Iwan Santosa alias Iwan Ong, lahir di Bogor, Jawa Barat. Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Bekerja di Harian Kompas sejak 2001, kini ia bertugas di bidang pertahanan, intelijen, dan advokasi HAM. Penugasan di bidang pertahanan membawanya ke liputan Darurat Militer Aceh Bulan Maret-Agustus 2003, mengikuti patroli perbatasan RI dengan Malaysia, Timor Leste, dan latihan bersama dengan berbagai negara sahabat seperti Amerika, Australia, Tiongkok, Jepang, ASEAN dan lain-lain. Hingga kini aktif menjadi narasumber berbagai media terkait sejarah militer dan studi Tionghoa di Indonesia dan beberapa negara seperti Norwegia, Makau SAR, Tiongkok, Jepang, dan lain-lain. Juga narasumber di bidang penulisan dan budaya Tionghoa.
Buku-buku yang pernah ditulis antara lain: Tarakan "Pearl Harbor" Indonesia 1942—1945; Kopassus Untuk Indonesia; Legiun Mangkunegaran 1808-1942; Pasukan Jawa Prancis Warisan Napoleon Bonaparte; Peranakan Tionghoa di Nusantara Catatan Perjalanan dari Barat ke Timur; Sejarah Kecil Indonesia - Prancis, 1800 - 2000 (bersama Kol Purn Jean Rocher); Pasukan M, Menang Tak Dibilang Gugur, Tak Dikenang (bersama Wenri Wanhar); Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran Sejak Nusantara Sampai Indonesia; KNIL Perang Kolonial di Nusantara Dalam Catatan Prancis (bersama Kol Purn Jean Rocher); Kota Tua Punya Cerita (bersama Mulyawan Karim, Windoro Adi Tamtomo, Lilik Soeratminto); dan turut menyumbang puluhan tulisan dalam terbitan Penerbitan Buku Kompas (PBK).
Iwan juga menjadi editor untuk buku-buku: Geger Pacinan Perang Koalisi Tionghoa - Jawa Melawan VOC 1740-1743 (karya Daradjadi); Perang Napoleon di Jawa 1811 (karya Kol Purn Jean Rocher); Jejak Hitler di Indonesia (karya Horst H. Geerken); Merekonstruksi Indonesia; dan Sebuah Perjalanan Menuju Dynamic Governance (karya Prof. Azhar Kasim (Ul), Prof. Martani (Ul), dan Prof. Neo Boon Siong (NTU Singapura))