
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Mazmur 119:105
Penulis : G.I. Erni Tilaar
Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih mahasiswa, saya diberi kesempatan untuk pelayanan week end di sebuah kampung. Saya tinggal di rumah bapak Gembala. Dan Kampung tersebut belum masuk listriknya, sehingga waktu malam tiba kami menyalakan pelita minyak tanah. Tengah malam tiba, waktu semua sudah tidur, hanya 1 pelita yang dinyalakan, dan ditempatkan di tengah ruangan rumah. Saya tidak membayangkan jika tidak ada pelita, pelita walau sangat kecil membuat saya dapat pergi ke toilet atau ke dapur untuk mengambil minuman. Pelita sangat berarti, jika tidak ada pelita saya tidak dapat melakukan apa pun, bahkan saya bisa jatuh, karena tidak melihat apa2.
Demikianlah dalam hidup kita didunia ini. Dunia yang gelap, dunia yang penuh dengan dosa. Gelap menunjukkan tidak ada harapan, tidak ada sukacita, tidak ada damai sejahtera. Gelap artinya setiap orang melakukan dengan sembarangan tanpa melihat apa pun. Melakukan sesuka hati tanpa tahu apakah itu membahayakan atau tidak. Semua karena manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Kita sangat membutuhkan pelita untuk menuntun langkah-langkah hidup kita. Pelita itu adalah Firman Allah. “Firman-Mu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku”. Tanpa Firman Tuhan maka hidup kita akan “sembarangan”. Firman itu menuntun langkah-langkah hidup kita. Jangan pernah abaikan Firman Tuhan dalam hidup kita. Kita bisa membedakan mana kehendak Allah mana kehendak manusia. Hidup bergaul dengan Firman Allah membawa kita semakin peka dengan pimpinan Tuhan.
Kesibukan kita sering menyita waktu sehingga kita tidak membaca dan merenungkan Firman Tuhan, atau mungkin waktu kita banyak habis untuk melakukan hobi. Tidak salah untuk sibuk atau memiliki hobi, tetapi jika Firman Tuhan tidak ada dalam hati dan pikiran kita sebagai pelita di tengah kegelapan dunia, kita bisa salah jalan, salah pikir, bahkan salah mengambil keputusan, sebab manusia itu lemah dan tak berdaya. Banyak tipuan iblis yang tampaknya baik tetapi ujungnya menuju kebinasaan. Jika Firman Tuhan belum menjadi yang utama dalam hidup kita, tidak heran jika kita sering bingung, bimbang, gelisah, tidak tenang, mudah emosi, atau melakukan hal-hal yang tidak terkendali. Kita harus mengingatkan diri sendiri bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Firman Tuhan. Sesibuk apa pun, biar lah Firman Allah menjadi prioritas utama dalam hidup kita. Alamilah sendiri kuasa Firman-Nya yang memberikan damai sejahtera dan memimpin hidup kita ke jalan yang benar.
“Tempatkanlah Firman Tuhan sebagai paling istimewa dalam hidupmu
Karena di luar Firman Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa”
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Apakah selama ini kesibukan anda sering menyita waktu anda untuk tidak membaca dan merenungkan Firman Tuhan ?
2. Apa komitmenmu untuk menempatkan Firman Tuhan di atas segalanya?
詩篇 1:1-6
當我還在主日學時,一位老師曾經教過我唱一首至今仍縈繞在我腦海中的歌曲。歌詞是這麼寫道:“世界上有兩條路:寬路、窄路,你選擇哪一條呢?寬的那條路是火,你的靈魂將會死亡;然而,窄的那條路,卻活在榮耀中。起初,我對這首歌的意思感到疑惑不解,直到主日學老師讓我看了一張照片。寬闊的道路上擠滿了許多人,有的在賭博,有的在酗酒,還有的在行騙,甚至有的為所欲為,毫不在乎是否犯罪,重要的是他們開心。相較之下,狹窄的道路卻冷冷清清,門可羅雀,唯有那些拿著聖經的人步行上教會、禱告、讚美上帝,甚至因信耶穌的緣故,而經歷苦難。寬路看似充滿歡樂,而窄路則充滿苦難。然而,在畫面的後面卻看到了相反的情況:看似歡喜快樂的寬路實際上是通往地獄,而看似艱難痛苦的窄路則是通往非常美麗的天堂。
弟兄們,生活總是讓我們面臨選擇。詩篇第1篇描繪了惡人和義人之間鮮明的對比。惡人的生命遠離上帝,被形容為被風吹散的糠秕。另一方面,義人的道路是那些喜愛上帝律法的人,即晝夜思想祂的話語的。我們該選擇哪一個呢?選擇活在真理中的人,他就像一棵樹栽在溪水旁,按時候結果子,葉子也不枯乾,凡他所做的盡都順利。
世界給我們提供了寬闊的路、輕鬆的路、甚至隨心所欲的路,但它的結局卻引到滅亡。當我們選擇窄路,即上帝話語中的真理之路時,我們可能會面臨許多挑戰。世界的吸引力是如此強大,猶如一塊磁鐵,不斷地引誘著我們。我們可以選擇與惡人同坐,與他們同行,直到我們的思想也受到遠離上帝話語的人的影響。然而,遠離上帝話語的,就意味著遠離幸福。相對之下,生活與上帝話語密切連繫的,意味著體驗真正的幸福,正如上帝話語所應許的那樣。親自體驗祂話語的力量吧!即使世界試圖把我們拉開,我們可以選擇說:“我要加入那靠著上帝話語生活的團體。”人生就是一個選擇,而這個選擇權就掌握在我們自己的手中。恭喜你幸福地走在上帝的道路上,因為凡你所做的盡都順利!
人生就是一種選擇,
選擇加入義人的團體,
那麼你的人生就會像一棵樹栽在溪水旁,
總不枯乾,按時候結果子。
作 者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 盧梅花傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的問題:
1. 反思一下,你現在是否處在一個遠離上帝話語的群體中呢?甚至做一些不合神心意的事情?倘若是這樣,你會選擇離開並加入一個熱愛上帝話語的團體嗎?
2. 你是否能有一個不斷結出果子的承諾?你是否從這刻起不會再過沒有上帝話語的一天呢?
Nats Alkitab : Mazmur 1:1-6
Penulis : G.I. Erni Tilaar
Waktu saya masih di Sekolah Minggu, seorang guru pernah mengajarkan sebuah lagu yang sampai saat ini masih terus terngiang di pikiran saya. Liriknya berbunyi, “Di dalam dunia ada dua jalan, lebar dan sempit, mana kau pilih, yang lebar api, jiwamu mati, tapi yang sempit, hidup ber-glori.” Awalnya, saya bingung dengan arti lagu ini, hingga guru Sekolah Minggu menunjukkan sebuah gambar. Jalan yang lebar dipenuhi banyak orang—ada yang berjudi, mabuk-mabukan, menipu, dan melakukan perbuatan bebas tanpa memedulikan apakah itu dosa atau tidak, yang penting mereka senang. Sebaliknya, jalan yang sempit hanya sedikit orang, seperti mereka yang memegang Alkitab berjalan ke gereja, berdoa, memuji Tuhan, atau bahkan mengalami penderitaan karena percaya kepada Yesus. Seolah-olah, jalan yang lebar penuh kesenangan, sedangkan jalan yang sempit penuh penderitaan. Namun, di ujung gambar itu terlihat kebalikannya: jalan yang lebar yang tampaknya menyenangkan justru berujung pada neraka, sedangkan jalan sempit yang terlihat sulit berujung pada sorga yang sangat indah.
Saudaraku, hidup ini selalu memperhadapkan kita pada pilihan. Mazmur 1 memberikan gambaran yang sangat kontras antara orang fasik dan orang benar. Orang fasik, yang hidupnya jauh dari Tuhan, digambarkan seperti sekam yang ditiup angin. Sebaliknya, jalan orang benar adalah mereka yang kesukaannya pada Taurat Tuhan, yaitu membaca dan merenungkan Firman-Nya siang dan malam. Kita mau memilih yang mana? Orang yang memilih hidup dalam kebenaran digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, yang daunnya tidak layu, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Dunia menawarkan jalan yang lebar, jalan yang mudah, dan jalan yang hidup sesukanya, tetapi ujungnya adalah kebinasaan. Ketika kita memilih jalan yang sempit, yaitu jalan kebenaran Firman Tuhan, mungkin kita akan menghadapi banyak tantangan. Daya tarik dunia begitu kuat, bagaikan magnet yang terus menarik kita. Kita bisa saja duduk bersama orang fasik, berjalan dengan mereka, hingga pikiran kita dipengaruhi oleh orang-orang yang jauh dari Firman Allah. Namun, jauh dari Firman Allah berarti jauh dari kebahagiaan. Sebaliknya, dekat dan hidup bergaul dengan Firman Allah berarti mengalami kebahagiaan sejati, sebagaimana dijanjikan oleh Firman Allah. Alamilah sendiri kuasa Firman-Nya. Walaupun dunia berusaha menarik kita menjauh, kita dapat memilih berkata, “Aku mau masuk dalam kumpulan orang-orang yang hidup dalam Firman Allah.” Hidup adalah sebuah pilihan, dan pilihan itu ada di tangan kita sendiri. Selamat berbahagia di jalan Tuhan, karena apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil.
Hidup adalah sebuah pilihan, pilihlah bergabung dengan kelompok orang benar, maka hidupmu bagaikan pohon yang ditanam di tepi aliran air, selalu segar dan menghasilkan buah.
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Coba anda renungkan, apakah saat ini anda masuk dalam kelompok yang jauh dari Firman Tuhan? bahkan melakukan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan? jika iya, maukan anda memilih untuk keluar dan masuk dalam kelompok yang suka akan Firman Tuhan ?
2. Apakah komitmen agar selalu menghasilkan buah? apakah mulai saat ini tidak melewatkan 1 hari pun tanpa Firman Tuhan ?
耶利米書 6:16上節 & 創世紀 39:7-9
約瑟的人生旅程並非百事順利。首先,他被他的兄弟們丟進坑裡,然後被賣掉, 最後又被帶到埃及人波提乏的家。約瑟工作認真負責,因此被委以重任。然而,當約瑟受到自己主人波提乏的妻子引誘時,他面臨著嚴峻的試探。有趣的是,儘管沒有人目睹,約瑟仍堅決拒絕該引誘。他本來可以更富有,生活更舒適,但他從不向罪惡妥協,因為他敬畏上帝。約瑟知道,儘管人們沒發現他所做的事,但上帝必定知道。儘管他難逃誹謗的陷害,他還是選擇了正確地生活。約瑟敢於對罪說 “不”,並繼續行在正直的道路上。
親愛的弟兄們,約瑟在聖經時代的生活也是現今基督徒所經歷的寫照:活得正直卻面臨著許多問題; 活得正直卻遭受誹謗; 活得正直卻變得艱難困苦。創世紀39章2節記載說:“但耶和華與他同在,他就百事順利。” 這意味著上帝的同在,並不是代表一切都變得容易或順利,也不是物質上的成功,而是關於在一個不公不義的世界中能正直地生活的力量。上帝的同在賜於勇氣對罪說“不”。上帝會一直與每個活在真理中的人同在. 相信我吧!處在困難期間,倘若上帝與我們同在,我們就不必要懼怕。我們主要的關注點是如何能心志堅定地拒絕罪。
你也許目前正在面臨著一場非常艱難的信心考驗。你被一些誘人的東西引誘,無論是在物質上、地位上、職位上,甚至是別人不知道、也看不到的誘惑事物。上帝的話是否在你心裡輕聲低語地說,而你也曉得那是不合神心意真理的?學習順服並活在祂的真理中。對罪說“不”,並祈求上帝賜與力量。與約瑟同在的上帝也必伴隨著那些努力實踐祂話語真理的兒女。當相信,上帝必定與你同在,並使你在祂面前得享亨通。切記, 上帝將我們安置在這個世界上的目的不僅是為了在物質上得到祝福,而且是為了透過我們的生活,上帝的名得著榮耀。
“上帝必定賜我們力量來實行真理”
作 者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 盧梅花傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的問题:
1. 你目前是否面臨著一個非常誘人的實惠,但它卻不合乎上帝的真理?那是什麼實惠呢?
2. 你敢於對不合乎上帝話語真理的事說不”嗎?你確定上帝與你同在,賜你力量嗎?
3Nats Alkitab : Yeremia 6:16a; Kejadian 39:7-9
Penulis : G.I. Erni Tilaar
Perjalanan hidup Yusuf sangat tidak mudah. Ia dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, dijual, dan kemudian berada di rumah Potifar, seorang Mesir. Yusuf bekerja dengan penuh tanggung jawab dan setia, sehingga ia dipercayakan kedudukan yang lebih tinggi. Namun, Yusuf menghadapi tantangan berat ketika digoda oleh istri Potifar, bosnya sendiri. Yang menarik, Yusuf dengan tegas menolak godaan itu, meskipun tidak ada seorang pun yang melihatnya. Ia bisa saja menjadi lebih kaya dan hidup lebih nyaman, tetapi ia tidak mau berkompromi dengan dosa karena takut akan Tuhan. Yusuf tahu bahwa sekalipun manusia tidak mengetahui perbuatannya, Allah tetap tahu. Ia memilih untuk hidup dalam kebenaran, walaupun harus menerima konsekuensi berupa fitnah. Yusuf berani berkata "tidak" kepada dosa dan tetap berjalan di jalan yang benar.
Saudaraku yang terkasih, kehidupan Yusuf di zaman Alkitab juga dialami oleh orang Kristen masa kini: hidup benar tetapi menghadapi banyak masalah, hidup benar tetapi difitnah, hidup benar tetapi menjadi susah. Kejadian 39:2 menuliskan, "Namun, TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi orang yang berhasil." Artinya, penyertaan Tuhan bukan soal semuanya menjadi mudah atau lancar, bukan pula soal kesuksesan materi, tetapi tentang kekuatan untuk hidup benar di tengah dunia yang tidak benar. Penyertaan Tuhan memberi keberanian untuk berkata "tidak" kepada dosa. Tuhan akan selalu menyertai setiap orang yang hidup dalam kebenaran. Percayalah, di tengah masa-masa sulit, jika Allah menyertai kita, kita tidak perlu takut. Fokus utama kita adalah bagaimana bersikap tegas dalam menolak dosa.
Mungkin saat ini saudara sedang mengalami ujian iman yang sangat berat. Saudara ditawarkan hal-hal yang menggiurkan, baik dari segi materi, kedudukan, jabatan, atau bahkan digoda oleh hal-hal lain yang tidak diketahui dan tidak dilihat orang lain. Apakah Firman Allah berbicara dengan lembut di hatimu, dan engkau tahu bahwa itu bukan hal yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan? Belajarlah untuk taat dan hidup dalam kebenaran-Nya. Katakan "tidak" kepada dosa dan mintalah kekuatan dari Tuhan. Tuhan yang sama yang menyertai Yusuf adalah Tuhan yang juga pasti menyertai anak-anak-Nya yang berjuang melakukan kebenaran Firman-Nya. Percayalah, Tuhan pasti menyertaimu dan akan membuatmu berhasil di hadapan-Nya. Ingatlah, tujuan Allah menempatkan kita di dunia ini bukan sekadar untuk diberkati secara materi, tetapi supaya melalui hidup kita, Nama Tuhan dimuliakan.
“Allah pasti memberikan kita kekuatan untuk melakukan kebenaran”
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Apakah saat ini engkau sedang menghadapi tawaran yang sangat menggiurkan, tetapi hal itu tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan ? Apakah tawaran itu?
2. Apakah engkau berani berkata “tidak” untuk hal yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan ? Apakah engkau yakin Tuhan ada bersamamu, memberikan engkau kekuatan ?
耶利米書 31:3-4
我非常喜歡一位名叫 A.W. 托澤(A.W. Tozer)的基督徒作家所寫的作品。我讀過他的一本書說:“我們不必擔心上帝的愛會耗盡。祂的愛是永恆的、總是滿溢、並無限的.” 描述主愛滿溢和無限,永不止息,為祂的子民源源不斷流淌,真的非常鼓舞人心。無論我們墮落有多深,犯下多大的錯誤,在上帝永恆的愛中總有一條和好與恢復之路。這豈不是我們一直盼望的訊息嗎?
在今天的經文中,神表明了祂對一個陷入拜偶像和違反祂誡命的以色列國的永恆之愛。神以慈愛应许重建他们。這個應許指示了神恩慈的本性和復興祂子民的意願。這節經文藉著耶穌基督的到來而成就,祂開啟了復興和救贖的道路。約翰一書1:9強調說 “我們若認自己的罪、神是信實的、是公義的、必要赦免我們的罪、洗淨我們一切的不義。” 從神學上來說,上帝的愛和赦免是對那些悔改之人的保證,因為祂的愛並不取決於我們的狀況,而是取決於神不變的本性。
很多人經常對自己所犯的錯誤和生活中的失敗感到疲乏,你可能是其中之一。我們今天在神的話語中找到了神恢復的應許, 理應能挑旺我們的盼望。神不會因為我們的罪孽和失敗而拒絕我們;祂也不會任憑我們沉淪在其中。祂對我們的愛永遠不會因為我們的失敗而停止。神邀請我們帶著懺悔和真誠的心來到祂面前。當我們降服於祂的愛和恩典時,恢復就開始了。在充滿壓力和誘惑的生活中,讓我們永遠記住,我們的恢復和救贖并不是因我們自己努力的結果,而是因為上帝永恆的愛。來就近祂吧,讓祂的愛將我們的生命塑造成美麗的作品來榮耀祂。
"神對我們的愛永遠不會
因為我們的失敗而止息。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所- 蘇興智傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 想一想你現在與神的關係是什麼樣的? 是否存在著一些隱藏的態度、行為和欲望阻礙你並使你遠離神?
2. 讓我們在神面前承認是哪些罪攔阻了我們、使我們與神疏遠!今天早上,讓我們在神面前透過懺悔並尋求祂的赦免來解決這一切。
Nats Alkitab : Yeremia 31:3-4
Penulis : G.I. Rony Sofian
Saya suka sekali dengan tulisan seorang penulis Kristen yang bernama A.W. Tozer, yang saya baca dalam salah satu bukunya, “Kita tidak perlu merasa takut bahwa kasih Allah akan habis. Kasih-Nya adalah kasih yang kekal, selalu meluap, dan tak terbatas.” Gambaran kasih Allah yang meluap dan tak terbatas, tak akan pernah habis, mengalir terus menerus bagi umat-Nya, sungguh sangat membesarkan hati. Tak peduli sedalam apa pun kejatuhan kita dan sebesar apa pun kesalahan kita, selalu tersedia jalan pendamaian dan pemulihan di dalam kasih Tuhan yang kekal itu. Bukankah ini pesan pengharapan yang selalu kita rindukan?
Dalam nas hari ini, Tuhan menyatakan kasih kekal-Nya kepada Israel, sebuah bangsa yang telah jatuh dalam penyembahan berhala dan pelanggaran hukum Allah. Namun, dalam kasih yang setia, Tuhan berjanji untuk membangun mereka kembali. Janji ini menunjukkan sifat Allah yang penuh anugerah dan keinginan-Nya untuk memulihkan umat-Nya. Ayat ini digenapi melalui kedatangan Yesus Kristus, yang membuka jalan bagi pemulihan dan keselamatan. 1 Yohanes 1:9 menegaskan bahwa jika kita mengakui dosa kita, Allah setia dan adil untuk mengampuni dan menyucikan kita. Secara teologis, kasih dan pengampunan Allah adalah jaminan bagi mereka yang bertobat, karena kasih-Nya tidak tergantung pada kondisi kita, melainkan pada karakter-Nya yang tidak berubah.
Banyak orang sering merasa lelah oleh kesalahan yang dilakukannya dan kegagalan yang terjadi dalam hidupnya, Anda mungkin salah satunya. Janji pemulihan dari Tuhan yang kita temukan dalam firman Tuhan hari ini, seharusnya membangkitkan pengharapan bagi kita. Tuhan tidak menolak kita karena dosa dan kegagalan kita; Dia juga tidak lepas tangan membiarkan kita tenggelam di dalamnya. Kasih-Nya pada kita tak pernah berhenti karena kegagalan-kegagalan kita. Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan pengakuan dan hati yang tulus. Pemulihan dimulai saat kita berserah kepada kasih dan anugerah-Nya. Di tengah kehidupan yang penuh tekanan dan godaan, mari kita selalu ingat bahwa pemulihan dan keselamatan kita bukanlah hasil usaha kita sendiri, tetapi karena kasih Allah yang kekal. Datanglah kepada-Nya, dan biarkan kasih-Nya membentuk hidup kita menjadi karya yang indah untuk kemuliaan-Nya.
"Kasih Tuhan pada kita tak pernah berhenti karena kegagalan-kegagalan kita."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Pikirkanlah seperti apa relasi Anda dengan Tuhan saat ini? Apakah ada sikap, tindakan dan keinginan tersembunyi yang menghambat dan menjauhkan anda dari Tuhan?
2. Mari akui di hadapan Tuhan apa saja dosa yang menghambat dan menjauhkan di hadapan Tuhan! Pagi ini mari membereskannya di hadapan Tuhan melalui pengakuan dan permohonan akan pengampunan dari-Nya.
Nats Alkitab : Yesaya 1:18
Penulis : G.I. Rony Sofian
Seorang pelukis menemukan sebuah kanvas tua yang penuh dengan coretan dan noda. Orang-orang menyarankan untuk membuangnya saja, tetapi si pelukis membawanya pulang. Ia memikirkan sesuatu yang dapat dilakukannya atas kanvas tua itu. Dengan sabar, ia membersihkan kanvas itu, menghapus noda-noda lama, dan mulai melukis sesuatu yang baru dan indah. Demikian pula Allah memandang kita, bukan dengan penghukuman, melainkan dengan kasih yang mengundang kita untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.
Dalam nas hari ini, Tuhan berfirman kepada Israel, “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju.” Pada zaman itu, warna kirmizi melambangkan dosa yang mendalam dan sulit dihapuskan. Allah menggunakan gambaran ini untuk menunjukkan betapa seriusnya dosa mereka, tetapi juga untuk menegaskan kasih karunia-Nya yang sanggup menghapus dosa sepenuhnya. Secara historis, nabi Yesaya menyampaikan pesan ini di tengah kemerosotan moral bangsa Israel, yang menjauhi Tuhan dan menyembah berhala. Mereka melakukan ketidakadilan dan berbagai kejahatan lainnya. Namun, Allah, dalam kasih-Nya yang besar, tidak menyerah begitu saja pada umat-Nya. Ia memberikan panggilan pertobatan sebagai jalan menuju pemulihan dan persekutuan yang baru dengan-Nya.
Panggilan pertobatan ini juga tetap relevan bagi kita umat Tuhan di masa sekarang ini. Di tengah dunia yang sibuk ini dan berbagai tekanan hidup yang kita alami, kita mungkin terjebak dalam dosa atau menjauh dari Tuhan. Namun, Nas hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu membuka tangan-Nya, memanggil dan mau menerima kita kembali. Kita diundang untuk datang kepada-Nya, membawa segala kelemahan dan kegagalan kita, dan menerima kasih karunia-Nya yang memulihkan. Biarkan pagi ini kita menjawab undangan-Nya dengan hati yang penuh kerendahan dan percaya bahwa dalam pertobatan, kita menerima pengampunan dan hidup yang diperbaharui kembali di dalam Dia.
"Hanya dengan menerima undangan Tuhan kita mengalami hidup yang diperbarui."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Coba pikirkan aspek-aspek apa saja dalam hidup Anda yang perlu dikoreksi dan diperbarui agar sesuai firman Tuhan?
2. Bagaimana seharusnya respons Anda setelah merenungkan firman Tuhan hari ini?
以賽亞書 1:18
一位畫家發現了一塊佈滿塗鴉和污漬的舊畫布。人們建議把它扔掉,但畫家卻把它帶回了家。他思考著能用這塊舊畫布做些什麼呢? 他耐心地把畫布弄乾淨,擦去舊污漬,開始畫上一些新的、美麗的畫。同樣的,上帝不是用懲罰的眼光看我們,而是用愛來邀請我們悔改並回到祂身邊。
在今天的經文中,上帝對以色列說: “你們的罪雖像硃紅、必變成雪白.” 在當時,硃紅色象徵著深重且難以消除的罪孽。上帝用這個形容詞來表明他們的罪孽是多麼的嚴重,同時也強調祂的恩典能夠徹底消除罪孽。根據歷史,先知以賽亞在以色列國道德墮落、遠離神、崇拜偶像之際傳達了這訊息。他們犯下不公義的行為以及其他各種罪行. 然而,上帝因祂的大愛,並沒有輕易地放棄祂的子民。祂呼籲他們悔改,以此作為恢復和與祂建立新的團聚的途徑。
這種悔改的呼籲對我們這些現今時代的上帝子民來說仍然具有相關的意義。在這個忙碌的世界和我們所經歷的各種生活壓力中,我們可能會陷入罪惡或遠離神。然而,今天的經文提醒我們,神總是張開雙手,呼喚我們並願意重新接納我們。我們被邀請帶著所有的弱點和失敗來到祂面前, 接受祂復原的恩典。但願今天早上,我們以一顆謙卑的心來回應祂的邀請,並相信藉著悔改,我們會得到赦免並在祂裡面生命得著更新。
"只有接受神的邀請,
我們才能經歴生命的更新。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所- 蘇興智傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 想一想在你生活中哪些方面需要糾正和更新才能合乎上帝的話語?
2. 今天默想神的話之後你該如何回應呢?
希伯來書 12:5-7
一個小孩正全神貫注地在玩。他跑向一條滿熱鬧的大街,沒有意識到危險已迫在眉睫。父親一邊尖叫,一邊趕緊拉住了他的手。孩子因為感到害怕和疼痛而哭泣,他以為爸爸在責駡他。父親這樣做並不是因為他想傷害孩子,相反地他要救孩子,儘管那個動作弄疼了孩子的手。同樣的,神責備做為祂兒女的我們,不是為了懲罰,而是為了塑造我們,讓我們能按照祂的旨意而活。
在希伯來書12 : 6 -7節中,使徒保羅提醒我們,神需要管教祂所愛的人,就像父親管教他的孩子一樣。在那個年代,嚴守紀律是猶太人和羅馬人家庭中教育的重要部分。責備不是為了摧毀,而是為了豎立品格和虔誠。從神學上來說,神的責備體現了祂無條件的愛,因為祂要帶領祂的子民歸回正路。這也是成為成聖過程的一部分,即將祂的兒女們塑造成越來越像基督。
神子民在現今的生活中,跟隨世界模式的誘惑如此強烈,神的責備經常透過我們所聽的道、發生的事件或我們周圍的人而來。當責備臨到時,不要硬著心腸。相反的要謙卑地接受,並意識到神正在動工為要煉淨我們的生命。祂的責備表明我們被祂所愛並且正在被塑造為能活在真理之中。讓我們不要將神的斥責視為懲罰,而是能復興和賦予生命的愛的證據。
"神的責備表明了祂真誠的愛,
而不是毀滅性的懲罰。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所- 蘇興智傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 最近,你是否因自己的所作所為而感到神的責備?那是什麼事?
2. 今天默想神的話之後你該如何回應呢?
From the publisher's feed