Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 17-6-2024 - Like Father Like Son (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Mazmur 128:3-6

    Penulis : G.I. Triyanah


    Di dalam buku “You and Your Family, Dr. Tim La Haye memberikan diagram silsilah dua orang Amerika yang memiliki kisah dan nasib serta latar belakang yang berbeda yang hidup pada abad-18. Orang pertama adalah Max Jukes seorang penyelundup alkohol yang tidak bermoral, yang memilih untuk menjadi atheis dan bahkan menentang Tuhan. Dari keturunannya tercatat mereka menjadi sampah masyarakat seperti pengemis, penjahat, pembunuh, pemabuk, pelacur dan sebagainya. Dan lebih dari setengah keturunannya yang perempuan menjadi pelacur. Kontras dengan kehidupan Jonathan Edwards yang dikenal sebagai seorang Kristen yang takut akan Tuhan dan setia. Hidupnya dipergunakan untuk berkarya bagi kemuliaan Tuhan serta mengabarkan Injil. Keturunannya menjadi berkat bagi masyarakat, ada yang menjadi pengacara, hakim, profesor, penulis buku, pengkhotbah, walikota dan lain sebagainya.


    Nas hari ini memberikan janji berkat bagi para ayah yang takut akan Tuhan, “anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!” (ay. 3). Artinya anak-anak akan kokoh dalam iman karena mereka telah melihat teladan yang baik dari kedua orangtuanya di dalam melakukan Firman Tuhan. Mereka akan mencari Allah dengan segenap hati, menjauhi kejahatan dan kuat menghadapi tantangan hidup. Berkat Tuhan akan terus mengalir dalam keluarga dan keturunannya akan memberi dampak damai sejahtera bagi masyarakat dan bangsa. Tuhan akan memelihara keturunan orang yang takut akan Dia.


    Sebagai pemimpin keluarga, marilah kita menjaga hidup kita untuk takut akan Tuhan dan setia melakukan kebenaran Firman-Nya. Mari kita membawa seisi keluarga kita untuk mendekat kepada Tuhan, memberi diri untuk melayani dan menjadi teladan iman bagi anak-anak kita. Sehingga mereka juga meneruskan iman kepada Kristus kepada keturunan-keturunan kita di masa depan. Kita juga mau terus mendoakan serta menyerahkan anak cucu kita menjadi keturunan yang takut akan Tuhan, diberkati dan memberi dampak bagi sesama.


    Keteladanan ayah yang takut Tuhan menentukan masa depan anak anak dan keturunannya.


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Apa yang dapat Anda lakukan bagi masa depan keturunan Anda agar dapat menerima janji Tuhan secara maksimal?

    2. Bagaimana cara Anda memastikan bahwa Anda mewariskan nilai-nilai kebenaran dan takut akan Tuhan kepada generasi mendatang?


    4 min
  • 16-6-2024 - 敬畏主的父亲 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    诗篇 128:1-6


    Tim Tebow 是一位职业足球运动员,曾随球队赢得多次比赛。他的闻名不仅是因为他在足球场上的成就,也因为他坚定的信仰见证。在几场比赛中,Tim常常透过跪下祈祷、为他们的胜利感谢上帝。他也保持圣洁的生活,对主耶稣的爱胜过对世界的爱。Tim在接受采访时说父亲对他的信仰生活产生了很大的影响。他的父亲不仅教导他基督教信仰,也透过事奉上帝和他人来树立敬畏上帝的具体例子。


    诗篇128篇是一首智慧的诗篇,描述了敬畏神的父亲(父母)的生活是多么美好。敬畏神的人对神有深深的敬重,把神放在第一位,并透过始终顺服神的旨意来证明这一点。他透过向孩子们介绍耶稣,履行了家庭中信仰的榜样。他是信仰的典范,将上帝融入生活的各个方面。所以他所做的一切都是合乎神的旨意,并且荣耀神。这样,他的家人就会享受到因为对神的认识不断增长而有的幸福。


    作为父母,尤其是父亲们,让我们能以敬畏神的心来教育孩子。让我们祈求神的智慧,使我们能在家庭中尽到祭司的职责,让家人与神有深厚的关系,在日常生活中活出真实的信仰。对于女性们,让我们祈求神使我们家里的男人成为敬畏神的男人。对于孩子们,让我们为我们的父母祷告,特别是为我们的父亲祈求,使父亲能够成为家庭中的领袖和祭司,好让我们的家庭能够敬畏上帝,并成为别人的祝福。


    “父亲的角色不仅是教导他的孩子敬畏上帝,

    而是要树立根据神话语的真理

    正确生活的榜样。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會-林金仙傳道

    翻譯員 : 陈虹霞



    需要思考的問题:

    1. 你与神的关系如何影响你与家人的关系?

    2. 在你的家庭中,作为一个敬畏上帝的人,所遇到最大的障碍是什么? 


    5 min
  • 16-6-2024 - Ayah Yang Takut Akan Tuhan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Mazmur 128:1-6

    Penulis : G.I. Triyanah


    Tim Tebow dikenal sebagai atlet sepak bola Amerika profesional yang banyak memenangkan pertandingan bersama dengan timnya. Ia terkenal bukan hanya karena prestasinya di lapangan sepak bola, tetapi juga karena kesaksian imannya yang kuat. Dalam beberapa pertandingan, Tebow kerap melakukan akselerasi kemenangan dengan berlutut untuk berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan. Ia juga mempertahankan hidup dalam kekudusan, mengutamakan cintanya kepada Tuhan Yesus melebihi cintanya kepada dunia. Dalam sebuah wawancara, Tim mengatakan bahwa ayahnya telah memberikan pengaruh besar dalam kehidupan imannya. Ayahnya tidak hanya mengajari mengenai iman Kristen namun juga memberikan contoh konkrit bagaimana hidup takut akan Tuhan dengan melayani Tuhan dan sesama.


    Mazmur 128 merupakan mazmur kebijaksanaan yang melukiskan betapa indah hidup seorang ayah (orang tua) yang takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan mempunyai penghormatan yang mendalam akan Tuhan, menjadikan Tuhan sebagai prioritas yang utama dan membuktikannya dengan selalu tunduk pada kehendak-Nya. Ia menjalankan perannya sebagai imam dalam keluarga dengan mengenalkan Yesus kepada anak-anaknya. Serta ia menjadi teladan iman yang melibatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan. Sehingga apapun yang dilakukannya sesuai dengan kehendak Tuhan dan memuliakan Tuhan. Dengan demikian keluarganya akan menikmati kebahagiaan karena bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.


    Sebagai orang tua khususnya para ayah, marilah mendidik anak-anak kita dengan hati yang takut akan Tuhan? Marilah kita berdoa mohon hikmat Tuhan agar dapat menjalankan peran kita sebagai imam dalam keluarga yang membawa anggota keluarga kita untuk memiliki relasi yang mendalam akan Tuhan dan menghidupi iman yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para wanita, marilah kita berdoa agar Tuhan memampukan pria yang ada dalam lingkungan keluarga kita agar dapat menjadi laki-laki yang takut akan Tuhan. Bagi anak-anak, marilah kita berdoa untuk orang tua kita khususnya ayah kita agar menjadi pemimpin dan imam dalam keluarga sehingga keluarga kita menjadi yang takut akan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

    “Seorang ayah bukan hanya berperan mengajarkan anak-anaknya untuk hidup takut akan Tuhan tetapi juga memberi teladan hidup yang benar sesuai kebenaran Firman-Nya.”


    Pertanyan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana relasi Anda dengan Tuhan mempengaruhi relasi dengan anggota keluarga?

    2. Apa halangan terbesar Anda dalam menjalankan peran sebagai pribadi yang takut akan Tuhan dalam keluarga?


    5 min
  • 15-6-2024 - 祂知道 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多前书 10:13


    两位探险家正在丛林中探险,突然一头凶猛的狮子跳到了他们跟前。第一个探险家低声细语地说:“保持冷静!还记得我们在书中读到有关野生动物的内容吗?如果你站着不动,目不转睛地盯着狮子的眼睛,它必定会转身逃跑的。” 他的同伴回答说:“那当然啦!你读过那本书,我也读过那本书,但是狮子是否读过那本书?”

    (引自:www.family-times.net)


    弟兄姐妹,我们知道上帝是信实的。祂对我们的状况了如指掌。因此,我们必须对祂持守忠心。保罗教导哥林多教会的信徒关于上帝的信实。义人若遭遇试探,不要惊慌,也不要向上帝发怨言。因为上帝是不会离开他们的。其实,上帝希望义人能够依然亲近祂。“圣经不是说过,祂必不叫义人受试探过于他们所能够的吗?当他们在受试探的时候,上帝总要给他们开一条出路,叫他们能忍受得住。”(13节)这就是上帝对信徒表达祂爱的方式,上帝非常关心祂子民所有的问题。


    这陈述应该让我们常常感恩,因为上帝信守祂的应许。上帝在我们经历的每次考验中的帮助,让我们专注与上帝同行。因此,我们要远离那些可能会恐吓我们的事件。让我们忠心顺服地生活在上帝的带领下,因为祂知道我们所遇到的每个问题。


    “乐观地度过这一生,依然依靠上帝,

    因为祂是无所不知的上帝”



    作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會-馬波比牧師

    翻譯員 : 蔡立基



    需要思考的问题:

    1. 根据这篇灵修导引,是什么常常让人感到害怕?

    2. 面对试探,我们应该抱持怎样的态度?


    5 min
  • 15-6-2024 - Dia Mengerti (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Korintus 10:13

    Penulis : Pdt. Bobby Messakh


    Dua penjelajah sedang bersafari di hutan, ketika tiba-tiba seekor singa ganas melompat ke ke depan mereka. “Tetap tenang” bisik penjelajah pertama. “ingat apa yang kita baca di buku tentang binatang liar? Jika anda berdiri diam dan menatap mata singa, tentu dia akan berbalik lari.” “Tentu”. Jawab temannya. “Anda sudah membaca bukunya, dan saya juga sudah membaca bukunya. Tetapi apakah singa sudah membaca bukunya?” (dikutip dari www.family-times.net).

    Saudara kita tahu bahwa Allah ialah pribadi yang setia, Ia sangat memahami segala keadaan kita. Karena itu kita harus tetap setia pada-Nya. Paulus memberikan sebuah pemahaman kepada jemaat di Korintus mengenai kesetiaan Allah. Jika orang benar mengalami pencobaan, Ia jangan panik atau pun bersungut-sungut kepada Allah. Karena Allah tidak akan pernah meninggalkan mereka. Justru yang Allah harapkan ialah, orang benar itu tetap mendekat kepada-Nya. ‘Bukankah telah dikatakan dalam firman bahwa Ia tidak akan membiarkan orang benar dicobai melampaui kekuatan mereka? Pada waktu mereka dicobai, Allah akan memberikan jalan keluar, sehingga mereka dapat menanggungnya’ (ay.13). lni cara Allah di dalam menyatakan kasih-Nya kepada orang percaya, Allah sangat peduli dengan semua permasalahan umat-Nya.

    Pernyataan ini seharusnya membuat kita selalu bersyukur, karena Allah setia pada janji-Nya. Pertolongan Allah terhadap setiap pencobaan yang kita alami, membuat kita fokus berjalan bersama Allah. Karena itu kita harus menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengintimidasi diri kita. Marilah kita hidup dalam pimpinan Tuhan dengan taat dan setia, karena Dia mengerti setiap persoalan kita.


    “Jalanilah kehidupan ini dengan optimis, tetap bersandar pada Allah,

    karena Dia Allah yang mengerti”


    Pertanyaan untuk direnungkan

    1. Apa yang sering menjadikan orang takut, berdasarkan renungan ini?

    2. Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap pencobaan?


    4 min
  • 14-6-2024 - 风暴一定会过去 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路得记 2:12


    海上遭遇着可怕的风暴,一艘小客船在狂风暴雨中颠簸摇摆。大多数的乘客都以为这艘船将会被摧毁。一名被派去探查是否还有生还希望的乘客,他扶着墙壁和梯子走向船的甲板试图去寻找船长。当他快要接近驾驶室时,他看到船其实离陆地并不太远,只是它必须先越过锋利尖锐的礁石。与此同时,船长似乎也正在努力将船驶向前方的一个比较平静的海湾,以确保他们的安全。意识到自己的声音在风浪的轰鸣中根本是听不见的,船长只是默默地看了看他,然后对着他微笑。那个男子如释重负地回到乘客们当中说道:“别担心!一切都很好。我看到了船长的表情,他笑了!”当生活的波浪袭来时,我们可能会陷入绝望。然而,如果我们把目光注视在那位不屈不挠的“船长”,也将生命交托于上帝,那么我们就会在暴风雨中找到“平安”。我们可以相信上帝会带领我们度过人生的风暴。(引自https://alkitab.sabda.org)


    拿俄米和路得的故事并没有结束在他们离开摩押地区后,然而,自从拿俄米和路得回到伯利恒之后,这个故事就变成一个新的冒险旅程。她们必须工作来满足日常生活的需要,这对拿俄米来说可是一个沉重的负担,犹如在风暴中行走。家里已经没有一个可以依靠的顶梁柱了。况且,她已经年纪老迈,儿媳妇路得又只是个女人,所以拿俄米认为她绝对承担不起这个重担。然而,路得知道她必须做什么来满足她们的生活需要。恰巧的是,当时正是小麦收割的季节,路得跟着收割的人拾取打捆遗落的麦穗。她孜孜不倦地干活,直到麦田的主人叫她过去,甚至还允许她在那里干活。上帝透过这件事把拿俄米一家沉重的生活负担变为美好。


    对上帝而言,没有解决不了的负担或问题,尽管对人类来说那是不可能的。留意拿俄米与路得的故事,尽管她们的生活是那么的艰难困苦,但她们对上帝的信心却忠心到底没有改变。这让上帝感到诧异,祂便透过路得与波阿斯的婚姻,以丰富的祝福来取代沉重的负担。

    “相信上帝吧!风暴必定会过去的”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會-馬波比牧師

    翻譯員 : 蔡立基


    需要思考的问题:

    1. 我们如何克服生活中的沉重负担呢?

    2. 为什么上帝允许生命的风暴袭击我们呢? 


    6 min
  • 14-6-2024 - Badai Pasti Berlalu (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Rut 2:12

    Penulis : Pdt. Bobby Messakh


    Tatkala terjadi badai yang menakutkan di samudera, sebuah kapal penumpang kecil terombang-ambing di tengah amukan angin ribut. Kebanyakan penumpang berpikir bahwa kapal itu akan hancur. Seorang penumpang yang ditugasi untuk mencari tahu apakah masih ada harapan untuk selamat, ia mencoba mencari kapten kapal sambil berpegangan pada dinding dan tangga, ia berjalan menuju geladak kapal. ketika mendekati ruang kemudi, ia melihat kapal sudah mendekati daratan meski harus melewati batu-batu karang yang tajam. Dan, sang kapten tampak sedang berusaha keras mengarahkan kapal ke sebuah teluk tenang yang tampak di depan agar mereka selamat. Menyadari bahwa suaranya tak mungkin terdengar di antara deru angin dan ombak, sang kapten hanya memandang tanpa mengucapkan sepatah kata pun, lalu tersenyum. Dengan lega pria tadi kembali kepada para penumpang dan berkata, “Jangan kuatir. Semuanya baik-baik saja. Saya sudah melihat wajah kapten kapal, dan ia tersenyum!” Manakala terpukul oleh ombak kehidupan, kita mungkin tergoda untuk menyerah pada keputusasaan. Namun jika kita mau melihat “sang Kapten” yang berusaha dan mempercayakan hidup kepada Allah, kita akan menemukan damai di tengah “badai.” Kita dapat mempercayai Allah untuk membawa kita melewati badai kehidupan. (dikutip dari https://alkitab.sabda.org )

    Kisah mengenai Naomi dan Rut tidak berakhir setelah mereka meninggalkan daerah Moab, tetapi kisah ini menjadi sebuah pertulangan baru sejak Naomi dan Rut kembali ke Betlehem. Mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bagi Naomi ini adalah beban berat ibarat berjalan menantang badai. Tidak ada lagi orang yang dapat di andalkan sebagai tulang punggung keluarga. Ia sudah tua dan Rut menantunya seorang wanita, pasti tidak bisa menanggung beban yang berat ini pikir Naomi. Rut tahu apa yang harus ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kebetulan saat itu sedang panen gandum, Rut bekerja jadi memungut jelai gandum yang terjatuh dari para pekerja yang memanen gandum di ladang. Dengan tak kenal lelah ia terus bekerja, hingga sang pemilik ladang gandum itu memanggilnya bahkan mengizinkannya untuk bekerja di sana. Melalui peristiwa itu, Tuhan mengubah beban hidup yang berat dalam keluarga Naomi, kini menjadi indah.

    Bagi Allah tidak ada beban atau persoalan yang tidak dapat diselesaikan, walau bagi manusia itu adalah sesuatu yang mustahil. Perhatikan Kisah Naomi dan Rut, bagaimana beratnya kehidupan yang harus mereka jalani, namun kesetiaan iman mereka kepada Allah tidak berubah. Ini yang membuat Allah kagum dan mengubah beban yang berat dengan berkat yang melimpah, melalui pernikahan Rut & Boas.


    “Berharaplah Pada Allah, badai pasti akan berlalu”


    Pertanyaan untuk direnungkan

    1. Bagaimana kita dapat mengatasi beratnya masalah hidup?

    2. Mengapa Tuhan izinkan badai hidup menerpa kita?


    6 min
  • 13-6-2024 - 不要怕 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    诗篇 27:1


    “在1993年经济大萧条期间,富兰克林.罗斯福(Franklin D. Roosevelt)总统在一次广播演讲说道:“我们唯一需要害怕的就是害怕本身。”(引自乔治.史威亭(George Sweeting)的著作)


    每个人所感受到的害怕都源于自己无法克服生活中所发生的危机的感觉。当大卫面对这种情况时,这并没有使他因害怕,而放弃与失败。然而,他却与上帝一同来面对所有这些恐惧。问题是大卫为何要把他可怕的问题带到上帝面前呢?因为大卫知道上帝是他的拯救,也是他性命的保障。因此,他不需要害怕或惧怕那些会攻击他的恶者以及对抗他的敌人。大卫充满信心、坚定不移,对上帝没有丝毫疑惑。每个基督徒都应有这样的生活态度,因此,透过大卫的榜样,我们必须把上帝置于我们一切的恐惧之上,并相信祂,那我们就必定能成为得胜者。“我虽然行过死荫的幽谷,也不怕遭害,因为你与我同在;你的杖,你的杆,都安慰我。” (诗篇 23:4)


    此时,究竟是什么让你感到害怕、担心和焦虑呢?确实,生活中的问题永无止尽,但并不意味着我们就要放弃或听天由命。我们可以向大卫学习,尽管他面临如此严重的挣扎,但他在这些问题上没有丝毫让步。也许我们会问,究竟是什么让大卫如此勇敢地面对那么沉重的负担?因为大卫知道,上帝是义人的避难所,如果他们在祂的保护下,他们就必定安全。如果你正感到害怕,请记住大卫所说过的话:“上帝是我们的拯救和力量的堡垒,依靠祂吧,那么我们就能战胜侵入我们心灵和思想的恐惧!”

    “与耶稣同在,我们能驱散一切恐惧。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會-馬波比牧師

    翻譯員 : 蔡立基



    需要思考的问题:

    1. 什么会经常让你感到害怕?

    2. 当我们害怕时,我们能做些什么?


    5 min
  • 13-6-2024 - Jangan Takut (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Mazmur 27:1

    Penulis : Pdt. Bobby Messakh


    “Pada tahun 1933, pada hari-hari kelam penuh depresi, Presiden Franklin D. Roosevelt mengatakan dalam pidatonya di radio. “Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri”. (Dikutip dari tulisan George Sweeting)

    Ketakutan yang dirasakan oleh semua orang bersumber dari rasa ketidakmampuan untuk mengatasi krisis yang terjadi dalam hidupnya. Saat Daud menghadapi keadaan ini, tidak membuat ia menjadi ketakutan sehingga menyerah dan kalah. Tetapi Ia menghadapi semua ketakutan itu dengan menyertakan Tuhan. Pertanyaannya adalah mengapa Daud membawa persoalannya yang menakutkan itu kepada Tuhan? Karena Daud tahu bahwa Tuhan adalah penyelamat dan benteng hidupnya. Karena itu ia tidak perlu takut dan gentar terhadap para penjahat yang akan menyerangnya dan para musuh yang menghadangnya. Dengan penuh keyakinan Daud tetap tegar dan tidak meragukan Tuhan sedikit pun. Sikap hidup yang demikian harus dimiliki oleh setiap orang Kristen, untuk itu mari melalui keteladanan Daud, kita pun harus menempatkan Tuhan di atas segala ketakutan kita, dan percaya pada-Nya pasti kita akan keluar sebagai pemenang. “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” (Mzr. 23:4).

    Apa gerangan yang membuat saudara merasa takut, bimbang dan cemas saat ini? Memang masalah dalam hidup tidak akan pernah kunjung berakhir namun itu bukan berarti bahwa kita harus menyerah atau pasrah menerima nasib. Kita dapat belajar dari Daud, sekalipun ia menghadapi pergumulan yang demikian berat, tidak membuat ia bergeming sedikit pun terhadap masalah itu, mungkin kita bertanyaan, apa gerangan yang membuat Daud bisa demikian beraninya menghadapi beban berat? Karena Daud tahu, Allah adalah tempat perlindungan orang-orang benar, mereka akan aman jika berada dalam perlindungan-Nya. Jika saudara sedang dalam ketakutan, Ingatlah apa yang dikata Daud: “Tuhan adalah penyelamat dan benteng kekuatan kita, bersandarlah pada-Nya maka kita akan dapat mengalahkan rasa takut yang menghinggapi hati dan pikiran kita”.


    “Bersama Yesus, kita dapat menghalau segala ketakutan”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa yang sering kali membuat anda menjadi takut?

    2. Apa yang dapat kita lakukan saat dilanda rasa takut?


    5 min
  • 12-6-2024 - 祂的恩典必定够用 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多后书 12:9-10


    印度尼西亚人民为普蒂莉.雅丽阿尼(Putri Ariani)而感到自豪。她是《美国达人秀》第八季获得西门.高维尔(Simon Cowell)按下金色按钮的参赛者。普蒂莉.雅丽阿尼在《美国达人秀》舞台上以优美的嗓声让评委们惊叹不已。尽管双目失明,但此局限并没有浇熄普蒂莉.雅丽阿尼实现梦想的热情。普蒂莉.雅丽阿尼《美国达人秀》舞台上的演出让评委西门.高维尔(Simon Cowell)、 海迪.克林(Heidi Klum)、豪伊.曼德尔(Howie Mandel) 和苏菲亚.微格拉( Sofia Vergara)都赞叹不已,并获得了全场起立鼓掌。普蒂莉.雅丽阿尼随后演唱了埃尔顿.约翰(Elton John)的第二首歌曲 “Sorry Seems to Be the Hardest Word”。 演唱完两首歌后,普蒂莉.雅丽阿尼获得评委的金色按钮,直接进入半决赛。引自detiknews文章关于“来自印尼的普蒂莉.雅丽阿尼,赢得了《美国达人秀》金色按钮的七个事实”。


    使徒保罗是一位被上帝重用的使徒。保罗在往大马士的路上遇见耶稣,悔改后就在上帝的带领下殷勤侍奉上帝并传扬福音。他成了多人的祝福。身为犹太人,保罗也是一位备受尊敬的人。即便如此,保罗也不夸耀自己,因为作为人,保罗也有自己的软弱,就像肉体上的一根刺,以致上帝对他说:“我的恩典够你用的,因为我的能力是在人的软弱上显得完全。” 所以,保罗更喜欢夸自己的软弱,好叫基督的能力覆庇他。


    每个人都必定有各自的软弱,因为我们都是有局限的人,无论多么伟大、无论多么聪明,一位著名的人、美丽的人、英俊的人,每个人都必定有软弱。没有毫无瑕疵的人,每个人都会有软弱。然而,在软弱的背后,我们可以看到上帝的完全以及祂赐我们的恩典。因此,千万别因自己的缺点而感到自卑,而要保持乐观的心态,并充满自信,因为上帝与我们同在。

    “别因自己的任何缺点而感到自卑,

    相信上帝的恩典必够用”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會-馬波比牧師

    翻譯員 : 蔡立基


    需要思考的问题:

    1. 是什么让我们变得软弱?

    2. 我们如何克服自己的软弱,从而让自己再度兴起?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian