Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Menapaki ‘Kepingan Surga’ Air Terjun Moramo

    Menapaki ‘Kepingan Surga’ Air Terjun Moramo

    Oleh : Sartinah

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Di bumi tak ada surga, tetapi ada potongan-potongannya’.

    Kiranya kata-kata mutiara tersebut cukup menggambarkan bagaimana keindahan ciptaan Allah Swt. di dunia. Keindahan kasatmata yang terhampar di sepanjang sudut bumi, bak ‘potongan-potongan surga’ yang sangat indah. Seuntai kata yang layak diucapkan hanyalah, ‘nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?’.

    Air Terjun Moramomenjadi salah satu ‘potongan-potongan surga’ itu. Tak disangka, di ujung pelosok Sulawesi Tenggara ternyata tersimpan segudang keindahan yang sayang untuk dilewatkan. Karya abadi ciptaan Ilahi ini bisa menjadi salah satu pilihan destinasasi wisata yang murah tetapi sangat indah.

    Air terjun ini terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Air terjun yang berada di kawasan Suaka Marga Satwa Tanjung Peropa ini, benar-benar menyajikan suasana alam yang sejuk dan asri, juga dijamin memanjakan mata siapa pun yang melihatnya.

    Berada sekitar 65 kilometer dari pusat Kota Kendari dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan. Sebelum sampai di area wisata, sekitar dua ratus meter, para pengunjung disuguhi hijaunya hamparan sawah sejauh mata memandang. Memasuki area parkir, deretan kios pedagang makanan telah menanti dan dijamin membuat perut ‘berteriak’ meminta diisi.

    Petualangan sesungguhnya baru akan dimulai. Sebab, untuk melanjutkan perjalanan ke puncak air terjun harus menempuh jarak sekitar satu sampai dua kilometer dari area parkir. Uniknya, perjalanan harus ditempuh dengan jalan kaki karena tak bisa dilalui dengan kendaraan. Meski terbilang jauh, terlihat banyak anak-anak yang justru menyukai berjalan kaki ketimbang berada di gendongan sang ibu.

    Di sinilah sensasi berpetualang di tengah rimba. Memasuki area jalan menuju air terjun yang masuk ke dalam hutan, sebuah jembatan gantung sekitar dua puluh meter siap menguji nyali. Ketika puluhan orang melewatinya secara bersamaan, jembatan bergoyang layaknya ayunan. Di bawahnya ada air yang mengalir deras dan bebatuan yang kadang membuat ngeri.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/22/menapaki-kepingan-surga-air-terjun-moramo/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Episentrum Penyebaran Corona Berpindah, Akankah Indonesia Waspada?

    Episentrum Penyebaran Corona Berpindah, Akankah Indonesia Waspada?

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice  Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Pandemi menjadi viral dibahas selama dua tahun terakhir. Bagaimana tidak? pandemi inilah yang berhasil menumbangkan ekonomi setiap negara, ia juga berhasil menambah deret angka kematian secara drastis dalam dua tahun terakhir. Indonesia bisa bernapas lega ketika kurva penularan makin melandai setelah ujian gelombang kedua menerjang. Namun, ternyata gelombang itu hanya menarik diri dengan tujuan untuk kembali.

    Dilansir dari kompas.com (5/11/2021), kasus Covid-19 di Eropa melonjak hingga 50 persen, menyebabkan Eropa kembali menjadi episentrum pandemi. Berita ini dikemukakan oleh Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Kegawatdaruratan WHO di Jenewa, Swiss. Ia mengatakan bahwa meski pasokan vaksin melimpah, namun Eropa kembali menjadi episentrum penyebaran virus corona.

    Kembalinya Eropa sebagai episentrum baru, tentu membuat dunia waspada. Tak terkecuali Indonesia. Negara berpenduduk tak kurang dari 260 juta jiwa ini, pernah menjadi saksi bisu kekejaman corona yang menggulung masyarakat dengan tsunami wabah. Tepat dua bulan setelah kasus perlahan melandai, kekhawatiran Indonesia terkena dampak dari kembalinya Eropa sebagai episentrum baru pun menguat, sebab varian baru telah terbentuk dengan dampak yang lebih berbahaya dari sebelumnya.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/17/episentrum-penyebaran-corona-berpindah-akankah-indonesia-waspada/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Banjir Datang Kembali

    Banjir Datang Kembali

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di negeri zamrud khatulistiwa. Bencana ini tak hanya menyapu harta benda, tetapi juga manusia. Segala yang di hadapan hanyut terbawa arus air yang deras. Menyisakan lumpur dan duka pada rumah keluarga. Porak poranda.

    Sebagian lagi terendam dalam tingginya genangan air tanpa bisa berbuat banyak. Bahkan sampai berhari-hari banjir itu seolah enggan pergi. Aktivitas pun tak bisa leluasa dikerjakan hingga terpaksa harus berhenti.

    Manusia sibuk mencari cara supaya banjir segera surut. Pontang-panting agar korban tertangani. Berharap tak ada yang meninggal dunia karenanya. Namun, apa daya kekuatannya lebih dahsyat dari kehendak manusia. Nyawa telah melayang, harta pun hilang, dan tangis lara jatuh menggenang.

    Telah sekian kali banjir ini terjadi. Laksana acara tahunan, ia tak pernah absen menghampiri. Namun, sayang tak cukup menjadi pelajaran bagi manusia untuk memahami. Alih-alih mencari akar permasalahannya, mereka malah membuat solusi tambal sulam karena tak mau rugi.

    Alam sebenarnya telah banyak memberi pertanda. Jika mampu berbicara, pastilah ia akan berteriak, menangis kesakitan, dan meminta manusia menghentikan kesewenangannya. Tanah ini tak sanggup lagi menahan tumpahnya air dari langit. Bukan karena sang hujan yang turun berlebihan, namun akar-akar penyerap air itu telah tercerabut dari tanahnya.

    Segala aktivitas manusia yang memanfaatkan alam, namun sejatinya merusak keseimbangan semesta. Atas nama kebebasan, manusia merasa berhak melakukan apa saja. Demi meraup materi, eksploitasi alam terus merajalela. Kerusakan yang dibuat manusia begitu nyata.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/21/banjir-datang-kembali/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Makanan sebagai Obat di Era Kejayaan Islam

    Makanan sebagai Obat di Era Kejayaan Islam

    Oleh. Miladiah al-Qibthiyah

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Sebuah peradaban dikatakan peradaban yang tinggi jika telah sukses melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Di era kejayaan Islam tidak hanya faktor ilmu pengetahuan dan teknologi saja yang membuatnya menjadi sebuah peradaban yang tinggi, namun keberadaan pangan berupa bahan makanan juga mendapat perhatian begitu besar dari para sarjana muslim.

    Kebutuhan pangan berupa makanan menempati posisi yang cukup penting dalam sejarah peradaban Islam. Itulah mengapa Rasulullah saw. menyuruh kita (umatnya) tidak menyepelekan perkara kesehatan tubuh. Sebagaimana sabdanya, “Inna li-jasadika `alayka haqqan (Jasadmu memiliki hak atas dirimu).” Dari sinilah aneka ragam resep masakan dan hidangan berkembang pada masa kejayaan Islam dan hal ini dibuktikan dari banyaknya kitab kuliner yang ditulis oleh para sarjana muslim pada masa itu.

    Sudah menjadi rahasia umum manusia memelihara dan menjaga kesehatan tubuhnya dimulai dari pola hidup sehat dengan memakan hidangan yang halal, baik dan bergizi. Atas dasar ini pula para dokter muslim meneliti berbagai kandungan bahan pangan yang mampu menjadi obat di era kejayaan Islam. Berkembangnya teknologi pangan di tengah kehidupan masyarakat muslim bermula dari revolusi pertanian.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/21/makanan-sebagai-obat-di-era-kejayaan-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kemiskinan Sistemis Versus Kesejahteraan Sistemis

    Kemiskinan Sistemis Versus Kesejahteraan Sistemis

    Oleh. Ai Siti Nuraeni

    (Pegiat Literasi)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Menyedihkan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam surveinya menyatakan bahwa terdapat 93.000 penduduk Kabupaten Bandung yang saat ini mengalami kemiskinan ekstrem. Karenanya Dadang Supriatna selaku Bupati Kabupaten Bandung telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bekerja sama dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan menjalankan program khusus berupa integrasi program serta mengatur seluruh program di SKPD agar merujuk pada objek yang sama. (Ayobandung.com, 28/10/2021)

    Kemiskinan ekstrem sejatinya adalah kondisi langka ketika masyarakat tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya termasuk makanan, air minum bersih, fasilitas sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan informasi yang disebabkan oleh minimnya pendapatan serta ketersediaan kebutuhan dasar. Pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan mapping dan mempertajam database untuk menemukan titik kemiskinan. Selanjutnya barulah program akan dilakukan sesuai dengan karakter masyarakat dan daerahnya.

    Kita bisa menyimpulkan bahwa program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan selama ini hanya sebagai bentuk reaksi dari meningkatnya angka kemiskinan. Artinya jika data itu tidak ada maka tidak akan dibuat program khusus serta pengerahan aparat begitu masif untuk menangani masalah tersebut. Data mengenai kondisi kesejahteraan masyarakat pun begitu lambat diperoleh. Padahal kemiskinan sejatinya bukan masalah baru di negeri ini.

    Target pemerintah mengentaskan angka kemiskinan pada 2024 mendatang diduga akan sulit diraih jika data sebaran penduduk miskin baru diteliti. Sebenarnya, berbagai program pengentasan kemiskinan seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Program Indonesia Sehat (PIS), Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra)/Bantuan Sosial Pangan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) , Program Dana Desa serta Program Reformasi Agraria dan Perhutanan Sosial (RAFS), semuanya bersifat pragmatis sama sekali tidak menyentuh akar masalah kemiskinan yang ada, yaitu distribusi kekayaan yang tidak merata.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/21/kemiskinan-sistemis-versus-kesejahteraan-sistemis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Ekonomi Syariah Mendunia Bersama Khilafah

    Ekonomi Syariah Mendunia Bersama Khilafah

    Oleh. Witta Saptarini, S.E

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Belajar dari realitas ilmu ekonomi klasik, sesungguhnya telah menyadarkan kita. Bahwasanya, sistem ekonomi dan keuangan konvensional sangat kental akan nuansa paham kapitalis. Hal ini menandakan kuatnya eksistensi ideologi kapitalisme yang kini merajai tatanan kehidupan. Kendatipun demikian, sistem ekonomi konvensional yang selama ini diaplikasikan banyak negara di dunia, tidak hanya merugikan tetapi juga membahayakan umat manusia. Faktanya, tidak berorientasi pada kepentingan komunal.

    Melirik perkembangan ekonomi syariah, saat ini bisa dikatakan sebagai masa keemasannya, terutama di Indonesia. Mengacu data yang dirilis oleh “The State of Global Islamic Economy Indicator Report,” pada tataran global baik keuangan dan kegiatan ekonomi berbasis syariah, keduanya semakin menunjukkan popularitasnya dalam rentang waktu kurang lebih dari 21 tahun. Sehingga, peringkatnya kini melampaui keuangan konvensional. Menyadari hal ini, Presiden Joko Widodo ingin menjadikan Indonesia sebagai leading sector ekonomi syariah dan industri halal dunia. (kompas.com, 20/10/21)

    Tidak dimungkiri, bahwa sistem ekonomi syariah adalah energi baru dalam pertumbuhan ekonomi nasional, serta sebagai bentuk pengakuan atas bukti sejarah peradaban Islam. Satu-satunya sistem ekonomi yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi, termasuk kondisi extraordinary seperti saat ini. Perlu kita cermati, hal ini telah mengungkap jati diri sistem kapitalisme yang tidak memiliki sistem ekonomi yang andal, alias tidak memiliki mekanisme pendanaan yang kokoh untuk menjamin stabilitas ekonomi.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/17/ekonomi-syariah-mendunia-bersama-khilafah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Permendikbudristek Mengancam Generasi

    Permendikbudristek Mengancam Generasi

    Oleh. Novianti

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Baru-baru ini, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, kembali membuat kontroversi. Ia menerbitkan peraturan terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus.  Aturan ini dimuat dalam Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi yang ditandatangani pada 31 Agustus 2021.

    Ada faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculannya. Menurut Bapak Menteri, kekerasan seksual adalah salah satu bentuk penjajahan di lingkungan pendidikan yang mengancam kemerdekaan belajar, termasuk di perguruan tinggi. Dengan adanya aturan ini, setiap perguruan tinggi dapat membentuk Satgas Kekerasan Seksual dan memberikan sanksi bagi pelakunya.

    Namun, alih-alih mendapat dukungan, malah keputusan Menteri ini menuai banyak kritikan. Permendikbud tersebut dipandang beraroma liberalisme yang justru melegalkan perzinaan dan penyimpangan perilaku seksual. Ini terkait pencantuman frasa ‘persetujuan korban’ di pasal 5 ayat 2.

    Beberapa aktivitas disebutkan dalam permendikbud dikategorikan kekerasan seksual jika tanpa persetujuan. Pemuatan frasa tersebut, mendegradasi substansi kekerasan seksual, yang mengandung makna dapat dibenarkan apabila ada “persetujuan korban (consent)”.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/18/permendikbudristek-mengancam-generasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Menilik Sejarah Lapas dalam Peradaban Islam

    Menilik Sejarah Lapas dalam Peradaban Islam

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Dalam bahasa Arab, lapas atau penjara disebut Al-Sijnu yang berarti menahan, yaitu tempat untuk menahan atau membatasi kebebasan mereka yang dikurung disebabkan melakukan pelanggaran. Penjara diciptakan dengan tujuan untuk mengubah warga negara yang melakukan kejahatan atau sebuah tuduhan untuk menjadi lebih baik dan taat hukum. Meski tak sedikit mereka yang pernah dipenjara tetap tidak berubah dan bahkan menjadi lebih lihai dalam melakukan kejahatannya, karena penjara sering dianggap sebagai perguruan untuk melakukan kejahatan.

    Imam Ibnu Qayyim Al-Jauzy menjelaskan istilah penjara sebagai berikut;“Sesungguhnya penjara di dalam Islam bukanlah layaknya penjara yang kita ketahui (tempat yang sempit), akan tetapi penjara di dalam Islam bermakna untuk menahan dan mencegah seseorang untuk melakukan perkara sesuai dengan kehendaknya, penahanan itu bisa dilakukan di rumah, di masjid, atau bahkan menugaskan seseorang untuk mengawasinya”


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/19/menilik-sejarah-lapas-dalam-peradaban-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Kapitalisme Membajak Potensi Santri

    Kapitalisme Membajak Potensi Santri

    Oleh. Putriyana

    (Penggiat Literasi)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.com-Tanggal 22 Oktober 2021 , belum banyak orang yang tahu bahwa hari tersebut adalah Hari Santri. Sejak tahun 2015 lalu, 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional berdasarkan keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 tahun 2015. Sebagai bentuk resolusi jihad NU yang diserukan oleh KH. Hasyim Asyari kepada para santri dan ulama di pondok pesantren seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1945. Tujuannya adalah mengusir para penjajah Belanda yang ingin kembali menduduki Indonesia.

    Dari peristiwa sejarah ini, makna secara eksplisit yang bisa kita ambil adalah pesantren merupakan tokoh utama pelaku perubahan sesuai tuntunan syariat. Mengusir penjajah di tanah kaum muslimin adalah bagian dari hukum syarak yang ditetapkan oleh Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya, “Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, tidak lain karena perkataan mereka, Tuhan kami hanyalah Allah.” (TQS. Al Hajj: 39-40)

    Sayangnya, semangat jihad yang dikobarkan para ulama dalam perspektif sekularisme kapitalis yang notabene menjadi sistem saat ini terkooptasi dengan narasi “Penggerak Ekonomi”. Sebagaimana yang dikatakan pemerintah pada Hari Santri Nasional tahun 2021 dengan adanya agenda peluncuran logo baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Pemerintah berharap pada pengembangan ekonomi syariah terus dilakukan terutama pada kalangan santri. Dari sini diharapkan banyak wirausaha dari kalangan santri dan lulusan pondok pesantren. Dengan adanya program ini ke depannya orientasi santri bukan lagi mencari pekerjaan. Tetapi dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat seluas-luasnya dan bisa menebar manfaat bagi umat.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/18/kapitalisme-membajak-potensi-santri/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Membongkar Kegelapan Kapitalisme dalam Mengeksploitasi Perempuan

    Membongkar Kegelapan Kapitalisme dalam Mengeksploitasi Perempuan

    Oleh. Sri Maya, Ummu Nabila

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Indonesia mengkhususkan Program Mekaar bagi usaha perempuan mikro dan ultra-mikro. Mekaar kepanjangan dari Membina Keluarga Ekonomi Sejahtera. Dalam bahasa Inggris itu sendiri, Mekar memiliki arti to grow, to blossom, artinya melambangkan semangat bagi tumbuh berkembangnya peran ekonomi perempuan.

    Group of twenty atau yang disingkat G20 merupakan kelompok yang terdiri dari beberapa negara. Tujuan didirikannya yaitu untuk membahas terkait isu-isu penting ekonomi dunia. G20 ini didirikan tahun 1999. Sebab, ketika tahun 1998, terjadi krisis keuangan yang menyebabkannya menginginkan penyebarluasan untuk menggerakkan perekonomian dunia dengan dukungan lebih dari banyak negara.

    Indonesia termasuk salah satu anggota dari G20 ini. Dilansir dari Viva.co.id, ada 4 negara diundang untuk hadir di acara ini, di antaranya yaitu Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Ratu Maxima dari Belanda, dan Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Joko Widodo. Acara itu diselenggarakan di Roma, yang bertempat di La Nuvola. Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa pertama yang harus diperbaiki adalah meningkatkan inklusi UMKM dan perempuan. Sedangkan inklusi keuangan adalah prioritas Indonesia. Indeks inklusif keuangan Indonesia mencapai 81 persen, dan akan ditingkatkan kembali menjadi 90 persen di tahun 2024 mendatang (31/10).


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/16/membongkar-kegelapan-kapitalisme-dalam-mengeksploitasi-perempuan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com