
Sign up to save your podcasts
Or


Long Covid
With dr. Nisa Utami Sp.PD
Voice over talent: Dewi N & Dewi F
NarasiPost.Com-“Assalamualaikum ibu Afwan saya mau bertanya, apakah orang yang pernah kena covid daya tahan tubuhnya melemah? Karena seperti yang saya dan beberapa teman rasakan yang pernah kena covid, badan sering lemah dan sering ambruk, daya ingat berkurang, dan mudah lelah. Jazakumullahu khairan, Bu…”
-UN
Jawaban:
Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh…
Terima kasih sudah memberikan pertanyaan ke Rubrik “With dokter Nisa”, semoga saya bisa memberikan jawaban yang bermanfaat.
COVID-19 tidak menyerang atau melemahkan daya tahan tubuh. Justru sebaliknya, daya tahan tubuh yang lemah adalah salah satu penyebab terkena COVID.
Adapun rasa lemah, cepat sakit, daya ingat berkurang, dan mudah lelah yang dialami setelah mengalami COVID-19 merupakan suatu kondisi yang disebut Long COVIDatau sindroma paska-COVID (post-COVID syndrome).
Penyebab terjadinya kondisi ini belum diketahui secara pasti, karena terdapat banyak faktor dan mekanisme yang menyebabkan terjadinya banyak keluhan pada tubuh paska menderita COVID. Namun dalam jurnal Vaccine (Basel) 2021 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/), adanya proses peradangan yang memanjang (prolonged inflammation) diduga sebagai penyebab kunci terjadinya keluhan-keluhan tersebut misalnya keluhan pada sistem saraf, gangguan daya ingat (kognitif), dan beberapa keluhan pada sistem tubuh lainnya.
Perlu diketahu bahwa infeksi virus Sars-Cov-2 penyebab COVID-19 memang bisa menyebabkan badai sitokin yang pada akhirnya menyebabkan seseorang jatuh pada kondisi Sepsis. Sepsis terjadi akibat respon tubuh yang tidak normal (dysregulated host response) ketika menghadapi suatu infeksi, sehingga menyebabkan kerusakan organ secara menyeluruh melalui mekanisme badai cytokine (mediator radang). Sisa efek peradangan pada organ inilah, yang dianggap menjadi alasan terjadinya Long-COVID.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/20/long-covid/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sawi Hijau si Penangkal Radikal Bebas
Oleh. Wening Cahyani
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-“ Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.” (TQS. Al-Anbiyaa’ [21]: 47)
Sayuran sawi hijau tentu tidak asing di telinga kita terutama penggemar mi ayam dan bakso. Bahkan di beberapa masakan lain, sawi juga ditambahkan misalnya mi goreng, mi rebus, capcai, dan lain-lain. Selain tampilan makanan menjadi menarik, kandungan vitamin dan zat-zat lain yang terkandung di dalamnya akan membuat tubuh menjadi sehat.
Sawi hijau merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yaitu tanaman kebun yang bisa dibudidayakan. Sawi hijau yang berasal China telah lama dibudidayakan di China Selatan selama lebih dari 1.000 tahun. Sayur sawi hijau dalam bahasa Mandarin, caisim disebut caixim yang berarti jantung kubis dan memiliki nama ilmiah Brassca rapa var. parachinensis. Sawi hijau memiliki ciri khas dengan rasa sedikit pahit. Akan tetapi, rasa pahit bisa dihilangkan dengan cara diberi garam.
Kandungan dan Manfaat Sawi Hijau
Segala apa yang diciptakan Allah tidaklah sia-sia. Sebagaimana sayur sawi yang dikonsumsi daunnya ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, sebelum mengulik manfaat sawi, kita intip dulu kandungan sawi ini. Menurut Direktorat Gizi Masyarakat, kandungan sawi per 100 gram meliputi:
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/26/sawi-hijau-si-penangkal-radikal-bebas/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Penyakit Jantung Koroner
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Pernahkah mengalami nyeri pada bagian dada disertai sesak napas? Ketika hal tersebut terjadi secara bersamaan, maka waspada akan risiko penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi saat arteri koroner tersumbat oleh timbunan lemak dalam darah. Semakin besar sumbatan, maka semakin sempit pembuluh arteri jantung, mengakibatkan suplai darah menipis. Hal tersebut pada akhirnya akan menimbulkan gejala seperti sesak napas, nyeri dada, dan gejala penyakit jantung lainnya. Bahayanya, ketika dibiarkan dapat memicu gagal jantung.
Di Indonesia sendiri, penyakit jantung koroner terjadi pada lebih dari dua juta orang setiap tahunnya. Sedangkan menurut WHO, pada tahun 2019 terdapat 17,9 juta orang di dunia yang meninggal disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Termasuk di dalamnya adalah penyakit jantung koroner (PJK).
Pengertian dan Fungsi Arteri Koroner
Pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah bersih atau darah kaya oksigen ke jantung disebut Arteri Koroner. Arteri koroner bercabang dari pembuluh darah besar (aorta). Terdapat dua jenis arteri koroner, yakni arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri utama.
Arteri koroner kanan berfungsi mengalirkan darah menuju serambi kanan dan bilik kanan jantung. Sedangkan arteri kiri utama bertugas mengalirkan darah menuju serambi kiri dan bilik kiri. Jika dinding arteri koroner tersebut terdapat banyak timbunan lemak, maka arteri koroner akan menyempit dan menebal, kondisi ini akan menyebabkan alirah darah kaya oksigen menuju jantung menjadi terhambat, sehingga akan menimbulkan gejala penyakit jantung.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/03/penyakit-jantung-koroner/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Buruk, Rezim Terpuruk. Benarkah 2024 Ambruk?
Oleh. Meitya Rahma
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Itulah yang terekam beberapa tahun terakhir ini. Dari penanganan pandemi yang belum tuntas, pemindahan ibu kota negara yang masih menjadi polemik. Dan tentunya masih banyak lagi. Jika dituliskan mungkin akan berlembar-lembar. Krisis multidimensional telah terjadi sejak lama. Pergantian rezim ke rezim pun tak bisa hentikan krisis multidimensional ini. Maka, menarik apa yang disampaikan ekonom senior Universitas Indonesia, Faisal Basri, yang menyoroti adanya konflik kepentingan di pemerintahan saat ini. Faisal Basri mengingatkan bahwa konflik kepentingan yang berbahaya adalah kala pejabat negara ikut berbisnis. Kolaborasi antara negara dan pengusaha terlihat dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia teranyar. Menurutnya, konflik kepentingan ini sudah kritis. (TEMPO.CO,30/1/22)
Adanya oligarki yang merupakan koalisi jahat. Mereka nantinya akan saling buka-bukaan. Saling membuka borok satu sama lain ke KPK ketika pembagian hasil tidak merata. Faisal memprediksi tidak sampai 2024, secara moral pemerintahan ini sudah ambruk. Mayoritas elite-nya sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi, melakukan skandal-skandal yang semakin besar. Pada akhirnya rakyat akan tahu skandal atau persoalan-persoalan yang ada. Karena itu, Faisal berharap masyarakat tahu persoalan itu. Agar perlawanan rakyat betul-betul terwujud. “Jangan sampai negara jadi raksasa lalim karena konflik kepentingan state dan korporasi. (TEMPO.CO,30/1/22)
Tak berlebihan jika Faisal memprediksi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin akan ambruk secara moral sebelum 2024. Namun, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, mengklaim bahwa negara selama ini tak pernah menutup mata soal skandal para elite di negeri ini. Baginya, saat ini pemerintah masih berada di jalan yang baik meski dalam kondisi berat. (CNN.CO,30/1/22)
Biasanya orang dalam lingkaran oligarki menganggap bahwa kondisi pemerintahan masih baik-baik saja. Walaupun Faldo sebagai stafsus Mensesneg menambahi, “Meskipun dalam kondisi berat”. Ini sudah memberi sinyal bahwa kondisinya memang sudah hancur sebenarnya. Ekonom seperti Faisal Basri memiliki analisis yang bisa merangkum data-data tentang kondisi ekonomi dari tahun ke tahun. Maka, dari data-data yang ia miliki tersebut bisa ditarik analisis tentang kondisi rezim saat ini dan memprediksi nasib rezim nanti.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/05/sistem-buruk-rezim-terpuruk-benarkah-2024-ambruk/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tren Ghozali Effect dan NFT, Waspadai Muamalah Ala Criptocurrency
Oleh. Ana Nazahah
Voice over talent: Sofia A
NarasiPost.Com-Gaes, tren NFT dan Ghozali effect sedang jadi perbincangan, saat ini. Setelah foto selfi Ghozali Everyday terjual miliaran Rupiah. Tak sedikit yang mulai kepo dan ikutan jejaknya. Berharap rezeki nomplok menghampiri. Jika Ghozali bisa, kenapa yang lain tidak? Begitu warganet mulai berspekulasi. Melirik NFT sebagai sarana menaikkan taraf ekonomi.
Tak ayal, ada yang mencoba ikut jejak Ghozali. Sampai berswafoto e-KTP segala. Kan ini bahaya. Selain itu identitas diri seperti (e-KTP) tidak bisa diperjualbelikan di NFT. Karenanya, Thelvia Vennieta, yakni Head of Tokomall, penyedia NFT marketplace platform mengatakan, “Ada gap antara awareness dan pemahaman terhadap teknologi pada masyarakat.” Seperti dilansir Pikiranrakyat.com. Selasa (18/1/2022).
Bahasa mudahnya neh! Masyarakat kita belum terlalu paham pasar digital. Sehingga sering latah pada hal-hal yang viral. Berharap rezeki moncer sehingga hilang sikap kehati-hatian. Sampai salah kaprah. Lebih jauh lagi, sebagai muslim kita lemah dalam memahami fiqih muamalah. Apakah akad jual-beli di platform digital tersebut dibenarkan? Bagaimana jika Islam justru mengharamkan karena termasuk transaksi majhul? Nah, loh!
Mengenal NFT yang Bikin Ghozali Tajir Melintir
Gaes, sebelum kita bahas halal tidaknya transaksi lewat NFT. Tak ada salahnya, kita kenalan dulu dengan salah satu aset investasi turunan kripto satu ini, yang bikin Ghozali meraup cuan sampai miliaran Rupiah.
NFT, atau Non-Fungible Token adalah aset digital yang ikonik, baik berupa foto, aset game, musik, lukisan dan karya seni lainnya. Sebagian besar NFT menggunakan teknologi Blockchain Ethereum untuk merekam transaksi, menjamin kepemilikannya yang identik dan satu-satunya.
Dilansir dari CNNIndonesia, NFT bekerja sama dengan beberapa marketplace. Di antaranya OpenSea, Rarible, Axis Infinity, dll. Kita bisa menyesuaikan produk dengan marketplace yang sesuai untuk memasarkan karya unik atau langka milik kita.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/25/tren-ghozali-effect-dan-nft-waspadai-muamalah-ala-criptocurrency/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Unboxing by Husband? Fix, Gue Gak Ikutan!
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Hai Guys! hari mendung kelabu nih. Tak hanya karena sekarang musim hujan, namun hawa dingin ini makin kelabu ketika mengaca pada kehidupan saat ini. Guys, dengar nggak kalau di negeri tetangga, ada yang lagi viral nih. Namun kontennya bikin geleng-geleng kepala! Ada nggak sih yang mau ikutan unboxing istri atau unboxing by husband? Kalau gue sih, fix nggak ikutan!
Tren yang merebak di Malaysia ini telah banyak menuai kecaman, sebab sebagian besar pesertanya adalah seorang muslim. Tren yang tersebar dari aplikasi Tiktok ini, dilakukan saat malam pertama setelah akad pernikahan, dimulai dengan si suami yang membantu istrinya mencopot aksesoris di kepala sang istri, sedangkan si istri merekam seluruh kejadian dengan senyuman. Weleh!
Mereka berdalih agar pernikahan mereka tersebar ke seantero negeri. Namun tujuannya ya apalagi kalau bukan viral, Guys! hari gini menjadi terkenal mendadak dengan ribuan bahkan jutaan followers seperti agenda wajib, lho. Keuntungan yang mereka klaim, selain terkenal, juga mengucurnya rupiah agar dompet mereka melebar, Guys. Inilah cara gampang milenials cari duit. Namun, menjadi viral dengan cara seperti ini apa iya halal? Nah lho!!!
Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/01/30/unboxing-by-husband-fix-gue-gak-ikutan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Proyek IKN Mengancam Kedaulatan Negara
Oleh. Diyani Aqorib
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) menjadi topik pembicaraan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak? Di tengah kondisi kesulitan ekonomi karena pandemi dan tingginya utang luar negeri, pemerintah bersikeras untuk melanjutkan proyek pembangunan IKN di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Seakan banyaknya kritik dan saran dari berbagai kalangan, tak berarti apa-apa.
Seperti kritik dari ekonom senior Faisal Basri, yang menilai bahwa proyek IKN tidak memiliki perencanaan yang matang. Menurutnya skema pembiayaan proyek tersebut tidak jelas. Di mana awalnya pemerintah berencana tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun di kemudian hari, pemerintah mengumumkan skema pembiayaan pembangunan IKN hingga 2024 akan dibebankan pada APBN sebesar 53,3 persen. Sedangkan sisanya yaitu 46,7 persen akan didapat dari kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), swasta, dan BUMN (kompas.com, 23/01/2022).
Tidak hanya itu, sebelumnya kritik juga datang dari koalisi organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan 17 LBH kantor, Yayasan Srikandi Lestari, Sajogyo Institute dan #Bersih Indonesia. Mereka memandang bahwa proyek pemindahan IKN tidak lebih dari proyek oligarki. Karena banyaknya wilayah konsesi dan pusat bisnis berbagai korporasi yang masuk dalam kawasan IKN (kompas.com, 23/01/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/29/proyek-ikn-mengancam-kedaulatan-negara/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Balada Keadilan di Alam Penuh Kebebasan
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Sejauh mata memandang, balada keadilan bak anomali yang tak berkesudahan. Ketajamannya begitu pincang. Keputusan perkara selalu bersandar pada kepentingan, terlebih pada tumpukan jumlah nominal dan kemewahan. Duhai, sungguh miris merasakan ketimpangan perlakuan. Tegas pada kalangan bawah, namun lunak pada para pemangku jabatan dan pemilik harta kekayaan.
Balada Keadilan di Alam Kebebasan
Kabarnya, baru-baru ini ada konvoi tujuh mobil mewah di Tol Andara. Meski hanya tujuh, konvoi mobil mewah itu sempat melakukan sesi foto yang tak seharusnya dilakukan di Tol. Bahkan, kemacetan sempat terjadi di tol tersebut (23/1). Namun tak sebagaimana mestinya, konvoi mobil mewah itu hanya mendapat teguran dari pihak polisi (CNBCIndonesia, 24/1/2022).
Padahal, ada aturan lalu lintas khusus di ruas jalan tol mana pun. Aturan itu tak hanya sebatas berbayar saat memilih lewat jalan tol, ada aturan kecepatan kendaraan, ada pula larangan berhenti sembarangan, dan lainnya. Aturan dan larangan saat berkendara di jalan tol itu telah termaktub dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol. Tentu, aturan ini dibuat bukan untuk dilanggar (okezone.com, 24/1/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/29/balada-keadilan-di-alam-penuh-kebebasan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Spirit Doll, Akidah Jebol
Oleh. Etti Budiyanti
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Sejenak kutarik imajiku pada kenang kecilnya diri
O, kutemukan damai di sana
Duniaku pun mulai berubah
Hingga geramlah aku pada pemuja sekularisme
Wahai tuan dan puan yang terhormat
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/24/spirit-doll-akidah-jebol/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tepi Barat, Ajang Aneksasi Israel di Wilayah Palestina
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Masalah Palestina bagaikan suatu teka-teki yang sulit diurai, bahkan bisa jadi memang masalah ini tidak pernah diperjuangkan penyelesaiannya. Agresi Israel terhadap Palestina adalah buah dari episode panjang sejarah antara kedua bangsa. Pertentangan keduanya tak lagi dalam lingkup agama, namun sudah merambah menjadi lingkup politik.
Bangsa Israel yang meyakini bahwa tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan sesuai dengan perjanjian lama, terus menggempur tanpa ampun warga Palestina. Klaim sepihak yang mereka lancarkan secara menggebu berakhir dengan pengabaian terhadap hukum internasional yang telah memutuskan wilayah Palestina dibagi menjadi dua, dengan Palestina berakhir pada dua wilayah kecil Gaza dan Tepi Barat (West Bank). Penyelesaian ini pun disinyalir sebagai racikan tangan-tangan dunia Barat (AS dan Sekutu) untuk menempatkan suatu negara yang menjadi alat spionase dan pengalihan isu sentral di kawasan Timur Tengah.
Jamak diketahui, ketika Ottoman (Khilafah Utsmaniyah) berkuasa, Yahudi yang berkehendak membeli tanah Palestina ditolak mentah-mentah oleh Khalifah Abdul Hamid II. Sebab, tanah Palestina bukanlah milik Khalifah, ia adalah tanah yang diperjuangkan dengan kucuran darah kaum muslimin di masa Khalifah Umar bin Khattab. Hingga saat ini status tanah Palestina adalah tanah wakaf kaum muslim yang tidak boleh diperjualbelikan.
Runtuhnya kekuasaan Khilafah Utsmaniyah pun menjadi sinyal rusaknya persatuan kaum muslim di dunia. Barat yang menjadi pemenang dalam perang dunia I, melalui mandat Liga Bangsa-Bangsa, akhirnya memutuskan Inggris sebagai ‘pengawas’ Palestina. Dan dengan bantuan Inggris lewat Deklarasi Balfour pada tahun 1917 M, Israel mendapat tiket mengagresi wilayah Palestina. Pasca perang dunia II, pada 1947 M, Perserikatan Bangsa-Bangsa pun memutuskan pembagian wilayah antara Palestina dan Israel yang dikenal dengan two state solution. Sejarah baru pun dicetak pada 14 Mei 1948 dengan berdirinya negara Israel.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/26/tepi-barat-ajang-aneksasi-israel-di-wilayah-palestina/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed