Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Bonsai Pemikiran

    Bonsai Pemikiran


    Oleh : Afiyah Rasyad
    Kontributor Tetap NarasiPost.Com

    NarasiPost.Com-Isu terorisme terus bergulir

    Islam dan ajarannya agar berakhir
    Kapitalisme pongah memegang setir
    Dari hulu hingga ke hilir

    Segala makar dikerahkan

    Melodi permusuhan dikobarkan
    Radikalisme, terorisme, dan ekstremisme dilempar sebagai tuduhan
    Islam dan kaum muslimin dijadikan sasaran

    Bermekaran fitnah keji

    Keluar dari lisan penghulu negeri
    Bertaburan isu intoleransi
    Demi mengukuhkan singgasana abadi

    Bonsai pemikiran yang tersulam

    Mengerdilkan dan melenyapkan pemahaman Islam
    Agar dunia tetap suram
    Sekularisme makin terhujam


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/04/05/bonsai-pemikiran/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Mels

    3 min
  • Utang Luar Negeri, Warisan Pahit bagi Generasi

    Utang Luar Negeri, Warisan Pahit bagi Generasi

    Oleh. Isty Da’iyah

    NarasiPost.Com-Utang pemerintah hingga saat ini masih menjadi persoalan besar. Apalagi dampak pendemi yang berkepanjangan, membuat pemerintah seakan kehabisan cara untuk menambah pemasukan negara. Selain itu, lemahnya kemampuan pemerintah dalam mencari pemasukan kas negara menjadikan pemerintah terus menarik pembiayaan melalui utang.

    Seperti dilansir dari detik.com (7/6/21), utang pemerintah pusat membengkak pada periode bulan April menjadi Rp6.527,29 triliun. Jumlah ini bertambah Rp82,22 triliun, dari akhir bulan sebelumnya yang sebesar Rp6.445,07 triliun, dengan jumlah itu rasio utang pemerintah mencapai 41,18% terhadap PBD (produk domestik bruto).

    Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad juga mengungkap bahwa membengkaknya utang pemerintah merupakan tanda lampu kuning menuju lampu merah. “Penambahan ini lumayan mengkhawatirkan dan membahayakan. Karena memang, walaupun batas utang adalah 60% PDB, namun ini sudah 41,18%, sudah lampu kuning mendekati lampu merah. Biasanya kan kita aman di bawah 30%, sekarang sudah 41,18% per data april 2021,” ungkapnya. (detikfinance 6/6/21)

    Sementara itu, menurut ekonom Indef (Institut for Development of Ekonomic and Finance), Didik J Rachbini, menilai bahwa utang BUMN perbankan dan nonperbankan jika terjadi gagal bayar akan mencapai Rp2.144 triliun yang akan ditanggung oleh negara. Sehingga perkiraan utang negara di akhir periode akan mewariskan lebih dari 10.000 triliun kepada presiden berikutnya. (GELORA.Co 5/6/21)


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/13/utang-luar-negeri-warisan-pahit-bagi-generasi/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Fani Ratu

    9 min
  • Islam yang Tak Dianggap?

    Islam yang Tak Dianggap?

    Oleh: Ana Nazahah

    (Kontributor Tetap Narasipost.com)

    NarasiPost.Com-Tulisan ini saya khususkan untuk sebagian kita yang merasa berat untuk taat. Enggan memulai tobat. Untuk kamu yang entah karena alasan apa, masih insecure akan jati dirimu sebagai seorang Muslim. Mari kita bicara dari hati ke hati. Lewat tulisan ini kita berbagi.

    Apa gerangan yang membuatmu menunda taat? Apa karena kamu berpikir Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, lantas merasa tak masalah bermaksiat? Boleh menyepelekan teguran dan mempermainkan agama-Nya? Dengan anggapan nanti-nanti bisa tobat. “Kan Allah Maha Pemurah!” Begitukah yang kamu pikirkan?

    Atau karena alasan lainnya, semacam opini yang beredar di tengah umat. Bahwa tidak masalah sedikit bermaksiat. Tak mengapa bolong-bolong salat. Boleh-boleh saja mengumbar aurat. Beragama biasa-biasa saja, tak perlu berlebihan. Kamu katakan;

    “Yang penting Muslim, nanti di neraka sebentar. Lama-lama dimasukin surga juga.”

    Wahai saudaraku! Bagaimana bisa statusmu sebagai Muslim itu kamu anggap sebagai main-main. Di saat ada orang-orang yang mengorbankan segalanya untuk bisa meraih predikat Muslim. Mengorbankan harta, jiwa, raga bahkan nyawa. Kamu malah menyepelekan status mulia yang disematkan kepadamu. Islam bagimu seolah tak berharga.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/17/islam-yang-tak-dianggap/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Giriyani

    8 min
  • Dunia Krisis Pangan, Bagaimana Islam Memandang?

    Dunia Krisis Pangan, Bagaimana Islam Memandang?

    Oleh. Andi Putri Marissa

    (Praktisi Pendidikan dan Aktivis Muslimah)

    NarasiPost.Com-Zaman semakin maju dan teknologi semakin berkembang, namun kelaparan dan krisis pangan masih menjadi permasalahan. Di kala kita dengan mudahnya menyisakan makanan, suka pilih-pilih makanan yang ada di rumah, tetapi kita tidak menyadari bahwa di belahan dunia sana masih banyak yang mengais- ngais sampah untuk makan, membelah satu roti untuk satu keluarga. Suriah salah satunya, negara yang masih mengalami krisis pangan. Sebagai contoh, seorang pria dari kota Zabadani mengatakan bahwa keluarganya yang beranggotakan empat orang harus berhenti makan keju dan daging dari awal tahun 2020 dan hanya mengandalkan roti untuk makanan sehari-harinya.

    Tidak hanya dialami Suriah, hal ini juga dirasakan oleh Myanmar. Negara yang sebelumnya sering melakukan impor beras, kacang-kacangan, dan buah-buahan itu, kini jutaan warga di Myanmar diprediksi akan kelaparan dalam beberapa bulan mendatang. Begitu pula yang disampaikan Program Pangan Dunia (WFP) bahwa jutaan warga di Myanmar kini menghadapi ancaman krisis pangan dan kelaparan ekstrem. WFP memperkirakan dalam 6 bulan ke depan ada sebanyak 3,4 juta lebih orang akan kelaparan dan siap melipatgandakan bantuan makanan darurat.

    Konflik Bersenjata Berkontribusi pada Krisis Pangan dan Kelaparan

    Suriah sudah terkenal sebagai negara konflik yang tidak kunjung usai. Berdasarkan laporan Human Rights Watch, konflik bersenjata selama satu dekade menyebabkan kekurangan gandum yang parah di Suriah akibat lahan-lahan pertanian semakin sedikit. Imbas konflik bersenjata yang terjadi juga mengakibatkan banyaknya toko roti yang ikut hancur dan tidak dapat beroperasi. Universitas Humblodt menerbitkan studi terkait konflik bersenjata di Suriah pada tahun 2020, Suriah kehilangan 943 ribu hektar lahan pertanian sejak tahun 2010 dan 2018. (msn.com, (30/05/2021)


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/12/dunia-krisis-pangan-bagaimana-islam-memandang/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Yeni M


    9 min
  • Jangan Mengeluh

    Jangan Mengeluh

    Oleh: Sifa Isnaeni

    NarasiPost.com – Jika hari ini ada yang sedang menjalani ujian. Baik sakit fisik maupun psikis. Serasa pundak menahan beban yang berat. Dari perasaan tidak nyaman. Sehingga melakukan aktifitas apapun serasa tanpa daya.

    Hidup berisi ujian demi ujian. Menjalaninya serasa menaiki anak tangga. Semakin tinggi, dan naik tentunya. Merasa banyak masalah. Dipertengahan jalan rasa letih menghampiri. Rasanya ingin turun saja. Sudah tak sanggup.

    Begitulah manusia, semangatnya naik turun. Ada kalanya semangat membara menjalani petualangan menantang di depan. Tapi ada kalanya rasa lelah membuatnya surut.

    Fitrah manusia cenderung mengeluh ketika ditimpa kesulitan. Dan lupa bersyukur ketika diberi kemudahan.

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya:

    ”Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” (QS. Al Ma’arif: 21)

    Tak jarang mudah terbawa perasaan. Bukan hanya mengeluh tetapi juga menyalahkan takdir yang ada. Inilah bahaya yang harus dihindari. Justru menjerumuskan ke lubang neraka.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/03/31/jangan-mengeluh/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Giriyani

    6 min
  • Menjadi Muslimah yang Menakjubkan

    Menjadi Muslimah yang Menakjubkan

    Oleh: Armina Ahza

    (Penggerak Perubahan dan CEO Umma Institute)

    NarasiPost.Com-Menjadi sosok muslimah yang dipuji oleh Allah, Rabb Tuhan Semesta Alam tentu menjadi dambaan setiap muslimah yang mengejar keridaan-Nya. Tidak hanya di masa para sahabat, masa sekarang pun juga. Namun, mungkin masih ada muslimah yang belum menyadari perbuatan sederhana yang membuat Allah takjub kepadanya. Allah yang akan memberi label kebaikan, bukan manusia. Ini adalah hal yang amat membanggakan.

    Jika kita disanjung dan diapresiasi dalam apa yang sudah kita lakukan oleh manusia saja kita berbahagia apalagi sanjungan itu hadir dari Allah Sang Raja Semesta Alam. Hal ini akan menjadi sesuatu yang sangat didambakan oleh para muslimah.

    Kondisi seperti apakah itu yang membuat aktivitas muslimah zaman sekarang bisa menjadi muslimah yang menakjubkan versi Allah? Tidak lain adalah sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassalam sampaikan:

    “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” (shahih muslim).

    Memiliki sikap baik atas dua kondisi yaitu saat bahagia atau sedih memang tidak mudah. Namun setelah mengetahui apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallhu ’Alaihi Wassalam di atas membuat kita terpacu untuk rids atas setiap ketetapan Allah dan berbaik sangka kepada-Nya.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/18/menjadi-muslimah-yang-menakjubkan/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Arien S

    6 min
  • Tragedi Kanada, Islamofobia yang Berujung Hilangnya Nyawa

    Tragedi Kanada, Islamofobia yang Berujung Hilangnya Nyawa

    Oleh. Isty Da’iyah

    NarasiPost.Com-Islamofobia kembali merenggut nyawa muslim di Kanada, sedih dan geram hanya itu yang bisa kita lakukan. Kejadian dan kasus Islamofobia yang berujung pada hilangnya nyawa ini, menambah deretan panjang kasus kekerasan yang di alami oleh umat Islam. Seharusnya ini tidak akan terjadi jika umat punya pelindung (junnah) yang akan melindungi nyawa umat Islam di mana saja. Agar para pembenci Islam tidak lagi berani bermain-main dengan nyawa umat yang sangat berharga.

    Seperti dilansir dari detikNew.com (8/06/21) bahwa seseorang telah menyerang keluarga Muslim di selatan Provinsi Ontario, Kanada. Penyerangan ini diduga telah direncanakan oleh pelaku. Keluarga yang terdiri dari 5 orang ditabrak oleh seorang pria dengan truk pick-up yang dikendarainya, sehingga menyebabkan 4 orang tewas dalam kejadian tersebut.

    Menurut Inspektur Detektif Paul Waight pada konferensi pers mengatakan, “Ada bukti bahwa ini adalah tindakan yang direncanakan, dimotivasi oleh kebencian, diyakini bahwa para korban ini menjadi sasaran karena mereka Muslim. (detikNews.com 8/6/21)


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/18/tragedi-kanada-islamofobia-yang-berujung-hilangnya-nyawa/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Dewi F

    5 min
  • Mengenalkan Buku Sejak Bayi

    Mengenalkan Buku Sejak Bayi

    Oleh : Armina Ahza

    (Penggerak Perubahan dan CEO Umma Institute)

    NarasiPost.Com-Mungkin ada orang tua yang bertanya, sebaiknya sejak kapan anak dikenalkan pada buku?

    Selain mengharapkan anak-anak kita menjadi anak yang saleh, tentu orang tua juga tidak lupa untuk mencetak mereka menjadi generasi cinta ilmu. Salah satunya dengan mencintai buku karena buku adalah menjadi gudangnya ilmu.

    Wajar jika banyak sekali para ulama salaf lebih mencintai buku daripada emas, dan sangat gemar membelanjakan hartanya untuk membeli buku.

    Sebagaiamana yang diceritakan oleh  Ali bin Muhammad Al-‘Imran dalam bukunya yang bejudul ‘Gila Baca ala Ulama’, bahwa Ibnul Jauzi menyebutkan biografi Thahir bin Abish Shaqr dalam bukunya, Al-Muntazham,

    Dia adalah orang yang senang mengembara ke segenap penjuru tempat dan banyak berguru kepada para ulama dari berbagai negeri. Dia pernah mengatakan,

    “Buku-buku ini lebih aku cintai dari sebongkah emas.”

    Apa lagi Allah Swt. telah menjadikan surah Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai misi pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah sallallahu’alaihi wassalam.

    “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (TQS: Al-‘Alaq ayat 1-5)

    Dari ayat di atas, kita menjadi tahu, bahwasannya manusia perlu membaca dan menulis.

    Agar anak tumbuh menjadi generasi saleh, maka ia harus gemar menuntut ilmu, dekat dengan buku. Dengan begitu, anak mengetahui perkara yang dihalalkan oleh Allah dan yang diharamkan-Nya. Maka mengenalkan buku kepada anak harus menjadi bagian pendidikan yang dilakuakan oleh orang tua.


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Ratu Ika

    5 min
  • Menerka Realitas Palestina, Perlukah Peran Negara?

    Menerka Realitas Palestina, Perlukah Peran Negara?

    Oleh. Lailatul Hidayah

    NarasiPost.Com-Tahun 1860 lahir seorang Yahudi berkebangsaan Hungaria yang bernama Theodore Herzl yang suatu saat akan dikenal sebagai Bapak Zionis. Ia menulis buku Der Judenstaat pada tahun 1896 yang berarti negara Yahudi. Setelah hampir 900 tahun lamanya mereka hidup terlunta-lunta, tanpa kesatuan dan tanpa tanah air, Herzl bermaksud meyakinkan kepada bangsa Yahudi bahwa untuk kembali bangkit, maka mereka harus mendirikan sebuah negara. Tentu saja tanah yang dipilihnya adalah tanah yang dijanjikan, yaitu Palestina, yang dulu pernah mereka tolak perintah Allah untuk memasukinya dan mereka mengatakan pada Musa untuk berperang berdua saja bersama Tuhan, sedang mereka menunggu sambil duduk saja, bila sudah selesai, mereka baru mau memasukinya. Dari sinilah awal mula konflik antar Palestina dan Israel dimulai.

    Tentunya mereka, bangsa Yahudi, dalam merampas tanah Palestina tidaklah sendirian, saat itu mereka mendapat dukungan dari beberapa negara. Inggris adalah negara pertama yang memberikan jalan kepada Yahudi untuk memasuki tanah Palestina melalui keputusan Liga Bangsa-Bangsa. Setelah Perang Dunia II, selanjutnya giliran Amerika Serikat memberikan dukungannya melalui Persekutuan Bangsa-Bangsa yang memberi angin segar kepada Negara Israel.

    Konflik demi konflik pun terus terjadi hingga detik ini. Mereka saudara kita di Palestina menjadi korban kekejaman laknatullah Israel. Mereka dibunuh, dibantai, dan diteror hampir setiap hari, namun mereka tetap bertahan dan tak ingin pergi meninggalkan Baitul Maqdis, tanah milik kaum muslimin karena ingin terus melindungi Baitul Maqdis meskipun harus bertaruh nyawa.


    Naskah selengkapnya :  https://narasipost.com/2021/06/18/menerka-realitas-palestina-perlukah-peran-negara/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Suryani  I

    6 min
  • Mantra Menyesatkan Nasionalisme

    Mantra Menyesatkan Nasionalisme

    Oleh: Wening Cahyani

    NarasiPost.Com-Gemuruh kerasnya perjuanganmu

    Bak ular berbisa
    Hingga menyusupi jiwa raga
    Siapa pun disemburnya

    Tiada lelah tiada pasrah

    Mencabik-cabik daulah khilafah
    Meluluhlantakkan ukhuwah
    Menghapus peradaban Islam dari sejarah

    Batas wilayah ilusi semata tercipta

    Membentengi kaum muslimin seluruh dunia
    Mantra nasionalisme membara di dada
    Memutus ikatan seakidah seagama

    Air mata pun hanya bisa mengalir

    Saudara seiman terisolir
    Menghadapi sang durjana kaum kafir
    Menahan derasnya bombardir

    Bertebaran kecaman dan kutukan

    Namun, hanya berhenti pada lisan
    Tiada pernah terutus pasukan
    Membungkus diri agar aman

    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/05/mantra-menyesatkan-nasionalisme/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Wening C

    2 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com