Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Inflasi Melanda, Kapitalisme Gagal Secara Nyata

    Inflasi Melanda, Kapitalisme Gagal Secara Nyata

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Inflasi tengah menginvasi dunia. Banyak negara mengalami inflasi yang tinggi, bahkan tertinggi dalam sejarahnya. Bukan hanya negara-negara berkembang saja yang dihantui inflasi, negara-negara maju pun tak bisa menghindar dari kondisi sulit ini.

    Berulang kali inflasi global terjadi. Ini menandakan ada yang salah pada sistem ekonomi yang kini tengah berlaku. Apa sebenarnya yang keliru dengan sistem ini? Adakah sistem alternatif yang bisa menjadi penggantinya? Bagaimana keunggulan sistem tersebut?

    Badai Inflasi Tak Bisa Dihindari

    Negara adidaya Amerika kini mencetak rekor inflasi tertingginya dalam 41 tahun terakhir. Data Biro Statistik dan Tenaga Kerja AS pada Jumat (10/6/2022) menyebutkan bahwa inflasi di Amerika pada Mei 2022 mencapai 8,6% secara tahunan (YoY). Sulitnya kondisi diperparah dengan adanya perang antara Rusia dan Ukraina. Harga bensin di AS mencapai US$5,00 per galon (sekitar 3,7 liter) untuk pertama kalinya. Harga gas alam naik 8,0%, terbesar sejak Oktober 2005 sehingga biaya listrik mengalami kenaikan menjadi 1,3% mtm. Harga makanan pun turut naik tanpa bisa dicegah. (cnbcindonesia.com, 16/6/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/08/inflasi-melanda-kapitalisme-gagal-secara-nyata/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Pasal Penghinaan Kembali Mencuat, Upaya Bungkam Rakyat?

    Pasal Penghinaan Kembali Mencuat, Upaya Bungkam Rakyat?

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Tim Kontributor Tetap Narasipost.com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Pada 2006 silam, Mahkamah Konstitusi (MK) pernah menghapus pasal penghinaan terhadap presiden. Namun, saat ini pasal tersebut dihidupkan kembali melalui Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Ada apa di balik ini semua?

    Fakta Kelam Produk Kolonial

    Upaya penghapusan pasal penghinaan presiden oleh MK pada tahun 2006 karena MK menilai pasal tersebut inkonstitusional serta bertentangan pula dengan UUD 1945 dan semangat demokrasi. Adanya pasal penghinaan presiden tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Di mana suatu pernyataan, pendapat, maupun pikiran berpotensi ditafsirkan sebagai kritik atau penghinaan.

    Perlu diketahui pasal penghinaan presiden ini merupakan produk hukum kolonial Belanda yang juga berpotensi menghambat hak menyatakan pikiran, tulisan, ekspresi, dan sikap masyarakat atas kebijakan yang ada. Kembali mencuatnya pasal tersebut dalam RKUHP dikhawatirkan akan menjerat banyak korban seperti pada masa kolonial di masa lalu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/08/pasal-penghinaan-kembali-mencuat-upaya-bungkam-rakyat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Mata Air Zubaidah

    Mata Air Zubaidah

    Oleh. Bunga Padi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Tapak tilas ke Mata Air Zubaidah adalah salah satu rangkaian agenda pihak travel umrah plus Turki yang kami ikuti pada bulan April 2015. K.H. Hafidz Abdurrahman sebagai pembimbing mengajak para jemaah mengunjunginya. Tentu perjalanan spiritual ini dilakukan dalam rangka ibadah sekaligus belajar. Dengan menggunakan bus, rombongan kami pun meluncur ke lokasi. Kiai Hafidz menjelaskan tentang keberadaan sumur air yang terkenal itu dengan terperinci. Sebagai jemaah, tentu masih terekam jelas saat kami menyaksikan sendiri puing peninggalan saluran air tersebut.

    Patutlah diapresiasi gebrakan Zubaidah membuat saluran pipa air yang membentang dari Kufah hingga ke Rafha yang tembus ke Fida lalu Rabadzah dan berakhir di Makkah. Saluran air ini mampu melewati pegunungan dan padang pasir yang tandus. Berhasil menyelamatkan banyak jemaah haji yang kehausan dan mencegah kematian.

    Seperti diketahui, air merupakan kebutuhan vital bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Keberadaan air sangat berharga bagi keberlangsungan kehidupan seluruh makhluk-Nya. Hal inilah yang akhirnya melatarbelakangi seorang istri khalifah untuk membuat sumur air yang kemudian airnya bermanfaat untuk keperluan ibadah haji dan orang-orang di sekitarnya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/12/mata-air-zubaidah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Sistem Kapitalisme Mencengkeram Guru Honorer

    Sistem Kapitalisme Mencengkeram Guru Honorer

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Tim Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Terpujilah wahai engkau

    Ibu bapak guru
    Namamu akan selalu hidup
    Dalam sanubariku

    Mungkin hanya lirik lagu “Hymne Guru” itulah yang layak dipersembahkan bagi para pahlawan bangsa yang tanpa tanda jasa. Persoalan demi persoalan dalam dunia pendidikan, termasuk masalah guru honorer terus bermunculan. Belum usai satu persoalan, terbit lagi persoalan lainnya yang membelit para guru honorer.

    Cengkeraman Sistem Kapitalisme

    Amboi, santer nian sebuah wacana penghapusan guru honorer. Keberadaan guru honorer yang telah banyak mencetak generasi cerdas itu akan dihapus. Seakan lenyap rasa iba dalam nurani pemangku kebijakan. Keberadaan guru honorer justru akan mulai dihapus pada 28 November 2023 (Detik.com, 5/6/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/10/sistem-kapitalisme-mencengkeram-guru-honorer/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kala Pelangi Tak Indah Lagi

    Kala Pelangi Tak Indah Lagi

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Tim Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Pelangi sudah sangat lelah mengadu

    Pada cahaya yang memantulkan kilau hujan
    Seluruh warna terus menampakkan wajah sendu
    Pada perilaku menyimpang yang tak kenal batasan

    Tak ada lagi rona ketakutan

    Secara bar-bar pertontonkan perilaku menjijikkan
    Segala norma ditabrak sesuka hati
    Dengan dalih kebebasan berekspresi tiada mati

    Bau busuk menguar dalam sudut-sudut negeri

    Meretas indahnya warna mutlak pelangi
    Tabiat terus digantung pada tiang angkara
    Tanpa peduli pada perilaku yang mengundang prahara

    Tawa lebar menampilkan gurat kecongkakan

    Pada segenap puja dan puji yang diharapkan
    Selendang kesombongan terus menghiasi tingkah laku
    Pada sampah masyarakat yang tak tahu malu


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/11/kala-pelangi-tak-indah-lagi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Islamofobia di India Kian Menggema, Cukupkah Disudahi dengan Kecaman Saja?

    Islamofobia di India Kian Menggema, Cukupkah Disudahi dengan Kecaman Saja?

    Oleh. Dewi Fitratul Hasanah

    (Pegiat Literasi Islami dan Kontributor NarasiPost.com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.com- Islamofobia kronis, tak salah bila dua kata itu disematkan kepada India. Sebab faktanya Itulah yang tengah terjadi di India. Setelah sejarah panjang persekusi, penyiksaan, pembunuhan, hingga upaya genosida yang menimpa umat muslim di India. Kini, tuan dan nyonya politisi di negeri itu kembali mencoreng arang di wajah umat Islam dengan melakukan penghinaan terhadap Baginda Nabi saw.

    Adalah Nupur Sharma, Juru Bicara Nasional Partai Bharatiya Janata (BJP), dan Delhi Naveen Kumar Jindal, Kepala Operasi Media BJP, yang dengan jumawa melontarkan penghinaan terhadap Rasulullah saw dan sang istri, Aisyah r.a. Penghinaan kepada Rasullulah saw. tersebut dilayangkan dalam sebuah acara debat di stasiun televisi. Disusul Jindal yang mencuit pesan di akun Twitter-nya dengan nada penghinaan serupa. (CNNIndonesia.com, 6/6/2022)

    Tak pelak, pernyataan kedua politisi itu pun memantik protes dan tuntutan. Bentrok pun tak terhindarkan. Belakangan diketahui, umat muslim di India awalnya protes dengan cara berdemo,membentangkan spanduk dan berorasi menyampaikan luka di hati. Akan tetapi, mereka dipancing agar melakukan tindakan kasar.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/14/islamofobia-di-india-kian-menggema-cukupkah-disudahi-dengan-kecaman-saja/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Yogyakarta, Surga Buku Murah

    Yogyakarta, Surga Buku Murah

    Oleh. Desi Wulan Sari, M.Si.

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Dunia pendidikan tidak akan jauh dari dunia perbukuan. Apa jadinya saat sedang menempuh pendidikan, kita tidak mampu membeli atau memiliki buku pelajaran ataupun buku pendukung yang dibutuhkan seorang pembelajar. Kondisi sistem kapitalis yang tengah diterapkan di negeri ini membuat pendidikan dan buku-bukunya terasa mahal harganya. Tidak semua orang mampu menyediakan kebutuhan buku-buku tersebut karena situasi dan kondisi ekonomi saat ini tidak kondusif.

    Namun jangan bersedih ya, Sahabat Pembelajar. Di saat sistem ini belum mampu memfasilitasi secara menyeluruh kebutuhan kita akan buku, maka kita dapat mencari alternatif lain yang sedikitnya mampu mengatasi kebutuhan akan buku tersebut. Apakah itu? Ya, benar! Keberadaan penjual buku murah. Jangan merasa malu ataupun minder dengan buku murah. Ternyata buku murah itu sangat bermanfaat dan harganya pun lebih terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkannya.

    Sebagai seorang pembelajar, inilah yang perlu kalian ketahui, yakni surganya buku murah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketika saya masih menjadi seorang mahasiswa di sebuah universitas Jakarta, berburu buku murah hingga ke Yogyakarta pun tetap dijalani tanpa ragu. Nah, inilah toko buku atau kios buku murah yang ada di Kota Yogyakarta yang pernah saya singgahi, antara lain:


    Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/07/04/yogyakarta-surga-buku-murah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kelumun Racun Negara Serumpun

    Kelumun Racun Negara Serumpun

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Hubungan Indonesia dan Malaysia seperti dua saudara dekat yang kerap kali memanas. Saling mengeklaim wilayah, benda, atau warisan budaya tertentu menjadi bumbu pedas di antara keduanya. Memang sudah sejak lama dua negara serumpun Melayu ini mengalami pasang surut. Terkadang hangat bersahabat, terkadang dingin, dan di lain waktu bisa panas bergejolak.

    Seperti baru-baru ini ketika media Singapura, Strait Times, mewartakan tentang pernyataan mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad yang cukup membuat heboh. Diberitakan Mahathir menyatakan bahwa Kepulauan Riau RI dan Singapura pernah menjadi bagian dari wilayah Malaysia sehingga harusnya diklaim kembali. Hal ini disampaikan Mahathir dalam sebuah pidato di Selangor, Malaysia pada Minggu (19/6/2022). Ia juga mengatakan bahwa dahulu Tanah Melayu sangat luas membentang dari Tanah Genting Kra di Thailand selatan hingga ke Kepulauan Riau dan Singapura. Karena itulah, Malaysia harusnya tak cuma menuntut kembali Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh saja, tetapi juga Singapura dan Kepulauan Riau. (cnbcindonesia.com, 23/6/2022)

    Benarkah demikian? Kenapa perseteruan di antara negara serumpun sering terjadi? Bagaimana seharusnya hubungan yang terjalin menurut Islam?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/04/kelumun-racun-negara-serumpun/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Jalan Panjang Sekularisasi sang Pionir Arab Spring

    Jalan Panjang Sekularisasi sang Pionir Arab Spring

    Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si

    (Tim Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-“If you use religion to engage in political extremism, we will not allow that.” –Sadeq Belaid (Ketua Dewan Penasihat Nasional Tunisia)

    Kalimat Sadeq tersebut cukup menghebohkan Tunisia dan pengamat beberapa waktu terakhir. Kalimat yang menegaskan secara eksplisit bahwa Tunisia tidak menghendaki ekstremisme politik berbalut agama dalam bentuk apa pun, yang membuat petinggi Tunisia hendak melakukan referendum dengan menghapus pasal 1 di konstitusi negara yang mengawali peristiwa Arab Spring tahun 2011 lalu (Middle East Eye, 7/6/22). Pasal 1 yang hendak dihapus itu berbunyi,“Tunisia adalah negara yang merdeka, independen, dan berdaulat; Islam adalah agamanya, Arab adalah bahasanya, dan sistemnya adalah republik”.

    Keinginan untuk mereferendum konstitusi dan mengaitkan agenda ini sebagai upaya menjaga Tunisia dari ekstremisme politik menandakan bahwa Islam dianggap sebagai cikal bakal ekstremisme tersebut. Sadeq yang merupakan guru dari Presiden Tunisia saat ini, Kais Saied, bahkan secara jelas menyebut bahwa ia ingin mendepak partai yang bernapaskan Islam, seperti Ennahda –pemilik kursi terbanyak di parlemen- dari perpolitikan Tunisia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/13/jalan-panjang-sekularisasi-sang-pionir-arab-spring/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Petaka Penistaan Agama Berkedok Promosi Miras

    Petaka Penistaan Agama Berkedok Promosi Miras

    Oleh. Mariam

    (Tim Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Strategi marketing yang dilakukan Holywings kini berbuah petaka. Pasalnya, promosi yang ditawarkan adalah memberikan minuman beralkohol secara gratis untuk orang-orang yang bernama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’ , promosi ini dianggap melecehkan agama hingga dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Himpunan Advokat Muda Indonesia (HIMA) dan Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) serta KNPI DKI Jakarta.

    Kini pihak kepolisian tengah melakukan penyidikan dan mengumpulkan alat bukti. Gelar perkara juga telah dilakukan pada Jumat (24/6) dan menetapkan enam orang sebagai tersangka yang berinisiatif untuk melakukan promosi tersebut. Bahkan, saat ini polisi telah memasang police line di kantor pusat Holywings di Serpong, Tangerang Selatan. (detik.com,26/6/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/02/petaka-penistaan-agama-berkedok-promosi-miras/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com