
Sign up to save your podcasts
Or


Saat Putusan MK Setengah Hati, Peradilan Islam Memberi Keadilan Hakiki
Oleh.Ummi Nissa
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Keadilan saat ini tampaknya menjadi hal yang sulit untuk dirasakan oleh rakyat negeri ini. Terbukti dari putusan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang uji formal UU Ciptaker yang menuai polemik serta tidak memihak pada kepentingan rakyat. Sejak awal rancangan UU ini dibuat sampai berakhir di majelis Mahkamah Konstitusi (MK) tetap saja menuai permasalahan. Dalam sidang putusannya, Majelis Hakim MK menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Ciptaker cacat secara formal dan dinyatakan inkonstitusional bersyarat. Hakim ketua MK Anwar Usman membacakan putusannya bahwa UU Ciptaker ini tetap berlaku, sampai pemerintah dan DPR melakukan perbaikan dalam kurun waktu 2 tahun.
Baru kali ini selama sejarah berdirinya, Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan uji formal. Namun demikian, putusan MK ini banyak menuai kritikan dari berbagai kalangan. Pasalnya putusan ini tidak tegas membatalkan UU Ciptaker sehingga dinilai setengah hati, ambigu, dan hanya memihak pada kalangan pengusaha.
Menurut Guru Besar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, MK berupaya mengakomodasi pihak-pihak yang berkepentingan sehingga mengambil jalan tengah yang menjadikan putusan menjadi ambigu. Ia pun menilai bahwa MK melakukan uji formal UU Ciptaker untuk menilai keabsahan prosedur pembuatan UU, bukan berkaitan dengan isinya. (cnnindonesia.com, 27/11/2021)
Pendapat senada juga disampaikan oleh politikus Gerindra, Fadli Zon. Dalam akun Twitternya ia menyampaikan seharusnya UU ini dibatalkan sebab bertentangan dengan UUD 1945. Jika harus diperbaiki selama dua tahun terlalu banyak invisble hand. (detik.com, 27/11/2021)
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/12/saat-putusan-mk-setengah-hati-peradilan-islam-memberi-keadilan-hakiki/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tragedi Itu Berawal Dari Pacaran
Oleh. Eva Arlini, SE
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Kasus bunuh diri NWS menjadi tragedi asmara paling memilukan di awal pekan bulan Desember 2021. Kasusnya viral pasca tubuhnya ditemukan tergeletak tak bernyawa di dekat makam sang ayah. Di sana juga ditemukan sisa cairan racun dalam botol plastik. Diduga kuat, penyebab kenekatan itu ialah frustasi dengan hubungan asmaranya. Dikabarkan oleh media, NWS telah dipaksa aborsi dua kali oleh pacarnya. Kini kekasih NWS, Bripda Randy Bagus, dijadikan tersangka terkait kasus tersebut oleh polisi. Dari hasil pemeriksaan, telah ditemukan sejumlah bukti terkait keterlibatan anggota Polres Pasuruan itu dalam kematian NWS.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (MenPPPA) Bintang Puspayoga menyebut, kasus NWS termasuk dalam kategori dating violence. Tindakan dating violence telah mengakibatkan kesengsaraan secara fisik dan mental pada NWS. Belakangan, dari sejumlah cuitan di akun Twitter milik NWS, memang tersirat gambaran batin yang tak biasa. Rupanya, dia memilih mengakhiri hidup dengan cara minum racun.
Dalam hubungan asmara di luar nikah yang biasa disebut pacaran, dikenal istilah dating violence atau kekerasan dalam berpacaran. Dikutip dari Women Health oleh Suara.com, dating violence adalah sebentuk pelecehan fisik, seksual, emosional, atau verbal yang dilakukan seseorang pada pacarnya. Hal ini terjadi di berbagai belahan dunia. Kebanyakan dialami oleh perempuan, pada berbagai kelompok usia dan dalam hubungan normal (heteroseksual) maupun sesama jenis.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/12/tragedi-itu-berawal-dari-pacaran/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Diplopia, di Kala Satu Terlihat Dua
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-“What’s up, Bro? Kok buang napas kasar sekali? Muka kusut, mirip baju yang belum disetrika.” Tanyaku pada adik laki-lakiku yang terlihat uring-uringan.
“Aku tuh lagi bad mood nih kak.” Jawabnya.
“Wiiih.. Boleh tahu kenapa kamu bad mood?” Tanyaku penasaran.
“Itu..pembalap jagoanku kena sakit mata, jadi tidak bisa balapan lagi…” Balasnya lagi.
“Ya Allah, Bro. Kakak kira kenapa, kirain kamu kelewat salat subuh atau telat kajian, tak tahunya hanya karena pembalap jagoannya kena sakit mata.” Selorohku.
“Ih kasihan tahu, sakit matanya itu parah, dia batal balapan, padahal aku sudah menjagokan dia! Namanya penyakitnya apa ya? Di.. Di.. Diplopia! Iya Diplopia!” Jawabnya tak terima.
“Mmm, kamu tahu tidak apa itu diplopia?” Tanyaku padanya.
“Nah itu, aku tak tahu.” Jawab adikku.
“Oke, yuk kita cari tahu”
Aku pun mulai berselancar di kanal pencarian berita, ahaa..ternyata memang benar berita terkait Marc Marquez, salah satu pembalap MotoGP dari Tim Repsol Honda memenuhi laman pencarian beberapa hari ini. Diberitakan ia harus absen pada seri penutup balapan musim ini pada 12-14 November 2021 lalu, di Valencia, Spanyol. Karena juara dunia enam kali itu mengonfirmasi bahwa ia mempunyai masalah mata diplopia, sama seperti yang pernah ia alami pada tahun 2011 silam.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/30/diplopia-di-kala-satu-terlihat-dua/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Buruh Butuh Solusi Islam
Oleh. Maman El Hakiem
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Persoalan buruh atau tenaga kerja dalam sistem kapitalisme akan selalu rumit dan penuh konflik. Posisi buruh ditempatkan sebagai orang yang diupah, sementara perusahaan sebagai pengupah, namun segala kebutuhan hidup buruh seolah dibebankan kepada perusahaan. Maka, banyak sekali tuntutan buruh yang berkaitan dengan Kebutuhan Hidup Layak (KLH). Inilah akar masalahnya, negara seolah tidak dihadirkan dalam pengurusan kesejahteraan rakyat secara umum, termasuk para pekerja atau buruh.
Di lain sisi, posisi buruh juga dibebani dengan segala kewajiban membayar iuran asuransi ketenakerjaaan dan kesehatan dengan nama BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan.
Dilaporkan ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Majalengka (ABM) menuntut kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang dinilai rendah. (Tribunnews, 15/11/2021).
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/26/buruh-butuh-solusi-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Omicron Siap Menghantam Dunia, Akankah Menjadi Evolusi Terakhir?
Oleh. Witta Saptarini, S.E.
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Berharap usai dan say goodbye pada pandemi Covid-19 yang tampak melandai. Namun, kabar teranyar yang ramai diwartakan di berbagai platform digital seluruh dunia, pandemi justru berpotensi memperpanjang mimpi buruk. Pasalnya, negara-negara di dunia kini mengambil tindakan ekstrem untuk menghentikan kedatangan varian baru asal Afrika Selatan. Penghuni dunia tak kasat mata ini terus saja bermutasi dan mengguncang dunia. Ya, virus dengan nama ilmiah B.1.1.529 ini terkategori variant of concern (VOC), sebab mengandung varian-varian berbahaya sebelumnya. Dengan lonjakan transmisi, virulensi yang tinggi, serta efektif mengurangi efikasi vaksin, maka evolusi sedang terjadi ke arah yang tidak baik dan harus diwaspadai.
Seperti dilansir Youtube Channel NBC News (29/11/2021), Countries Taking Extreme Measures to Stop New Variant. Situasi kekalutan tampak dalam persiapan pembatasan perjalanan di banyak negara, sebagai upaya menghalau kedatangan varian Omicron. Amerika Serikat, salah satu negara yang berencana memberlakukan pembatasan perjalanan hingga 7 negara di sekitar Afrika Selatan. Kendatipun demikian, pernyataan otoritas setempat akan langkah ini bukanlah alasan untuk bersikap panik, melainkan alasan yang bagus untuk mendorong percepatan pencegahan penyebaran, lengkap dengan tim pengintai guna melacak penyebaran melalui data ponsel. Bahkan di negara Morocco, penerbangan masuk dihentikan selama 2 pekan. Peringatan situasi darurat pun terjadi di Israel, terlihat dari kericuhan orang-orang asing meninggalkan negara tersebut.
Namun, pernyataan melawan balik terlontar dari sang Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Beliau mendesak dan menuntut negara-negara untuk mencabut semua larangan pembatasan perjalanan. Menurutnya, hal ini menjadi bentuk ketidakadilan dan diskriminasi terhadap negaranya. Sebab, virus bersifat kosmopolit dapat hidup dan berkembang di seluruh dunia. Langkah ini pun akan berdampak pada iklim ekonomi negaranya. (News24.com, 29/21/2021)
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/10/omicron-siap-menghantam-dunia-akankah-menjadi-evolusi-terakhir/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dalam Doa Ibu
Oleh. Deena Noor
Voice Over Talent: Andrea Ausie
NarasiPost.Com-Anakku sayang, kini kau telah beranjak dewasa. Kau bukan lagi anak bayi yang suka menangis bila lapar atau haus. Kau bukan lagi anak kecil yang hanya tahu bermain-main. Tidak lagi kau merengek supaya keinginanmu terpenuhi.
Kau juga bukan lagi bocah yang hanya peduli tentang diri sendiri. Perlahan kau lepaskan cangkang egosentrisme dan egoisme yang melingkupi. Kau mulai belajar tentang pentingnya berempati dan bersimpati pada sesama. Tak melulu minta dipahami, tetapi berusaha mencoba mencerna setiap situasi dan kondisi.
Hari demi hari, kau belajar memahami hakikat kehidupan. Duniamu bukan lagi seputar kamar dan rumahmu sendiri. Ada jagat raya yang luas dengan segala macam manusia dan geliatnya. Beraneka ragam warna kau lihat setiap saat.
Banyak hal yang berbeda dengan dirimu. Tentu kau tak selalu setuju, namun ada cara yang benar bijaksana dalam menghadapinya. Jangan takut bila dirimu merasa berbeda dengan yang lain. Manusia memang tak ada yang sama. Yang terpenting adalah siapa kita di hadapan Sang Pencipta.
Seiring menanjaknya usiamu, banyak pengalaman hidup yang telah dan akan kau reguk. Asam garam kehidupan makin sering kau rasakan. Pahit getir kenyataan hendaknya dijadikan pelajaran. Pengalaman hidup menuangkan ilmu yang akan menempa diri menjadi lebih bijak.
Kini kau memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Menjalankan kewajiban sebagai muslim dewasa. Setiap lakumu bukan lagi tak berkonsekuensi. Demikian pula, dalam apa yang kau perbuat akan ada ganjaran atasnya. Pahala atau dosa, yang mana akan didapatkan? Syariat Tuhanmu telah memberi panduan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/24/dalam-doa-ibu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menggulung Mafia Tanah, Negara Harus Berbenah dengan Sistem yang Amanah!
Oleh.Renita
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Istilah mafia tanah tengah naik daun di media cetak dan elektronik seiring dengan terbongkarnya berbagai kasus pertanahan akhir-akhir ini. Merajalelanya praktik mafia tanah bukan hanya meresahkan, tetapi juga merugikan bangsa dan negara. Berbagai upaya telah dilakukan penguasa demi memberangus mafia tanah, namun nyatanya praktik culas ini masih tetap eksis tak terkendali. Hal ini seolah membuktikan bobroknya sistem dan administrasi pertanahan dalam naungan sistem hari ini.
Sebagaimana diberitakan dari viva.co.id (11/11/2021), Laksamana Muda (Laksda), Nazali Lempo, selaku Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI membongkar praktik mafia tanah di daerah Kelapa Gading yang mengklaim 32 hektare tanah milik TNI AL dan 8,5 hektare tanah milik seorang warga bernama Yudi Astono di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Tanah tersebut diklaim oleh seorang mafia tanah bernama Muhamad Fuad per tanggal 15 April 1953, menggunakan Gross Akte Eigendom Verponding Nomor 849 dan Nomor 850. Diduga surat tersebut non-identik alias palsu berdasarkan hasil uji Labkrim Publabfor Bareskrim Mabes Polri.
Permasalahan agraria di negeri ini memang tak pernah luput dari peran mafia tanah sebagai aktor utama di dalamnya. Beragam problematika seperti sengketa, konflik serta perkara agraria dan pertanahan selalu mencuat tiap tahun seolah tak berujung. Pertanyaannya, mengapa praktik mafia tanah begitu subur di negeri ini? Bagaimanakah mekanisme Islam dalam mengatur permasalahan pertanahan?
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/04/menggulung-mafia-tanah-negara-harus-berbenah-dengan-sistem-yang-amanah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menikah Tanpa Harus Kafa’ah
Oleh: Maman El Hakiem
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Berita pernikahan Putri Mako dari Kekaisaran Jepang dengan kekasihnya, Kei Komuro, beberapa waktu lalu menjadi perhatian media massa dunia. Sebagaimana diwartakan Kompas, 31/10/2021, keputusan Putri Mako untuk menikah dengan Kei Komuro membuatnya kehilangan status kerajaannya. Secara nasab Putri Mako merupakan keponakan dari Kaisar Jepang saat ini, Naruhito. Dalam aturan hukum di Jepang, anggota keluarga kekaisaran perempuan harus melepaskan status mereka. Jika ingin menikah dengan orang biasa, hal ini tidak berlaku bagi anggota kerajaan laki-laki. Kei Komuro yang kini resmi menjadi suaminya Putri Mako adalah seorang pekerja biasa tidak memiliki darah biru kekaisaran.
Pernikahan adalah akad suci yang saling mengikat. Sama halnya dengan syariat Islam yang mengatur nikah untuk menjaga keturunan dan kehormatan manusia. Bukan semata-mata untuk mendapatkan kenikmatan syahwat (gharizah nau), melainkan pula tuntunan syariat yang telah dicontohkan Rasulullah saw. Namun, bedanya Islam tidak mensyaratkan adanya kafa’ah atau sekufu bagi mereka yang akan melangsungkan pernikahan.
Pernikahan sejatinya dilandasi kerelaan masing-masing pasangan dan lebih penting lagi adalah kesadaran tentang akad nikah sebagai ikatan yang Allah Swt. ridai. Memilih pasangan harus memperhatikan beberapa hal, seperti bibit, bebet dan bobot agar di kemudian hari masing-masing pihak bisa saling memahami kekurangan dan kelebihan pasangannya. Namun demikian, bukan berarti menikah mensyaratkan sederajat atau adanya kesepadanan (kafa’ah) agar pernikahan bisa langgeng.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/03/menikah-tanpa-harus-kafaah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Gurita Mafia Tanah, Berantas Tuntas dengan Syariat Kaffah
Oleh. Yuliyati Sambas
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-“Kita kejar mafia tanah sampai ke ujung langit.” Ungkapan tegas sebagai bukti kegeraman Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A. Djalil, mendapati gurita kasus mafia tanah. Betapa tidak, konflik yang kini mencoreng muka lembaga yang ada di bawah asuhannya itu telah menjadi problem nasional dimana skala terjadinya kasus demikian mencengangkan, 242 kasus tercatat oleh BPN dari 2018-2021 dengan satu kerugian kasusnya dilaporkan hingga miliaran rupiah. Itu baru yang tercatat, fakta sesungguhnya ibarat fenomena gunung es.
Korban atas sengketa lahan yang terendus sebagai aksi mafia tanah pun beragam. Ada dari kalangan personal warga, semisal kasus artis Nirina Zubir, pejabat negara seperti Dino Patti Djalal, pengusaha/perusahaan, hingga lembaga negara semisal sengketa lahan TNI AL di Kelapa Gading Barat-Jakarta Utara.
Banyak kalangan bereaksi keras dengan kasus-kasus tersebut. Mulai dari Jaksa Agung, Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan pihak terkait lainnya, hingga tuntutan bagi DPR untuk memanggil Menteri ATR/BPN dan Kapolri pun mengemuka. (Liputan6.com, 11/11/2021)
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini tak jua membuahkan hasil. Terhitung sejak tim pencegahan dan pemberantasan mafia tanah yang berasal dari Kementerian ATR/BPN dan Polri dibentuk pada tahun 2018, ditambah lagi personil untuk memperkuat tim dengan memasukkan Kejaksaan Agung di tahun 2020. Dan kini menambah skala koordinasinya bersama komisi yudisial dan juga KPK. Namun hingga kini, oknum-oknum yang terlibat kasus mafia tanah seolah sakti mandraguna, demikian licin dalam aksinya dan tentunya kian meresahkan.
Muncul beragam analisis terkait faktor penyebab mengguritanya kasus mafia tanah,mulai dari tak adanya transparansi terkait urusan administrasi juga keterbukaan informasi pertanahan. Sampai faktor minimnya data terkait pertanahan menyebabkan demikian sulitnya proses pembuktian. Itu dari sisi buruknya birokrasi.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/08/gurita-mafia-tanah-berantas-tuntas-dengan-syariat-kaffah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Singa Lapar Bernama Perempuan, Tidakkah Melawan Kodrat Tuhan?
Oleh. Irsad Syamsul Ainun
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Di mata kapitalisme, baik laki-laki maupun perempuan memiliki persamaan kedudukan pada seluruh elemen kehidupan. Tak pandang bulu, tidak ada perbedaan termasuk dalam hal menjadi manusia berkarier.
Jika satu lelaki mampu duduk dalam kursi pemerintahan dan memimpin perang, tidak mustahil bagi perempuan. Ia pun bisa melakukan hal yang sama, bahkan lebih. Dan selama ini memang terbukti, kelahiran semboyan feminisme benar-benar telah mengubah nasib dan kodrat perempuan sebagai makhluk bertulang lunak. Pengaruh kesetaraan gender mengantarkan perempuan untuk segera menjemput kekuasaan di luar rumah, meski itu bertentangan dengan kodratnya sebagai ibu, anak gadis, dan bidadari dunia.
Kehadiran kesetaraan gender, telah mendobrak pertahanan pintu-pintu rumah kaum adam yang dengan sukarela melepaskan tulang rusuknya yang mudah patah dan bengkok ini.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/02/singa-lapar-bernama-perempuan-tidakkah-melawan-kodrat-tuhan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed