Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Bagiku Agamaku dan Bagimu Agamamu

    Bagiku Agamaku dan Bagimu Agamamu

    Oleh. Mariyah Zawawi

    Voice over talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Saat Rasulullah saw. mendakwahkan Islam ke tengah-tengah kaumnya, berbagai rintangan dan halangan beliau temui. Baik rintangan yang bersifat fisik maupun psikis. Rintangan itu tidak hanya datang dari orang lain, tetapi juga datang dari keluarganya sendiri.

    Meski demikian, beliau tetap berjuang menyebarkan Islam. Menyampaikan tauhidullah. Menyerukan bahwa hanya Allah yang patut disembah. Beliau pun mengajak masyarakat Makkah untuk meninggalkan sesembahan mereka.

    Sayangnya, mereka menolak ajakan tersebut. Mereka menganggap bahwa ajakan Rasulullah saw. itu berbahaya. Karena itulah, mereka berusaha untuk menghentikan dakwah Rasulullah saw. Berbagai upaya mereka lakukan. Mulai dari menghasut masyarakat agar tidak mempercayai ucapan Rasulullah. Padahal, mereka dulu menjuluki Rasulullah sebagai Al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Mereka juga mengatakan kepada masyarakat bahwa Rasulullah adalah tukang sihir.

    Namun, hasutan-hasutan itu juga tidak mampu membuat Rasulullah mundur dari dakwahnya. Maka, mereka pun mengiming-imingi Rasulullah dengan harta, tahta, dan wanita. Iming-iming ini juga tidak membuat Rasulullah terpalingkan. Sebab, tujuan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah memang tidak untuk mendapatkan itu semua.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/25/bagiku-agamaku-dan-bagimu-agamamu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Jangan Biarkan Air Matanya Menetes

    Jangan Biarkan Air Matanya Menetes

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Sofia A

    NarasiPost.Com-Seorang anak berkata kepada ibunya tatkala ia hendak keluar rumah: “Semoga keselamatan untukmu, wahai ibuku, juga rahmat Allah serta berkah-Nya.” Ibunya menjawab: “Semoga untukmu juga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya, wahai anakku.”

    Lagi, sang anak berkata: “Semoga Allah menyayangimu karena sudah mendidikku semasa aku kecil.” Ibunya pun menjawab: “Semoga Allah juga merahmatimu karena engkau telah berbakti kepadaku saat aku usia lanjut.”

    Ini adalah dialog yang terjadi setiap kali si anak hendak pergi dari rumah. Ia memberi salam terindah untuk sang ibu. Begitu pula balasan sang ibu yang begitu tulus dan penuh kasih pada putranya. Keduanya saling mendoakan yang terbaik. Sungguh indah nan syahdu nian apa yang mereka lakukan.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/13/jangan-biarkan-air-matanya-menetes/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Jasad di Atas Pusara, Korban Liberalisasi dalam Pergaulan

    Jasad di Atas Pusara, Korban Liberalisasi dalam Pergaulan

    Oleh. Ummu Ainyssa

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Dunia maya Instagram dan Twitter digegerkan dengan tagar #SaveNoviaWidyasari pada Sabtu (4/12/2021) lalu. Tagar tersebut viral sebagai bentuk untuk menyuarakan keadilan atas meninggalnya seorang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang (UB) secara menyedihkan.

    Seperti diberitakan oleh Suara.com (4/12/2021), Novia Widyasari atau NW (23 tahun) warga Perumahan Japan Asri, Kabupaten Mojokerto, melakukan tindakan bunuh diri dengan meminum racun. Hal ini disampaikan oleh polisi setelah menemukan sisa minuman dalam botol yang tergeletak di samping korban yang diduga campuran racun. Jenazah korban ditemukan oleh warga di dekat makam sang ayah pada hari Kamis (2/12) pukul 15.30 WIB.

    Kematian NW ini pun bukan hanya mengejutkan pihak keluarga saja, tetapi juga menggegerkan warganet hingga akhirnya tagar #SaveNoviaWidyasari viral.

    Usut punya usut kematian NW diduga karena ia mengalami depresi berat karena persoalan asmara dengan R. R adalah seorang anggota polisi aktif di Polres Pasuruan sekaligus kekasih NW. Mereka dikabarkan telah menjalani pacaran sejak akhir tahun 2019 lalu. NW mengalami depresi berat setelah disuruh melakukan aborsi oleh R. Bahkan polisi juga menyampaikan bahwa pasangan ini telah melakukan dua kali aborsi selama berpacaran.

    Menanggapi kasus ini, banyak pihak yang kemudian menuntut agar R segera dihukum. Karena R dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas meninggalnya NW. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Bintang Puspayoga, menyebut bahwa kasus ini termasuk dalam kategori kekerasan dalam berpacaran atau dating violence, yaitu perbuatan yang dapat menyebabkan penderitaan secara fisik maupun seksual, serta dapat merampas hak seseorang baik di khalayak umum maupun kehidupan pribadi. Bintang juga meminta agar pihak kepolisian segera mengusut kasus ini dan melakukan proses hukum terhadap R. Sementara Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Gatot Repli Handoko, menyampaikan bahwa R sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Polda Jatim. (detik.com, 5/12)


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/23/jasad-di-atas-pusara-korban-liberalisasi-dalam-pergaulan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Mewujudkan Keluarga Muslim Ideologis

    Mewujudkan Keluarga Muslim Ideologis

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    Voice Over Talent: Sarah S

    NarasiPost.Com-Hidup di zaman yang didominasi oleh sekularisme kapitalisme serta liberalisme seperti sekarang ini sungguh sangatlah sulit. Tak terkecuali bagi keluarga muslim. Di mana setiap aspek kehidupan berlangsung dengan tidak menerapkan Islam. Kehidupan saat ini telah didominasi oleh ideologi atau paham kebebasan, serta sekularisme yang menjauhkan manusia dari aturan agama. Begitu pun dengan kapitalisme, paham yang menuhankan materi, membuat banyak keluarga muslim porak-poranda dan meninggalkan profilnya sebagai keluarga muslim demi mengejar materi ini.

    Padahal Allah telah memerintahkan setiap keluarga muslim untuk mewujudkan profil keluarga yang bangga menunjukkan identitas kemuslimannya. Keluarga muslim yang bangga menjadikan ideologi Islam sebagai warna jati dirinya yang terang benderang, bukan muslim yang abu-abu, yang malu-malu dan setengah-setengah dalam menjalankan agamanya. Mereka akan menjadi syiar Islam, menebarkan kebaikan dan keagungan Islam ke seluruh penjuru dunia. Namun sayangnya masalah demi masalah terus dihadapi oleh keluarga muslim saat ini. Mereka terus dikepung dengan pemahaman-pemahaman rusak dan merusak, pemahaman kesetaraan, kebebasan, yang tidak mengindahkan syariat Islam.

    Oleh karena itu, sangatlah penting bagi seorang muslim untuk mulai mencari tahu serta membangun bagaimana profil keluarga muslim ideologis itu. Mulai mencari langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan profil tersebut.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/04/mewujudkan-keluarga-muslim-ideologis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Kenaikan Harga LPG nonsubsidi Membuat Resah, Ironi Bangsa Gema Ripah Nasibnya Tetap Susah

    Kenaikan Harga LPG nonsubsidi Membuat Resah, Ironi Bangsa Gema Ripah Nasibnya Tetap Susah

    Oleh. Ahsani Ashri Ar Ridti, S.Tr.Gz

    (Penulis dan Pemerhati Sosial)

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Di penghujung tahun, rakyat terutama ibu rumah tangga harus mengencangkan ikat pinggang untuk mengatur biaya kebutuhan sehari-hari, lantaran melambungnya harga bahan makanan seperti telur, cabai, dan minyak goreng. Mengawali tahun 2022, rakyat mendapat kado pahit yang mencengangkan. Bukannya bersuka cita, justru dibuat berduka. Bagaimana tidak, rakyat disuguhi dengan berbagai kebijakan yang menambah kekecewaan.

    Wacana biaya energi pada 2022 diperkirakan akan mengalami kenaikan diantaranya harga Liquefied Petroleum Gas (LPG), Bahan Bakar Minyak (BBM), Rencana penghapusan bensin Premium (RON 88), hingga tarif listrik yang mencekik untuk golongan pelanggan nonsubsidi. Dilansir dari cnnindonesia.com (4/1/22), PT Pertamina (Persero) selaku badan usaha niaga LPG resmi menaikkan harga LPG kisaran Rp1.600-Rp2.600 per kilogram (kg), disesuaikan daerah masing-masing sejak Desember lalu. Keputusan yang dibuat PT Pertamina dalam penyesuaian kenaikan harga gas elpiji karena mengikuti tren Contract Price Aramco (CPA) yang terus meningkat sepanjang tahun 2021. Padahal salah satu sumber daya alam yang menjadi sumber kekayaan Indonesia adalah minyak dan gas bumi. Mengapa bangsa yang kaya migas, masih bernasib susah?


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/09/kenaikan-harga-lpg-nonsubsidi-membuat-resah-ironi-bangsa-gema-ripah-nasibnya-tetap-susah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Boneka Arwah Berselimut Kemusyrikan, Waspadalah!

    Boneka Arwah Berselimut Kemusyrikan, Waspadalah!

    Oleh. Misnawati

    (Pegiat Literasi)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Kepopuleran, kekayaan, dan segudang prestasi dalam dunia keartisan tidak lantas membuat hidup artis inisial IG bahagia. Di usianya yang cukup matang, untuk menemani dirinya IG mengadopsi boneka arwah.

    Benarkah boneka mampu memberikan kebahagiaan atau rezeki bagi pemiliknya atau sebuah fantasi kebablasan?

    Di penghujung tahun 2021, masyarakat dibuat tercengang dengan viralnya berita artis inisial IG pada channel Youtube Boy William (BW), (28/12/2021) yang mengadopsi boneka arwah, lalu memperlakukannya bak bayi hidup. Mengajaknya bicara, jalan-jalan sampai mengganti bajunya setiap saat. Sungguh miris! Bahkan sebelum kasus IG viral, telah banyak kalangan masyarakat  mempraktikkannya.

    Konon, Aisyah r.a. pun bermain boneka saat beliau belum baligh. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang berbunyi: “Dahulu aku sering bermain dengan boneka anak perempuan di sisi Nabi saw.  Dahulu aku juga memiliki teman-teman yang biasa bermain denganku. Ketika Rasulullah saw masuk ke rumah, teman-temanku pun berlari sembunyi. Beliau pun meminta mereka untuk keluar agar bermain lagi, maka mereka pun melanjutkan bermain bersamaku.”


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/06/boneka-arwah-berselimut-kemusyrikan-waspadalah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Membahagaiakan Anak Membuatnya Cerdas

    Membahagaiakan Anak Membuatnya Cerdas

    Oleh: Armina Ahza

    (Penggerak Perubahan dan CEO Umma Institute)

    Voice Over Talent: Armina A

    NarasiPost.Com-Membuat anak bahagia adalah bagian dari kesenangan orang tua. Orang tua pasti ingin sekali melihat anak-anaknya bahagia. Maka tidak jarang ia kemudian membelikan mainan untuk anak-anaknya, mengajaknya jalan-jalan, membelikan jajanan kesukaannya, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan wujud dari naluri yang ada pada manusia yaitu naluri melestarikan jenis (Gharizah nau’), salah satunya adalah sayang kepada anak dan ingin membuatnya bahagia.

    Meski orang tua sangat sayang dengan anak dan ingin sekali membahagiakan anak-anaknya, namun sering kali orang tua lepas kontrol terhadap emosi mereka. Yang awalnya ingin membahagiakan anak menjadi mudah memarahi anak. Parahnya jika sampai memukul anak. Entah karena tidak sabar menghadapi tingkah polah anak maupun disebabkan karena konflik rumah tangga seperti pertengkaran umi dan abinya.

    Padahal anak-anak, terutama anak usia dini harus dibahagiakan, melakukan segala hal dengan bahagia. Bukan dengan kesedihan, keterpaksaan atau bahkan pukulan.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/05/membahagaiakan-anak-membuatnya-cerdas/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Spirit doll: Kegagalan Kapitalisme Membangun Manusia dan Peradaban

    Spirit doll: Kegagalan Kapitalisme Membangun Manusia dan Peradaban

    Oleh. Miladiah al-Qibthiyah

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Hallo, Guys. To the point aja ya! Ada kabar mengejutkan dari selebritas papan atas yang sedang viral di berbagai platform media sosial. Kabarnya, selebritas ini baru saja menyambut kelahiran buah hatinya. Setelah ditelusuri oleh berbagai awak media, rupanya buah hati yang dimaksud adalah sebuah boneka yang didesain hampir 100℅ mirip bayi manusia.

    Spirit doll atau boneka arwah telah menjadi tren beberapa hari terakhir ini, Guys. Bagaimana tidak, mereka mengadopsi boneka arwah atau spirit doll ini bukan hanya sekadar mengadopsi, mereka bahkan memperlakukan boneka tersebut layaknya bayi sungguhan. Komentar dari netizen pun mengguyur jagad maya. Ada yang menghujat, mencibir, namun tak sedikit mensuport bahkan latah ingin mengadopsi spirit doll tersebut.

    Kalau kalian yang baca tulisan ini responsnya gimana nih melihat tren boneka arwah?


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/06/spirit-doll-kegagalan-kapitalisme-membangun-manusia-dan-peradaban/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Cerita Sebuah Negeri

    Cerita Sebuah Negeri

    Oleh.Triana

    Voice Over Talent: Eka

    NarasiPost.Com-Alkisah tersebutlah sebuah negeri

    Penguasa terpilih dari kardus berkunci besi
    Rakyat bersorak karena puas telah berpartisipasi
    Sebuah nama kini telah bertahta sebagai pemimpin negeri

    Harapan kehidupan yang lebih baik menjadi mimpi

    Kemakmuran, kesejahteraan menjadi asa yang begitu tinggi
    Rakyat diselimuti euforia sebuah perubahan
    Yang besar keinginannya menjadi kenyataan

    Ribuan kalimat sakti kini menanti janji

    Katanya stop impor!
    Tapi nyatanya hampir semua merk tak ada nama pribumi
    Tak ada ampun bagi koruptor!
    Namun hotel prodeo kian sepi setelah ada remisi

    Tak boleh rangkap jabatan bagi pegawai negeri

    Namun ternyata undang-undangnya diganti
    Seribu lapangan pekerjaan untuk anak negeri
    Nyatanya TKA China yang menguasai


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/15/cerita-sebuah-negeri/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    4 min
  • Kediktatoran Kapitalisme Timur di Laut Natuna, Mampukah Indonesia Melawan?

    Kediktatoran Kapitalisme Timur di Laut Natuna, Mampukah Indonesia Melawan?

    Oleh. Sri Maya, Ummu Nabila

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Laut Natuna Utara menjadi incaran Cina dalam sistem saat ini. Pasalnya, Cina mengirim surat kepada pihak yang bersangkutan (Indonesia) untuk menghentikan drilling minyak dan gas.

    Kapal Cina yang bernama Hai Yang Di Zhi Shi Hao berlabuh di pantai lepas Laut Natuna. Diduga Cina melakukan survei penelitian ilmiah di wilayah ZEE disertai dengan pengawalan kapal coast guard. Anehnya, Cina meminta Indonesia untuk menghentikan pengeboran atau drilling migas. Padahal menurut Konvensi Hukum Laut PBB, wilayah laut lepas pantai di Natuna Utara berada dalam hak kedaulatan Indonesia. Artinya, Indonesia memiliki kewenangan penuh dalam mengeksploitasi pangan sumber daya alam di wilayah tersebut.

    Protes Cina ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Reuters yang menghentikan pengeboran minyak dan gas di wilayah Natuna dikarenakan Beijing mengklaim bahwa eksplorasi sepenuhnya dilakukan Cina. Menurut Komisi I dari Partai Nasdem, Muhammad Farhan menanggapi laporan itu, bahwa Cina mengirim surat tersebut dalam rentang bulan Agustus sampai awal September (BBC News, 3/12/ 2021).

    Dalam kondisi ini, Indonesia memiliki dua persoalan. Pertama, kehadiran kapal ilegal yang menangkap ikan. Kedua, adanya aktivitas penelitian ilmiah kapal survei milik Cina di wilayah ZEE Natuna Utara. Kapal itu diperkirakan berlabuh semenjak bulan Agustus lalu.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/23/kediktatoran-kapitalisme-timur-di-laut-natuna-mampukah-indonesia-melawan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com