
Sign up to save your podcasts
Or


Tahun 2022 merupakan tahun yang krusial bagi pemerintahan Presiden Jokowi untuk mengevaluasi dan memperbaiki pembangunan dari segi teknokratik maupun politik. Pasalnya, tahun Pemilu sudah semakin dekat, mau tidak mau 2023 akan berfokus pada agenda politik. Dari kacamata politik, apabila agenda teknokratik tidak terselesaikan dengan baik, maka akan menjadi bom masalah di tahun Pemilu.
Dari segi politik, tantangan yang akan dihadapi pemerintah menuju Pemilu 2024 juga akan membawa dampak signifikan pada berlangsungnya proses demokrasi negeri yang terbilang masih belia ini.
Dapat dikatakan, memikirkan tahun 2022 adalah memikirkan Indonesia untuk masa depan.
Lantas, apa agenda teknokratik yang krusial untuk direfleksikan dan mesti ditemukan peta jalan penyelesaiannya? dan dari sisi politik, apa tantangan terberat yang harus dijalankan pemerintahan Presiden Jokowi dalam proses menghadapi tahun Pemilu 2024?
Rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur menimbulkan berbagai respons. Sebagian pihak menyambut gembira kabar ini, tapi lainnya mengkhawatirkan keputusan Presiden Jokowi. Pembangunan IKN baru diprediksi akan memajukan ekonomi, sementara kerusakan lingkungan menjadi keresahan yang beralasan.
#NALAR mencoba menelisik argumen pemerintah dibalik RUU IKN. Potensi masalah apa saja yang bisa timbul dari upaya pemindahan ibu kota? Langkah apa yang perlu ditempuh agar Kalimantan Timur tidak tertular penyakit yang sama seperti Jakarta selama menyandang status ibu kota negara Indonesia?
Setiap pemerintahan punya visi. Setiap pemerintahan punya gagasan tentang pembangunan, tentang kemajuan --tentang apa yang penting atau tidak bagi warganya. Setiap pemerintahan punya bayangan tentang apa yang akan mereka wariskan setelah tidak lagi memerintah.
#NALAR mencoba memahami apa warisan Jokowi pada negeri ini? Apa yang ingin, atau akan, ditinggalkan oleh Presiden Jokowi kepada kita warganya? Hal-hal apa yang dipandang penting sebagai warisan? Bagaimana Jokowi memastikan terwujudnya warisan-warisan itu?
Episode ini adalah versi audio-visual dari Opini berjudul "Memikirkan Warisan Jokowi" yang dimuat di Harian Kompas 15 September 2021.
Energi adalah salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Bagaimana manusia memenuhi kebutuhan energinya? Apa yang selama ini mesti dikorbankan untuk mendapatkan energi? Bagaimana sumber-sumber energi dieksplorasi dan dikelola untuk kesejahteraan manusia?
#NALAR Talks kali ini menghadirkan Dr. Pri Utami, salah satu pakar panas bumi di Indonesia dalam sebuah obrolan pada 22 September 2021. Bagaimana energi panas bumi dieksplorasi di tanah air? Bagaimana ia dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan warga negara? Apa saja tantangan mengelola panas bumi sebagai sumber energi murah dan bersih di tanah air?
Apakah korupsi itu pilihan bebas atau budaya? Mengapa kita mengemudi atau berjalan di sebelah kiri? Bagaimana menjelaskan kebiasaan? Apa kaitan antara tindakan pribadi dan struktur? Apa saja yang disebut struktur itu?
#NALAR meringkas salah satu teori dalam ilmu sosial modern: Teori Strukturasi yang digagas oleh sosiolog inggris Anthony Giddens. Teori ini mencoba membantu membangun penjelasan atas berbagai faktor dan kaitannya yang sering terlihat rumit dalam berbagai gejala sosial. Teori ini juga mencoba mengungkap keterbatasan beberapa cara/kacamata pikir sosiologis dalam memandang realitas praktik sosial.
REFERENSI:
Giddens, A. (1979) Central Problems in Social Theory, London: Macmillan.
Giddens, A. (1984) The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration, Berkeley: University of California Press.
Giddens, A. (1991) Modernity and self-identity. Self and society in the late modern age, Cambridge: Polity Press.
Giddens, A. (1993) New Rules of Sociological Method, Cambridge: Polity Press, 2nd. Edition.
Giddens, A. (1999) Globalisation: The Reith Lectures. London: BBC News Online, available at http://news.bbc.co.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1.htm (viewed April 2003).
Giddens, A. (2000) Runaway World: How Globalization is Reshaping Our Lives, New York: Routledge.
Apakah korupsi itu pilihan bebas atau budaya? Mengapa kita mengemudi atau berjalan di sebelah kiri? Bagaimana menjelaskan kebiasaan? Apa kaitan antara tindakan pribadi dan struktur? Apa saja yang disebut struktur itu?
#NALAR meringkas salah satu teori dalam ilmu sosial modern: Teori Strukturasi yang digagas oleh sosiolog inggris Anthony Giddens. Teori ini mencoba membantu membangun penjelasan atas berbagai faktor dan kaitannya yang sering terlihat rumit dalam berbagai gejala sosial. Teori ini juga mencoba mengungkap keterbatasan beberapa cara/kacamata pikir sosiologis dalam memandang realitas praktik sosial.
REFERENSI:
Giddens, A. (1979) Central Problems in Social Theory, London: Macmillan.
Giddens, A. (1984) The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration, Berkeley: University of California Press.
Giddens, A. (1991) Modernity and self-identity. Self and society in the late modern age, Cambridge: Polity Press.
Giddens, A. (1993) New Rules of Sociological Method, Cambridge: Polity Press, 2nd. Edition.
Giddens, A. (1999) Globalisation: The Reith Lectures. London: BBC News Online, available at http://news.bbc.co.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1.htm (viewed April 2003).
Giddens, A. (2000) Runaway World: How Globalization is Reshaping Our Lives, New York: Routledge.
Bagaimana dinamika kesehatan anak di masa pandemi COVID-19 ini? Seberapa rentan mereka terdampak? Apa kaitan ilmu kedokteran anak dengan genetika? Lebih spesifik lagi: apa kaitan spesialisasi bedah anak dengan 'genome sequencing' yang sedang ramai diperbincangkan di tengah merebaknya pandemi ini?
#NALAR Talks kali ini menghadirkan dr. Gunadi, PhD, SpBA, seorang ahli bedah anak yang tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Dia adalah dosen dan Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, Koordinator Sains Garda Depan ALMI, dan Presiden InaSHG.
Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang menghantam, #NALAR berkesempatan ngobrol santai dengan dr. Gunadi yang berbagi cerita, keprihatinan, sekaligus optimisme dan harapan akan masa depan sektor kesehatan di tanah air. Dan tentu saja, peran kaum muda di dalamnya!
Bagaimana pemerintah RI menangani pandemi COVID-19 semenjak awal? Apa tantangan utama yang dihadapi? Bangaimana menghadapi tantangan-tantangan ini? Mengapa di awal pandemi pemerintah nampak menyangkal? Apa dampak kebijakan yang diambil pemerintah dan implikasi kelembagaan yang dibentuk pada masyarakat dan warga negara serta birokrasi sendiri?
#NALAR kali ini mengangkat kajian Yanuar Nugroho dan Sofie Syarief yang sudah dimuat di ISEAS Perspective No. 2021/113, "Grave Failures in Policy and Communication in Indonesia during the COVID-19 Pandemic." Semoga kajian ini, sepahit apapun terbaca, terlihat ataupun terdengar, bisa digunakan sebagai pembelajaran penanganan pandemi ke depan.
REFERENSI
Nugroho, Y. and Syarief, S.S., "Grave Failures in Policy and Communication in Indonesia during the COVID-19 Pandemic”, ISEAS Perspective No. 2021/113. Available online and downloadable in https://www.iseas.edu.sg/articles-commentaries/iseas-perspective/2021-113-grave-failures-in-policy-and-communication-in-indonesia-during-the-covid-19-pandemic-by-yanuar-nugroho-and-sofie-shinta-syarief/
Indonesia duduk menjadi presidensi G20 tahun 2022. Seiring dengan itu masyarakat sipil juga mengorganisasikan diri dalam C20. Apa peran masyarakat sipil dalam dinamika pembangunan ekonomi dunia? Bagaimana posisi masyarakat sipil dalam relasi terhadap negara dan bisnis?
#NALAR mencoba membangun penjelasan atas pentingnya peran masyarakat sipil dalam dinamika sosial-politik-ekonomi saat ini. Apa kaitan kemunculan neo-liberalisme dengan perlunya konsolidasi masyarakat sipil? Agenda apa saja yang saat ini mesti didorong dan didesakkan oleh masyarakat sipil pada negara/pemerintah dan bisnis?
Apa yang disebut dengan tanggung jawab sosial korporasi atau CSR? Mengapa CSR muncul dan berkembang seperti saat ini? Bagaimana sebenarnya korporasi bisa diminta, atau dipaksa, bertanggung jawab? Mengapa 'tanggung jawab' dan bukan 'tanggung gugat' atau akuntabilitas?
#NALAR mendalami gagasan CSR dalam kaitannya dengan tata kelola dan relasi kuasa dalam hidup-bersama kita. Apa beda mendasar antara 'tanggung jawab' dan 'akuntabilitas'? Apakah korporasi bisa dikenai kriteria 'akuntabilitas'? Bagaimana tindakan dan praktik bisnis korporasi turut membentuk dan mempengaruhi kehidupan warga negara? Bagaimana memastikan tercapainya kebaikan bersama ('bonum commune')?
From the publisher's feed