
Sign up to save your podcasts
Or


Tersesat
NarasiPost.Com-Aku tersesat dalam ruang tanpa kata
Semakin membuat diri ini tertawa ria
Hidup bahagia, tapi kenapa hati hampa?
Aku kian menapaki jalan nan panjang
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Dunia Pesantren yang Kurindukan(Part 2)
Story by Sherly Agustina, M.Ag
NarasiPost.Com-Melihat tumpukan kitab kuning di dalam kardus di bawah ranjang kasur, saya tertegun. Ada rasa sesal dan sesak di dada, mengapa dulu saya tidak melanjutkan mengaji di pesantren. Dalam hati saya bertekad, lulus SMA harus kembali mengenyam dunia pesantren, bagaimanapun caranya. Tak terasa, menetes air mata karena rasa penyesalan yang begitu mendalam. Aku rindu pengajian di pesantren, tadarus Al-Qur’an dan menghafal nizam (sya’ir dalam bahasa Arab).
Lulus SLTP di tahun 1999, saya tidak melanjutkan ke pesantren, tetapi pulang kampung di Banten. Saya sekolah di SMUN 2 Krakatau Steel dan menikmati perjalanan sekolah pulang-pergi naik angkot dengan jarak yang lumayan jauh. Cilegon, kota industri yang sangat panas dan berdebu. Sekolah itu tak kalah bersaing dengan kota lain yang ada di Provinsi Banten.
Lulus sekolah menengah, seperti kebanyakan siswa pada umumnya, saya mengikuti UMPTN untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Selain itu, saya mencoba daftar jalur lain yaitu di IAIN Bandung (sekarang UIN). Tertarik dengan gaya dan isi ceramah Aa Gym, saya berencana kuliah di IAIN sambil mondok di pesantren DT. Ini plan kedua, jika tak lolos UMPTN karena tak mungkin jika harus menunggu UMPTN tahun selanjutnya, sementara orang tua berharap saya kuliah di PTN, bukan PTS.
Qadarullah, saya tak lulus UMPTN dan akhirnya mengambil pilihan kuliah di IAIN. Saat itu, saya bertemu dengan seorang akhwat yang bermukim di pesantren, lalu mencari tahu agar saya bisa tinggal dan menimba ilmu di sana. Beliau senior di kampus dan di pesantren. Setelah tahu di mana tempat pesantren tersebut, langsung saya memilih sebagai tempat tinggal selama kuliah di Bandung.
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Seputar Konflik Rumah Tangga
NarasiPost.Com-“Susah ya, Mi, buat nutup dompet lagi?”
Pertanyaan retoris terlontar dari sang suami saat istrinya lupa lagi menutup dompetnya. Tentu tak susah, bukan? Di rumah tangga lain, ada suami yang selalu lupa membereskan bekas handuknya di atas kasur.
“Apa susahnya jemur handuk lagi di tempatnya? “
Pemicu Masalah
Kalau mau dituruti, kedua hal ini bisa jadi api yang memantik ‘kebakaran’ dalam rumah tangga siapa saja. Sakit hati, hingga dendam dan ngedumel dalam diam bisa saja terjadi. Sedikit demi sedikit, sakit dan tak rida menumpuk memicu ledakan yang besar.
Apa pun bisa dipermasalahkan dalam kehidupan berumah tangga, mulai dari kebiasaan pasangan menggunakan pasta gigi, menutup pintu kamar mandi, menjemur handuk, memakai bantal, keterampilannya memasak, caranya berkomunikasi, bahasa tubuhnya, dan masih banyak lagi. Semuanya bisa jadi masalah kalau memang mau dipermasalahkan. Tapi untuk apa?
Agar diri diakui tersakiti? Akankah pasangan jadi lebih mengerti? Atau bisakah pasangan kita berubah lebih baik lagi?
Bukan tak boleh mempermasalahkan semua hal di atas atau hal lainnya, asal konten dan konteks saat menyampaikannya ma’ruf, bukan menggunakan bahasa yang memancing emosi dan ego. Sebagaimana kita ketahui, kitalah yang paling tahu apa yang pasangan kita suka dan tidak suka untuk kita sampaikan.
Fokus Menyelesaikan Masalah
Komunikasi adalah kunci bagi penyelesaian permasalahan dalam rumah tangga. Fitrah istri dan suami diciptakan berbeda. Akan tetapi, semuanya sama di hadapan Allah Swt., sebagai hamba-Nya yang tengah beribadah dalam biduk rumah tangga. Daripada sibuk mengedepankan perbedaan, lebih baik mencari celah kesamaan agar masalah terselesaikan.
Dudukkan kembali posisi kita di hadapan Allah, yaitu sebagai hamba yang terikat pada hukum-Nya, hamba yang disatukan dalam ikatan suci pernikahan dalam rangka beribadah pada-Nya. Namanya ibadah, pasti ada ujian yang harus dilalui. Besar kecilnya semua dari Allah. Semua jadi ladang pahala bagi kita.
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Menanamkan Perjuangan Islam pada Anak
Oleh : Novida Sari,S.Kom
Voice Over Talent : Maya R
NarasiPost.Com-Orang tua muslim visioner, harus betul-betul mempersiapkan anak dan keluarganya agar senantiasa berada dalam keridaan Allah Swt. Benar-benar mempersiapkan anak-anaknya agar tidak terjerumus ke dalam api neraka. Sebagaimana firman Allah Swt. di dalam surah At-Tahrim [66], ayat ke 6, “Hai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia, yang penjaganya adalah malaikat-malaikat kasar dan keras yang tidak durhaka kepada apa yang diperintahkan oleh Allah Swt. kepada mereka dan mereka (malaikat) senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Ayat ini mengingatkan orang tua muslim visioner agar membesarkan dan mendidik anak-anak mereka tidak hanya berorientasi tidak masuk neraka, akan tetapi berharap agar dipertemukan kembali kelak di dalam surga-Nya Allah Swt. Sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Swt. di dalam surah Ath-Thur [52], ayat ke 21, “Dan orang-orang beriman, beserta anak cucu yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka.” Setiap orang beriman akan senantiasa mengidam-idamkan janji Allah Swt. ini dan mengupayakan untuk meraihnya. Sehingga orang tua beriman akan menjadikan ini sebagai orientasi hidup.
Kiat Menanamkan Perjuangan Islam pada Anak
Ada enam kiat dalam menanamkan perjuangan Islam pada anak.
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Praktik Kotor Pernikahan Anak di Zimbabwe: Bukti Kapitalisme Gagal Menyejahterakan Anak dan Perempuan
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Pernikahan dini di zaman ini, dianggap sebagai suatu kriminalitas. Pandangan ini berasal dari paham liberalisme yang menjamin hak asasi manusia, termasuk anak-anak. Paham ini percaya bahwa anak-anak belum siap secara fisik dan psikologis untuk berumah tangga. Hingga ditetapkan bahwa pernikahan hanya boleh dilakukan jika usia anak sudah mencapai 18 tahun.
Ketetapan larangan pernikahan dini semakin diperkuat dengan adanya kasus kematian pada ibu melahirkan yang berusia muda. Sebagaimana yang diwartakan bbc.com, (9/8/2021), Zimbabwe kembali menjadi sorotan, bukan karena hiperinflasinya yang di luar nalar, namun persoalan ini merupakan turunan dari adanya ekonomi yang rusak.
Negara kaya di Benua Hitam ini geger gegara kematian seorang remaja berusia 14 tahun setelah melahirkan di Gereja Apostolik Zimbabwe. Gereja ini pun mendapat sorotan karena sering melakukan praktik pernikahan dini dan menolak pengobatan medis.
Fakta di Balik Pernikahan Dini
Zimbabwe adalah negara kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Negara ini adalah negara nomor dua penghasil berlian dan platinum terbesar di dunia. Dalam tanahnya, terkandung delapan dari sembilan mineral tanah paling mahal seperti emas, lithium, batu bara, bijih besi dan kromium.
Negara ini berbentuk republik. Presiden saat ini adalah Emmerson Mnangagwa. Sebelumnya, Zimbabwe dipimpin Robert Mugabe selama tiga dekade. Penduduk Zimbabwe berpendapatan miliaran, namun mereka tak mampu membeli kebutuhan pokok.
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Permata Hati
Oleh: Afiyah Rasyad
Voice Over Talent : Mels
NarasiPost.Com-Sangat berharga
Gelak tawa tak pernah sepi
Senyummu sejukkan kalbu
Semangat terus mengangkasa
Kaki mungilmu terus meniti
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Kuntum Khaira Ummah Ukhrijat Linnas
Oleh: Miladiah al-Qibthiyah
Voice Over Talent : Yeni M
NarasiPost.Com-Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah manusia paling terhormat dan mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah memilih beliau sebagai utusan terakhir di antara para nabi yang lebih dahulu menjalankan titah Allah Swt di bumi. Rasulullah Saw. diutus oleh Allah agar memberi petunjuk jalan bagi umat akhir zaman. Beliau diutus dengan membawa ajaran mulia syariat Islam yang sempurna nan agung yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi dan rasul terdahulu.
Demikian istimewanya posisi Rasulullah Saw. di sisi Allah sebab di dalam syariat Islam terdapat ribuan perintah, larangan, peringatan dan kabar gembira dari Allah kepada hamba-hamba-Nya di dunia. Menyebarkan seruan Allah tersebut tentu tidak mudah bagi Rasulullah. Namun, karena di dalam Al-Qur’an terdapat satu ayat yang menjelaskan tentang umat terbaik dari umat Rasulullah Saw, maka dengan segala perjuangan dan pengorbanan Rasulullah lakukan agar predikat umat terbaik yang dijanjikan Allah benar-benar tersemat pada umatnya, yaitu umat Islam.
Meraih derajat terbaik dari kalangan umat Islam ini bukanlah perkara yang mudah. Hidup di dunia dengan segala gemerlapnya akan mampu membuat seseorang binasa sebab tidak mampu menguasai dan mengelola syahwat dunia. Untuk itu, derajat umat terbaik hanya ada pada mereka yang konsisten mengikuti ajaran mulia Rasulullah Saw. dengan terus-menerus hingga kehidupan dunia berakhir. Mereka adalah umat Islam yang oleh Allah Swt. disifati sebagai khairu ummah (umat terbaik), sebagaimana firman-Nya:
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi mungkar dan mengimani Allah.” (TQS. Ali Imran [3]: 110).
Sifat khairu ummah sebagai umat terbaik ini tidak hanya berlaku pada kaum muslim di masa Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam saja, melainkan berlaku untuk umat beliau hingga akhir zaman ini. Meraih sifat umat terbaik harus diperjuangkan sebab tidak semua manusia di bumi ini mampu menjalankan karakteristik atau ciri khas dari umat terbaik yang telah Allah sebutkan di dalam ayat tersebut, yaitu: melakukan amar makruf nahi mungkar dan mengimani Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karakter atau ciri khas umat terbaik (khairu ummah) telah dijelaskan oleh Imam ath-Thabari dalam tafsirnya, Jâmi’u al-Bayân: Firman Allah “ta`murûna bi al-ma’rûf”, bahwasanya umat terbaik ini memerintahkan atau menyuruh manusia agar hanya beriman pada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariahnya. Lalu pada ayat “wa tanhawna ‘an al-munkar” adalah bahwa umat terbaik senantiasa melarang manusia untuk bersekutu selain pada Allah Swt., melarang manusia mendustakan Rasul-Nya dan mengamalkan seluruh yang dilarang oleh Allah”
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/31/kuntum-khaira-ummah-ukhrijat-linnas/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Noktah Janji
Oleh : Afiyah Rasyad
Voice Over Talent : Giriyani dan Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-“Jangan macam-macam atau kehormatanmu akan hilang!“
Mata merah lelaki bersinglet itu membuat dinding pertahanan Balqis runtuh. Pikirannya kalut saat terdengar kata kehormatan hilang dari mulut busuk orang yang menyekapnya itu. Keringat dingin merayapi sekujur tubuh. Dia menahan diri untuk memutus tali pengikat lengannya.
Pisau lipat ada di bawah jerami dekat kaki Balqis yang sudah terbebas. Dia telah berhasil memutus tali kaki dengan menggerakan pisau lipat. Namun, lelaki bersinglet itu keburu datang.
Hati Balqis ciut saat kehormatannya terancam. Dia mulai kembali fokus membaca suasana saat penculik itu masuk ruangan di pojok sana. Tampak olehnya ruangan besar seukuran lapangan futsal, banyak jerami kering kemungkinan ini bekas penyimpanan pakan ternak. Banyak pelana kusut digantung. Tak ada tulisan apa pun yang bisa memberikan kode. Dia hanya memerlukan jam tangan digital untuk mengaktifkan map.
Kelihaiannya dalam ekskul pencinta alam sedikit membantu. Dia memutus tali lengan dalam waktu lima menit. Pisau lipat yang selalu ada dalam sepatu bootnya begitu berarti. Sekejap saja map sudah aktif. Dia langsung mengirim SOS. pada kakaknya dan membagikan lokasi. Jam tangan itu tampak sangat biasa, tetapi kecanggihannya sama persis dengan gawai 4G.
Setelah itu, Balqis memosisikan kembali lengannya seperti terikat. Dia mereka-reka, berapa lama lagi kakaknya akan tiba di lokasi. Dua puluh kilo bukan jarak yang panjang. Berarti, lokasi dia disekap sering dia lewati. Dia berusaha mengingat, di mana ada gudang atau peternakan tak terpakai. Buntu … dia tak pernah tahu ada peternakan di tengah kota. Tampaknya, lelaki itu sudah selesai urusannya di ruang itu. Dia mendekati Balqis dengan tatapan sadis.
Jantung Balqis seakan berloncatan setiap telinganya menangkap derap kaki penculik itu kian dekat. Sudah sekitar sepuluh menit dia mengirim SOS. Namun, belum ada tanda-tanda kedatangan sang kakak.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/18/noktah-janji/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Perjalanan Pencarian Identitas di Balik Dinamika Taliban-Afganistan
Oleh: Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
Voice Over Talent : Fani R
NarasiPost.Com-Dunia internasional akhir-akhir ini dihebohkan oleh berita kaburnya Presiden Afganistan, Ashraf Gani, pada 15 Agustus 2021 setelah Taliban menduduki kantor pemerintahannya, sebagaimana yang dilansir dari CNN Indonesia. Kejadian ini terjadi setelah Amerika Serikat di bawah Joe Biden memutuskan untuk mengakhiri penempatan pasukan militernya di Afganistan yang sudah berlangsung sejak tahun 2001. Mengawal proses demokratisasi dan menghalangi penguasaan oleh Taliban tentu saja menjadi alasan terbesar AS dalam penempatan pasukan yang juga memakan anggaran tidak sedikit ini.
Taliban merupakan salah satu aktor nonnegara yang dapat dikatakan cukup sentral dalam konstelasi politik dalam negeri Afghanistan sejak beberapa dekade yang lalu. Hal ini disebabkan karena Taliban yang memiliki cikal bakal dari eksistensi kelompok Mujahidin-meski tidak berafiliasi langsung- dalam perlawanan melawan pengaruh sosialisme-komunisme yang digawangi Soviet, secara de facto pernah menguasai Afghanistan dengan membawa spirit implementasi aturan-aturan Islam. Kondisi ini pulalah yang menyebabkan komunitas internasional serta publik di Afghanistan saat ini menunjukkan sikap kontra, karena merasa Taliban akan kembali menerapkan Islam yang ditakutkan akan merenggut HAM dan kebebasan warga negara.
Bila menarik dari akar sejarah, maka kondisi jatuh dan runtuhnya suatu rezim, khususnya di negeri Islam, bukanlah suatu hal yang baru. Sejak dulu, baik di Timur Tengah maupun regional lainnya, fenomena serupa adalah suatu hal yang niscaya. Bukan hanya Afganistan, banyak rezim di negeri kaum muslimin telah menyaksikan kebangkitan dan keruntuhan suatu kekuasaan, terlebih setelah kepemimpinan tunggal terakhir umat Islam di Turki, yakni Khilafah Utsmaniyah diabolisi pada tahun 1924. Sejak saat itu, berbagai sistem kenegaraan, seperti monarki, sosialis, hingga demokrasi –dan inilah yang mendominasi hingga hari ini- pernah “diuji coba” di sana.
Pasca kejadian 11 September 2001 (9/11) AS memosisikan Taliban sebagai kelompok yang melindungi Usamah bin Ladin, sosok yang masuk dalam Most Wanted Person AS karena disebut bertanggung jawab atas serangan yang meluluhlantakkan gedung World Trade Center, maskot kedigdayaan ekonomi AS kala itu. Adapun pasca AS mengintervensi kekisruhan di Afganistan, kekuasaan Afganistan kembali berganti, dari yang semula dikuasai oleh Taliban dan semangat Islamnya, menjadi negara yang menganut sistem demokrasi dengan Hamid Karzai sebagai presidennya. Sistem ini berlangsung hingga saat sebelum Taliban menyatakan telah menduduki kantor pemerintahan Afganistan beberapa waktu lalu.
Naskah Selengkapnya :https://narasipost.com/2021/08/27/perjalanan-pencarian-identitas-di-balik-dinamika-taliban-afganistan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Semangka, si Penghilang Dahaga yang Menyegarkan
Oleh. Renita
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Adakah di sini yang tidak suka semangka? Buah yang berbentuk bulat besar ini memiliki cita rasa yang manis, lezat, dan segar. Tak heran, buah semangka menjadi salah satu buah favorit masyarakat Indonesia. Ia merupakan buah yang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga bisa menghilangkan dahaga sekaligus menyegarkan tubuh. Selain itu, tentu saja masih banyak manfaat lain dari buah semangka ini. Mau tahu apa saja kah itu? Kita kenalan dulu yuk dengan buah semangka ini.
Mengenal Semangka
Semangka (Citrullus lanatus) merupakan tanaman merambat yang tergolong ke dalam family cucurbitaceae. Tanaman ini berasal dari negara Afrika bagian selatan kemudian menyebar ke berbagai negara di pesisir Laut Mediterania. Semangka merupakan tanaman musiman yang banyak berbuah di musim panas.
Menurut James Kennedy, Ahli Kimia dari Australia, semangka merupakan buah yang paling tidak alami di dunia. Mengapa? Karena, buah ini sudah mengalami “perubahan” dari buah aslinya ketika berada di tangan manusia. Seperti dikutip dari National Geographic, buah semangka awalnya hanya berdiameter sekitar lima sentimeter atau sekitar dua inci serta memiliki cita rasa yang sedikit pahit. Seiring dengan berkembangnya perkembangbiakkan inovatif dan kreatif, semangka akhirnya mulai mengalami perubahan. Buah ini dapat berkembang hingga diameter lebih dari 60 sentimeter dengan berat sekitar 1,8-8 kilo gram. Sejak abad ke-20, semangka mulai menjadi buah yang tidak alami dengan diperkenalkannya semangka tanpa biji.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/25/semangka-si-penghilang-dahaga-yang-menyegarkan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed