Danthe Hidajat, ibu ini memang sudah layak dan sepantasnya disebut eyang putri atau nenek krn sudah punya cucu. Sebagai penulis sudah banyak buku yg dia hasilkan. Bukunya berjudul '365 Hari MP-ASI'-nya sudah 17 kali naik cetak. "Saya menuliskan berdasarkan pengalaman sebagai ibu rumah tangga," tutur alumna St. Ursula Jakarta ini. Ditambah lagi, setiap tahun anggota Komunitas Penulis dan Editor Penerbit Buku Kompas (KP-PBK) ini menghasilkan 3-4 buku. Produktivitas makin tua makin tinggi, terbentuk krn memiliki disiplin dalam menulis. "Kalau uda masuk bulan oktober saya mulai merencanakan nulis untuk tahun depan".
Kekaguman lain adalah Yangti membantu Oma Theresia Emir dan saya utk mengurus ungkapan duka cita bila ada anggota Komunitas yg mengalami kedukaan. Dia bisa melakukannya dg lincah, gesit, stabil. Ibu 4 anak ini ternyata berkarya di dua dunia. Seperti ampibi. Sebagai penulis dan editor. Puluhan buku sudah dia hasilkan. Baik ditulis sendiri, kolaborasi dg penulis lain, dan juga mengedit karya penulis lain.
Buku2 yg diedit berasal dari naskah2 berat yg dijadikan populer. "Ga mudah menjadi editor loh, Mas. Selain keutamaan kemampuan menulis, kita harus mau belajar dan rendah hati. Coba aja bayangkan naskah yg ditulis oleh profesor2, apa nggak berat. Lalu harus dijadikan populer," tambah pemilik nama asli Diana Damayanti ini. Untuk untuk menulis buku sendiri dia harus memikirkan bagaimana agar laku. Berbagai tema sudah dia tulis. Mulai dari sayuran, peraturan lalu lintas, kesehatan, rohani, dll. Pokoknya, segala hal bisa dia tulis.