
Sign up to save your podcasts
Or


Swiss Legalkan Bunuh Diri, Kapsul Sarco Banyak Diminati
Oleh. Nunung Suryana
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Apa yang ada dalam benak kita ketika mendengar kata bunuh diri? Ya, bunuh diri adalah upaya seseorang untuk menghilangkan nyawa sendiri. Disebabkan banyaknya faktor yang sulit dihadapi, hingga tidak menuai solusi. Orang dengan pikirannya yang sempit akan mengambil jalan pintas dengan sengaja mengakhiri hidupnya sendiri dengan berbagai jalan pilihan.
Di zaman modern ini, banyak sekali masalah-masalah yang timbul dalam diri seseorang, baik masalah sepele maupun yang berat sekali. Walaupun zaman dulu ada yang melakukan tindakan bunuh diri, namun tidak sebanyak zaman sekarang. Tuntutan pekerjaan yang tinggi, masalah dengan keluarga, ekonomi, masalah remaja yang harus putus cinta, sampai pada orang-orang yang kena bullying di media sosial hingga depresi, turut mengambil langkah untuk mengakhiri hidupnya.
Hal ini mengakibatkan tingkat bunuh diri semakin tinggi. Di negara maju sekali pun, tingkat bunuh diri lebih tinggi. Sebut saja Korea Selatan misalnya, tingkat bunuh diri di negara itu membawa negaranya berada di posisi puncak. Menurut riset penyebab utama mereka bunuh diri di Korea karena depresi, tekanan bullying yang sangat tinggi baik lewat media sosial maupun dunia nyata, menjadi penyebab utama banyaknya kasus bunuh diri di negeri ginseng tersebut. Ada juga Jepang yang menduduki peringkat kedua dengan tingkat bunuh diri terbanyak. Umumnya rakyat Jepang melakukan bunuh diri karena faktor tuntutan pekerjaan yang sempurna mengharuskan mereka bekerja keras, nyaris tidak diberikan jam istirahat yang mumpuni.
Walaupun bunuh diri menjadi hal yang dilarang di berbagai negara dan menjadi tugas pemerintah untuk mencegah. Namun, nyatanya ada satu negara yang sejak tahun 1942 melegalkan tindakan bunuh diri, tepatnya di Swiss. Terbukti dari banyaknya kasus-kasus bunuh diri yang selalu tinggi tiap tahunnya di negara itu.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/20/swiss-legalkan-bunuh-diri-kapsul-sarco-banyak-diminati/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Taman Pintar yang Selalu Dirindukan
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Sebelum pandemi menyapa bumi, saya senang berkunjung ke Yogyakarta, the never ending Java. Itu sih sebutan saya, entah kenapa daya tarik Jogja sangat kuat. Sekelumit kerinduan terbayang untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Tentunya jalan-jalan saya bukanlah sekadar rekreasi menyegarkan diri dari segudang aktivitas, namun jalan-jalan itu harus mendatangkan manfaat bagi kehidupan.
Jogokaryan menjadi tempat bermalam yang sangat nyaman. Masjid ramah anak dan kaya akan kajian Islam itu menyediakan tempat bagi para musafir jika tak kebagian hotelnya. Suasana Jogokaryan sangatlah kondusif bagi pelancong religi. Tempatnya juga dekat dengan Malioboro. Di Jogja, banyak memang pilihan penginapan, namun saya memilih masjid Jogokaryan agar memudahkan saya dan keluarga untuk mendekat pada Allah. Jangan sampai rekreasi yang kami lakukan nihil ruhiyah. Anak-anak bisa konsisten salat dan murajaah hafalan jika di masjid, apalagi masjid Jogokaryan bertabur kajian Islam dan kegiatan Islami anak.
Saya juga berhati-hati memilih objek wisata, jangan sampai berwisata hanya dapat senang-senang dan capek saja, sungguh membuang-buang waktu. Apalagi sampai wisata mendatangkan dosa, naudzubillah. Saya tak ingin perjalanan yang dilakukan sia-sia dan berbuah dosa. Selain ke masjid Keraton, jatuhlah pilihan saya di Taman Pintar yang menawarkan berbagai edukasi bagi segala usia. Taman Pintar memang eduwisata super asik yang kaya pengetahuan.
Beberapa kali ke sana rasanya sangat kurang, waktu sehari berkeliling di setiap ruang tidaklah cukup. Taman Budaya yang beralamat di Jl. Panembahan Senopati No. 1-3 Kota Yogyakarta ini selalu diminati para pengunjung, terutama pengunjung yang melakukan eduwisata. Harga tiket pun sangat terjangkau untuk memasuki satu gedung. Di gedung Oval Kotak memang banyak wahana, ada yang berbayar lagi, tapi banyak wahana pengetahuan yang gratis.
Berbagai praktikum sains sangat menarik minat anak-anak. Bioskop tiga dimensi pun memberikan pengalaman tak terlupakan bagi mereka. Saya bersyukur bisa menjumpai Taman Wisata yang edukatif. Saya dan anak-anak bisa merasakan langsung simulasi gempa lengkap dengan penjelasan ilmiah dan cara menghadapi gempa.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/13/taman-pintar-yang-selalu-dirindukan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kurikulum Prototipe Bersifat Opsional, Negara Lepas Tangan
Oleh.Ummi Nisa
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa. Oleh sebab itu, dalam kondisi apa pun baik pandemi atau kondisi normal, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Demi terlaksananya kegiatan belajar ini pemerintah pun melalui Kemendikbud Ristek terus berinovasi mengeluarkan kebijakan baru demi tercapainya mutu pendidikan yang lebih baik.
Akhir Tahun 2021 lalu, pemerintah melalui Kemendikbud Ristek menawarkan sebuah kurikulum baru yang dinamakan Kurikulum prototipe 2022. Kurikulum ini ditawarkan sebagai pilihan bagi sekolah dalam mengatasi kehilangan pembelajaran selama pandemi (learningloss) dan mengakselerasi transformasi pendidikan nasional. Kebijakan ini pun mendapat dukungan dari lembaga tinggi negara.
Sebagaimana dilansir oleh kompas.com, (30/12/2021), Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, menyatakan dukungannya terhadap kurikulum dengan paradigma baru ini. Pendapatnya ini disampaikan pada acara Lokakarya Sosialisasi Buku dan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (27/12/2021).
Setidaknya ada beberapa pertimbangan yang dikemukakan sebagai alasan dukungannya terhadap kurikulum prototipe ini. Di antaranya ia menyampaikan bahwa kurikulum ini merupakan adaptasi dan inovasi yang diperlukan agar mampu bertahan di tengah perkembangan zaman. Dimana salah satunya menyangkut opsi model kurikulum yang berlaku di Indonesia. Selain itu, menurutnya hal ini sebagai langkah pembaharuan dalam dunia pendidikan, sebab paradigma konservatif dalam kurikulum dianggap tidak lagi relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Selain itu, kurikulum prototipe ini juga bersifat opsional (tidak wajib), sehingga sekolah dapat memilih untuk memberlakukannya atau tidak.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/17/kurikulum-prototipe-bersifat-opsional-negara-lepas-tangan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kista dan Kehamilan Anggur
Q : Ukhty Kutai Kaltim
Voice over talent: Dewi F & Dewi N
NarasiPost.Com-Saya 4 bersaudara, semuanya perempuan. Keluarga kami mengalami gangguan hormon. Ibu saya dinyatakan hamil anggur dan telah diangkat rahim, adik saya yang nomor 4 juga pernah operasi kista, sekarang adik yang nomor 3 yang operasi kista sebesar 5 cm. Oh ya, saya berumur 46 tahun dan kakak 48 tahun.
Riwayat penyakit sebagai berikut: sinusitis, asma alergi, maag, mudah lelah, penyumbatan vena jantung dari hasil pemeriksaan matalogi/iridologi), namun belum ditemukan secara medis.
Faktanya, saya memang beberapa kali mengalami sakit nyeri jantung kiri secara tiba-tiba tengah malam tahun 2017 (keluarga pihak ibu dan ayah rata-rata ada riwayat jantung).
Pertanyaan:
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/19/kista-dan-kehamilan-anggur/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kazakhstan di Persimpangan Jalan
Oleh. Ita Mumtaz
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Negara Kazakhstan diguncang aksi demonstrasi rakyatnya. Mereka memprotes kebijakan pemerintah yang mencabut kontrol harga pada gas minyak cair (LPG). Padahal, banyak orang Kazakh yang telah mengubah mobilnya berbahan bakar LPG karena harganya yang murah. Demonstrasi bermula di wilayah Mangystau barat yang kaya minyak (CNN.com, 07/01/2022).
Harga LPG di sana naik hingga 120 tenge per liter atau Rp3.952,-. Masyarakat menuntut agar ada price cap jadi 50 tenge setara dengan Rp1.646,-. Tuntutan pun diterima oleh pemerintah.
Sebenarnya kasus kenaikan harga LPG hanya pemantik saja. Sebab, selama ini rakyat sudah muak dengan pemerintahan oligarki yang korup dan otoriter. Sehingga, menyebabkan kondisi kekacauan sosial. Kesenjangan sosial ekonomi pun semakin lebar. Sementara, rezim selalu membungkam setiap pendapat dan kritikan yang tak sejalan dengan kebijakan mereka. Bagai bom waktu, rakyat begitu memendam kekecewaan yang mendalam atas kezaliman yang dilakukan penguasa selama ini.
Kondisi di kota utama Kazakhstan, yakni Nur-Sultan dan Almaty pun semakin memanas. Massa berhasil menguasai gedung-gedung pemerintahan dan membakarnya. Penjarahan tak terelakkan lagi, terjadi di mana-mana. Presiden Kazakhstan, Kassym Jomart Tokayev menetapkan status darurat hingga tanggal 19 Januari atas situasi mencekam ini.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/19/kazakhstan-di-persimpangan-jalan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tahun Baru, Waktunya Menjadi Pribadi Baru
Oleh. Ana Nazahah
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Tak terasa waktu bergulir begitu cepat. Kini kita telah menginjak Januari di tahun 2022. Ada yang merayakan pergantian tahun dengan bahagia penuh suka. Ada pula yang menjalaninya dengan perasaan biasa saja. Namun, tak sedikit pula, ada yang melewati tahun baru dengan sikap menyesal karena gagal dalam mengeksekusi resolusi yang sudah dibuatnya di tahun lalu.
Apapun kondisi yang dialami saat mengawali tahun baru, setiap insan pastinya tak luput dari menyusun resolusi baru lagi. Baik yang dirangkai dalam sebuah catatan nan rapi, atau sekadar mengukirnya dalam ingatan. Resolusi adalah komitmen dan tuntutan hidup yang akan dijalaninya di tahun ini.
Namun sayangnya, tahun demi tahun berganti. Resolusi hanya seputar pencapaian dalam bermuamalah atau hal-hal yang bersifat duniawi. Pekerjaan mapan, punya rumah permanen, punya mobil pribadi, bahkan soal jodoh tak luput menjadi resolusi. Lupa, jika jiwa dan spiritual pun perlu diperbaiki, butuh disangga oleh sebuah resolusi.
Sebagai muslim, tidaklah pantas bagi kita jika hanya mengukur kesuksesan dan kegagalan dengan standar pencapaian materi. Lantas yang dievaluasi hanya masalah untung dan rugi. Lupa akan status diri, bahwa sebagai hamba Allah, kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban pada setiap perbuatan dan waktu yang dihabiskan di dunia ini. Sebagaimana sebuah hadis mengatakan: “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya ke mana dihabiskannya; tentang ilmunya, bagaimana dia mengamalkannya; tentang hartanya, dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya; serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR. Tirmidzi).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/09/tahun-baru-waktunya-menjadi-pribadi-baru/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Lonjakan Harga Sembako, Buruknya Distribusi menjadi Faktor Utama
Oleh. Merli Ummu Khila
voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-“Merry Crisis and a Happy New Fear” atau “Selamat Krisis dan Selamat Ketakutan Baru”. sebuah slogan yang seolah mewakili perasaan rakyat menyambut pergantian tahun 2022. Slogan yang muncul sebagai grafiti di Athena selama Kerusuhan Sipil 2008 di Yunani ini cukup relevan pada kondisi saat ini.
Tahun baru, harapan baru. Idealnya seperti itu, tapi faktanya justru hopeless. Tahun baru, harga sembako baru, bukan naik tetapi berganti harga. Bayangkan saja, harga minyak kemasan yang sebelumnya kisaran Rp28.000 ganti harga menjadi Rp42.000. Begitu juga dengan harga cabai, telur dan komoditas pangan yang lain. Bagaimana bisa survive memasuki tahun baru dengan harapan baru?
Tidak hanya sembako, kebutuhan dasar lainnya seperti gas elpiji nonsubsidi pun mengalami kenaikan hingga Rp25.000 di tingkat pengecer untuk gas 12 kg. Lalu ada lagi rencana penghapusan premium yang akhirnya diralat pemerintah bahwa batal menghapus BBM jenis Premium, tetapi mengubah aturan terkait pendistribusian dan juga harga jualnya.
Kenaikan harga kebutuhan pokok melonjak tak terkendali memasuki libur Nataru. Dan ini menjadi semacam tradisi yang terus terulang. Harga-harga naik jelang Lebaran, Natal dan tahun baru. Celakanya pemerintah seolah tutup mata dan berjanji akan stabil setelah awal tahun. Namun, faktanya hingga hari ini belum ada komoditi yang mengalami penurunan harga.
Kartel, Persekongkolan Produsen Mendominasi Pasar
Kenaikan harga kebutuhan dasar ini bukan sekadar karena permintaan naik dan terjadi kelangkaan dalam artian yang sebenarnya. Akan tetapi ini tak lepas dari minimnya peran negara dalam mengendalikan harga. Semua kebijakan pasar diserahkan sepenuhnya pada pelaku pasar yang didominasi oleh kartel. Keberadaan kartel ini telah mendominasi pasar di seluruh sektor dan mereka bebas menentukan harga sesuka hati.
Sistem ekonomi kapitalis tidak lepas dari praktik kartel. Meski dilarang, namun keberadaannya sudah menjadi rahasia umum. Terjadi persekongkolan antara perusahaan untuk menetapkan harga sesuai dengan prinsip ekonomi kapitalis, yaitu profit oriented. Para produsen leluasa mengatur harga dan membatasi suplai dan persaingan sesuai keinginan mereka yaitu meraup keuntungan sebesar-besarnya.
Hal ini dikuatkan oleh pendapat Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Maman Setiawan. Beliau mengungkapkan bahwa keberadaan kartel berdampak besar pada kenaikan harga suatu produk di pasar. Kartel ini menguasai berbagai sektor dan memonopoli harga.(Laman Unpad, 14/9/2021).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/17/lonjakan-harga-sembako-buruknya-distribusi-menjadi-faktor-utama/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Rasional Tanpa Menjadi Liberal
Judul: Rasional Tanpa Menjadi Liberal
Voice over talent: Sofia A
NarasiPost.Com-Di zaman yang penuh dengan kerancuan pemikiran dan samarnya perbedaan antara yang benar dan salah, maka setiap individu muslim penting untuk membekali dirinya dengan amunisi dan “antivirus” pemikiran. Bertebarannya ide-ide yang dibungkus apik dengan logika yang diterima oleh akal, namun pada nyatanya menyesatkan dan membahayakan akidah seorang muslim kini tak terbendung dengan kemudahan untuk mengakses media sosial dari gawai.
Islam memang merupakan akidah yang ditempuh melalui proses berpikir. Hanya saja, kondisi tersebut tidak lantas menjadikan seorang muslim boleh menggunakan akal dan pikirannya semaunya tanpa tuntunan, demi mencapai akidah yang sahih itu. Di sinilah letak pentingnya memahami secara benar wacana apa saja yang biasa diangkat oleh kaum liberal, sehingga diri mampu mendudukkan dengan proporsional berbagai hal yang sifatnya rasional namun tidak menyalahi kaidah-kaidah di dalam Islam.
Gus Hamid serta 10 peneliti dari INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) melalui buku Rasional Tanpa Menjadi Liberal ini memberikan asupan pemikiran tersebut. Dengan tiga bab besar yang fokus pada topik yang spesifik, yakni Liberalisasi Pemikiran Islam; Pluralisme Agama dan Toleransi Beragama; serta Orientalisme, Misionarisme, dan Keindonesiaan, para penulis buku antologi pemikiran ini mengupas secara tuntas isu-isu yang bisa menjerumuskan seseorang menjadi pengusung ide liberal.
41 subbab dari tiga bab besar yang ada sangat jelas membedah wacana yang sering digunakan oleh kalangan liberal untuk menyebarkan pemikiran mereka. Tak hanya membahas konsep-konsep dasar terkait pluralisme, liberalisme, orientalisme, dll, namun buku ini juga menghadirkan para pemikir dan peletak dasar fondasi ide-ide tersebut. Hal ini bermanfaat bagi para pembaca agar tidak mudah terbuai dengan jualan ide kaum liberal karena tak mengenal siapa sosok yang ada di balik tersebarluasnya pemikiran-pemikiran tersebut.
Seperti di bab pertama, Liberalisasi Pemikiran Islam, para penulis menghadirkan ulasan yang mendalam tentang asal mula pemikiran liberal di dunia Arab yang merembet hingga ke Indonesia. Metode yang digunakan oleh para pemikir liberal tersebut juga dibahas pada bagian ini, sebut saja penggunaan paham relativisme dalam tafsir Al-Qur’an yang berimplikasi pada desakralisasi Al-Qur’an itu sendiri. Lalu wacana pembaruan fikih dan ushul fikih, hingga kritik terhadap ide HAM yang sarat muatan sekuler.
Adapun di bab kedua, yakni Pluralisme Agama dan Toleransi Beragama, berbagai tulisan mengupas kerancuan pluralisme secara istilah dan pemahaman, salah pikir mengenai toleransi yang diagungkan oleh tidak sedikit kalangan, serta siapa tokoh krusial yang menjadi rujukan para pendukung ide pluralisme. Bab ini juga sangat berkaitan dengan agenda yang beberapa waktu terakhir cukup marak diarusutamakan di Indonesia. Moderasi beragama yang jika dicari benang merahnya, maka seluruhnya ternyata akan sampai juga pada pembenaran ide pluralisme agama ini.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/20/rasional-tanpa-menjadi-liberal/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sesak Nafas dan Batuk
Penanya : Aghniarie (RH)
Voice over talent: Dewi F & Dewi N
NarasiPost.Com-Saya ada keluhan sesak nafas dan batuk, setiap hari minum obat karena tiap hari kambuh.
Kurang lebih sudah 7 tahunan berobat dan konsultasi dari spesialis penyakit dalam sampai spesialis paru-paru tapi tidak ada kejelasan penyakitnya apa dan saya harus menjalani pengobatan berapa lama. Sudah 4 atau 5 kali rontgen hasilnya sama pneumonia bronkitis.
Terakhir pengobatan di spesialis paru katanya, paru-paru saya tidak ada penyakitnya tapi paru-paru saya penuh asap, paru-paru saya sudah rusak. Umur saya 30 tahun tapi kondisi paru-parunya seperti umur 65 tahun perokok berat. Jadi nggak bisa diobatin, minum obat atau tidak tetap bakal kambuh.
Saya hanya disuruh balik kalau obatnya habis
Dari berbagai obat yang pernah saya dapat dari berbagai dokter (mulai dokter umum hingga spesialis) ini ada 3 obat yang efeknya agak lama buat kembali nyesek.
Tapi ada kekhawatiran mom. Selain khawatir berpengaruh ke ginjal juga khawatir semakin gemuk. Saya konsumsi obat ini hampir 2 tahun lebih. Berat badan saya yang biasanya 49kg sekarang naik sampai 76kg. Karena kata spesialis herbal “dexamethasone” Ini berpengaruh pada penggemukan badan.
Adakah solusi lain mom, jikalau memang sulit untuk sembuh. Minimal adakah obat lain yang bisa menggantikan dexamethasone ini, agar berat badan saya tidak semakin naik. Jujur mom saya sangat takut. Soalnya saya minum obatnya tiap hari, karena tiap hari kambuh.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/17/sesak-nafas-dan-batuk/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Doa itu Obat
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengibaratkan doa adalah senjata atau kekuatan. Ketika anak manusia berada pada satu kondisi terlemahnya, tak ada yang bisa menguatkannya selaku hamba yang lemah dan membutuhkan segala sesuatu, melainkan hanya doa. Karena sesungguhnya doa akan membuka pembatas antara dirinya dengan Allah. Doa yang ia panjatkan, akan menurunkan pertolongan. Sebagaimana Allah menurunkan hujan untuk membasahi bumi dan siapa pun yang menantikan tetesan hujan itu.
Siapa pun yang sedang mendapati berbagai macam permasalahan dalam hidupnya, maka sesungguhnya doa itu akan menguatkannya dari segala kerapuhan dan kelemahan yang dimilikinya. Begitulah yang senantiasa kita teladani dari para nabi dan rasul, bagaimana setiap mereka menjumpai masalah dan ujian dalam kehidupannya, tidak ada yang mereka lakukan kecuali berdoa. Ketika nabi Yunus mendapati masalah dan terpaksa ditelan oleh ikan besar, maka tidak ada yang membasahi lisan beliau kecuali doa.
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Aku benar-benar telah menganiaya diriku sendiri, dan aku masuk dalam golongan orang yang zalim”.( Al-Anbiya: 87)
Bukankah ketika nabi Adam benar-benar dalam penyesalannya, saat diturunkan ke permukaan bumi karena tergoda untuk makan buah yang diharamkan oleh Allah di surga, maka beliau pun menguatkan hatinya, menguatkan jiwanya dari kemaksiatan yang baru saja dilakukannya dengan berdoa;
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
“Berkata keduanya: ‘Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan apabila Engkau tidak mengampuni dosa kami dan memberi rahmat untuk kami, pastilah kami adalah orang-orang yang merugi”.(Al A’raf: 23)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/13/doa-itu-obat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed