Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Andai Saja

    Andai Saja

    Oleh :Bedoon Essem

    NarasiPost.Com-Andai Hari ini nyawaku dicabut

    Anganku, hanya nama-Mu yang ingin kusebut
    Hanya dengan-Mu hatiku ingin terpaut
    Ketika nafasku mulai direnggut

    Namun, dengan semua kealpaan

    Apakah mampu kugapai semua harapan
    Karena, mati itu sesuai kebiasaan
    Sedang amal diri masih jauh dari ketaatan

    Andai aku tahu, sampai berapa lama waktuku

    Pasti kan kupersiapkan dengan matang
    Semua yang akan ditanyakan padaku
    Agar aku bisa melewati sirath dengan gemilang

    Namun, kematian itu misteri

    Dan bodohnya, aku terus menjadi tak tahu diri
    Merasa hidup masih lama lagi
    Lupa bahwa Dia senantiasa mengawasi

    Andai ini hari terakhirku di dunia

    Cemas dengan apa yang akan aku bawa
    Untuk menghadap Sang Penguasa
    Sedang bekalku belum sempurna

    naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/08/andai-saja/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Aya Ummu Najwa

    5 min
  • Lelah Berjuang

    Lelah Berjuang

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    NarasiPost.com – kumendengar seorang sahabat dalam perjuangan, memilih untuk meninggalkan jalan dakwah ini. Dia memilih jalan yang menurutnya aman, yang tak akan membawa kemudharatan padanya dan keluarga, katanya. Dan ia pun memilih lepas dari beban berat perjuangan.

    Sekali lagi, kumelihat, saudaraku dalam langkah bersama di medan terjal yang bernama dakwah ini. Memilih meletakkan tanggung jawabnya, melemparkannya ke bawah kakinya. Untuk ia tinggalkan, untuk ia lupakan, untuk ia abaikan. Ia lelah, baginya dakwah ini menguras tenaga, waktu, dan pikirannya. Ia ingin rehat, menikmati hidupnya.

    Lambat namun pasti, saringan itu bekerja. Satu persatu pengemban dakwah berhenti dan balik arah. Sungguh begitu memilukan dan menyakitkan melihat teman seperjuangan berbelok arah. Sungguh perih kesunyian ini tanpa kebersamaan sahabat dalam medan dakwah.

    Saudaraku, perjuangan ini memang berat. Maka itulah kenapa dia disebut sebagai perjuangan. Menjadi pejuang itu pun berat, karena itulah ia disebut pejuang. Jika kita hanya mengandalkan kekuatan kita sebagai manusia, tentu tak akan mampu, dan tak akan bisa memikulnya. Jika kita hanya fokus terhadap beratnya perjuangan dan banyaknya pengorbanan, tentu akan semakin sulit kita dan berat langkah kita.


    naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/03/28/lelah-berjuang/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Ratu Ika

    6 min
  • Bertambah dan Berkurangnya Iman

    Bertambah dan Berkurangnya Iman

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    NarasiPost.Com-Iman adalah sesuatu yang diyakini di dalam hati manusia dan merupakan puncak tujuan seorang hamba. Iman harus diusahakan oleh hati dan jiwa. Dengan iman, manusia bisa mencapai puncak kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia ia akan merasakan ketenangan dan ketentraman hati, sehingga menjalani kehidupan yang penuh ujian ini ia tidak akan mudah gundah dan resah.

    Sedang di akhirat, ia akan memperoleh semulia-mulianya kedudukan di tempat yang paling indah yaitu surga. Tempat terbaik yang memang disiapkan hanya untuk para orang-orang yang beriman. Dengan keimanan pula, ia akan selamat dan terhindar dari dahsyatnya azab neraka. Yang panasnya ada sepanas-panas api, seburuk-buruk tempat, yang penghuninya adalah seburuk-buruk hamba.

    Dengan keimanan, seorang hamba akan mencapai segala kebaikan, puncak kesuksesan, juga tingginya kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat. Manusia akan terhindar dari segala keburukan, bahaya, musibah, bencana, serta ia akan selamat dari azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan keimanan pula, seorang hamba akan layak mendapatkan puncak dari kenikmatan, yaitu dapat berjumpa dan memandang Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada hari kiamat kelak. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لا تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ

    “Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini. Dan kalian tidak akan saling berdesak-desakan dalam melihat-Nya.” (Muttafaqun alaih).


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/05/26/bertambah-dan-berkurangnya-iman/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over :Miladiah

    11 min
  • UU Ciptaker, Karpet Merah Untuk Tuan TKA

    UU Ciptaker, Karpet Merah Untuk Tuan TKA

    Oleh. Irma Ismail (Aktivis Muslimah Balikpapan)

    NarasiPost.Com-Gelombang kedatangan TKA asal Cina kembali terjadi, di saat larangan mudik diberlakukan. Bahkan di pekan liburan Idulfitri ini, kembali datang rombongan TKA. Dikutip dari Liputan6.com (16/5/2021), dengan menggunakan pesawat carter, sebanyak 110 TKA asal Cina pada tanggal 13 Mei 2021 tiba di Indonesia. Presiden KSPI (Konferensi Serikat Pekerja Indonesia), Said Iqbal menilai bahwa pekerja Cina seperti kebal hukum dengan aturan Indonesia, ini semua akibat berlakunya UU Ciptaker yang menyatakan bahwa buruh kasar masuk ke Indonesia tidak perlu izin tertulis dari menteri. Harusnya pemerintah bersikap adil, menegakkan aturan dan keberpihakannya terhadap buruh lokal dan bukan ke buruh asing.

    Pemerintah pun seolah pasang badan, dilansir dari Liputan6.com (17/5/2021) bahwa Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyatakan bahwa alasan TKA yang masuk ke Indonesia di masa larangan mudik berkaitan dengan kebutuhan industri, bukan mudik, karena terkait dengan jadwal produksi, dimana ada beberapa industri yang strategis untuk perekonomian di tanah air, di samping memang investasinya dari Cina yang mempunyai kepentingan bisnis. Adita Irawati, Juru Bicara Kementrian Perhubungan bahkan menegaskan bahwa pesawat carter yang membawa TKA sudah dihentikan sementara sejak 5 Mei.(Liputan6.com, 16/5/2021)

    Artinya pesawat carter tidak boleh, dan kedatangan TKA dipastikan dengan pesawat reguler.

    naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/05/24/uu-ciptaker-karpet-merah-untuk-tuan-tka/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Suryani I

    5 min
  • Saat Pasangan Menjadi Penghalang Ketaatan

    Saat Pasangan Menjadi Penghalang Ketaatan

    Oleh: Ana Nazahah

    NarasiPost.Com-Dalam hidup, tak semua yang kita inginkan bisa terwujud. Kadang sebaliknya justru Allah menguji kita dengan memberikan sesuatu yang tidak sesuai pinta. Hal itu bukan tidak mungkin terjadi. Karenanya kita dituntut ikhlas, menjalani kehidupan dengan usaha terbaik dan maksimal.

    Sebagai contoh, sebelum menikah kita sangat berharap memiliki pasangan saleh atau salehah menjadi pendamping kita. Mendukung hijrah untuk berislam kaffah. Menjadi imam yang baik bagi istri dan anak-anaknya. Namun siapa sangka, pasangan yang Allah beri justru jauh dari harapan. Jangankan mendukung kita hijrah, salat saja sering malas-malasan.

    Apakah ini terjadi di sekitar kita? Banyak sekali faktanya. Suami yang menghalangi hijrah istri. Atau istri yang menghambat ketaatan suami. Nyata adanya. Banyak ditemui di sekeliling kita.

    Ada suami yang menghalangi istri menutup aurat secara sempurna. Ada juga istri yang menghalangi suami datang ke mejelis ilmu. Tidak sedikit pasangan hidup yang menganggap kegiatan menuntut ilmu pasangannya adalah sia-sia. Buang-buang waktu saja.

    Bisa kita bayangkan bagaimana stresnya hidup dengan pasangan begini. Mungkin ujian ini, tadinya, tak pernah dibayangkan. Di saat pasangan hidup adalah sosok yang akan menemani kita sepanjang usia. Malah menjadi penghalang kita untuk menaati Allah dan Rasul-Nya


    naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/05/28/saat-pasangan-menjadi-penghalang-ketaatan/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Fani Ratu

    6 min
  • Hukum Masuk Gereja, antara Fiqih dan Framing Liberal

    Hukum Masuk Gereja, antara Fiqih dan Framing Liberal

    Oleh. Devi Aliya

    NarasiPost.Com-Perdebatan tentang boleh tidaknya seorang muslim masuk gereja kembali menjadi perbicangan panas. Perbincangan ini mencuat setelah Gus Miftah hadir dalam peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Penjaringan, Jakarta Utara . Kehadiran Gus Miftah di gereja pun menuai pro dan kontra, ada yang memuji, ada juga yang menuding dirinya telah kafir. Beberapa ulama pun menyampaikan pendapatnya tentang hukum seorang muslim masuk gereja atau tempat ibadah agama lain.

    Hukum Masuk Gereja dalam Pandangan Fiqih

    Dilansir dari kanal Youtube pribadinya, Ustaz Abdul Somad (UAS) sempat menyinggung hukum seorang muslim mendatangi tempat ibadah agama lain. Menurut UAS, jika merujuk pada mazhab Syafi’i, hukumnya adalah haram bagi seorang muslim untuk masuk ke dalam rumah ibadah yang di dalamnya terdapat berhala. Pendapat ini disampaikan ketika UAS dimintai tanggapannya tentang film The Santri ketika ada adegan santri membawa tumpeng masuk gereja. UAS juga mengatakan bahwa umat muslim dan nonmuslim telah lama hidup berdampingan, namun jika sudah masuk dalam perkara ibadah atau ritual, maka tidak ada tawar-menawar. UAS menegaskan jangan sampai karena toleransi kemudian mengorbankan keyakinan dan akidah.

    Ustaz Adi Hidayat (UAH) juga pernah menyampaikan soal hukum masuk gereja. Penjelasan UAH ini mengutip halaman 14 dari kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya pendiri Nahdatul Ulama KH.Muhammad Hasyim Asy’ari. Dalam kitab tersebut Hasyim Asy’ari memberikan fatwa tidak boleh ikut-ikutan masuk ke gereja. Beliau juga menghukumi siapa yang ikut ke gereja atau bahkan mengenakan simbol-simbol, memakai topi, dan sebagainya maka dianggap ikut kekafiran mereka. UAH sendiri sampai heran dan tidak bisa memahami sampai hari ini ketika ada azan berkumandang di gereja, buka puasa, dan salawatan juga dilakukan di gereja atau tempat ibadah agama lain. Hal ini menurut UAH tidak tepat dan membuat kacau situasi umat.


    naskah selengkapnya :https://narasipost.com/2021/05/09/hukum-masuk-gereja-antara-fiqih-dan-framing-liberal/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : giriyani

    8 min
  • Beribadah untuk Sekeping Kenikmatan Dunia

    Beribadah untuk Sekeping Kenikmatan Dunia

    NarasiPost.com-Seorang muslim akan selalu berupaya mengikatkan seluruh perbuatannya sesuai dengan syariat-Nya. Setiap kali ia akan memulai suatu perbuatan, ia niatkan karena Allah dan ingin mendapatkan rida-Nya. Namun, bila berbuat untuk mendapatkan kenikmatan dunia, apakah salah dan tercela?

    Rasulullah Saw. bersabda,

    “Sesungguhnya, setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Amal bergantung pada niatnya, maka kita harus beribadah sesuai cara dan petunjuk yang disampaikan Nabi Saw. Jika tidak, amalannya tertolak dan tidak diterima. Sehingga, penting bagi kita memahami apa saja yang membuat seseorang gagal untuk ikhlas beramal.

    Salah satunya ialah hubbuddunya (cinta dunia). Ketika seorang muslim menjadikan dunia sebagai tujuannya, sesungguhnya ia telah terjebak dalam hubbuddunya.

    Rasul Saw mengingatkan kita dalam sabdanya,

    “Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian, sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (HR Bukhari dan Muslim)

    naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/02/beribadah-untuk-sekeping-kenikmatan-dunia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Arien S

    6 min
  • Benarkah Agama Mengakui Sistem Politik Mana Pun?

    Benarkah Agama Mengakui Sistem Politik Mana Pun?

    Oleh. Muthi Nidaul Fitriyah

    NarasiPost.Com-Sistem kapitalisme demokrasi sejak awal memperdebatkan keberadaan agama dalam negara, apakah harus tetap ada atau dihapuskan. Pada akhirnya agama tetap ada, sebab ada kalanya agama mampu mendorong manusia untuk semakin produktif dalam kapitalis, sebaliknya jika agama justru mengganggu proses berjalannya aktivitas kapitalis maka lebih baik agama disingkirkan saja keberadaannya.

    Seperti hari ini, Indonesia yang mayoritas masyarakatnya muslim terpaksa harus berhadapan terus-menerus dengan kebijakan dan pernyataan-pernyataan anti-Islam yang digulirkan untuk menjauhkan umat dari ajarannya, termasuk menganggap Islam sebatas agama ritual dan tidak pernah berhak mengatur kehidupan manusia.

    Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan bahwa tak ada hubungan langsung antara agama dan demokrasi. Agama bersifat vertikal, sementara demokrasi adalah horizontal–antarmanusia. Tidak ada hubungan langsung antara negara dengan agama. Menurutnya yang mengajarkan sistem demokrasi, kerajaan, atau republik bukanlah agama, namun ilmu politik. Ia mencontohkan di dalam agama Islam mempersilahkan umatnya untuk mendirikan sistem bernegara apa pun. (suara.com, 18/04/2021)

    naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/04/30/benarkah-agama-mengakui-sistem-politik-mana-pun/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Fani Ratu

    5 min
  • Kudekap Engkau dalam Ukhuwah

    Kudekap Engkau dalam Ukhuwah

    Oleh : Andrea Ausie

    NarasiPost.Com-Karena ikatan kita lemah

    Saat keakraban kita merapuh
    Saat salam terasa menyakitkan
    Saat kebersamaan serasa siksaan
    Saat pemberian bagai bara api
    Saat kebaikan justru melukai

    Aku tahu

    Yang rusak bukanlah ukhuwah kita
    Hanya iman-iman kita yang sedang sakit atau mengkerdil
    Mungkin dua-duanya
    Mungkin kau saja
    Tentu terlebih sering imankulah yang compang camping

    Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa

    Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
    Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
    Sejuta kebaikan yang lalu

    Wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali

    “jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”

    naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/06/kudekap-engkau-dalam-ukhuwah


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Mels

    4 min
  • Inkonsistensi Penguasa di Balik Larangan Mudik

    Inkonsistensi Penguasa di Balik Larangan Mudik

    Oleh. Hana Annisa Afriliani,S.S

    (Penulis Buku dan Aktivis Muslimah)

    NarasiPost.Com-Seorang perempuan asal Lampung terisak dari balik masker yang menutup hidung dan mulutnya. Sementara matanya basah dan memerah. Ia memohon agar aparat kepolisian yang mencegatnya dan memintanya untuk putar balik mengasihaninya dan mengizinkannya melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman. Sang perempuan mengaku bahwa dirinya sudah kehabisan uang di Jakarta karena terkena PHK akibat pandemi. Akhirnya polisi pun mengizinkannya melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

    Tak hanya perempuan itu saja yang nekat menerobos kebijakan larangan mudik dari pemerintah, masih banyak rakyat lainnya di negeri ini yang melakukan hal serupa. Memang tiap menjelang Hari Raya Idulfitri, mudik seolah menjadi budaya di negeri ini. Tak bisa dihilangkan begitu saja. Karena momen hari raya biasanya dijadikan momen berkumpul dengan seluruh sanak saudara serta kerabat, sekaligus momen melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu, khususnya bagi kaum perantau.

    Namun, sejatinya momen mudik di era pandemi ini tak lagi sebatas budaya, melainkan sebuah pilihan mendesak bagi para perantau. Betapa tidak, mereka tak lagi memiliki pekerjaan di tempat rantauan akibat gelombang PHK besar-besaran. Maka, jalan satu-satunya hanyalah mudik, daripada tak mampu menyambung hidup di tempat rantau.


    naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/05/10/inkonsistensi-penguasa-di-balik-larangan-mudik/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Mbak Fani Ratu

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com