
Sign up to save your podcasts
Or


Antara AUKUS vs Tiongkok, Bagaimana Nasib Indonesia?
Oleh. Ummu Nailah
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Dinamika yang terjadi di Indo-Pasifik beberapa waktu belakangan ini, semestinya menjadi alarm bagi Indonesia agar tetap waspada. Bagaimana tidak, situasi di Indo-Pasifik menjadi sorotan sejak terbentuknya AUKUS.
Meski pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, telah menyampaikan keprihatinan dan mengingatkan Australia untuk menjaga stabilitas kawasan, namun apakah langkah Indonesia ini sudah cukup dalam menyikapi terbentuknya AUKUS?
Menurut Pakar Hubungan International Sinergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menyatakan bahwa dinamika di kawasan ini sangat aktif, pertumbuhan ekonomi dunia tetap hingga 10 tahun ke depan di sini. Tiongkok sebagai satu kekuatan besar di kawasan, terus berkembang besar secara ekonomi juga membangkitkan perasaan tidak nyaman dari negara-negara besar yang secara konvensional sudah memiliki posisi di kawasan. Dengan demikian, tampak bahwa Indonesia agak terlambat sebenarnya posisinya merespons hal ini.
“Indonesia jangan hanya fokus di militernya saja, karena jika dibesar-besarkan maka akan memancing perlombaan senjata di kawasan. Justru bisa jadi Australia tengah memancing respon keras dari indonesia.” ujarnya.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/29/antara-aukus-vs-tiongkok-bagaimana-nasib-indonesia/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tak Ada Ketaatan dalam Kemaksiatan
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent: Maya R
NarasiPost.Com-“Aku pengen punya pacar saleh, yang baik, yang pinter ngaji, pokoknya pacar idaman deh…” Sob, adakah di sini yang pingin punya pacar atau malah menjadi aktivis pacaran? Apakah kalian di antaranya? Ok, coba deh simak yang Allah firmankan dalam surah Al-Isra’ ayat 32 berikut ini, “Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji serta jalan yang buruk.”
Sob, setiap orang memang sudah diciptakan oleh Allah lengkap dengan naluri suka dengan lawan jenis, tapi bukan berarti jalannya harus pacaran. Iya benar, cinta adalah anugerah. Namun, jangan jadikan anugerah cinta ini sebagai alasan untuk pacaran. Dikatakan dalam ayat di atas jangan mendekati zina walaupun tidak semua aktivitas zina itu terjadi karena pacaran. Namun yang pasti, pacaran merupakan gerbang menuju perbuatan zina itu sendiri.
Berkata Imam Asy-Syaukani rahimahullah dalam Fathul Qodir, Asy-Syaukani: 4/300, Mawqi’ At-Tafaasir, “Allah telah melarang kita mendekati zina. Sekadar mencium lawan jenis saja sudah terlarang. Sebab, seluruh jalan menuju yang haram, maka jalan tersebut adalah haram. Itulah maksud dari ayat ini.”
“Tapi kita pacarannya tidak neko-neko kok, malah kita jadi semangat beribadah karena ada yang mengingatkan, kita juga salat berjemaah…” Sob, dalih itu memang akan bertebaran di mana-mana jika kita menolak kebenaran. Padahal sebagai seorang muslim, kita seharusnya menjalani kehidupan ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Jika Allah sudah menetapkan suatu aturan, yang harus kita lakukan adalah sami’na waatha’na, taat ya taat aja, tidak pakai tapi tidak pakai nanti. Jangan suka bikin alasan untuk mencari pembenaran atas dosa yang kita lakukan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/21/tak-ada-ketaatan-dalam-kemaksiatan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Balada Libur Maulid dan Covid-19
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice Over Talent: Arien S
NarasiPost.Com-Rabiul Awal adalah salah satu bulan perayaan hari besar Islam (PHBI). Pasalnya, tanggal 12 Rabiul Awal diyakini sebagai hari kelahiran Rasulullah Muhammad saw. tercinta. Kaum muslim tiap tahun memperingatinya dengan penuh suka cita demi meneladani Nabi Muhammad saw. sebagai utusan Allah dan pembawa risalah Islam didunia. Peringatan Maulid Nabi pun dijadikan sebagai hari libur nasional di negeri tercinta ini.
Maulid kali ini adalah maulid kedua di masa pandemi. Namun, kondisi yang ada menunjukkan kasus harian yang semakin melandai. Banyak sudah akses moda transportasi umum yang dibuka dengan syarat kartu vaksin dan tes swab antigen. Tempat wisata juga sudah banyak yang mulai beroperasi dan ramai pengunjung. Tak ketinggalan, Mall, cafe, restaurant, warung, dan sejenisnya boleh buka di jam yang telah ditetapkan. PTM terbatas pun mulai berjalan sejak awal Agustus.
Sayangnya, libur maulid kini menjadi polemik. Pemerintah berniat menggesernya karena alasan antisipasi munculnya kasus baru Covid-19 (detiknews.com, 9/10/2021). Alasan klise munculnya klaster baru Covid-19 sangat memukul hati kaum muslim. Pasalnya, bukan hanya sekarang pemerintah menggeser hari libur nasional peringatan hari besar Islam, 1 Muharram 1443 lalu yang bertepatan dengan Selasa (10 Agustus 2021) digeser keesokan harinya Rabu (11 Agustus 2021).
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/26/balada-libur-maulid-dan-covid-19/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jatuh Cinta pada Dakwah
Oleh: Maman El Hakiem
Voice Over Talent: Dewi N
NarasiPost.Com-Jatuh yang tak terasa sakitnya, itulah jatuh cinta. Semua menjadi indah, sekalipun jalan yang dilaluinya berliku dan berduri. Perasaan cinta yang bergelora telah menutupi pahitnya kehidupan dan perihnya sayatan sembilu caci makian. Segala episode hidup yang dialaminya selalu disikapi dengan cara yang terbaik sesuai pemahamannya akan makna cinta yang hakiki. Cinta yang didasari atas keteguhan iman dan kesabaran menjalani aturan Islam.
Harus disadari, Islam adalah agama penuh cinta dan kasih sayang. Dari namanya saja, Islam adalah “as-salmu” yang berarti damai. Orang yang sedang jatuh cinta akan merasakan kedamaian bila bersama dengan yang dicintainya. Perasaan tenteram atau damai itu adalah hikmah dari naluri beragama. Namun, Islam bukan hanya agama normatif melainkan pula agama dakwah. Bukan sekadar memberikan ketenteraman bagi dirinya, tetapi harus pula menjadi rahmat untuk seluruh alam semesta. Karena itu, Islam meliputi akidah dan syariah. Bukan hanya mengajarkan perkara ubudiyah, namun juga menyangkut muamalah, hukum jinayat dan uqubat lainnya.
Aktivitas dakwah adalah seruan untuk menaati hukum-hukum Allah Swt. tersebut yang sifatnya individual, maupun dalam dimensi sosial, komunal dan global. Karenanya, kewajiban dakwah ini adalah tugas individual, jemaah dan juga negara (daulah). Seruan dakwah dibatasi pada dalil tentang amar makruf dan nahi mungkar. Dalam hal ini, Prof. Dr. Hamka menjelaskan di dalam kitab tafsirnya “Al-Azhar”, bahwa makna kata makruf diambil dari kata ‘uruf yang berarti yang dikenal atau yang dapat dimengerti dan dapat dipahami serta dapat diterima oleh masyarakat. Dakwah yang dipahami maksudnya disampaikan dengan “bahasa kaumnya” dalam arti dakwah yang mencerahkan pemikiran dan terpuaskannya akal.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/29/jatuh-cinta-pada-dakwah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pejabat Memperkaya Diri di Saat Hidup Rakyat Makin Sekarat, Benarkah ?
Oleh. Ayu Mela Yulianti, SPt
Voice Over Talent: Yeni M
NarasiPost.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti hasil laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diterima. Hasilnya, tercatat sebanyak 70 persen penyelenggara negara memiliki harta yang kian berlimpah. Selain di lembaga legislatif, harta para pejabat di eksekutif dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah naungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama pandemi Covid-19 juga bertambah. (Merdeka.com, September 2021)
Di sisi lain, satu keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, dan anak yang masih berusia 6 tahun ditemukan tewas di dalam tumpukan puluhan plastik berisi baju baru siap edar. Polisi menduga, mereka tewas karena tertimpa puluhan tumpukan baju di sebuah rumah yang menjadi gudang penyimpanan pakaian.
Miris, kehidupan berkecukupan di kalangan penguasa dan pejabat penyelenggara negara berbanding terbalik dengan kehidupan sempit yang dinikmati publik. Hingga ada banyak rakyat yang menderita, sampai-sampai hidup pun tinggal di gudang pakaian dan mati mengenaskan sebab tertimpa benda-benda di dalam gudang. Entah bagaimana nanti hisab yang akan diterima oleh para pemimpin dan pejabat penyelenggara negara saat mereka benar-benar abai dalam mengurusi rakyatnya. Sehingga rakyatnya banyak yang tertimpa kelaparan dan ketiadaan tempat tinggal, sedangkan para pejabat penyelenggara negara hidup dalam kemakmuran.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/29/pejabat-memperkaya-diri-di-saat-hidup-rakyat-makin-sekarat-benarkah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kanker Darah, Penyakit Langka yang Mematikan dan Menakutkan
Oleh. Deena Noor
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Apa yang tebersit di benak Anda ketika mendengar kata ‘kanker’? Menakutkan, sekarat, parah? Wajar bila muncul pemikiran semacam itu karena penyakit ini memang mematikan. Kanker sendiri merupakan penyebab kematian tertinggi nomor dua setelah penyakit kardiovaskuler. (klikdokter.com)
Adapun salah satu jenis kanker yang langka namun mematikan adalah kanker darah. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi di Indonesia. Dilansir dari hellosehat.com (27/7/2021), data dari Globocan 2018 menunjukkan bahwa kanker limfoma non-Hodgkin menempati urutan ke-7 dengan jumlah 14.164 kasus, limfoma Hodgkin di urutan ke-29, leukimia berada di urutan ke-9 dan multiple myeloma di urutan ke-20.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/26/kanker-darah-penyakit-langka-yang-mematikan-dan-menakutkan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Remaja dalam Pusaran Prostitusi
Oleh. Misnawati
Voice Over Talent: Dewi F
NarasiPost.Com-Remaja beriman, berakhlak mulia, dan tangguh merupakan generasi dambaan sekaligus sebagai penerus keluarga. Di tangan mereka diletakkan estafet perjuangan. Namun, apa jadinya bila remaja sebagai ujung tombak perubahan bangsa telah mengalami kerusakan moral, kemunduran berpikir, dan menjadi remaja yang kehilangan arah? Tentu memprihatinkan.
Telah terjadi penggerebekan tempat hiburan karaoke Pink di daerah Tegal. Ditengarai menjadi ajang bisnis prostitusi ABG. Dari hasil penyelidikan aparat, mendapati kamar prostitusi dan para remaja berusia 14 hingga 17 tahun. Mereka dijajakan dengan harga bervariasi mulai dari 5 juta, 10 juta hingga 60 juta.
Berawal dari laporan masyarakat. Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, akhirnya berhasil mengamankan tiga pelaku remaja sebagai pemandu lagu dan tiga orang yakni SHT, ES, SHN sebagai pemilik karaoke, manajer operasional, dan mucikari. Ketiganya dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara (cnnindonesia.com, 13/9/2021).
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/19/remaja-dalam-pusaran-prostitusi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pesan untuk Seseorang di Perantauan
Oleh: Dila Retta
Voice Over Talent: Arien S
NarasiPost.Com-“Berkelanalah, agar kau mengerti arti sebuah kerinduan. Pergilah, agar kau paham indahnya kepulangan.” (Fiersa Besari)
Teruntuk kamu yang sedang merindukan suasana rumah dan perbincangan dengan keluarga. Meski perjuanganmu tak mudah, percayalah, jika kelak akan indah pada akhirnya.
Mungkin sekarang kepulanganmu harus tertunda, karena tuntutan pekerjaan dan keadaan yang tidak memungkinkan. Sabar, yakinlah jika sebentar lagi kerinduanmu pasti terbayarkan.
Mungkin sekarang, kau hanya mampu berbincang secara virtual, melihat paras cantik Ibunda tanpa bisa memeluknya. Tak apa, sekali lagi bersabarlah. Meski jarak menjadi pemisah antara engkau dengan keluarga, bukankah doa mereka senantiasa mengalir dalam darah? Jadilah kuat untuk mereka, sebagaimana mereka menjadi kuat untukmu.
Mungkin sekarang, dalam kesunyiaan malam, pikiranmu sering merasa runyam, berpikir tentang rumah, orang tua, dan saudara tercinta. Kaurindu akan kebersamaan dengan mereka, tetapi masih tak bisa berbuat apa-apa. Sekali lagi, bersabarlah.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/27/pesan-untuk-seseorang-di-perantauan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pemuda Problem Solver, Bukan Problem Maker
Oleh. Halizah Hafaz Hutasuhut S.Pd
Voice Over Talent: Maya R
NarasiPost.Com-Tawuran antarpemuda kembali bergejolak di Belawan. Dua kelompok pemuda dari Lorong Papan dan Lorong Melati, terlibat tawuran di Jalan TM Pahlawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Minggu (19/9) sore. Ditegaskan oleh Tokoh Pemuda Belawan bahwa untuk menghentikan keributan yang terus-menerus itu butuh pihak keamanan dan pemerintah setempat yang harus turun ke setiap lingkungan untuk memberantas narkoba, sebab yang menjadi masalahnya adalah narkoba.
Lagi dan lagi, obat haram narkoba menjadi penyebab hilangnya kesadaran pemuda dalam menghadapi berbagai hal. Termasuk dalam peristiwa ini, disampaikan oleh tokoh Pemuda Belawan bahwa narkoba yang menjadi sebab terjadinya tawuran. Sungguh mirisnya kondisi pemuda di sistem ini dimana mereka berakhlak buruk yang akhirnya menjadi sosok problem maker yang dapat merusak dunia. Padahal, seharusnya pemuda mempunyai peran yang sangat besar bagi perubahan dunia yang lebih baik yang menjadikannya sebagai sosok problem solver. Sebab pemuda adalah harapan masa depan umat.
Tidak hanya narkoba, masih banyak perilaku buruk yang terjadi pada diri pemuda termasuk pergaulan bebas, kekerasan dalam geng motor, saling bully, melawan dan menantang orang yang lebih tua dan krisis moral lainnya. Sungguh, penyebab rusaknya moral pemuda dikarenakan sistem yang menerapkan aturan batil, yaitu sistem kapitalisme-sekuler yang diterapkan oleh Indonesia saat ini. Dimana faktanya, hari ini banyak orang tua abai dalam menanamkan keimanan dan adab-adab islami kepada anak-anak. Orang tua lebih menekankan prestasi belajar ketimbang pembentukan kepribadian Islam.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/23/pemuda-problem-solver-bukan-problem-maker/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Wahai Sang Pembelajar Sejati!
Oleh. Annisa Fauziah, S.Si.
Voice Over Talent: Arien S
NarasiPost.Com-Setiap muslim tentu sudah mengetahui kewajiban dan keutamaannya untuk menuntut ilmu. Namun, terkadang banyak tantangan yang dihadapi. Mulai dari rasa malas, banyaknya kesibukan, kurang fokus, hingga enggan untuk berkorban. Akhirnya, banyak orang yang merasa cepat puas dengan ilmu yang dimilikinya saat ini.
Tantangan lain yang dihadapi khususnya bagi para muslimah, yaitu ketika muncul insecurity. Rasa tidak percaya diri muncul karena seolah menjadikan ilmu hanya identik dengan kalangan akademisi. Wajar jika akhirnya setelah menikah dan menjadi ibu rumah tangga tak sedikit yang sulit untuk meng-upgrade diri.
Banyak yang berpikir bahwa perannya saat menjadi seorang istri dan ibu telah membatasinya untuk menuntut ilmu dan memberdayakan diri. Alasannya tak lain karena pikirannya kini sudah disibukkan untuk mengurus anak dan suami sehingga merasa tidak mampu mengatur waktunya untuk belajar.
Nah, apakah kita akan selalu menyalahkan keadaan sekitar atau lebih banyak melakukan introspeksi diri? Sejatinya, sudut pandang seperti ini akan membuat kita gagal move on. Penyebabnya tidak lain adalah karena kita selalu menempatkan diri sebagai “korban” dari suatu keadaan, bukan sebagai subjek yang melakukan suatu perubahan.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/23/wahai-sang-pembelajar-sejati/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed