda semata, tapi juga menanti ruang yang disiapkan oleh pemerintah.
Lewat pengalamannya sebagai seorang tenaga ahli profesional di Kantor Staf Presiden, Syska Hutagalung mengutarakan pandangannya mengenai kaum muda dalam menyiapkan dirinya agar negeri ini bisa meraih bonus demografi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mengoptimalkan potensi mereka.
Pandangan itu disampaikan Syska dalam episode #NALAR Talks kali ini, seraya menuturkan kisah menariknya selama berkarier dalam dua periode pemerintahan Presiden Jokowi.
Penolakan warga Wadas terhadap proyek penambangan andesit untuk pembangunan Bendungan Bener telah berlangsung sejak beberapa tahun silam. Namun, konflik antara masyarakat dan aparat pemerintah memuncak pada Februari 2022 saat proses pengukuran lahan berlangsung. Beberapa bukti represi yang dilakukan sejumlah oknum untuk merespons penolakan warga Wadas menjadi sorotan dan kritik utama publik.
Keberatan terhadap sebuah kebijakan tentu merupakan hal yang wajar. Namun, keberatan publik yang tidak mampu difasilitasi pemangku kebijakan akan berimplikasi pada eskalasi konflik.
Pada episode kali ini #NALAR membahas polemik penambangan di Desa Wadas terkait proses perumusan kebijakan yang berdampak pada ruang hidup warga. #YanuarNugroho #NalarInstitute
Setelah dasar yuridis pemindahan ibu kota disahkan melalui Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) pada 18 Januari 2021 lalu, dengan persetujuan dari Anggota DPR RI, timbul respon pro dan kontra dari berbagai pihak.
Tentu saja hal ini tidak mengejutkan karena pasti ada konsekuensi yang tidak diinginkan (unintended consequences) dari setiap keputusan yang diambil pemerintah. Pada episode kali ini, NALAR mencoba merangkum berbagai kritik dan keberatan yang sangat mendasar atas kebijakan pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.
#NALAR #NALARInstitute #UUIKN #Nusantara #IbuKotaNegara #kebijakanpublik #Indonesia #IKN
Wacana menunda pemilu 2024 kembali menjadi topik hangat sejak diusulkan oleh sejumlah aktor politik. Berbagai alasan dan rasionalisasi dilontarkan untuk mendukung wacana ini. Meskipun berbagai penolakan telah disampaikan, usulan ini justru tampak menguat. Publik pun dilanda kekhawatiran mengulang masa kelam orde baru.
#NALAR mencoba menelisik usulan menunda pemilu yang terus berulang. Apakah wacana ini dapat dibenarkan? Bagaimana seharusnya publik merespons wacana ini?
#YanuarNugroho #NalarInstitute #MenundaPemilu #MengundurPemilu #TigaPeriode #Pemilu2024
Wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi bergulir kembali setelah beberapa perwakilan Partai Politik mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun. Salah satu alasannya, agar momentum perbaikan ekonomi sebagai akibat pandemi Covid-19, tidak mengalami kemandegan.
Usulan ini tentu menuai pro dan kontra, baik dari kubu partai, oposisi, maupun masyarakat umum.
-----
Pertanyaan yang layak diajukan:
Apakah alasan yg diajukan parpol untuk menunda cukup 'reasonable'?
Adakah keinginan tersembunyi di balik tertundanya Pemilu 2024?
Jika Pemilu berhasil ditunda, apa dampaknya bagi masyarakat?
Radio Idola mendiskusikan mengenai hal ini bersama Yanuar Nugroho. Dengarkan selengkapnya dalam siaran Radio Idola, Topik Idola: "Mencermati Polemik Wacana Penundaan Pemilu 2024".
##NALAR #NalarInstitute #RadioIdola #TopikIdola #Pemilu #election #Pemilu2024 #politik
Pada episode kali ini, #NALAR Talks berkesempatan mengundang Liliek Setiawan, seorang pegiat kreatif sekaligus kewirausahaan sosial dan saat ini menjabat sebagai Deputi Penguatan Jejaring dan Kelembagaan di Indonesia Creative Cities Network (ICCN).
Liliek berkisah tidak hanya mengenai kehidupan pribadinya yang inspiratif, namun juga menceritakan bagaimana perjalanan ICCN dibangun serta target-target apa saja yang sudah diraih dan akan diraih untuk mewujudkan kota kreatif Indonesia. Selain itu, yang tak kalah penting adalah perbincangan mengenai anak muda dan kreativitas. Apakah kreativitas ini bisa dibentuk? Apa yang bisa dilakukan anak muda di tengah era VUCA, sebagai 'creative engine' bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045?
Saksikan selengkapnya di NALAR episode 78: Liliek Setiawan: Potensi Anak Muda Mewujudkan Indonesia Emas 2045.
#YanuarNugroho #NalarInstitute #NalarTalks #AnakMuda #IndonesiaEmas
Pemanggilan Ainun Najib oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, dinilai sebagai momentum sekaligus bentuk sinyal positif dari pemerintah, untuk lebih memperhatikan peran apa yang bisa diemban oleh ribuan talenta negeri yang berdiaspora dan prestasinya diakui dunia internasional.
Indonesia telah memiliki skenario menjadi negara maju di tahun 1996-1998. Seiring bergantinya pemimpin dan pemerintahan, mimpi itu muncul kembali di periode Presiden Joko Widodo. Mimpi Indonesia di tahun 2015-2085 itu dituliskan, dimasukkan ke dalam kapsul waktu dan diletakkan di Merauke, Papua. Bappenas menerjemahkan mimpi tersebut ke dalam Visi Indonesia Emas 2045.
----
Pertanyaan mendasar, untuk menuju Indonesia maju di 2045, sudah seimbangkah kemampuan kita dalam menghadapi masa depan seperti halnya kemampuan dalam mengelola masa lalu? Apa saja hal mendesak untuk dilakukan dan apa saja hal yang perlu diadopsi agar Indonesia menjadi bangsa yang optimis dalam menatap masa depan?
Radio Idola mendiskusikan mengenai hal ini bersama Yanuar Nugroho. Dengarkan selengkapnya dalam siaran Radio Idola, Topik Idola: "Antara Masa Lalu vs Masa Depan".
Sepanjang 2021 Indonesia mengalami pasang surut perekonomian yang utamanya dipengaruhi oleh kebijakan PPKM. Meskipun begitu, Indonesia diyakini berhasil menutup tahun dengan skor pertumbuhan ekonomi yang lebih positif dibandingkan triwulan sebelumnya.
Memasuki 2022, pemerintah optimis ekonomi akan tumbuh lebih baik lagi. Banyak faktor yang perlu dipastikan keberlangsungannya untuk mendukung ambisi ini salah satunya adalah kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB). Apalagi Presiden Jokowi telah menyampaikan ketidakpuasannya walau Indonesia berhasil menaikkan skor EODB. Hal ini cukup beralasan mengingat sektor bisnis berperan penting dalam pemulihan ekonomi nasional.
Mampukah Indonesia menjawab tantangan berusaha di tengah ketidakpastian situasi pandemi dan tahun politik yang semakin dekat?
#NALAR mencoba memetakan rintangan berusaha yang mungkin akan dihadapi pemerintah dan para pelaku ekonomi. Langkah apa saja yang perlu ditempuh untuk menuntaskan proyeksi ini?
From the publisher's feed