Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 29-4-2024 - Alasan Untuk Kekudusan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 1:15-17

    Penulis : G.I. Aman


    Jika suatu ketika ada seorang sales dari perusahaan A, menawarkan berbagai jenis produk dari makanan, minuman, wadah makanan dan minuman, jam tangan, perhiasan, pakaian, sepatu kepada Anda. Namun ketika diperhatikan dari wadah minuman yang dibawa, jam tangan, pakaian, sepatu, perhiasan yang dipakai sales tersebut adalah dari merek tetangga sebelah, katakanlah perusahaan B. Bagaimana respons Anda sebagai calon pembeli? Saya duga, mayoritas dari Anda akan muncul keraguan dan bertanya-tanya terhadap sales tersebut, bukan? Mengapa sales tersebut tidak memakai produk-produk dari perusahaan yang ia wakili, alias harusnya sales tersebut mencerminkan perusahaannya.

    Melanjutkan tema utama PST minggu ini, “Tuhan Memimpin kepada Kekudusan-Nya,” pada Firman hari ini memberikan dasar alasan kenapa orang pilihan Tuhan harus kudus. Pada ayat 15 Petrus menyampaikan kepada para pendatang (1) orang-orang yang dipilih Tuhan (2), agar mereka menjadi kudus dalam seluruh hidup mereka, dengan alasan sama seperti Dia (Tuhan) yang kudus, bahkan ditegaskan pada ayat 16 agar mereka kudus karena Tuhan kudus, maka hal ini berlaku pula bagi setiap kita yang adalah orang pilihan Tuhan. Di bagian ini Firman tidak mengajarkan bahwa mereka harus hidup kudus, karena jika tidak keselamatan akan Tuhan ambil kembali. Firman juga tidak bilang hendaklah kamu kudus, karena jika tidak, maka Tuhan akan memberikan hukuman, mengutuk atau tidak memberkati hidup, melainkan hendaklah menjadi kudus sama seperti Tuhan itu kudus, sebab Aku (Tuhan) kudus. Sama seperti halnya dalam kisah di awal tentang sales yang kita harapkan mencerminkan perusahaannya, kita sebagai orang pilihan, Tuhan minta untuk menjaga kekudusan, hidup kudus karena kita sebagai cerminan Allah yang kudus; sehingga bagian ini mengajarkan pada kita bahwa hidup kudus itu adalah suatu kewajaran, suatu kenormalan, suatu kepantasan, bukan demi menghindari hukuman atau demi mendapatkan berkat dari Tuhan. Justru ketika kita sebagai orang pilihan tidak memancarkan kekudusan pada dunia, itu adalah suatu ketidak-wajaran, ketidak-normalan.

    Selanjutnya pada ayat 17 dijelaskan bahwa Bapa (Tuhan) memiliki sifat “tidak memandang muka” dalam menghakimi, serta Ia akan menghakimi semua orang, baik orang non-percaya, juga orang yang Tuhan pilih. Dan Bapa akan menghakimi berdasarkan perbuatannya. Sehingga dari bagian ini menjadi jelas bahwa Bapa menghakimi bukan berdasarkan status tertentu seperti pendeta, GI saja, melainkan entah kita pekerja swasta/ pengusaha bisnis, BPJ, GSM, pelayan mimbar atau jemaat awam, akan mengalami penghakiman berdasarkan perbuatan oleh Bapa. Jadi keselamatan yang sudah kita miliki, tidak menghilangkan tanggung jawab kita sebagai orang pilihan untuk menjaga kekudusan dalam hidup, karena kita semua tetap akan menghadapi penghakiman di hari pernyataan Yesus. Kalimat “hidup dalam ketakutan,” pada beberapa Alkitab terjemahan lain (NIV, NLT) memakai kata “reverent fear” yang berarti “rasa takut yang penuh hormat,” jadi artinya bukan hidup dalam ketakutan seperti pada perampok, pembunuh atau orang yang akan melukai atau membahayakan kita. Sehingga jika kita sudah memilih dan menetapkan iman kita untuk percaya pada Bapa sebagai Juru Selamat, Raja dan Tuhan kita, sudah sewajarnya kita hidup di dunia ini dengan rasa takut yang penuh hormat kepada Bapa sebagai bentuk hidup kudus.


    “Sebagai orang pilihan, sudah sewajarnya kita kudus dalam seluruh hidup kita, sebagai cerminan Sang Pemilih kita yang kudus itu.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Dalam hal apa atau area kehidupan apa yang Anda masih sulit untuk kudus dan mengapa?

    2. Hal apa dari Firman hari ini yang bisa menolong Anda untuk kudus dalam hal tersebut?


    7 min
  • 28-4-2024 - 人類在聖潔中扮演的角色 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    彼得前書 1:13-15


    你是否聽說過或親身經歷過這樣的事情, 當你向某一個未信主的人分享救恩的好消息時,那人的回應是:“哇,成為基督徒真是太爽了,一旦你被救贖了,那就是永遠得救。這樣的話就可以繼續不斷地犯罪嘍,必定得救了嘛…”確實,當耶穌死在十字架上時,我們所有的罪債都被償還了。在彼得前書1-12節中,彼得也教導那些寄居的人, 就是照父神先見被揀選的人(第2節),可以得著不能朽壞,存留在天上的基業 (第4節) 就是救恩 (第5-10節),然而,如果我們認為單單靜坐不動,游手好閑,自由犯罪,也必定會得救的話,那就是完全的錯誤和致命。在今天的經文中,彼得向寄居的人解釋說,在回應救恩的事上也有人類要扮演的角色,即使我們得救了,但身為信徒,我們也有責任, 就是 “在一切所行的事上也要聖潔“ (15節)。


    那麼, 在成為聖潔的過程中,我們可以或需要扮演什麼角色呢?第一點,聖經教導我們必須 “約束我們的心,謹慎自守,專心盼望耶穌基督帶來的恩典”。我們身為天國的子民,在世上如寄居的人過著在百般的試煉中暫時憂愁之生活 (6節) 例如消費主義、享樂主義等等。而當我們不謹慎自守的時候,我們的心就會轉向將盼望寄託在我們自己的剛强和自己的偉大上,在我們所擁有的財富上,在其他人身上或在其它非基督的力量上。


    第二點, 聖經強調了我們需要過著順服的生活,且不要效法於從前蒙昧無知放縱私慾的時候 (14節)。“蒙昧無知的時候” 在原文中的意思是 “有時帶有故意視而不見的想法。” 例如,最近透過發送 “你幸運獲得數百萬盾獎金” 的訊息的詐欺行為猖獗。類似這樣的詐騙新聞雖然已經瘋傳,但仍然頻頻發生。其實當我們收到如此的訊息時,直覺上就是 “這似乎不可能, 似乎是欺詐”. 然而獎金的誘惑使我們感到好奇而被蒙蔽了,以致我們被情慾所牽引,被我們的慾望或貪婪所控制, 而最終我們被欺騙了.然後我們就覺得自己像個傻瓜,其實聖靈已經讓我們的良心感覺到這是不對的. 故此, 神的話語提醒我們保持聖潔,成為不屈服於情慾之下做個順服的子民。


    “信徒在聖潔中扮演的角色,

    就是約束自己的心,謹慎自守專心盼望。

    過著順服基督而不依循情慾的生活。”



    作 者:椰嘉基督徒會堂萬登岸堂會 – 熊滿生傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 在什麼情況下我很容易依循自己的情慾?為什麼?

    2. 我如何在保持聖潔中約束心、並在這件事上謹慎且順服神?



    8 min
  • 28-4-2024 - Peran Manusia Dalam Kekudusan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 1:13-15a

    Penulis : G.I. Aman


    Pernahkah Anda mendengar kisah atau mengalami sendiri, ketika berbagi kabar baik tentang keselamatan kepada seseorang yang belum percaya, lalu orang tersebut menanggapi, “Wah, enak amat ya jadi orang Kristen, sekali diselamatkan tetap selamat untuk selamanya, kalau begitu bisa buat dosa terus saja, kan pasti selamat...” Memang betul ketika Yesus mati di kayu salib, seluruh hutang dosa kita sudah dibayar lunas. Dalam 1 Petrus 1:1-12 Petrus juga mengajarkan kepada orang-orang pendatang (ay. 2), yaitu orang-orang yang dipilih sesuai rencana Allah Bapa (ay. 2), menerima suatu bagian yang tidak binasa, yang tersimpan di sorga (ay. 4) yaitu keselamatan (ay. 5-10), namun salah total dan fatal jika berpikir kita tinggal duduk tenang, ongkang-ongkang kaki, buat dosa dengan bebas dan pasti selamat. Pada nas hari ini, Petrus menjelaskan kepada orang pendatang tersebut bahwa ada peran manusia dalam merespons keselamatan, ada tanggung jawab yang menjadi bagian kita sebagai orang percaya sekalipun telah memiliki keselamatan, yaitu “menjadi kudus di dalam seluruh hidup (ay. 15)” kita.


    Lalu apa peran yang dapat atau perlu kita lakukan dalam menjadi kudus tersebut? Pertama, Firman mengajarkan bahwa kita perlu “menyiapkan akal budi kita, untuk waspada dalam meletakan pengharapan kita seluruhnya kepada kasih karunia Yesus Kristus”. Kita sebagai warga kerajaan sorga yang hidup seolah sebagai pendatang di bumi ini, mungkin sering kali harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan (ay. 6) seperti konsumerisme, hedonisme, dll. Dan ketika tidak waspada, akal budi kita bergeser dalam meletakan pengharapan mungkin kepada kekuatan dan kehebatan diri sendiri, kepada harta yang kita miliki, kepada orang lain atau kepada kekuatan-kekuatan lain yang bukan Kristus.


    Kedua, Firman menegaskan bahwa kita perlu hidup dalam ketaatan dan jangan menuruti hawa nafsu pada waktu kebodohan (ay. 14). “Waktu kebodohan” dalam bahasa aslinya* diartikan “sometimes with the idea of willful blindness/ terkadang dengan gagasan kebutaan yang disengaja”. Sebagai contoh, belakangan ini marak penipuan dengan mengirimkan pesan bahwa Anda beruntung mendapatkan hadiah uang jutaan rupiah. Berita penipuan seperti ini sudah viral diberitakan, namun masih sering dan banyak terjadi. Padahal saat orang menerima pesan tersebut, sebenarnya sudah ada firasat ini sepertinya tidak mungkin, sepertinya penipuan, namun tawaran iming-iming hadiah tersebut, membuat kita penasaran dan menjadi buta sehingga kita terseret hawa nafsu, kita dikuasai oleh keinginan/ keserakahan kita, lalu akhirnya tertipu. Lalu kita merasa seperti orang bodoh, padahal Roh Kudus sudah memberikan firasat hati nurani bahwa ini hal yang tidak benar. Untuk itu Firman mengingatkan agar kita menjaga kekudusan dengan menjadi anak-anak taat yang tidak terbawa hawa nafsu.


    “Orang percaya memiliki peran dalam kekudusan yaitu untuk menyiapkan akal budi dan waspada dalam meletakan pengharapan. Dan hidup dalam ketaatan kepada Kristus dengan tidak menuruti hawa nafsu.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Dalam hal apa saja yang saya mudah menuruti hawa nafsu dan mengapa?

    2. Bagaimana cara saya untuk memakai akal budi, waspada terhadap hal tersebut dan menaati Tuhan dalam menjaga kekudusan?


    6 min
  • 27-4-2024 - 去做就對了 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    創世紀12:1-4


    現今的交通方式發生了許多變化並使旅行變得更加方便。其中之一是,網路出租車的出現使許多人去任何地方也不再害怕迷路,而且效率更高。我也經常使用網路出租車。儘管我不認識路,但我相信那位我不認識的司機會帶我到目的地。那些網路出租車司機甚至很多時候沒有使用谷歌地圖導航,因為他們對目的地的方向已經很熟悉。


    亞伯蘭後來改名為亞伯拉罕接到神要他離開的命令。他被呼召離開他的本地和本族, 前往神要指示他的地方。神賜福於亞伯蘭一個應許,就是必叫他成為大國, 蒙祝福,叫他的名字為大,並且他也要叫別人得福。藉著這個命令,亞伯蘭被考驗,是否他相信神過於他所看到的。因為亞伯蘭必須去一個他所未知的地方。神並沒有說出來他所要去之地,只提祂要向亞伯蘭指示那地方。獨特的是,亞伯蘭一句話也沒説,也沒問要往何處、走哪條路,而是迅速執行了神的命令(第4節)。亞伯蘭順服神的引導,因為他專注於引導他的那位,而不是專注於他要走的路或要去的地方。他以完全的順服和信心,聽從神的命令,心甘情願地離開了他的本地和本族。


    如同亞伯蘭,神也將引導我們迎向祂從一開始就計劃好的事情。亞伯蘭的順服為我們樹立了順服神的引導的榜樣。亞伯蘭的行動就像那句著名的口號 “去做就對了”。更多時候我們不明白神在我們生命中所設計的道路。我們只需要像亞伯蘭那樣有信心和順服,也就是專注於引導我們的那位,而不是專注於我們所要走的路。


    “專注於引導我們道路的神,

    而不是專注於所要走的道路。”


    作 者:椰嘉基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – Daniel Kristiawan傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    需要思考的问题:

    1. 是什麼讓你不順從神的引導?

    2. 是什麼讓你很難對神的引導有信心?


    7 min
  • 27-4-2024 - Just Do It (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kejadian 12:1-4

    Penulis : G.I. Daniel Kristiawan


    Transportasi masa kini banyak mengalami perubahan dan semakin mempermudah perjalanan. Salah satunya kehadiran ojek online membuat banyak orang bepergian ke mana pun tidak takut lagi akan tersesat dan lebih efisien. Saya pun sering kali menggunakan ojek online. Meski saya tidak mengetahui jalan-jalan yang dilalui, tetapi saya mempercayai driver (yang tidak saya kenal) membawa saya ke tempat tujuan. Bahkan tak jarang driver ojek online tidak menggunakan google maps, karena sudah menguasai arah tujuan.


    Abram yang seringkali kita kenal sebagai Abraham di perintah oleh Tuhan untuk pergi. Ia dipanggil keluar dari negeri dan sanak saudaranya menuju ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Tuhan memberkati Abram dengan sebuah janji, yakni menjadi bangsa yang besar, akan diberkati, namanya akan masyhur, serta akan menjadi berkat. Dengan perintah ini Abram diuji apakah ia mempercayai Allah lebih jauh daripada apa yang dilihatnya. Sebab Abram harus pergi ke negeri yang tidak ia ketahui. Allah tidak menyebutkan nama negeri yang harus dituju, Ia hanya menyebutkan sebuah negeri yang akan ditunjukkan-Nya kepada Abram. Uniknya, Abraham tidak berkata sepatah kata pun, alih-alih bertanya ke mana ia akan pergi dan jalan mana yang akan dilalui, Abram justru dengan sigap melakukan perintah Tuhan (Ayat 4). Abram taat kepada pimpinan Tuhan, karena ia fokus kepada Pribadi yang memimpin-Nya, bukan fokus kepada jalan atau tempat yang akan dituju. Dengan ketaatan dan iman yang penuh ia mematuhi perintah Tuhan dan meninggalkan negeri serta sanak saudaranya dengan rela.


    Seperti halnya Abram, Tuhan akan memimpin kita kepada hal-hal baik yang telah Ia rencanakan sejak semula. Langkah ketaatan Abram memberikan teladan kepada kita untuk taat pada pimpinan Tuhan. Tindakan Abram tersebut seperti sebuah slogan terkenal “just do it”. Sering kali kita tidak memahami jalan Tuhan yang rancang dalam kehidupan kita. Kita hanya perlu memiliki iman dan ketaatan seperti Abram, yakni fokus kepada Pribadi yang memimpin, bukan melihat jalanan yang ditempuh.


    “Fokuslah pada Pribadi Tuhan yang memimpin jalan kita, bukan pada jalan yang kita lalui.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa yang membuat Anda tidak taat pada pimpinan Allah?

    2. Apa yang membuat Anda kesulitan untuk beriman pada pimpinan Allah?


    5 min
  • 26-4-2024 - 雖然黑暗仍然發光 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰福音8:12


    Ignes fatui 是一個拉丁術語,意思是“誤導性的火/光”。這是指夜間的自然現象,地面上有可見的光浮現,特別是在沼澤或潮濕地地區。這種光的出現是由潮濕土壤或有機體釋放的天然氣燃燒引起的。儘管它並不危險,但 Ignes fatui 經常會迷惑或誤導旅行者/遊客,因為它的光看起來像火焰或遠處的燈。


    在今天的經文中,耶穌堅定地向文士和法利賽人表示,祂是就是世界的光。祂將自己稱為“世界的光”,這比喻將祂描述為屬靈之光的源泉並為人類帶來啓示。這是關於耶穌作為神的兒子來到世界上拯救人類的神性之陳述。耶穌的陳述也指向《舊約》中有關彌賽亞來臨的預言,如《以賽亞書》9:1-2 講述有關向那些生活在黑暗中的人所出現的光。今天的經文也訴説有關光明與黑暗之間的對比, 也是約翰著作中反覆出現的主題。光代表神的同在和祂的真理,而黑暗代表罪惡、謬論和人類的困惑。在祂的聲明中, 耶穌應許所有跟隨祂的人都將避開罪惡的黑暗,並獲得“生命的光”。生命的光的意義是充滿平安的生命以及與祂同享永生。


    許多人跟隨並追求導致毀滅和滅亡的虛假之光。那些虛假之光不僅僅是神靈或偶像,但也可能是財富和崇高的地位。認為這一切比耶穌更重要或為首要的話意味著我們正在追逐/跟隨虛假之光。只有耶穌才是賜予平安和永生的真正之光。只單單認識和仰望是不夠的,我們必須跟隨祂、相信祂、並與祂同行。我們仍然能成為在充滿黑暗之世界裡的光的唯一方法就是依附於真正之光的源泉,就是耶穌。


    “耶穌是唯一能賜予平安和永生的真光。”


    作 者:椰嘉基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – Daniel Kristiawan傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 你對於繼續依附在真正之光的源泉(耶穌)的承諾是什麼?

    2. 你個人與真正之光(耶穌)的相遇是如何開始的?


    6 min
  • 26-4-2024 - Meski Gelap Tetap Terang (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 8:12

    Penulis : G.I. Daniel Kristiawan


    Ignes fatui adalah istilah Latin yang berarti “api/cahaya yang menyesatkan”. Ini merujuk pada fenomena alam pada malam hari, di mana ada cahaya yang terlihat melayang di atas tanah, terutama di daerah rawa atau lahan basah. Munculnya cahaya ini disebabkan oleh pembakaran gas alam yang terlepas dari tanah basah atau organik. Meski tidak berbahaya, Ignes fatui sering kali membingungkan atau menyesatkan pelancong/wisatawan, karena cahayanya bisa terlihat seperti nyala api atau lampu yang jauh.


    Dalam Yohanes 8:12, Yesus mengungkapkan dengan tegas kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi bahwa Ia adalah terang dunia. Dia mengidentifikasi diri-Nya sebagai “terang dunia”, sebuah metafora yang menggambarkan sebagai sumber terang rohani dan membawa pencerahan bagi umat manusia. Ini adalah pernyataan tentang keilahian Yesus sebagai Anak Allah yang turun ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Pernyataan Yesus juga merujuk pada nubuat dalam Perjanjian Lama tentang kedatangan Mesias, seperti yang tercantum dalam Kitab Yesaya 9:1-2, yang berbicara tentang terang yang muncul bagi mereka yang hidup dalam kegelapan. Yohanes 8:12 mencakup kontras antara terang dan kegelapan, yang merupakan tema yang sering muncul dalam tulisan Yohanes. Terang mewakili kehadiran Allah dan kebenaran-Nya, sementara kegelapan mewakili dosa, ketidakbenaran dan kebingungan manusia. Dalam pernyataan-Nya, Yesus menjanjikan bahwa siapa pun yang mengikuti-Nya akan terhindar dari kegelapan dosa dan akan memperoleh “terang hidup”. Arti terang hidup (zoe) ini adalah hidup yang penuh dengan kedamaian dan kehidupan yang kekal bersama-Nya.


    Banyak orang mengikuti dan mengejar terang-terang palsu, yang menuntun pada kehancuran dan kebinasaan. Terang-terang palsu bukan hanya ilah-ilah atau berhala, tetapi bisa juga kekayaan dan kedudukan yang tinggi. Menganggap hal-hal tersebut lebih penting atau utama daripada Yesus, berarti kita sedang mengejar/mengikuti terang palsu. Terang sejati hanya lah Yesus, yang memberikan kedamaian dan kehidupan kekal. Tidak cukup hanya mengetahui dan memandanginya saja, kita harus mengikuti-Nya, percaya kepada-Nya, dan berjalan bersama-Nya. Satu-satunya jalan supaya kita tetap menjadi terang di dunia yang penuh kegelapan adalah melekat pada sang sumber terang sejati itu, yakni Yesus.


    “Yesus adalah satu-satunya terang sejati yang memberi kedamaian dan kehidupan kekal.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa komitmen Anda supaya terus melekat pada sumber terang sejati (Yesus)?

    2. Bagaimana awal perjumpaan pribadi Anda dengan terang sejati (Yesus)?


    5 min
  • 25-4-2024 - 將不會迷路 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    詩篇23:1-3


    小時候,幾乎每天下午我都會看到鄰居放羊。回家的路上,牧羊人忙著關注經常停下來吃別人院子裡的植物的羊。小羊沒有跟著羊群走而落在後面甚至迷路的情況也不少見。盡管如此牧羊人耐心地幫助和引導羊群直達到羊圈。由此可見,羊是弱小的動物並完全依賴牧羊人的引導。


    詩篇23篇是大衛對神作為祂子民的好牧者的信賴和盼望的詩歌。在第一節的經文中,我們可以看到關於神如何以溫柔和智慧帶領和引導祂子民滿有意義的表達。大衛自己曾經是一個牧羊人(撒母耳記上17:34-36)。牧羊人背負著高要求的責任。除了為羊群尋找草和水以外,牧羊人也必須保護羊群免受惡劣的天氣和野生動物的侵害,以及把迷失的羊尋回。從他成為牧羊人的經驗中,大衛明白牧羊人對羊群有多麼的關心、溫柔的愛和引導。正是透過這首詩篇大衛描述了神作為好牧者對祂所愛之人的看顧和引導。在第三節中,大衛也強調神一定會引導祂的子民走義路,不會讓他們誤入歧途。


    我們就像弱小的羊,需要牧者,如果沒有神的引導和愛,我們就無法走在正確的方向。每個信徒的生命肯定會有各種各樣的掙扎,甚至有很多問題是無法避免的。然而透過大衛的詩我們被提醒,神是好牧人,不會引領祂的子民走向洶湧的水面,而是平靜的水面; 不是引領到枯草地上,而是到青草地上; 也不是引導走在錯誤的路上,而是走在義路上。因此,作為神的子民,我們需要繼續不斷地以充分的認識和堅定的信心跟隨祂的引導,因為神的引導不會使我們誤入歧途。


    “神的引導不會使我們誤入歧途,

    而是引導我們走在義而平靜的道路上。”


    作 者:椰嘉基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – Daniel Kristiawab傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 是什麼讓你常常迷失、遠離神真理的道路?

    2. 你採取什麼步伐來繼續不斷地行走在神的真理中?


    6 min
  • 25-4-2024 - Tidak Akan Tersesat (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Mazmur 23:1-3

    Penulis : G.I. Daniel Kristiawan


    Sewaktu kecil hampir setiap sore saya melihat tetangga menggembalakan domba-dombanya. Dalam perjalanan pulang, gembala tersebut disibukkan dengan domba-domba yang sering berhenti dan memakan tanaman di pekarangan rumah orang lain. Tak jarang juga domba-domba yang masih kecil tidak mengikuti kawanan domba yang ada, sehingga mereka terpelosok, tertinggal bahkan tersesat. Meski demikian gembala tersebut dengan sabar menolong dan menuntun domba-dombanya hingga sampai ke kandang. Hal itu menunjukkan bahwa domba merupakan hewan yang lemah dan bergantung penuh pada tuntunan gembala.


    Mazmur 23 merupakan nyanyian Daud yang penuh dengan kepercayaan dan pengharapan kepada Allah sebagai Gembala yang baik bagi umat-Nya. Dalam ayat-ayat pertama, kita dapat melihat ungkapan yang penuh makna tentang bagaimana Allah memimpin dan membimbing umat-Nya dengan kelembutan dan kebijaksanaan. Daud sendiri pernah menjadi seorang gembala (1 Sam 17:34-36). Seorang gembala mengemban tugas yang banyak tuntutannya. Selain harus mencari rumput dan air bagi domba-dombanya, seorang gembala juga harus melindungi kawanan domba terhadap cuaca yang buruk, binatang yang buas serta mencari dan membawa kembali setiap domba yang tersesat. Dari pengalamannya sebagai gembala, Daud memahami bagaimana kepedulian, kasih yang lembut, dan tuntunan dari seorang gembala terhadap kawanan dombanya. Dan melalui Mazmur inilah Daud menggambarkan kepedulian dan tuntunan Allah sebagai Gembala yang baik terhadap umat yang dikasihi-Nya. Di ayat yang ketiga, Daud juga menekankan bahwa Allah pasti menuntun ke jalan yang benar dan tidak membiarkan umat-Nya tersesat.


    Kita seperti domba-domba lemah yang butuh seorang gembala, jika tanpa tuntunan dan kasih Allah, kita tidak akan mampu berjalan pada arah yang benar. Setiap orang percaya tentu memiliki berbagai pergumulan dalam hidup, bahkan ada banyak persoalan yang tidak dapat dihindari. Namun melalui nyanyian Daud ini, kita diingatkan bahwa Allah sebagai Gembala yang baik tidak akan membawa umat-Nya ke air yang bergolak, melainkan ke air yang tenang; bukan ke padang rumput yang kering, melainkan ke padang yang berumput hijau; dan bukan pada jalan yang sesat, melainkan jalan yang benar. Maka, sebagai umat-Nya kita perlu dengan penuh kesadaran dan iman yang teguh untuk terus mengikuti pimpinan-Nya, karena pimpinan Allah tidak akan menyesatkan.


    “Pimpinan Allah tidak akan menyesatkan, tetapi membawa ke jalan yang benar dan menenangkan.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa yang membuat Anda sering kali tersesat dan menjauh dari jalan kebenaran Allah?

    2. Langkah apa yang Anda lakukan untuk tetap berjalan dalam kebenaran Allah?


    5 min
  • 24-4-2024 - 風暴帶來的祝福 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬可福音 4:39-41


    “風雨過後,出現彩虹。” 這是一句至理名言,意思是在我們克服了非常艱難或困難或沈重的痛苦之後,我們可以從那件事中學到美好而有價值的東西。今天我們讀經是繼續昨天的經文,門徒和耶穌經歷了一場驚人肆虐的暴風,門徒們在暴風過去後,是否得到彩虹的美麗?


    耶穌的一些門徒的職業是漁夫,所以他們的生活方式就是出海打魚,因為他們是靠捕魚、賣魚為生。作為漁夫,他們已經習慣了大海中的暴風雨、海浪翻騰海水湧入船中的事。但他們似乎還是第一次經歷這樣的暴風,這是他們一生中最猛烈的暴風,神的話說明暴風來勢非常猛烈,看來他們還是第一次經歷波浪打入船內、甚至船要滿了水。(第37節),所以他們這次害怕喪失性命(第38節)然而,暴風平息後,風平浪靜,甚至非常平靜(第39節),當門徒們說:“這個人是誰,連風和海也聽從他了?” 時,他們經歷了一件非常美好的事情,非常寶貴的經歷。也就是說,門徒們進一步瞭解耶穌是誰。若看馬可福音第四章之前按照先後次序所記載的內容,到目前為止,門徒們就只知道耶穌是一個能行神跡趕鬼的人物(第1章),治癒癱瘓的人(第2章),治癒枯乾了一隻手的人,以及治好各種疾病(第3章)。然而,這一次門徒們知道耶穌有能力勝過風和浪、勝過自然,而不僅僅是勝過邪靈和疾病。


    與此同時,也有很多人沒有到對岸(第36節),他們活在不需要擔心被淹死的情況下,即使當時暴風威力強大到登陸岸上,很多生活在陸地上的人也能跑進自己的房子避難,不用擔心會被淹死在湖裡。若是有一天,刮了一場可怕的暴風,當時主耶穌在這樣的情況下邀請我們乘船到對岸去,豈不是那些沒有跟隨耶穌的群眾會害怕喪命,而且認為是去赴死亡的邀請?但對于擁有這段寶貴經驗的耶穌門徒來說,他們對上帝有了更深的信心,並且可以將風暴視為再次看到上帝作為的過程,感受上帝的力量發生在他們的生活中,並更多地認識耶穌,正如約翰福音17章第3節所強調的:“認識你獨一的真神,並且認識你所差來的耶穌基督,這就是永生。”


    “與基督一起經歷生命的風暴,

    帶來的祝福是認識基督乃是暴風之主”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會- 熊滿生傳道

    翻譯員:張賽瓊



    默想的問題:

    1. 想想你過去經歷過的一場“風暴”,那件事是如何結束的?

    2. 你可以從風暴中學到哪些關於神的祝福或美好而有價值的事情?


    8 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian