
Sign up to save your podcasts
Or


Pelecehan Agama Kian Menjadi di Alam Demokrasi
Oleh. Pahriati, S.Si.
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Lagi dan lagi. Pelecehan ajaran dan simbol agama terus terjadi. Kini publik kembali dihebohkan dengan tulisan seorang politikus di akun Twitternya yang mengatakan “Allahmu ternyata lemah harus dibela”. Siapa Allah yang dimaksud di situ? Bukankah ini termasuk penghinaan terhadap Tuhan (agama)?
Tulisan itu diunggah tanggal 4 Januari 2021. Meskipun tak berapa lama setelahnya, unggahan itu dihapus. Sang politikus meminta maaf dan mengklarifikasi jika tulisan itu adalah dialog imajiner dalam dirinya, tak bermaksud menghina agama tertentu. Namun pertanyaannya, jika itu dialog imajiner, mengapa harus dituliskan di media sosial yang tentu diakses banyak orang?
Ini bukan kasus pertama. Di sepanjang tahun 2021 atau tahun-tahun sebelumnya, kita mendapati banyak kasus pelecehan agama, khususnya terkait Islam. Misal, ada yang mengaku sebagai Nabi ke-26. Ada yang terang-terangan menghina Rasulullah saw. atau menuduh beliau dengan fitnah yang keji. Ada pula yang melecehkan Al-Qur’an atau menjadikan salat sebagai lelucon. Dan tak sedikit yang kemudian menuduh ajaran Islam sebagai pembawa paham radikal, bibit terorisme, dan sebagainya.
Hanya sedikit di antara pelakunya yang mendapatkan hukuman. Sebagian besar melenggang dengan bebas. Apalagi ketika pelakunya dekat dengan pemilik kekuasaan. Padahal pernyataan mereka jelas mengarah pada pelecehan agama, juga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Cukup dengan meminta maaf, kasus dianggap selesai. Bahkan ada yang menganggapnya bukan kesalahan. Maka, tak heran jika kasus serupa terus berulang.
Kondisi ini berkebalikan dengan kasus yang menimpa beberapa ulama. Ketika mereka berceramah terkait keyakinan agama, ada saja yang memprotesnya. Mereka dituduh menghina ajaran agama lain. Apalagi ketika mereka bersuara atau memberi kritikan kepada penguasa, seringkali dicari celah untuk memperkarakannya. Pada akhirnya, beberapa ulama harus mendekam di dalam penjara.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/19/pelecehan-agama-kian-menjadi-di-alam-demokrasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Remaja Jadi Gangster, Buah Sistem Keblinger!
Oleh. Ana Nazahah
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Gaes, dunia sekarang tidak aman lagi. Kejahatan ada di mana-mana. Dari masalah korupsi yang dilakukan pejabat negeri, sampai tawuran oleh anak sekolahan. Ada yang dilakukan individu ada pula berjemaah. Nah, yang jemaah ini, kerap disebut gangster, gaes! Seperti yang terjadi baru-baru ini, 11 orang gangster ditangkap karena diduga hendak melakukan kejahatan (Dikutip dari DetikNews.com).
Alhamdulillah, gangster tersebut berhasil diringkus polisi sebelum sempat beraksi pada Minggu (9/1/2022), lengkap dengan senjata tajam yang dibawa, yakni celurit dan golok. Bayangkan jika polisi telat sedikit saja. Dikhawatirkan mereka akan melakukan kejahatan yang membahayakan nyawa. Ngeri parah!
Hal yang sama juga pernah terjadi pada 28 Desember tahun lalu di pasar Kemis, Tangerang. Sejumlah pemuda yang diduga geng ‘Topi Miring’ hendak mencari mangsa untuk tawuran, sambil membawa sajam alias senjata tajam. Namun, polisi berhasil membekuk dua orang dari mereka. Sebelum ditangkap, salah satunya sudah bonyok, dihajar warga.
Gaes, ternyata di negeri kita ada banyak sekali kasus geng-geng sejenis. Di antaranya ada geng Topi Miring, geng Jepang, geng Tubruk, geng Mampang Official, dll. Geng-geng ini biasanya meresahkan masyarakat karena kerap melakukan tawuran, anarkistis, dan tindakan membahayakan lainnya.
Sederetan kasus dan banyaknya gangster yang ada di sekitar kita. Membuat kita bertanya-tanya, apa yang membuat remaja kita yang seharusnya sibuk belajar dan sekolah, malah jadi gangster? Kenapa solusi yang diberlakukan tidak jua menuai efek jera?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/19/remaja-jadi-gangster-buah-sistem-keblinger/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Terasa Asing di Negeri Sendiri
Oleh. Desi Wulan Sari, M.Si.
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Satu lagi pembangunan Kota Mandiri di tepian Kota Jakarta akan dibangun. Rencana pembangunan yang begitu mewah tengah dipersiapkan pihak pengembang. Berada di kawasan Tangerang, proyek ini menjadi sorotan masyarakat.
Pantai Indah Kapuk (PIK 2), itulah sebutan bagi Kota Mandiri yang hadir di kawsan penyangga Jakarta. Proyek mega raksasa ini dikembangkan oleh grup pengembang properti besar di Indonesia. Masyarakat hari ini tengah ramai mengunjungi kota tersebut. Alasannya, wilayah ini menyediakan segala fasilitas hiburan dan keindahan yang ditawarkan. Memang saat ini belum rampung, pembangunan masih terus berlangsung di segala sisi.
Melihat gedung-gedung megah yang ada di sana, perumahan mewah yang berdiri, jalan yang baru jadi, jembatan gantung bahkan mal sekalipun. Beberapa orang menyebutnya “Little Singapore”, sekolah megah pun hadir di kawasan ini. Tak kalah hebatnya, infrastruktur di sana memiliki pesona tersendiri. Bahkan yang sedang viral keindahan Pantai Pasir Putih menjadi tujuan wisata masyarakat saat berkunjung di kawasan ini.
Memang tidak bisa dimungkiri bahwa kota ini banyak memiliki spot-spot entertainment yang mampu menghipnotis masyarakat untuk mau datang berkunjung, walau hanya sekadar untuk bersantai dan rehat sejanak.
Namun, masyarakat banyak yang melihat dari berbagai sudut pandang atas kehadiran PIK2 ini. Banyak masyarakat yang bangga dengan hadirnya kawasan baru sebagai kota mandiri yang menawarkan berbagai tempat indah dan mewah. Akan tetapi, ada juga sebagian masyarakat yang merasa sedih atau menyayangkan kehadiran kawasan ini di lihat dari sisi konflik pembangunan terhadap masyarakat, dampak lingkungan, hingga kepentingan politik di dalamnya. Nuansa Tiongkok begitu mendominasi. Masyarakat di sana pun sebagian besar berpenduduk etnis Tionghoa. Gedung dan arsitekturnya sangat kental dengan nuansa Tiongkok. Seakan-akan kita berada di kawasan asing, bukan berada di negeri sendiri. Terasa tidak nyaman jika dikatakan ini adalah wilayah Indonesia, tetapi kondisi sebaliknya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/20/terasa-asing-di-negeri-sendiri/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mengubah Insecure dengan Meluaskan Syukur
Oleh. Annisa Fauziah, S.Si
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Saat ini kita hidup di zaman di mana kemapanan, jabatan, kecantikan, dan sebagainya menjadi sesuatu yang dipertontonkan dan dibanggakan. Terlebih lagi, semua itu kini secara masif diunggah di media sosial. Jika kita tidak punya kontrol diri yang baik, mungkin kita akan mudah terbawa “tsunami informasi.”
Tak bisa dimungkiri, sistem kapitalisme sekuler yang eksis di dalam kehidupan hari ini telah mengubah banyak persepsi kita tentang kehidupan. Standar kesuksesan, standar baik dan buruk, terpuji dan tercela, hingga kebahagiaan semuanya dilekatkan kepada materi dan orientasi duniawi.
Bahkan, tidak sedikit umat Islam yang masuk ke dalam perangkap ini, yaitu saat terselip insecurity. Rasa tidak percaya yang hadir di dalam diri terjadi bukan semata karena banyaknya kekurangan yang kita miliki. Namun, ketika mindset kita terfokus kepada pencapaian orang lain. Bahkan, tanpa sadar kita pun sering terhanyut untuk menggantungkan mimpi kepada kehidupan orang sekitar.
Pada akhirnya, banyak orang yang merasa tidak sehebat temannya di media sosial dan tidak seharmonis keluarga rekan kerjanya. Ada pula seorang ibu yang merasa tidak cakap untuk mendidik anak-anaknya hanya karena melihat anak tetangga yang sudah pandai menulis dan membaca. Lalu, ia mulai meratapi kondisi anaknya yang masih belajar mengeja.
Melihat unggahan ibu lain yang pintar memasak, rumahnya rapi, dan anaknya pintar berkomunikasi tak jarang membuat kita merasa menjadi ibu yang gagal. Padahal, jika kita lebih banyak bersyukur maka kita akan lebih banyak berfokus kepada proses saat menjalani setiap peran, bukan kepada hasilnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/20/mengubah-insecure-dengan-meluaskan-syukur/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Refleksi Akhir Tahun 2021, Resolusi 2022 Songsong Kehidupan Gemilang dengan Islam Kaffah
Oleh. Ahsani Ashri Ar Ridti, S.Tr.Gz
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Menutup catatan perjalanan di tahun 2021 dengan kondisi problematik yang menyelimuti kehidupan umat semakin pelik dan menyesakkan dada. Kesejahteraan rakyat seperti khayalan bak ‘cerita dongeng’ sebagai pengantar tidur. Rakyat masih diberi harapan, harapan, dan harapan. Tahun silih berganti, namun perbaikan kondisi tak pernah memihak kepada rakyat.
Demokrasi yang katanya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat nyatanya hanyalah slogan kepalsuan yang nyaring bunyinya. Hal ini terbukti dengan rentetan problem-problem kerusakan negeri di semua lini. Namun, problem kerusakan itu berusaha ditutupi oleh sang aktor hingga rakyat seakan dibodohi.
Refleksi 2021
Berangkat dari pandemi yang tak kunjung henti di bumi pertiwi sejak Maret 2020, kini rakyat dihantui dengan munculnya virus Omicron. Sulitnya mengendalikan penyebaran virus karena kebijakan penguasa yang kendur dan plin-plan membuat rakyat dilema, rakyat terpaksa harus bertaruh nyawa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memakai masker seadanya.
Mengingat pandemi pernah berada di kasus tertinggi, dengan ketersediaan fasilitas rumah sakit yang masih minim dan kurang memadai, hingga buruknya penyediaan alat-alat medis yang memengaruhi nyawa rakyat seperti tabung oksigen, seharusnya menjadi bahan evaluasi besar bagi penguasa.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/16/refleksi-akhir-tahun-2021-resolusi-2022-songsong-kehidupan-gemilang-dengan-islam-kaffah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Koleksi Boneka Horor, Waspada Iman ‘Error’
Oleh. Sherly Agustina, M.Ag.
voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Viral di jagat maya para kolektor spirit doll, mulai dari boneka yang biasa, lucu dan horor. Bahkan, ada boneka yang bisa dimasuki arwah dikoleksi layaknya boneka pada umumnya. Menarik perhatian, para kolektor boneka dari kalangan selebriti, selebgram, dan lainnya. Di mana perbuatan mereka selalu menjadi sorotan kamera dan media serta dikomentari para netizen. Bagaimana menyikapi fenomena koleksi boneka horor ini?
Koleksi boneka horor sebenarnya bukan hal yang baru, di beberapa negara di dunia ada kisah tersendiri tentang boneka horor. Bahkan, ada yang sampai dibuat film. Indonesia pun tak luput dari tren koleksi boneka horor, yang mengejutkan seperti dilansir dari Aksarajabar.com (6/1/22), ada selebgram yang mengoleksi lebih dari tiga ratus boneka. Di antara koleksinya adalah boneka horor, pemilik boneka ini memiliki gelar ‘mother spirit doll’.
Kapitalisme-Sekularisme punya Andil
Adapun alasan para kolektor mengoleksi boneka beragam, ada yang sekadar hobi, sebagai teman dan bisnis karena bisa diperjualbelikan. Bagi yang indigo jika bonekanya dimasuki arwah atau mungkin lebih tepatnya makhluk gaib, mereka bisa berkomunikasi dan ini dianggap hal yang biasa. Mereka menganggap hal tersebut tak memengaruhi keimanan, walau faktanya terkadang ada ramalan yang disampaikan oleh makhluk gaib lewat boneka tersebut dan ini mengganggu keimanan seseorang.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/17/koleksi-boneka-horor-waspada-iman-error/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kebijakan BBM Premium, Kado Pahit di Masa Sulit
Oleh. Atien
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Awal tahun baru seharusnya membawa harapan baru. Membuka kehidupan baru untuk lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena tentu saja, harapan untuk bisa hidup lebih sejahtera menjadi impian semua orang. Namun, harapan tersebut tiba-tiba hilang saat rakyat memperoleh kado pahit awal tahun. Kado tersebut berupa rencana pemeritah terkait Bahan Bakar Minyak (BBM). Rencana tersebut langsung menuai reaksi beragam di tengah masyarakat.
Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Muhammad Faisal.
Pengaruh langsungnya akan menyasar sektor transportasi, terutama darat karena berhubungan langsung dengan konsumsi Premium dan Pertalite. Untuk pengaruh selanjutnya bisa dipastikan akan menyasar kepada sektor lainnya, termasuk harga bahan-bahan makanan.
Faisal juga menyampaikan bahwa rencana tersebut akan memberikan dampak psikologis karena BBM yang dapat dikonsumsi harganya lebih mahal. Masalah akan semakin pelik karena bukan hanya BBM yang naik, LPG, listrik dan PPN juga naik. Langkah pemerintah menghapus penggunaan BBM ini berpotensi meluas dampaknya, bukan hanya inflasi, tetapi akan berpengaruh kepada pemulihan konsumsi masyarakat pada tahun depan.
Kebijakan yang Merugikan
Untuk ke sekian kali pemerintah membuat kebijakan. Untuk ke sekian kali pula rakyat dirugikan. Meskipun baru sebuah rencana, kebijakan tersebut cukup membuat rakyat menjadi resah. Mengapa? Karena kebijakan yang diambil pemerintah berhubungan langsung dengan hajat hidup rakyat.
BBM merupakan konsumsi publik yang memiliki peran penting dalam menjalankan roda perekonomian di tengah masyarakat. Bagaimanapun seluruh sektor yang ada tidak mungkin bisa dilepaskan dari keberadaan BBM. Oleh karena itu, seluruh sektor pasti akan ikut menyesuaikan kebijakan tersebut. Imbasnya sudah bisa ditebak. Saat BBM naik karena berganti ke yang lebih mahal, maka semua barang- barang yang dikonsumsi masyarakat harganya juga naik.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/13/kebijakan-bbm-premium-kado-pahit-di-masa-sulit/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tingginya Kedudukan Ulama di Tengah Umat
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Di antara anugerah terbesar Allah bagi umat ini adalah masih dijaganya Islam dengan hadirnya para ulama yang senantiasa mengamalkan ilmunya. Mereka laksana benteng kokoh pelindung umat dari serangan musuh-musuhnya. Bagi kaum muslimin sendiri, tingginya kedudukan serta derajat para ulama sangatlah terang dan jelas. Mereka laksana panglima yang senantiasa diikuti setiap langkahnya, ditiru perilakunya, diambil pendapat serta apa yang mereka katakan. Karena mereka senantiasa dalam kebaikan.
Seluruh makhluk hingga ikan-ikan di lautan, memohonkan ampun kepada Allah untuk para ulama. Bahkan para malaikat yang mulia mengepakkan sayapnya sebagai tanda keridaan terhadap ulama. Mereka adalah ulama’ al ‘amilun yang selalu mengamalkan ilmunya. Dengan ketinggian ilmu, sungguh mereka telah mencapai kedudukan dan derajat terbaik. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Mujadilah ayat 11, “Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu di antara kalian beberapa derajat, dan Dialah yang Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Allah pun membedakan kedudukan mereka yang mempunyai ilmu dengan mereka yang tidak berilmu. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Az-Zumar ayat 9, “Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama antara orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui?”
Mengenai ketinggian derajat ulama, Al-Imam Abu Bakar Al-Ajurri rahimahullah menuturkan, “Dalam setiap waktu dan kesempatan, para ulama mempunyai kelebihan dan keutamaan dibanding seluruh kaum mukminin. Karena ilmu dan hikmah mereka memperoleh kedudukan yang terbaik, melalui para ulamalah umat mengetahui halal haram, hak dan batil, keburukan dari hal yang bermanfaat juga manfaat dari hal yang buruk. Sungguh mulia keutaamaan mereka serta betapa tinggi kedudukan mereka. Mereka adalah pewaris para nabi juga penyejuk pandangan orang-orang pilihan Allah. Ikan yang ada di dalam samudra memohonkan ampun untuk mereka, para malaikat mengepakkan sayapnya atas keridaan kepada mereka. Mereka memberikan syafaat setelah para nabi di yaumil hisab nanti. Mereka memberikan hikmah dalam majelis mereka, mereka mencegah umat dari kelalaian, mereka adalah hamba paling utama. Hidup mereka laksana ghanimah, sedang kematian mereka adalah musibah bagi manusia. Mereka mengingatkan yang lalai, mereka mengajari yang tidak mengerti. Mereka tak takut akan kejahatan, dan mereka tidak terancam karena keburukan.”
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/18/tingginya-kedudukan-ulama-di-tengah-umat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Peleburan Eijkman dan Masa Depan Vaksin Merah Putih
Oleh. Ayu Mela Yulianti, SPt.
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Lembaga Eijkman resmi terintegrasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai September 2021. Lembaga itu juga kini berganti nama menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman dari yang sebelumnya Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
Peleburan tersebut menuai kontroversi lantaran ada 113 tenaga honorer yang tidak diperpanjang kontraknya atau diberhentikan. (Jakarta, kompas.com, Desember 2021).
Peleburan Eijkman ke BRIN, menyisakan banyak masalah dan pertanyaan di kalangan publik. Mengingat Lembaga Eijkman adalah lembaga riset biologi molekuler yang berdiri sejak tahun 1888 dan telah diakui kredibilitasnya secara internasional. Mengingat pioner lembaga ini pun mendapatkan penghargaan nobel internasional. Artinya, lembaga Eijkman adalah lembaga yang sudah teruji kredibilitasnya di lembaga riset internasional, sehingga para peneliti dan hasil penelitiannya pun akan dengan mudah mendapatkan pengakuan dunia. Jadi, sangat disayangkan jika lembaga riset biologi molekuler kelas dunia yang kita miliki harus dilebur masuk ke dalam lembaga yang baru kemarin sore berdiri. Apalagi ketua pengarah lembaga baru ini bukanlah berasal dari kalangan peneliti, namun berasal dari kalangan politisi, yang pasti memiliki banyak pesan politik di dalamnya. Hal yang akan mengurangi bahkan mengeliminasi independensi sebuah lembaga riset dan penelitian.
Pun begitu dengan penelitinya, di lembaga Eijkman pastilah memiliki standar sebagai peneliti berkelas internasional, dengan memiliki kemampuan skill meneliti yang bisa dipertanggungjawabkan.
Menjadi hal yang akhirnya menimbulkan pertanyaan besar manakala lembaga Eijkman dilebur masuk ke dalam BRIN dan berkonsekuensi atas nonaktifnya sebagian peneliti non-ASN, juga berisiko mandegnya riset vaksin Merah Putih yang tengah dilakukan.
Semua hal di atas mengindikasikan dan cukup menjadi bukti atas rendahnya perhatian negara terhadap riset dan peneliti. Sebab begitu mudah membubarkan lembaga riset yang sudah teruji kredibilitasnya secara internasional. Hal yang sebetulnya sulit untuk ditempuh sebab membutuhkan waktu yang panjang untuk meraihnya. Dan menjadi hal yang menunjukan rendahnya perhatian negara terhadap penelitinya, yang pasti memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Berakhir dengan pembuangan sumber daya manusia yang unggul yang sangat sistematis. Padahal sangat sulit untuk menemukan orang-orang yang concern dan mendesikasikan diri sebagai peneliti. Sebuah profesi mulia dan tidak banyak dimininati, sebab memerlukan kecakapan dan intelegensi (IQ) yang tinggi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/13/peleburan-eijkman-dan-masa-depan-vaksin-merah-putih/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menjemput Janji Agung
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Dalam embusan angin malam, aku mencarimu. Dalam rintik hujan, aku mengejarmu. Dalam terik sinar mentari, aku mengiringimu. Dalam geliat kesibukan, aku mencoba mengikuti langkahmu. Dalam sunyi sepi sendiri, aku mendoakanmu. Selalu ada kamu dalam setiap detikku. Selalu ada namamu dalam detak jantungku.
Pada sebuah janji aku meyakini. Janji ini yang tak mungkin dikhianati. Sebuah janji yang dinyatakan dengan pasti. Satu janji yang dinanti. Satu janji yang memacu untuk berikhtiar memantaskan diri.
Aku masih setia di sini. Menunggu janji itu untuk terpenuhi. Tiada sedetik pun aku lengah dan berlalu pergi. Walau aral merintang, aku yakinkan kesetiaanku tetap terpatri. Walau hujan badai menghadang, tak menggoyahkan keteguhan hati.
Aku masih di sini. Tak sekadar menunggu, tetapi aku juga memahat jejak-jejak di bumi. Dengan jejak sederhana itu, kuberharap kaumampu mengenali dan mengikuti. Sungguh, aku berharap semoga kausudi menemani. Membawa serta seluruh keluarga dan sahabat terkasih untuk merasakan indahnya meniti jalan ini.
Aku bukan siapa-siapa. Aku hanyalah insan biasa yang berharap masih memiliki waktu hingga janji itu terwujud sempurna. Kuberikan setiap yang kumiliki agar janji itu semakin dekat menjadi nyata. Seluruh hidup, kupersembahkan untuk kemuliaannya. Dengan peluh, air mata dan darah, aku rela demi bisa menjumpainya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/11/menjemput-janji-agung/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed