
Sign up to save your podcasts
Or


Miris, di Alam Kapitalis Kaum Menyimpang Makin Eksis
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Giriyani
Fenomena penyimpangan L987 makin meluas. Tak hanya orang dewasa, namun banyak anak-anak dan remaja, di berbagai negara di dunia sudah terjangkit L987. Salah satunya negara Amerika Serikat. Menurut data yang dihimpun dari Universitas California, Los Angeles pada tahun 2017, ada 0,7% anak yang berusia 13 – 17 tahun yang mengaku transgender, atau sekitar 150 ribu orang. Dan parahnya persentase di usia ini adalah yang tertinggi, dibanding orang dewasa.
Bahkan studi yang dilakukan oleh universitas di Minnesota, pada tahun 2018 menyebutkan bahwa anak kelas 9 sampai 11 telah mengaku sebagai transgender atau sebesar 3%. Artinya, satu dari 137 para remaja itu adalah transgender. Angka ini terus bertambah setiap harinya. Hal ini pun membuat khawatir gubernur negara bagian Arkansas Amerika Serikat, yang akhirnya mengeluarkan kebijakan tentang pelarangan anak di usia 18 tahun ke bawah mendapatkan perawatan kesehatan transgender, seperti operasi kelamin dan terapi hormon.
Banyak kalangan yang setuju akan kebijakan ini, pasalnya anak di bawah 18 tahun dinilai masih labil, selain alasan kesehatan. Akan tetapi yang menentang pun tak sedikit pula. Terlebih lagi para pegiat L987 ini banyak yang mengatakan,/ bahwa hal itu tidak berperikemanusiaan. Sebab membuat anak-anak tidak bebas, depresi, dan sebagainya.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/24/miris-di-alam-kapitalis-kaum-menyimpang-makin-eksis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Toxic Parents, Penyakit Tak Disadari Orang Tua
Oleh: Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Yeni M
NarasiPost.Com-Toxic parents adalah istilah yang biasa disematkan bagi para orang tua yang memperlakukan anak mereka dengan tidak baik. Sehingga, kondisi fisik dan psikologis anak sering terganggu disebabkan orang tua yang toxic, yaitu perilaku kasar yang dapat meracuni mental anak.
Toxic parents biasanya terjadi karena keinginan yang berlebihan atas anak. Perilaku ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak, bahkan dapat merusak dan mencelakakan anak. Demi memuaskan kebutuhan dan keinginan orang tua, mereka kadang mampu melakukan kekerasan seksual, kekerasan fisik dan verbal, termasuk pengabaian anak. Bahkan, menurut pakar parenting nasional, Bunda Elly Risman ada dua belas perilaku toxic parents orang tua kepada anak yang lumrah dilakukan padahal itu berbahaya, yaitu menyalahkan, meremehkan, memerintah, membandingkan, mengancam, melabeli, membohongi, menasihati, menghibur, menyindir, mengkritik, dan menganalisa anak.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/26/toxic-parents-penyakit-tak-disadari-orang-tua/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mahasiswa Terjerat Narkoba, Nasib Generasi Muda Kian Sekarat
Oleh. Messy Ikhsan, S.Pd.
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Sungguh miris dan menyesakkan dada melihat ulah generasi muda yang kian mengerikan. Kampus yang seharusnya mampu mencetak generasi emas nan berkualitas di masa depan, malah menjadi ladang narkoba dan lahan beragam perilaku tindakan kriminal lainnya.
Terbaru informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara berhasil mengungkapkan kasus narkoba yang menjerat puluhan mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Dalam penggeledahan kasus tersebut, petugas BBN Sumut berhasil mengumpulkan 47 orang. Sebanyak 31 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba lewat tes urine yang telah dilakukan. Dari total semua itu, sebanyak 14 orang merupakan mahasiswa aktif USU dan 6 orang merupakan alumni USU. Lalu 11 orang lainnya merupakan masyarakat umum yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Kepala BNN Sumut Bapak Toga Habinsaran mengatakan telah menetapkan tiga tersangka dengan inisial JNS, FAY, dan DM. Petugas mendapatkan barang bukti sebanyak 265 gram ganja milik JHS yang merupakan alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, seperti yang dilansir dari halaman artikel mediaindonesia.com pada (11/10/2021).
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/27/mahasiswa-terjerat-narkoba-nasib-generasi-muda-kian-sekarat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pesona Soreang, Ibukota Kabupaten Bandung yang Kini Semakin Iconik
Oleh.Renita
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Sebelum menikah saya sempat bermimpi ingin tinggal di daerah Bandung. Tak disangka, Allah benar-benar mengabulkan doa saya. Qadarullah, saya menikah dengan seorang pria yang beraktivitas di daerah Bandung. Akhirnya, setelah menikah saya memutuskan untuk ikut dengan beliau tinggal di daerah Soreang, Bandung. Sudah hampir tujuh tahun, saya tinggal di Soreang. Adakah teman-teman di sini yang belum pernah menginjakkan kakinya ke Bandung? Jika belum mungkin tulisan ini bisa memberikan sedikit gambaran mengenai Kota Bandung terutama daerah Soreang beserta tempat-tempat yang bisa dikunjungi ketika berada di Soreang. Daripada penasaran, langsung saja yuk!
Soreang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung yang kebetulan menjadi tempat tinggal saya saat ini. Melihat statusnya saja terlihat bahwa daerah ini merupakan daerah tersibuk di wilayah Kabupaten Bandung. Ya, Soreang bisa dikatakan jantungnya Kabupaten Bandung. Banyak pabrik-pabrik dan kantor pemerintahan yang berdiri di sini. Bahkan akses menuju pusat perbelanjaan, penginapan, tempat wisata dan Rumah Sakit (RS) pun begitu dekat. Beberapa wilayahnya masih berupa hamparan sawah yang belum tersentuh pembangunan ala kapitalistik. Apalagi jika bicara terkait makanan, Soreang bisa dikatakan surga bagi pecinta kuliner karena begitu mudahnya mendapatkan berbagai jenis makanan di sepanjang jalan di daerah ini.
Soreang termasuk wilayah Bandung bagian selatan yang berjarak 20 km dari Kota Bandung. Pada zaman Kolonial Belanda, di sini pernah dibangun rel kereta api untuk mengangkut hasil perkebunan kina dan teh dari Ciwidey-Bandung. Sayangnya, sejak tahun 1970 jalur ini sudah tidak ada lagi. Saat ini, Soreang sudah memiliki akses jalan menuju tol nasional yaitu Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Soreang juga dikenal sebagai wilayah pusat konveksi rumahan terbesar di Kabupaten Bandung. Sebagian besar penduduknya merupakan suku Sunda, sebagian ada suku Jawa, Cirebon, Betawi, Batak, Minangkabau dan lainnya.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/27/pesona-soreang-ibukota-kabupaten-bandung-yang-kini-semakin-iconik/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Putus Sekolah Akibat Negara Bermental Liberalis Kapitalis
Oleh: Qaulan Karima
Voice Over Talent: Titis U
NarasiPost.Com-Mencerdaskan kehidupan bangsa, merupakan salah satu cita-cita utama berdirinya negara ini. Konsekuensi dari cita-cita tersebut adalah dengan menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan. Negara mewajibkan warga negara untuk memperoleh pendidikan dasar dan negara wajib membiayai pendidikan. Poin-poin tersebut terpapar jelas dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 amandemen ke-4 sebagai sebuah mandat bagi siapa pun yang menjalankan roda pemerintahan di negara ini. Meskipun demikian, sampai saat ini negara belum menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar tersebut.
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kementerian PPN/Bappenas pada tahun 2019 (dilansir dari medcom.id), sebanyak 4.336.503 siswa Indonesia putus sekolah. Potensi putus sekolah paling banyak terjadi di usia 15-16 tahun. Mereka tidak dapat melanjutkan sekolah karena permasalahan ekonomi keluarga. Anak-anak tersebut terpaksa putus sekolah untuk bekerja atau menikah agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga karena biaya pendidikan yang tinggi. Keprihatinan bertambah saat pandemi melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia.
UNICEF mencatat bahwa pada tahun 2020, hampir 694 anak dari 938 anak usia 7-18 tahun yang turut serta dalam survei, mengatakan alasan tidak sekolah di masa pandemi diakibatkan oleh tidak adanya biaya. (Jayani, 2021)
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/18/putus-sekolah-akibat-negara-bermental-liberalis-kapitalis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Riak Asa (part 1)
Oleh: Afiyah Rasyad
Voice Over Talent: Fani R
NarasiPost.Com-“Cepetan, Ci. Bawa sini tangnya! Aku aja yang motong.” Suara Sam pelan, namun penuh tekanan.
Dengan segenap kepatuhan, Cici menyerahkan tang dan gunting. Dalam hitungan detik, pagar kawat berduri itu telah memiliki lubang besar di bagian bawahnya. Layaknya komandan, Sam cekatan tiarap melewati lubang pagar. Gerilyanya begitu apik, tak ada suara grusak-grusuk.
“Ayo, segera keluar! Ade, Zahro belakangan. Perhatikan keadaan, khawatir Pak Wafa datang.” Sam mengomando dengan begitu fasih.
Tinggal tiga orang lagi temannya yang masih di dalam pagar berkawat itu. Sam selalu awas, tetapi tetap tenang. Dia membantu teman-temannya yang kesulitan tiarap melewati pagar. Tangannya lincah mengangkat pagar tatkala body tak cukup untuk melewatinya.
“Sial, siswa putra lihat kita. Ayo Lif, segera!” Ade mulai panik.
“Aku takut,” jawab Kholif dan Muhai serentak.
“Ayo, De! Kau segera keluar, teman-teman lain segera ke arah pasar langsung ke masjid Baitussalam. Kita cegat Colt di sana. Sebentar lagi aku dan Ade nyusul.” Sam mulai memberi aba-aba.
Cici memimpin pasukan menuju masjid. Rute pasar Tanjung jadi pilihan untuk menghindari pengawasan dewan guru. Langkah mereka tenang, tak menimbulkan rasa curiga dalam benak masyarakat yang berpapasan dengan mereka. Sam dan Cici telah merancang perjalanan seolah mereka sedang penjelajahan ala anak Pramuka. Mereka berjalan berbaris.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/26/riak-asa-part-1/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Waspada Bahaya Laten Pluralisme Menyasar Islam
Oleh : Messy Ikhsan
Voice Over Talent: Maya R
Hello, Guys, kalian baca berita yang beberapa akhir ini viral di jagat media sosial karena menuai kontroversi? Hal itu dipicu oleh pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung saat menyampaikan pesan kepada prajurit TNI. Beliau meminta untuk bijak dalam menggunakan sosial media sesuai dengan aturan bagi prajurit. Hindari fanatik beragama karena semua agama itu sama di mata Tuhan.
Pernyataan Letjen Dudung ini juga diamini oleh Menteri Agama Yaqut Cholili loh, Guys. Beliau mengatakan bahwa semua agama itu sama di mata Tuhan. Para pemeluk suatu agama pasti menganggap agamanya benar di depan Tuhan.
Lahirnya dua pernyataan dari para pejabat tersebut memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menggemakan geliat pluralisme atau pemahaman yang menganggap semua agama itu sama. Pernyataan seperti itu bukan hanya hari ini saja. Akan tetapi, sudah dari dulu dipromosikan oleh para pemilik kekuasan. Ibarat koran lama yang berusaha diperbaharui agar terlihat cantik dan menarik hati masyarakat gitu, Guys.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/13/waspada-bahaya-laten-pluralisme-menyasar-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kepercayaan Terkikis Akibat Penanganan Pragmatis
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice Over Talent: Titis U
NarasiPost.Com-Kepercayaan menjadi sebuah modal besar untuk menjalankan roda pemerintahan. Namun ketika mencuat tagar #PercumaLaporPolisi, pada saat itu kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan aparat mulai tergores. Tentu tagar ini tak sekonyong-konyong menyembul, peristiwa demi peristiwa yang melibatkan aparat kepolisian dan pelayanan yang pragmatis menjadi sebab terkikisnya kepercayaan masyarakat.
Berita viral mengenai tiga anak di bawah umur yang menjadi korban rudapaksa sang ayah, ternyata telah mencuri empati masyarakat. Peristiwa yang terjadi pada Oktober 2019 di Luwu Timur, Sulawesi Selatan tersebut, telah dinyatakan selesai oleh polisi dengan dalih tidak adanya bukti. Dalam tempo 5 bulan, kasus ini pun dihentikan. Keadilan yang diperjuangkan sang ibu, seakan tumbang di tengah jalan. (nasional.kompas.com, 11/10/2021)
Sayangnya, aparat bagai pahlawan kesiangan. Berita terlanjur viral, barulah ditangani dengan serius di bawah mata publik. Peristiwa seperti ini juga terjadi pada kasus yang menjerat delapan anggota KPI, terkait dengan pelecehan seksual beberapa saat lalu. Peristiwa ini menunjukkan seberapa tinggi kualitas penegakan hukum di negeri ini. Meski terdapat klarifikasi dan pernyataan yang disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, tentang komitmen kepolisian untuk mendengarkan keluhan dan laporan dari masyarakat. Namun, rasa percaya itu terlanjur cedera. Maka, bisakah Polri tetap teguh dengan tugas pokoknya di dalam sistem sekuler saat ini?
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/22/kepercayaan-terkikis-akibat-penanganan-pragmatis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ibu Susu untuk Si Bungsu
Oleh: Nay Beiskara
Voice Over Talent: Arien S
NarasiPost.Com-Buah hati kami yang ketiga diberi nama Muhammad Ismail Lysander Al-Hajj, sebuah doa yang kami persembahkan khusus untuknya. Kami berharap, ia menjadi pemuka kaumnya yang saleh sebagaimana dua Nabi yang tertera di dalam namanya. Tidak hanya itu, kami menginginkan ia menjadi pejuang tangguh dan seorang penakluk sebagaimana pendahulunya, Muhammad Alfatih yang berhasil membebaskan Konstantinopel, kota terkuat dan termegah di zamannya. Karena itu, kami sematkan pula ‘Lysander’ yang berarti pembebas.
Melahirkan Dede Haji, panggilan untuk buah hati kami dirasa olehku amat penuh perjuangan. Terlebih lagi, kala usianya belum genap dua bulan, qadarullah ia diberikan sakit hingga harus dirawat inap di NICU selama sembilan hari. Setelah berbagai perlakuan dan banyak jenis perawatan dalam inkubator, dokter pun mengizinkan kami untuk membawa Dede Haji pulang. Bahagia tentu kami rasakan. Akan tetapi, kepulangan bayi kami bukanlah tanpa syarat.
Setidaknya ada dua hal yang harus kami lakukan agar pemulihan bayi kami dapat berjalan cepat.
Pertama, kami harus menyediakan box bayi yang di sekelilingnya dilapisi kain pernel atau yang lainnya. Di bagian atasnya diletakkan sebuah lampu. Semua itu dilakukan agar bayi kami tetap dalam kondisi hangat sebagaimana kala berada di inkubator.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/04/ibu-susu-untuk-si-bungsu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jangan Berduaan, Bahaya!
Oleh. Deena Noor
Voice Over Talent: Armina A
NarasiPost.Com-Ada yang mau ditemani setan? Pasti tidaklah! Yakin tidak ada yang mau dekat-dekatan dengan setan, apalagi sampai ditemani. Tapi faktanya banyak lho yang tidak merasa kalau mereka tengah ditemani setan. Dikipasin sama setan sampai terlena, tahu-tahu sudah jauh melakukan kesalahan hingga berujung penyesalan.
Sobat sekalian pasti sering mendengar perkataan: “Jangan berduaan saja, awas nanti yang ketiganya setan.”
Berkhalwat itu artinya berduaan dengan lawan jenis tanpa disertai mahram. Hukum berkhalwat atau berduaan tersebut adalah haram. Dalilnya sudah jelas, ya. Khalwat atau berduaan ini bisa dalam dua keadaan. Pertama, bila laki-laki dan perempuan asing berduaan saja dalam satu tempat tanpa ada mahram yang menyertai. Kedua manusia lawan jenis yang tidak terikat tali pernikahan tersebut sengaja berduaan menepi dan menjauh dari keramaian agar terhindar dari pandangan orang. Merasa bebas deh melakukan apa pun.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/10/jangan-berduaan-bahaya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed