
Sign up to save your podcasts
Or


Nayanika
Oleh: Nur Rahmawati, S.H.
NarasiPost.Com-Teduh parasmu terbayang di pelupuk mata
Ayah …
Nayanika itu milikmu
Nayanika itu milikmu
Naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/05/29/nayanika/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Nur Azizah
Harap-Harap Cemas para Guru Menyambut Tahun Ajaran Baru
Oleh. Novianti
NarasiPost.Com-Dalam Rapat Kerja tahun 2020 bersama Komisi X DPR RI, Jakarta, Menteri Pendidikan Kebudayaan saat itu, Nadiem Makarim mengatakan akan ada perubahan kurikulum di tahun 2021. Kurikulum tersebut akan diujicobakan di beberapa sekolah.
Jika benar, tentu ini semakin mengukuhkan persepsi bahwa setiap ganti presiden, ganti menteri pasti diikuti ganti kebijakan. Dan ini akan menjadi pergantian kurikulum ke-12 sejak Indonesia merdeka. Berarti rata-rata setiap enam tahun terjadi pergantian kurikulum.
Perubahan kurikulum harus dipertimbangkan dengan cermat, mengingat pasca adanya kebijakan baru tentu akan berdampak pada banyak hal. Sebagaimana yang disampaikan oleh Nadiem, rencana perubahan kurikulum diikuti oleh pelatihan pendampingan untuk guru dan tenaga kependidikan dengan anggaran Rp518,8 miliar, selain itu Rp137,8 miliar untuk pengembangan kurikulum, Rp346,9 miliar untuk implementasi kurikulum di sekolah dan daerah, Rp358,2 miliar untuk akreditasi, serta Rp 120,2 miliar untuk pendampingan pemerintah daerah. (CNN Indonesia, 03/09/2020)
Perubahan kurikulum hanya menjadi pemborosan jika tidak berhasil menyelesaikan problematika pendidikan yang ada. Karena itu, kritik saran dari berbagai kalangan terkait rencana perubahan kurikulum sudah banyak dilontarkan. Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Rakhmat Hidayat menilai wacana penerapan kurikulum baru tidak tepat. Masih banyak masalah substansial lain yang lebih penting untuk diselesaikan.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/05/31/harap-harap-cemas-para-guru-menyambut-tahun-ajaran-baru/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Yeni M
Bonsai Pemikiran
Oleh : Afiyah Rasyad
NarasiPost.Com-Isu terorisme terus bergulir
Segala makar dikerahkan
Bermekaran fitnah keji
Bonsai pemikiran yang tersulam
Bom bunuh diri aktivitas hina
Naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/04/05/bonsai-pemikiran/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Mels
Innalillahi, Haji 2021 Resmi Gagal
Oleh. Muthi Nidaul Fitriyah
NarasIPost.Com-Kabar mengejutkan datang dari kementrian Agama RI yang secara resmi mengumumkan pembatalan ibadah haji tahun 2021, pada Kamis, 3 Juni 2021. Kementerian Agama menerbitkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.
Menag mengatakan pertimbangan itu merupakan hasil komunikasi dari hati ke hati, selain dengan DPR RI, alim ulama, pimpinan ormas Islam, dan tentu dengan penyelenggara haji dan umrah khusus, juga berdiskusi panjang dengan KPIH, maka keputusannya keberangkatan jamaah haji dibatalkan.
Ada isu beredar bahwa pembatalan disebabkan utang Indonesia kepada Arab Saudi dalam hal biaya penginapan dan katering haji tahun sebelumnya yang belum lunas. Namun hal itu langsung dibantah secara tegas oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, bahwa hal itu bohong. (nasionalokezone.com, 3/6/2021)
Diumumkan bahwa alasan utama dibatalkannya pemberangkatan jamaah haji 2021 adalah karena pandemi Covid-19 yang masih melanda dan membahayakan para jamaah haji. Jadi pembatalan dilakukan adalah untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan para jamaah haji dari Indonesia. Selain itu Menag, Yaqut Cholil juga telah menyebut pemerintah Arab Saudi belum memberi kepastian terkait kuota 1,8 persen jemaah haji Indonesia. Mestinya, kepastian itu disampaikan Arab Saudi pada 28 Mei lalu. (cnnindonesia.com, 3/6/2021)
naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/08/innalillahi-haji-2021-resmi-gagal/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Dewi F
Bukan Siapa-siapa
Oleh : Afiyah Rasyad
NarasiPost.Com-Siapalah saya?
Tertumpuk dosa-dosa
Bukan siapa-siapa
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/05/bukan-siapa-siapa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Arien S
Sindrom Joget TikTok: Potret Generasi Ambyar
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
NarasiPost.Com-Siapa yang tidak mengenal platform Tiktok? Tentu semua orang dari berbagai kalangan usia sudah familiar dengan aplikasi asal Tiongkok ini. Aplikasi untuk membuat video pendek ini memang populer di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Aplikasi ini meledak awalnya karena viralnya seorang remaja laki-laki bernama Bowo lewat aplikasi Tiktok pada tahun 2018 lalu. Saking populernya, Bowo memiliki banyak penggemar para remaja putri yang menggilainya.
Kini Tiktok tak hanya menjadi candu bagi generasi milenial, namun juga para orang dewasa. Mereka ramai-ramai membuat video Tiktok dengan berbagai kreasinya. Tujuannya beragam, ada yang sekadar iseng dan ada juga yang mengejar viral. Parahnya ada juga yang sampai terpapar sindrom joget Tiktok.
Istilah sindrom Tiktok sempat ramai di media sosial. Maknanya adalah mereka yang kecanduan bermain Tiktok, bahkan tak bisa menahan diri mereka untuk tak berjoget kalau mendengar lagu Tiktok.
Akhirnya eksperimen sosial pun banyak dilakukan oleh beberapa Youtuber demi mengetes apakah sindrom joget Tiktok ini sungguh ada. Skenarionya, sang youtuber berjalan di tengah keramaian sambil memutar lagu Tiktok menggunakan speaker. Sementara ada kamera tersembunyi yang diletakkan untuk merekam respon orang-orang di sana. Tak disangka, secara otomatis, beberapa orang yang ada di sana berjoget begitu mendengar lagu-lagu Tiktok diputar. Hampir semuanya adalah kalangan remaja alias generasi milenial.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/06/sindrom-joget-tiktok-potret-generasi-ambyar/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Fani Ratu
Sang Lokawigna
Oleh : Afiyah Rasyad
NarasiPost.Com-Kalbu terdiam masygul, di antara puing kepercayaan
Ke mana larinya gugusan dana?
Sang lokawigna memantik huru-hara
Aksama dinanti
Naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/08/sang-lokawigna/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Atiek
Inkonsisten Aturan, Rakyat Jadi Korban
Oleh. Ummul Fiqri
NarasiPost.Com-Lebaran kemarin, jagat maya dihebohkan dengan Ancol yang muncul menjadi trending topik. Bukan tentang keindahan wisatanya yang menjadi sorotan pada cuitan di Twitter tersebut, melainkan pemandangan yang mengerikan yang kita lihat, jika kita menelusuri trending topik tersebut. Bagaimana tidak, puluhan ribu pengunjung tumpah ruah di sana. Yang sangat disayangkan juga adalah, abainya para pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Lalu, tak lama waktu berselang, akhirnya pihak pengelola pun menutup tempat wisata yang sebelumnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan, setelah adanya kasus lonjakan pengunjung dan padatnya kerumunan di tempat wisata. Yang menjadi pertanyaan, mengapa harus menunggu hal ini terjadi? Apakah tidak dipikirkan matang-matang sebelumnya?
Sedangkan para ahli epidemiologi pun sebelumnya sudah mengingatkan akan risiko membuka pariwisata di tengah pandemi, lebih khusus saat libur lebaran, dimana orang-orang pada saat itu tidak diperkenankan mudik. (kompas.com, 24/4/2021)
Inkonsisten aturan yang dibuat oleh pemerintah sendiri menghasilkan kerugian material dan bahaya kesehatan, baik bagi pengunjung maupun bagi pengelola wisata. Tindakan mengizinkan bukanya tempat wisata di tengah pandemi dan libur lebaran, dianggap hanya mementingkan roda perekonomian saja, tanpa mempertimbangkan dengan matang akan risiko kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Akhirnya rakyat menjadi korban dari ketidakjelasan aturan yang dibuat.
Naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/05/31/inkonsisten-aturan-rakyat-jadi-korban/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Yeni M
Bukan Lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Oleh: Mawaddah Sopie (Aktivis Dakwah)
NarasiPost.Com-Kita sering dengar bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pelita, penerang kegelapan. Namun sayang seiring waktu berjalan, jargon itu saat ini semakin pudar. Terlebih dengan adanya beberapa kasus yang menimpa para pendidik, salah satunya oknum mantan kepala sekolah di SMKN 53 Jakarta Barat. Bagaimana mungkin direktur dunia pendidikan ini korupsi dana BOP Rp7,8 Miliar, dan membagi-bagikannya kepada para guru. Namun, sejumlah guru sudah menyatakan bersedia mengembalikan uang tersebut.
Selain kepala sekolah tersebut, menurut Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Dwi Agus Arfianto, korupsi dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) juga melibatkan staf suku Dinas Pendidikan 1 Jakarta Barat berisinial MF. MF menggunakan dana korupsi tersebut untuk membeli sebuah villa di Puncak, Bogor. (megapolitan.kompas.com.25/05/2021)
Adanya Kasus korupsi di dunia pendidikan sungguh membuat miris. Mengundang tanda tanya semua mata. Mengapa bisa seorang pendidik yang seharusnya memiliki moral yang tinggi justru berbuat sesuatu yang kontra dengan profesinya yang seharusnya menjadi model atau contoh teladan bagi peserta didiknya. Korupsi adalah perbuatan tidak terpuji. Sama saja dengan mencuri, tetapi ini dalam bentuk yang lebih elegan dan dilakukan oleh orang berkerah putih.
Maraknya korupsi adalah buah dari sistem kapitalis sekulerng menuhankan materi dalam kehidupan, serta memisahkan agama untuk mengatur urusan manusia. Ditambah budaya hedonisme yang meracuni pikiran masyarakat. Di mata masyarakat, orang itu dipandang keren jika mempunyai harta melimpah, mobil banyak, rumah megah, barang semuanya branded, dab perhiasan berderet. Sehingga semua orang berlomba-lomba untuk mencapai itu semua. Berbagai upaya dilakukan dengan kerja keras, baik secara halal maupun haram. Selain itu kurangnya rewards dan honor terhadap pendidik di sistem ini juga jadi pemicu. Dalam sistem sekarang, honor guru dan semua staff yang berkecimpung di dunia pendidikan sangat murah.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/05/bukan-lagi-pahlawan-tanpa-tanda-jasa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Dewi Fitriana
Al- Aqsa Menyatukan Umat Islam
Oleh. Heni Rohmawati
NarasiPost.Com-Menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan kemarin, umat Islam di Gaza mendapatkan serangan yang keji dari tentara Israel. Mereka membubarkan jamaah salat tarawih dan kaum muslimin yang sedang i’tikaf di masjid Al-Aqsa dengan tembakan dan bom molotov. Aksi biadab tersebut dijawab dengan serangan rudal yang dilancarkan oleh Hamas.
Selain korban jiwa, serangan Israel yang memborbardir Gaza juga meninggalkan kerusakan yang parah. Dilaporkan warta.com, serangan udara dan penembakan artileri menghancurkan hampir 17.000 rumah dan bangunan bisnis, 53 sekolah, enam rumah sakit, empat masjid, dan 50 persen infrastruktur pasokan air Gaza.
Naskah selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/02/al-aqsa-menyatukan-umat-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Voice Over : Mels
From the publisher's feed