
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Yeremia 6:16b
Penulis : G.I. Rony Sofian
Dalam bukunya The Prodigal God, Timothy Keller menggambarkan dengan sangat indah tentang kasih Allah yang melampaui batas, seperti yang tampak dalam Perumpamaan Anak yang Hilang (Lukas 15). Ia menekankan bagaimana Allah menerima kita apa adanya; sekalipun Ia mengetahui sepenuhnya betapa dalamnya dosa-dosa kita, namun tetap mengasihi kita. Akan tetapi, hal ini tidak berarti Allah akan membiarkan kita hidup sesuka hati dan bebas melakukan apa pun yang kita mau. Ketika kita melakukan hal yang bertentangan dengan kehendak-Nya, Ia akan memperingatkan, menegur bahkan mungkin menghukum, jika memang diperlukan.
Dalam kitab Yeremia pasal 6, kita menemukan bahwa Tuhan menegur umat Israel yang karena kekerasan hatinya menolak untuk mengikuti pimpinan Tuhan dan bergantung kepada Tuhan, supaya mereka bertobat dan kembali kepada Tuhan. Dalam ayat 16a, Tuhan berfirman, "Berdirilah di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan dari zaman dahulu, di mana ada jalan yang baik, tempuhlah itu, dan kamu akan mendapat ketenangan bagi jiwamu." Namun dengan sombongnya mereka berkata, "Kami tidak mau menempuhnya!” (16b). Dengan berani mereka menentang Tuhan dan menolak perintah-Nya. Mereka menolak berada di bawah kendali Tuhan dan mau mengendalikan dirinya sendiri. Akibatnya, Tuhan akan menjatuhkan hukuman atas mereka. Nabi Yeremia memperingatkan bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka kecuali pertobatan.
Umat Israel memilih dengan sengaja untuk tidak menaati Tuhan karena mereka buta rohani dan memiliki hati yang keras; demikian juga kita, umat Tuhan pada masa kini dapat menolak otoritas Tuhan dan dengan sengaja melawan Tuhan. Umat Israel bukan cuma tidak menaati Tuhan namun, mereka juga dengan sengaja menolak bergantung kepada Tuhan; demikian juga kita, umat Tuhan pada masa kini dapat menolak bergantung kepada Tuhan karena kita tidak memercayai kasih, kebaikan dan kuasa Tuhan sehingga lebih memilih memegang kendali penuh atas hidup kita daripada menyerahkannya kepada Allah. Umat Israel dapat kembali berjalan di jalan Tuhan dengan bertobat dan menyadari kembali apa tujuan Tuhan menciptakan mereka; demikian juga kita, umat Tuhan pada masa kini harus menyadari bahwa Tuhanlah pusat segala sesuatu dalam hidup ini, bukan diri kita sendiri sehingga prioritas utama dalam hidup kita seharusnya untuk menyenangkan hati Tuhan dengan menuruti pimpinan Tuhan dan bergantung penuh kepada Tuhan sepanjang umur hidup kita.
"Di bawah kendali Tuhan, kita akan menemukan makna hidup yang sesungguhnya dan menikmati kebebasan yang sejati."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Aspek apa yang ada di hidupmu yang lebih senang anda pegang kendali sepenuhnya dan sulit menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan?
2. Bagaimana seharusnya Anda bersikap sekarang setelah merenungkan firman Tuhan ini?
約翰福音 15:1-8
我是一個喜歡養植物的人.有一天,我買了一棵小桔子樹, 希望這棵桔子樹長得茂盛, 並結滿果實。我滿懷熱情地早晚都給桔子樹澆水,因為那正好是夏天。我極其欣喜地看著桔子樹逐漸地成長,它們一天天地長大,越長越高,樹葉也越長越多。我每天不僅盼望桔子樹能長得茂盛,還盼望著它什麼時候能開花結果呢? 桔子樹確實長得枝繁葉茂, 然而卻不結果子,這令我大失所望。我種植桔子樹不就是為了讓它能結出纍纍的桔子, 而不僅僅是茂盛的葉子而已。這棵桔子樹一定出了什麼問題, 為什麼不結果子呢?
親愛的弟兄姊妹,我們今天默想的經文也是關於葡萄樹。葡萄樹的主人肯定希望他所栽種的葡萄樹能結出果子來。這個淺顯易懂的例子讓我們能理解到我們生活的情景。葡萄樹就是主耶穌自己,我們就是祂的枝子。倘若枝子不能結果子,必定有其原因。樹枝若沒有緊緊地連接在樹上,它們怎麼能結果子呢? 甚至過了一段時間,它們也會枯乾而死. 這就是我們信上帝的人的生活寫照。我們稱為基督徒已經有一段很長的時間了,甚至也事奉了上帝,但為什麼在我們的生活中卻沒有結出“聖靈的果子”來呢?我們沒有真誠的愛,我們傲慢自大,總覺得自己高人一等,還把別人的錯誤銘記在心,難以原諒他人。不僅如此,我們還常常被情緒沖昏頭腦,很難與他人建立美好的關係,生活根本就沒有樂趣.除此以外,我們也常常抱怨、發牢騷,動不動就責怪別人,一點謙卑之心也沒有。如此一來,我們的靈命生活似乎有些什麼問題需要我們解決的。
我們也許忙於事奉、忙於工作、還忙於其它活動,但我們 “沒與上帝連接”。我們也“沒有住在上帝的話語裡”。我們的靈命變得乾枯。我們的品格沒有被上帝的話語塑造.因此,我們成了一個“不結果子”的基督徒。這就猶如那棵桔子樹,長得枝繁葉茂,卻沒結果子。我們唯有與上帝的話語相連時,活水的江河才在我們的生命中流淌,上帝話語揭示並塑造了我們的品格,就像阻礙我們結出果子的乾樹葉一樣,都會被修理乾淨的. 主耶穌渴望我們結出果子,就是那擁有基督馨香的品格,充滿著仁愛、喜樂、和平、忍耐、恩慈、良善、信實、溫柔和節制。願我們謙卑下來,並讓上帝的話語來塑造。
結出果實纍纍的秘訣就是連接在樹上,
也就是遵行上帝的話語
作 者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 盧梅花傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的問題:
1. 試反思一下, 我們的靈命一直以來都是乾枯的嗎?沒有喜樂, 疲倦, 容易情緒化, 容易抱怨? 也許現在你已遠離了上帝的話語。你想回到生命的源頭,即上帝的話語裡嗎?
2. 你願意被上帝的話語塑造嗎?為了成長,你願意讓上帝修改你哪些習慣呢?
3Nats Alkitab : Yohanes 15:1-8
Penulis : G.I. Erni Tilaar
Saya seorang yang suka menanam tumbuh-tumbuhan. Suatu hari saya membeli pohon jeruk sonkit yang masih kecil, dengan sebuah harapan saya ingin melihat jeruk ini bertumbuh subur dan berbuah. Dengan Semangat saya menyiram pohon jeruk pagi dan sore, karena waktu itu sedang musim panas. Saya senang sekali melihat pertumbuhan jeruk, makin hari makin bertumbuh besar, semakin tinggi dan daun-daunnya juga lebat. Setiap hari saya mengharapkan pohon jeruk tidak hanya bertumbuh subur, tapi saya tunggu-tunggu kapan muncul bunga, kapan berbuah ? tapi hati saya sangat sedih pohon jeruk tumbuh lebat daunnya, tapi tidak berbuah, saya menanam pohon jeruk tujuannya supaya menghasilkan buah jeruk sonkit, bukan hanya daun yang lebat. Pasti ada masalah pada pohon jeruk, mengapa tidak berbuah.
Saudaraku, pembacaan Firman Tuhan kita pada hari ini juga tentang pokok anggur. Pasti sang pemilik pokok anggur menginginkan pokok anggurnya berbuah. Sebuah ilustrasi yang sangat mudah kita pahami tentang kehidupan kita. Pokok Anggur adalah Tuhan Yesus sendiri, kita adalah ranting-rantingnya. Jika ranting-rantingnya tidak menghasilkan buah pasti ada penyebabnya. Ranting tidak melekat erat pada pokoknya, bagaimana mungkin berbuah, bahkan lama-lama kering dan mati. Begitulah kehidupan kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. Kita sudah lama jadi orang Kristen, bahkan kita sudah melayani Tuhan, tapi mengapa “Buah Roh” tidak muncul dalam hidup kita? Kita tidak memiliki kasih yang tulus, selalu merasa diri hebat dari orang lain, kita sombong, kita masih menyimpan kesalahan orang lain, kita sulit mengampuni. Kita sering terbawa emosi, kita sulit membangun relasi yang manis dengan sesama, tidak ada sukacita dalam hidup, sering mengeluh dan bersungut, sangat mudah menyalahkan orang lain, tidak ada kerendahan hati. Ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan rohani kita, yang perlu kita bereskan.
Kita sibuk pelayanan, kita sibuk bekerja, kita sibuk dengan kegiatan-kegiatan, tapi kita “tidak melekat pada Tuhan”. Kita “tidak tinggal tetap pada Firman Tuhan”. Rohani kita jadi kering. Karakter kita tidak terbentuk oleh Firman Tuhan. Kita menjadi orang Kristen yang “Tidak berbuah”. Sama seperti pohon jeruk hanya lebat daunnya, tapi tidak berbuah. Hanya dengan kita melekat pada Firman, aliran air hidup itu mengalir dalam hidup kita, Firman itulah yang membongkar serta membentuk karakter-karakter kita, bagaikan daun-daun kering penghambat kita berbuah akan dipangkas. Tuhan Yesus rindu kita berbuah, yaitu memiliki karakter Kristus yang penuh dengan kasih, sukacita, Damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Kiranya kita mau rendah hati dibentuk oleh Firman Tuhan.
Rahasia untuk berbuah lebat hanya jika melekat pada pokok yaitu melekat pada Firman Tuhan
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Coba anda renungkan secara pribadi, selama ini apakah rohani kita kering ? tidak ada sukacita, Lelah, mudah emosi, mudah mengeluh? Mungkin saat ini anda sedang jauh dari Firman Tuhan. Maukah anda kembali dekat dengan Firman Tuhan sumber kehidupan?
2. Relakan anda dibentuk oleh Firman Allah ? karakter-karakter apa yang anda rela Tuhan pangkas agar anda dapat bertumbuh?
約翰一書 3:18
一個小孩正在享用午餐盒裡的蛋糕,裡頭還剩下幾塊蛋糕。當他吃得津津有味時,另一個小孩子因為飢餓,摀著肚子呻吟個不停。那個正在吃蛋糕的孩子卻說:“哎呀,真可憐啊!你餓了吧?忍一忍吧!是的……你一定能挨過去的。堅持一下,我的朋友.” 他邊說邊吃著盒子裡的蛋糕。所敘述的故事反映了我們自己。我們確實懂得什麼是愛,甚至可以高談闊論愛是什麼, 愛是寬容他人、理解他人、互相幫助。然而,當我們最親近的人遇到困難時,我們卻袖手旁觀。儘管我們是有能力協助的,但我們往往不願意付出我們所擁有的。
親愛的弟兄姊妹,如果我們按照上帝話語的真理行,祂就會顯明在我們的生活中.倘若我們讀了經,默想了,卻沒有在日常生活中實踐出來,那上帝的話語對我們來說, 根本就沒有任何意義了。我們不但不會成長,我們也不是真理的實踐者。聖靈會幫助我們對我們四周環境保持敏銳,我們需要學會謙卑地讓上帝話語的真理來光照。上帝的話語經常會讓我們焦急,好讓我們被上帝的愛所驅使而行出來。不是追求名聲、不是要求炫耀、不是追求稱讚,因為所有這一切都不是真理,而正是驕傲之罪。
愛高於一切,是因為基督先愛我們。這就是為什麼基督的愛勉勵我們要無私地去愛別人。倘若我們的心中充滿了上帝的愛,它就會透過我們日常的生活而滿溢出來, 並散發出去。
一顆充滿上帝愛的心必會滿溢出來,
並且一定會被我們周圍的人感受到
作 者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 盧梅花傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的問題:
1. 反思一下,你身邊真正需要你幫助的人是?
2. 你願意與他人分享,作為你實踐上帝話語真理的證據嗎?你的真實行動是什麼?
Nats Alkitab : 1 Yohanes 3:18
Penulis : G.I. Erni Tilaar
Seorang anak kecil sedang asyik menikmati kue dari bekalnya. Masih ada beberapa potong kue tersisa di dalam tempat bekalnya. Sementara dia asyik makan, seorang anak lain duduk meringis sambil memegang perutnya karena kelaparan. Anak yang sedang makan kue berkata, "Aduh, kasihan sekali kamu. Kamu sedang lapar, ya? Sabar, ya... kamu pasti kuat melewati rasa laparmu. Sabar, ya, kawanku," sambil terus mengunyah kue dari bekalnya. Kisah ilustrasi ini menggambarkan diri kita sendiri. Kita sangat paham soal kasih, bahkan kita bisa berbicara tentang apa itu kasih—kasih itu mengampuni, memahami orang lain, dan menolong sesama. Namun, saat orang terdekat kita sedang dalam kesusahan, kita tidak menolongnya. Meskipun kita memiliki kapasitas untuk menolong, sering kali kita enggan memberikan apa yang kita miliki.
Saudaraku, kebenaran Firman Tuhan akan nyata dalam hidup kita jika kita melakukannya. Tidak ada artinya Firman Tuhan yang kita baca dan kita renungkan, tapi tidak kita praktikkan dalam hidup kita sehari-hari. Kita tidak akan bertumbuh dewasa, kita bukan pelaku kebenaran. Roh kudus akan menolong kita untuk peka dekat lingkungan kita, yang dibutuhkan adalah kerendahan hati untuk mau diterangi oleh kebenaran Firman Tuhan. Sering kali Firman Tuhan menggelisahkan kita, sehingga kita didorong oleh kasih Tuhan untuk melakukannya. Bukan karena untuk dapat nama baik, bukan untuk pamer, bukan untuk supaya mendapat pujian. Semua itu bukan kebenaran, tapi justru itu dosa kesombongan.
Kasih di atas segala-galanya, karena Kristus terlebih dahulu mengasihi kita, itulah sebabnya kasih Kristus mendorong kita untuk mengasihi orang lain tanpa pamrih. Hati kita penuh dengan kasih Tuhan, maka meluap keluar dan terpancar lewat sikap hidup kita sehari-hari.
Hati yang penuh dengan kasih Tuhan akan meluap dan pasti dirasakan oleh orang di sekitar kita.
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Coba anda renungkan, siapa orang di dekat anda yang sangat membutuhkan pertolongan anda ?
2. Maukan anda berbagi dengan orang lain sebagai bukti anda melakukan kebenaran Firman Tuhan ? Apa tindakan nyatamu?
Nats Alkitab : Mazmur 119:9
Penulis : G.I. Erni Tilaar
Di depan anda ada segelas air putih bersih, yang siap diminum. Untuk menjaga agar air digelas tetap bersih dan bening, kita akan menjaga dengan menutup gelas, karena jika tidak ditutup akan masuk debu, kotoran, bisa saja kecoa, atau cicak yang bisa mengotorkan air putih. Jika sudah masuk kotoran, air tersebut tidak lagi bening, tapi air yang kotor.
Nas hari ini mengajarkan bahwa hidup kita bagaikan air dalam gelas yang harus dijaga agar tetap bersih. Sebagai orang percaya, kita hidup di tengah dunia yang tercemar, rusak, dan penuh dosa, yang dapat memengaruhi kehidupan kita tanpa disadari. Kita tidak dapat menjaga hidup dengan kekuatan sendiri karena sebagai manusia, kita lemah dan mudah terpengaruh oleh dosa. Namun, Firman Tuhan dengan jelas mengajarkan bahwa satu-satunya cara untuk mempertahankan hidup yang bersih adalah dengan menjaganya sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Dunia tempat kita tinggal saat ini bukan semakin baik, tetapi semakin jahat. Dunia ini sangat memengaruhi kehidupan manusia, dan pengaruh yang jahat sering kali lebih kuat. Melalui media sosial, pergaulan, tuntutan hidup, tekanan hidup, serta masalah-masalah yang terus-menerus datang, manusia menjadi begitu lemah dan mudah menerima tawaran dunia untuk menyelesaikan masalah dengan cara cepat. Akibatnya, kita sebagai orang percaya mudah berkompromi dengan dosa. Hanya dengan hidup bergaul dengan Allah dan Firman-Nya, hidup kita dapat terkontrol. Firman Tuhan menjadi tolok ukur dalam kehidupan ini. Hanya dengan mengandalkan Tuhan dan berserah total kepada-Nya, kita mampu mempertahankan hidup yang bersih. Bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi Tuhanlah yang memberikan kekuatan serta petunjuk untuk setiap langkah yang harus kita ambil. Kiranya Dia, Sang Empunya Kehidupan, memampukan kita untuk menang atas ujian-ujian iman yang ada di sekitar kita.
Hidup yang bersih hanya bisa terjadi Jika kita menjaganya sesuai dengan Firman Tuhan
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Tantangan apa yang ada alami saat ini, yang anda rasa sangat berat yang membuat anda hampir-hampir menyerah ?
2. Jika saat ini anda sudah terlalu jauh kompromi dengan dosa, dan hal ini tidak membuat anda memiliki damai sejahtera dalam menjalani hidup, apakah anda mau bertobat, tinggalkan semua, dan hidup dalam kebenaran Firman Tuhan ? Apakah isi doamu?
詩篇 119:9
若說你面前有一杯乾淨的水,隨時都可以喝。為了保持玻璃杯裡的水乾淨清澈, 我們會用蓋子把玻璃杯蓋起來,因為如果不蓋上蓋子,灰塵、污垢,甚至蟑螂或者壁虎都可能會掉進去,從而污染了整杯水。如果有汙垢掉入,水就不再是清澈的,而變髒了。
今天的靈修經文開導我們,我們的生活猶如玻璃杯裡的水,必須保持清潔。作為信徒,我們生活在一個污染、敗壞和充滿罪惡的世界,這會在我們沒有意識到的情況下影響我們的生活。我們無法靠自己的力量來保守生活,因為身為人類,我們實在是很軟弱,很容易受到罪的影響,而隨波逐流。然而,上帝的話語清楚地教導我們,唯有按照上帝的真理才能保守潔淨的生活。
我們現今生活的世界不僅沒變得更好,而是變得越來越邪惡。這個世界對人們的生活影響很大,邪惡的影響往往比較強烈。透過社交媒體、人際關係、生活需求、生活壓力以及接二連三出現的問題,人們變得如此軟弱無助,很容易接受世界所提供的快速解決問題的方案。結果,我們身為信徒的也身不由己地向罪妥協。唯有與上帝和祂的話語交通團契,方能掌控我們的生活。上帝的話語是我們生活的準則。唯有依靠上帝、完全降服,我們才能保持潔淨的生活。不是靠我們自己的力量,而是靠上帝為我們必須採取的每一步提供力量和指導。願祂,生命的主宰,使我們能以信心勝過周圍環境的考驗.
只有遵行上帝的話語
才能擁有潔淨的生活
作 者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 盧梅花傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的問題:
1. 你目前遇到哪些挑戰讓你覺得非常沈重,幾乎都要放棄了?
2. 如果你現在已經向罪妥協太多了,而這並不能讓你在生活中擁有平安,你是否願意悔改,離棄這一切,重新活在上帝話語的真理中嗎?你的禱告內容是什麼?
創世記 6:9
幾年前,我認識一位叫娜娜 (化名) 的母親,那時她已經懷孕兩個月了。她和她家人也還沒有相信耶穌。然而,有一天,她突然間做出了一個重大的抉擇,決定要相信祂,這也是成為她生活各種掙扎的開始。首先,這個決定讓他的丈夫怒髮衝冠,並開始對她不好。她有時會被毆打,甚至上教會也不得不偷偷摸摸的。如果不幸被發現,她可能還會遭受到更殘酷的對待。懷孕期間,她經常遭受到身體暴力,這導致她早產,而孩子出生就有了先天殘疾。然而,儘管她不斷地受到虐待,她仍然忠於上帝,耐心地照顧家庭,並尊重她的丈夫。即使環境不支持,她對耶穌的信心並沒有絲毫動搖。她的忠誠, 忍耐和肯饒恕的心終於感化了她丈夫的心,使他決志信耶穌了。
這個見證讓我們想起聖經人物挪亞的故事。不管環境是多麽的邪惡,他都與上帝同行。挪亞因為服從上帝所吩咐他做的事,而受到嘲笑和侮辱。雖然處在非常艱難的挑戰中,挪亞仍然對上帝忠心,信心毫無動搖,也沒有受到絲毫的影響。挪亞仍然專注於上帝,仍然專注於遵行上帝的旨意。他的信心堅定不移,毫無動搖。他是怎麼做到的呢?因為挪亞與上帝同行。他從不離開上帝。他也敢於與眾不同。
我的弟兄,我們現今的環境也許也好像挪亞時代那樣。一個遠離上帝的環境,既不敬畏上帝,又是一個罪惡滔天的環境。甚至有可能,因為你對耶穌的信心,不想向罪妥協,而被嘲笑、侮辱、排斥和排擠。切記!我們之所以能堅持至今,不是因為我們有能力、我們厲害、我們的信心堅定;不!這只是因為我們與上帝有著密切的關係。我們的心思意念每天都被上帝的話語充滿。其實,驅動我們的思想是上帝的話語,而我們的思想導致我們的言行舉止。上帝的話語對我們生活的影響力是多麽甚大和有力。故此, 切勿忽視上帝的話語。我們所閱讀和默想上帝的話語才能使我們在靈性上成長。
上帝的話語掌管著我們的生命,
使我們敢於與這個世界截然不同。
作 者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 盧梅花傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的問題:
1. 你的信心現在是否因環境的影響而開始減弱了?你願意再回到上帝身邊,仰望從死裡復活並得勝的耶穌與祂十字架嗎? 你願意重新承諾殷勤忠實地
讀經和默想上帝的話語嗎?
2. 你目前是否因為信耶穌而被家人拋棄,抑或被他人羞辱, 你又是否因信耶穌而受苦呢? 你應當具有什麼樣的心態才能剛強堅持呢?
3Nats Alkitab : Kejadian 6:9
Penulis : G.I. Erni Tilaar
Beberapa tahun yang lalu, saya mengenal seorang ibu bernama Nana (nama samaran) yang sedang hamil dua bulan. Ia dan keluarganya belum percaya kepada Yesus. Namun, suatu hari ia mengambil keputusan besar untuk percaya kepada-Nya, yang menjadi awal dari berbagai pergumulan. Keputusan ini membuat suaminya sangat marah dan memperlakukannya dengan buruk. Kadang ia dipukul, bahkan harus pergi ke gereja secara diam-diam. Jika ketahuan, ia bisa diperlakukan lebih kasar lagi. Dalam kondisi hamil, ia sering mengalami kekerasan fisik yang menyebabkan kelahirannya terjadi sebelum waktunya, dan anaknya lahir dengan kondisi cacat. Meski demikian, ia tetap setia kepada Tuhan, sabar mengurus rumah tangga, dan menghormati suaminya meski terus diperlakukan tidak baik. Iman percaya kepada Yesus tak tergoyahkan, meskipun lingkungannya tidak mendukung. Kesetiaan, kesabaran, dan hatinya yang rela mengampuni akhirnya meluluhkan hati suaminya, sehingga suaminya pun memutuskan untuk percaya kepada Yesus.
Kesaksian ini mengingatkan kita bahwa kisah tokoh Alkitab yang bernama Nuh. Ia hidup bergaul dengan Tuhan, tapi lingkungan yang sangat jahat. Nuh diolok-olok, dihina karena melakukan apa yang Tuhan suruh. Tetapi di tengah tantangan yang sangat berat, Nuh tetap setia kepada Tuhan, tak tergoyahkan, tidak terpengaruh sedikit pun. Nuh tetap fokus kepada Tuhan, tetap fokus melakukan kehendak Tuhan. Imannya tak tergoyahkan. Mengapa dia dapat melakukan demikian? Karena Nuh hidup bergaul dengan Tuhan. Ia tidak menjauh dari Tuhan. Ia berani tampil beda dengan orang-orang sekitarnya.
Saudaraku, mungkin lingkungan kita pun seperti zaman Nuh. Lingkungan yang jauh dari Tuhan. Lingkungan yang tidak takut Tuhan. Lingkungan yang melakukan dosa. Bahkan mungkin karena iman kepada Yesus saudara diolok, dihina, dikucilkan, disingkirkan karena tidak mau kompromi dengan dosa. Ingat..! kekuatan kita untuk bertahan bukan karena kita mampu, kita hebat, kita kuat iman, tidak!!! Tapi semata-mata karena kita memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Hati dan pikiran kita dipenuhi oleh Firman Tuhan setiap hari. Yang menyetir pikiran kita adalah Firman Tuhan, apa yang kita pikirkan menghasilkan apa yang akan kita lakukan atau kita katakan. Betapa hebat dan dahsyat pengaruh Firman Tuhan dalam hidup kita. Jangan sedikit pun abaikan Firman Tuhan. Hanya Firman Allah yang kita baca, kita renungkan yang akan membuat kita bertumbuh secara rohani.
Firman Allah yang menguasai hidup kita yang membuat kita berani tampil beda dari dunia ini.
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Apakah saat ini imanmu mulai lemah, karena lingkunganmu tidak mendukung imanmu ? mau kah anda kembali memandang pada salib Yesus, yang sudah mati, bangkit dan menang. Maukah anda kembali komitmen untuk setia membaca dan merenungkan Firman Tuhan ?
2. Apakah saat ini karena imanmu pada Yesus, anda di buang oleh keluargamu, atau anda dihina oleh lingkunganmu, anda mengalami penderitaan karena imanmu ? Sikap hati seperti apa yang perlu kamu miliki agar tetap kuat dan bertahan?
詩篇 119:105
幾年前,當我還是一名大學生時,我有機會在週末到一個村莊當實習生。我住在牧師的家裡。當時村里還沒有供電,所以夜幕降臨時我們只得點燃煤油燈。半夜時,大家都入睡了,只有放在屋子中央的那盞燈還亮著。我無法想像倘若沒有那盞燈會是如何。即便小小的一盞燈,足以能讓我可以上廁所或到廚房拿水喝。一盞燈有深厚象徵意義,倘若沒有燈,我什麼也做不了,我甚至會跌倒,因為黑漆漆的,我什麼也看不見。
這就是我們在這個世界生活的寫照。一個黑暗的世界,一個充滿罪惡的世界。黑暗代表著沒有希望、沒有喜樂、也沒有平安。黑暗意味著每個人都在任意妄為,根本沒考慮到後果,也不顧後果是否危險。這一切都是因為人類已陷入了罪惡中。我們確實需要一盞燈來指引我們人生的腳步。燈就是上帝的話語。“你的話是我腳前的燈,是我路上的光。” 倘若沒有上帝的話語,我們的生活就會變得“一團糟”。上帝的話語指引我們人生的腳步。千萬別忽略了上帝在我們生命中的話語。我們可以分辨什麼是上帝的旨意,什麼是人的私慾。生活中與上帝的話語相連會使我們對上帝的引導更加敏銳。
我們忙碌的生活常常佔據了我們大部份的時間,導致我們沒時間讀經和默想上帝的話語,也或者我們沈溺在自己的嗜好裡。忙碌或者有自己的興趣愛好並沒有錯,但如果上帝的話語沒有在我們的心中和心思上成為世界黑暗中的光明,我們就會走上錯誤的道路、錯誤的思想,甚至做出錯誤的決定,因為我們人類確實是軟弱無助的。魔鬼的許多詭計看似美好,但最終引到滅亡。倘若上帝的話語還沒成為我們生活的中心,難怪我們還會常常迷惘、憂心忡忡、焦躁不安、容易情緒化,抑或做出一些無法控制的事情。我們當為自己謹慎,沒有上帝的話語我們是無法存活的。無論我們有多忙,讓上帝的話語在我們生活中居首位。親身體驗祂所賜於我們平安,並引導我們的生活走向正直的道路之話語的力量。
“將上帝的話語在你生命中居首位,
因為自外於上帝的話語,
我們就不能作什麼”
作 者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 盧梅花傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的問題:
1. 你忙碌的生活是否經常佔據了你讀經和默想上帝話語的時間?
2. 你將上帝的話語居首位的承諾是什麼?
From the publisher's feed