
Sign up to save your podcasts
Or


Ada Apa dengan Kerupuk?
Oleh. Mariyah Zawawi
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Siapa yang tidak kenal kerupuk? Penganan ringan dan gurih itu biasanya dijadikan sebagai pendamping saat makan nasi, bubur, lontong, dan sebagainya. Bahkan, kerupuk juga sering dijadikan camilan.
Ternyata, kerupuk juga digemari oleh masyarakat di luar Indonesia, lho. Ada beberapa negara yang mengimpor kerupuk dari Indonesia. Negara pengimpor terbesar adalah Thailand, disusul Korea Selatan, Belanda, Malaysia, dan Inggris.
Sejarah Kerupuk
Kerupuk merupakan penganan asli Indonesia. Kerupuk sudah ada di Pulau Jawa sejak abad ke-9 Masehi, sebagaimana yang tertera pada Prasasti Batu Pura. Hal ini diungkapkan oleh Fadly Rahman dalam bukunya, Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia. Dalam buku tersebut, dosen Departemen Sejarah Universitas Padjadjaran itu juga menyebutkan bahwa jenis kerupuk tertua adalah kerupuk rambak.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/20/ada-apa-dengan-kerupuk/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tujuh Jalan Mencapai Kebahagiaan
Oleh. Asri Mulya
Voice over talent: Sofia Ariyani
NarasiPost.com-Sejatinya dalam hidup yang ingin diraih oleh manusia ada kebahagiaan. Banyak hal yang bisa menyangkut kebahagiaan. Seperti kebahagiaan mendapat pasangan hidup, kebahagiaan mendapat momongan, kebahagiaan bisa mendapat pekerjaan, kebahagiaan mendapat kesuksesan dalam usaha dan lain sebagainya.
Kebahagiaan itu memiliki standar sendiri. Selalu berbeda bagi setiap manusia menilai dari sudut pandangnya. Ada yang memberikan standar tinggi keduniaan. Dalam arti bisa dikatakan kebahagiaan bisa dirasakan, bila seluruh kehidupan duniawi bisa diraih dengan dinilai pandangan materi dan dipandang manusia sebagai suatu hal yang hebat. Dipandang kaya harta. Padahal menurut hadis nabi, kekayaan itu sesungguhnya bukan dinilai dari kaya harta, tetapi dinilai dengan kaya hati.
“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/23/tujuh-jalan-mencapai-kebahagiaan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mi Berformalin masih Beredar, Akibat Sistem Gagal
Oleh. Uqie Nai
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Praktik kecurangan di dunia pangan kembali muncul. Kali ini datang dari sebuah pabrik mi berformalin di Kabupaten Bandung yang digerebek polisi. Menurut Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo, pabrik mi berformalin itu sudah beroperasi selama empat tahun.
Pabrik mi yang terletak di Kampung Pangkalan, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung berhasil diamankan polisi berikut 14 orang yang terlibat di dalamnya dan menyita sejumlah barang bukti berupa 5 karung mi yang memiliki berat masing-masing 250 kilo gram, 5 karung formalin, peralatan masak, hingga bahan baku pembuatan. (Detikjabar.com, 29/6/2022))
Kebahayaan Tak Menyurutkan Kapitalis Meraup Untung
“Akan datang suatu zaman ketika seseorang tidak akan peduli terhadap apa yang ia ambil, apakah itu halal atau haram.” (HR Bukhari)
Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/07/23/mi-berformalin-masih-beredar-akibat-sistem-gagal/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hajiku Terhalang Sekat Nasionalisme
Oleh. Sarie Rahman
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com- Pemerintah memutuskan menolak 10 ribu tambahan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi, sontak membuat kecewa para calon jemaah. Padahal tahun ini hanya 100.051 jemaah haji yang bisa berangkat, dari 221 ribu jamaah gagal berangkat pada 2020 dan 2021. Ini menambah panjang daftar antrean calon jemaah haji yang saat ini nyaris 100 tahun lamanya.
Penolakan kuota tambahan bukan satu-satunya masalah dan bukan hanya menimpa haji reguler, lebih dari 4.000 jamaah haji furoda (haji khusus) tidak bisa berangkat tahun ini lantaran terkendala visa. Yang merupakan problem pelik tidak hanya di Indonesia dan bukan permasalahan haji saja, mulai dari birokrasi yang rumit hingga mahalnya harga pengurusan visa.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/23/hajiku-terhalang-sekat-nasionalisme/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Inflasi Lonjakan Harga Meroket, Kapitalis Diambang Kolaps
Oleh. Mariam
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Bank pangan kini menjadi solusi bagi ribuan warga Amerika Serikat yang berbondong-bondong untuk mendapatkan bantuan makanan setiap harinya. Antrean terjadi di seluruh bank pangan yang berada di berbagai penjuru Negeri Paman Sam. Bantuan makanan ini dari pemerintah yang berisi kacang kaleng, selai kacang, dan nasi.
St. Mary Jerry Brown seorang juru bicara bank makanan menyebutkan bahwa jumlah warga yang antre untuk mendapatkan bantuan makanan ini meningkat tajam hingga 78 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (CNNIndonesia.com, 16/7/2022)
Penyebab Inflasi
Salah satu warga negara Indonesia, Zafran Arif yang merupakan mahasiswa matematika terapan di Washington State University membeberkan bahwa memang harga sejumlah barang kini meroket akibat inflasi di Amerika Serikat. Bahkan, hal ini mengakibatkan harga pangan melonjak naik hingga dua kali lipat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/27/inflasi-lonjakan-harga-meroket-kapitalis-diambang-kolaps/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tahu Gejrot Nikmat
Oleh. Asri Mulya
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Saat hari liburan tiba, keluarga kami yang tinggal di Surabaya, berkesempatan bisa pulang kampung ke Cirebon. Cirebon adalah tempat saya dilahirkan, bersekolah dari TK sampai SMU.
Di Cirebon banyak kuliner khas baik makanan berat maupun makanan ringan. Jenis makanan berat yang khas di Cirebon ada empal gentong, sega jamblang, nasi lengko, bubur sop ayam, bubur jenganan, docang, mie koclok, gado-gado ayam, dan masih banyak lagi. Sedangkan makanan ringan khas Cirebon seperti tahu gejrot, botok roti, bubur lemu, serabi kinca, rujuk kucur, dan masih banyak lagi.
Hmm… menuliskan jenis jajanan khas Cirebon saja, saya sudah bisa membayangkan dan menelan ludah, seolah sedang menikmati jenis makanan tersebut. Jujur saja, makanan-makanan itulah yang selalu membuat kangen saat berada di perantauan. Selain kangen dengan sanak keluarga tentunya.
Terkadang kalau yang bahan makanannya mudah didapat di daerah perantauan, maka saya pun sering membuat sendiri di rumah. Namun, bila bahannya sulit didapat, terpaksa harus menahan kangen untuk memakan makanan khas tersebut.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/11/tahu-gejrot-nikmat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ancaman Krisis Pangan Dunia, Kapitalisme Bisa Apa?
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Menteri PBB tentang ketahanan pangan pada Jumat (24/06) memperingatkan tentang krisis pangan yang sedang menghantui seluruh dunia. Dikutip dalam Anadolu agency, Guterres menjelaskan bahwa perang di Ukraina telah menambah panjang daftar masalah yang telah muncul bertahun-tahun, seperti gangguan iklim, pandemi Covid-19, dan pemulihan ekonomi yang tidak merata. “Ada risiko bahwa kelaparan ganda akan diumumkan pada 2022. Dan 2023 bisa lebih buruk lagi” imbuhnya. Guterres juga menyinggung tentang harga pupuk dan energi yang semakin membumbung tinggi sangat mungkin berimbas pada panen dari semua komoditas, termasuk padi dan jagung. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada miliaran orang di seluruh Asia, Afrika dan Amerika. Bahkan menurut program pangan dunia dalam 2 tahun terkahir, jumlah orang yang berada pada posisi sangat rawan pangan di seluruh dunia meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 276 juta.
Ancaman krisis ini tentu juga menghantui Indonesia yang masih sangat bergantung dengan suplai pangan dari luar negeri, terlebih dengan adanya kebijakan larangan ekspor komoditas pangan dari 24 negara. Dikutip dalam sindonews.com (22/06), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewaspadai kondisi ketersediaan pangan dalam negeri akibat dampak kebijakan larangan impor dari berbagai negara. Bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam pidatonya pada acara peringatan hari Krida Pertanian (22/06/2022) menyampaikan “Ancaman krisis pangan itu bukan besok, bukan lusa, hari ini sudah di depan mata kita”. Padahal, disisi lain pemerintah telah menggelontorkan dana APBN yang begitu besar untuk ketahanan pangan, yakni sebesar Rp92,3 triliun di mana angka ini meningkat pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Tentu ini bukanlah angka yang sedikit, namun sayangnya aliran dana untuk permasalahan ini belum mampu untuk benar-benar mendatangkan solusi yang komprehensif. Solusi yang didatangkan tidak pernah berhasil mengentaskan Indonesia dari ancaman krisis pangan, padahal Indonesia memiliki potensi agraris yang begitu berlimpah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/20/ancaman-krisis-pangan-dunia-kapitalisme-bisa-apa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Zonasi Menuai Polemik
Oleh. Aslamiah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com- Sistem zonasi menuai polemik kembali. Baru-baru ini diberitakan tentang sebuah sekolah yang mendapatkan hanya satu siswa dari hasil penerimaan peserta Didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023. Seperti yg dilansir dari tirto.id, sekolah dasar negeri197 Sriwedari, Surakarta, Jawa tengah, hanya mempunyai satu murid baru hasil PPDB secara daring. Hal ini pun dibenarkan oleh kepala SDN 197 Sriwedari Surakarta, yaitu Bapak Bambang Suryo Riyadi. Beliau mengatakan, sejak diterapkannya sistem zonasi dari tahun ke tahun jumlah siswa baru cenderung menurun. “Dari kelas I naik ke kelas II seharusnya ada lima siswa, namun yang tinggal kelas satu anak. Jadi, nanti yang kelas I ada satu siswa baru dan satu siswa yang tinggal kelas,” ujar beliau. iNewsJateng.id
Sebenarnya sistem zonasi ini bukanlah kali pertama menuai polemik, tahun-tahun sebelumnya juga sama, dimana beberapa sekolah sangat bermasalah dalam PPDB dikarenakan sistem zonasi. Pada tahun 2020 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) Pojong Gunungkidul juga mengalami hal yang sama. Bapak Suwardi sebagai kepala sekolah tersebut mengatakan, “Tahun lalu kita kekurangan 28 siswa, tahun ini kurang 76 siswa ,” kata Suwarsidi, Selasa (7/7/2020). iNewsYogya.id.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/20/sistem-zonasi-menuai-polemik/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Berteman Sampai ke Surga
Oleh. Suhrani Lahe
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Dinda, seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di kotanya, yang tengah memasuki semester akhir. Kini ia sibuk dengan penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat untuk wisuda.
Siang itu, Dinda berangkat ke kampus. Tak lupa memberi kabar kepada teman kampusnya, Rara. Rara bukan teman dekat Dinda, namun mereka mulai akrab karena dosen pembimbing skripsi mereka sama. Saat itulah, kehidupan Dinda dengan cerita baru dimulai.
Dinda seorang gadis periang, humoris, dan mudah akrab dengan orang lain. Tak heran jika ia dan Rara kini terlihat akrab. Suatu hari, Dinda dan Rara telah mengatur jadwal untuk bertemu dosen pembimbing mereka. Dan di saat hari itu tiba, Rara memberi kabar bahwa dirinya tidak bisa ikut dikarenakan ada kegiatan yang mendadak dan Rara harus menghadirinya.
Yah, Rara adalah seorang aktivis dakwah di kampusnya. Rara tiba-tiba diberi kabar oleh salah satu teman kelompok kajiannya bahwa ia harus mengisi jadwal kajian bulanan yang diadakan di masjid kampus, dikarenakan pemateri sebelumnya berhalangan hadir karena sakit.
Mendengar kabar dari Rara, sedikit kesal muncul dari dalam benak Dinda. Namun, itu bukanlah penghalang baginya untuk membatalkan jadwal asistensi bersama dosen pembimbing.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/03/berteman-sampai-ke-surga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Stroke, Si Pembunuh Senyap
Oleh. Nur Hajrah MS
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-World Health Organization (WHO), mencatat ada beberapa penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia, salah satunya adalah stroke yang menempati urutan ketiga. Setiap tahunnya tercatat ada 13,7 juta kasus baru penderita stroke dan 5,5 juta kasus kematian akibat stroke. Bahkan, di Indonesia sendiri pernah tercatat berdasarkan riset kesehatan Kementerian Kesehatan, stroke menjadi penyebab angka kematian nomor satu di Indonesia (2018). (Antaranews.com, 25/10/2019)
Apa itu Stroke?
Stroke adalah suatu kondisi di mana sel-sel otak mengalami kematian karena adanya gangguan aliran darah, baik itu karena penyumbatan pembuluh darah atau karena pecahnya pembuluh darah di otak.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/20/stroke-si-pembunuh-senyap/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed