
Sign up to save your podcasts
Or


Refleksi Kebangkitan: Wahai Generasi, Belajarlah Pada Senja!
Oleh. Desi Wulan Sari, M.Si.
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Setiap manusia memiliki asa dalam hidupnya. Sebagai manusia normal yang diciptakan Allah dengan berbagai kebutuhan, karena Allah menciptakan gharizah, maka Allah ciptakan pula manusia dengan akal yang ditemani syariat sebagai pendamping hidup manusia.
Manusia dilahirkan dari air mani dan sel telur yang dibuahi. Prosesnya sungguh satu keajaiban bagi kita jika kita berpikir. Hingga kita lahir di dunia, bertumbuh dan berkembang menjadi manusia yang bertakwa. Sejak dini pun kita dipelihara dan diasuh dalam pengasuhan orang tua muslim. Orang tua yang memberikan bekal ilmu agama berupa tsaqafah dan akidah yang ditanamkan sejak dini.
Namun, adakalanya sebagai manusia tidak akan luput dari kesalahan. Karena satu-satunya manusia yang terpelihara, dan ‘ismah (terhindar dari dosa) melalui pemeliharaan atau perlindungan dari Allah Swt. (maksum) hanyalah Nabi mulia Muhammad Rasulullah saw. Perbuatan dosa yang dilakukan manusia akibat kelalaian, ketidaktahuan, miskin ilmu agama, kekhilafan, bahkan kesengajaan yang dilakukan akibat dorongan hawa nafsu dan godaan setan, dengan tujuan menjerumuskan manusia pada pintu neraka menjadi tantangan hidup manusia dalam jalan menuju ketakwaan hakiki, naudzubillahimindzaalik.
Di kala manusia tengah dikelilingi pada sistem yang merusak pemikiran dan akidah saat ini, berbondong-bondong serangan para kafir Barat pada generasi kaum muslimin masif dilakukan, mengakibatkan melemahnya pemahaman yang kaffah, mundurnya kaum muslimin, bahkan umat semakin jauh dari syariat akibat rusaknya ukuwah yang disebarkan oleh sistem ini. Mereka adalah para pengusung sistem Kapitalisme, Libralisme dan Sekularisme (Sepilis Dunia).
Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/01/09/refleksi-kebangkitan-wahai-generasi-belajarlah-pada-senja/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menantu Idaman
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-“Kapan kau mau nikah, lama-lama jadi bujang lapuklah Kau.”
Intonasi suara Mak Ajeng penuh penekanan seakan ia sedang mengajar anak semata wayangnya latihan voice over. Wira hanya garuk-garuk kepala setelah dia hampir menyemburkan air yang baru menyapa kerongkongannya. Wajah letih Wira berubah pias ketika wejangan Mak Ajeng panjang lebar membahas menantu idaman menari-nari di indera pendengarannya.
Angannya berkecamuk menghendaki raganya menghilang sesaat untuk menghindari topik menantu idaman Mak Ajeng. Apalah daya, itu hal yang musykil bagi orang beriman. Kupingnya sudah terasa sangat panas saat kata bujang lapuk menghujam tepat di ulu hatinya. Wira sesekali memejamkan kedua netra sayunya dan memainkan tali pengikat kayu bakar saat mendengarkan petuah ibundanya.
“Sampun, Mak? Saya mau wudhu rumiyen, belum sembahyang Zuhur,” Wira segera angkat bicara sebelum Mak Ajeng kembali meluapkan kegundahannya.
Sepasang kaki pecah-pecah terayun gontai menuju jeding. Wira segera bersih diri dan berwudhu untuk menunaikan salat Zuhur. Ba’da salat dan zikir, dia segera merebahkan badan dan meluruskan punggungnya. Rasa capek baru terasa, sejak jam 8 pagi, Wira keluar-masuk hutan mencari kayu bakar. Kemudian kayu-kayu yang jadi sumber penghasilan hariannya dijual ke pasar dan dititipkan di beberapa warung yang ramai.
Bujang gagah perkasa di kampungnya itu menjadi buah bibir. Selain rupawan, akhlak dan tutur katanya juga menawan. Kini, dia diterpa rumor telah menolak bunga desa dari kampung sebelah. Rumor itu beterbangan memenuhi tiap sudut kampungnya. Bagaimana si bunga desa mengejar dan bagaimana Wira menolak mentah-mentah berdansa di tiap lisan penduduk kampung. Gunjingan kian merebak bak bunga mekar di musim kemarau. Mak Ajeng tak tahan dengan kabar burung yang menerpa anaknya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/27/menantu-idaman/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Istri Salihah Motivasi Suami Menuju Jannah
Oleh. Ai Siti Nuraeni
Voice over talent: Sofia
NarasiPost.Com-“Seorang suami yang sukses, tentu karena ada dukungan yang maksimal dari istrinya. Tanpa dukungan dari istrinya, seorang suami belum tentu bisa sukses.”
Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam sebuah acara di Kecamatan Cileunyi pada Selasa, 21 Desember 2021 lalu. Selanjutnya beliau mendorong para peserta acara untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Tanpa Bunga dan Kartu Wira Usaha dari Pemerintah Kabupaten Bandung untuk membantu suami, mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, dan dalam rangka menekan bank keliling atau bank emok di masyarakat (Inilahkoran.com, 21/12/2021).
Menjadi istri adalah sebuah peran yang harus dijalani wanita setelah ia menikah. Dalam pernikahan, istri akan menjadi rekan suami dalam mewujudkan visi dan tujuan yang ingin diraih bersama. Konsekuensi dari peran ini adalah seorang istri harus bertindak sebagai ibu dan pengatur urusan dalam rumah tangganya. Sekalipun area kerjanya hanya berkutat di rumah saja, peran ini tidak boleh dianggap sepele karena sangat berpengaruh dalam kesuksesan suami serta anak-anaknya.
Hal itu dikarenakan istri adalah manajer keluarga yang akan mempersiapkan segala kebutuhan suami juga nasihat yang baik supaya bisa menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, pencari nafkah serta anggota masyarakat. Ia pula yang akan menjaga anak-anak, merawat, dan mendidik mereka dengan sebaik-baiknya. Istri salihah juga akan menjaga rumah dan harta suami saat sedang di luar rumah. Jika semua bisa dilakukan dengan baik, suami akan mendapatkan dorongan positif dan bersemangat untuk berprestasi karena semua kebutuhannya terpenuhi dan hatinya tenang sekalipun tidak bersama keluarganya.
Namun, peran istri dalam keluarga saat ini sulit untuk diwujudkan dengan optimal karena banyak dari mereka yang memilih masuk dalam dunia kerja. Dengan aktivitas tambahan ini, waktu untuk memperhatikan kebutuhan suami dan anak berkurang, tenaga dan pikiran yang terkuras di tempat kerja telah membuat istri kelelahan dan menurunkan kualitas aktivitas di rumah. Meskipun berat, wanita tetap melakukan pekerjaan di luar rumah dengan berbagai alasan seperti kebutuhan ekonomi yang mendesak atau stigma masyarakat yang memandang wanita karier lebih berharga dari sekadar ibu rumah tangga. Bahkan para feminis senantiasa menyatakan bahwa wanita harus mandiri secara finansial agar dianggap sederajat dengan para pria.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/14/istri-salihah-motivasi-suami-menuju-jannah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Milenial Ngamuk Gara-Gara WiFi
Oleh. Ira Rahmatia
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Miris, hari demi hari masalah di bumi pertiwi terus meningkat. Namun, akhir-akhir ini persoalan tentang krisis moral benar-benar memilukan.
Dilansir dari news.detik.com, dua orang pemuda mengejar penjaga masjid dengan membawa parang karena diduga mengganti password Wi-Fi. Kejadian ini terjadi di Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Kompol Rona Tambunan sebagai Kapolsek Medan Timur membenarkan peristiwa tersebut. Rona mengatakan kedua pelaku yang melakukan penyerangan sudah ditangkap (26/12/2021).
Kasus ini merupakan salah satu kasus yang terpublish di media. Bagai gunung es yang hanya terlihat puncaknya, pada kenyataannya masih banyak kasus-kasus serupa yang belum terjamah media.
Alih-alih menjadi penggerak perubahan, namun justru pemuda saat ini banyak yang bermasalah dan menimbulkan permasalahan bahkan kekacauan di tengah masyarakat.
Pemuda Diperbudak Sistem
Secara tidak langsung, sistem kapitalis sekuler yang dianut masyarakat saat ini membawa begitu banyak dampak, baik dari segi sosial, ekonomi, lingkungan juga moral. Kini moral pemuda tergadai. Bagaimana tidak, kualitas pendidikan yang dikira mumpuni justru jauh dari nilai-nilai ruhiyah, jauh dari pengajaran tentang moral dan akhlak. Sekularisme, yakni paham yang memisahkan antara agama dan kehidupan membuat pemuda tidak menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai standar hukum dalam setiap keputusannya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/06/milenial-ngamuk-gara-gara-wifi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dosen Salih
Oleh: Solehah Suwandi
Voice over talent: Yeni M
NarasiPost.Com-Siapa tak tertawan oleh parasnya yang rupawan, dia bukan sekadar dosen single dan ganteng, tapi juga cerdas dan terkenal alim. Namun siapa mengira, dia tersandung kasus pelecehan seksual. Seorang mahasiswi bernama Retno mengadu kepada Rektor atas perlakuan dosen tampan itu.
“Bohong! Pak Angga sudah memaksa saya untuk menciumnya, ba-bahkan memaksa sa-saya untuk ti-ti-dur bersamanya, hiks, hiks,” ucap Ratna sesegukan di pundak temannya. Ruangan yang berisi, beberapa dosen dan mahasiswa itu terlihat tegang.
“Gayanya aja sok alim, tapi otaknya mesum!” geram Anida setengah berbisik, rekan sesama dosen yang turut hadir dalam perkara sidang ini. Dia tak henti-henti mengelus puncak kepala Retno, menyalurkan dukungan terhadapnya.
Sebelum ini, memang pernah terjadi kasus pelecehan di universitas tempat Angga mengajar. Tak tanggung-tanggung, korbannya cukup banyak, bahkan sampai ada yang hamil. Dan dosen yang bersangkutan, telah dikeluarkan secara tak terhormat.
Saat itu, Anggalah yang paling vokal menyuarakan agar, dosen maupun mahasiswa dibekali keimanan agar tidak terjerumus pada jurang kenistaan. Bahkan ia termasuk orang yang menentang Permendikbud no 30 tahun 2021. Sebab aturan tersebut dinilai hanya akan menyuburkan perzinaan di ranah perguruan tinggi. Misal, kalau dosen melakukan hal-hal demikian, tapi disetujui oleh mahasiswinya, maka itu dianggap sah saja, tidak masalah dan tidak bisa dipidanakan. Padahal secara agama, berzina dilarang.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/13/dosen-salih/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Drama Disrupsi Rumah Tangga
Oleh. Maman El Hakiem
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Kinan (Putri Marino) berharap kembali bisa mengunjungi Cappadocia, tempat impian paling romantis di Turki, bersama suaminya Aris (Reza Rahadian). Namun, sayang suaminya tersebut malah memilih wanita lain, Lidya (Anya Geraldine). Wanita yang tidak diduga menjadi pelakor. Padahal, Lidya adalah wanita yang akrab bagi keluarga Kinan, banyak membantu memberikan solusi karena sebagai psikolog untuk anaknya bernama Raya. Kisah perselingkuhan pada keluarga mapan dan sosok suami yang sebenarnya “sempurna” di mata istri, namun ternyata tidak bisa menempatkan naluri syahwatnya secara benar.
Akar Masalah Perselingkuhan
Sebagaimana diketahui, genre drama keluarga dengan mengangkat kasus perselingkuhan beberapa tahun ini diminati khalayak di negeri ini. Sebagai tuntutan pasar, para sineas menagkapnya sebagai peluang untuk membuat karya yang mengikuti selera pasar. Tidak terkecuali bagi Beny Setiawan, yang menggarap Layangan Putus sebagai serial drama yang diperuntukan untuk usia tujuh belas plus karena dibumbui adegan tidak senonoh antarlawan jenis. Seperti film-film sebelumnya yang serupa, sebut saja Bukan Cinta Biasa, Cinta Dua Hati, 3 Hati 2 Dunia. Dari judulnya saja sudah tentu tidak akan jauh dari kisah asmara cinta segitiga yang ingin disampaikan kepada publik. Kehadiran wanita lain dalam rumah tangga sering menjadi masalah yang pelik, bahkan menjadi disrupsi atau kehancuran rumah tangga. Perasaan cinta pada wanita lain, baik karena alasan yang memungkinkan untuk mendua hati, maupun karena faktor jinsiyah (naluri seorang lelaki) sering berujung perselingkuhan.
Mendudukan hasrat atau keinginan untuk menyalurkan dorong seksualitas memang alamiah terlebih pada seorang lelaki yang secara naluri memiliki kemampuan untuk menambah istri (poligami). Kemapanan secara ekonomi dan keharmonisan hubungan rumah tangga tidaklah cukup menjadikan seseorang untuk tidak mencari wanita lain. Inilah masalah yang tidak disadari oleh sistem kehidupan sekularisme yang tidak mampu memberikan solusi yang tepat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/11/drama-disrupsi-rumah-tangga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Paradoksironis, Jangan Apatis!
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Guys, tahukah kalian apa itu ‘paradoksironis’? Mungkin kalau kalian mencarinya di kamus atau Google, tak akan menemukannya. Sangat mungkin begitu sebab ini adalah istilah yang aku ciptakan sendiri.
Eh, memangnya kamu siapa kok bisa-bisanya membuat istilah sendiri? Pasti kalian bertanya begitu. Well, I’m nobody. Itu bukan hal yang penting. Poinnya adalah apa yang disampaikan.
Kurasa sah-sah saja sih membuat istilah sendiri yang dipakai untuk sendiri. Sebenarnya istilah itu untuk mengungkapkan apa yang kurasakan. Selama tak melanggar etika dan aturan, ya tak mengapalah.
Paradoksironis adalah sebuah kata yang mencakup hal paradoks dan ironis. Ini menggambarkan kesinisan menjemukan pada situasi yang bertentangan dengan harapan yang berlangsung sekian lama tanpa adanya perbaikan atau perubahan. Maksudnya, kata ini mewakili perasaanku akan kondisi kini yang berantakan secara sistemis.
Paradoksironis terbangun dari dua kata: paradoks dan ironis. Paradoks sendiri berarti pernyataan yang seolah bertentangan, namun mengandung kebenaran. Ironis berarti bersifat ironi atau mengandung situasi yang bertentangan dengan harapan, namun benar menjadi kenyataan. Kedua kata itu digabungkan untuk menambah makna pertentangan yang sangat.
Dengan kata lain tuh, paradoksironis berarti paradoks dan ironis yang berlipat-lipat begitu, Guys. Tak cukup satu paradoks, melainkan banyak, berulang-ulang dengan bermacam polanya. Intinya enek begitulah sama kondisi yang ada.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/20/paradoksironis-jangan-apatis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Habis Premium Terbitlah Pertamax
Oleh. Sartinah
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Euforia menyambut tahun 2022 rupanya tak berbanding lurus dengan kebijakan pahit di tahun baru. Pasalnya, mulai tahun 2022, pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana mengganti bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dengan Pertalite. Hal ini dilakukan sebagai masa peralihan sebelum BBM jenis Pertalite pun akan digantikan dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Tak pelak, wacana tersebut kemudian memantik polemik di tengah masyarakat. Di satu sisi, demi alasan memperbaiki lingkungan, masyarakat mau tidak mau harus mendukung kebijakan pemerintah. Namun di sisi lain, harga BBM ramah lingkungan seperti Pertamax yang sangat mahal berpotensi melemahkan daya beli masyarakat. Selama ini, Premium dan Pertalite memang menjadi bahan bakar alternatif yang cukup ramah dikantong masyarakat menengah ke bawah. Wacana penghapusan tersebut tentu berpotensi menimbulkan gejolak jika pemerintah tidak menyediakan solusi BBM murah lainnya.
Alasan Penghapusan
Pemerintah beralasan, rencana penggantian BBM jenis Premium ke Pertalite dan dari Pertalite ke bahan bakar ramah lingkungan adalah untuk memperbaiki kondisi lingkungan. Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih mengatakan, pemerintah secara serius memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong BBM RON 90 sebagai bahan bakar antara, menuju BBM yang lebih ramah lingkungan. (Tempo.co, 26/12/2021)
Selama ini, BBM jenis Premium yang memilik RON 88 dianggap kurang ramah lingkungan karena memiliki RON terendah. Dalam kalkulasi pemerintah, peralihan dari Premium ke Pertalite akan menurunkan kadar emisi CO2 sebesar empat belas persen. Selanjutnya, peralihan dari Pertalite ke BBM ramah lingkungan seperti Pertamax, akan menurunkan kadar emisi sebesar 27 persen. RON (Research Octane Number) sendiri merupakan kekuatan tekanan atau kompresi BBM terhadap mesin. Semakin tinggi nilai oktan, maka semakin baik bahan bakar tersebut dalam mencegah ketukan dalam pembakaran mesin.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/10/habis-premium-terbitlah-pertamax/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kasus Pelecehan Seksual Tinggi, Bekasi Butuh Solusi Pasti
Oleh. Diyani Aqorib
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Bekasi sebagai salah satu kota penyangga ibu kota, terus berbenah diri. Pembangunan gencar dilakukan di semua lini. Mulai dari sarana tata kota seperti perbaikan jalan, mempercantik taman kota, termasuk peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi. Pun sebagai kota industri, Bekasi semakin seksi di mata para investor. Hal ini menjadikan Bekasi sebagai salah satu tujuan para pejuang nafkah dari berbagai pelosok negeri. Namun, semua itu memengaruhi pola kehidupan masyarakat Bekasi.
Belum lama ini, kota Bekasi dihebohkan dengan adanya kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang anak berusia 11 tahun, yaitu SH. Pelaku pelecehan tersebut adalah tetangganya sendiri, yaitu AY (31). Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu, 19 Desember 2021 di warung pelaku di wilayah Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. (liputan6.com, 24/12/2021)
Lebih miris lagi ketika ibu korban melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, salah seorang oknum polisi justru meminta ibu korban untuk menangkap sendiri si pelaku. Alasannya, karena belum ada surat perintah penangkapan. Tentu hal ini membuat keluarga korban kecewa terhadap kinerja kepolisian.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/10/kasus-pelecehan-seksual-tinggi-bekasi-butuh-solusi-pasti/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Manfaat Menulis dari Sisi Medis
Oleh. dr. Nisa Utami, Sp.PD.
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Menulis tidak hanya sekedar menggerakan tangan dalam menuangkan buah pikiran namun ternyata banyak manfaatnya jika di tinjau dari segi segi medis.
Pennebaker, J.W. (2004) dalam penelitiannya berjudul “Writing to Heal: A Guided Journal for Recovering from Trauma and Upheaval” melakukan percobaan kepada orang-orang yang memiliki peristiwa trauma dalam kehidupannya untuk menulis selama 20 menit mengenai hal tersebut dan dilakukan selama 4 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa para partisipan merasa lebih bahagia, berkurangnya pikiran negatif, dan menunjukkan gejala depresi atau kecemasan lebih rendah dibandingkan sebelum melakukan aktivitas menulis tadi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/19/manfaat-menulis-dari-sisi-medis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed