
Sign up to save your podcasts
Or


Binasa karena Durhaka
Oleh. Yulweri Vovi Safitria
Voice Over Talent: Maya R
NarasiPost.Com-“Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Al-Isra’: 58)
Sebagai umat akhir zaman, tentu kita harus banyak belajar dari umat terdahulu yang dibinasakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena durhaka. Ada kaum Nabi Nuh alaihissalam yang Allah binasakan melalui banjir bandang. Raja Namrud yang hidup di zaman Nabi Ibrahim alaihissalam, Allah binasakan melalui perantara nyamuk. Kaum Nabi Luth alaihissalam, Allah jungkir balikkan negeri mereka karena kedurhakaan dan kemaksiatan yang mereka lakukan, di mana tidak ada kemaksiatan sedemikian rupa sebelum kedatangan kaum ini.
Dewasa ini, kedurhakaan kita kepada Allah Ta’ala semakin nyata, kemaksiatan merajalela dengan dalih kebebasan hak asasi manusia. Bahkan, untuk mendakwahkan yang hak harus siap-siap dengan segala risiko yang mungkin saja tengah mengintai. Berita pelecehan, kekerasan, pembunuhan, korupsi, dan berbagai tindakan kriminal lainnya menjadi santapan setiap hari. Baik itu media cetak maupun media online. Hal itu membuat kita bergidik, sampai kapan masalah ini akan berakhir?
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/21/binasa-karena-durhaka/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Alih Fungsi Taman Solusi Tawuran?
Oleh. Desi Wulan Sari, M.Si.
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Akhir-akhir ini Kota Bogor kembali dibuat ramai oleh aksi tawuran para pelajar. Usai pengumuman level PPKM turun menjadi level dua, banyak sekolah yang mulai melakukan pembelajaran PTMT (Pertemuan Tatap Muka Terbatas). Termasuk para pelajar tingkat SMA yang ikut dalam kegiatan ini. Banyaknya pelajar yang mulai pembelajaran tatap muka menandakan dimulainya juga interaksi pertemuan dan berkumpulnya sesama pelajar di taman-taman kota, yang justru hanya memicu kembali tawuran pelajar yang marak di kota ini.
Diberitakan dalam media metropolitan.id (14/10/2021) terjadi tawuran di sebuah taman bernama Taman Palupuh, di Kota Bogor. Tewasnya RMP (17), yang tewas dihabisi sesama pelajar, RA (18) menggunakan celurit pada Rabu (6/10) lalu. Diinformasikan bahwa kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi di taman ini.
Masih teringat peristiwa lalu berupa duel gladiator antarsiswa SMA di Kota Bogor yang menewaskan Hilarius Christian Event Raharjo, di akhir Januari 2016. Hilarius tewas akibat berduel satu lawan satu dengan pelajar sekolah lain dan disaksikan puluhan pelajar lainnya di lapangan Taman Palupuh.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/01/alih-fungsi-taman-solusi-tawuran/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Rasa Bakti Terkikis dalam Sistem Kapitalis
Oleh. Ummu Syaakir
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Air susu dibalas air tuba. Tampaknya peribahasa ini sedang dialami oleh seorang perempuan lanjut usia asal Magelang, Jawa Tengah yang bernama Trimah. Ia harus menerima kenyataan bahwa anak-anaknya tidak lagi menginginkannya. Ia dititipkan di sebuah panti jompo di Kecamatan Wajak, Malang, Jawa Timur sejak akhir Oktober lalu. Semula ia diajak jalan-jalan. Namun, ternyata ia diajak ke sebuah panti jompo dan ditinggalkan di sana. Anaknya pun sempat mengatakan agar ia sabar dan tabah. Meskipun kecewa, ia tetap mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Namun, ia mengaku sudah tidak mau jika dijemput oleh anak-anaknya. (Kompas.com, 1/11/21)
Tak hanya Trimah, ada dua orang lainnya yang juga memiliki nasib sama. Bagai kehilangan naluri kasih sayang, sistem saat ini telah melahirkan anak-anak yang durhaka. Kesulitan ekonomi yang dibentuk oleh sistem kapitalisme semakin menjadi alasan klise bagi anak-anak yang merasa terbebani, jika harus mengurus orang tua. Kapitalisme juga telah menanamkan mindset bahwa orang lanjut usia adalah sumber beban negara. Ia tidak lagi produktif dan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Sebaliknya ia hanya menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Sistem ini telah berhasil membentuk manusia apatis dan egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Menyibukkan diri dengan bekerja, namun kehilangan naluri kasih sayang terhadap orang tua yang telah melahirkannya. Tidak sedikit pula kasus buang bayi atau anak karena alasan ekonomi.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/07/rasa-bakti-terkikis-dalam-sistem-kapitalis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Everytime with Allah
Oleh. Messy Ikhsan
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Kamu pasti sangat lelah harus berdamai dengan kenyataan dan menyampingkan rasa ego. Kamu berusaha menahan marah yang hendak membakar kepala. Tetap sabar dan selalu ingat Allah, ya. Sebab, tidak kamu saja yang berada di posisi serba sulit. Aku dan kita semua juga merasakan hal yang sama.
Iya, semua orang pasti pernah lelah dan pernah pula tebersit ingin menyerah. Akan tetapi, manusia yang kuat dan bijak tidak semudah itu kalah. Apalagi menyatakan diri ingin menyerah dalam melawan keadaan yang tak sesuai harapan.
Kamu tidak sendiri dalam berjuang, kok? Ada aku dan mereka yang juga sedang berjuang. Iya, kita semua sama-sama sedang berjuang. Agar keadaan segera pulih dan bumi lekas membaik. Tolong, lepaskan kacamata kudamu itu! Jangan pernah berpikir bahwa kamu paling menderita di dunia ini. Sebab, masih banyak orang di luar sana yang jauh lebih menderita dari kita. Akan tetapi, tak pernah terucap kata mengeluh dari bibir mereka.
Kondisi dan situasi serba sulit ini yang seolah-olah tidak ada ujungnya. Kita harus tetap tenang dan tak perlu risau yang berlebihan. Bukankah setelah badai yang kencang akan datang pelangi yang indah? Begitu pula hidup, setelah kesulitan yang menghadang akan ada kebahagiaan yang datang.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/24/everytime-with-allah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Konflik Panjang Israel-Palestina, Hanya Islam yang Mampu Mengakhirinya
Oleh. Sarah Mulyani
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Pengadilan Israel memutuskan umat Yahudi untuk berdoa di kompleks Masjid Al-Aqsa. Hal itu memicu ketakutan warga Palestina bahwa Yahudi akan mengambil alih situs paling suci umat Islam di Yerusalem. Warga Palestina mengecam keputusan Pengadilan Magistrat Israel tersebut dan mendesak agar Yahudi kembali ke kesepakatan lama ketika umat Islam beribadah di Al-Aqsa sementara orang Yahudi beribadah di Tembok Barat di dekatnya. (bisnis.com, 09/10/2021)
Menyikapi hal demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap terkait keputusan pengadilan Israel yang mengizinkan umat Yahudi untuk melakukan ibadah di kompleks Masjid Al-Aqsha. Organisasi yang menaungi seluruh ormas Islam dalam negeri ini menegaskan bahwa tidak akan pernah berhenti membela rakyat dan bangsa Palestina. (republika.co.id, 10/10/21)
Naskah Selengkapnya:https://narasipost.com/2021/10/26/konflik-panjang-israel-palestina-hanya-islam-yang-mampu-mengakhirinya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Harga PCR Murah, Benarkah?
Oleh. Yani Restiyani
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Saat ini pandemi masih belum berakhir, kasus pasien penderita Covid-19 masih bertambah setiap harinya. Memang benar banyak sebagian pasien sembuh, tetapi jangan lupa juga bahwa korban pasien Covid-19 yang meninggal dunia pun masih tinggi. Dalam kondisi masih pandemi seperti ini kita harus bersikap bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap. Jangan sampai karena sikap tak acuh kita pada protokol kesehatan menjadikan orang lain celaka.
Selain pentingnya seorang muslim menjaga protokol kesehatan sebagai bentuk ikhtiar maksimal kita menghadapi pandemi saat ini, kita juga harus mengupayakan melaksanakan vaksin dan testing. Keberhasilan pelaksanaan vaksin dan testing tidak akan lepas dari peran negara. Karena tanpa andil keseriusan dari negara sudah menjadi rahasia umum bahwa pelaksanaan tes PCR dan antigen mandiri itu mahal. Mahalnya biaya tes PCR dan antigen menuai kritikan dari masyarakat hingga pada akhirnya pemerintah berencana menurunkan harganya.
Mengutip tulisan Tompi di akun Twitternya mengatakan bahwa “Harga PCR atau swab harus semurah-murahnya! Negara harus hadir memastikan ini. Kenapa negara lain bisa lebih murah dari kita saat ini? Bukankah beli bayam 100 selalu lebih murah dari beli bayam 10. Ayolah bisa! Mohon kendalinya Pak@Jokowi.”
Naskah Selengkapnya:https://narasipost.com/2021/11/05/harga-pcr-murah-benarkah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menjadi Wanita Salihah
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Menjadi wanita salihah, siapa yang tak tergiur? Dia adalah sebaik-baik wanita. Bahkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, menempatkannya sebagai sebaik-baik perhiasan dunia. Akan tetapi, saat ini ketika Islam tidak dijadikan landasan kehidupan, maka citra wanita salihah dianggap tak lagi relevan.
Berbicara terkait wanita salihah, Islam pun tak lepas dari berbagai serangan oleh para musuhnya. Berbagai narasi dilontarkan, bahwa Islam diskriminatif terhadap perempuan, Islam adalah penjara bagi perempuan, dan sebagainya. Serangan ini muncul, paling tidak karena tiga sebab:
Pertama, karena dominasi paham sekularisme dalam kehidupan. Sekularisme tidak mengenal nilai agama, sehingga jika membahas ciri wanita salihah berdasarkan syariat Islam, maka akan dituduh sebagai menghambat kebebasan perempuan.
Kedua, dominasi paham feminisme liberal. Kaum feminis mengatakan, bahwa aturan-aturan dalam syariat Islam adalah kerangkeng bagi perempuan, mereka menuduh syariat Islam bias gender, dan dianggap tidak adil terhadap perempuan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/18/menjadi-wanita-salihah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pandora Papers : Ketika Tuan dan Puan Berkelindan Mengakali Pajak
Oleh. Dian Afianti Ilyas
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Pandora Papers atau yang disebut tsunami data kekayaan di surga pajak adalah dokumen keuangan yang merangkum 2,95 terabyte data mengenai bisnis rahasia para elite dunia dari 200 negara (cnnindonesia.com, 15/10/2021)
Dokumen ini dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), dimana sumber datanya diperoleh dari bocoran data rahasia dari 14 perusahaan layanan keuangan di negara “surga pajak”.
Tak tanggung-tanggung, investigasi ini melibatkan lebih dari 600 orang wartawan di 117 negara yang bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menganalisis lebih dari 12 juta dokumen berupa catatan keuangan, kontrak kerja, personal email, dan dokumen pendukung lainnya.
Dalam dokumen keuangan tersebut, ada 35 pemimpin dunia dan 300 pejabat publik yang berasal dari 90-an negara yang terlibat. Tak hanya itu, para artis, bilioner, bankir, atlet, pemuka agama hingga keluarga kerajaan pun disinyalir turut menjadi pelaku. Sejumlah nama seperti Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, Raja Yordania, Abdullah II, Andrej Babis selaku Perdana Menteri Ceko, Elton Jhon, Ringo Star dan Shakira juga terseret dalam kasus ini. Di dalam negeri, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, juga Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Perekonomian disebutkan terlibat dalam konspirasi kriminal dunia ini.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/27/pandora-papers-ketika-tuan-dan-puan-berkelindan-mengakali-pajak/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Anomali Hukum Gagalkan Aspek Zawajir
Oleh. Dyah Rini
Voice Over Talent: Fani R
NarasiPost.Com-Kehebohan terjadi awal bulan September lalu saat publik disuguhi berita bebasnya tahanan pelaku pedofilia, Saipul Jamil (SJ). Penyambutan yang berlebihan dan penuh keganjilan membuat masyarakat linglung. Siapakah gerangan orang yang dielu-elukan dan diberi kalungan bunga? Lupakah mereka kejadian pelecehan seksual yang pernah dilakukan penyanyi dangdut itu? Semestinya glorifikasi itu tidak ada. Lebih aneh lagi perilaku yang ditunjukkan SJ terlihat tanpa beban. senyum sumringah dan lambaian tangan ditebarkan kepada semua orang yang menyambutnya. Dari sini anomali belum berhenti. Karena disinyalir mantan suami Dewi Persik itu langsung kebanjiran ‘job’ dari stasiun televisi. Terbukti sekarang, dengan dalih untuk memberi edukasi bahaya pelecehan seksual, wajah SJ tampil kembali di layar kaca.
Banyak pihak turut berkomentar menanggapi kasus tersebut. Salah satunya datang dari presenter ternama, Najwa Shihab. Video bertajuk Glorifikasi dan Bahaya Normalisasi Kekerasan Seksual diunggah Najwa dalam akun instagramnya pada Minggu (5/9/2021). Menurut Najwa, akan terjadi pemakluman atas tindakan menyimpang pelaku. Masyarakat menjadi permisif dan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa, sangat riskan sekali.
Pihak yang juga kontra terhadap glorifikasi (pemuliaan) bebasnya SJ adalah Komnas PA. TribunNews.com melansir bahwa Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyerukan aksi boikot SJ di televisi. Seksolog, Zoya Amirin turut menyatakan hal senada. Lewat akun pribadinya menolak keras atas kemunculan wajah SJ di layar kaca. Namun KPI sebagai lembaga yang berwenang mengatur tayangan yang beredar di masyarakat, justru memberi peluang SJ tampil kembali di media TV. Miris sekali.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/30/anomali-hukum-gagalkan-aspek-zawajir/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hadhanah (Risalah Agung Pengasuhan Anak dalam Islam)
Judul Buku: Hadhanah (Risalah Agung Pengasuhan Anak dalam Islam)
Voice Over Talent: Maya R
NarasiPost.Com-Hadirnya seorang anak di tengah-tengah kehidupan keluarga bukanlah sekadar hiburan bagi kedua orang tua, tapi juga merupakan amanah yang wajib dijaga agar mereka dan keluarganya terpelihara dengan selayaknya. Oleh karena itu, syariat Islam datang menata kehidupan keluarga muslim. Islam datang mencerahkan kehidupan umat dengan memberikan seperangkat aturan pengasuhan anak, bahkan sejak kehamilan, penyusuan, dan hingga masa pengasuhan yang wajib dilakoni oleh ke dua orang tuanya, keluarganya, bahkan sampai pada pernah negara terhadap institusi keluarga. Seluruhnya lengkap dalam syariat Islam.
Keagungan syariat Islam telah berhasil menata kehidupan di segala bidang, salah satunya adalah kehidupan keluarga dan anak. Keluarga adalah fase awal mengenalkan anak pada akidahnya, siapa penciptanya juga nabinya. Bagaimana Islam mampu menciptakan suasana bahagia di tengah-tengah kehidupan keluarga muslim. Keluarga yang bernaung di bawah syariat Islam senantiasa berada dalam keridaan Allah, tenteram dan penuh kehangatan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/05/hadhanah-risalah-agung-pengasuhan-anak-dalam-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed