
Sign up to save your podcasts
Or


Akibat Iman Krisis, Orang Tua Mendadak Sadis
Oleh. Ita Mumtaz
Voice Over Talent: Titis U
NarasiPost.Com-Polisi mengamankan empat pelaku penganiayaan terhadap anak perempuan berusia enam tahun hingga bola matanya copot di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Mereka tega mencongkel mata korban lantaran diduga mempelajari ilmu hitam pesugihan untuk menjadikan korban sebagai tumbal (cnnindonesia.com, 04/09/2021).
Berita tentang orang tua mencongkel mata anak kandungnya yang berusia enam tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan membuat masyarakat geram. Mereka tega menganiaya darah dagingnya sendiri, sosok mungil yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari orang tuanya.
Astaghfirullah, perbuatan sadis itu dilakukan demi mendapatkan kekayaan dengan jalan pesugihan, yaitu bagian dari ilmu hitam. Hanya orang tua tidak waras dan tak beriman yang nekat mengorbankan anaknya menjadi tumbal demi harta.
Di zaman modern ini, ritual pesugihan ternyata masih kerap dilakukan oleh sebagian masyarakat, demi mendapatkan harta kekayaan secara instan. Perilaku maksiat ini pun masih lestari hingga saat ini, bahkan dilakukan secara turun temurun. Padahal, kebanyakan dari mereka adalah muslim. Tampaknya, orang-orang yang tidak mau menggunakan akalnya itu tak pedulikan lagi bahwa perbuatannya termasuk dosa besar. Bagi orang-orang yang kurang iman, maka apapun akan dilakukan asal bisa kaya mendadak tanpa harus kerja keras. Sudahlah berbuat syirik, ditambah lagi menzalimi dan menganiaya sesama manusia, terlebih anak kandungnya.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/07/akibat-iman-krisis-orang-tua-mendadak-sadis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pesona Kebun Binantang Kinantan yang Penuh Kenangan
Oleh. Messy Ikhsan
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Hello, Guys. Siapa nih yang suka dengan dunia binatang dan hobi menjelajah alam semesta? Atau yang pernah tergabung dan pernah mengabdi pada komunitas pencinta alam sejagat raya? Hmm, sekarang kalian tidak perlu ribet dan berjuang keras lagi ke hutan untuk menyaksikan tingkah unik binatang dan pesona alam yang masih asri. Kalian tidak perlu lagi jalan-jalan jauh untuk merasakan sensasi udara sejuk dan pemandangan yang kece badai. Sebab, semua fasilitas itu sudah terangkum lengkap di Kebun Binatang Kinantan Bukittinggi, loh, Guys.
Seperti yang dilansir dari laman Wikipedia menyatakan bahwa Kebun Binatang Kinantan merupakan kebun binatang yang tertua di Nusantara. Kebun binatang itu dibangun tahun 1990 atas saran ide Controleur pemerintah Hindia-Belanda saat itu yang bertugas di benteng Fort de Kock yang diberi nama Gravenzanden. Awalnya area kebun binatang dibangun untuk taman bunga. Akan tetapi setelah melewati beragam proses dan waktu yang panjang, pemerintah akhirnya sepakat dialihfungsikan sebagai tempat koleksi beragam binatang yang ada di dunia.
Kebun binatang merupakan satu-satunya yang ada di Sumatera Barat dan punya koleksi binatang yang terlengkap. Wow, daebak, ini benar-benar super kece. Lebih tepatnya terletak strategis di pusat kota Bukittinggi di daerah Bukit Cubadak, Bungkuak. Selain berada di posisi yang mantap, area kebun binatang juga berdekatan dengan ikon kota Sejuk yaitu Jam Gadang, Benteng Fort de Kock, dan wisata sejarah Lubang Jepang. Sehingga dalam waktu yang berdekatan, kita sudah bisa mengelilingi beragam destinasi wisata unggulan dengan tempat dan sensasi yang berbeda.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/22/pesona-kebun-binantang-kinantan-yang-penuh-kenangan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Anak Jadi Tumbal Pesugihan, Bukti Negara Telat Melibas Kesyirikan?
Oleh. Heni Rohmawati, S.E.I
Voice Over Talent: Maya R
NarasiPost.Com-Perih sekaligus teriris saat mengetahui ada orang tua yang tega membunuh dan menganiaya anak-anaknya sendiri. Berita mengenaskan ini berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan pada Minggu (5/9/2021) dari kompas.com. Diberitakan sekeluarga mengikuti sebuah ritual pesugihan dengan mengorbankan kedua anak perempuannya sebagai tumbal. Sang kakak berinisial DS (22) telah meninggal akibat dicekoki garam sebanyak 2 liter. Dan adiknya AP (6) dicongkel bola matanya. Sungguh biadab perbuatan keluarga ini terhadap anak-anak yang seharusnya mereka sayangi dan lindungi. Hingga kini kasus ini masih diusut oleh pihak kepolisian untuk mengetahui asal usul ritual sesat yang sangat berbahaya ini.
Sungguh tak bisa dibayangkan aksi biadab oleh keluarga terdekat korban. Tak ada perasaan kasihan dan juga perlindungan. Keluarga telah berubah menjadi monster paling menakutkan. Telah hilang rasa manusia dan cinta kepada anak yang dilahirkannya sendiri. Rasa sakit tak terperi dirasakan oleh sang putri AP (6). Bocah yang masih butuh penjagaan orang tua, malah jadi tumbal pesugihan menyesatkan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/03/anak-jadi-tumbal-pesugihan-bukti-negara-telat-melibas-kesyirikan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mengenal Tanaman Ajaib, Rahasia Kecantikan Cleopatra
Oleh. Ana Nazahah
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Kamu pasti sudah kenal tumbuhan yang dijuluki superfood yang begitu populer saat ini. Tumbuhan dengan nama latin Moringa Olifeira ini sempat dijadikan Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai Crop of the Month di tahun 2018 lalu, loh.
Menurut penelitian, tumbuhan asli India ini memiliki sejuta manfaat baik untuk kesehatan, obat-obatan maupun kecantikan. Bahkan di Afrika dijadikan sumber pangan untuk mencegah kelaparan, gizi buruk dan stunting. Nah, kamu pasti bisa tebak, kan, ini tumbuhan apa? Benar sekali, tumbuhan ini adalah daun kelor.
Di tanah air tumbuhan kelor sangat mudah kita temui. Ditanam di pekarangan atau dijadikan pagar bagi kebun-kebun petani. Bahkan ibu-ibu sering menjadikannya sebagai sayuran dihidangkan bersama lauk untuk disantap bersama keluarga.
Naskah Selengkapnya:https://narasipost.com/2021/10/20/mengenal-tanaman-ajaib-rahasia-kecantikan-cleopatra/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Kesehatan Berbasis Syariah Sempurna dengan Penerapan Islam Kafah
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice Over Talent: Arien S
NarasiPost.Com-Islam adalah agama yang unik. Agama samawi ini, mempunyai aturan sempurna, baik untuk pemeluknya maupun manusia secara umum. Aturannya mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari peribadahan, sosial, politik, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.
Berdasarkan hasil sensus 2020, jumlah penduduk Indonesia adalah 270,20 juta jiwa. Sedangkan menurut World Population Review jumlah muslim di Indonesia adalah 87.2% setara dengan 229 juta jiwa. Jumlah ini membawa Islam sebagai agama terbesar di Nusantara. Populasi penduduk yang berjumlah besar ini, disoroti oleh Wakil Presiden KH. Makruf Amin sebagai potensi, baik secara ekonomi maupun dakwah. Beliau pun mendorong MUKISI (Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia) agar meningkatkan jumlah rumah sakit bersertifikat syariah, juga pelayanan sesuai standar syariah dalam pertemuan virtual Muktamar V MUKISI.
Wapres mengatakan, sistem pelayanan kesehatan berdasarkan akidah Islam sangat diperlukan dalam membantu proses penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan, mengingat besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia. Tak hanya itu, dengan sistem kesehatan berbasis syariah, seorang muslim dapat meningkatkan keimanannya selama menjalani perawatan. (m.antaranews.com, 21/8/2021).
Naskah Selengkapnya:https://narasipost.com/2021/09/07/sistem-kesehatan-berbasis-syariah-sempurna-dengan-penerapan-islam-kafah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Prasangka yang Mendatangkan Murka
Oleh. Ana Nazahah
Voice Over Talent: Maya R
NarasiPost.Com-Sahabat muslim, mungkin pernah mendengar bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala itu sesuai prasangka hambanya. Jika seorang hamba berprasangka baik kepada Allah, maka baik pula urusannya. Namun, jika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah maka buruk pula urusannya.
Misalnya, kita mengalami sakit yang setiap orang pasti pernah merasakannya. Minimal flu biasa di kala musim hujan. Nah, coba diingat-ingat bagaimana perasaan kita saat mengalami sakit tersebut? Pastinya sangat tidak nyaman, makan dan minum terasa sulit, kerja susah, hidup tidak semangat dan kreativitas terhambat. Tentu saja, mayoritas kita akan setuju kondisi ini bukanlah kondisi yang kita inginkan.
Namun, saat kita berprasangka baik kepada Allah, sabar dengan sakit dan berikhtiar terbaik dalam menghadapinya. Maka, di sinilah letak kebaikan itu. Rasa sakit mampu menghapuskan dosa, kesabaran mampu melipatgandakan pahala. Demikian, urusan yang tadinya dinilainya tidak baik menjadi baik seketika.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/04/prasangka-yang-mendatangkan-murka/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Biaya Kuliah Meninggi, Mahasiswa Gigit Jari
Oleh. Messy Ikhsan, S.Pd.
Voice Over Talent: Titis U
NarasiPost.Com-Guys, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menimbulkan efek buruk pada beberapa sektor kehidupan seperti kesehatan. Tak sekadar itu, efek buruk pandemi juga menyasar sektor perekonomian. Banyak masyarakat kalangan tingkat menengah ke bawah dirundung nestapa karena harus kehilangan sumber penghasilan. Sehingga membuat mereka kesulitan untuk membayar biaya pendidikan sang buah hati. Bahkan, sampai setengah juta mahasiswa harus rela putus kuliah karena tak kuasa membayar uang UKT yang melonjak tinggi. Huft, ngeri dan miris sekali!
Kabar itu bersumber dari Kepala Lembaga Beasiswa Baznas Sri Nurhidayah dalam pengenalan zakat untuk pendidikan di Jakarta via daring. Sri mengatakan bahwa dalam kurun waktu satu tahun jumlah putus kuliah mencapai 602.208 mahasiswa, dilansir dari laman JawaPos.com pada (16/8/21).
Kebanyakan mahasiswa yang putus kuliah berasal dari penguruan tinggi swasta karena UKT yang melonjak tinggi. Sebab, pengelolaan kampus diserahkan kepada individu dan yayasan. Sehingga salah satu sumber pemasukan dana kampus berasal dari uang yang diberikan mahasiswa. Jika banyak mahasiswa yang memilih putus kuliah, tentu hal itu akan berdampak buruk pada eksistensi perguruan tinggi swasta. Bahkan, dampak yang paling buruk akan banyak kampus swasta yang gulung tikar. Astagfirullah, ya, Guys.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/14/biaya-kuliah-meninggi-mahasiswa-gigit-jari/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menunaikan Hak-Hak Nabi saw
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Pada bulan Rabiul Awwal, umat muslim di Indonesia umumnya bergembira menyambut peristiwa kelahiran Nabi saw. Beliaulah satu-satunya pribadi yang tidak pernah lekang keharuman namanya. Tak pernah pudar kekaguman orang pada keluhurannya. Sepanjang masa, nama Baginda Nabi saw. dielu-elukan. Salawat untuk beliau banyak dibacakan. Makam beliau pun ramai dikunjungi orang dengan penuh keharuan sembari diiringi tetesan air mata kerinduan.
Kegembiraan itu wajar mengingat pengutusan Rasulullah saw. adalah nikmat yang paling agung bagi umat manusia. Berkat kedatangan beliau, manusia dibebaskan dari kesesatan. Mereka diajak menuju keimanan dan ketakwaan. Allah Swt. berfirman:
لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلاَ مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِه وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
“Sungguh, Allah telah memberi kaum mukmin karunia ketika Dia mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri. Ia membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka serta mengajari mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (As-Sunah) meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (TQS. Ali-Imran [3]: 164)
Naskah Selengkapnya:https://narasipost.com/2021/10/26/menunaikan-hak-hak-nabi-saw/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Glorifikasi Pengusir Khalifah di Tanah Konsulat Khilafah
Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
Voice Over Talent: Maya R
NarasiPost.Com-Nama Betawi tentu bukan hal yang asing lagi, khususnya bagi para penduduk wilayah yang saat ini menyandang status sebagai ibu kota negara Indonesia. Kata Betawi yang berasal dari kata Batavia adalah nama yang disematkan oleh penjajah Belanda saat mulai meluaskan cengkeraman di daerah jajahannya di Hindia Belanda dulu, jauh sebelum nama Indonesia disepakati sebagai nama negara ini.
Tanah Betawi pun turut andil dalam melukis sejarah, karena pernah menjadi salah satu konsulat dari pusat kekuasaan kaum muslimin di akhir abad ke sembilan belas hingga awal abad ke dua puluh, yakni khilafah Utsmani.
Nicko Pandawa di dalam bukunya yang berjudul “Khilafah dan Ketakutan Penjajah Belanda” mengatakan bahwa terdapat 10 orang yang pernah menjabat sebagai konsul Utsmani yang pernah ditempatkan di Batavia dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun. Mereka bertugas sebagai penghubung khalifah kepada kaum muslimin serta penyambung asa umat Islam di nusantara yang saat itu masih dikenal sebagai Hindia Belanda dengan pusat kepemimpinan mereka di Istambul, Turki. Penempatan konsulat Utsmani pertama kali dilakukan pada tahun 1882 di bawah masa Sultan Abdul Hamid II berkuasa. Beliau begitu dihormati dan senantiasa didoakan oleh penduduk muslim di nusantara.
Itulah sedikit sejarah yang perlu diungkap ke tengah-tengah umat. Hanya saja, ada hal yang cukup menggelitik terjadi menjelang perayaan maulid Nabi Muhammad saw. Pasalnya, pemerintah Turki yang direpresentasikan oleh kedutaan besarnya di Jakarta mengusulkan penamaan salah satu jalan di Jakarta dengan nama Mustafa Kemal Attaturk. Hal ini disebut merupakan sebuah aksi timbal balik antara Turki dengan Indonesia, mengingat adanya nama Jalan Ahmed Soekarno di Ankara. Aksi resiprokal seperti ini juga dikatakan sebagai bentuk persahabatan antara dua negara, meski usulan tersebut masih bersifat rekomendasi dan belum mendapatkan ketukan palu, sebagaimana yang diwartakan oleh CNN Indonesia.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/26/glorifikasi-pengusir-khalifah-di-tanah-konsulat-khilafah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ayo, Cari Pintu Taman Surgamu
Oleh. Mariyah Zawawi
Voice Over Talent: Maya R
NarasiPost.Com-Selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dari setiap musibah yang menimpa. Begitu pula dengan musibah pandemi saat ini. Pandemi yang mengharuskan semua orang menghindari kerumunan, membuat manusia berpikir untuk mencari jalan.
Maka, digunakanlah berbagai aplikasi yang memungkinkan manusia bertemu meski tidak bertatap muka. Melalui berbagai aplikasi itu, mereka bisa mengadakan rapat, konferensi, pengajian umum, dan sebagainya. Melalui aplikasi itu pula, mereka yang saling berjauhan tetap dapat bertemu, meski secara virtual.
Pandemi memang telah membuat penggunaan internet semakin masif. Internet pun digunakan di berbagai bidang. Bukan hanya dalam urusan pekerjaan, tapi juga dalam bidang pendidikan.
Kegiatan belajar mengajar pun dilakukan dengan menggunakan internet. Berbagai aplikasi yang mendukung tercapainya tujuan belajar mengajar pun digunakan. Ada aplikasi untuk pembelajaran maupun evaluasi secara daring. Melalui aplikasi-aplikasi ini, target pembelajaran dapat diraih. Meskipun mungkin tidak sebagus jika dilakukan secara luring, tentunya.
Penggunaan internet membuat kesempatan untuk mencari ilmu semakin terbuka lebar. Melalui internet, semakin mudah bagi kita dalam menuntut berbagai ilmu. Sesuatu yang mungkin tidak kita pikirkan sebelumnya.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/18/ayo-cari-pintu-taman-surgamu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed