
Sign up to save your podcasts
Or


Kilang Minyak Kebakaran Lagi: Saatnya Ganti Sistem Tata Kelola
Oleh. Ina Agustiani, S.Pd.
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Nyatanya, sulit dipercaya jika faktor alam penyebab utama kebakaran kilang minyak di Cilacap. Bagaimana mungkin perusahaan sebesar itu bisa kebakaran dua kali dalam satu tahun di tempat yang sama. Entahlah, karena faktor kesalahan mesin atau human error, yang pasti mudah-mudahan bukanlah suatu alasan korporasi yang sengaja diciptakan. Jika itu benar adanya, maka tamatlah nurani manusia, demi untung besar mengorbankan rakyat.
Pada hari Sabtu 13 November kilang minyak Cilacap, Jawa Tengah terbakar sekitar pukul 20.00 WIB, keesokan harinya api baru benar-benar bisa dipadamkan secara total. Hal ini dibenarkan oleh Nicke Widyawati selalu direktur utama PT Pertamina, api pertama bisa dipadamkan sekitar 80 menit, dan api kedua terjadi di tangki 36T102 karena form terbuka lalu dilakukan fire fighting hingga esok pagi (14/11/2021). Selama sebelas bulan terakhir, ada tiga kali kebakaran di kilang minyak milik Pertamina yang terjadi saat hujan disertai petir, dua kali di Kilang Cilacap dan satu kali di Kilang Balongan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/28/kilang-minyak-kebakaran-lagi-saatnya-ganti-sistem-tata-kelola/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Etiopia, Negeri Habasyah Modern yang Tenggelam dalam Kemiskinan dan Perang Saudara
Oleh. Nurjamilah, S.Pd.I.
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Etiopia, negeri yang bersemayam di benua hitam kini nyaris porak-poranda. Belum usai hantaman bencana kelaparan dan kemiskinan yang terus menderu, kini kengerian perang saudara menyeruak. Tak ayal, ribuan nyawa melayang dilumat rentetan senjata dan gempuran bom yang menghiasi kehidupan mereka saat ini.
Dilansir dari Kompas.com (24/11/2021), bahwa pemerintah Etiopia mengumumkan kondisi darurat setelah pasukan pemberontak Tigray mulai merangsek masuk ke jantung negara ini, Addis Ababa. Sejumlah negara menarik warga negaranya dari wilayah itu atas dasar keamanan. Konflik bersaudara ini sudah berlangsung setahun lamanya.
Amerika Serikat menyarankan Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed agar menghentikan perang dan melakukan langkah diplomasi. Jika hal tersebut tidak diindahkan, maka AS akan memberikan sanksi ekonomi dengan cara mengeluarkan Etiopia dari perdagangan utama AS (Bisnis.com, 03/11/2021).
Apa sebenarnya yang sedang terjadi di daerah tanduk Afrika ini? Apakah Amerika Serikat sungguh-sungguh menginginkan perdamaian atas negeri ini? Lantas, solusi terbaik apa yang mampu atasi konflik yang berkepanjangan ini?
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/02/etiopia-negeri-habasyah-modern-yang-tenggelam-dalam-kemiskinan-dan-perang-saudara/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Guru Honorer, Pahlawan Tanpa Kesejahteraan
Oleh. Ragil Rahayu, SE
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Janji kesejahteraan guru kembali digaungkan pada peringatan Hari Guru tahun ini. “Pemerintah akan terus memperbaiki kualitas pendidikan, termasuk meningkatkan kesejahteraan guru,” ujar Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, dalam video ucapan selamat dalam rangka Peringatan Hari Guru Nasional 2021, Kamis (25/11).
Janji ini menyeruak di tengah penantian panjang para honorer untuk diangkat menjadi ASN. Akankah penantian ini segera usai?
Tumpuan Harapan
Pentingnya guru bagi sebuah bangsa tentu tak terbantahkan lagi. Sayangnya jumlah ASN guru tak mencukupi kebutuhan tenaga pengajar.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/02/guru-honorer-pahlawan-tanpa-kesejahteraan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Baitul Hikmah, Mercusuar Ilmu Pengetahuan Dunia di Era Khilafah Abbasiyah
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Keberadaan perpustakaan ilmiah Islam sampai hari ini masih memiliki pengaruh besar dalam perkembangan peradaban manusia. Di antara perpustakaan Islam paling terkenal tidak diragukan lagi adalah perpustakaan Baitul Hikmah di Baghdad.
Perpustakaan ini adalah cerminan betapa agungnya peranan ilmu di dunia, yang tanpa dapat diketahui batasannya. Ia merupakan salah satu kemajuan ilmiah yang paling bernilai dalam pemikiran Islam. Kedudukan perpustakaan ini setara dengan universitas ilmiah kelas dunia. Ketika itu ia menjadi pusat tujuan berbagai negara dan agama dari timur hingga barat. Cahayanya menerangi dan menaungi jalan manusia hingga kurang lebih lima abad. Hingga masa kehancurannya di tangan bangsa Tartar.
Perpustakaan Baitul Hikmah didirikan oleh Khalifah Abbasiyah, Abu Ja’far Al-Mansur di kota kekhilafahan Baghdad. Sang Khalifah mengkhususkan pembangunannya untuk buku-buku yang bersumber dari tulisan-tulisan bangsa Arab serta terjemahan dari bahasa yang berbeda-beda. Setelah itu, Khalifah Harun Ar-Rasyid yang memerintah Khilafah Abbasiyah dari tahun 170 hingga 1903 Hijriah, mendirikan bangunan khusus untuk diisi dengan kitab-kitab yang ada, yang terbuka di hadapan setiap para pengajar serta penuntut ilmu. Ia juga mendirikan sebuah tempat yang luas dan megah untuk menyimpan buku-buku tersebut, yang kemudian disebut sebagai Baitul Hikmah.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/26/baitul-hikmah-mercusuar-ilmu-pengetahuan-dunia-di-era-khilafah-abbasiyah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Khilafah dan Jihad Tak Boleh Distigma Negatif, melainkan Wajib Diterapkan
Oleh. Yuliyati Sambas
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Di saat seorang muslim menghendaki hidupnya diatur dengan aturan agamanya (syariat), maka itu sebuah hal yang wajar. Terlebih dorongan iman memunculkan kesadaran bahwa manusia itu bersifat terbatas, serba lemah dan membutuhkan sandaran yang kokoh dari Zat yang Maha Sempurna, yakni penciptanya. Maka, ketika syariat dan ajaran agama demikian gencar mendapatkan stigma negatif belakangan ini, para ulama sebagai representasi dari umat pun angkat bicara.
Sebagaimana dilansir dari republika.co.id (11/11-2021) bahwa hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke VII merekomendasikan agar makna jihad dan khilafah tidak boleh distigmatisasi negatif karena termasuk ajaran Islam. Ijtima tersebut dilaksanakan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memaknai jihad dan khilafah dalam konteks NKRI. MUI mengaku bahwa mereka tak sependapat ketika jihad hanya dimaknai dengan perang dan khilafah diyakini sebagai satu-satunya sistem pemerintahan dalam Islam.
Upaya yang dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI tersebut tentu wajib diapresiasi. Dari sisi bahwa stigmatisasi negatif dari dua ajaran Islam berupa jihad dan khilafah itu sesuatu yang harus ditolak. Namun, ada beberapa hal dimana umat butuh untuk mendudukkan persoalan ini pada posisi yang hakiki, yaitu pemahaman murni yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah Muhammad saw.
Pertama, umat tentu merasakan betapa beberapa dasawarsa terakhir tak sedikit ajaran agama yang direduksi maknanya bahkan distigma negatif. Bermunculan kabar miris, para ulama mukhlis dan pendakwah dikriminalisasi ketika mereka gencar menyampaikan ajakan untuk menegakkan khilafah sebagai institusi penerap syariat kaffah. Juga di saat sebagian dari mereka menjelaskan bahwa jihad adalah salah satu ajaran Islam. Padahal metode yang mereka gunakan sebatas dakwah pemikiran, sangat jauh jika dilekatkan dengan aktivitas terorisme.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/12/04/khilafah-dan-jihad-tak-boleh-distigma-negatif-melainkan-wajib-diterapkan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Melesatnya Kepopuleran Bitcoin di Tengah Fatwa Haram MUI
Oleh. Nurjamilah, S.Pd.I.
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Perkembangan teknologi berpadu dengan kemajuan ekonomi meniscayakan munculnya gebrakan baru dalam transaksi jual beli. Berawal dari penggunaan emas dan perak, kemudian uang kertas, dan kini menjadi uang elektronik. Melimpahnya kekayaan para kapitalis dan ambisi mereka yang tak bertepi menginisiasi munculnya mata uang digital yang dinamakan cryptocurrrency, yang nihil regulasi oleh pemerintah mana pun dan tidak digolongkan sebagai mata uang resmi. Bitcoin menjadi salah satu produknya yang melesat bak primadona.
Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana dalam program d’Mentor detikcom, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menegaskan rencana bursa kripto di tanah air tetap berjalan dan akan diluncurkan akhir tahun ini alias bulan depan. Meskipun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk kripto (detikFinance.com, 18/11/2021).
Lantas, seperti apa mekanisme transaksi kripto termasuk di dalamnya Bitcoin? Ada motif apa di balik peluncuran kripto? Bagaimana pandangan Islam terhadap transaksi kontemporer ini?
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/melesatnya-kepopuleran-bitcoin-di-tengah-fatwa-haram-mui/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Banjir dan Longsor Dampak dari Kerusakan Sistem Kapitalisme
Oleh. Mita Nur Annisa
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Kerusakan dari kerakusan oknum-oknum yang memiliki hasrat tinggi dalam memanfaatkan sumber daya alam yang berlebih-lebihan mengakibatkan dampak buruk bagi rakyat. Sebabnya, alam menjadi tidak bersahabat. Perubahan dan konversi lahan menyebabkan terjadinya kerusakan di aliran sungai, di samping kerusakan kawasan hutan dan sebab yang lain. Sehingga, hal-hal tersebut menjadi salah satu dari sekian banyak pemicu terjadinya banjir dan dampaknya pun dapat menelan korban jiwa dan kesengsaraan manusia.
Seperti halnya yang terjadi di Kalimantan Barat, banjir terjadi bukan hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Tapi akibat dari kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan diperparah dengan maraknya konversi lahan. Perubahan dan konversi lahan, mengakibatkan jenis tutup lahan berubah. Hal ini juga menjadi penyebab terjadinya kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), hingga hidrografi aliran pada DAS menjadi tidak baik, disampaikan oleh ahli Teknik Sumber Daya Air Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Henny Herawati di Pontianak. (merdeka.com, 7/11/2021)
Kemudian banjir bandang juga terjadi di wilayah Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemicunya ialah akibat dari kerusakan kawasan hutan. Terdapat penggundulan di kawasan hutan, sehingga diperlukan reboisasi termasuk penetapan tata letak dengan kajian lingkungan. Bukan hanya di bagian hulu tapi juga bagian hilir banyak yang rusak. Dengan poinnya adalah bagaimana menumbuhkan pohon kembali, kata Nurdin Yana Sekretaris Daerah (Sekda). (merdeka.com, 08/11/2021)
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/banjir-dan-longsor-dampak-dari-kerusakan-sistem-kapitalisme/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ada Surga di Rumah Kita
Oleh. Atien
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Kasih ibu kepada beta
Siapa saja yang mendengar lagu di atas pasti sepakat, betapa besar kasih sayang orang tua, terutama ibu kepada anaknya. Sampai-sampai diibaratkan sebagai sinar matahari yang senantiasa menyinari bumi.Tidak pernah lelah memberikan cinta yang dimiliki tanpa diminta, tanpa pamrih.
Namun, pada kenyataannya tidak semua anak memahami dan menyadari akan besarnya pengorbanan orang tua. Dengan mudahnya, anak melupakan dan mengabaikan, bahkan menelantarkan ibunya sendiri. Peristiwa menyedihkan itu dialami oleh seorang ibu bernama Trimah (65 tahun), di Magelang, Jawa Tengah. Ibu Trimah dititipkan oleh anak-anaknya ke panti jompo, Griya Lansia Husnul Khotimah yang berada di Malang, Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Trimah saat wawancara di salah satu acara televisi swasta (VIVA.co.id, 31/10/2021).
Apa yang dilakukan oleh anak-anak Ibu Trimah tentunya tidak dibenarkan dengan alasan apa pun. Entah alasan karena tidak mampu untuk mengurus, membiayai ataupun alasan lainnya. Semua alasan yang dijadikan sebagai pembenaran untuk lepas tangan dari tanggung jawab dalam mengurus orang tua adalah kesalahan yang sangat fatal.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/02/10/bahagia-menapaki-jalan-terjal-dakwah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pendekatan Militer Gagal, Dialog Dilancarkan Papua Butuh Solusi Mengakar bukan Parsial
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Persoalan Papua sudah bertunas pada awal sejarah pembentukannya. Belanda yang masih menginginkan Papua sebagai jajahannya, menuntut Indonesia membawa persoalan Papua ke ranah internasional. Hingga akhirnya United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) dibentuk dalam perjanjian New York pada 15 Agustus 1962. Dalam perjanjian ini, Papua akan kembali ke pangkuan Nusantara jika Indonesia melakukan Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat). Beruntung, 1.025 rakyat Papua masih ingin berada dalam buaian nusantara. Pada 19 Desember 1969 ketok palu PBB pun memutuskan bahwa Papua masih menjadi bagian dari Indonesia.
Sayangnya, konflik demi konflik terjadi di tanah Cenderawasih. Bahkan hingga kini, konflik semakin tak terlihat muaranya. Ratusan nyawa baik dari TNI, rakyat sipil maupun separatis Papua telah tewas akibat perselisihan yang tiada akhir. Pendekatan militer yang selama ini dilakukan oleh pemerintah pusat, dengan mengirim Tentara Negara Indonesia (TNI) untuk mengamankan gerakan separatis Papua atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) nyatanya tak memberi hasil yang memuaskan. Bahkan peluru itu berbalik, sebagian rakyat Papua malah geram dengan pendekatan militer yang dilakukan pemerintah.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/26/pendekatan-militer-gagal-dialog-dilancarkan-papua-butuh-solusi-mengakar-bukan-parsial/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bila Kau Harus Pergi Dahulu
Oleh. Deena Noor
Voice Over Talent: Arien S
NarasiPost.Com-Bila kau harus pergi dahulu, izinkan aku bersiap agar tak kelimpungan. Meski aku yakin bahwa tak mungkin akan benar-benar siap untuk itu. Bisa jadi tak akan pernah siap padanya. Namun, yang ditetapkan terjadi pastilah akan terjadi dan kita tak bisa menghindarinya.
Hari-hari yang sekian tahun dijalani bersama telah membuat kita saling membutuhkan. Hal-hal kecil yang sebelumnya begitu mudah kita lakukan sendiri, terasa sulit terbayangkan tanpamu. Lalu, jika kau benar pergi, sanggupkah aku melaluinya seorang diri? Tanpamu di sisi, bisakah kujalani hari-hari nanti?
Aku tahu tak seharusnya begitu. Kepergian akan menemui sewaktu-waktu. Di dunia ini kita adalah tamu. Kita pasti pergi meninggalkannya. Entah kau dahulu atau aku. Tak satu pun dari kita yang tahu.
Inginku kita pergi bersama agar tak perlu merasakan sedihnya ditinggalkan. Menangis sendirian memeluk kenangan yang dibangun bersama. Mencoba meredakan perih kehilangan dalam barisan kalam-Nya. Berdamai dengan kehampaan setelah separuh jiwa pergi meninggalkan ruang kosong di kalbu.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/04/bila-kau-harus-pergi-dahulu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed