
Sign up to save your podcasts
Or


Kekerasan di Sekolah Akibat Sistem yang Salah
Oleh. Wening Cahyani
Voice over talent: Armina A
NarasiPost.Com-Memprihatinkan! Pendidikan di negeri ini masih saja dirundung pilu dengan berbagai problem. Mulai kekurangan tenaga pengajar, kurikulum yang berganti-ganti, infrastruktur yang tidak memadai hingga kasus kekerasan di sekolah. Apalagi di masa pandemi yang hampir tiga tahun melanda, menjadikan peserta anak didik seolah-olah kosong dari ilmu-ilmu pembentuk pribadi yang baik.
Kembali dunia pendidikan tercoreng atas tindakan kekerasan yang terjadi di sebuah sekolah yang dilakukan oleh seorang guru kepada siswanya. Sebagaimana diberitakan bahwa telah viral video seorang guru memukul siswa SMP di Surabaya (detik.com, 30/01/2022).
Tindakan kekerasan di sekolah berdasar berita-berita yang ada bisa terjadi dari guru terhadap siswa, siswa terhadap guru, siswa terhadap siswa, wali siswa terhadap guru, dan siswa terhadap petugas kebersihan. Penganiayaan di sekolah yang menyebabkan trauma psikis, cedera fisik bahkan sampai hilangnya nyawa menjadi sajian yang berderet-deret di media sosial saat ini.
Dilansir dari terkini.id pada Jumat (28/01/2022) bahwa seorang guru di SMP Negeri 3 Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga telah dianiaya oleh keluarga siswa yang didapati merokok di dalam kelas sekolah.
Tentu kejadian-kejadian ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di sekolah yang makin marak terjadi. Kekerasan di sekolah yang menjadi salah satu problem pendidikan di Indonesia yang hingga hari ini memang belum usai dan harus segera dicari penyelesaiannya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/09/kekerasan-di-sekolah-akibat-sistem-yang-salah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menakar Pentingnya Subsidi Minyak Goreng
Oleh. R. Raraswati
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Pada pertengahan 2021, harga minyak goreng 14.000/liter masih dibilang mahal. Sebagian ibu-ibu batal membelinya, berharap harganya kembali lebih murah. Sayangnya, harga terus menanjak hingga kenaikan hampir 100%. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah datang bagai pahlawan dengan memberikan subsidi yang semestinya tidak perlu dilakukan. Kenapa demikian?
Pada faktanya pembiayaan subsidi minyak goreng tidak menyelesaikan masalah. Kebijakan ini hanya menguntungkan produsen minyak goreng, yakni perusahaan swasta. Jika subsidi ditingkatkan, justru akan semakin menguntungkan perusahaan swasta. Apalagi minyak goreng bersubsidi hanya dapat dibeli di supermarket dan minimarket tertentu. Sehingga tidak semua masyarakat mendapatkannya. Lagi-lagi, elit (pemilik supermarket) yang diuntungkan, bukan rakyat secara keseluruhan.
Bagi supermarket atau minimarket yang menjual minyak “murah” akan dipenuhi pembeli. Psikologi manusia yang mudah takut kekurangan dimanfaatkan pelaku kapitalisme. Digambarkannya minyak goreng yang langka, mahal dan susah didapatkan. Menjadi wajar jika masyarakat punic buying dan memborong minyak bersubsidi dengan berbagai cara. Aturan maksimal setiap pembelian, selalu bisa disiasati konsumen. Semua anggota keluarga bahkan tetangga dikerahkan agar mendapatkan jatah minyak lebih banyak.
Sementara itu, pedagang yang sudah terlanjur membeli minyak goreng dengan harga mahal harus lebih bersabar. Pasalnya, mereka tidak mungkin menjualnya dengan harga yang ditentukan pemerintah. Jelas pedagang tidak mau rugi. Mereka hanya bisa berharap masyarakat mau membeli dengan harga tinggi tanpa subsidi. Pilihan kedua, pedagang harus menunggu 6 bulan sampai program subsidi habis.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/09/menakar-pentingnya-subsidi-minyak-goreng/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kuatnya Terkaman Macan Asia Timur Lumpuhkan Sayap Garuda
Oleh. Nurjamilah, S.Pd.I.
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Singapura merupakan salah satu negara tetangga Indonesia yang terbilang maju di kawasan Asia Tenggara. Negeri mungil yang fakir sumber daya alam, namun memancarkan aura ‘Macan Asia Timur’ mampu membuat negeri-negeri sekitarnya bertekuk lutut. Negeri berlambang singa putih ini mencengkeram garuda dengan gelontoran modal dan berbagai perjanjian kerja sama yang terjalin di antara keduanya.
Dilansir dari Cnbcindonesia.com (25/01/2022) pada 24 Januari 2022 program Travel Bubble RI-Singapura resmi diberlakukan di daerah Batam-Bintan. Hal ini dilakukan demi mendompleng sektor pariwisata yang mengalami mati suri selama pandemi.
Telah terselenggara pertemuan Leaders’ Retreat antara RI-Singapura di Bintan, Kepulauan Riau pada 25 Januari 2022. Hasilnya terjadi penandatanganan kontrak kerja sama strategis dalam ranah politik, hukum, dan pertahanan keamanan. Yakni terkait FIR (Flight Information Region), Extradition Treaty dan Joint Statement MINDEF DCA (M.bisnis.com, 25/01/2022).
Deretan perjanjian bilateral itu menyiratkan tanya, apa rahasia di balik kegagahan negeri singa putih ini? Bagaimana gambaran berbagai program kerja sama itu? Apakah menguntungkan RI atau justru sebaliknya? Lantas bagaimana Islam memandang terkait kerja sama antarnegara?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/07/kuatnya-terkaman-macan-asia-timur-lumpuhkan-sayap-garuda/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bangga Menjadi “Sarjana Rumah Tangga”
Oleh. Dian Afianti Ilyas
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Ada yang pernah mendapat nyinyiran tetangga karena memilih menjadi ibu rumah tangga? Atau ada yang pernah diasingkan tatkala menghadiri acara keluarga sebab bukan wanita karier yang penuh prestasi? Sini mendekat, kita berada di tim yang sama.
Hidup di alam kapitalisme acap kali membuat kita geleng kepala. Bagaimana tidak, mayoritas masyarakat hari ini menjadikan materi sebagai standar dalam menilai segala hal. Fatalnya, mereka membuat asumsi bahwa wanita yang bergelar sarjana lalu berakhir mengurusi suami dan anak hanya membuang-buang uang orang tua. Belasan tahun disekolahkan hingga lulus kuliah, mengeluarkan uang yang banyak demi pendidikan, tapi ujung-ujungnya tidak bekerja. Ijazah pun hanya dijadikan pajangan.
Demikianlah balada di negara kita. Ibu rumah tangga sering kali dikerdilkan. Padahal, menjadi “sarjana rumah tangga” bukanlah suatu aib yang harus disesalkan. Justru bisa menjadi ladang pahala jika kita mau menggunakan kacamata Islam.
Dalam syariat Islam, bekerja bagi wanita adalah suatu perkara yang boleh-boleh saja, dengan syarat mendapatkan rida dari suami dan menuntaskan kewajibannya dalam wilayah domestik (rumah). Terlebih jika ia memiliki keahlian yang dibutuhkan umat, maka kontribusinya bisa menjadi sumber pahala. Misalnya bidan yang membantu seorang ibu melahirkan, dokter yang mengobati orang sakit, guru yang mengajari murid hingga paham, dan lain-lain.
Di zaman Rasulullah saw. pun demikian. Banyak di antara shahabiyah yang aktif berkontribusi dalam ranah publik. Lihat saja Hamna binti Jahsyi, shahabiyah satu ini turut terlibat dalam perang Uhud, membantu memberikan minum dan mengobati tentara muslim yang terluka.
Begitu pula dengan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, kecerdasannya dalam hal periwayatan hadis tak perlu diragukan. Ia sering membuka kelas untuk diajarkan kepada shahabiyah lainnya.
Namun, perlu dipahami bahwa kemampuan tiap orang berbeda-beda. Ada yang mampu mengatur waktu sehingga kewajibannya di rumah dan pekerjaan di kantor bisa berjalan dengan baik, ada pula yang keteteran jika harus menjalankannya secara bersamaan hingga memilih untuk menjadi full time mother.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/08/bangga-menjadi-sarjana-rumah-tangga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Frozen Embryo Transfer, Bolehkah?
Oleh. Ayu Mela Yulianti, SPt.
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Frozen Embryo Transfer adalah tindakan penanaman embrio yang telah dibekukan sebelumnya ke dalam rahim induk. Setelah rahim induk disiapkan untuk menerima embrio yang berasal dari luar tubuhnya. Teknologi ini merupakan bagian dari hasil proses pembentukan bayi tabung. Membutuhkan sel sperma dan sel telur untuk dikawinkan di dalam sebuah wadah (cawan petri), hingga membentuk embrio yang kemudian disimpan dengan bantuan nitrogen cair didalam sebuah freezer bersuhu -200 derajat celcius yang akan digunakan di kemudian hari.
Frozen embryo transfer ini sebagai salah satu cara atau metode untuk memiliki anak. Digunakan oleh pasangan yang kesulitan untuk memiliki anak dengan jalan alami. Dengan satu atau beberapa kali proses pembuatan bayi tabung akan dihasilkan banyak embrio. Dari banyaknya embrio-embrio ini akan dipilih embrio yang paling bagus untuk kemudian disimpan di dalam freezer untuk jangka waktu tertentu, untuk digunakan dikemudian hari.
Maka, menjadi hal yang patut diperhatikan bagi seorang muslim ketika akan menggunakan teknologi frozen embryo transfer ini, dalam rangka memperoleh anak keturunan yaitu :
Pertama, harus diperhatikan bahwa sel telur dan sel sperma adalah milik pasangan suami istri yang sah. Sebab perkawinan antara sel telur dan sel sperma akan menghasilkan manusia baru yang harus jelas sumber kepemilikan sel telur dan sel spermanya, bukan milik donor.
Kedua, setelah berhasil mengawinkan sel telur dengan sel sperma milik pasangan suami istri menjadi embrio, maka embrio tersebut harus dikembalikan kepada rahim ibunya sebagai pemilik sel telurnya. Bukan rahim donor (rahim yang disewakan surrogate mother ).
Ketiga, Jika ibu belum siap untuk hamil, maka embrio miliknya bersama suaminya, boleh dimasukan ke dalam freezer untuk diawetkan agar tidak mengalami kerusakan. Untuk kemudian digunakan saat ibu telah siap untuk hamil.
Keempat, tetap harus diperhatikan jangka waktu aman penyimpanan embrio beku di dalam freezer, sebab dikhawatirkan terjadi kerusakan kromosom di dalam embrio beku. Namun, hasil riset menunjukan bahwa embrio beku berumur 24 tahun mampu bertahan dengan baik dan bisa lahir sebagai bayi yang sehat, seperti yang dilansir di laman hellosehat.com.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/14/frozen-embryo-transfer-bolehkah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Derita Rakyat di Balik Janji Manis Korporat
Oleh. Dwi Indah Lestari
Voice over talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Nasi sudah menjadi bubur. Warga “kampung miliarder” di Tuban yang sempat viral kini diliputi rasa sesal. Berharap janji yang dulu diberikan oleh perusahaan yang membeli tanah mereka akan menjamin kelangsungan hidupnya, ternyata tak terwujud.
Musanam, salah seorang warga Tuban yang turut menjual tanah dan rumahnya kepada PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PT PRPP) setahun yang lalu, kini merasa menyesal. Pasalnya, sekarang ia tidak lagi memiliki pekerjaan untuk menunjang kehidupannya sehari-hari. Janji Pertamina yang akan mempekerjakan anaknya pun tidak kunjung terealisasi. Hal ini ternyata juga dirasakan oleh warga yang lain. (liputan6.com, 26/1/2022)
Bukti Investasi Asing Tak Menjanjikan Kesejahteraan
Realitas ini bagaikan pil pahit yang harus ditelan oleh rakyat kecil. Janji manis Pertamina bekerja sama dengan perusahaan Rusia, Rosneft, yang akan memberikan kesejahteraan nyatanya hanyalah pepesan kosong belaka. Kini warga harus merasakan kesulitan hidup akibat hilangnya mata pencaharian yang dulu menjadi pendukung kehidupannya. Uang hasil penjualan tanah dan rumah sudah ludes untuk bertahan hidup, sementara pekerjaan yang dijanjikan tak dipenuhi.
Di sisi lain, korporat, utamanya perusahaan asing, justru yang mendapatkan keuntungan dengan izin ekspolitasi sumber daya alam berupa tambang minyak yang bisa diprediksi sangat besar kandungannya. Mereka dapat bebas mengeruk kekayaan alam yang notabene sebenarnya adalah milik rakyat. Ironisnya, karena penguasaan swasta terutama asing, SDA ini justru tidak dapat dinikmati oleh rakyat. Inilah watak dari sistem ekonomi kapitalisme, yang melahirkan liberalisasi ekonomi. Dalam prinsipnya, siapa pun yang memiliki kemampuan, dapat menguasai apa pun tanpa batas. Hal inilah yang mendorong lahirnya pasar bebas, di mana negara harus membuka diri bagi masuknya pihak mana pun juga dari asing untuk dapat melakukan usaha ekonomi. Termasuk menguasai aset kekayaan yang ada.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/07/derita-rakyat-di-balik-janji-manis-korporat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pertolongan Allah Itu Dekat
Oleh. Kiki Firmansyah
Voice over talent: Armina A
NarasiPost.Com-Rasulullah saw. menegakkan Islam memang sangat berat. Rintangan demi rintangan bermunculan tak kunjung henti. Sejak awal Rasulullah berdakwah, hampir semua orang Quraisy memusuhi. Hingga tiba malam yang menegangkan itu, ketika perintah hijrah harus beliau tunaikan.
Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik di sepanjang perjalanan hijrah. Utamanya bagi para pejuang Islam yang ingin menegakkan perjuangan Islam, melalui perjuangan politik maupun moral, melalui penyadaran umat, atau melalui jalur-jalur yang lain.
Setidaknya ada tiga peristiwa dalam perjalanan hijrah yang menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah terkait dengan diselamatkannya nyawa Rasulullah yang terancam. Tiga peristiwa tersebut adalah:
Pertama, konspirasi untuk membunuh Rasulullah. Malam saat beliau akan berhijrah itu, pemuda-pemuda pilihan dari kabilah-kabilah Quraisy melakukan pengepungan. Tujuan mereka satu: habisi Muhammad. Namun, Allah menghancurkan rencana itu. Rasulullah keluar, melewati mereka sambil mengambil segenggam debu dan menaburkan ke kepala mereka. Saat itu beliau membaca ayat Al-Qur’an, yang artinya, “Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), serta kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat ” (TQS.Yasin: 9).
Para pemuda itu pun tertidur, hingga mereka tidak lagi menemukan Rasulullah. Hanya Ali bin Abi Thalib yang tertidur terbujur. “Tidurlah kamu di tempat tidurku dan pakailah selimut Hadrami yang berwarna hijau itu. Mereka tidak akan berbuat jahat kepadamu.” begitu Rasulullah berpesan.
Kedua, apa yang menimpa Rasulullah bersama Abu Bakar pada keesokan paginya. Kembali nyawa Rasulullah dan Abu Bakar terancam. Hal ini disebabkan Quraisy membuat sayembara untuk menangkap Rasulullah saw. Salah satu pengikut sayembara itu adalah Suraqah bin Malik. Ia mengisahkan bagaimana terlibat dalam upaya membunuh Rasulullah: “Ketika aku sedang duduk di salah satu majelis kaumku, yakni Bani Mudhlij, salah seorang dari mereka menemui kami. Ia berkata ‘Wahai Suraqah, aku telah melihat orang di pantai. Aku yakin mereka adalah Muhammad dan para sahabatnya’. Aku yakin mereka adalah Muhammad dan para sahabatnya, namun kamu telah melihat si fulan dan fulan. Mereka berjalan di bawah pengawasan kami.”
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/05/pertolongan-allah-itu-dekat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Manusia dan Jedanya
Oleh. Dila Retta
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-“Dan terkadang, yang paling banyak tertawa adalah mereka yang menyimpan banyak duka. Karena sering kali, yang terbiasa menguatkan adalah mereka yang sebenarnya lebih butuh dikuatkan. Tapi sayangnya, tidak semua orang bisa memahami.”
Hey, pernahkah kalian berada di posisi yang cukup runyam? Saat pikiran dan nurani tidak lagi sejalan. Mungkin, karena sudah terlalu lelah dengan keadaan yang senantiasa mengajak kita menghadapi berbagai macam persoalan. Ingin sekali mengeluh, tapi percuma. Tidak akan ada satu orang pun yang bisa memahami. Dan akhirnya, hanya diri sendirilah yang mampu menguatkan. Tunggu, tidak. Bukan menguatkan, tapi lebih memanipulasi pikiran bahwa segalanya baik-baik saja, memanipulasi pikiran bahwa bukan hanya kita yang mengalami masalah, memanipulasi pikiran agar raga mampu bersikap biasa bahkan lebih kejam lagi, kita dituntut pura-pura tegar di hadapan lingkungan sekitar, hanya untuk menunjukkan kita kuat.
Entahlah, sudah berapa lusin gelas kopi yang kita habiskan untuk melalui hari. Sudah berapa malam mata tidak bisa terpejam karena mencemaskan sesuatu yang bahkan terjadi saja belum tentu. Jadi dewasa itu melelahkan, ya. Ya, mau gimana lagi, kehidupan memang seperti ini. Pasti akan ada saja permasalahan yang terjadi dan harus kita hadapi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/05/manusia-dan-jedanya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Temuan Rahim Sintetis, Gagasan Pragmatis Lahir dari Sistem Kapitalis
Oleh. Ahsani Annajma
Voice over talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Menjadi seorang ibu dan memiliki anak adalah dambaan setiap wanita di dunia ini. Namun, bagi mereka yang kesulitan mendapatkan keturunan, segala cara akan ditempuh demi menghadirkan momongan, mulai dari pembuatan bayi tabung, surogasi (penyewaan rahim), hingga mengadopsi anak. Belakangan ini, publik dihebohkan dengan temuan rahim sintetis yang diklaim menjadi solusi untuk menghasilkan keturunan tanpa melahirkan.
Allah sebagai Al-Khaliq memberikan kepercayaan kepada seorang ibu untuk membawa calon manusia lain yang hidup selama sembilan bulan sepuluh hari di dalam rahim. Sungguh nikmat yang tak terkira yang patut kita syukuri. Bayangkan rasanya, ketika kita mengandung janin yang terus berkembang, bergerak dan melonjak-lonjak sampai terkadang membuat kita meringis, namun tetap ada rasa bahagia yang tercipta. Itulah anugerah. Namun, adakah yang dapat menandingi pemberian terindah dari Sang Kuasa? ternyata ada saja pihak yang berusaha ingin menandingi ciptaan-Nya.
Ini bermula dari cuitan Twitter orang terkaya dunia pendiri Tesla, Elon Musk, yang sempat trending di media sosial (19/1). Elon mengeluhkan peradaban manusia akan punah karena populasinya yang terus menurun, sembari melampirkan sejumlah berita yang menyatakan bahwa tingkat kelahiran di AS menurun empat persen pada 2020, terlebih banyak orang yang tidak mau memiliki keturunan demi masa depan yang lebih baik. Cuitan terebut ditanggapi oleh pendiri kripto, Vitalik Butterin, dengan memberi gagasan gila “synthetic wombs” yang berarti rahim sintetis. Menurutnya, ide brilian rahim sintetis ini dapat menggantikan peran mengandung seorang wanita. Selain menghilangkan permasalahan turunnya populasi, ide ini dapat menghilangkan beban kehamilan yang tinggi, dan secara signifikan mengurangi gaji ketidaksetaraan gender (24/1). Sontak hal ini menuai kritikan keras dari warganet. Menurut mereka, kehamilan biologis bukanlah penghalang utama ketidaksetaraan gender.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/05/temuan-rahim-sintetis-gagasan-pragmatis-lahir-dari-sistem-kapitalis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kazakhstan Rusuh, Blok Barat dan Timur Berlomba Mencari Pengaruh
Oleh. Yuliyati Sambas
Voice over talent: Sofia A
NarasiPost.Com-Jika Januari sebagai awal tahun dilewati oleh sebagian besar kalangan dengan gegap gempita kegembiraan, tak demikian dengan Kazakhstan. Negara di Asia Tengah bekas pecahan Uni Soviet yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah stabil itu mengawali tahun 2022 dengan guncangan dahsyat yang memorakporandakan negerinya. Guncangan dipicu demo warga yang menuntut penurunan harga gas cair LPG untuk bahan bakar kendaraan.
CNN Indonesia (9/1/2022) melansir laporan dari Kementerian Kesehatan Kazakhstan yang menyatakan bahwa 164 orang tewas dalam aksi demo hingga Minggu, 9 Januari 2022. Meski Presiden Kassym-Jomart Tokayev menyatakan tuntutan pendemo telah diikuti dengan menurunkan harga LPG, namun kerusuhan telanjur menyebar hingga ke dua jantung kota negeri, Almaty dan Nur-Sultan.
Kazakhstan, Negeri Muslim di Bawah Bayang Kekuatan Blok Barat dan Timur
Pasca meluasnya kerusuhan, Presiden Tokayev menyebut ada keterlibatan pihak teroris dan asing yang turut memanaskan situasi. Adapun Barat menuding Rusialah yang berkeinginan mengangkangi Kazakhstan. Sangat kentara dari ucapan Menlu AS, Antony Blinken. Ia berpendapat akan sulit bagi Kazakhstan untuk lepas dari pengaruh Rusia ketika mereka telah “mengundangnya”. Hal ini diucapkan ketika Tokayev meminta bantuan Rusia sebagai Ketua CSTO untuk memadamkan kerusuhan yang terjadi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/03/kazakhstan-rusuh-blok-barat-dan-timur-berlomba-mencari-pengaruh/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed