Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Penghapusan Red List Covid-19, Akankah Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Negeri?

    Penghapusan Red List Covid-19, Akankah Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Negeri?

    Oleh. Ayu Mela Yulianti, S.Pt

    (Pemerhati Generasi)

    Voice Over Talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, meminta petinggi negara sahabat untuk menghapus Indonesia dari daftar merah perjalanan.

    Retno mengatakan dalam pertemuan tinggi di Sidang Majelis Umum PBB ke 76 di New York, Jumat (24/9/2021) malam waktu AS, ia sudah melakukan pembahasan beberapa isu dengan 18 negara, salah satunya terkait penanganan Covid-19. (CNBC Indonesia, September 2021)

    Banyak upaya yang dilakukan untuk kembali mendongkrak pertumbuhan ekonomi negeri. Satu di antaranya adalah upaya diplomasi yang dilakukan para menteri terhadap negara luar, antara lain adalah permintaan penghapusan Indonesia dari daftar merah perjalanan. Sehingga dengan adanya upaya penghapusan ini, diharapkan dapat kembali mendongkrak sektor pariwisata, dimana wisatawan asing kembali datang ke Indonesia, sehingga dapat mendorong dan mengembalikan ekonomi negeri menuju pertumbuhannya kembali setelah ambruk terpuruk akibat hempasan wabah Covid-19.

    Kestabilan ekonomi negeri dan kebangkitannya sebetulnya sudah mulai tampak, sedikit demi sedikit, semenjak badai pandemi mulai mereda, walaupun harus dibayar dengan kehilangan jutaan nyawa. Namun benarkah dengan penghapusan Indonesia dari daftar merah perjalanan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi negeri ke arah yang lebih baik?


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/03/penghapusan-red-list-covid-19-akankah-mendongkrak-pertumbuhan-ekonomi-negeri/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Islam Atasi Kasus Pelecehan Seksual

    Islam Atasi Kasus Pelecehan Seksual

    Oleh. Maretatik

    Voice Over Talent: Maya R

    NarasiPost.Com-Akhir-akhir ini, ramai dibicarakan tentang kasus perundungan dan pelecehan seksual. Sebagaimana diberitakan di harian Republika, seorang pria yang mengaku sebagai pegawai KPI Pusat mengaku sebagai korban perundungan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh tujuh pegawai lainnya di Kantor KPI Pusat selama periode 2011-2020. Ternyata di lembaga sekelas KPI pun, diduga terjadi kasus seperti itu.

    Tak kalah heboh, berita bebasnya seorang aktor yang tersandung kasus pedofilia, yang disambut bak pahlawan lalu mendapatkan tawaran job dari televisi nasional, bahkan sejak masih dalam penjara, sebagaimana diberitakan laman riau24.com beberapa waktu lalu. kecaman pun muncul dari berbagai macam pihak yang menyayangkan sikap stasiun televisi yang memberikan panggung bagi pelaku pedofilia sekaligus mengecam KPI yang tak mengambil sikap atas tayangan tersebut. Setelah banyak kritikan, barulah KPI bersikap, tetapi Ketua KPI masih memperbolehkan sang artis tersebut untuk tampil di televisi untuk menjelaskan bahaya pedofil. Memilukan.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/29/islam-atasi-kasus-pelecehan-seksual/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Wisata Edukasi Kopi dan Kakao, Pesonanya Melegenda

    Wisata Edukasi Kopi dan Kakao, Pesonanya Melegenda

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Siapa yang tak kenal kopi dan kakao? Kedua jenis buah ini sangat dekat dengan kehidupan. Aroma kopi dan kakao sungguh memikat dan rasanya pun nikmat. Pohon kopi ataupun cokelat banyak tumbuh di dataran tinggi alias wilayah pegunungan.

    Di Jawa Timur banyak terhampar gunung, salah satunya di Kabupaten Jember. Di sana ada perkebunan kopi dan kakao yang dikelola oleh PTPN (PT Perkebunan Nusantara). Kebun kopi dan kakao ini dijadikan tempat wisata edukasi. Pesonanya melegenda dan bisa dinikmati siapa saja, bukan hanya warga sekitar.

    Omong-omong kebun kopi dan kakao, ada sejarah panjang yang mewarnai keberadaannya. Belanda yang pernah menjajah Indonesia mengekspansi wilayah pegunungan untuk membuka perkebunan demi pundi-pundi ekonomi mereka. Setelah bisnis tulip mereka redup, kopi dan kakao menjadi pilihan utama. Besoekisch Proefstation menjadi nama pertama saat Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) didirikan, yakni pada tanggal 1 Januari 1911.

    Perkebunan nusantara warisan Belanda ini lebih dari satu abad beroperasi aktif dalam penelitian dan pengembangan kopi dan kakao di Indonesia. Masyaallah, perkebunan ini sangat produktif dan masih alami. Puslitkoka memperoleh mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 786/Kpts/Org/9/1981 tanggal 20 Oktober 1981. Perkebunan ini sangat potensial dalam hal kelestarian alam dan sumber ekonomi nasional.

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) adalah salah satu tempat wisata edukasi penuh pesona yang benar-benar alami. Panoramanya memiliki daya tarik tersendiri dan membuat wisatawan yang berkunjung jatuh hati. Rasa rindu akan bergelayut saat mereka pergi, tebersitlah harapan untuk berkunjung lagi.

    Wisata edukasi ini terletak di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Dari kota Jember, para wisatawan cukup menempuh waktu 15-25 menit ke arah selatan. Lokasinya dikelilingi oleh hutan, perkebunan, dan persawahan. Letaknya yang berada jauh di dalam tak membuat wisatawan bosan selama perjalanan.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/13/wisata-edukasi-kopi-dan-kakao-pesonanya-melegenda/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Pemuda, Agen Perubahan

    Pemuda, Agen Perubahan

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    ( Kontributor Tetap NarasiPost.Com )

    Voice Over Talent: Dewi F

    NarasiPost.Com-Negeri ini makin ke sini makin tidak jelas ya, Gaes. Hari demi hari bangsa ini seakan tak punya visi misi. Kalian juga merasakan kan, negeri ini makin jauh dari aturan? Lihatlah bagaimana hukum sering diperjualbelikan. Saat pandemi begini, warga asing bebas berdatangan, kekayaan negeri pada digadaikan, ulama dipenjarakan, rakyat kelaparan dibiarkan, generasi makin rusak, serta pendidikan makin tak berkualitas.

    Para penguasa seakan mati rasa. Coba deh, kita lihat, di saat rakyat sengsara karena pandemi belum berakhir dengan kebijakan dan pelayanan amatir, pemerintah malah sering bikin lawakan, Sob.

    Ada yang minta dibuatkan rumah sakit khusus mereka, ada yang minta baju dinasnya merek dunia, ada yang sibuk pasang baliho dengan biaya yang bisa bikin kenyang satu provinsi, ada yang mengajak ngereview drama. Ah … pokoknya kocak-kocak, deh. Mereka pikir nih, negara panggung stand up comedy kali, ya?

    Nah ada yang paling mutakhir nih, Gaes. Pemerintah dalam waktu dekat akan mengalihkan semua saluran TV analog ke saluran TV digital. Di tengah mencekamnya pandemi yang kian hari kian ngeri begini, bukannya fokus mencari solusi untuk rakyat, malah lagi dan lagi mereka mengeluarkan kebijakan yang tidak banget. Sekarang ini, rakyat sedang kelaparan, dengan ekonomi kian terpuruk karena pandemi kian memburuk. Korban semakin banyak. Rakyat sedang tidak memikirkan TV, baik analog mau digital. Rakyat hanya butuh solusi agar pandemi ini segera berakhir. Rakyat hanya ingin bisa sekolah lagi, usaha lagi, bisa hidup dengan tenang lagi.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/08/27/pemuda-agen-perubahan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • L98T Semakin Unjuk Gigi, Negara Miskin Proteksi

    L98T Semakin Unjuk Gigi, Negara Miskin Proteksi

    Oleh. Messy Ikhsan, S.Pd

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Kampanye L98T di seluruh negara di dunia kian digencarkan secara masif, termasuk di negeri yang mayoritas muslim pun ikutan-ikutan latah dengan tren sesat tersebut. Hal itu terbukti dengan diselenggarakan kontes kecantikan Miss Queen Indonesia tahun 2021 di Bali yang diperuntukkan bagi kaum transgender. Selain itu, publik figure dengan inisial MC yang dinobatkan sebagai pemenang ajang tersebut juga berhak mengikuti ajang yang sama di tingkat internasional sebagai perwakilan dari Indonesia.

    Keberhasilan dalam menyelenggarakan ajang Miss Queen itu semakin menunjukkan sikap toleran masyarakat terhadap perilaku penyimpangan seksual. Atas dasar menuhankan HAM dan mengedepankan pemikiran liberal, sebagian netizen memberikan dukungan positif agar MC melayakkan diri untuk ikut ajang Miss Queen tingkat internasional yang ada diselenggarakan di Thailand.

    Padahal MUI sudah buka suara dan berpendapat bahwa konten kecantikan Miss Queen tidak boleh dilaksanakan di Indonesia karena perilaku transgender itu haram dan aib. “Perlu saya sampaikan bahwa MUI melalui Munas ke-8 tahun 2010 telah mengeluarkan fatwa tentang transgender. Dalam fatwa itu disebutkan bahwa mengganti jenis kelamin (transgender) hukumnya haram, termasuk pihak yang membantu menggantikan jenis kelamin itu,” kata Prof Utang Ranuwijaya selaku Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI saat diwawancarai wartawan pada Senin (4/10/2021).

    Sementara negara seolah-olah membiarkan dan membolehkan ajang kecantikan bagi transgender itu dilaksanakan tanpa ada kendala dan pelarangan. Negara tidak serius menggembok beragam pintu masuk bagi penyebaran L98T, baik dari segi ide maupun perbuatan. Hal itu membuat komunitas pelangi semakin sombong dan terbang ke udara. Alhasil, kode hancurnya tatanan masyarakat semakin terpampang nyata di depan mata.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/12/l98t-semakin-unjuk-gigi-negara-miskin-proteksi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Meneladani Sifat Pemaaf Nabi Muhammad saw
    Meneladani Sifat Pemaaf Nabi Muhammad saw
    Oleh. Mariyah Zawawi
    Voice Over Talent: Titis U
    NarasiPost.Com-Rasulullah saw. adalah teladan kita. Beliau adalah uswatun hasanah. Segala tingkah laku maupun ucapannya adalah wahyu. Tidak ada satu pun yang berasal dari hawa nafsu beliau. Akhlaknya terpuji. Adabnya menawan hati. Semua itu karena didikan langsung dari Ilahi.
    Rasulullah senantiasa berkata baik dan jujur. Itu sebabnya beliau dijuluki Al-Amiin oleh orang-orang Quraisy. Meskipun julukan itu tidak mampu membuat orang-orang Quraisy itu otomatis menerima dakwah beliau.
    Dakwah yang membuat mereka sering mengolok-olok Rasulullah dan para sahabatnya. Meski demikian, Rasulullah saw. tidak pernah membalas olok-olok mereka. Hal itu karena Rasulullah telah dididik langsung oleh Allah Swt. Dalam sebuah hadis, dari Ibnu Mas’ud ra., Rasulullah saw. bersabda,
    أن الله أدبني فأحسن تأديبي ثم أمرني بمكارم الأخلاق فقال خذ العفو وأمر بالعرف وأعرض عن الجاهلين
    “Sesungguhnya Allah telah mendidikku, maka pendidikanku menjadi baik. Kemudian Dia telah memerintahkan diriku untuk berakhlak yang mulia. Maka, Allah berfirman, “Jadilah pemaaf dan serulah orang-orang untuk berbuat yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (QS. Al-A’raaf [7]: 199).” (HR. Abu Sa’id Ibnu as-Sam’aany, dalam Adabu al-Imlaa)
    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/03/meneladani-sifat-pemaaf-nabi-muhammad-saw/
    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
    Follow us on:
    instagram: http://instagram.com/narasipost
    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
    Twitter: Http://twitter.com/narasipost
    10 min
  • Antara Taliban dan Afganistan

    Antara Taliban dan Afganistan

    Oleh. Ayu Mela Yulianti, SPt.

    (Pemerhati Generasi)

    Voice Over Talent: Arien S

    NarasiPost.Com-Milisi Taliban berhasil menguasai ibukota Afganistan, Kabul dan menguasai istana kepresidenan, sesaat setelah Amerika menarik mundur militer dan pasukannya dari tanah Afganistan. Pada saat yang sama, publik Afganistan pun banyak yang keluar wilayah Afganistan untuk mengungsi.

    Tak lama setelah kekuasaan dan pemerintahan Afganistan dikuasai oleh Taliban, Cina dan Rusia ditengarai berusaha masuk ke Afganistan, setelah Amerika hengkang dari wilayah tersebut. Mereka masuk tentu dengan membuat kesepakatan dengan Taliban yang baru berkuasa dengan cara kudeta berdarah, walaupun mereka tidak sepenuhnya mengakui kekuasaan Taliban atas Afganistan.

    Semua fakta di atas menunjukan bahwa kekuasaan Taliban atas Afganistan adalah cacat, sebab tidak mendapat dukungan sepenuhnya dari publik Afganistan yang mayoritas memilih untuk pergi mengungsi. Atau dengan kata lain, kekuasaan Taliban atas Afganistan tidak mendapatkan simpati publik. Hal ini pun menunjukan bahwa publik Afganistan sangat asing dengan Taliban, termasuk semua visi misi yang ingin diwujudkannya saat berkuasa di Afganistan. Hal ini pun menunjukan bahwa keterasingan publik Afganistan akan Taliban menunjukan tidak adanya penyampaian secara jelas visi misi Taliban saat berkuasa kelak dan betapa publik Afganistan sudah terlalu lengket dengan ide demokrasi sekuler yang difasilitasi oleh pemerintahan Afganistan sebelumnya yang ada di bawah kontrol Amerika. Sehingga publik Afganistan ketakutan dengan penguasa baru mereka, yaitu milisi Taliban yang lengket dengan simbol-simbol agama yang tidak banyak dimengerti oleh publik Afganistan. Publik hanya memahami jika milisi Taliban jahat dan membuat Afganistan berdarah-darah. Alhasil, Amerika sebagai induk semang Afganistan sebelumnya, jika tidak mau dikatakan sebagai kaum imperialis atas publik Afganistan, telah berhasil menimbulkan konflik internal di tanah Afganistan. Taliban yang muslim dan pemerintahan Afganistan sebelummya yang tidak mau menyerah pun juga muslim. Mereka dapat diadu domba, dan hal ini berarti menjadi sebuah kerugian yang sangat besar di dunia Islam.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/05/antara-taliban-dan-afganistan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Diabetes, Penyakit Manis Mematikan

    Diabetes, Penyakit Manis Mematikan

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent:  Dewi N

    NarasiPost.Com-‘Jagalah sehatmu sebelum sakitmu’ kalimat tersebut sangat tepat untuk menjadi nasihat diri agar senantiasa menjaga kesehatan sebelum sakit datang. Saat ini, bumi banyak dihuni oleh orang dengan penyakit dalam tubuhnya. Salah satu penyakit kronis berbahaya yang dapat menyumbang angka kematian dalam setiap 10 menit adalah Diabetes Melitus (DM).

    Penderita diabetes di dunia semakin meningkat setiap tahunnya. Data yang diambil dari International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2015 menunjukkan bahwa dari 220 negara, sejumlah 415 juta orang mengidap diabetes melitus. Angka ini diperkirakan melonjak drastis menjadi 642 juta jiwa pada tahun 2040. Bahkan Indonesia mendapat peringkat ke-5 tertinggi untuk kasus diabetes. Selain Indonesia, India, Cina, Amerika, dan Brasil juga mempunyai masalah yang sama.

    Diabetes merupakan penyakit yang diakibatkan tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Tubuh yang seharusnya dapat mengolah glukosa menjadi energi, gagal menjalankan tugasnya karena berbagai sebab. Penyebab diabetes bisa dilihat dari tipe diabetes yang diderita. Terdapat tiga tipe diabetes yang umum diketahui, yakni diabetes tipe satu, dan diabetes tipe dua, juga diabetes gestasional. Namun baru-baru ini, dilansir dari laman hallosehat.com (29/4/2021) hasil dari studi jurnal Neurology, menjelaskan bahwa risiko alzheimer dan demensia menjadi berkali-kali lipat pada orang dengan DM. Hingga penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat diabetes tipe 3.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/20/diabetes-penyakit-manis-mematikan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • SDM Menangkan Kompetisi Dunia, Indikator Kemajuan Negara?

    SDM Menangkan Kompetisi Dunia, Indikator Kemajuan Negara?

    Oleh.Renita

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Fani R

    NarasiPost.Com-Bangsa mana yang tak menginginkan negaranya menjadi negara maju? Yakni bangsa yang memiliki standar hidup dan tingkat pendidikan yang tinggi, lenyapnya pengangguran hingga menjadi kiblat peradaban dunia, pastilah menjadi impian bagi semua negara, tak terkecuali Indonesia. Apalagi, sudah sejak lama Indonesia menyandang status sebagai negara berkembang. Wajar, impian untuk menjadi negara maju selalu jadi target negeri zamrud khatulistiwa ini. Berkaitan dengan ini, Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun membeberkan indikator negara maju yang menjadi target Indonesia pada 2045.

    Seperti dikutip dari antaranews.com (12/9/2021), Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, mengungkapkan indikator menjadi negara maju bukan hanya pertumbuhan ekonomi harus berada pada posisi lima persen setiap tahun, namun negara juga harus memiliki SDM berkualitas yang dapat memenangi kompetisi tingkat dunia. Selain itu, dirinya juga mengatakan mudahnya akses untuk memenuhi kebutuhan rakyat serta infrastruktur yang memadai juga menjadi tolak ukur sebuah negara dikatakan maju atau sebaliknya.

    Tak salah, ketika Menkeu mengungkapkan indikator negara maju salah satunya terkait kualitas sumber daya manusia. SDM yang berkualitas memang akan mampu melejitkan posisi suatu negara di mata dunia. Namun, apakah SDM yang berkualitas ini hanya diukur dari keberhasilannya dalam memenangkan kompetisi tingkat dunia? Ketika SDM Indonesia menjuarai berbagai perhargaan internasional apakah negeri ini akan otomatis menjadi negara maju?


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/24/sdm-menangkan-kompetisi-dunia-indikator-kemajuan-negara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Tersesat

    Tersesat

    Oleh. Messy Ikhsan

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Arien S

    NarasiPost.Com-Aku tersesat dalam ruang tanpa kata

    Tak tahu jalan mana yang hendak disapa
    Terperangkap dalam dunia nan fana
    Sanubariku berteriak bahwa ini dosa
    Tapi, nafsuku berada di puncak utama

    Semakin membuat diri ini tertawa ria

    Menari riang dalam bias maya
    Aku semakin tersesat tanpa punya peta
    Semakin tengelam dalam jurang dosa
    Terlena dalam buaian dan nyanyian dunia

    Hidup bahagia, tapi kenapa hati hampa?

    Seolah ada yang hilang dari dunia
    Hidup penuh tawa, tapi kenapa jiwa merana?
    Seolah ada yang hilang dari tubuh manusia
    Apakah kini dunia sedang bercanda?

    Aku kian menapaki jalan nan panjang

    Lalu mendekap setitik sinar yang benderang
    Membuat mata ini terbuka gamblang
    Bahwa selama ini aku seperti orang asing
    Berjalan dalam kebingungan tanpa ujung

    Sinar yang terpancar melekat di raga

    Membuat diri tersadar dan percaya
    Bahwa selama ini aku seorang pendosa
    Sebab, mengabaikan kuasa Sang Pencipta
    Dengan mengabaikan ayat-ayat cinta-Nya


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/19/tersesat-2/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    4 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com