
Sign up to save your podcasts
Or


Sepsis Neonatorum
Oleh: Desi Wulan Sari, M.si.
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Sahabat, impian setiap pasangan suami istri adalah memiliki keturunan yang sehat jasmani dan rohani. Diberikan keturunan merupakan anugerah yang tiada taranya dari Sang Maha Pencipta. Selain anugerah diberi keturunan, kesehatan pun menjadi doa dan harapan bagi hamba-Nya yang menyadari betapa mahalnya kesehatan jika kita tidak menjaganya dengan baik.
Selasa sore, 8 Febuari 2011 lalu, seorang ibu berangkat ke rumah sakit bersiap untuk melakukan persalinan. Berjuang sekuat tenaga melahirkan bayi perempuan yang tengah dinanti-nanti selama ini. Sakitnya induksi yang diberikan memaksa mulasnya perut lebih cepat dari kontraksi yang biasanya. Tepat pukul 13.00 WIB, lahirlah bayi mungil dengan sempurna atas kebesaran Allah.
Namun, setelah tiga hari berada diinkubator, ternyata sang ibu mendapatkan kabar bahwa bayi tersebut menderita Sepsis Neonatorum. Mendengar penjelasan dokter tersebut, tiba-tiba sang ibu merasa lemas dan menangis karena khawatir memikirkan apa yang akan terjadi dengan buah hatinya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/30/sepsis-neonatorum/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Solusi untuk Membungkam Penghina Nabi
Oleh. Novianti
Voice over talent: Armina Ahza
NarasiPost.Com-Saat itu dunia seakan digelayuti awan hitam. Wajah kaum muslimin mendung menandakan kesedihan mendalam. Tersebab sosok mulia bak cahaya yang mengeluarkan manusia dari kegelapan, telah pergi dan tak pernah kembali. Dialah Nabi Muhammad saw.
Berkelebat dalam benak Abu Bakar perjalanannya bersama beliau ketika hijrah dari Makkah ke Madinah. Berjalan sepanjang siang dan malam, hingga tiba di gua Tsur, perlindungan sementara sebelum melanjutkan perjalanan panjang ke sebuah tempat yang akan menjadi awal berdirinya peradaban Islam.
Abu Bakar membentangkan tikar ketika menemukan tempat bernaung untuk sejenak beristirahat. “Beristirahatlah, wahai Nabi Allah,” demikian Abu Bakar melayani Nabi sambil terus berjaga-jaga memantau untuk memastikan tidak ada yang mengikuti mereka berdua.
Abu Bakar selalu setia mendampingi Rasulullah dalam menghadapi berbagai rintangan dan tantangan, siap berkorban sepenuh jiwa. Abu Bakar sosok yang menjadi saksi beratnya perjuangan dakwah Rasulullah. Namun, karena mengemban risalah Islam ke seluruh dunia, bagi Rasulullah tak ada kata mundur dari medan dakwah. Memikirkan umat hingga pada detik-detik menjelang wafatnya, Beliau saw. masih menyebut , ”Ummatii, ummatii, ummatii…”
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/27/solusi-untuk-membungkam-penghina-nabi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Polemik RKUHP, Awas Semua Bisa Kena!
Oleh. Ana Nazahah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-“Semua bisa kena” , istilah ini menggema seiring sinyal pengesahan RUU KUHP yang dinilai minim sosialisasi dan terkesan sembunyi-sembunyi. Istilah ini muncul sebagai bentuk protes pembahasan draf RUU tersebut yang tidak melibatkan masyarakat. Lantas, kenapa hal ini dinilai bermasalah? Apa yang terjadi jika UU ini disahkan?
Berkaca pada UU ITE
Mengingat kembali polemik Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menoreh kegaduhan sepanjang penerapannya. Pasal-pasal karet di dalamnya telah menjerat banyak korban dari mulai aktivis, jurnalis, akademisi, bahkan ibu rumah tangga. Tidak ada standar pasti untuk mengukur hak berpendapat di ruang publik, melanggar atau tidak. Akibatnya, UU ITE malah melahirkan kezaliman dan ketidakadilan pada banyak pihak. Sebagaimana yang dilansir semuabisakena.jaring.id, yakni sebuah website yang dikelola secara kolaboratif oleh PPMN, Jaring.id, SAFEnet dan Paku ITE. Menurut website tersebut, terdapat ratusan kasus yang menimpa rakyat akibat penyalahgunaan UU ITE.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/08/polemik-rkuhp-awas-semua-bisa-kena/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Krisis Dunia Kembali Melanda, Jangan Menutup Mata
Oleh. Erdiya Indrarini
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Waspadalah, dunia mengalami krisis. Perekonomian terjun tak terkendali. Harga-harga pun membubung tinggi. Tak bisa mengelak, hal ini mulai menghantam ekonomi dalam negeri. Mampukah negara mengantisipasi?
Dalam pembukaan Rakornaswasin BPKP, Selasa (14/6/2022), Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sekitar 60 negara akan ambruk perekonomiannya, yang 40 diperkirakan sudah pasti. Hal ini didasarkan pada data dari Bank dunia, yakni IMF (International monetary Fund). Jokowi pun menyampaikan bahwa saat ini, dunia sedang mengalami ketidakpastian, terutama dalam sektor pangan dan energi. Oleh sebab itu, ia meminta jajaran menterinya agar peka dan menyiapkan berbagai antisipasi terhadap krisis. (liputan6.com, 17/6/2022)
Penyebab situasi ini diduga karena pandemi Covid-19 yang belum usai, dan dampak dari perang Rusia dan Ukraina. Banyak negara kini harus menghadapi lonjakan harga energi dan pangan, sehingga membuat inflasi meroket. Di samping itu, Amerika Serikat juga sangat bernafsu dalam kenaikan suku bunga acuan. Sehingga membuat panik para pelaku pasar. Hal ini juga mendorong mereka menaikkan suku bunga. CNBC Indonesia menelusuri laporan Bank Dunia yang disampaikan Jokowi. Memang benar, ada beberapa negara yang diperkirakan akan mengalami resesi. Di antaranya Rusia dengan -8,9%, Ukraina -45,1%, Kirgistan -2% dan Moldova -0,4%. Juga daerah Amerika Latin, kawasan Timur Tengah, Asia Selatan dan lain-lain. (cnbcindonesia.com, 14/6/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/01/krisis-dunia-kembali-melanda-jangan-menutup-mata/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jerman Lebih Terbuka, Transgender Sudah Merdeka
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Mendengar Transgender, pasti teringat dengan negeri Gading Putih. Di negeri itu, konon susah membedakan mana wanita asli, mana transgender. Membludaknya transgender di Thailand juga disebabkan apresiasi atau dukungan pemerintah terhadap mereka. Sebelumnya, tidak banyak negara yang berani mendukung LBGT secara terang-terangan. Namun saat ini, berbagai negara seolah berlomba mengakui eksistensi para transgender.
Begitu pun dengan Jerman. Pada Kamis, 30 Juni 2022 lalu, Pemerintah Jerman, diwakili oleh Menteri Urusan Keluarga, Lisa Paus, mengumumkan usulan undang-undang “penentuan nasib sendiri”. RUU ini digadang-gadang menjadi pengganti UU lama yang mengatur hal serupa. Yakni UU tentang Hukum Transeksual. (news.detik.com, 02/07/2022)
Pembaruan ini dikarenakan UU Hukum Transeksual yang sudah eksis selama 40 tahun tersebut, dinilai sudah tak relevan. Selain itu, transgender yang ingin mengubah nama dan akta kelahirannya harus merogoh saku begitu dalam, pun dengan prosedur panjang yang melelahkan, bahkan dinilai menghinakan. Oleh karena itu, pemerintah Jerman bersiap menjadi negara yang lebih terbuka dengan pengesahan RUU baru tersebut.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/08/jerman-lebih-terbuka-transgender-sudah-merdeka/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sekularisasi Saudi Arabia, Muslimah Tak Lagi Mulia
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Duhai, perih nian melihat berita reformasi Arab Saudi yang melanggar fitrah. Ditambah aroma kebebasan yang kian menelanjangi para muslimah. Sungguh, negeri yang mendapat julukan tanah haram itu kini mengalami kemunduran. Sebab, tempat turunnya Islam itu kini sangat kental dengan aura sekularisasi.
Sekularisasi Saudi Arabia
Ada tren baru di kalangan perempuan Arab Saudi. Setelah pemakaian hijab tak lagi diwajibkan, para perempuan Saudi ramai-ramai memotong pendek rambut mereka. (CNBCIndonesia.com, 24/6/2022).
Perjalanan reformasi Saudi Arabia terus berlangsung. Padahal, reformasi yang digagas akan membawa kemunduran berpikir bagi rakyatnya, terutama kalangan muslimah. Benar, kebijakan yang dibuat memang menyasar para muslimah. Bagaimana mereka di tahun 2018 mendapat hak mengemudikan kendaraan sendiri. Kemudian menyusul kebijakan lain yang fokus pada kehidupan wanita.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/30/sekularisasi-saudi-arabia-muslimah-tak-lagi-mulia/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ekonomi 60 Negara Terancam Ambruk, Mampukah Islam Mengatasinya?
Oleh. Miladiah al-Qibthiyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.com-Saat ini dunia tengah dilanda ketidakpastian global khususnya di sektor ekonomi. Berdasarkan data dari lembaga internasional IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia, memprediksi akan ada 60 negara yang dinyatakan ambruk ekonominya, yakni mengalami kejatuhan ekonomi dalam waktu dekat. Meskipun Indonesia tidak termasuk dalam daftar 60 negara, namun beberapa pakar menilai kondisi Indonesia sebenarnya berada pada taraf memprihatinkan. Salah satu penyebabnya adalah ketahanan energi Indonesia yang dinilai masih sangat lemah.
Hal senada disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan jajaran kabinet bahwa beratnya situasi perekonomian dunia saat ini tidak main-main. Jokowi mengingatkan agar segenap jajaran waspada terhadap ketidakpastian global memperburuk situasi perekonomian Indonesia. Bayangan krisis yang dihadapi berbagai negara di dunia tidak terlepas dari imbas corona beberapa waktu lalu dan semakin diperparah oleh konflik Rusia-Ukraina yang membuat beberapa negara sedang dihadapkan situasi yang tidak menentu di berbagai aspek. (liputan6.com, 17/06/2022)
Melihat fenomena ini, sederet risiko tetap akan mengintai perekonomian Indonesia yang masih bergantung pada perekonomian global. Mampukah Indonesia mengantisipasinya?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/22/ekonomi-60-negara-terancam-ambruk-mampukah-islam-mengatasinya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kelangkaan Pangan di Tanah Subur, Islam Solusinya
Oleh. Novianti
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Badan Pusat Statistik (BPS) sebagaimana yang dilansir cnbcindonesia.com (01/07/2022) melaporkan inflasi pada Juni mencapai 0,61%, melesat dibandingkan yang tercatat pada Mei yakni 0,4%. Sementara secara tahunan inflasi pada Juni menembus 4,35%. Hal itu menjadi catatan inflasi tertinggi selama lima tahun terakhir.
Harga yang bergejolak menjadi pengungkit inflasi yang jauh di atas target pemerintah. Menurut Kepala BPS, Margo Yuwono, hujan besar yang masih berlangsung menjadi penyebab harga-harga beberapa komoditas seperti sayuran, buah-buahan dan bumbu-bumbuan melesat tinggi. Harga cabai rawit makin pedas, melonjak 53% mencapai Rp80.000 per kg. Harga telur ayam ras mencapai Rp28.500 per kg, bahkan di beberapa daerah merangkak hingga Rp30.000 per kg. Harga sayuran juga terus terkerek mengikuti kenaikan harga komoditas lainnya.
Kenaikan harga pangan ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor dalam negeri, tetapi juga dampak dari kenaikan harga di tingkat internasional. Sejumlah negara masih memberlakukan pembatasan ekspor komoditas pangan yang membuat pasokan global berkurang sehingga harga naik. (cnbcindonesia.com, 01/07/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/10/kelangkaan-pangan-di-tanah-subur-islam-solusinya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mortir Kiriman BIN Menyasar Papua
Oleh. Mariam
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Conflict Armament Research (CAR) sebuah lembaga di London melaporkan Badan Intelijen Negara (BIN) menjatuhkan 2.500 mortir dari Serbia, Krusik di wilayah kekuasaan KKB Papua. Reuters melaporkan peluru mortir 81 mm sebanyak itu digunakan oleh agen mata-mata Indonesia pada Oktober tahun lalu.
Pembelian Mortir oleh BIN
Dalam laporan Reuters, senjata yang dikirimkan juga termasuk 3.000 inisiator elektronik dan tiga perangkat pengatur waktu yang biasanya digunakan sebagai bahan peledak. Mortir yang diproduksi oleh Krusik pembuat senjata Serbia dimodifikasi agar mampu digunakan dari udara dengan cara dijatuhkan, mortir tersebut telah diluncurkan di Papua pada 2021 lalu.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/10/mortir-kiriman-bin-menyasar-papua/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jeratan UU Cilaka Berimbas Wabah PMK
Oleh. Asyifa’un Nisa
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com- Peternak sapi di Indonesia sedang diterpa kekawatiran dan badai kerugian, pasalnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dianggap mematikan ternak mereka sedang mewabah meluas diseluruh penjuru Indonesia. Dikutip dari katadata.co.id (22/06), hingga Senin 20 Juni 2022 telah tercatat 211.034 ekor ternak yang terinfeksi. Dari jumlah tersebut, 66.582 ekor sudah dinyatakan sembuh, 1.888 ekor dipotong bersyarat, dan 1.222 ekor mati. Padahal Indonesia sejak tahun 1986 telah dinyatakan bebas PMK, dan telah mendapat pengakuan dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) pada 1990 sebagai salah satu dari 67 negara yang bebas PMK tanpa vaksinasi. Namun, sangat disayangkan capaian bebas PMK ini justru berakhir di tahun 2022 akibat dari terbukanya keran impor sapi dan daging sapi secara besar-besaran. Bahkan berdasarkan data BPS yang terlampir, terjadi peningkatan impor yang begitu signifikan setiap tahunnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/27/jeratan-uu-cilaka-berimbas-wabah-pmk/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed