Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Orkestrasi Penguasa dalam Nyanyian Islamofobia

    Orkestrasi Penguasa dalam Nyanyian Islamofobia

    Oleh. Ummu Zamzama

    (Forum Hijrah Kafah)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar, menyebut ada 199 pondok pesantren terpapar paham teroris. Hal itu disampaikan Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar dalam rapat dengan Komisi III DPR, Selasa (25/1).

    Boy mengungkap, dari total 199 pesantren tersebut, 11 di antaranya terafiliasi dengan jaringan organisasi teroris Jamaah Anshorut Khilafah (JAK), 68 pesantren terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI), dan 119 terafiliasi dengan Anshorut Daulah atau simpatisan ISIS.

    Nyanyian Islamofobia

    Sebelum nyanyian pesantren radikal ini dirilis, Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri, Brigjen Pol. Umar Effendi, menyatakan bahwa Polri berencana memetakan masjid-masjid di Indonesia guna mencegah tindakan ekstremisme dan terorisme. Tak hanya itu, BNPT juga pernah merilis soal temuan 600 akun media sosial yang terindikasi radikal. Akun-akun tersebut langsung di- take down karena dinilai membahayakan.

    Radikalisme, ekstremisme, dan terorisme seakan menjadi tagline utama sejak pemerintahan Jokowi. Ketiganya bagaikan arransemen program kerja pemerintah, berkolaborasi dengan alunan moderasi yang sangat nyaring diperdengarkan.

    Alunan moderasi pun datang dari kalangan politisi parpol yang berbasis massa Islam. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa Islam jalan tengah perlu menjadi pijakan dalam berbangsa dan bernegara. Islam tengah adalah perwujudan Islam yang mengedepankan moderasi. Melihat situasi Indonesia saat ini, dirinya mengajak umat Islam memperkuat spirit Islam pertengahan. Aktor-aktor politik kebangsaan Islam harus berpegang teguh pada nilai-nilai Islam tengah dan menghindarkan diri dari godaan yang mencoba menawarkan konsep khilafah. (republika.co.id, 29/1)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/10/orkestrasi-penguasa-dalam-nyanyian-islamofobia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Bawang Putih, si Putih yang Kaya Manfaat

    Bawang Putih, si Putih yang Kaya Manfaat

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    Voice over talent: Putri R

    NarasiPost.Com-Bernama latin Allium sativum dan digunakan sehari-hari sebagai bumbu yang memperlezat masakan, bawang putih mempunyai banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh dan telah diandalkan sebagai obat-obatan sejak zaman Nabi. Bawang putih telah dikenal di Asia Tengah sejak 7.000 tahun lalu, yang kemudian menyebar hingga ke Benua Eropa selama Perang Salib berlangsung. Tradisi Fir’aun yang menjadikan bawang putih sebagai barang suci dan sesaji untuk para dewa mereka sejak 5000 tahun yang lalu, menjadikan bawang putih disebut-sebut berasal dari Mesir.

    Para ilmuwan tidak tahu pasti kapan manusia mulai menggunakan bawang putih pertama dalam makanan. Akan tetapi, bukti historis lain yang menyebutkan bahwa sejak lebih dari 2600 tahun SM, bangsa Sumeria yang mendiami kawasan Mesopotamia telah menggunakan bawang putih sebagai obat. Terdapat pula manuskrip kuno yang menyebutkan bahwa bawang putih sudah diandalkan dalam dunia pengobatan oleh bangsa Mesir lebih dari 1500 tahun sebelum Masehi. Ketika Perang Salib berlangsung pada abad pertengahan, bawang putih mulai disebarluaskan ke Eropa oleh tentara Salib, dan mulai digunakan untuk mengobati penyakit pes serta penyakit jantung.

    Di masa silam, bawang putih masih digunakan secara terbatas dalam pengobatan tradisional untuk mengobati sejumlah penyakit akibat infeksi. Akan tetapi, dalam beberapa dekade ini, bawang putih mulai digunakan mengobati penyakit kanker juga jantung. Bawang putih diketahui mengandung 100 unsur kimiawi lebih. Dan satu kandungan yang terpenting adalah zat alisin yaitu bagian dari jenis asam amino yang mengandung unsur sulfur di dalamnya, yang akan keluar jika bawang putih diiris atau ditumbuk bersama unsur lainnya. Zat alisin inilah yang dipercaya bertanggung jawab mengeluarkan efektivitas senyawa biologis yang ada pada bawang putih.

    Di masa kini, dalam dunia pengobatan, bawang putih banyak diolah menjadi bentuk tablet, bubuk, minyak, dan juga bentuk lainnya. Menurut penelitian, khasiat bawang putih sangatlah luar biasa, ia mengandung protein, vitamin B, C, dan E, mineral, serta arang nabati, protida, fostam oksida, juga antibiotik. Diketahui bawang putih bermanfaat sebagai penawar tifus, TBC, batuk, gangguan tenggorokan, dan melawan kolestrol jahat.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/24/bawang-putih-si-putih-yang-kaya-manfaat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Saat Teknologi Biologi Molekuler dalam Genggaman Sistem Kapitalisme

    Saat Teknologi Biologi Molekuler dalam Genggaman Sistem Kapitalisme

    Oleh. Ayu Mela Yulianti, SPt.

    (Pemerhati Generasi dan Kebijakan Publik)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Perkembangan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan begitu pesat. Mulai dari teknologi informasi dan telekomunikasi hingga teknologi di bidang biologi molekuler, hingga lahirlah apa yang disebut sebagai proses penyimpanan benih (sel telur) melalui teknik pendinginan, yaitu freezing egg.

    Sel telur diambil dari indung telur setelah mengalami kematangan melalui sebuah teknik dan prosedur yang telah ditetapkan para ahli, yang kemudian disimpan dalam sebuah wadah atau tempat yang telah dikondisikan agar sel telur tidak rusak pada suhu dib/ bawah nol derajat celsius. Teknik ini pun sama digunakan untuk prosedur pembekuan sel sperma (sperm freezer) dan embrio.

    Walaupun tingkat keberhasilannya fifty- fifty, namun banyak yang antusias untuk menjadikan teknik freezing egg dan yang sejenisnya ini, sebagai salah satu solusi atas permasalahan yang terjadi pada manusia. Salah satunya sebagai solusi atas keinginan untuk memiliki anak.

    Alhasil, banyak berdiri bank-bank sperma, bank telur dan bank embrio sebagai salah satu solusi banyaknya peminat penggunaan teknologi tersebut. Dan diperjualbelikan dengan nilai fantastis, hingga lahir istilah donor sel telur atau donor sperma atau donor embrio bahkan istilah sewa rahim (surrogate mother) dan rahim sintetis.

    Inilah yang terjadi di dunia saat ini, manakala perkembangan teknologi ada dalam genggaman sistem hidup sekuler kapitalisme. Terjadi kesalahan dalam pemanfaatannya bagi manusia, sebab penggunaan teknologi hanya digunakan dengan hitungan untung-rugi materi duniawi semata, kosong dari nilai-nilai ruhiyah. Alhasil, dengan mudahnya manusia bisa memilih dan membeli sperma untuk membuahi sel telur miliknya dengan spesifikasi sesuai yang diinginkannya dari para donor.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/09/saat-teknologi-biologi-molekuler-dalam-genggaman-sistem-kapitalisme/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Kemuliaan Bulan Rajab

    Kemuliaan Bulan Rajab

    Voice over talent: Sarah Sapriani

    NarasIPost.Com-Allah SWT telah menetapkan empat bulan utama sebagai bulan haram (bulan yang dimuliakan). Di dalam bulan-bulan tersebut Allah SWT menetapkan kemuliaan dan kehormatan yang wajib dijaga. Allah SWT berfirman:

    إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

    Sungguh bilangan bulan menurut Allah ada dua belas bulan, dalam catatan Allah, saat Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram [suci]. Itulah agama yang lurus. Karena itu janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan itu (QS at-Taubah [9]: 36).

    Nabi Muhammad saw. menjelaskan bulan-bulan haram:

    إنَّ الزَّماَنَ قَدْ اِسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اِثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُوْ الْقَعْدَةِ، وَذُوْ الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ شَهْرُ مُضَرّ الَّذِيْ بَيْنَ جُمَادِى وَشَعْبَانَ

    Sungguh waktu itu telah diputar sebagaimana keadaannya saat Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Lalu Rajab bulan Mudharr yang terdapat di antara Jumadi dan Sya’ban (HR Muslim).

    Dalam QS at-Taubah ayat 36 di atas, Allah SWT melarang kita menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan tersebut, termasuk pada bulan Rajab ini, apalagi menzalimi pihak lain. Imam al-Baihaqi menyatakan bahwa Allah SWT telah menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan haram tersebut—termasuk pada bulan Rajab ini—lebih besar. Begitu juga amal shalih dan pahalanya (yang dilakukan pada bulan-bulan haram tersebut) juga sangat besar (Al-Baihaqi, Syu’ab al-Îmân, III/370).


    Naskah selengkapnya:  https://narasipost.com/2022/02/14/kemuliaan-bulan-rajab/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Menakar Ulang Arah Kebijakan Pemerintah terkait Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 K

    Menakar Ulang Arah Kebijakan Pemerintah terkait Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 K

    Oleh: Rahmiani Tiflen, S.Kep.

    (Kontributor Narasi Post.Com)

    Voice over talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Memasuki tahun 2022 sepertinya pandemi masih akan terus berlanjut khususnya di negeri tercinta Indonesia. Terlebih sejak beberapa hari belakangan, kembali bermunculan informasi baik itu melalui media massa maupun elektronik tentang melonjaknya angka positif pasien terkonfirmasi coronavirus.

    Melansir Tribunnews.com, 8/2/2022 diperoleh data bahwa jumlah pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 bertambah sebanyak 37.492 pasien. Dengan demikian, total keseluruhan pasien terkonfirmasi virus corona hingga Selasa ini menjadi 4.580.093 orang. Sayangnya, pemerintah lagi-lagi belum mengambil langkah yang tepat dalam penanggulangannya. Bukannya fokus pada penanggulangan utama yaitu dengan menutup semua akses baik dari luar maupun dalam negeri, pemerintah justru menetapkan kembali kebijakan yang dinilai merugikan umat Islam.

    Sebagaimana pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru berkaitan dengan pelaksanaan peribadatan di rumah ibadah. Menurutnya, rumah ibadah perlu untuk memperketat prokes di tengah kembali melonjaknya kasus Covid-19 terlebih setelah varian baru Omicron bermunculan. Hal tersebut pun turut diaminkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta pemuka agama. Kebijakan tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor SE.04 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah pada Masa PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19, Optimalisasi Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan, serta Penerapan Protokol Kesehatan 5M (Republika, 07/02/22).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/12/menakar-ulang-arah-kebijakan-pemerintah-terkait-gelombang-ketiga-pandemi-covid-19-k/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Unconditional Love

    Unconditional Love

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Seperti biasa, pagi itu aku kembali ke rumah usai mengantar bungsuku sekolah. Jarak rumah ke sekolah yang dekat cukup ditempuh dengan berjalan kaki. Lebih sehat dan hemat tentunya. Ah, ini sih alasan karena memang tak punya kendaraan sendiri. Hehehe…

    Beberapa menit keluar dari gerbang sekolah, aku berbelok ke jalan yang biasa kulewati. Kupilih jalan ini karena lebih teduh dengan banyaknya pepohonan besar. Walau masih pagi, sinar mentari sudah cukup menyengat. Lumayanlah dengan berjalan di bawah rindangnya dedaunan supaya keringat tak bercucuran.

    Dari kejauhan kulihat dua sosok pria berjalan beriringan. Tampak mereka seperti sempoyongan. Bukan karena mabuk sih pikirku. Masa pagi-pagi seperti ini ada orang mabuk, berkeliaran pula?! Tak mungkin, ah!

    Aku terus berjalan hingga jarakku dengan kedua pria itu semakin dekat. Oh, ternyata bukan sempoyongan sih mereka, tapi lebih seperti jalan mereka tidak lurus saja. Sebentar ke pinggir, sebentar ke tengah, macam orang labil. Tapi, kenapa bisa begitu ya?

    Jangan-jangan mereka lagi sakit dan mau pingsan! Semoga tidak karena jalanan ini sepi sekali. Kalau mereka pingsan siapa yang mau menolongku?! Lho, kok?! Maksudnya nanti siapa yang menolongku untuk menolong mereka berdua kalau pingsan. Ah, sudahlah. Jangan berpikir aneh-aneh, lekaslah jalannya biar cepat sampai di rumah!

    Makin dekat jarakku dengan kedua pria tadi, sedikit lebih jelas sosok mereka. Tak ada yang aneh dari mereka berdua, kecuali mungkin cara jalan mereka yang begitu cuek. Tanpa tengok kanan dan kiri, seolah tak memedulikan sekitar dan mereka terus saja berjalan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/11/unconditional-love/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Nasib Guru Honorer di Sistem Sekuler

    Nasib Guru Honorer di Sistem Sekuler

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontibutor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-“Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

    Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku”

    Sungguh indah lirik lagu Hymne Guru karya Sartono. Namun sayang berjuta sayang, indahnya lirik lagu tak seindah kehidupan nyata para guru. Betapa malang nasib guru saat ini, terutama bagi para guru honorer yang merasa tersisihkan walau sama memiliki peran besar dalam dunia pendidikan.

    Nasib Guru Honorer dalam Sistem Sekuler

    Kepahitan yang mendera para guru honorer berlarut-larut. Betapa tidak, sosok yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa itu benar-benar tak memiliki penghargaan atas jasa yang dipersembahkan untuk anak bangsa. Bertumpuk-tumpuk amanah di pundaknya, mulai dari menyiapkan bahan ajar yang tak sedikit biayanya sampai gaji yang ditunggak begitu lamanya. Bagi guru honorer yang mampu menahan amarah, mereka akan tetap bersahaja dalam balutan kesabaran, mengajar dan mendidik murid-muridnya. Mereka akan fokus pada amanahnya.

    Namun, ada pula beberapa aksi protes guru honorer yang menuntut haknya, protes akan ketidakadilan yang mereka terima. Bahkan, baru-baru ini ada eks guru honorer yang nekat membakar gedung sekolah tempatnya mengajar dulu. Eks guru honorer menahan marah selama 24 tahun lamanya. Dia mengaku membakar sekolah karena honornya selama dua tahun (1996-1998) sebesar enam juta rupiah tak dibayar sekolah tersebut. Sejak tidak mengajar, dia sering ke sekolah dan menanyakan honornya, namun hasilnya nihil (tribunnews.com, 29/1/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/05/nasib-guru-honorer-di-sistem-sekuler/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Buah Delima Buah Surga

    Buah Delima Buah Surga

    Oleh. Miladiah al-Qibthiyah

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-“Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (TQS Al-An’am: 99)

    Delima adalah satu dari sekian buah yang penjelasannya terdapat dalam Al-Qur’an. Di dalam surah al-An’am serta ar-Rahman bahkan disebutkan sebanyak 3 kali. Apakah itu berarti bahwa buah delima ada di dalam surga? Sebelum menjawab ini, kita bahas dulu asal-usul buah delima.

    Asal-usul Buah Delima

    Punica granatum atau buah delima adalah buah yang identik dengan warna merah dan memiliki cita rasa yang khas, manis, dan unik. Bagian dalamnya berisi banyak daging buah berupa kantong-kantong yang membungkus biji. Delima bisa tumbuh setinggi lima sampai 8 meter. Buah ini ditemukan telah tumbuh menyebar di seluruh dunia, dari Cina hingga Amerika. Namun sebelumnya, asal buah delima diperkirakan dari Iran serta dikembangbiakkan pada daerah Mediterania.

    Buah delima dianggap sudah mulai dibudidayakan di masa Nabi Musa alaihissalam. Di sinilah awal mula delima menyebar dengan cepat, bahkan sebagian menganggapnya tumbuhan ini asli Himalaya dan India Utara. Uniknya, delima tidak sulit tumbuh serta mudah mengikuti berbagai macam kondisi, seperti iklim tropis, musim panas, bahkan cuaca yang ekstrem.

    Dalam perspektif ilmu pengetahuan, delima cocok menggunakan tanah yang gembur dan tidak terendam air. Delima acapkali ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman obat, tumbuhan hias atau karena buahnya yang bisa langsung dimakan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/15/buah-delima-buah-surga/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Saffron, si Rempah Emas

    Saffron, si Rempah Emas

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Tahukah Anda apa rempah termahal di dunia ini? Bentuknya seperti benang dan berwarna merah. Ia mendapat julukan rempah emas karena berharga mahal laksana emas. Walau bentuknya kecil berhelai, namun harganya bisa mencapai sampai ratusan juta rupiah. Ya, rempah itu adalah saffron.

    Saffron adalah putik bunga Crocus sativus atau dikenal juga saffron crocus. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna ungu dengan tangkai putik berwarna merah. Putik inilah yang dikeringkan untuk dijadikan rempah-rempah. Benang merah dari bunga Crocus sativus ini bisa berwarna kuning keemasan ketika diseduh.

    Saffron memiliki rasa sedikit pahit dan berbau harum. Warnanya yang kuning terang menjadikannya banyak dicari untuk bumbu masakan dan bahan pewarna. Masakan Arab, India, Asia Tengah, Iran, Eropa, dan Maroko sering menggunakan saffron sebagai pewarna makanan dan penambah aroma.

    Saffron dikenal juga dengan nama kuma-kuma. Saffron sendiri banyak tumbuh di daerah Iran, India, Kashmir, Turki, Yunani, Spanyol, Maroko, dan Italia. Diyakini tanaman ini berasal dari Iran. Meskipun, Kashmir, Yunani dan Sumeria juga dipercayai menjadi tempat asal tumbuhan ini. Menurut UN Food and Agriculture Organzation (FAO), Iran menjadi negara penghasil saffron terbesar di dunia. Iran menghasilkan 85 persen saffron di seluruh dunia. (cnnindonesia.com, 13/12/2020)

    Kuma-kuma atau saffron bisa tumbuh subur di iklim Mediterania dengan angin musim panas yang kering berembus melewati tanah kering atau agak kering. Namun, ia juga bisa bertahan dalam musim dingin yang membeku, tahan terhadap embun beku atau pun tertutup salju sementara waktu.

    Saffron paling sesuai ditanam di daerah yang mempunyai banyak hujan di musim semi, namun relatif kering di musim panas. Curah hujan yang berlebih di masa berbunga akan membuatnya rentan terhadap serangan penyakit dan bisa mengurangi hasil panen. Tanaman ini bisa tumbuh subur di tempat yang banyak terkena sinar matahari dengan tanah yang gembur, cukup mendapat air, dan tanah berkapur yang memiliki kandungan bahan organik tinggi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/07/saffron-si-rempah-emas/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Penghapusan Honorer, Solusikah?

    Penghapusan Honorer, Solusikah?

    Oleh. Fathimah A. S.

    (Aktivis Dakwah Surabaya)

    Voice over talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Para pegawai honorer tengah harap-harap cemas. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan menghapus status tenaga honorer di pemerintahan mulai 2023. Dengan demikian, pegawai pemerintah hanya akan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK). Menpan RB, Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa terkait beberapa pekerjaan di instansi pemerintahan, seperti petugas keamanan dan kebersihan akan dipenuhi melalui tenaga alihdaya melalui pihak ketiga atau pekerja outsourcing.(kompas.com, 24/01/2022)

    Rencana penghapusan tersebut pun langsung menuai respons dari tenaga honorer. Ketua Umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I), Titi Purwaningsih, menilai kebijakan penghapusan status tenaga honorer pada 2023 itu tidak manusiawi. Lantaran, pemerintah tidak memberikan solusi pasti bagaimana nasib tenaga honorer ke depannya. “Kalau dihapus kemudian diselesaikan menjadi ASN semua tidak masalah. Namun, apabila di hapus kemudian dibiarkan begitu saja itu yang jadi masalah. Karena itu namanya kejam dan enggak manusiawi,” ujar Titi. (m.liputan6.com, 22/01/2022)

    Kebijakan ini semakin membuktikan potret kelam nasib rakyat di negeri ini. Dalam kondisi pandemi yang belum usai, lapangan kerja yang minim, gaji pekerja yang pas-pasan, kini rakyat kembali dihadapkan pada mimpi buruk, yaitu kemungkinan terenggutnya pekerjaan mereka. Entah di mana lagi rakyat harus mengais rezeki untuk menyambung hidup. Kebijakan ini seolah mudah sekali terlontar, padahal banyak rakyat yang menggantungkan hidupnya pada pekerjaan sebagai pegawai honorer. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak mempertimbangkan kemaslahatan publik dalam menetapkan kebijakan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/09/penghapusan-honorer-solusikah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com