Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Rahim Sintetis: Solusi Pragmatis Keruntuhan Populasi ala Kapitalis

    Rahim Sintetis: Solusi Pragmatis Keruntuhan Populasi ala Kapitalis

    Oleh. dr. Nisa Utami, Sp.PD

    ( Tim Redaksi NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Rahim buatan atau rahim sintetis (synthetic womb) kembali marak dibicarakan setelah viral di Twitter pada 19 Januari 2022 silam. Hal ini berawal dari Tweet Elon Musk (CEO Tesla, Inc.) yang mengkhawatirkan tentang keruntuhan populasi sebagai ancaman terbesar peradaban di masa depan. Hal ini kemudian dibalas oleh Sahil Lavingia (CEO Gumroad) yang mengajak kita untuk mulai berinvestasi pada teknologi agar keinginan memiliki keturunan dapat dilakukan dengan cara yang lebih cepat, mudah, murah dan lebih terakses, yaitu dengan synthetic womb.(Twitter.com)

    Sontak hal ini mendapat reaksi negatif dari para pengguna Twitter yang lain karena dinilai penuh risiko. Namun, ide tersebut malah mendapat dukungan dari Vitalik Buterin (pendiri Ethereum) yang mengatakan bahwa synthetic womb dapat menjadi solusi kesenjangan kesuksesan ekonomi antara pria dan wanita akibat beban melahirkan.

    Rahim Buatan Bukan ‘Barang Baru’

    Penemuan tentang rahim buatan sebenarnya sudah ada sejak April 2017 ketika peneliti di The Children’s Hospital of Philadelphia berhasil membuat janin domba bertahan hidup dan berkembang dalam Biobag, sebuah rahim buatan di luar rahim induk domba tersebut (theverge.com).

    Penemuan ini kemudian yang menginspirasi Professor Guid Oei dari Dutch University bersama dengan Lisa Mandemaker dari Maxima Medical Center untuk membuat sebauh prototype synthetic womb untuk bayi manusia yang lahir prematur. Proyek ini kemudian mendapatkan pendanaan sebesar 2,6 juta Euro agar dapat digunakan di pusat kesehatan dalam 5 tahun ke depan. (Theguardian.com)

    Dalam wawancara oleh BBC, Lisa Mandemaker menambahkan bahwa ke depannya synthetic womb ini bahkan bisa menjadi solusi bagi pasangan gay yang ingin memiliki keturunan.

    Kegagalan Menganalisis Akar Permasalahan

    Jika kita teliti lebih mendalam, hadirnya ancaman keruntuhan populasi sebenarnya diakibatkan oleh sistem kapitalisme yang dianut negara Barat. Dalam sistem kapitalisme, standar kebahagiaan dan kesuksesan dinilai dari pencapaian materi. Asas perbuatan dalam kehidupan berdasarkan perhitungan untung-rugi semata. Sehingga ketika dihadapkan dengan banyaknya pengeluaran ketika membesarkan seorang anak, orang akan berpikir ulang untuk memiliki keturunan. Jaminan sosial dan asuransi kesehatan yang dikomersialisasi, membuat episode kehamilan dan melahirkan begitu berat dibayangkan oleh pasangan suami-istri. Belum lagi berbagai risiko perubahan bentuk tubuh yang membuat seorang perempuan dinilai tidak lagi cantik, menambah panjang alasan untuk mengurungkan niat memiliki keturunan. Akibatnya berkembang tren childfree beberapa waktu lalu, dimana pasangan suami-istri memang memutuskan untuk tidak ingin memiliki anak. Belum lagi membicarakan tentang semakin banyaknya ‘kaum pelangi’, yang jelas-jelas mengingkari fitrah Ilahi untuk bereproduksi. Hal inilah yang sesungguhnya menyebabkan penurunan angka kelahiran anak di dunia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/30/rahim-sintetis-solusi-pragmatis-keruntuhan-populasi-ala-kapitalis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Dahsyatnya Keajaiban Gerakan Salat dalam Teropong Medis

    Dahsyatnya Keajaiban Gerakan Salat dalam Teropong Medis

    Oleh. Nurjamilah, S.Pd.I.

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia A

    NarasIPost.Com-Apakah Anda termasuk muslim yang rajin mengerjakan salat ataukah sebaliknya, masih terbelenggu rasa malas untuk mengamalkan ibadah ini? Jika Anda termasuk muslim yang rajin menunaikan salat, maka Anda termasuk orang yang beruntung. Namun, jika Anda masih bersikap acuh tak acuh terhadap ibadah ini, sesungguhnya Anda sedang merugi. Mengapa? Sebab, salat merupakan salah satu ibadah yang istimewa dan menyimpan banyak keajaiban.

    Salat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Hukum mengerjakannya fardu bagi setiap muslim yakni pada waktu yang telah ditentukan syarak, yakni Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Ibadah ini istimewa dalam banyak hal, di antaranya salat merupakan ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. tanpa perantara malaikat Jibril dalam peristiwa agung yakni Isra Mi’raj. Bahkan, melalui proses negosiasi besar antara sang utusan dengan Sang Pengutus. Sebab, awalnya salat diperintahkan sebanyak 50 kali dalam sehari, hingga akhirnya turun menjadi 5 waktu saja sebagaimana yang kita pahami saat ini.

    Selain menjadi tiang agama dan ibadah yang pertama kali ditanya di yaumil hisab kelak, salat juga menjadi pembeda antara muslim dengan kafir. Sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Amalan seorang hamba yang paling pertama dihisab di hari kiamat adalah salat, jika salatnya baik maka baik pula seluruh amalannya, dan jika salatnya rusak maka rusak pula seluruh amalannya.” (HR. Thabarani). Dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kekafiran itu adalah meninggalkan salat.” (HR. Muslim)

    Bukan hanya itu, salat juga memiliki investasi kesehatan yang menakjubkan, baik dari sisi fisik, mental, maupun keseimbangan emosional dan spiritual. Hal ini dibuktikan dengan penelitian beberapa ilmuwan yang menelusuri terkait manfaat salat bagi kesehatan manusia. Bahkan, di antaranya ada yang menjadi muallaf setelah melakukan penelitian ini, seperti yang dialami Dr. Fidelma o’Leary seorang Professor Biologi di Universitas St. Edwar di Austin, Texas, Amerika Serikat. Kalbunya merunduk di hadapan kekuasaan Al-Khalik yang telah menurunkan titah salat pasca penelitian.

    Definisi Salat

    Salat adalah rangkaian ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri salam. Hukum salat ada 2 macam, yakni fardu bagi salat yang 5 waktu (Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya) dan sunah (Rawatib, Duha, Tahajud, Hajat, Witir, dan lain sebagainya). Banyak sekali dalil yang menunjukkan kewajiban dari salat 5 waktu. Allah Swt. berfirman, “Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (TQS. Hud: 114)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/22/dahsyatnya-keajaiban-gerakan-salat-dalam-teropong-medis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    17 min
  • Krisis Listrik, Akibat Pengelolaan Batu Bara yang Kapitalistik

    Krisis Listrik, Akibat Pengelolaan Batu Bara yang Kapitalistik

    Oleh. Wening Cahyani

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Kemelut permasalahan listrik (PLN) tampaknya masih saja mewarnai bumi pertiwi ini. Akhir-akhir ini, kembali pasokan batu bara sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik menipis. Hal ini menjadi sinyal ketersediaan listrik berada di ambang krisis. Pemerintah Indonesia pun membuat kebijakan pelarangan mengekspor sementara kepada para penambang batu bara ke negara lain. Padahal, Indonesia penghasil batu bara terbesar ketiga di dunia. Bagaimana pasokan batu bara bisa menipis dan mengancam ketersediaan listrik? Bagaimana peran negara dalam mengelola dan memenuhi tersedianya sumber daya alam berupa batu bara ini?

    Kebijakan pemerintah tentang pelarangan mengekspor bagi para penambang batu bara ke luar negeri telah bergulir. Sebagaimana dikabarkan oleh Cnbnindonesia.com (04/01/2022) bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM) mengambil kebijakan untuk melakukan pelarangan ekspor batu bara periode 1 hingga 31 Januari 2022 bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tahap kegiatan Operasi Produksi dan IUPK sebagai kelanjutan Operasi Kontrol.

    Pelarangan ini dilakukan karena pasokan batu bara untuk pembangkit listrik pada PT PLN (Persero) telah berkurang. Berkurangnya pasokan batu bara ini bisa mengancam pasokan listrik bagi 10 juta pelanggan PLN mulai dari masyarakat umum hingga industri di Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan selain Jamali. Tindakan ini diambil dalam rangka menjaga kestabilan kelistrikan dan perekonomian negara.

    Fakta Pengelolaan Batu Bara melalui Kebijakan Kapitalistik

    Indonesia merupakan negara penghasil batu bara terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan India. Bahkan, Indonesia pun menjadi pengekspor batu bara termal di dunia. Sebenarnya menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 3 bahwa, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Sesuai Undang-Undang, batu bara milik negara yang dikelola oleh pemerintah. Penambang pada dasarnya kontraktor untuk menghasilkan batu bara. Mereka dikenai aturan wajib memasok batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation) sebesar 25% dari produk setiap penambangan per tahun. Selain itu, negara hanya menerima royalti dan pajak dari para penambang. Meskipun batu bara di pasar internasional tinggi tapi tidak menjadikan adanya pajak tambahan yang lain.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/20/krisis-listrik-akibat-pengelolaan-batu-bara-yang-kapitalistik/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Kelak Usianya telah Senja

    Kelak Usianya telah Senja

    Oleh. Ahsani Annajma

    (Penulis dan Pemerhati Sosial)

    Voice over talent: Dewi F

    NarasiPOst.Com-Anakku, jika engkau dewasa nanti semoga kelak dapat merenungi firman Raabmu, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (TQS. al-Isra [17]: 23)

    Dalam firman Allah di ayat tersebut, terdapat ibrah yang dapat kita petik di dalam kehidupan ini. Pertama, saat kedua orang tuamu kelak berada di usia senja, janganlah sekali-kali engkau menyakiti hatinya dengan sikap yang kasar dan perkataan seperti “ah” dan “uh” atau sebagainya.

    Dalam tafsirnya, seorang alim yang bernama as-Sa’di mengatakan, bahwa kata-kata tersebut adalah bentuk menyakiti orang tua yang paling ringan, hal ini diingatkan dari bentuk menyakiti lainnya. Maknanya adalah jangan sakiti keduanya walaupun engkau menganggap ringan.

    Kedua, Allah Swt. melarang seorang anak tidak boleh membentaknya dengan nada yang lebih tinggi, celaan, mengeluarkan pendapat yang tidak pantas, menyebut namanya, dan memandangnya dengan muka masam.

    Sebaliknya Allah Swt. memerintahkan kepada kita, hendaknya berkata dengan perkataan yang baik (qawlan kariman). Makna qawlan kariman menurut Imam al-Qurthubiy, adalah dengan perkataan yang halus/lembut (qawlan lathifan).

    Ketahuilah di usianya yang semakin tua, semua kemampuannya menurun baik secara fisik maupun kemampuan daya mengingatnya. Jikalau suatu saat engkau menemui kesalahan pada mereka dan menimbulkan kekesalan pada dirimu, tahanlah, jangan marah, tetaplah bertutur kata lemah lembut dan sopan. Sebab keduanya akan kembali lagi kepada masa kanak-kanaknya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/29/kelak-usianya-telah-senja/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Muslimah Afganistan Teriak Keadilan, Islam Kaffah Solusi Riil

    Muslimah Afganistan Teriak Keadilan, Islam Kaffah Solusi Riil

    Oleh. Uqie Nai

    (Member AMK4)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Awan gelap yang menggelayut di langit Afganistan sepertinya masih enggan beranjak pasca pendudukan Taliban dan menjadi penguasa baru di sana. Saat ini, ekonomi Afganistan sedang berada di bawah tekanan besar. Harga-harga melambung, bahan bakar naik tajam, uang tunai berkurang, diperparah lagi adanya penghentian bantuan asing dan kekeringan. Taliban yang dianggap mampu mengembalikan keamanan dan kenyamanan akibat rezim Ashraf Gani, nyatanya tak berkutik dengan ulah Amerika yang membekukan seluruh aset Afganistan. Kemiskinan, kelaparan, pemberontakan, dan demonstrasi akan membuat Taliban merasa terpuruk tanpa dukungan pemimpin muslim lainnya yang juga bungkam.

    Keterpurukan sebagai sisa konflik dan perang semakin menorehkan pedih di hati kaum perempuan dan anak-anak karena kondisi ekonomi sedemikian bertambah buruk, hingga memaksa para wanita turun berdemonstrasi di depan Universitas Kabul. Atas nama hak asasi manusia (HAM), mereka meneriakkan kesetaraan, keadilan, serta menuntut pemulihan ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan yang layak. (Republika.co.id, 17/01/2022)

    Keterpurukan Afganistan Akibat Hegemoni Kapitalisme

    Pasca AS hengkang dari Afganistan pada Agustus 2021 lalu, tidak serta-merta kondisi kaum muslim membaik. Amerika tidak akan begitu mudah melepas mangsanya sebelum menancapkan hegemoninya. Hal ini terungkap dari perjanjian Doha antara AS dan Taliban (29 Februari 2020) dengan poin pentingnya antara lain: AS menarik mundur pasukannya; meminta Taliban untuk tidak menjadikan tanah Afganistan sebagai basic kelompok yang bertentangan dengan AS (teroris); AS berjanji melepaskan tahanan politik Taliban; dan terakhir adalah gencatan senjata.

    Sebagai pemerintahan baru, Taliban tidak akan mampu memulihkan krisis negaranya secara cepat. Diperlukan waktu yang panjang seiring sistem dan mekanisme yang tepat, juga dana yang sangat besar. Pertanyaannya, dari mana Taliban mendapatkan dana tersebut? Mengingat dana yang ada pun dibekukan AS, sementara untuk mengelola aset dalam negeri butuh juga biaya, tenaga, dan waktu.
    Pembekuan aset yang dilakukan AS berupa 10 dolar AS emas Afganistan, investasi, dan cadangan mata uang asing adalah cara Joe Biden untuk menekan Taliban agar tunduk dan mau mengatur pemerintahannya sesuai arahan Barat. Namun, Taliban menolak campur tangan AS dan dunia internasional tentang cara memerintah atau memaksa budaya asing masuk ke Afganistan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/26/muslimah-afganistan-teriak-keadilan-islam-kaffah-solusi-riil/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Amalan yang Sia-sia

    Amalan yang Sia-sia

    Oleh. Mariyah Zawawi

    Voice over talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Dunia adalah ladang akhirat. Itulah pesan dari Rasulullah saw. kepada kita. Karena itu, saat di dunia, kita berusaha untuk menanam sebanyak-banyaknya amal saleh. Agar kelak kita bisa memanennya di akhirat kelak. Baik itu dengan melakukan yang wajib, seperti salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, membayar zakat, dan amalan-amalan wajib lainnya. Bisa juga dengan melakukan berbagai amalan sunah. Misalnya dengan salat sunah rawatib, salat tahajud, salat duha, bersedekah, dan sebagainya. Amalan-amalan ini akan menambah berat timbangan amal kita di akhirat.

    Hanya saja, tidak mesti semua amal itu diterima oleh Allah Swt. Bisa jadi, amal itu tidak mendatangkan pahala bagi kita. Sebaliknya, justru mendatangkan siksa. Jika amal yang kita kerjakan kita niatkan untuk mendapatkan rida dari Allah Swt., maka itulah yang akan kita terima. Sebaliknya, jika kita niatkan untuk yang lain, maka itu pula yang kita dapatkan. Bahkan, jika kita beramal hanya agar kita terlihat baik di hadapan manusia, murka Allah Swt. yang akan kita dapatkan. Sebab, pada saat itu, kita telah menduakan Allah Swt. dengan yang lainnya.

    Di dalam kitab Al-Ahaadits al-Mukhtaarah Fii al-Akhlaaq wa al-Aadaab, Abdullah Muhammad ash-Shiddiq al-Ghumary al-Idrisy menyebutkan sebuah hadis. Dalam hadis tersebut, Rasulullah saw. bersabda,

    أشد الناس عذابا يوم القيامة من يرى الناس أن فيه خيرا ولا خير فيه

    “Orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang yang memperlihatkan kepada orang lain bahwa pada dirinya ada kebaikan. Padahal, tidak ada kebaikan dalam dirinya.” (HR. Abu Abdurrahman as-Silmy).


    Naskah selengkapnya:  https://narasipost.com/2022/01/30/amalan-yang-sia-sia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Stok Batu Bara Menipis, Listrik Terancam Krisis

    Stok Batu Bara Menipis, Listrik Terancam Krisis

    Oleh. Irma Faryanti

    (Member Akademi Menulis Kreatif)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) belum lama ini mengeluarkan keputusan berupa larangan ekspor bagi perusahaan batu bara. Melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, kebijakan tersebut ditetapkan untuk menyikapi ancaman krisis listrik yang akan dialami Indonesia akibat defisitnya pasokan batu bara. Bahkan ketersediaannya berada di bawah batas aman untuk menutupi kebutuhan 15 hari ke depan. Terhitung tanggal 1 hingga 31 Januari kebijakan tersebut akan diberlakukan.

    Keputusan itu dianggap penting untuk menjamin stok pasokan kebutuhan batu bara domestik yang tengah berada diambang krisis. Hal ini diungkapkan oleh Peneliti Trend Asia, Andi Prasetiyo. Adapun penyebab minimnya ketersediaan adalah karena perusahaan-perusahaan terkait abai akan kewajiban mereka dalam memasok kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO). Ketidakpatuhan tersebut mulai terjadi pada pertengahan tahun 2021, namun pemerintah lalai dalam menindaklanjuti hingga kasus serupa terus terjadi. Bahkan surat larangan ekspor bagi 34 perusahaan tidak juga membuat mereka menjadi patuh akan aturan.

    Kurangnya pasokan batu bara di dalam negeri dikhawatirkan akan mengakibatkan 20 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang memiliki daya 10.850 megawatt akan padam. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kelistrikan serta perekonomian nasional. Dari 137,5 juta ton yang ditargetkan pada tahun 2021, hanya 63,5 juta ton yang terpenuhi. Itupun hanya 85 perusahaan yang telah memenuhi DMO sebesar 25 persen. (Suara.com 5 Januari 2022)

    Namun, bukan tanpa reaksi, keputusan larangan ekspor juga menimbulkan kekhawatiran dunia, karena secara otomatis kebijakan tersebut akan berpengaruh langsung pada ketahanan negeri negara-negara Asia Pasifik, seperti Cina, Jepang, India, serta Korea Selatan.

    Inilah dampak dari penerapan aturan ekonomi kapitalistik neoliberal. Sebuah sistem yang alih-alih memberi manfaat bagi rakyat, justru hanya mendatangkan kesengsaraan. Konsep ekonomi kapitalis telah menjadikan para korporasi swasta secara leluasa menguasai sumber daya energi dan tambang yang seharusnya dikelola negara demi kepentingan rakyatnya. Negara tak ubahnya seperti pengawas korporasi untuk menjaga agar mereka tetap aman beroperasi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/24/stok-batu-bara-menipis-listrik-terancam-krisis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Libya dan Dunia Butuh Konstitusi Islam

    Libya dan Dunia Butuh Konstitusi Islam

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice over talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Sudah menjadi rahasia umum, setelah runtuhnya Khilafah islamiah, negeri-negeri muslim semburai dengan nasionalisme yang membekapnya. Inggris dan Prancis yang saat itu menjadi juara dalam perhelatan Perang Dunia I mencaplok negeri-negeri muslim dalam cengkeramannya, terutama wilayah Timur Tengah. Sebagaimana diketahui khalayak, Timur Tengah adalah mercusuar peradaban Islam. Di sanalah, ibu kota Khilafah Islam ada.

    Libya menjadi salah satu lapangan penjajahan Inggris dalam menancapkan pengaruhnya. Konflik Timur Tengah seakan menjadi grand design, menjadi bagian konflik Inggris dan Amerika. Berdasar penjelasan kitab Mafahim Siyasiyah karya Syekh Taqiyyuddin An-Nabhani, AS sendiri tak mampu menerobos tanduk Afrika, Libya dalam urusan perpolitikan tersebab pengaruh Inggris begitu kuat di sana. Sehingga, hal itu membuat AS memutar otak lebih keras lagi guna mengukuhkan hegemoninya di Timur Tengah, tak terkecuali dalam urusan eksploitasi minyak bumi di sana.

