
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : 1 Korintus 12:21-26
Penulis : G.I. Oliviana Cong
Dalam sebuah pertandingan sepak bola, berbondong-bondong orang datang dan berkumpul memenuhi stadion untuk memberi dukungan kepada tim sepak bola mereka. Mereka datang dari berbagai daerah dan pastinya tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya, namun ketika tim bola mereka mencetak gol, dengan serempak mereka memberikan sorak-sorai. Mereka sepertinya sehati dan sejiwa, tetapi begitu usai pertandingan, mereka tidak peduli satu dengan lainnya, mereka berebut menuju pintu keluar, bahkan tidak sedikit yang beradu ketika tidak sengaja bersenggolan.
Sering kali gereja sebagai kumpulan orang percaya seperti penonton sepak bola. Dalam sebuah ibadah, seluruh jemaat dengan sehati sejiwa memuji Tuhan. Tetapi bagaimana setelah ibadah selesai? Bisa saja tidak ada tegur sapa, apalagi memperhatikan kebutuhan orang-orang sekitarnya. Menurut KBBI, peduli berarti mengindahkan; memperhatikan; menghiraukan. Gereja yang yang peduli berarti gereja yang saling memperhatikan. Gereja diharapkan dapat menjadi komunitas orang-orang yang saling peduli. Itulah yang dikatakan Paulus dalam ayat 26, “... jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.” Untuk dapat memiliki serta menunjukkan sikap kepedulian satu dengan yang lain, diperlukan kesadaran bahwa setiap orang percaya adalah anggota tubuh Kristus, yang tersusun rapi, saling menopang dan saling membutuhkan (ay. 21).
Dalam setiap ibadah yang ada, biarlah kita bukan hanya sehati sejiwa dalam memuji dan menyembah Tuhan, tetapi juga sehati dan sejiwa dalam hal saling memperhatikan dan mempedulikan. Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang peduli, baik ke dalam maupun ke lingkungan sekitar. Dengan senyuman dan perkataan, kita dapat menghibur serta menguatkan orang lain. Tangan kita, dapat kita ulurkan untuk menolong orang yang membutuhkan bahkan seluruh hidup dapat menjadi berkat bagi orang lain jika kita memiliki sikap peduli.
“Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang peduli.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana sikap anda selama terhadap sesama jemaat Tuhan dalam gereja? Apakah Anda memperhatikan kebutuhan mereka?
2. Ketika merenungkan Firman Tuhan hari ini, adakah orang yang terlintas di pikiranmu, yang anda teringat bahwa mereka sedang memerlukan bantuan saat ini? Jika ada, bertindaklah!
腓立比书 2:1-4
Furusato是一种日本文化,意思是我们自古以来居住的村庄。Furu的意思是古老,sato 的意思是村庄。长期居住在一个村庄的人们统称他们的社区为“家乡”。家乡社区的生活方式是尊重长辈、宽容、友爱、互助、勤奋、遵守纪律、合作精神。他们是一个坚定致力于保持团结和忠诚的小,社群。家乡文化也应用于日本的教会中。礼拜结束后,会众立即齐心协力拖地、打扫厕所、打扫教堂庭院。他们将家乡文化视为信徒群体的本质和特征。
在今天的经文中,保罗提醒腓立比的会众要始终生活在充满仁爱和怜悯的团契中,同心、同意、同目标,不求私利或虚荣,因为所有这些都会在教会或群体中引发分裂。 接下来,保罗给出了信徒群体如何生活在充满爱且合而为一的团契中的方法,那就是保持谦卑的态度。一个怀有谦卑态度的人会将别人视为比自己更重要的人,能够看到别人的优点和才干,并意识到自己的弱点、失败和局限。克兰菲尔德在他的书《彼得前书》中说:“只有当基督徒谦卑和勇敢地维持他们在基督里的合一时,才能体现出这种团契。 所以他们把合一看得比自己的利益更重要。对福音不会有深刻的教义分歧,这些教义来自我们不完美但不应被低估的理解而成为我们分离或疏远的借口,而是成为更真诚地寻求团契、聆听和听从基督的声音的激励。”
这段时间里我们的教会或群体的生活怎么样?是否有谦卑、相互尊重和关怀的态度?在第5至8节中,保罗提醒腓立比的会众和每一位信徒基督的榜样:“你们当以基督耶稣的心为心。祂本有神的形象,不以自己与神同等为强夺的,反倒虚己,取了奴仆的形象,成为人的样式;既有人的样子,就自己卑微,存心顺服以至于死,且死在十字架上。” 像家乡文化一样,让我们拥有谦卑的态度,互相尊重和彼此相爱,因为这是教会或基督教群体的本质和特征。
“信徒群体的本质和特征就是效法基督的生活。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – 張明慧傳道
翻譯員:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 这段时间里你堂会的群体是怎么样的群体?
2. 你会成为创建一个充满爱心的群体的先锋,
而不需要其他人来启动吗?
你的承诺是什么?
Nats Alkitab : Filipi 2:1-4
Penulis : G.I. Oliviana Cong
Furusato merupakan budaya Jepang, yang berarti desa yang sejak dulu kita diami. Furu berarti lama dan sato berarti desa. Orang-orang yang sudah lama bermukim di sebuah desa secara bersama menyebut komunitas mereka furusato. Adapaun gaya hidup komunitas furusato yakni respek terhadap senior, tenggang rasa, akrab, saling tolong-menolong, bekerja keras, disiplin dan berjiwa kerja sama. Mereka merupakan komunitas kecil dengan komitmen yang kuat untuk memelihara keutuhan dan kesetiaan. Budaya furusato pun dikembangkan dalam gereja-gereja yang ada di Jepang. Selesai ibadah, jemaat langsung bergotong royong mengepel lantai gereja, membersihkan toilet dan menyapu halaman gereja. Mereka menjunjung budaya furusato sebagai hakikat dan ciri dari komunitas orang percaya.
Dalam nas hari ini, Paulus memberi nasihat kepada jemaat di Filipi untuk senantiasa hidup dalam persekutuan yang penuh kasih dan belas kasihan, dengan sehati sepikir, satu jiwa, satu tujuan, tidak mencari kepentingan diri atau puji-pujian yang sia-sia, karena semua itu merupakan pemicu perpecahan dalam sebuah gereja atau komunitas. Selanjutnya Paulus memberikan cara, bagaimana komunitas orang percaya dapat hidup dalam persekutuan yang penuh kasih dan bersatu, yakni miliki sikap rendah hati. Dengan sikap rendah hati maka seseorang akan dapat menganggap orang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri, dapat melihat kelebihan dan karunia orang lain serta menyadari kelemahan, kegagalan, dan keterbatasan diri sendiri. Menurut Cranfield dalam bukunya, The First Epistle of Peter mengatakan, “Persekutuan seperti itu hanya akan terwujud bila orang Kristen rendah hati dan cukup berani mempertahankan kesatuan yang mereka miliki dalam Kristus, . . sehingga berani lebih mementingkan kesatuan itu daripada kepentingan mereka sendiri . . sehingga berani tidak membuat perbedaan-perbedaan doktrin yang dalam tentang Injil itu doktrin-doktrin yang berasal dari pemahaman kita yang belum sempurna namun tidak boleh diremehkan menjadi dalih untuk memisahkan diri atau menjauhkan diri, tetapi justru menjadi pendorong untuk lebih tulus mencari persekutuan, untuk mendengar dan menaati suara Kristus.”
Bagaimana dengan kehidupan bergereja atau dalam komunitas kita selama ini? Apakah ada sikap rendah hati, saling menghormati, menghargai dan peduli? Dalam ayat 5-6, Paulus mengingatkan kepada jemaat di Filipi dan setiap orang percaya akan teladan Kristus, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (ayat 6-8). Seperti budaya furusato, mari miliki sikap rendah hati, saling menghormati serta saling mengasihi karena itulah hakikat dan ciri dari gereja atau komunitas Kristen.
“Hakikat dan ciri dari komunitas orang percaya adalah meneladani hidup Kristus.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Seperti apa komunitas yang ada di gereja lokal Anda selama ini?
2. Maukah Anda menjadi pelopor dalam menciptakan komunitas yang penuh kasih tanpa menuntut orang lain untuk memulainya? Apa komitmenmu?
马可福音2:13-17
有人告诉我他对一间教堂感到失望。 他既不富有,也没受过教育,生活很简单。 有一次,他去那间教堂做礼拜。他高兴地走到前面的座位坐了下来。忽然来了一个同工,要他换到另一个座位,并说前面的座位是留给事奉者、和神的仆人。此人一听,就离开了教堂,从此再也不想去教堂了。
上述真实故事只是“教会”(一群信徒)如何对待邻舍的一个例子。在今天的经文中,我们强调法利赛人和文士的态度。 他们是谁?文士是研究律法的人,是律法专家。而 “法利赛人”是一群犹太人,他们将自己与其他人分开并认为自己与其他人不同。 所以,法利赛人中的文士是指专门研究、考察律法的法利赛人。他们做些什么?当他们看到耶稣与税吏和罪人一起吃饭时批评耶稣(第16节)。耶稣坐下来和他们一起吃饭并不意味着耶稣对他们所做的事情有所妥协。耶稣恨恶罪,但他怜悯罪人。 不过那些文士、税吏以及犯罪的人都不值得被爱。耶稣回应文士们的批评,回答说:“康健的人用不着医生, 有病的人才用得着. 我来本不是召义人、乃是召罪人。”
文士的态度是一种专属的态度,认为自己比他人高一等,更受人尊敬,更光荣,更公义。这种态度不应该存在于教会或群体中。因为这种专属的态度只会带来教会的分裂,阻碍传福音,不但不能成为祝福,反而成为别人的绊脚石。
“就像上帝看待你一样去看待别人。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – 張明慧傳道
翻譯員:陈虹霞
需要思考的问题
1. 你如何看待你的邻舍?
2. 你是否去过一个独特的教堂或群体?若去过。你从该教会或群体了解到或感受到哪些负面影响?
Nats Alkitab : Markus 2:13-17
Penulis : G.I. Oliviana Cong
Ada seorang yang bercerita kepada saya jika ia pernah kecewa dengan salah satu gereja. Ia bukan orang yang kaya dan juga tidak terpelajar, hidupnya sederhana. Suatu kali, ia pergi ke gereja tersebut untuk beribadah. Dengan sukacita ia menuju ke sebuah bangku paling depan dan duduk di sana. Tiba-tiba datang seorang pelayan yang memintanya untuk pindah ke bangku yang lain dan mengatakan bahwa bangku paling depan diperuntukkan kepada para pelayan dan hamba Tuhan. Mendengar hal tersebut, orang ini pergi dari gereja dan tidak pernah mau lagi ke gereja.
Kisah nyata di atas hanyalah salah satu contoh bagaimana ‘gereja-gereja’ (kumpulan orang percaya) memperlakukan sesamanya. Dalam nas hari ini, kita menyoroti sikap ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi. Siapakah mereka? Ahli Taurat adalah orang-orang yang mempelajari Taurat dan ahli dalam hukum Taurat. Sedangkan kata “golongan Farisi” adalah golongan orang Yahudi yang memisahkan diri dari orang lain dan mereka menganggap dirinya berbeda dari orang lain. Jadi, yang dimaksudkan ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi yakni orang-orang Farisi yang khusus mempelajari dan menyelidiki Taurat. Apa yang mereka lakukan? Mereka mengkritik Yesus, ketika melihat Yesus makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa (ayat 16). Yesus duduk makan dengan mereka bukan berarti Yesus kompromi dengan apa yang mereka lakukan. Yesus membenci dosa, namun Ia berbelas kasihan kepada pendosa. Tetapi bagi ahli-ahli Taurat, para pemungut cukai dan orang berdosa tidak layak untuk dikasihi. Yesus menanggapi kritikan ahli-ahli Taurat dengan menjawab, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Sikap ahli-ahli Taurat adalah sikap eksklusif, yang menganggap diri hebat, terpandang, terhormat dan benar dibanding orang lain. Sikap ini tidak boleh ada dalam gereja maupun dalam sebuah komunitas. Karena sikap eksklusif yang demikian hanya akan membawa perpecahan dalam gereja, menghambat penginjilan serta tidak menjadi berkat malahan menjadi batu sandungan bagi orang lain.
“Pandanglah sesama, sebagaimana Allah memandang Anda.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana cara Anda memandang sesamamu selama ini?
2. Apakah Anda pernah berada dalam gereja atau komunitas yang eksklusif?
Jika pernah. Dampak negatif apa yang pernah Anda ketahui atau rasakan dari gereja atau komunitas tersebut?
使徒行傳 10:34-36
耶穌喜愛世上小孩,世上所有的小孩。
不論紅黃黑白棕,都是耶穌心寶貝。
耶穌喜愛世上所有的小孩。
一首主日學歌曲講述了耶穌的愛不分膚色、種族或國家。 這就是耶穌的愛,對世上所有人的愛。
使徒行傳第10章講述了上帝如何吩咐彼得去向非猶太人的哥尼流和他的家人傳福音。對於猶太人來說,與非猶太人交往是嚴格禁止的(第28節)。甚至猶太人也認為外邦人不在上帝的恩典之內。然而,上帝想要推倒長久以來已建造的隔離牆。這之前, 在異象中,當彼得上到房頂禱告時,一塊大布降下來,裡面有各種各樣的動物。聽到有聲音告訴他;要他宰了吃。我們需要知道的是,猶太人對於食物有嚴格的規定,只允許吃凡蹄分兩瓣、倒嚼的走獸, 除此之外都被認為是不潔淨的(利未記11章)彼得當然拒絕了,因為他從來沒有吃過不潔淨之物 (第9-14節)。但到了第15節, 那聲音又對彼得說: “上帝所潔淨的, 你不可當作俗物”。這種情況發生了三次。彼得曾經稱外邦人為不潔淨的,但是現在上帝卻預備了彼得讓他去向哥尼流和他的家人傳福音。最終,據經上所說哥尼流和他的家人都悔改並受洗了(第48節)。
上帝愛所有的人、所有種族和國家。同樣,上帝的教會(信徒)在群體和教會中也應該如此,不再偏待哪個種族?富有還是貧窮?有沒有受過教育?有沒有職位?體面還是不體面?在上帝面前,我們都是一樣的,都是有罪的人,都蒙上帝賜予救贖之恩,因此我們沒有什麼可以自豪和驕傲的。
"偏待, 是其中一种看不起别人、
感觉自己是最好、最對的态度。"
作 者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所-張明慧傳道
翻譯員:張賽瓊
思考的問題:
1. 在事奉中或教會中,你是否曾經有過偏待的態度?
如果有的話,是什麼讓你有這樣的行為?
2. 今天學習神的話語後,你的承諾是什麼?
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 10:34-36
Penulis : G.I. Oliviana Cong
Yesus cinta semua anak, semua anak di dunia
Putih kuning dan hitam, semua dicinta Tuhan
Tuhan cinta semua anak di dunia.
Sebuah lagu Sekolah Minggu yang menceritakan bagaimana cinta kasih Yesus yang tidak memandang warna kulit, suku maupun bangsa. Itulah kasih Yesus, kasih kepada semua manusia di dunia ini..
Kisah Para Rasul pasal 10 ini mengisahkan bagaimana Petrus disuruh Allah untuk pergi memberitakan Injil kepada Kornelius dan keluarganya, yang bukan merupakan orang Yahudi. Bagi orang Yahudi, bergaul dengan orang yang bukan Yahudi, merupakan sebuah larangan keras (ay. 28). Bahkan orang Yahudi menganggap bangsa-bangsa lain berada di luar kasih karunia Allah. Namun, Allah hendak meruntuhkan tembok-tembok pemisah yang selama ini sudah terbangun. Sebelumnya, dalam sebuah penglihatan, disaat Petrus naik ke ruang atas rumah untuk berdoa, ada kain lebar yang turun dan di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang. Terdengar suara yang mengatakan agar ia menyembelih dan memakannya. Perlu kita ketahui, bahwa orang-orang Yahudi mempunyai peraturan yang ketat tentang makanan, mereka hanya diperbolehkan makin daging binatang mamah biak dan berkuku dua, selain dari itu dianggap najis dan haram (Imamat 11). Tentu Petrus menolaknya, karena ia tidak pernah memakan sesuatu yang haram (ay. 9-14). Namun dalam ayat 15, suara itu kembali berkata kepada Petrus, “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau katakan haram.” Hal ini terjadi sampai tiga kali. Petrus yang pernah menyebut orang bukan Yahudi sebagai orang yang najis, tetapi kini Allah mempersiapkan Petrus untuk pergi memberitakan Injil kepada Kornelius dan keluarganya. Terakhir dikisahkan Kornelius dan keluarganya bertobat dan dibaptis (ay. 48).
Allah mengasihi semua orang, semua suku dan bangsa. Demikian juga seharusnya dengan Gereja Tuhan (orang-orang percaya) dalam sebuah komunitas dan bergereja, tidak lagi memandang dari suku mana? Kaya atau miskin? Terpelajar atau tidak? Mempunyai jabatan atau tidak? Terpandang atau tidak? Di hadapan Allah, kita semua sama yakni manusia berdosa yang telah dikaruniakan anugerah keselamatan, karena itu tidak ada yang perlu kita banggakan dan sombongkan.
“Pandang bulu, merupakan salah satu sikap merendahkan orang lain dan merasa diri paling baik, dan benar.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Dalam melayani maupun bergereja, pernahkah Anda memiliki sikap pandang bulu?Jika pernah, apa yang membuat Anda bersikap demikian ?
2. Apa komitmen Anda setelah belajar Firman Tuhan hari ini?
以弗所書 2:13-21
當讀到這個主題時,也許我們大多數人都會問:"有沒有一間沒有圍牆的教會呢?儘管答案是 “有的”,但這裡的“牆”是一個形容詞。眾所周知,牆的功能是作為屏障或將一個房間與另一個房間隔斷。同時,這裡的“教會”,除了指人們聚集敬拜的地方(建築物)外,還指在敬拜的群體(會眾)。因此,我們可以將沒有圍牆的教會定義為信徒和尚未相信主的人之間不再有障礙或分隔的教會或信徒群體。
自從人犯罪後不僅破壞了人與上帝的關係,也破壞了人與人之間的關係。看不起人的態度; 認為自己是最正義的; 不能接受別人的缺點, 這一切都是人類跌入罪中的結果。但值得感恩的是, 藉著耶穌的寶血,人與上帝的關係得以恢復。“遠離“ 上帝的人, 如今已經得 “親近”(13節),“敵對” 的成為 “和睦”(14節) 並被描述為隔離牆 (上帝與人之間)已被拆除. 耶穌的寶血不僅恢復了人與上帝的關係, 也恢復了人與人之間的關係. 然而,實際上, 在教會生活中, 我們仍然發現許多教會將個人的種族, 地位和背景視為我們是否能夠接納他進入我們教會或群體的條件. 在第19節中,保羅清楚地提醒以弗所教會,也提醒我們, 我們每個人都是聖徒, 都是上帝家庭中的成員。接下來第21節, 我們被描述為一座排列整齊的房屋, 以基督為房角石。這意味著沒有任何一個人是更好、更能幹、更偉大、更聰明,每個人在基督裡都同樣寶貴, 有價值, 有功用。
作為已經得恢復與上帝和好的人,在教會或群體中,我們不應該再建造“牆”(自我封閉; 孤立排他;歧視種族、宗教和文化; 身份和地位等等)。我們一起拆除長期以來將我們彼此隔離的“牆”,讓我們像基督接納我們一樣去接納其他人; 如同基督愛我們一樣地去愛。
“若耶穌拆毀了人與上帝之間的‘牆’,
我們又是誰, 要與鄰舍之間建造"牆"呢?
作 者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所-張明慧傳道
翻譯員:張賽瓊
思考的問題:
1. 在此期間,我們是否還建造“牆”,使我們無法接受教會或群體中的其他人? 那牆是什麼?
2. 今天神的話語給你的勸戒是什麼?
Nats Alkitab : Efesus 2:13-21
Penulis : G.I. Oliviana Cong
Ketika membaca tema ini, mungkin sebagian besar dari kita bertanya, “Apa ada gereja yang tidak memiliki tembok?” Meski jawabannya ada, namun, kata ‘tembok’ di sini merupakan sebuah kata kiasan. Seperti yang kita ketahui bahwa fungsi dari sebuah tembok yakni sebagai penghalang atau pemisah ruangan satu dengan ruangan lainnya. Sedangkan kata ‘gereja’ di sini, selain artinya tempat di mana orang berkumpul untuk beribadah (gedungnya), juga berarti kumpulan orang yang beribadah (orangnya). Jadi, gereja tanpa tembok dapat kita artikan sebagai gereja atau kumpulan orang-orang percaya yang lagi tidak memiliki penghalang (menghalangi) atau pemisah (memisahkan diri) di antara orang percaya maupun dengan orang yang belum percaya.
Kejatuhan manusia dalam dosa, bukan hanya merusak hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga merusak relasi manusia, satu dengan lainnya. Sikap memandang rendah; menganggap diri paling benar; tidak bisa menerima kekurangan orang lain, semua itu merupakan akibat kejatuhan manusia dalam dosa. Namun bersyukur, melalui darah Yesus, relasi manusia dengan Allah dipulihkan. Manusia yang “jauh” dari Allah menjadi “dekat”(ay. 13), “berseteru – diperdamaikan” (ayat 14), dan digambarkan seperti tembok pemisah (antara Allah dan manusia) yang diruntuhkan. Darah Yesus, bukan hanya memulihkan relasi manusia dengan Allah, tetapi juga memulihkan relasi manusia dengan sesamanya. Namun kenyataannya, dalam kehidupan bergereja, masih banyak kita temukan gereja yang memandang suku, status serta latar belakang seseorang sebagai syarat kita dapat menerima mereka dalam gereja atau komunitas kita. Dalam ayat 19, jelas Paulus mengingatkan kepada jemaat di Efesus dan juga kepada kita bahwa setiap kita adalah orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Dilanjutkan dalam ayat 21, kita digambarkan seperti bangunan yang rapi tersusun, dengan Kristus sebagai batu penjuru. Ini artinya tidak ada yang lebih baik, pandai, hebat, dan pintar, semua orang sama berharga, bernilai, berfungsi di dalam tubuh Kristus.
Sebagai orang yang sudah dipulihkan dan diperdamaikan dengan Allah seharusnya di dalam bergereja atau berkomunitas, kita tidak lagi mendirikan ‘tembok’ (menutup diri; eksklusif; memandang suku, agama dan budaya; memandang status dan jabatan; dlsb). Bersama kita runtuhkan ‘tembok’ yang memisahkan kita dengan sesama kita selama ini dan mari kita menerima orang lain seperti Kristus menerima kita; mengasihi seperti Kristus mengasihi kita.
“Jika Yesus telah meruntuhkan ‘tembok’ pemisah antara manusia dengan Allah, siapakah kita sehingga hendak membangun ‘tembok’ dengan sesama kita?”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Selama ini masih adakah ‘tembok’ yang kita bangun sehingga kita tidak bisa menerima orang lain dalam gereja atau komunitas kita? Apakah tembok itu?
2. Apa teguran Firman Tuhan hari ini kepada Anda?
马太福音 2:9-11
讲述东方博士朝拜的故事是马太福音的特色之一,其它福音书并没有记载这个故事的情节。这个故事具有非常重要的历史价值,也是一个非常深刻的道德和信仰教导。这些博士们可非一般人,他们来到伯利恒惊动了合城的人,也使希律王感到心里不安。根据基督教传统,他们是来自玛代波斯的天文学家(占星术士)。他们是生活在没有期盼弥赛亚的外邦人。
奇特的是,他们却得知弥赛亚诞生的启示,并亲自前往迎接祂的诞生。博士们从他们的家乡前往伯利恒的路程并不是很短的路途,在当时,可能需要好几天甚至好几周的时间。漫长的路途需要付出巨大的代价,不仅费用高,而且路途艰辛、风险大,他们还可能会在半路遇到强盗。博士们为了朝见基督,愿意付上一切代价。当他们看见了婴儿耶稣,就俯伏敬拜,他们还带来了黄金、乳香和没药等礼物,这些礼物,通常是献给国王的供物。
这个东方博士的故事实在很触动人心,他们是多么认真地努力去朝见主耶稣。这里的重点不是他们带来了什么,而是他们亲自到那里敬拜基督为王。这对我们来说是一个重要的问题,我们是否把自己的生命交托给上帝,并为祂的荣耀而奉献一切?我们是否在生活中敬拜基督为王呢?基督是和平之君,如果我们把生命交托给祂,祂就会把祂的平安充满我们的生命。祂也会赐予我们真正的生命意义。
“基督为我们降生到世上,
带给我们盼望与真正的平安,
让祂成为你生命的主宰,
并将你的生命奉献给祂。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 謝感恩傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 今年的圣诞,你会向基督献上什么礼物?
2 你有多渴望在这次圣诞节亲身体验与基督相遇?
From the publisher's feed