Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Jihad dan Khilafah, Ajaran Islam Pembawa Berkah

    Jihad dan Khilafah, Ajaran Islam Pembawa Berkah

    Oleh. Atien

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Allah Swt menciptakan manusia beserta seperangkat aturan kehidupan yang begitu terperinci dan sempurna. Aturan kehidupan bagi manusia tersebut terdapat di dalam Al-Qur’an dan As-sunnah. Oleh karena itu, manusia wajib menjalankan seluruh aturan Allah Swt tanpa terkecuali, termasuk di dalamnya aturan tentang jihad dan Khilafah.

    Bagai oase di tengah gurun pasir ketika Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan Ijtima Ulama se-Indonesia ke VII. Tema yang dibahas dalam Ijtima Ulama tersebut adalah “Makna Jihad dan Khilafah dalam Konteks NKRI”. Di forum ini, para ulama juga merekomendasikan agar masyarakat dan pemerintah tidak memberikan stigma negatif terhadap makna jihad dan Khilafah. Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, menerangkan pada dasarnya sistem pemerintahan Islam bersifat dinamis. Sesuai dengan kesepakatan dan pertimbangan kemaslahatan yang ditujukan untuk kepentingan menjaga keluhuran agama (hirasati al-din) dan mengatur urusan dunia (hirasati al- dunia). Dalam sejarah peradaban Islam, terdapat berbagai modul atau sistem kenegaraan dan pemerintahan serta mekanisme suksesi kepemimpinan yang semuanya sah menurut syar’i. Hal itu disampaikan Kiai Asrorun dalam penutupan Ijtima Ulama di Jakarta, Kamis, (11/11/2021). (Republika.co.Id)


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/jihad-dan-khilafah-ajaran-islam-pembawa-berkah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Saat Lelah Mendera Pengemban Dakwah

    Saat Lelah Mendera Pengemban Dakwah

    Oleh. Atien

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Sebagai manusia biasa yang lemah dan penuh keterbatasan, pasti pernah merasakan lelah. Lelah dengan aktivitas keseharian, lelah dalam menghadapi masalah keluarga, lelah mengurus orang tua, anak, maupun suami. Semua orang pasti pernah mengalami titik terendah dalam kehidupan ini, tidak terkecuali para pengemban dakwah.

    Sebagai pengemban dakwah, selain sibuk dengan urusan rumah, juga sibuk dengan urusan keumatan. Kesibukan yang bagi sebagian orang mungkin bukan sesuatu yang penting. Untuk apa mengurusi umat, urusan keluarga saja masih banyak yang harus diselesaikan. Masalah umat sudah ada yang mengurusi. Sudah ada porsinya masing-masing. Kita bukan siapa-siapa, kita ini hanya rakyat kecil. Sudah cukup pusing dengan urusan kita sendiri.

    Pemikiran seperti itu wajar, bagi mereka yang belum mengetahui, belum mengkaji dan belum memahami. Akan tetapi, akan menjadi sesuatu yang berbahaya apabila pemikiran itu sampai menimpa para pengemban dakwah. Menimpa orang-orang yang sudah mendapatkan pembinaan, tsaqafah dan pemahaman tentang Islam.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/30/saat-lelah-mendera-pengemban-dakwah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Moderasi: antara Persepsi hingga Kebangkitan Hakiki

    Moderasi: antara Persepsi hingga Kebangkitan Hakiki

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Semakin hari, kaum muslim semakin jauh dari aturan Islam. Berbagai propaganda Barat untuk melenyapkan syariat Islam di muka bumi begitu kuat. Embusan ide-ide menyesatkan seputar Islam dan penganutnya terus bergulir. Islam radikal, Islam moderat, ekstremis, teroris, dan kini moderasi beragama terus didengungkan tanpa kenal lelah.

    Sejauh ini, moderasi beragama di negeri mayoritas muslim sudah menjadi permasalahan politik yang sifatnya institusional. Bagaimana tidak, sudah menjadi rahasia umum bahwa moderasi agama langsung diemban dan dikampanyekan oleh Menteri Agama secara langsung. Bahkan tak cukup di Nusantara, Menteri Agama juga berdiskusi seputar moderasi beragama dengan Arab Saudi.

    Sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, berjumpa dengan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi, Syekh Abdullatif bin Abdulaziz, di Makkah, Arab Saudi. Mereka membahas seputar peningkatan kerja sama hingga penyebaran moderasi beragama (21/11/2021).


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/moderasi-antara-persepsi-hingga-kebangkitan-hakiki/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Mulianya Kedudukan Ibu di Dalam Sistem Islam

    Mulianya Kedudukan Ibu di Dalam Sistem Islam

    Oleh. Isty Da’iyah

    Voice Over Talent: Titis U

    NarasiPost.Com-Perjuangan dan pengorbanan seorang ibu begitu luar biasa, selama kurang lebih sembilan bulan kita berada dalam kehangatan rahimnya dan menyatu dalam tubuhnya. Kasih sayangnya sudah mulai tumbuh sedari kita masih menjadi nutfah. Sehingga, untuk membalas setetes air susunya yang telah menjadi darah daging, kita pun tidak akan bisa.

    Oleh karena itu, Islam mengajarkan seorang anak harus berbakti kepada ibu dan bapaknya. Menyayangi dan merawatnya ketika sudah lanjut usia. Namun, kenyataannya dalam sistem sekuler saat ini, merawat ibu yang sudah tua merupakan hal yang sulit dilakukan. Salah satu alasannya adalah faktor ekonomi. Sehingga, banyak ibu lanjut usia (lansia) yang terpaksa tidak bisa mendapat perawatan dan kasih sayang dari anak-anaknya.

    Seperti yang tengah viral saat ini, seorang ibu terpaksa harus tinggal di panti jompo setelah ketiga anaknya menitipkannya ke lembaga tersebut. Ibu itu harus menerima kenyataan pahit, karena ketiga buah hatinya tega membuat surat pernyataan agar ibunya bisa tinggal di Panti Jompo Griya Lansia Husnul Khatimah, Kabupaten Malang. Dengan alasan impitan ekonomi, ketiga buah hatinya menyerahkan tanggung jawab merawat ibunya ke Griya Lansia Husnul Khatimah (kompas.com 1/11/21).


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/15/mulianya-kedudukan-ibu-di-dalam-sistem-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Nidzham Al-Islam (Peraturan Hidup dalam Islam)

    Nidzham Al-Islam (Peraturan Hidup dalam Islam)

    Judul Buku: Nidzham Al-Islam (Bhs. Arab dan Terjemahan Bhs. Indonesia)

    Penulis: Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani
    Penerbit: Pustaka Syabab (B.Arab) dan Pustaka Fikrul Islam (Terjemahan)
    Tahun Terbit: 2001
    Tebal Buku: 136 (Arab) 232 (Terjemahan)
    Peresensi: Athiefa Dienillah

    Voice Over Talent: Arien S

    NarasiPost.Com-Buku yang bisa membangkitkan manusia dan membuatnya bertahan dalam ketaatan kepada Allah Swt. Buku ini sangat recommended untuk dibaca. Buku yang menggambarkan bagaimana Islam dapat menjadi sebuah sistem yang mengatur kehidupan dimulai dari individu, masyarakat, dan negara. Mulai dari pengaturan komponen masyarakat terkecil, hingga pengaturan sebuah negara yang akan menerapkan hukum Islam secara kaffah dan mengembannya ke seluruh dunia.

    Buku yang memiliki keterkaitan antar bab pembahasan, sehingga membentuk pola pikir khas terhadap Islam sebagai sebuah sistem kehidupan. Di bab pertama, diuraikan tentang ‘konsep membangkitkan manusia’ dibahas dari pemikiran mendasar yang menjadi simpul masalah terbesar manusia. Lalu di bab kedua, dibahas ‘konsep amal manusia’ dari sudut penerimaaan mereka terhadap qadha dan qadar, yakni baik dan buruk datangnya dari Allah Swt. Membaca bab kedua ini membuat manusia mampu menempatkan amal pada tempat yang tepat. Kapan saatnya pasrah, kapan harus berusaha maksimal, dan kapan menempatkan tawakal dalam perjalanan kehidupannya.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/10/nidzham-al-islam-peraturan-hidup-dalam-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Demokrasi Abaikan Kehancuran Generasi, Kuota Minol Dilonggarkan demi Wisatawan!

    Demokrasi Abaikan Kehancuran Generasi, Kuota Minol Dilonggarkan demi Wisatawan!

    Oleh. Renita

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Ironi hidup di negeri mayoritas muslim, namun negaranya diatur oleh sistem yang tak kenal Tuhan. Minol yang jelas-jelas diharamkan, begitu mudahnya dilegalkan atas nama konstitusi. Bahkan, dengan dalih mengundang wisatawan, regulasi impor minol makin dikendurkan. Hal ini seakan menegaskan kuatnya keberpihakan penguasa terhadap asing, dibanding memikirkan masa depan generasi.

    Sebagaimana diberitakan dari cnnindonesia.com (8/11/2021), Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengubah kuota minuman beralkohol (minol) untuk warga yang berasal dari luar negeri dari sebelumnya sebanyak 1 liter menjadi 2,25 liter. Beleid tersebut termaktub dalam Permendag Nomor 20 Tahun 2021 mengenai Kebijakan Pengaturan Impor. Penambahan kuota ini merevisi regulasi sebelumnya terkait Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014.

    Tak terbayang, betapa semakin merajalelanya peredaran miras dengan adanya kelonggaran impor minol ini. Berbagai kalangan juga mempertanyakan bahaya di balik revisi impor minol ini, lantaran dianggap merugikan anak bangsa dan negara. Lantas, bagaimanakah sebenarnya dampak minol bagi masyarakat? Bagaimana pula Islam membabat habis minol hingga ke akarnya?


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/22/demokrasi-abaikan-kehancuran-generasi-kuota-minol-dilonggarkan-demi-wisatawan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Harga Minyak Membuat Rakyat Menjerit Serak

    Harga Minyak Membuat Rakyat Menjerit Serak

    Oleh. Ummu Syaakir

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Harga minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat akhir-akhir ini melambung tinggi. Semula harga minyak yang berada pada kisaran Rp27.000 hingga 29.000 per 2 liter melesat ke angka Rp40.000. Dirjen perdagangan dalam negeri, Oke Nurwan, menyatakan naiknya harga minyak dipengaruhi oleh terganggunya pasokan minyak nabati dunia. Selain itu, produksi crude palm oil (CPO) dunia yang merosot akibat pandemi Covid-19 juga digadang-gadang menjadi penyebab naiknya harga minyak goreng nasional. Hal ini karena produksi minyak goreng nasional sangat bergantung pada CPO global. (Kompas.com, 14/11/21)

    Padahal Indonesia merupakan salah satu ekportir terbesar minyak kelapa sawit dunia. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar, mengapa produsen minyak kelapa sawit yang mampu mengekspor minyak mentah, justru bergantung pada pasokan global? Bukan kah seharusnya jika ada minyak yang diekspor artinya pasokan dalam negeri melimpah?

    Sebagai negeri penghasil minyak kelapa sawit mentah, seharusnya Indonesia menjadi negeri yang mandiri dalam menjaga pasokan minyak kelapa sawit dalam negeri. Namun, sistem kapitalisme saat ini menginginkan negeri-negeri yang menerapkannya bergantung pada asing. Prinsip serba instan dalam mendatangkan devisa negara, namun kewalahan dalam menjaga kestabilan kebutuhan rakyat adalah ciri khas yang memang ditargetkan oleh sistem ini. Kapitalisme menjadikan negeri-negeri yang sejatinya mampu mandiri, dibelenggu dengan ketergantungan agar negeri tersebut lebih mudah dikendalikan, baik dari segi ekonomi maupun politik.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/26/harga-minyak-membuat-rakyat-menjerit-serak/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Umat Butuh Majelis Ulama

    Umat Butuh Majelis Ulama

    Oleh. Alga Biru

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Ketika di tengah-tengah kita muncul persoalan baru, problematika sosial, keagamaan bahkan polemik individual, kepada siapa kita meminta nasihat? Pertama dan utama, biasanya kita akan pergi ke orang tua atau keluarga dekat. Namun, jika dirasa kurang mampu, apalagi jika persoalannya pelik dan butuh ilmu, maka sudah pasti kita akan pergi kepada para ulama. Kita akan meminta nasihat dan saran ulama, karena kita tahu sepak terjang mereka yang memiliki sifat adil dan pertimbangan spiritual, yang lebih jelas halal dan harammnya. Contoh kecil saja, saat kita memilih makanan dan kosmetik yang halal. Cara paling gampang mempertimbangkan kehalalannya yakni dengan mengecek label halal yang dikeluarkan resmi oleh lembaga ulama (MUI). Kita yakin lembaga yang dinaungi ulama tersebut punya spirit keumatan dan keagamaan, yang mana itulah ikhtiar kita agar terjauh dari perkara yang haram maupun syubhat.

    Ulama bukan hanya lembaga yang mengeluarkan label, lebih dari itu, ada harapan besar umat bahwa lembaga ulama tersebut jadi kelompok terdepan yang mempertahankan nilai-nilai Islam. Tidak peduli, apakah itu nilai-nilai yang sudah diketahui bersama seperti akhlak dan moral, tetapi lebih jauhnya lagi menghalangi umat dari kesyirikan, sekularisme, pluralisme, liberalisme dan lainnya. Bahkan tidak bisa tidak, lembaga ulama hendaknya diisi orang-orang yang jujur dan keteladanan dalam ucapannya. Mengatakan hak itu hak, batil itu batil. Meskipun banyak orang membenci dan melawan arus propaganda, kebenaran Islam tetap harus disampaikan. Ide khilafah dan jihad terus mengalami penyusutan makna dan dimonsterisasi. Padahal perintah jihad fii sabilillah termuat jelas di dalam Al-Qur’an dan terpampang nyata di sepanjang sejarah kerasulan dan para khalifah. Begitu juga para penerus beliau (khalifah) yang melanjutkan estafet kejayaan Islam dari masa ke masa terlepas dari beragam corak dan gaya kepemimpinannya.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/24/umat-butuh-majelis-ulama/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Apa Bentuk Komitmen Saya kepada Islam

    Apa Bentuk Komitmen Saya kepada Islam

    Judul Buku : Apa Bentuk Komitmen Saya kepada Islam

    Penulis: DR. Fathi Yakan
    Penerjemah: Asep Sobari, Lc.
    Penyunting: Abdul Halim, S. Hum.
    Penerbit: Al-I’tishom Cahaya Umat
    Tahun Terbit: Cetakan I, Januari 2006
    Cetakan II, Juni 2007
    Cetakan III, Juli 2008
    Cetakan VI, Mei 2011
    Cetakan VII, Mei 2012
    ISBN: 978-979-3071-45-9
    Tebal: 189 Halaman
    Dimensi: 14 x 21 cm
    Peresensi: Miladiah al-Qibthiyah
    (Tim Redaksi NarasiPost.Com )

    Voice Over Talent: Arien S

    NarasiPost.Com-Banyak orang yang menganut Islam sebatas identitas diri atau Islam KTP atau menganut Islam karena lahir dari orang tua yang muslim. Kedua model muslim ini sama-sama tidak mengerti apa arti keberadaannya sebagai muslim. Mereka tidak tahu konsekwensi yang harus ditanggung ketika menyatakan diri sebagai muslim, sehingga wajar jika kebanyakan dari mereka hidup di suatu wilayah kehidupan yang jauh dari Islam yang hakiki atau yang sebenarnya.

    Di dalam buku ini dijelaskan bagaimana kedudukan kita sebagai seorang muslim sekaligus menjelaskan apa yang dituntut Islam dari setiap pemeluknya. Buku ini menginginkan agar setiap muslim menjadi lurus dan murni keberadaannya. Selain itu, buku ini juga menjelaskan kewajiban berjuang untuk menegakkan Islam dan bergabung dengan harakah Islam. Buku ini juga menerangkan karakteristik gerakan Islam, lengkap dengan segenap tujuan, sarana, filosofi, cara kerja, dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh setiap orang yang bergabung di dalam harakah Islam tersebut.

    Bagian pertama buku ini memaparkan poin-poin tentang: Saya Harus Mengislamkan Akidah Saya, Saya Harus Mengislamkan Ibadah Saya, Saya Harus Mengislamkan Akhlak Saya, Saya Harus Mengislamkan Keluarga dan Rumah Tangga Saya, Saya Harus Mampu Mengalahkan Nafsu Saya, dan Saya Harus Yakin bahwa Hari Esok Milik Islam.

    Untuk menjadi muslim sejati, maka setiap muslim harus menjalankan ibadah dengan penuh makna dan bersambung dengan Allah, melakukan ibadah dengan khusyu’ sehingga terasa hangatnya hubungan hamba dengan Sang Pencipra, yakni Allah Swt., serta menjadikan doa sebagai tangga menuju Allah dalam setiap urusan sebab doa adalah intisari ibadah. Dengan memeluk Islam, maka setiap muslim memiliki misi dalam menjalani kehidupan ini. Bahkan, seluruh sisi kehidupannya harus diarahkan sesuai dengan petunjuk Islam, termasuk mengislamkan seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya (menjadi masyarakat muslim).


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/04/apa-bentuk-komitmen-saya-kepada-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Keharusan Mengamalkan Ilmu

    Keharusan Mengamalkan Ilmu

    Oleh. Mariyah Zawawi

    Voice Over Talent: Giriyani

    “NarasiPost.Com-Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.”

    Mungkin, perumpamaan Arab ini sudah sering kita dengar. Sebuah perumpamaan yang menggambarkan bahwa ilmu yang tidak diamalkan itu tidak akan memberi manfaat. Seperti sebatang pohon yang tidak memiliki buah yang tidak mampu memberikan manfaat.

    Ada banyak hadis yang mengingatkan kita tentang hal ini. Salah satunya adalah hadis dari Sulaik al-Ghathafani. Melalui hadis ini Rasulullah saw. menyampaikan,

    إذا علم العالم فلم يعمل كان كالمصباح يضىٔ للناس ويحرق نفسه

    “Apabila seorang alim yang mengetahui sesuatu kemudian ia tidak mengamalkannya, maka ia bagaikan lampu yang menerangi manusia dan membakar dirinya sendiri.” (HR. Ibnu Qaani’ dalam Mu’jam ash-Shahaabah)

    Mengapa Rasulullah menyatakan hal ini? Sebab, pada hakikatnya, tujuan dari mempelajari ilmu ada dua. Yakni, mengamalkan dan mengajarkannya kepada manusia. Maka, saat seseorang mempelajari suatu ilmu, hendaknya ia mengamalkan ilmu tersebut. Tak cukup dengan hal itu, hendaknya ia juga mengajarkannya.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/26/keharusan-mengamalkan-ilmu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com