Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Haji Batal Lagi, Benarkah Karena Pandemi?

    Haji Batal Lagi, Benarkah Karena Pandemi?

    Oleh: Merli Ummu Khila

    (Pemerhati Kebijakan Publik)

    NarasiPost.Com-Belum juga hilang kesedihan masyarakat pasca larangan mudik lebaran, kini kekecewaan kembali dirasakan calon jemaah haji untuk kedua kalinya. Pasalnya pemerintah memutuskan untuk menunda pemberangkatan haji tahun 2021. Lagi-lagi pandemi dijadikan senjata pamungkas sebagai dalih pembatasan mobilitas warga negara.

    Seperti dikutip dari CNBC Indonesia (6/06/2021), Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas memutuskan secara resmi tidak akan memberangkatkan ibadah haji 1442 H/2021 M. Hal ini disampaikan Pak Menag dalam konferensi pers di gedung Kemenag, Jakarta, Kamis (3/6/2021)

    Keputusan pembatalan pemberangkatan haji ini justru disampaikan sebelum Arab Saudi mengumumkan informasi resmi apapun terkait haji. Tak pelak hal ini mendapatkan respon beragam dari berbagai kalangan di masyarakat. Tentu saja banyak yang mempertanyakan dan berspekulasi terkait alasan pembatalan hingga nasib saldo dana haji.

    Alasan pandemi sudah tidak lagi ampuh dan membuat rakyat percaya begitu saja. Hal ini wajar saja terjadi karena sikap pemerintah yang begitu longgar ketika berkaitan dengan aspek ekonomi. Tebang pilih kebijakan protokol kesehatan inilah yang dinilai kontradiktif terhadap kebijakan pemutusan penyebaran Covid-19.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/16/haji-batal-lagi-benarkah-karena-pandemi/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Mels

    7 min
  • Jangan Kepo!

    Jangan Kepo!

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    NarasiPost com – Sering kita mendengar istilah kepo di keseharian kita. Kepo adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat kekinian dengan makna keingintahuan yang berlebih. Sekilas rasa ingin tahu adalah hal yang positif. Namun istilah kepo sering juga diartikan dengan makna yang negatif karena cenderung penasaran pada hal-hal yang tidak seharusnya diketahui. Jadi istilah kepo mempunyai sisi negatif dan positif.

    Bisa kita jumpai, fenomena di masyarakat kita yang mempunyai animo tinggi terhadap kehidupan artis. Atau bahkan kehidupan orang lain yang non artis. Merasa ingin dan harus tahu. Apapun akan dilakukan agar bisa mengetahui fakta yang ingin dia lihat. Yang akhirnya membawanya kepada terlalu ikut campur urusan orang lain.

    Bahkan lebih parahnya lagi sampai meninggalkan komentar-komentar yang kasar dan sadis. Yang tak jarang akhirnya membuat gaduh dan menyakiti orang lain. Namun, bukan kapitalisme jika segala sesuatu tidak menjadi peluang bisnis yang dapat menghasilkan pundi-pundi nominal. Betapa tidak, saat ini bisa kita lihat menjamurnya acara-acara gosip, channel youtube dengan konten kehidupan domestik orang lain, juga kanal-kanal berita ghibah yang lainnya, menjadi ladang untuk menopang hidup.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/03/20/jangan-kepo/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Fani Ratu

    4 min
  • BTS Meal dan Pengaruh Budaya Korea bagi Remaja

    BTS Meal dan Pengaruh Budaya Korea bagi Remaja

    Oleh. Ismawati

    (Pemerhati Remaja)

    NarasiPost.Com-Jagat sosial media dihebohkan dengan munculnya BTS meal pada 9 Juni 2021, yakni menu hasil kolaborasi McDonald’s dengan salah satu boyband asal Korea Selatan, BTS. Menu BTS Meal terdiri dari Mc Chicken Nugget, French Fires, Coca-cola, serta dilengkapi dengan dua macam saus khusus, yakni saus Cajun dan sweet chili. Jika dilihat dari menunya rasanya tidak ada yang aneh dari menu biasanya. McDonald’s adalah salah satu restaurant cepat saji dengan ayam sebagai menu andalannya.

    Hanya saja, para Army (sebutan untuk penggemar BTS) rela menunggu berjam-jam, demi BTS Meal. Karena yang menjadi daya tarik adalah kemasan khusus berwarna ungu yang dilengkapi dengan logo McDonald’s dan BTS. Selain membeli langsung di gerai McDonald’s, rupanya penggemar juga memanfaatkan layanan pesan antar makanan online. Tak ayal, antusiasme ini membuat para pengemudi ojek online terlihat antre di depan gerainya.

    Sejatinya fenomena Korean Wave (hallyu) semakin menjamur di seluruh dunia. Salah satu faktanya adalah kehadiran boyband BTS yang mendapat tempat tersendiri bagi para penggemarnya di Indonesia. Sebagai seorang penggemar, tak ayal seorang fans rela merogoh kocek untuk sekadar membeli pernak-pernik berlogo idolanya. Tak ayal, apapun yang berbau korea mudah laris di pasaran. Bahkan, kemasan BTS Meal ini dijual di Marketplace hingga ratusan ribu rupiah. (kompas.com, 10/6/2021)


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/19/bts-meal-dan-pengaruh-budaya-korea-bagi-remaja/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Arien S

    6 min
  • Di-Prank Setan? Nauzubillah!

    Di-Prank Setan? Nauzubillah!

    Oleh : Dia Dwi Arista

    NarasiPost.Com-Pernah nggak sih kena prank? Bahasa lainnya adalah lelucon. Namun, prank bukan lelucon sembarangan. Prank lebih kearah mengerjai daripada sekedar lelucon.

    Di Indonesia sendiri prank sudah menjadi tontonan yang lumrah bagi masyarakat, baik muda maupun tua. Pada tahun 1995-2004, Indonesia pernah mempunya program televisi berbasis prank. Program tersebut disambut hangat oleh seluruh kalangan masyarakat pada saat itu.

    Masih ingat dengan kalimat, ‘Spontan, Uhuyy’?Yup, yang kelahiran 2000 ke belakang pasti sudah terngiang-ngiang dengan narasi tersebut. Lalu, apa hayo yang terlintas di ingatan? Pasti pembawa acara yang terkenal itu. Siapa lagi kalau bukan Komeng. Dengan candaan gak garing, Komeng membawakan program Spontan yang berisi segala prank yang dilakukan oleh aktor kepada masyarakat sekitar.

    Orang yang awalnya kesal dengan ‘gangguan’ yang mereka terima, ketika diperlihatkan ada kamera tersembunyi, mau tidak mau mereka harus tersenyum meski dalam hati nahan kesel!

    Namun, setelah tahun 2000 ke atas, prank yang ada sudah tidak membuat orang tersenyum dan menikmati. Yang ada, prank saat ini sudah masuk kategori amoral dan berbahaya!

    Kemajuan ilmu dan teknologi memudahkan manusia untuk mencari keuntungan. Salah satunya dengan menjadi youtuber. Tak jarang youtuber harus memutar otak agar menciptakan konten-konten yang fresh dan tidak monoton. Dipililah berbagai prank dari sekadar lelucon, amoral hingga berbahaya. Semua demi meroketnya jumlah subscriber.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/13/di-prank-setan-nauzubillah/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Giriyani

    5 min
  • Program Sertifikasi Dai, Peningkatan Kompetensi yang di Politisasi?

    Program Sertifikasi Dai, Peningkatan Kompetensi yang di Politisasi?

    Oleh. Ulfa Ni’mah

    NarasiPost.Com-Kembali program sertifikasi wawasan kebangsaan bagi para dai dan penceramah mendapat sorotan publik dan menuai badai kritik dari berbagai pihak. Terlebih rencananya akan dilaksanakan oleh kementerian Agama (Kemenag RI), Yaqut Cholil Qoumas dengan melibatkan berbagai organisasi-organisasi masyarakatan Islam, MUI, BPIH dan BPIP.

    Seperti diberitakan dari laman resmi Republika.co.id (04-06-2021), Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Dr Amirsyah Tambunan menolak wacana program sertifikasi dai. Menurutnya, program ini tidak jelas manfaat yang diterima oleh penceramah dan dai yang akan disertifikasi. Lebih lanjut beliau mengatakan MUI sudah seringkali melakukan pembinaan wawasan kebangsaan kepada para da’i, lantas untuk apa diselenggarakan sertifikasi dai kembali oleh Kemenag?

    Penolakan senada juga terlontar dari Anggota komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis, yang merasa kecewa dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, proyek sertifikasi dai ini menyerupai penelitian khusus (Litsus) yang terjadi di zaman Orde Baru (Orba) untuk mengontrol dan membatasi siapa yang disukai dan tidak disukai oleh pemerintah. (Tribbunnews, 7-6-2021)

    Melihat upaya yang cukup keras dari Kemenag untuk meloloskan program tersebut, rasanya memunculkan sebuah tanda tanya besar bagi kita. Apakah sertifikasi dai ini murni untuk peningkatan kompetensi ataukah ada kepentingan politik yang mendominasi?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/12/program-sertifikasi-dai-peningkatan-kompetensi-yang-di-politisasi/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Fani Ratu

    9 min
  • Sahabat, Teruslah Melangkah Bersamaku

    Sahabat, Teruslah Melangkah Bersamaku

    Oleh: Wiji Untari

    NarasiPost.com – Puji syukur kepadamu Ya Rabb Engkau telah mengizinkan aku bertemu mereka.

    Aku yang bukan siapa-siapa, aku yang tidak punya kelebihan apa-apa namun

    mereka sudi menerimaku, memberiku kesempatan, membimbingku dan mengajakku bangkit memperbaiki diri.

    Segala aktifitas yang dulu aku abai dari memilah mana yang Engkau ridai atau tidak perlahan mereka mulai memahamkanku.

    Entah kalau bukan mereka.

    Mungkin akan lebih memilih pergi dan menjauh seperti mereka yang pernah datang lebih dulu. Menjauh, karena sakit yang mungkin telah kutorehkan karena pedasnya penolakanku yang dulu masih merasa nyaman dengan kebodohanku, merasa belum sanggup menanggung penatnya menuntut ilmu apalagi menunaikan amanah dakwah.

    Aku mengingat bahwa Imam Hasan Al- Bashri pernah berkata,

    استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

    ”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268

    Betapa beruntungnya aku.

    Meskipun tak bisa aku pungkiri bahwa nasihat mereka terkadang terasa menyakitkanku. Namun aku mengerti sekarang, ibarat obat yang terasa perih ketika mengenai kulit yang berpenyakit di situ ada kesembuhan yang mereka harapkan dariku. Ada keselamatan yang ingin mereka raih bersamaku.

    Ya Rabb.

    Jika aku boleh meminta aku ingin mereka tak akan pernah berubah.
    Izinkan kami untuk benar-benar mengerti bahwa berjemaah memang seperti segenggam mutiara yang harus rela ditusuk dengan jarum agar menjadi seuntai kalung yang indah.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/03/17/sahabat-teruslah-melangkah-bersamaku/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Miladiah 

    4 min
  • Kursi Komisaris untuk Balas Budi?

    Kursi Komisaris untuk Balas Budi?

    Oleh. Deny Setyoko Wati, S.H

    (Pegiat Opini Islam, Member LISMA Peduli Negeri)

    NarasiPost.Com-Abdee Slank menjadi sorotan publik setelah dirinya diangkat menjadi Komisaris PT.Telkom pada hari Jumat (28/5) lalu. Pasalnya, publik menilai penunjukannya sebagai komisaris erat kaitannya dengan kontribusinya dalam mendukung Jokowi saat Pilpres 2014 maupun 2019. Tak hanya Abdee Slank, jika menyoroti komisaris-komisaris BUMN lainnya, ternyata diangkat karena memiliki peran dalam pilpres. Sebagaimana yang dirangkum oleh CNN Indonesia, terdapat 13 orang dalam lingkaran istana yang diangkat menjadi Komisaris BUMN, yang sebelumnya ternyata merupakan tim sukses Jokowi saat Pilpres. (CNNIndonesia.com, 29/5/2021)

    Hal tersebut menunjukkan pengangkatan komisaris BUMN bukan berdasarkan kapabilitas melainkan karena balas budi. Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu, juga mengatakan bahwa pengangkatan sederet komisaris BUMN tidak lagi berbasis kompetensi. Ditambah adanya pernyataan dari Menteri BUMN, Erick Thohir terkait akan memberi pelatihan kepada komisaris dan direksi, seolah mengonfirmasi hal tersebut. (IG: korantempodigital, 11/06/2021)

    Tak ada makan siang gratis. Ya, adagium tersebut sangat menggambarkan realitas perpolitikan hari ini. Memang hal yang lumrah, politik balas budi terjadi di era kapitalistik-sekuler hari ini. Sebab asas perpolitikan saat ini adalah saling meraih manfaat. Seseorang yang berhasil memenangkan perhelatan akbar pemilu tidak serta merta karena usaha sendiri, melainkan juga melibatkan banyak pihak. Nah, pihak-pihak yang terlibat memberikan dukungan tersebut tidaklah sukarela, ada feedback yang harus dibayarkan kepada mereka. Oleh karena itu, wajar, bagi siapa pun yang berkontribusi menjadikan seseorang meraih jabatan, maka ia berhak mendapatkan bagian kue kekuasaan. Tanpa meninjau apakah memiliki kompetensi ataukah tidak.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/18/kursi-komisaris-untuk-balas-budi/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Armina

    6 min
  • Opening Event Bincang Mesra Narasipost.com dengan 5 Srikandi

    Opening Event Bincang Mesra Narasipost.com dengan 5 Srikandi


    NarasiPost.Com-www. NarasiPost.com yang berdiri sejak tanggal 23 Oktober 2020 adalah sebuah media dakwah yang dikhususkan untuk para penulis ideologis untuk menuangkan berbagai gagasannya dalam rubrik-rubrik yang disediakan seperti opini, motivasi, sastra, traveling, syiar, dan masih banyak lagi.

    Adapun salah satu rubrik yang menjadi andalan NarasiPost.com adalah rubrik opini. Cut Qory adalah editor opini pertama di NarasiPost.com yang memberikan warna dan kriteria tersendiri untuk NarasiPost.com dalam rubrik Opini. Dan editor opini NarasiPost.com sekarang dipegang oleh Hana Annisa Afriliani asal Tangerang. Banyak naskah yang gugur karena pengecekan yang super ketat darinya sesuai kriteria NP. Ibu dari 3 putri dan 1 putra ini dikenal juga sebagai aktivis dakwah, Redaktur Pelaksana di Muslimah Times, serta sudah merilis beberapa buku hasil karyanya, di antaranya “Menikah Rasa Jannah”, “Percikan Hikmah di Jalan Hijrah”, “The Power of Istri”, dan masih banyak lagi.

    Dalam kiprahnya untuk rubrik opini, NarasiPost.com telah melakukan beberapa terobosan, yaitu melaksanakan event opini bergengsi pada tanggal 4 Desember 2020 dengan menghadirkan tokoh sentral dari Institute Muslimah Negarawan, yaitu Doktor Fika Komara dengan tema “Kemampuan Analisis Media dan Pengaruh Kekuatan Analisis pada Konten Tulisan”. Kehadirannya benar-benar menarik antusiasme peserta untuk hadir di live zoom event tersebut. NarasiPost.com sengaja mengundang beliau hadir di event kedua tersebut karena naskah-naskah opini yang dikirimkan kontributor masih kurang menggigit. Maka diharapkan dengan hadirnya Doktor Fika Komara bisa berbagi ilmu soal kepenulisan yang menggigit dengan para penulis ideologis.


    Vo : Fani Ratu

    7 min
  • Bahaya Serakah Terhadap Dunia

    Bahaya Serakah Terhadap Dunia

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    NarasiPost.Com-Dari Ibnu Abbas dan Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

    “Sekiranya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia akan menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya (ia merasa puas) selain tanah (setelah mati) dan Allah maha menerima tobat orang-orang yang bertobat.” (HR. Bukhari: 6439 dan Muslim:1048)

    Dari hadis di atas bisa kita ambil beberapa hikmah,

    Pertama, sejatinya manusia pada dasarnya adalah serakah, rakus terhadap dunia, bahkan sampai ketika nyawanya hendak dicabut, ia masih menginginkan untuk dapat mengumpulkan materi, kecuali bagi mereka yang telah diberi taufik serta kelembutan hati oleh Allah dalam memandang harta dunia dengan benar. Sebagian mereka, ada yang menghabiskan waktunya hanya untuk urusan dunia, sehingga mereka lupa untuk melakukan ketaatan, lalai terhadap kehidupan di akhirat yang kekal kelak.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/18/bahaya-serakah-terhadap-dunia/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Dewi F

    6 min
  • Budaya Komunikasi Baru pada Masa Pandemi Covid-19

    Budaya Komunikasi Baru pada Masa Pandemi Covid-19

    Oleh. Qori Febrianto

    NarasiPost.Com-Setelah munculnya wabah yang menyebar ke seluruh dunia hingga WHO menetapkan status kebencanaan wabah ini menjadi pandemi, banyak persoalan yang terjadi pada tatanan kehidupan masyarakat, baik dari segi politik, pendidikan, ekonomi, dan juga budaya. Penerapan social distancing, physical distancing, hingga kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dilakukan oleh pemerintah untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 hingga memutus mata rantai penyebarannya.

    Adapun pada saat ini pemerintah mulai berupaya membiasakan masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas normal seperti sebelum adanya wabah Covid-19 ini. Tujuannya jelas, untuk memulihkan krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Istilah untuk kembali hidup normal seperti biasanya ini disebut new normal atau sebuah kenormalan baru yang sebelumnya belum pernah terjadi. Menurut Prof. Irwan Abdullah, Guru Besar Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya UGM, dikutip dari laman berita (website ugm.ac.id) l, New Normal paling tidak menyangkut dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, New Normal sebagai pernyataan kebudayaan, artinya adanya Covid-19 ini menghadirkan sebuah pertanyaan besar tentang seberapa kuat kebudayaan Indonesia. Bagaimana nantinya di saat memasuki era new normal, apakah kebudayaan kita cukup elastis, apakah kebudayaan kita punya resilience cukup kuat, sehingga bisa mengiringi atau mendampingi masyarakat memasuki era new normal. Kedua, new normal dinilai sebagai preseden kebudayaan. Melalui Covid-19 ini, sesungguhnya menjadi sebuah momentum historis karena banyak pihak diajarkan pada sesuatu yang baru. Era new normal merupakan sesuatu hal yang baru dan hal ini butuh waktu bagi masyarakat untuk beradaptasi memasuki masa transisi menuju new normal. New normal merupakan sebuah tantangan besar bagi masyarakat. Meski begitu, diharapkan masyarakat tidak panik dan bisa tetap tenang menuju new normal ini agar imunitas tubuh tetap terjaga dan baik, sebab new normal membutuhkan adaptasi secara kultural dari masyarakatnya.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/13/budaya-komunikasi-baru-pada-masa-pandemi-covid-19/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    Voice Over : Yeni M

    11 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com