
Sign up to save your podcasts
Or


Delusi Kenikmatan
Oleh. Bunga Padi
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Alam fana kehidupan sementara
Sungguh delusi buana penuh tipuan
Sang Penguasa alam semesta telah menuliskan aji-aji
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/10/delusi-kenikmatan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Fakta LGBT secara Sains
Oleh. Dealovu
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.com- Maraknya bahasan tentang kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) melintas luas di berbagai media sosial. Tampaknya bahasan mengenai LGBT ini akan terus menjadi wacana yang menguras perhatian kita karena saat ini LGBT adalah fenomena sosial yang telah menjadi realitas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Diketahui jumlah kaum LBGT terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa jumlah gay di Indonesia tahun 2012 sudah mencapai 1 juta orang, belum dihitung yang lesbian, biseksual, dan transgender. Jumlah ini naik 37% dari tahun 2009. Lantas, bagaimana fakta sebenarnya terkait LGBT dari segi sains?
Kaum penyuka sesama jenis ini dalam bahasa Arab diistilahkan dengan liwath. Liwath merupakan suatu perilaku yang sangat cepat menular, terutama untuk kaum laki-laki. Seorang laki-laki yang awalnya normal layaknya anak laki-laki biasa, awalnya tertarik dengan lawan jenis, namun bisa tiba-tiba berubah orientasi seksualnya setelah mereka terjangkit perilaku ini. Seorang psikiater, Dr. Fidiansyah, mengatakan bahwa penularannya melaui konsep perubahan perilaku dan pembiasaan.
Banyak yang awalnya hanya menjadi korban, lalu berubah menjadi seorang predator, dan melahirkan korban-korban baru dengan sangat cepat. Bahkan, perilaku ini bisa menyebabkan kecanduan pada seorang laki-laki yang awalnya normal. Hal ini dikarenakan secara biologis, laki-laki memiliki G-spot atau biasa dikenal P-spot yang berada pada prostate gland, letaknya di dalam tubuh dan pangkal alat vital dan hanya bisa distimulus via an*s. Daerah ini memiliki sensitifitas berkali lipat dibanding alat vital bagian luar. Apabila orientasi yang dikejar hanya pada syahwat, konon laki-laki yang pernah merasakan stimulus pada prostate gland, tidak lagi tertarik berhubungan secara hetero.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/14/fakta-lgbt-secara-sains/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kontrol Emosi, Jadilah Penuh Kasih, Obesitas pun Pergi
Oleh. Dini Nuris Nuraini
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Islam memiliki solusi sederhana untuk memperbaiki kesehatan dan keuangan di Indonesia, salah satunya adalah dengan mengatasi penyakit obesitas. Pemerintah akan sangat terbebani jika masyarakat banyak yang menderita obesitas karena obesitas sangat mengancam nyawa dan anggaran negara.
Menurut website Kemenkes, lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2017 adalah jantung koroner, kanker, diabetes melitus dengan komplikasi, TBC, dan PPOK, yaitu suatu penyakit yang bisa disebabkan atau diperparah dengan adanya obesitas. Begitu pun angka kasus kematian akibat Covid-19, tim riset dari John Hopkins University (JHU) dan World Health Organization (WHO) melaporkan dalam datanya per Februari 2021, dari 2,5 juta kasus kematian akibat Covid-19, sebanyak 2,2 juta di antaranya datang dari negara-negara yang setengah populasinya mengidap obesitas. Negara-negara tersebut memiliki angka kasus kematian akibat Covid sebanyak lebih dari 100 per 100.000 kasus (Health.detik.com, 6/3/2021). Tak hanya itu, obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit, memperparahnya, atau meningkatkan risiko kematian pada penderitanya. Penderita obesitas berisiko tinggi untuk terkena penyakit lain yang lebih serius, seperti strok, hipertensi, masalah pencernaan, osteoartritis, asma, perlemakan hati, gangguan ortopedik, dan lain-lain.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/10/kontrol-emosi-jadilah-penuh-kasih-obesitas-pun-pergi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hijrah pada Islam Kaffah, Raih Rida Allah
Oleh. Bunga Padi
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.com-Rasulullah saw. mengajak umatnya hijrah kepada penghidupan yang lebih baik, bahagia, sejahtera, dunia dan akhirat. Tentu semua itu akan tercapai bila hidup dalam keteraturan koridor hukum syarak. Itulah mengapa hijrah atau berpindah dari jahiliah kepada cerdas memahami dan bangkit dengan pemikiran Islam menjadi wajib dilaksanakan oleh seorang yang mengaku beriman kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw.
Mengajak seseorang hijrah kepada Islam kaffah memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Sudah barang tentu akan menemui berbagai respons. Ya, manusiawi, ada yang menolak mentah-mentah walau sebenarnya hati kecil mereka menerima, terkadang ada rasa gengsi yang dipertahankan.
Ada juga yang tidak percaya bahwa Islam sebagai rambu-rambu kehidupan sehari-hari. Sebab menurutnya berislam itu cukup ketika menjadi baik terhadap siapa pun, salat 5 waktu dikerjakan, puasa bila Ramadan, haji atau umrah jika ada uang, sedekah sekadarnya, saat menikah atau kematian tiba pakai cara Islam.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/16/hijrah-pada-islam-kaffah-raih-rida-allah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Konfrontasi Beijing-Tokyo: Ilusi Kedaulatan Maritim Pragmatis
Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Aktivitas militer adalah hal yang penting bagi sebuah negara dan dalam perspektif hubungan internasional, aktivitas militer sangat bisa menjadi lahan penguatan kemitraan antara dua negara atau lebih. Tapi adalah sebuah keniscayaan juga jika kemitraan yang terbangun itu malah menjadi ancaman bagi pihak lain. Bila adagium yang terkenal adalah “the enemy of my enemy is my friend” alias “musuh dari musuhku adalah temanku”, maka dalam konteks ini berubah menjadi “the friend of my enemy is my enemy”, yang berarti “teman dari musuhku adalah musuhku”.
Hal ini terjadi langsung pada Cina dan Jepang, dua negara di Asia Timur yang saat ini sama-sama sedang menggencarkan pertumbuhan ekonomi mereka untuk bersaing dalam kancah global. Pasalnya, di perairan yang keduanya sengketakan, Cina secara agresif memasuki wilayah “haram” tersebut. Perairan yang bagi Jepang bernama Senkaku, namun bagi Cina disebut Diaoyu adalah wilayah yang telah lama menjadi rebutan keduanya. Sengketa wilayah perairan sangatlah lumrah terjadi antara dua negara atau lebih dalam kultur pragmatis seperti hari ini.
Klaim serta standar yang berbeda dari masing-masing pihak yang bersengketa umumnya akan menyebabkan berlarutnya persengketaan. Apalagi jika dibumbui dengan manuver-manuver yang “provokatif” dari pihak tersebut, maka akan sangat mungkin sengketa itu menemui jalan buntu. Kapal perang Rusia sebagai pihak yang dianggap dekat dengan Cina terpantau melakukan pergerakan di sekitar perairan Jepang pada awal Juli yang juga disempurnakan dengan manuver kapal fregat milik Cina di dekat perairan Senkaku (CNN Indonesia, 4/7/22).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/11/konfrontasi-beijing-tokyo-ilusi-kedaulatan-maritim-pragmatis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kasus Pencabulan di Pesantren, Bukti Sekularisme adalah Bahaya Laten
Oleh. Dwi Indah Lestari
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Pesantren kembali disorot setelah kasus pencabulan di salah satu lembaga pendidikan Islam tersebut terkuak. Tanda tanya menyeruak. Bagaimana mungkin hal ini terjadi di lingkungan yang islami seperti itu?
Kasus kekerasan seksual yang terjadi di institusi pendidikan berbasis agama kembali mencuri perhatian publik. Peristiwa asusila terhadap lima orang santriwati yang diduga melibatkan putra pemilik pondok pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur, itu terjadi pada tahun 2017. Tersangka berinisial MSAT merupakan pengurus sekaligus guru di pesantren tersebut. (republika.co.id, 7/7/2022)
Pesantren dalam Cengkeraman Sekularisme
Tak bisa dimungkiri kasus semacam ini pastilah menyentak nalar publik. Bagaimana mungkin pesantren yang notabene kental nuansa religiusnya, bisa sampai terjadi kasus asusila? Bukankah setidaknya nilai-nilai Islam dijunjung tinggi dan diterapkan di dalamnya? Apalagi masalah pergaulan, pastilah benar-benar dijaga. Mirisnya, kasus serupa yang terjadi di lingkungan institusi agama atau dilakukan oleh tokoh agama saat ini terus bermunculan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/16/kasus-pencabulan-di-pesantren-bukti-sekularisme-adalah-bahaya-laten/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Keturunan dari Dua Orang yang Disembelih
Oleh. Dian Afianti Ilyas
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Jazirah Arab bagaikan ubun-ubun gundul di atas kepala bumi. Tak ada rambut yang menumbuhi, apalagi makhluk hidup yang ditemui. Tak ada satu pun pepohonan, jangankan manusia, hewan pun tak ada yang bermukim.
Saat siang hari, serpihan kecil bebatuan yang tersirami cahaya matahari membuat suhu di sekitar menjadi sangat panas. Sebaliknya, kala malam hari menyapa, angin berlari kencang tanpa ada bebukitan yang menahannya, hal ini membuat cuaca menjadi sangat dingin.
Demikian keadaan Semenanjung Arab. Siapa pun yang mencoba untuk tinggal di sana, maka cepat atau lambat akan mati kepanasan, kedinginan, atau kehausan. Sebab, air sebagai sumber kehidupan tidak terpancar di gurun pasir tersebut.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/16/keturunan-dari-dua-orang-yang-disembelih/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ada Apa di Balik Penistaan Agama oleh Holywings?
Oleh. Diyani Aqorib S.Si.
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Pemkot Bekasi melakukan sidak terhadap outlet Holywings Forest di kawasan Summarecon, Bekasi. Hal ini merupakan buntut kasus promo minuman keras (miras) bagi “Muhammad” dan “Maria” di gerai Holywings Jakarta. Akibatnya kegiatan di Holywings Forest Bekasi dihentikan sementara.
Menurut Kasatpol PP Abu Hurairah, ada dua peraturan yang dilanggar Holywings Forest, yaitu:
Efek dari penutupan tersebut, sebanyak 60 karyawan Holywings terpaksa dirumahkan. Namun, penutupan ini hanya bersifat sementara. Karena hanya dianggap melanggar peraturan yang bersifat administratif. Pihak Holywings Forest sendiri hanya dimintai klarifikasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi terkait promo miras di Jakarta. (infobekasi.co.id, 28/6/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/06/ada-apa-di-balik-penistaan-agama-oleh-holywings/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Khilafah Kembali Dimonsterisasi, Upaya Mengokohkan Sekularisasi
Oleh. Ummu Ainyssa
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Memahamkan kebenaran syariat Islam tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih terhadap orang-orang yang dalam hatinya penuh dengan kebencian maupun terjangkiti islamofobia. Seperti halnya saat berulang kali disampaikan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam, masih saja banyak pihak yang menentangnya.
Pada Ahad (29/05/2022) sekelompok anggota Khilafatul Muslimin melakukan konvoi di b
eberapa titik di kota Jakarta, Brebes, dan Lampung. Mereka membawa berbagai poster salah satunya bertuliskan “Sambut Kebangkitan Khilafah Islamiyah”. Selain itu mereka juga membagikan selebaran maklumat yang berisi pengumuman sekaligus ajakan untuk bergabung dengan Pusat kekhilafahan Islam yang mereka klaim sudah berdiri.
Sontak hal ini pun mendapat respons dari beberapa pihak baik yang pro maupun yang kontra, termasuk dari pihak berwajib. Bagi pihak yang sudah memahami bahwa Khilafah adalah ajaran Islam, hal ini bukanlah sesuatu yang menakutkan dan melanggar hukum negara. Hanya saja perlu dicermati apakah Khilafah yang mereka dakwahkan adalah benar Khilafah yang syar’i?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/15/khilafah-kembali-dimonsterisasi-upaya-mengokohkan-sekularisasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kisah Pahit Pemburu Ringgit
Oleh. Mariyatul Qibtiyah, S.Pd.
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Dua sringgit, dua sringgit, dua sringgit …. Teriakan khas Mail pun berhasil menghipnotis para pengunjung pasar. Dalam sekejap, sayap-sayap ayam itu pun berpindah ke tangan para pembeli.
Pesona ringgit ini pun menjadi magnet warga negara +62. Mereka pun berangkat ke negeri jiran itu untuk meraih harapan. Salah seorang di antaranya adalah Adelina Lisao. Perempuan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur itu pun bertekad mengubah nasibnya. Ia pun bekerja di sana sebagai pekerja rumah tangga.
Sayangnya, takdir berkata lain. Bukannya ringgit yang dibawanya pulang, ia justru harus menemui ajalnya. Penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya, mengantarkannya pada kematian. (bbc.com, //2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/08/kisah-pahit-pemburu-ringgit/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed