
Sign up to save your podcasts
Or


Hukuman Mati bagi Koruptor, Jargon Jantan Retorika Tanpa Bukti
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Semua orang pastilah setuju, bahwa korupsi merupakan musuh bersama. Masalahnya di negara ini, korupsi bagai penjual gorengan di pinggir jalan, mengular sepanjang jalan. Parahnya kebijakan yang diambil justru terkesan pro korupsi. Namun, tak lama ini, jargon hukuman mati bagi koruptor mencuat di tengah-tengah masyarakat. Benarkah jargon ini bisa dipertanggungjawabkan ataukah hanya sekadar retorika tanpa bukti?
Mencuatnya jargon hukuman mati bagi koruptor ramai setelah Jaksa Agung ST. Burhanuddin memberi pernyataan bahwa pihaknya sedang mengkaji hukuman mati bagi koruptor. Pernyataan ini seia sekata dengan pidato Presiden Joko Widodo ketika menyambangi pentas drama bertajuk ‘Prestasi tanpa Korupsi’ pada 9/12/2019 lalu. Jargon jantan, seakan hendak menindak tegas para tikus berdasi. Padahal, tak perlu mengkaji lebih dalam, Indonesia telah mempunyai UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) yang mengatur tentang hukuman mati bagi koruptor.
Namun, mungkin pejabat tersebut lupa hingga tak pernah menjadikan hukuman mati sebagai pilihan ketika dana bansos corona dipangkas di tangan Juliari Batubara. Sebab, menurut UU Nomor 20 Tahun 2001, hukuman mati diambil ketika melakukan korupsi saat negara dalam keadaan genting atau terkena musibah. Inilah retorika pemberantasan korupsi, alih-alih memperkuat lembaga penindak korupsi, kini Komisi Pemberantasan Korupsi malah kian terdegradasi.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/hukuman-mati-bagi-koruptor-jargon-jantan-retorika-tanpa-bukti/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Asa Memanusiakan Buruh
Oleh. Rochma Ummu Arifah
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Isu mengenai buruh dan nasib mereka sudah menjadi satu hal yang banyak disorot. Buruh menjadi satu komponen yang butuh perhatian dan kepedulian dari banyak pihak, terutama pemberi kerja dan pemerintah.
Upah Buruh
Hal yang banyak diperdebatkan mengenai buruh adalah upah yang mereka terima. Pemberian upah ini menggunakan asas yang dikenal dengan upah minimum yaitu perhitungan batas bawah atau upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah dan dibayarkan kepada buruh atau pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Sedangkan untuk upah pekerja atau buruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih, digunakan struktur dan skala upah sebagai acuan.
Penetapan upah minimum ini terdiri atas UMP dan UMK. UMP atau upah minimum provinsi adalah upah minimum yang berlaku di seluruh kabupaten/kota di dalam satu provinsi, sedangkan UMK atau upah minimum kota merupakan upah minimum yang berlaku dalam sebuah kabupaten atau kota. Tentu saja di setiap daerah akan memiliki perbedaan dalam penentuan UMP dan UMK ini. Dasar yang digunakan untuk menentukan besaran keduanya adalah pertumbuhan ekonomi daerah atau inflasi kabupaten/kota yang bersangkutan.
Dalam rangka mendukung peningkatan kesejahteraan para buruh, pemerintah pusat telah mengeluarkan keputusan tentang kenaikan upah minimum provinsi atau UMP 2022 rata-rata sebesar 1,09 persen. Dalam penetapan upah minimum tersebut, Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dijadikan sebagai acuan atau dasar dalam pengambilan keputusan. Undang-undang ini telah diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/10/asa-memanusiakan-buruh/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dua Hal yang Ditakutkan oleh Nabi
Oleh. Mariyah Zawawi
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Nabi Muhammad saw. adalah seorang nabi yang sangat peduli dengan umatnya. Kasih sayang beliau kepada umatnya membuat beliau senantiasa memikirkan kita, umatnya. Bahkan, saat beliau saw. dalam kondisi sakaratul maut, beliau masih mengingat kita. Saat itu, beliau memanggil-manggil, “Umatku, umatku, ….”
Kepedulian beliau terhadap kita, diungkapkan dalam beberapa hadis. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Khathiib. Dari Anas, beliau saw. bersabda,
أخاف على أمتي خصلتين تكذيبا بالقدر وتصديقا بالنجوم
“Aku takutkan pada umatku dua kebiasaan, yaitu mendustakan takdir dan membenarkan peramal.”
Ternyata, apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah itu pun terbukti. Dalam kitab al-Ahaadits al-Mukhtaarah fii al-Akhlaaq wa al-Aadaab, Abdullah Muhammad ash-Shiddiq al-Ghumary al-Idrisy menceritakan bahwa di masa tabi’in dan akhir masa sahabat, muncul sekelompok orang yang disebut al-Qadariyah. Mereka adalah orang-orang yang mengingkari qadar. Mereka mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi saat ini adalah hal yang baru. Artinya, semua yang terjadi tidak ditetapkan oleh Allah di masa azali. Bahkan, mereka beranggapan bahwa Allah tidak mengetahui semua itu, hingga hal itu terjadi. Sebagaimana kita tidak mengetahui segala sesuatu hingga hal itu terjadi.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/10/dua-hal-yang-ditakutkan-oleh-nabi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Wacana “Robotisasi PNS”, Solusi untuk Birokrasi?
Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Suatu ketika, baginda Rasulullah saw. mengutus dua orang sahabat beliau, yakni Mu’adz bin Jabbal r.a. dan Abu Musa al-Asy’ari r.a. untuk berdakwah ke Yaman. Dalam kesempatan tersebut, Rasulullah saw. bersabda kepada keduanya, “yassiruu wa laa tu’assiru wa basysyiru wa laa tunaffiruu” yang berarti “permudahlah, jangan dipersulit. Dan berikanlah kabar gembira, dan jangan buat mereka lari”. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim ini mengindikasikan pentingnya untuk memberikan kemudahan dalam mengatur urusan orang lain, bukan malah dipersulit.
Pada tahun 2013, eks wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo, pernah mengungkap beberapa penyebab umum keruwetan birokrasi di Indonesia. Disebutkan bahwa orientasi budaya kerja para pegawai terbilang lemah; banyaknya ketidakharmonisan peraturan perundang-undangan; banyaknya birokrat yang tidak sesuai antara posisi dan kemampuannya; adanya overlapping atau tumpang tindih dalam kewenangan, yang tentu memberikan kecenderungan pada birokrat untuk menyalahgunakan kewenangan; serta buruknya pelayanan publik. Di luar hal-hal tersebut, fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa jalan untuk pungutan liar (pungli) terbuka lebih lebar dalam keruwetan birokrasi yang ada. Semakin ruwet dan bertele-tele birokrasi, maka celah pungli pun semakin besar.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/08/wacana-robotisasi-pns-solusi-untuk-birokrasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kriminalisasi Ulama, dan Wacana Pembubaran MUI, Test Water Rezim pada Umat Islam?
Oleh. Athiefa Dienillah
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Membaca berita di REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA (22/11/2021) tentang Penangkapan beberapa ulama sekaligus adanya isu publik terkait pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI), sepertinya menjadi isu sensitif dalam kehidupan beragama dan bernegara.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/07/kriminalisasi-ulama-dan-wacana-pembubaran-mui-test-water-rezim-pada-umat-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Alam Berontak Akibat Sistem Rusak
Oleh. Pahriati, S.Si.
Voice Over Talent: Armina A
NarasiPost.Com-Hujan menerpa lalu banjir melanda. Fenomena ini seakan sudah biasa terjadi di negeri kita. Dulu hanya di Jakarta dan sekitarnya. Tapi kini hampir merata di seluruh Indonesia. Daerah Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Sumatera tak luput dari berbagai bencana.
Pada awal November ini saja ada puluhan banjir besar yang terjadi. Seperti yang dilansir dalam Kompas.com (12/11/2021), bencana banjir terjadi di Tangerang, Banten, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Gorontalo. Itu semua tersebar di beberapa kabupaten.
Tak hanya banjir, bencana lain juga kerap melanda Indonesia, terutama di musim hujan. Tanah longsor dan angin kencang seakan menjadi langganan untuk bertandang. Sebaliknya di musim kemarau, bencana kekeringan, angin kering, dan kabut asap juga tak pernah absen menyapa. Belum lagi bencana seperti tsunami, gempa bumi, dan gunung meletus, turut serta membayangi.
Apakah ini fenomena alam biasa? Apakah terjadi secara alamiah? Tentunya tidak. Kita harus mengakui ini terjadi karena ada campur tangan manusia.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/30/alam-berontak-akibat-sistem-rusak/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ketika Aku Mulai Menua
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Hari demi hari kujalani, tak terasa usiaku pun tak lagi muda. Seakan baru kemarin aku meninggalkan bangku sekolah. Kini aku telah mempunyai anak usia sekolah. Seakan baru kemarin aku menikah, kini tak terasa anakku sudah beranjak remaja. Waktu berlalu begitu cepatnya. Seakan berlari meninggalkan jejak-jejak sejarah, yang akan berbuah kenangan, pelajaran, serta penyesalan. Masa muda belia nan ceria, seakan hanya sekejap mata. Seolah hanya menumpang lewat saja, berlalu pergi namun tak ada yang merasa.
Begitu cepatnya waktu berlari, kusadari kini usiaku tak muda lagi. Badan yang kemarin bugar kini seakan semua sendi-sendi telah longgar. Ingatan yang dulu kuat, kini seakan semua hal minta dicatat. Tak terasa masa muda telah kutinggalkan di belakang, semua tinggal kenangan. Kini masa depan yang belum jelas sudah menjelang. Masa depan yang berbekal penyesalan karena kurangnya ketaatan di waktu muda. Menyisakan rasa waswas dalam diri, apakah waktu yang sempit ini cukup untukku mengumpulkan bekal? Sedang kampung akhirat seakan telah melambai, sungguh kumenyesali ketaatanku kini kulakukan dengan tubuh yang sudah tak bugar lagi.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/10/ketika-aku-mulai-menua/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Merasakan Pahitnya Belajar
Oleh. Mariyah Zawawi
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Setiap guru mempunyai caranya sendiri dalam mengajarkan ilmu yang dimilikinya. Demikian pula, masing-masing memiliki metode sendiri dalam mengevaluasi hasil belajar para muridnya. Ada yang memberi latihan dan langsung menunjukkan letak kesalahan dari jawaban muridnya yang salah. Namun, ada pula yang tidak. Seperti ustazah yang mengajar kami bahasa Arab.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/26/merasakan-pahitnya-belajar/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Harga Minyak Goreng Menggoreng Hati Rakyat
Oleh. Dinda Pramesti
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Kisruh minyak goreng semakin panas dibicarakan terutama oleh kalangan ibu rumah tangga. Mereka mengeluhkan kondisi sulit ini, melambungnya harga minyak goreng telah menggoreng hati rakyat. Akibatnya kestabilan ekonomi ranah keluarga pun terganggu, terlebih lagi bagi keluarga dengan penghasilan ekonomi yang minim.
Dalam beberapa pekan terakhir kenaikan minyak goreng ini sangat membengkak, untuk minyak goreng jenis curah saja menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga pada 1 November itu masih Rp16.750 per kg dan kini sudah naik menjadi Rp17.350 (cnnindonesia.com, 12/11/2021).
Bahkan, warga net pun ikut meneriaki meroketnya harga minyak ini pada kanal sosmednya, dari biasanya antara Rp27.000 – Rp29.000 per 2 liter, saat ini harganya bisa mencapai Rp40.000 (kompas.com, 14/11/2021).
Problematik ini disebabkan karena produksi pasokan minyak nabati dunia terganggu, juga karena terpusatnya pengambilan bahan baku pembuatan minyak pada Crude Palm Oil (CPO) global oleh para produsen minyak goreng nasional yang saat ini mengalami gangguan produksi yang signifikan.
Akibatnya, harga melambung tinggi bak gunung yang menjulang. Ini pun disebabkan karena produsen CPO internasional sendiri mengacu pada harga internasional yang otomatis akan membuat kenaikan yang cukup besar bagi harga nasional. Problem ini tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja tanpa penanganan serius. Upaya pemerintah dalam menekan harga agar kembali stabil seharusnya tidak hanya dilakukan saat kondisi sudah seperti ini, karena jika hanya upaya kuratif yang difokuskan maka tak akan pernah terjadi kestabilan ke depannya.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/02/harga-minyak-goreng-menggoreng-hati-rakyat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bersiap untuk Perubahan
Oleh: Dwi Indah Lestari
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Perubahan itu adalah sebuah kemutlakan. Karenanya, sudah seharusnya setiap insan senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambutnya agar ia tidak tertinggal.
Kehidupan itu pasti selalu berubah. Lihat saja di sekitar kita! Sebuah kampung yang dulu hanya terdapat beberapa bangunan rumah saja, kini menjadi padat hingga tak menyisakan lapangan bermain yang dulu pernah ada. Gerai makanan cepat saji yang dulu hanya di kota-kota besar, kini dapat dijumpai di kota kecil sekalipun.
Perubahan bukan hanya berlaku bagi seseorang yang hidupnya penuh dengan persoalan. Namun juga harus dilakukan oleh mereka yang sedang dalam zona nyaman, dengan keluarga yang harmonis, keuangan yang stabil dan jabatan yang bagus, misalnya. Sebab dunia akan selalu berubah.
Karena itu, menjalani proses perubahan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Bila seseorang bersikukuh untuk tidak mau melakukannya, ia akan tertinggal bahkan tergerus oleh perubahan itu sendiri. Bahkan Allah Swt. memerintahkan agar hamba-Nya senantiasa mengupayakan perubahan dalam hidupnya.
“….Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….” (TQS. Ar Ra’d: 11).
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/bersiap-untuk-perubahan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed