
Sign up to save your podcasts
Or


Dukung Moderasi, (Bukan) Jalan Resolusi
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice Over Talent: Dewi n
NarasIPost.com-Semakin mendekati akhir zaman, anehnya kaum muslim malah banyak yang beralih memilih Islam kaffah sebagai resolusi. Padahal, syahdan dikatakan jika umat akhir zaman adalah seburuk-buruk umat. Padahal, Islam kaffah sangat berbahaya bagi eksistensi kedigdayaan para bangsa kolonial. Maka liberalisasi haruslah digencarkan agar kaum muslim semakin jauh dari agamanya.
Sayangnya, kaum muslim tak terkecoh dengan istilah ‘Islam liberal’, mereka hanya butuh ganti istilah menjadi ‘Islam moderat’ untuk dengan senang hati menerima ide-ide yang sama dengan pendahulunya. Bukankah mudah untuk mengelabui kaum muslimin? Padahal, dulu kaum kafir mati-matian menciptakan segala uslub agar pikiran kaum muslim teracuni. Ternyata kuncinya hanya ada pada Khilafah.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/29/dukung-moderasi-bukan-jalan-resolusi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ketika Banjir Melanda
Oleh. Misnawati
Voice Over Talent: Mels
NarasiPost.Com-Pagi itu kudengar kabar berita
Air terus membumbung tinggi
Rumah- rumah roboh tenggelam
Hari itu sungguh mencekam, mendebarkan
Akibat keserakahan juga gensi
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/04/ketika-banjir-melanda/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ketika Cinta Menyapa
Oleh. Deena Noor
Voice Over Talent: Sarah
NarasiPost.Com-Ketika cinta menyapa, dunia seolah dipenuhi bunga-bunga. Semua tampak indah di pandangan mata. Warna-warni pesona menghanyutkan logika. Cinta tak hanya menawan, tetapi ia bisa menjadi sumber kekuatan. Itulah cinta.
Anakku, cinta merupakan fitrah manusia. Rasa ini ada pada siapa saja. Setiap orang bisa merasakannya. Ia bisa hadir tanpa diduga, tanpa rencana dan tiba-tiba.
Setiap orang ingin dicintai dan mencintai. Begitu pula dirimu, Anakku. Di usiamu yang beranjak remaja, ibu yakin kau mulai merasakan getar-getar rasa yang tak biasa. Ada rasa aneh muncul di dalam hati kala memandang satu sosok lawan jenis. Dia yang semula biasa saja, kini menjadi tampak istimewa di mata. Sosoknya mulai membayangi lamunan dan pikiran.
Tak mengapa bila kau mulai jatuh cinta sebab kau pun punya rasa. Rasa itu melekat pada manusia seperti kita. Allah yang menciptakannya. Sebagaimana kita yang diciptakan oleh-Nya dengan cinta.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/29/ketika-cinta-menyapa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pokoknya Malas Itu Musuh Gue!
Oleh. Ahsani Ashri, S.Tr.Gz
Voice Over Talent: Putri
NarasiPost.Com-Jiwa yang gundah dihasilkan dari kadar keimanan yang payah. Jiwa yang usang dihasilkan dari spirit rohani yang lemah. Seseorang yang tertimpa masalah merasa seolah dirinyalah yang paling susah, padahal ada orang yang lebih susah. Seorang pemalas akan didera dengan kehidupan yang susah.
Malas, siapa sih yang belum pernah merasakan malas? Pasti hampir setiap orang pernah merasakannya kan? Sebab, setiap orang memiliki gharizah (naluri) yang dianugerahkan dari Sang Pencipta. Namun, apakah malas itu merupakan hal yang benar? Umumnya sih, orang berpikiran kalau malas itu perbuatan buruk. Karena memang nggak ada faedahnya sama sekali. Nggak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang cinta kemalasan, kecuali ya pelaku malas itu sendiri. Allah dan para nabi dan juga rasul juga benci kepada orang yang malas.
Sob, tau nggak? Ternyata kalau kita mau perhatikan, kemalasan itu ada kemalasan pasif dan aktif. Kemalasan pasif itu sama sekali nggak ada aktivitas, kerjaannya hanya bengong dan melamun saja. Orang yang sudah malas seperti itu, biasanya udah nggak tergerak melakukan sesuatu. Salat malas, ngaji malas, belajar malas, kerja juga malas. Pokoknya hanya bengong bin cengo.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/20/pokoknya-malas-itu-musuh-gue/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Perang Uhud, Introspeksi Besar Kaum Muslim atas Ketaatan kepada Pemimpin
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice Over Talent: Dewi n
NarasiPost.Com-Kemenangan perang Badar membawa euforia tersendiri bagi kaum muslim. Mereka telah terbebas dari belenggu bayang-bayang penyiksaan dan penindasan Quraisy. Mereka pun telah membuktikan bahwa hijrah telah membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik. Namun atmosfer berbeda menyelimuti Quraisy di Makkah. Mereka tenggelam dalam kesedihan mendalam atas kekalahan dan kematian orang terdekat mereka.
Kebencian dan kedengkian yang telah lama tertanam, seolah terpupuk menjadi dendam kesumat kepada kaum muslimin. Mereka pun bersumpah akan membalas kekalahan Badar dengan kemenangan di peperangan yang akan datang. Dengan sumpah itu, mereka bergegas menyiapkan suasana perang, baik dari semangat maupun perbekalan.
Kaum muslim yang baru mendapat kabar persiapan Quraisy pun segera berunding, maju atau tetap di tempat dan menunggu. Keputusan diambil dalam waktu singkat, bahwa kaum muslimin akan maju menyongsong Quraisy dalam pertempuran. Pasukan yang berjumlah sekitar 1000 orang, mulai berangkat menuju Uhud. Namun, gembong munafikin Abdullah bin Ubay bin Salul, berhasil menghasut kaum muslim dan membawa sekitar tiga ratus pasukan kembali ke Madinah. Kepulangan mereka mengguncang jiwa-jiwa kaum muslim lainnya, Namun tujuh ratus yang tersisa tetap setia menemani Rasul hingga sampai di Uhud.
Bakti Rumini Menggemparkan Pertiwi
Oleh. Rochma Ummu Arifah
Voice Over Talent: Dewi n
NarasiPost.Com-Erupsi Gunung Semeru yang terjadi awal bulan Desember ini masih saja menyisakan sejumlah kisah. Mulai dari penanganan dan pencarian korban yang tertimbun pasir sampai pertanyaan mengenai bagaimana sistem mitigasi yang telah dijalankan di sana. Satu cerita menarik dan mengharukan yang menggemparkan negeri di balik peristiwa Semeru ini adalah sosok Rumini, seorang wanita yang ikut meninggal tertimbun pasir bersama dengan ibunya yang sudah tua renta.
Kisah Rumini
Kisah Rumini terungkap saat penemuan korban erupsi Semeru. Jasad Rumini ditemukan bersama dengan seorang wanita tua yang terkuak sebagai ibunya. Ibunda Rumini, yakni Bu Salamah sudah berusia lanjut dan tak mampu berjalan. Diduga, Rumini tak tega membiarkan ibunya sendirian jika dia tinggalkan untuk ikut berlari menyelamatkan diri dari serbuan erupsi Semeru. Sehingga, akhirnya keduanya ditemukan tewas dalam keadaan tertimbun pasir.
Mengetahui kisah Rumini, publik menjadi terharu oleh bakti sang anak kepada ibunya. Bahkan, tribute untuk Rumini juga digaungkan di sosial media guna menggenangnya. Rumini muncul sebagai sosok teladan yang patut ditiru.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/05/bakti-rumini-menggemparkan-pertiwi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Fathu Makkah: Resolusi Kaum Muslim dan Introspeksi Quraisy
Oleh. Dia Dwi Arista
(Kontributor Tetap NarasiPost.Com)
Voice Over Talent: Dewi n
NarasiPost.Com-Ingatkah jalan terjal yang dilewati oleh Rasulullah saw. dan kaum muslim ketika melakukan babat alas dalam menyiarkan Islam kepada suku Quraisy di Makkah? Kisah kesabaran luar biasa yang ditunjukkan oleh Nabi saw. dan para sahabat dalam menanggung segala penganiayaan demi tersebarnya dakwah Islam ke penjuru Makkah.
Muhammad bin Abdullah diutus menjadi nabi dan rasul ketika puncak kepercayaan masyarakat terukir pada dirinya. Hingga belau digelari ‘Al-Amin’ dengan makna ‘yang terpercaya’, tak ada satu pun manusia yang bernyawa di Makkah pada saat itu, kecuali meletakkan sepenuh hatinya kepada Muhammad.
Namun, semua sifat dan akhlak Muhammad seperti sirna di mata dan hati Quraisy tatkala suatu hari Muhammad berdiri di hadapan mereka, menyeru bahwa kini ia adalah seorang nabi dan rasul. Allah telah mengutusnya untuk mengembalikan manusia dari penyembahan selain-Nya, kepada penyembahan hanya kepada-Nya.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/29/fathu-makkah-resolusi-kaum-muslim-dan-introspeksi-quraisy/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
KANGEN
Oleh: Bedoon Essem
Voice Over Talent: Mels
NarasiPost.Com-Semua sajak kerinduan telah kulantunkan
Semua kata seakan tak sanggup mengungkapkan
Telah kutuliskan semua elegi
Hampir seabad..
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/kangen/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Boneka dalam Pandangan Islam
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Dewi n
NarasiPost.Com-Indonesia kembali dihebohkan dengan berita viralnya beberapa selebritas yang mengaku mempunyai atau mengasuh spirit doll (boneka arwah), yang mereka perlakukan layaknya bayi sungguhan. Mereka melayaninya, mengasuhnya, dan merawatnya laksana merawat anak-anak mereka. Bahkan, ada yang menganggap boneka-boneka tersebut calon ahli warisnya. Sekilas boneka itu memang terlihat lucu, dengan bentuk mirip bayi manusia sungguhan, namun sesuai dengan namanya spirit doll, boneka-boneka tersebut dipercaya telah dimasukkan roh atau jin di dalamnya. Bagaimana Islam memandang hal ini?
Mayoritas para ulama mazhab Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambali, mereka berpendapat bahwa Islam mengharamkan membuat gambar atau patung berbentuk makhluk, kecuali untuk boneka mainan anak-anak. Al-Qadhi ‘Iyadh telah menukil kebolehan tersebut dan ia mengatakan bahwa mayoritas ulama berpendapat demikian. Demikian pula Imam Nawawi dalam Syarah Muslimnya telah mengikuti pendapat ini. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa larangan gambar atau patung itu dikecualikan jika dimaksudkan bagi boneka anak-anak, dikarenakan ada dalil yang menunjukkan keringanan akan hal ini.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/04/boneka-dalam-pandangan-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jangan Pernah Lelah
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Mels
NarasiPost.Com-Dalam gegap gempita dakwah
Jangan pernah lelah
Kawan, kau tak sendiri
Berjuang memanglah berat
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/23/jangan-pernah-lelah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed