Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Reuni 212, Sarana Kuat Satukan Umat

    Reuni 212, Sarana Kuat Satukan Umat

    Oleh. Atien

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh . Peribahasa tersebut sepertinya pas untuk menggambarkan kekompakan peserta reuni 212. Para peserta tetap semangat meskipun menghadapi berbagai rintangan.

    Rintangan tersebut bisa dilihat dari gagalnya penyelenggaran reuni 212 yang seharusnya bertempat di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

    Kegagalan itu diakibatkan karena massa reuni 212 diadang oleh pihak kepolisian. Berbagai ruas jalan menuju area Monas ditutup. Massa akhirnya membubarkan diri, padahal beberapa kelompok massa sudah berdatangan sejak subuh. (2/11/2021, CNNIndonesia)

    Apa yang menimpa peserta reuni 212 menjadi pelajaran bagi kita semua. Semangat pantang menyerah terlihat nyata. Massa reuni yang berasal dari seluruh penjuru negeri berkumpul dan bersatu atas nama Islam. Ghirah reuni 212 yang muncul pertama kali pada 2016 masih membara. Pangkal reuni 212 yang bermula dari kasus Ahok ternyata melahirkan aksi-aksi lanjutan untuk membela dan menjaga Islam. Aksi-aksi yang digelar pasti atas nama Islam. Massa bergerak untuk membela Islam, Al-Qur’an, ulama maupun simbol-simbol Islam.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/15/reuni-212-sarana-kuat-satukan-umat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Wahai Istri, Seberapa Besar Jasamu Kepada Suami?

    Wahai Istri, Seberapa Besar Jasamu Kepada Suami?

    Oleh. Rochma Ummu Arifah

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasIPost.Com-Setiap wanita muslimah yang memahami syariat dengan benar pastilah memiliki keinginan untuk terkategorikan sebagai wanita salihah. Karena wanita salihah erat kaitannya dengan ciri dari wanita penghuni surga.

    Berharap bisa mendapatkan pendamping hidup yang saleh dan anak-anak yang membanggakan diri di hadapan Sang Pemberi Kehidupan. Sebagaimana doa yang selalu diucapkan yang tertulis dalam surat Al-Furqon ayat 74, yang artinya berbunyi, “Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Ciri-ciri Wanita Penghuni Surga

    Ada sejumlah dalil, baik ayat Al-Qur’an dan hadis yang menerangkan mengenai sejumlah ciri yang melekat para diri seorang wanita sehingga dia dapat dikategorikan sebagai wanita salihah. Bahkan, wanita salihah ini disebutkan sebagai penghuni surga.

    Salah satu hadis tersebut adalah hadis yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i, dari Abdullah Bin Abbas, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Maukah kalian kuberitahu istri-istri kalian yang termasuk penghuni surga? Dia adalah yang penyayang, yang subur, yang banyak memberikan jasanya kepada suaminya, yang jika ia menyakiti suami atau disakiti suami, maka dia akan datang lalu menggapit tangan suaminya kemudian berkata, “Demi Allah, saya tidak akan bisa memejamkan mata hingga engkau menjadi rida.” (Hadis riwayat An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubra).


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/16/wahai-istri-seberapa-besar-jasamu-kepada-suami/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Aturan Baru Penerbangan, Waspadai Covid-19 Gelombang Ketiga?

    Aturan Baru Penerbangan, Waspadai Covid-19 Gelombang Ketiga?

    Oleh. Ikhtiyatoh, S.Sos

    (Penulis, Pemerhati Sosial dan Politik)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Masyarakat kembali gaduh. Muncul narasi kebijakan PPKM level 3 menjelang Natal dan tahun baru, serta aturan baru penerbangan sengaja dibuat agar tes PCR laku.

    Sebagaimana diberitakan bahwa menjelang Natal dan tahun baru, pemerintah menetapkan PPKM level 3 di seluruh daerah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021. Kebijakan PPKM level 3 dilakukan untuk mewaspadai Covid-19 gelombang ketiga. Selama masa PPKM, maskapai Garuda Indonesia kembali mewajibkan tes polymerase chain reaction (PCR), baik bagi penumpang domestik maupun internasional. Keputusan rapat kabinet, aturan terbaru penerbangan berlaku mulai 24 November dan bisa diakses di situs resmi www.garuda-indonesia.com.

    Penumpang yang melakukan penerbangan dari atau menuju Jawa, penerbangan dari atau menuju Bali serta penerbangan di dalam Jawa harus menunjukan bukti vaksin dosis pertama, serta surat keterangan hasil negatif RT-PCR yang berlaku 3×24 jam sebelum penerbangan. Begitu pula bagi yang telah melakukan vaksin lengkap, harus disertai surat keterangan hasil negatif RT-PCR yang berlaku 3×24 jam sebelum penerbangan atau surat keterangan hasil negatif rapid antigen yang berlaku 1×24 jam sebelum penerbangan.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/07/aturan-baru-penerbangan-waspadai-covid-19-gelombang-ketiga/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Narasi Teroris Menjegal Para Aktivis

    Narasi Teroris Menjegal Para Aktivis

    Oleh. Nita Savitri

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Miris. Menjelang berakhirnya tahun 2021, rakyat masih disuguhi narasi teroris yang berakibat ditangkapnya sejumlah aktivis. Meski pandemi belum usai, tuduhan teroris selalu mengena kepada individu atau kelompok muslim. Narasi yang dipahami sebagai tindak kejahatan yang membahayakan masyarakat.

    Penangkapan tiga ulama di pertengahan November 2021 pun menjadi pamungkasnya. Ustaz Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al-Hamat telah ditangkap dengan dugaan terorisme oleh Densus 88 Antiteror Polri. Ketiganya diduga terlibat aktif dalam yayasan amal jaringan teroris JI (Jemaah Islamiyah). Keberadaan mereka sebagai pengurus dalam Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA) menjadi penguat dugaan tersebut.

    Menurut Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar, ketiganya telah resmi ditahan selama 120 hari ke depan. Penahanan bertempat di rutan milik Densus 88. Penangkapan tiga ulama tersebut berdasar pengakuan 28 tersangka teroris JI yang sudah ditangkap sebelumnya (detiknews, 7/12/21). Sebelumnya juga dilakukan penangkapan terhadap delapan orang yang diduga terlibat jaringan teroris kelompok Jemaah Islamiyah (JI) di Lampung pada periode akhir Oktober sampai awal November 2021. Kepolisian pun juga menyita 791 dan 500 kotak amal dalam aksi tersebut (Suara.com, 9/11/21).


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/17/narasi-teroris-menjegal-para-aktivis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Simulasi Kiamat

    Simulasi Kiamat

    Oleh. Wening Cahyani

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Meletus! Ya, Gunung Semeru yang terletak antara kabupaten Malang dan Lumajang telah memuntahkan lahar panas. Perlahan tapi pasti, awan panas Semeru bergerak menyapu perkampungan di sekitarnya. Masyarakat berlari tunggang-langgang menyelamatkan diri dari bencana. Meskipun dari mereka ada yang tidak selamat. Mereka mengalami luka bakar bahkan ada yang meninggal.

    Bencana memang sudah sering terjadi. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, dan gunung meletus. Kejadian ini pun sejak dulu sudah terjadi bahkan di masa para nabi.

    Banyak dari sebagian orang berpendapat, bencana merupakan kejadian alam yang bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Misalnya gempa bumi terjadi karena pergeseran lempeng bumi. Banjir bandang karena curah hujan yang tinggi dan pembuangan sampah di sungai. Cuaca ekstrem yang menimbulkan badai dan menyebabkan petani gagal panen.

    Namun, apakah hanya berhenti sampai di sini? Penyikapan terhadap terjadinya bencana dipengaruhi oleh pemahaman orang tersebut terhadap kehidupan secara menyeluruh. Pemahaman yang dikaitkan dengan penciptaan, tujuan hidup, dan alam setelah kematian.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/17/simulasi-kiamat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Munculnya Virus Covid-19 Omicron,Bukti Kegagalan Rezim Global Kendalikan Penyebaran Virus

    Munculnya Virus Covid-19 Omicron,Bukti Kegagalan Rezim Global Kendalikan Penyebaran Virus

    Oleh. Ahsani Ashri, S.Tr.Gz.

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Pandemi Covid-19 belum usai, namun dunia telah digegerkan kembali dengan varian baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menamakan varian baru virus Covid-19 yang teridentifikasi di Afrika Selatan pada 9 November lalu, sebagai Omicron. Varian baru ini masuk ke dalam daftar perhatian WHO. Jumlah kasus positif akibat varian baru ini mengalami peningkatan hampir di semua provinsi di Afrika Selatan.

    Hal ini menimbulkan pertanyaan, seberapa besar efikasi vaksin Covid-19? dilansir dari ABCNews, (30/11/2021) Profesor Tony Cunningham mengatakan bahwa varian Omicron dapat menginfeksi orang-orang yang telah di vaksinasi. Para pakar berpendapat, vaksinasi yang ada hampir dipastikan masih belum bisa efektif menghadapi varian baru ini. Kelihaian virus ini bermutasi, membuat manusia kebingungan sebab wujudnya tak kasat mata.

    Di sisi lain, dr. Francis Collins, selaku Direktur Nasional Institutes of Health, memperingatkan bahwa omicron memiliki begitu banyak mutasi dan lebih dari 50 varian yang membuatnya berbeda dari virus aslinya, seperti dilansir di laman Eat This Not That, Rabu (1/12). Kemunculan virus Covid-19 varian baru ini mendorong sejumlah negara mengambil langkah dalam upaya pencegahan, termasuk Pemerintah Indonesia akhirnya mengambil langkah pengetatan kedatangan dari luar negeri. (Bbc.com, 27/11/2021)

    Dikutip dari Tribunnews.com (28/11/2021), omicron bisa meningkatkan postivity rate dalam kurun waktu tiga minggu. Bahkan dalam kurun waktu dua minggu, varian baru ini, bisa mendominasi transmisi kasus 75 persen di tengah kasus varian delta. Omicron ini diprediksi memiliki tingkat kecepatan penularan hingga 500 persen lebih cepat dibanding Covid-19 awal. Pertanyaanya, kapan pandemi akan berakhir, jika kemunculan kasus atau varian baru berangsur tak terkendali?


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/08/munculnya-virus-covid-19-omicronbukti-kegagalan-rezim-global-kendalikan-penyebaran-virus/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Atasi Kekerasan dan Pergaulan Bebas hingga Tuntas

    Atasi Kekerasan dan Pergaulan Bebas hingga Tuntas

    Oleh. Nina Marlina, A.Md

    (Muslimah Peduli Umat)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Jagat maya digemparkan dengan kasus bunuh diri seorang mahasiswi. Kasus ini menambah deretan panjang kasus bunuh diri. Beritanya sempat menjadi trending di twitter.

    Berita yang sedang viral ini adalah kasus Novida Widyasari (23 tahun) yang bunuh diri usai menenggak racun pada 2 Desember 2021 pukul 15.30. Ia ditemukan tewas di samping makam ayahnya di pemakaman umum Dusun Sugihan, Mojokerto. Usut punya usut ia mengalami depresi akibat tekanan dari kekasihnya agar melakukan aborsi buah cinta terlarang mereka.

    Sebagaimana diketahui, kekasihnya adalah oknum Kepolisian bernama Bripda Randy Bagus. Ia bertugas di Polres Pasuruan. Kini ia telah ditetapkan menjadi tersangka. Menurut pengakuan tersangka, korban telah melakukan aborsi sebanyak 2 kali (Okezone.com, 05/12/2021).

    Sungguh miris dan menyayat hati. Aksi bunuh diri karena depresi kembali terjadi. Kasus ini terbukti bermula dari pacaran atau pergaulan bebas. Pacaran ini memang telah menjadi pintu perzinaan dan dosa besar lainnya. Kehamilan yang tak diinginkan selalu berujung aborsi.

    Nilai-nilai sekuler dan liberal telah menghiasi kehidupan pemuda saat ini. Gaul bebas menjadi kebiasaan. Tidak ada perasaan takut melakukan seks bebas. Mereka tak berpikir panjang dan takut akan konsekuensinya. Pergaulan bebas ini sering berujung pula pada persengketaan hingga pembunuhan.

    Penyebabnya pertama, lemahnya keimanan. Sistem sekuler menyebabkan agama tidak mengatur aspek kehidupan manusia. Termasuk dalam sistem pergaulan. Akibatnya, masyarakat gaul bebas tanpa batas. Ketika iman lemah, nafsu terus membuncah. Mudah melakukan dosa dan kemaksiatan.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/17/atasi-kekerasan-dan-pergaulan-bebas-hingga-tuntas/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Remaja dalam Gurita Prostitusi

    Remaja dalam Gurita Prostitusi

    Oleh. Sartinah

    (Pemerhati Masalah Publik)

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Remaja merupakan harapan bangsa yang akan mengubah peradaban. Di pundaknya, harapan perubahan hakiki diletakkan. Namun, ekspektasi tersebut tampaknya jauh dari realitas. Generasi muda justru kian kehilangan muruahnya. Hingga berubah menjadi generasi ‘rebahan’ yang rentan jatuh dalam pergaulan bebas, bahkan rawan terjerat jebakan prostitusi.

    Sebagaimana yang terjadi di Tegal, Jawa Tengah. Tempat karaoke yang berhasil digerebek pihak kepolisian, turut menyerat anak-anak di bawah umur. Dalam kasus tersebut, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat prostitusi ABG.

    Selain menyuguhkan gadis-gadis remaja sebagai pemandu lagu, tempat hiburan yang bernama Pink tersebut juga menyediakan kamar bagi tamu yang ingin melakukan kegiatan prostitusi. Tarif yang dipatok pelaku pun bervariasi, mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp60 juta. Pelaku berinisial ES, SHT, dan SHN, yang masing-masing berperan sebagai pemilik karaoke, manajer operasional, dan muncikari. Para pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana di atas 15 tahun penjara. (cnnindonesia, 13/9/2021)

    Miris. Gurita prostitusi terus menyebar. Bahkan, dewasa ini, para PSK dan pemakai jasanya pun sama-sama berasal dari kalangan remaja. Sebuah fakta pilu, tetapi lazim terjadi di tengah kehidupan yang sekuler. Fakta ini kemudian memunculkan sebuah tanya, mengapa prostitusi terus menggurita dan muskil diberantas?


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/27/remaja-dalam-gurita-prostitusi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Seruan Semeru

    Seruan Semeru

    Oleh.Dewi Fitratul Hasanah

    (Pegiat Literasi)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Innalillahiwainnailaihiroji’un. Gunung Semeru meletus pada Sabtu ( 4/12/2021). Bencana tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal, 27 orang hilang, dan 1.707 warga mengungsi. Setidaknya 2.970 unit rumah, fasilitas pendidikan, dan jembatan rusak akibatnya. (Kompas.com, 6/12/2021)

    Sebenarnya erupsi Gunung Semeru tak datang secara spontan. Atas kuasa Allah, alam pastilah akan memberi pertanda. Dan ini terbukti dari beberapa pengakuan warga setempat bahwa beberapa hari sebelum erupsi, mereka melihat

    tanda-tandanya. Mulai dari gunung yang tergores lava putih dan aliran air yang kotor.

    Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, Prof Nana Sulakna, juga memaparkan bahwa kegiatan magmatisme Gunung Semeru sudah terjadi jauh sebelum letusan.

    Namun, sangat disayangkan tidak ada peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG. Hingga akhirnya rakyat panik dan korban jiwa berjatuhan.

    Kini. Duka pilu kembali harus dirasakan rakyat di tengah hidup yang penuh keprihatinan. Seakan tak cukup terpuruk dengan impitan ekonomi dan problematika akibat dampak pandemi yang belum kunjung pergi. Rakyat dengan ketidakberdayaannya mau tak mau harus pasrah menelan segala dampak bencana atau musibah.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/16/seruan-semeru/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Fatamorgana di Balik Kata Cantik, Sebuah Pendalaman Fakta

    Fatamorgana di Balik Kata Cantik, Sebuah Pendalaman Fakta

    Oleh. Rahmiani Tiflen, Skep

    (Kontributor NarasiPost)

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Siapa sih yang tidak kepingin cantik? Semua wanita pastilah mendambakannya. Tapi sebenarnya apa sih cantik itu, nah kali ini kita akan bahas sama-sama tentang topik yang satu ini. Lets chek this out!

    Masing-masing orang pasti punya standar berbeda dalam memandang wanita cantik. Ada yang mempunyai standar bahwa wanita cantik itu harus yang berkulit putih, tinggi, langsing, rambut panjang tergerai, hitam kemilau bagaikan di iklan sampo, gigi putih bak mutiara, dan lain sebagainya. Ada juga yang beranggapan bahwa wanita cantik itu harus yang hitam manis, punya lesung pipi, rambut ikal, body aduhai, dan lain-lain.

    Standar kecantikan yang diciptakan pun berbeda-beda antara adat kebiasaan di suatu tempat dengan yang lainnya, bahkan standar ini berkembang dari masa ke masa sejak zaman the dark age hingga Renaissance . Jadi tidak ada standar baku dalam dunia kecantikan sekuler. Semuanya hanya memandang pada tampilan fisik semata.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/17/fatamorgana-di-balik-kata-cantik-sebuah-pendalaman-fakta/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com