    Libya dalam Pusaran Demokrasi

    Gejolak muncul pada pertengahan Februari 2011 dengan dilatari kesumat rakyat sipil pada presiden saat itu, Muammar Khadafi. Topeng demokrasi di Libya bermetamorfosis dari jejaring aspirasi, mimbar demonstrasi, hingga perlawanan dengan senjata oleh rakyat demi menggulingan Khadafi. Arab Spring merambah ke Libya dan berakhir pada tewasnya sang pemimpin yang berkuasa lebih dari 40 tahun di tangan rakyatnya sendiri. Rakyat yang memendam bara sekam dengan luka yang senantiasa ditaburi garam represifnya sang presiden. (detiknews.com, 23/10/2011)

    Libya menunaikan biaya demokrasi dengan sangat mahal. Tak cukup sumber daya alam berupa minyak yang porak-poranda di tangan Barat, perang saudara pun membayangi negeri muslim itu. Revolusi Libya 2011 merupakan salah satu strategi Barat dalam memasuki ranah dalam negeri. Dengan topeng demokrasi, Barat kembali mengatuk Libya sebagai pahlawan penyelamat negeri.

    Ketegangan demi ketegangan di Libya bak lembaran novel yang alurnya begitu panjang tak berkesudahan. Sebuah anggapan akan konstitusi baru muncul laksana fajar menyingsing di ufuk timur. Perhelatan pemilihan yang direncanakan Desember tahun lalu usai gencatan senjata 2020 harus diundur karena adanya ketegangan baru. (CNNIndonesia.com, 24/1/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/26/libya-dan-dunia-butuh-konstitusi-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Pinar Cahaya

    Pinar Cahaya

    Voice over talent: Mels

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor NarasiPost.com)

    NarasIPost.Com-Terseok-seok kaki melangkah

    Namun, hati terus dialiri derasnya serakah
    Memburu emas berlian berbongkah-bongkah
    Rasa malu tak sudi kembali merekah

    Segala kebaikan meletup bertawan-tawan

    Nurani diam tak berani melawan
    Putihnya sanubari telah lama tertawan
    Dalam alunan kezaliman terus berkawan

    Benarlah, para biduanda hanyalah sekerat boneka

    Dipermainkan sang tuan dengan suka-suka
    Kebijakannya hanya menorehkan celaka
    Menggugus derita menuai petaka


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/05/pinar-cahaya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    4 min
  • Tenaga Honorer Bernasib Horor

    Tenaga Honorer Bernasib Horor

    Oleh. Ita Harmi

    ( Kontributor Tetap NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Sungguh malang hidup menjadi pekerja di lembah demokrasi. Bekerja di instansi pemerintahan zaman sekarang memang menjadi sebuah kebanggaan. Bahkan tak sedikit orang tua yang berharap anaknya akan menjadi pegawai negeri saat lulus sekolah dan kuliah. Hal ini dipicu karena adanya tanggungan gaji yang akan diterima setiap bulan seumur hidup, bahkan setelah tidak bekerja pun alias pensiun, biaya hidup masih ditanggung negara. Siapa yang tidak tergiur?

    Namun, hal di atas hanya terjadi bila seseorang berstatus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah melewati masa seleksi dalam sebuah tes calon ASN. Kemudian diangkat secara sah oleh negara melalui pejabat yang berwenang dan digaji sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Kompas, 16/1/2022)

    Masih sama-sama disebut sebagai pegawai, tenaga honorer juga merupakan sebuah profesi dimana seseorang tetap bekerja dalam ruang lingkup pemerintahan seperti halnya ASN. Tapi sayang, tenaga honorer ini layaknya hanya sebatas bayang-bayang ASN. Tenaga honorer biasanya direkrut oleh pihak berwenang di sebuah instansi pemerintahan, tanpa perlu mendapatkan izin dari pemerintahan pusat. Sedangkan gajinya tak seperti ASN yang dilindungi oleh aturan perundang-undangan. Tenaga honorer digaji sesuai dengan kebijakan pejabat yang merekrutnya yang disesuaikan dengan anggaran APBN dan APBD. (Kompas, 16/1/2022)

    Alhasil, status dan gaji tenaga honorer bukanlah termasuk dalam tanggung jawab negara secara perundang-undangan, melainkan kebijakan pejabat berwenang setempat secara sukarela. Tidak ada pula regulasi tentang pembiayaan pensiun, dan mereka sewaktu-waktu bisa dicopot dari pekerjaannya. Sementara tentang bobot pekerjaan, tenaga honorer memiliki bobot pekerjaan yang sama dengan ASN.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/23/tenaga-honorer-bernasib-horor/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com