
Sign up to save your podcasts
Or


Semarak Sambut Natal di Arab Saudi, Bukti Salah Kaprah dalam Toleransi
Oleh. Neneng Sri Wahyuningsih
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Beberapa waktu silam, Arab Saudi dihebohkan dengan perayaan Riyadh Season. Kali ini digemparkan dengan semarak menyambut perayaan hari kelahiran yang dianggap tuhan. Padahal sebelumnya perayaan tersebut sangat tabu dan dilarang di negeri ini. Namun, kini fakta berbicara lain.
Seperti diwartakan dalam Detik.com (26/12/2021), pemandangan Natal tahun ini sungguh berbeda. Beberapa ekspatriat mengatakan bahwa perayaan kali ini sangat istimewa karena di cafe, restaurant, dan beberapa tempat lainnya disulap dengan pernak-pernik khas Natal.
Miris. Negeri yang dikenal sebagai penjaga Haramain, kental dengan nuansa Islamnya, justru sekarang lebih liberal. Semeriah apakah perayaan Natal tahun ini? Sebenarnya mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah Arab Saudi telah terjebak dalam arus toleransi beragama? Lantas bagaimana pandangan Islam terkait toleransi tersebut?
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/06/semarak-sambut-natal-di-arab-saudi-bukti-salah-kaprah-dalam-toleransi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Chicago Syndrome, Kala Pembangunan Hanya Bervisi Dunia
Oleh. Deena Noor
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Dunia kini makin maju. Teknologi telah kian canggihnya. Alat komunikasi dan transportasi berkembang semakin pesat hingga bisa mempermudah dan mempersingkat waktu. Kota-kota di dunia saling berlomba menampilkan wajah modernnya. Berbagai fasilitas penunjang kehidupan dan gaya hidup manusia tersedia dalam beragam rupa.
Banyak pembangunan terjadi di mana-mana. Gedung-gedung tinggi menjulang mencakar langit. Pertokoan dengan interior mewah yang menyajikan berbagai macam kebutuhan. Jalan-jalan kota yang tertata rapi. Kendaraan canggih siap mengantarkan penumpangnya ke mana saja dalam waktu singkat. Manusia-manusia berlalu lalang dengan sibuknya seolah dikejar waktu.
Secara fisik, kemajuan itu tampak dari luarnya. Apa yang terlihat mata begitu luar biasa. Membuat mulut tak berhenti untuk berdecak kagum. Geliat perekonomian masyarakatnya juga hebat.
Namun, di balik kemegahan kota dan masyarakatnya tersebut terdapat kondisi sosial yang amat memprihatinkan. Kemajuan ekonomi nyatanya justru menghasilkan kemerosotan peradaban. Manusianya kaya, tapi tak bahagia. Kriminalitas merajalela, kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat, jumlah bunuh diri meninggi, angka pernikahan terus menurun, dan jumlah kelahiran rendah merupakan dampak dari kemajuan ekonomi semu ini.
Bila kita melihat fakta dan data yang ada, akan ditemukan bahwa ragam persoalan yang terjadi dalam hidup umat manusia kini makin meningkat dan kompleks. Teknologi boleh makin canggih, namun masalah yang muncul malah bertambah rumit. Kemajuan dalam berbagai bidang justru membuat manusianya semakin mundur moralitasnya
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/31/chicago-syndrome-kala-pembangunan-hanya-bervisi-dunia/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pesona Peradaban Islam
Oleh. Sri Maya, Ummu Nabila
Voice Over Talent: Mels
NarasiPost.Com-Allahu akbar!! Allahu akbar!! Allahu akbar!”
Sungguh, perjuangan yang mulia
Begitu mudahnya Islam menyinari alam semesta
Siapa yang tak kenal
Kisah beliau dikabarkan oleh Baginda
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/23/pesona-peradaban-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
KET, Benarlah Manusia Tidak Kuasa Dengan Tubuhnya
Oleh. Rery Kurniawati Danu Iswanto
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Allah Swt. berfirman dalam QS. Az Zukhruf ayat 87, “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan mereka? Niscaya mereka menjawab Allah. Maka, bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?”
Setiap manusia sejatinya telah mengakui bahwa Allahlah penciptanya. Sebagai makhluk yang lemah sungguh tidak ada daya dan upaya melainkan karena kekuasaan Allah saja yang membuat manusia hidup dan berada di dunia. Sebagai contoh, jika Allah berkehendak terjadi gangguan pada kehamilan, maka demikianlah jadinya. Sebagaimana salah satu masalah kehamilan yaitu berakhirnya kelangsungan hidup dari pertemuan sel telur dan sperma untuk menjadi janin karena tumbuh di luar tempat yang seharusnya. Bagi orang awam mungkin sulit memahaminya. Dalam dunia medis atau kebidanan masalah ini disebut dengan istilah KET (kehamilan ektopik terganggu).
Kehamilan seharusnya terjadi di dalam rahim. Apa jadinya jika kantong kehamilan tumbuh di luar rahim? Pada KET, umumnya kantong kehamilan tumbuh dan berkembang di saluran telur atau tuba fallopi. Dengan demikian, kantong kehamilan tidak dapat tumbuh sebagaimana pertumbuhan kehamilan normal di dalam rahim.
Tuba fallopi adalah saluran kecil yang berada di bagian kiri dan kanan rahim yang berfungsi untuk mengantarkan sel telur dari ovarium ke rongga rahim. Pembuahan (pertemuan sel telur dan sperma) terjadi di saluran ini, hingga kemudian sel telur yang telah dibuahi tersebut masuk ke rongga rahim. Selanjutnya kehamilan akan berkembang di dalam rahim. Secara fisiologis, rahim manusia dapat membesar 10 kali lebih besar dari ukuran semula, bahkan lebih. Dari ukuran kurang lebih sebesar telur ayam dengan rata-rata berat 60 gram, hingga mencapai berat 1000 gram pada akhir kehamilan dan dapat menampung 1 atau lebih janin didalamnya. Masyaa Allah
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/21/ket-benarlah-manusia-tidak-kuasa-dengan-tubuhnya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dating Violence, Buah Sistem Sekuler
Oleh.Eni Imami, S.Si
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Kasus bunuh diri seorang mahasiswi asal Mojokerto Jawa Timur di pusara ayahnya menjadi perbincangan publik. Korban diduga menenggak racun akibat depresi berat. Tak sanggup menanggung beban dan tekanan karena ulah pacarnya.
Berawal dari kenalan lalu pacaran, terjadilah hubungan layaknya suami istri hingga hamil. Selama pacaran, korban pernah melakukan aborsi sebanyak dua kali. Kini, korban memilih mengakhiri hidupnya dan sang pacar seorang anggota Polri mendekam di penjara.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Bintang Puspayoga, menilai kasus tersebut termasuk dalam kategori kekerasan dalam pacaran atau dating violence. Bintang menegaskan kekerasan dalam berpacaran dapat menimbulkan penderitaan secara fisik maupun mental. Tak hanya itu, kekerasan dalam pacaran juga dapat merampas hak seseorang, baik di khalayak umum maupun dalam kehidupan pribadi. (detik.com, 5/12/2021)
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/20/dating-violence-buah-sistem-sekuler/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tawuran
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Mels
NarasiPost.Com-Hebat
Tak ada guna ayat suci
Tak fungsi akal
Garang mata setajam pedang
Begitu mudah mengayunkan senjata
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/02/tawuran/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jalan Panjang Menggapai Jaminan Mutu Pendidikan
Oleh. Dira Fikri
Voice Over Talent: Dewi n
NarasiPost.Com-Pandemi Covid-19 telah mengubah sebagian besar sistem tatanan dunia saat ini. Tak terkecuali dalam dunia pendidikan kita. Sejak awal tahun 2020 lalu, Indonesia juga tidak lepas dari badai pandemi yang membuat pembelajaran kita sebagian besar beralih ke media daring (online). Pengurangan pembelajaran tatap muka harus dijalani, demi kemaslahatan yang lebih besar, melindungi nyawa manusia.
Kerugian belajar (learning loss) juga terjadi. Meski sebelum pandemi kerugian belajar juga telah kita alami akibat kesenjangan pendidikan antarwilayah dan kelompok sosio-ekonomi. Menurut Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikbudristek RI, ada kesenjangan di wilayah timur dan barat Indonesia dalam hasil belajar literasi dan numerasi siswa. Bahkan siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar, seperti buku teks cenderung tertinggal lebih jauh daripada yang memilikinya. Belum lagi faktor internal keluarga seperti ibu siswa yang tidak bisa membaca akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Sebelum pandemi, data PISA menunjukkan bahwa sekolah yang melayani siswa dari keluarga miskin secara rata-rata tertinggal 3 sampai 4 tahun pelajaran dibanding yang melayani siswa dari kelas sosial-ekonomi atas. Dan bisa dipastikan akan meningkat angka kesenjangannya akibat pandemi. Hal ini belum ditambah dari aspek emosional dan spiritual yang merupakan aspek penting dalam pembelajaran.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/07/jalan-panjang-menggapai-jaminan-mutu-pendidikan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Film Yuni, Propaganda Liberalisasi Berperilaku Melalui Industri Hiburan
Oleh. Erlina YD
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Awal Desember 2021 telah dirilis sebuah film berjudul Yuni. Film ini berlatar di Serang, Banten dengan menonjolkan budaya patriarki yang kuat. Penguatan budaya ini dipertegas lagi dengan menggunakan bahasa Jawa Serang dalam seluruh dialognya.
Yuni sebagai karakter utama dalam film ini digambarkan sebagai anak SMA yang ingin meraih cita-citanya bersekolah tinggi hingga jenjang kuliah. Pada saat masih berstatus pelajar, Yuni sudah mendapatkan lamaran dari pria hingga tiga kali. Semua lamaran itu ditolak Yuni. Menurut adat setempat, pamali jika seorang perempuan menolak lamaran hingga tiga kali. Dengan penolakan ini, si perempuan juga tidak akan bisa menikah.
Yuni pun akhirnya mendobrak semua tekanan dalam hidupnya dengan pilihannya sendiri sebagai seorang perempuan. Pilihan yang menurutnya bisa memberikan kebebasan dan kebahagiaan.
Sutradara film Yuni, Kamila Andini mengungkapkan bahwa ini adalah film tentang pembebasan diri seorang perempuan. Ide film ini didapatkannya ketika berbincang dengan seorang ibu yang memiliki seorang putri dan harus menikah dalam usia muda. Kamila juga menyampaikan bahwa film ini menyelipkan isu tentang perempuan yang mencoba membebaskan diri dan melawan norma sosial daerah tentang kodrat perempuan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/02/film-yuni-propaganda-liberalisasi-berperilaku-melalui-industri-hiburan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Islam Menyelesaikan Persoalan Rezeki
Oleh. Rochma Ummu Arifah
Voice Over Talent: Dewi n
NarasiPost.Com-Di era kapitalis ini, terlebih dengan serangan pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun, urusan mencari penghidupan menjadi hal yang semakin sulit dijalani dari hari ke hari. Dalam menyelesaikan hal ini, Islam punya tuntunannya.
Beristigfar
Dalam surah Nuh ayat 10 sampai 12 disebutkan, “Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”
Dari ayat ini dapat diambil ibrah bahwa sejatinya persoalan rezeki akan terselesaikan dengan satu amalan, yaitu beristigfar. Istigfar adalah memohon ampunan kepada Allah, sebagai Tuhan kita. Dengan melakukan amalan ini, masih disebutkan di dalam ayat ini, bahwa Allah akan menurunkan hujan yang lebat dari langit serta memperbanyak harta dan anak-anak dan juga mendatangkan kebun dan sungai untuk dapat kita manfaatkan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/29/islam-menyelesaikan-persoalan-rezeki/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dana Fantastis di Balik Derasnya Arus Moderasi Beragama
Oleh. Sherly Agustina, M.Ag
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Melihat adanya berbagai upaya yang merusak pemahaman umat Islam, membuktikan firman Allah Swt. di dalam Al-Qur’an, di antaranya surat As-Shaf ayat 8, “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.”
Pengarusutamaan moderasi beragama telah berjalan di berbagai level dan elemen. Anggaran yang digelontorkan pun tak main-main. Dilansir dari Republika.id, (28/9/21), pada malam peluncuran Aksi Moderasi Beragama yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) secara daring dan luring, Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, mengatakan anggaran moderasi beragama lintas direktorat jenderal tahun 2021 mencapai Rp3,2 triliun.
Padahal, anggaran moderasi agama lintas direktorat jenderal sebelumnya adalah Rp400 miliar. Naiknya anggaran sangat fantastis. Pasalnya, kenaikan anggaran ini masih dalam kondisi pandemi yang belum usai dan kondisi perekonomian pun belum benar-benar stabil. Kemiskinan masih menjadi masalah di negeri ini, berdasarkan data BPS per Maret 2021 jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 27,54 juta orang.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/04/dana-fantastis-di-balik-derasnya-arus-moderasi-beragama/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed