Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Al-Qur’an Dijadikan Bungkus Petasan, Negara Tak Bisa Diandalkan

    Al-Qur’an Dijadikan Bungkus Petasan, Negara Tak Bisa Diandalkan

    Oleh. Uqie Nai

    (Member AMK4)

    Voice Over Talent: Armina A

    NarasiPost.Com-Belum usai rasa sakit akibat ulah M. Kece, umat Islam harus kembali mengelus dada dengan ditemukannya potongan kertas Al-Qur’an yang dijadikan bungkus petasan. Fakta ini terjadi saat warga Parung, Serab, Kota Tangerang menggelar acara hajatan, di mana dalam budaya masyarakat setempat menyalakan petasan adalah hal biasa, sebagai pertanda akad nikah telah usai dilaksanakan. Namun tak disangka, di antara puing petasan tersebut, berserakan kertas berlafazkan ayat Al-Qur’an.

    Ketua Umum Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Trisno Raharjo, mengecam pelaku yang menjadikan kertas Al-Qur’an sebagai pembungkus petasan. Ia meminta aparat kepolisian mengusut pelakunya, baik sengaja atau tidak. Harus diproses sesuai hukum, karena dalam kondisi apa pun lembar Al-Qur’an dilarang dijadikan media pembungkus (Sindonews.com, 12/9/2021).


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/20/al-quran-dijadikan-bungkus-petasan-negara-tak-bisa-diandalkan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Naik Pitam yang Tak Padam

    Naik Pitam yang Tak Padam

    Oleh. Muthi Nidaul Fitriyah

    Voice Over Talent: Fani R

    NarasiPost.Com-Ibu Risma naik pitam lagi di pertemuan formal bersama para pejabat Provinsi Gorontalo ketika membahas pemadanan data Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gorontalo. Hal ini berbuntut panjang sampai pada pemecatan Husain Ui selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Keputusan pemecatan sudah diperhitungkan dengan matang, ada lima kesalahan yang dilakukan oleh Kandinsos, di antaranya koordinasi dan komunikasi yang kurang baik. Padahal pendamping PKH adalah ujung tombak dari Dinas Sosial. Sanggah sang gubernur, pemecatan tidak ada kaitannya lagi dengan kemarahan Mensos.

    Mudah naik pitam atau (menjadi) marah tampaknya sudah menjadi karakter khas Ibu Risma. Entah apa tujuannya sang Mensos membangun branding diri dengan sikap ‘marah-marah’ tersebut. Kemarahan sang Mensos di Gorontalo, yang sempat viral di media sosial itu, berhasil membuat Bupati Gorontalo prihatin. Ia tidak menyangka seorang menteri, bahkan seorang menteri sosial bertindak demikian. Menurutnya, hal itu adalah contoh yang tidak baik. (cnnindonesia.com, 4/10/202)


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/12/naik-pitam-yang-tak-padam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Normalisasi Hubungan dengan Israel: Nasib Palestina Versus Keuntungan Amerika

    Normalisasi Hubungan dengan Israel: Nasib Palestina Versus Keuntungan Amerika

    Dia Dwi Arista

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Pendudukan Israel terhadap Palestina telah mengambil masa yang cukup lama. Tak hanya migrasi, perebutan wilayah, pengorbanan nyawa pun juga telah terjadi di bumi Masjid suci Al-Aqsa. Kejatuhan Palestina tentu membuat berang negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah. Hingga negara-negara tersebut memerangi dan memboikot Israel dengan berbagai cara.

    Namun waktu bergulir, saat ini hal yang ditakutkan Palestina terjadi. Negara-negara Arab mulai menormalisasi hubungan diplomatik mereka dengan Israel dibantu Amerika. Dikutip dari laman cnnindonesia.com (21/10/2021), Jake Sullivan, Penasehat Keamanan Amerika telah berdiskusi dengan Arab Saudi yang diwakili Pangeran Mohammed bin Salman pada September lalu, terkait kemungkinan normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel. Menurut media independen Axios, Arab Saudi tak menunjukkan penolakan atas ide tersebut.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/28/normalisasi-hubungan-dengan-israel-nasib-palestina-versus-keuntungan-amerika/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Kemiskinan Ekstrem Meninggi, Butuh Solusi Pasti

    Kemiskinan Ekstrem Meninggi, Butuh Solusi Pasti

    Oleh. Diyani Aqorib S.Si.

    (Pegiat Literasi)

    Voice Over Talent: Armina A

    NarasiPost.Com-Ironi, itulah kata yang pantas disematkan ketika melihat kondisi negeri ini. Negeri subur dengan limpahan kekayaan alam di sana sini. Namun, rakyatnya justru mengalami kemiskinan tak bertepi. Ditambah kebutuhan hidup yang semakin tinggi, seakan tidak mau berkompromi. Terutama ketika pandemi, yang efeknya masih terasa sampai saat ini.

    Kemiskinan merupakan masalah serius negeri ini. Seperti yang dilansir kompas.com (15/7/2021) bahwa berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2021, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,54 juta jiwa dan 10 juta di antaranya mengalami kemiskinan ekstrem. Jumlah penduduk miskin tersebut tersebar di 35 kabupaten/kota dari tujuh provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Papua Barat. Terdapat sekitar 39.357 penduduk miskin ekstrem yang tersebar di lima kabupaten. Yaitu Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Tembrauw, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Manokwari Selatan. (republika.co.id, 18/10/2021)

    Arti dari kemiskinan ekstrem menurut wikipedia.org adalah suatu kondisi yang langka akan kebutuhan dasar manusia, termasuk makanan, air minum bersih, fasilitas sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan informasi. Serta merujuk pada standar Bank Dunia bahwa ukuran kemiskinan ekstrem yaitu mereka yang penghasilannya di bawah parity purchasing power (ppp) US$ 1,99/kapita/hari.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/23/kemiskinan-ekstrem-meninggi-butuh-solusi-pasti/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Mendamba Generasi Al-Kahfi Masa Kini

    Mendamba Generasi Al-Kahfi Masa Kini

    Oleh. Rochma Ummu Arifah

    Voice Over Talent: Titis U

    NarasiPost.Com-Sebagai seorang muslim, kita tentu sangat familiar dengan kisah dari pemuda Al-Kahfi. Kisahnya diabadikan di dalam kalamullah dan menjadi kisah legendaris yang dikenang sepanjang masa serta mengandung pelajaran berharga bagi seluruh umat manusia.

    Ashabul Kahfi

    Dikisahkan dalam surat Al-Kahfi, ada sekelompok pemuda yang melarikan diri dari negerinya karena raja yang berkuasa tidak sejalan dengan akidah yang mereka imani. Sang raja tidak menyukai mereka yang beriman kepada Allah Swt. Tak hanya itu, sang raja memerintahkan untuk menangkap semua orang yang masih teguh dalam keimanan kepada Allah Swt.

    Para pemuda tersebut tak gentar oleh ancaman dari sang raja. Mereka berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan akidahnya. Al-Qur’an menyebut jumlah mereka sebanyak tiga, lima, atau tujuh orang ditambah dengan seekor anjing.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/30/mendamba-generasi-al-kahfi-masa-kini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Apa Hukum Poligami?

    Apa Hukum Poligami?

    Oleh: Armina Ahza

    Voice Over Talent: Fani R

    NarasiPost.Com-Pembahasan mengenai poligami adalah pembahasan yang seolah tak ada usangnya. Baik bagi laki-laki maupun perempuan. Selalu bisa menjadi topik pembahasan yang menarik. Sebab poligami masih dianggap kontroversial di masyarakat kita. Maka tak heran jika perbincangan dan pembahasan poligami masih menduduki juara pembahasan. Sebuat saja, misalnya Ustaz A dikabarkan berpoligami, sejagat Nusantara akan heboh dan semua media tak habis untuk memberitakannya. Mulai dari infotainment, koran, televisi dan bahkan sosial media yang kini menjadi akses dan sarana komunikasi.

    Kata yang berasal dari bahasa Yunani ini memang sangat sensitif jika dibahas. Bahkan kebanyak perempuan enggan untuk dinomorduakan apalagai dinomortigakan dan dinomorempatkan. Inilah yang selalu diangkat oleh orang-orang feminis yang selalu mengatakan bahwa poligami, beristri lebih dari satu adalah bentuk ketidakadilan laki-laki terhadap perempuan. Namun di sisi lain terdapat pula perempuan yang rela suaminya menikah kembali bahkan dirinya sendiri yang meminang untuk sang suami.

    Meski di tengah-tengah masyarakat terdapat pro dan kontra mengenai poligami, selayaknya kita sebagai seorang muslim menyikapinya dengan tepat. Sebab, ketika seorang muslim bersikap, bertindak dan menyampaikan pendapat serta menyandarkan rasa suka dan tidak suka bukanlah melalui perasaan, juga bukan melihat tanggapan masayakat pada umumnya. Jika tidak suka maka mengharamkan, jika masayarakat membenci maka melarang, tidak, tidak seperti itu. Namun, sandaran setiap berbuatan adalah berdasarkan hukum syara. Maka janganlah cepat membenci aktivitas poligami, juga jangan tergesa menyemangati untuk melakukan poligami. Bersikaplah sebagaimana Islam menyikapi, bertindaklah sebagaimana Allah dan Rasul-Nya perintahkan.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/21/apa-hukum-poligami/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Hari Pangan Sedunia, Kapan Sejahtera?

    Hari Pangan Sedunia, Kapan Sejahtera?

    Oleh. Ummu Zhafira

    (Ibu Pegiat Literasi)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Puluhan tahun dunia memperingati Hari Pangan Sedunia, selama itu pula persoalan krisis pangan masih membelit masyarakat dari berbagai negara. Ingar bingar peradaban modern nyatanya tak pernah mampu menjadi sebab masyarakat hidup sejahtera, khususnya Indonesia. Bagaimana bisa?

    Hari ini, tepat tanggal 16 Oktober 2021 Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati. Tanggal kelahiran Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization (FAO) of the United Nation dipilih sebagai hari peringatan tersebut.

    “Our Action Our Future-Better Production, Better Nutrition, a Better Environment and a Better Life” (Tindakan Kita Masa Depan Kita-Produksi yang lebih baik, Nutrisi yang lebih baik, Lingkungan yang Lebih Baik, dan Hidup yang Lebih Baik) adalah tema yang diangkat pada peringatan tahun ini. Hal ini sebagaimana dilansir oleh Kompas.com, 16 Oktober 2021 dari laman resmi FAO.

    Dengan tema tersebut FAO mencoba mengajak masyarakat dunia untuk bisa menjadi pahlawan pangan. Mereka diharapkan mampu berkontribusi pada transformasi sistem pertanian pangan yang lebih baik. Sehingga, terwujudlah ketersediaan pangan yang cukup bagi seluruh masyarakat dunia.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/22/hari-pangan-sedunia-kapan-sejahtera/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Permata yang Terbuang

    Permata yang Terbuang

    Oleh: Solehah Suwandi

    Voice Over Talent: Titis U

    NarasiPost.Com-Memasuki musim kemarau, udara saat malam terasa lebih dingin nan menusuk. Meski begitu, Mamat salah satu warga Kabupaten Natar-Lampung harus tetap keluar rumah mencari ikan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

    Bersama temannya Dadang, mereka keluar sebakda magrib dengan peralatan penangkap ikan, termasuk senter andalan di kepala.

    “Ayo Dang, tadi siang saya sempat ke lokasi, dan tenggakannya banyak Dang, menandakan banyak ikannya. Semoga tangkapan kita kali ini banyak dan besar-besar,” seru Mamat antusias, begitu menjumpai Dadang di luar rumahnya.

    Memang bukan hal aneh jika mereka berkeliaran di luar rumah saat malam hari. Sebab orang di kampung sudah tahu profesi mereka berdua.

    Udara malam ini terasa lebih dingin dari hari biasanya. Dadang merapatkan jaket lusuhnya begitu kaki mereka sudah menapaki pinggiran jalan raya Trans Sumatera di mana ada sungai di bawah jalan ini. Ia mengikuti ke mana Mamat melangkah, hingga akhirnya menuruni anak tangga buatan Mamat tadi siang. Dialah yang membuat secara mendadak supaya memudahkan malam harinya untuk turun.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/27/permata-yang-terbuang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Pajak Naik, Rakyat Kecil Semakin Tercekik,Bagaimana Islam Memberikan Solusi Terbaik?

    Pajak Naik, Rakyat Kecil Semakin Tercekik,Bagaimana Islam Memberikan Solusi Terbaik?

    Oleh. Ummu Ainyssa

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Hukum yang mengabdi materi, menumbalkan rakyat bertubi-tubi. Kiranya ungkapan seorang jurnalis sekaligus presenter berita Najwa Shihab tersebut benar adanya. Hukum yang dibuat hanya demi mengeruk materi, tidak akan merasa iba saat berulang kali menjadikan rakyat sebagai tumbalnya. Lagi-lagi rakyat yang dikorbankan. Bak membunuh tanpa menyentuh. Bagaimana tidak, di saat pandemi belum juga usai, kondisi ekonomi akibat PHK dan pembatasan sosial masih dirasa berat, ujian kepada rakyat kecil kembali datang. Pemerintah menambah derita mereka dengan kenaikan tarif pajak.

    Seperti diberitakan oleh Kompas.com (7/10/2021), pemerintah secara sah kembali menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen mulai 1 April 2022 mendatang. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang telah disahkan dalam rapat paripurna DPR pada 7/10/2021 lalu.

    Bahkan menurut Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, pemerintah telah merencanakan kenaikan PPN kembali hingga 12 persen pada tahun 2025 mendatang. Hal ini dilakukan karena pemerintah mengklaim bahwa angka itu masih lebih rendah dibanding tarif rata-rata dunia, yakni 15,4 persen.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/24/pajak-naik-rakyat-kecil-semakin-tercekikbagaimana-islam-memberikan-solusi-terbaik/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Hawariyyun Nabi, Zubair bin Awwam

    Hawariyyun Nabi, Zubair bin Awwam

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Sebaik-baik umat pernah hidup di dunia ini. Mereka tak menggubris keelokan dunia, mereka lebih tertarik dengan kemegahan akhirat. Mereka sadar dengan sepenuh hati jika dunia hanya tempat singgah yang fana sedang akhiratlah tempat kembali dengan keabadiannya. Dunia bagi mereka hanyalah persinggahan, namun rumah sebenarnya berada setelah kematian.

    Merekalah para sahabat Nabi, di tengah-tengah mereka Nabi hidup dan berjuang. Agama ini takkan tersebar luas andaikan mereka bukanlah orang yang setia, setia dalam suka dan duka bersama membangun sebuah peradaban mulia. Tubuh merekalah yang menjadi tameng hidup Nabi dalam setiap pertempuran. Namun, salah seorang sahabat mendapat gelar kehormatan dari sang Baginda, sebagai seorang hawariyyun, penolong Nabi. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi, “Setiap Nabi itu punya seorang Hawariyyun (penolong). Penolongku adalah Az-Zubair.”

    Begitu indah ketika sebuah nama masuk dalam sebutan Nabi, apalagi dengan pujian. Setiap pujian Nabi bukanlah sekadar pujian kosong. Namun telah diamini oleh Sang Pencipta. Hal itu membuktikan kualitas diri bagi yang menerima pujian. Pujian itu pun dibuktikan oleh Zubair bin Awwam, dengan menjadikan tubuhnya sebagai tameng hidup bagi Rasulullah. Bahkan sahabat yang melihat tubuh Zubair pun akan terkejut melihat banyaknya bekas luka yang tersayat di tubuhnya. Itulah bukti nyata pujian Nabi bagi Zubair.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/29/hawariyyun-nabi-zubair-bin-awwam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com