
Sign up to save your podcasts
Or


Eijkman Riwayatmu Kini, Warisan Ilmiah yang Terancam Dikebiri
Oleh. Nurjamilah, S.Pd.I.
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Nahas, tahun 2022 ini Eijkman tutup usia di tengah hantaman pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan. Warisan ilmiah yang sarat prestasi dan dedikasi ini berakhir tragis, seiring dengan peleburannya dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Nasib para peneliti yang notabene aset bangsa ini juntai dan hilang arah tak kuasa menahan derasnya arus politik yang menerjang. Proyek penelitian virus Covid-19 yang telah dirintis WASCOVE pun terancam jalan di tempat bahkan bubar seiring peleburan lembaga ini.
Dilansir dari www.kompas.com (02/01/2022) bahwa LBM Eijkman secara resmi berintegrasi dengan BRIN. Ini menyebabkan pemberhentian 113 peneliti honorer Eijkman, dengan 71 di antaranya berposisi sebagai staf peneliti. Sebagian lagi dialihkan sesuai dengan skema lembaga pemerintah.
Sungguh kebijakan yang menimbulkan tanya dan luka, di tengah pandemi yang semakin mengganas dengan munculnya varian Omicron, Eijkman memiliki peran strategis untuk bisa menghentikannya. Namun, alih-alih diberikan dukungan penuh, lembaga ini justru dibubarkan dengan kekuatan Perpres.
Naskah Selengkapnya:https://narasipost.com/2022/01/06/eijkman-riwayatmu-kini-warisan-ilmiah-yang-terancam-dikebiri/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kiblat Umat Kian Moderat, Sinyalemen Tanah Suci Mengiblat Barat
Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Telah bersabda baginda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi, “Alangkah indahnya dirimu (Makkah). Engkaulah yang paling kucintai. Seandainya saja dulu penduduk Makkah tidak mengusirku, pasti aku masih tinggal di sini.” Hadis ini merupakan pengakuan Rasulullah saw. bahwa betapa cintanya beliau terhadap tanah kelahirannya itu, walaupun beliau sudah berhijrah ke Madinah. Rasa rindu terhadap Makkah pun kerap diungkapkan Rasulullah saw. dalam beberapa kesempatan. Yang semuanya menunjukkan satu hal yang sama, Makkah punya tempat yang spesial di hati baginda Rasulullah saw.
Tanah kelahiran beliau kini kondisinya jauh berbeda dengan yang beliau rindukan. Arab Saudi, yang notabene menghimpun haramayn atau dua tanah suci bersejarah bagi Rasulullah saw. bukanlah negeri yang sama dengan yang dirindukan beliau. Tahun 2021 menunjukkan pemandangan yang kontras dengan sebelumnya. Di dalam negara yang benderanya bertuliskan kalimat tauhid itu, justru semakin semarak merayakan apa yang disebut sebagai hari kelahiran tuhan. Berbagai ornamen untuk perayaan Natal kian ramai terpampang di sudut-sudut toko.
Tak hanya itu, seperti yang dilansir dari Detik (22/12/2021) menjelang akhir tahun 2021 pun Arab Saudi dihebohkan dengan konser musik yang menghadirkan musisi internasional, dihadiri oleh para pencinta musik dari kalangan perempuan dan laki-laki, bercampur-baur di lokasi konser. Aurat perempuan yang terumbar juga menjadi hal mencolok yang terlihat. Diadakannya konser ini otomatis mematahkan stigma publik akan keketatan Saudi dalam urusan interaksi pria dan wanita, sebagaimana yang selalu mereka dapatkan bertahun-tahun yang lalu. Lalu pertanyaan retoriknya, akankah baginda Nabi saw. masih merindukan tanah kelahirannya itu hari ini?
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/03/kiblat-umat-kian-moderat-sinyalemen-tanah-suci-mengiblat-barat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kurikulum Baru, Apa yang Diburu?
Oleh. Ita Harmi
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Otak-atik kurikulum pendidikan kembali mencuat ke permukaan. Dalam sebuah utas yang viral di Twitter beberapa waktu belakang, Kemendikbudristek mengumumkan sebuah rancangan kurikulum baru yaitu Kurikulum Prototipe. Kurikulum ini merupakan kurikulum pengembangan dari kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013. Kurikulum Prototipe ini rencananya akan diterapkan pada awal tahun ajaran baru 2022/2023 bagi sekolah yang bersedia mengadopsinya. Artinya kurikulum ini akan diterapkan secara bertahap, setelah evaluasi kurikulum di tahun 2024, maka setiap tingkat satuan pendidikan akan menerapkan kurikulum ini secara serentak di seluruh Indonesia.
Kurikulum ini juga dianggap sebagai cara untuk mengatasi learning loss, yaitu ketertinggalan pencapaian target pembelajaran, baik karena faktor pandemi, sarana dan prasarana sekolah, sosial-ekonomi, dan letak geografis wilayah masing-masing daerah. (Detiknews, 27/12/2021)
Perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia bukan kali ini saja terjadi. Dalam dua dekade terakhir setidaknya sudah terjadi tiga kali pergantian kurikulum. Mulai dari Kurikulum 2004 (KBK), Kurikulum 2006 (KTSP), dan Kurikulum 2013.
Kurikulum yang paling kontroversial adalah Kurikulum 2013. Di mana kurikulum ini tampak dipaksakan untuk diterapkan di sekolah-sekolah. Padahal, kurikulum sebelumnya saja belum rampung untuk dievaluasi. Sementara kurikulum baru sudah harus dipakai.
Sejumlah masalah juga diutarakan oleh banyak pihak dari kalangan akademisi dan pendidikan mengenai ketidakmatangan Kurikulum 2013. Contohnya saja adanya peraturan tidak formal di sekolah-sekolah dasar bahwasanya calon siswa harus sudah memiliki keterampilan membaca dan berhitung sebelum duduk di bangku sekolah dasar. (Kompasiana, 20/1/2015)
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/08/kurikulum-baru-apa-yang-diburu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ubi Jalar, si Manis untuk Antimabuk
Oleh. Wening Cahyani
Voice Over Talent: Putri
NarasiPost.Com-Mabuk kendaraan dalam perjalanan? Bagi yang pernah atau sering mengalami mabuk kendaraan, pasti itu kondisi yang mengganggu dan mengurangi kenyamanan dalam perjalanan. Perjalanan dengan jarak tempuh dekat ataupun jauh, jika mengalami mabuk pasti sangat tidak mengenakkan baik menggunakan kendaraan darat, laut maupun udara. Mabuk kendaraan yang dirasakan biasanya perut mual, keringat dingin, kepala pusing, dan muntah serta lemas.
Namun, tidak semua orang saat dalam perjalanan akan mengalami mabuk kendaraan. Menurut dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari RS. Mitra Kemayoran bahwa mabuk perjalanan diakibatkan oleh adanya motion sickness yaitu munculnya perasaan yang tidak enak pada tubuh karena gerakan berulang-ulang yang menimbulkan efek pusing, mual, dan rasa ingin muntah. Mabuk perjalanan itu terjadi karena terganggunya sistem keseimbangan tubuh yang mana komponen-komponen sistem tersebut seperti sistem saraf pusat (otak), bagian dalam telinga, mata, dan jaringan terdalam permukaan tubuh (proprioceptors) tidak bekerja secara sinkron. Otak tidak dapat memahami sinyal gerakan yang dikirim oleh mata, telinga, dan tubuh saat sedang dalam perjalanan. Misalnya saat dalam kendaraan mata seakan melihat pohon-pohon bergerak sedangkan otot dan sendi merasa bahwa tubuh diam tidak bergerak. Kondisi ini membuat otak tidak dapat memproses informasi apakah tubuh diam atau bergerak. Pada akhirnya penderitanya mengalami pusing dan mual di dalam kendaraan yang bergerak.
Mabuk perjalanan bukan kondisi yang serius. Untuk mencegah mabuk kendaraan biasanya orang akan minum obat antimabuk 1-2 jam sebelum perjalanan. Selain itu, untuk mengantisipasi mabuk saat perjalanan, seseorang bisa menghirup aroma dari beberapa bahan alami (daun mint, jahe, atau lavender), mengunyah permen, minum air putih lebih sering, mengonsumsi makanan rendah lemak sebelum pergi, membatasi makan berat, memilih tempat duduk bagian depan, dekat kaca, tidak baca buku atau main handphone, lebih sering ngemil, tidak merokok, dan bisa berbaring sambil memejamkan mata.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/02/ubi-jalar-si-manis-untuk-antimabuk/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kredibilitas Aparat di Sistem Kapitalis yang Minimalis
Oleh. Wening Cahyani
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Gonjang-ganjing di ranah pelayanan masyarakat kian berguncang. Berbagai perkara bergulir tak tentu arah. Banyak kasus yang dilaporkan masyarakat tapi tidak mendapatkan solusi tuntas bahkan kasus malah dihentikan/ditutup. Aparat sendiri pun bersikap tidak mengenakkan terhadap pelapor, baik sikap abai maupun marah-marah. Kredibilitas aparat pun tercoreng.
Sebagaimana dilansir dari kompas.com (13/12/2021) bahwa seorang wanita bernama Meta (32) dimarahi/ diomeli oleh polisi. Meta melaporkan kasus pencurian yang ia alami di jalan Sunan, Sedayu, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur pada Selasa, 7 Desember 2021 lalu. Akibat pencurian yang dialaminya, ia kehilangan kartu ATM, KTP, kartu kredit, dan uang 7 juta rupiah.
Buruknya citra aparat menjadi keprihatinan dimana aparat seharusnya memberikan jaminan keamanan, ketertiban, dan perlindungan terhadap masyarakat tetapi yang terjadi justru sebaliknya, perbuatannya bertentangan dengan sikap aparat yang melindungi dan mengayomi. Sebagaimana yang terjadi pada seorang wanita istri seorang tahanan kasus narkoba di Sulawesi Selatan yang telah dihamili oleh oknum polisi. Sang oknum mengancam akan memindahkan suami wanita itu ke lapas Nusakambangan jika tidak mau melayani oknum tersebut. (kompas.com, 11/12/2021)
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/05/kredibilitas-aparat-di-sistem-kapitalis-yang-minimalis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Melintas Batas Harapan
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Tak ada yang abadi di dunia ini. Semua akan berakhir sesuai titah Ilahi. Sudah banyak kalam suci yang mengabarkan hari di mana seluruh jagat raya akan hancur. Sebut saja surat Az-Zalzalah ayat 1:
“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.”
Sungguh, tak terbayang guncangan yang dahsyat seperti apa. Gempa dengan 6 SR saja membuat kalangkabut manusia meski pusatnya nun jauh di tengah laut. Batuk dan muntahan gunung berapi sukses membuat manusia lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri. Lantas seperti apa guncangan dahsyat itu? Membayangkannya saja membuat kepala pening.
Bertubi-tubi bencana datang di bulan ini, menampar manusia agar segera muhasabah diri. Dosa apakah yang telah digores dalam tiap helaan napas dan di setiap pori-pori. Tak terhitung nikmat yang dilewati begitu saja dan tak disyukuri, bukan hanya oleh individu, tapi oleh seluruh petinggi negeri. Di mana aturan Ilahi dipilih sesuka hati.
Duhai, sebuah pemikiran revolusioner atas sebuah harapan seakan menghilang tanpa jejak. Pemikiran sekuler berlayar dalam tiap benak manusia, tak terkecuali dalam benak kaum muslim. Agama seakan barang najis yang tak layak disematkan dalam sebuah kehidupan. Maka, manusia menanggalkan agamanya dengan penuh kesadaran.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/25/melintas-batas-harapan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Varian Omicron, Bukti Rezim Global Gagal Kendalikan Virus
Oleh. Nur Fatimah
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Dunia digegerkan dengan adanya virus varian baru Covid-19 yang bernama Omicron atau B. 1.1.529. Pada Kamis 28 November 2021 pemerintah Afrika Selatan umumkan varian baru yang merebak yang disebut mengandung 50 mutasi yang memengaruhi kecepatan penularan dan antibodi. Omicron sudah masuk dalam varian yang dipantau ketat oleh WHO. Tercatat sudah ada 13 negara yang mendeteksi kehadiran virus tersebut, mulai dari Afrika hingga beberapa negara di Eropa. (CNBCIndonesia, 28/11/2021)
Presiden Joko Widodo akhirnya menggelar rapat untuk antisipasi varian baru Covid-19. Hasilnya bahwa pemerintah harus tetap waspada dengan mengeluarkan kebijakan yang mampu menahan masuknya Omicron ke tanah air. Salah satunya pengetatan dari luar negeri untuk beberapa negara, hal ini di sampaikan oleh Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. (CNBCIndonesia, 28/11/2021)
Sudah dua tahun lebih dunia menghadapi pandemi, bukannya virus itu sirna malah muncul varian-varian baru yang sulit untuk dikendalikan. Artinya, akan ada korban yang bermunculan lagi dan menyengsarakan banyak nyawa. Munculnya varian baru tidak lepas dari peran negara dalam memutus rantai penularan. Sejak awal pandemi seharusnya negara mengambil langkah yang tepat untuk mencegah virus tersebut agar tidak memakan banyak korban, akan tetapi negara lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi daripada nyawa rakyat. Ini merupakan watak dari sistem kapitalisme.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/16/varian-omicron-bukti-rezim-global-gagal-kendalikan-virus/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tomorrow with Khilafah
Oleh. Deena Noor
Voice Over Talent: Giriyani & Mels
NarasiPost.Com-Dunia akan kembali mendapatkan sinar gemilang Khilafah. Hanya masalah waktu sampai ia bisa terwujud nyata. Kehadirannya tak mungkin bisa dihalangi. Bila Allah sendiri yang telah menyatakannya, maka tak mungkin dusta belaka.
Sebuah janji agung Allah yang tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an yang mulia, yakni pada surah An-Nur ayat 55: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia bersungguh-sungguh akan membuat mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Allah telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka; dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, setelah ketakutan mereka menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah kepada-Ku dan tanpa mempersekutukan apa pun dengan aku; dan siapa saja yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur: 55)
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/03/tomorrow-with-khilafah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Transmisi Lokal Omicron Melanda, Sikap Jemawa Mengundang Bencana
Oleh. dr. Nisa Utami, Sp.PD
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Telah dilaporkan kasus Omicron tanpa riwayat perjalanan luar negeri, yang berarti transmisi lokal telah terjadi. Alih-alih bersikap lebih waspada dalam menyiapkan lonjakan kasus seperti yang terjadi di beberapa negara tetangga, pemerintah Indonesia tampak bersikap sombong atau ‘jemawa’. Dengan dalih masih dalam kendali, penanganan ancaman Omicron masih terkesan ditunda-tunda dan tidak menjadi fokus utama. Gambaran ini adalah potret suram pemerintahan dengan sistem kapitalisme. Bukankah ini saatnya kita mengambil sistem kehidupan Islam sebagai solusi segala persoalan?
Baru saja beberapa hari yang lalu (27/12/21) Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Maves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan belum ada indikasi peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia akibat penularan Corona varian Omicron (kompas.com). Selang dua hari kemudian kasus varian Omicron di Indonesia melonjak dari hanya 5 kasus (23/12/2021), menjadi total 68 kasus (29/12/2021). Padahal di tanggal yang sama, juga telah tercatat sebagai ‘kasus harian tertinggi’ selama pandemi (Google News-Our World in Data, 27/12/2021). Yaitu terdapat 1.449.269 kasus baru di dunia, di mana Amerika Serikat sebagai negara tertinggi yaitu tembus 543.415 kasus dengan dominasi varian Omicron.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/01/transmisi-lokal-omicron-melanda-sikap-jemawa-mengundang-bencana/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ibuku Sayang
Oleh. Deena Noor
Voice Over Talent: Sarah Sapriani
NarasiPost.Com-Tangan yang dulu membelaiku penuh kasih itu kini penuh keriput. Genggamannya tak lagi kuat seperti dulu. Guratan kehidupan menjejak di kedua telapaknya. Sering kali ia gemetar karena otot-ototnya yang kendur dan renta. Meskipun begitu, kedua tangan itu tak pernah berhenti menengadah pada-Nya, mendoakan kebaikan untukku. Oh, ibu… semoga Allah selalu menjagamu.
Sorot matanya teduh mendamaikan. Mata itu yang selalu kucari di saat aku butuh penguatan. Mata itu juga yang selalu berbinar menyambutku pulang dari tanah rantau. Sepasang mata itu yang berkaca-kaca saat mengantarku menuju gerbang dunia baru. Mata itu pula yang menyiratkan kecewa kala aku dengan bodohnya melukai hatinya. Kini, mata itu mulai buram. Ia perlu mendekat agar tahu siapa yang berbicara. Penglihatannya telah berkurang seiring usianya. Oh, ibu… engkau tetaplah pemilik mata yang selalu kurindu.
Kakinya yang dulu gesit berjalan ke sana ke mari dalam menunaikan pekerjaan. Kaki bersandalkan jepit itu lincah berlari-lari kecil mengajakku bermain kejar-kejaran di halaman rumah. Kaki yang tergopoh saat aku terluka karena jatuh dari sepeda. Kaki yang melangkah pelan menikmati pemandangan sambil kita membicarakan tentang masa depan. Kini, kaki itu telah melemah. Tak mampu lagi ia berjalan jauh. Nyeri di sendi, membuat jarak langkahnya kian terbatas. Namun, kaki itu masih sanggup menapaki jalan menuju rumah-Nya. Oh, ibu… keberkahan selalu melimpahimu.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/01/ibuku-sayang/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed