
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Matius 2:9-11
Penulis : G.I. Noptianus Zendrato
Penuturan kisah tentang orang-orang Majus dari Timur merupakan salah satu keunikan tersendiri dari Injil Matius, kisah ini tidak dicatat dalam Injil-injil yang lain. Kisah ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting dan juga pelajaran moral dan iman yang sangat dalam. Orang-orang majus sebenarnya bukanlah orang-orang yang sembarangan, buktinya kedatangan mereka ke Betlehem cukup menggemparkan dan hal itu cukup menggelisahkan raja Herodes. Menurut tradisi Kristen, mereka adalah ahli astrologi (ilmu perbintangan) dari Media-Persia. Mereka adalah orang-orang non Yahudi yang tidak hidup dalam pengharapan Mesianik.
Uniknya, mereka menerima anugerah untuk mengetahui petunjuk-petunjuk kelahiran Mesias, dan mereka datang sendiri untuk merayakan kelahiran-Nya. Perjalanan orang-orang Majus dari negerinya ke Betlehem bukanlah perjalanan yang singkat, pada masa itu, perjalanan itu bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Perjalanan itu membutuhkan pengorbanan yang sangat besar, membutuhkan biaya perjalanan yang tidak sedikit, tenaga dan risiko perjalanan yang tidak mudah, bisa saja mereka bertemu dengan perampok di tengah jalan. Orang-orang Majus rela membayar itu semua demi untuk bertemu dengan Kristus dan ketika mereka bertemu mereka sujud menyembah, mereka juga membawa persembahan yaitu emas, kemenyan dan mur, persembahan yang umum diberikan kepada raja pada masa itu
Kisah orang-orang Majus ini cukup mengharukan, betapa seriusnya usaha mereka untuk bisa bertemu dengan Tuhan Yesus. Poin pentingnya di sini bukan pada apa yang mereka bawa, tetapi kehadiran mereka secara langsung di sana untuk menyembah Kristus sebagai raja. Hal ini menjadi pertanyaan penting bagi kita? Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menyambut Kristus dalam hidup kita seperti orang-orang majus ini? Sudahkah kita membawa hidup kita kepada Tuhan dan mempersembahkan semuanya untuk kemuliaan-Nya? Dan sudahkah Kristus itu kita sembah sebagai raja dalam hidup kita? Kristus adalah raja damai, jika kita membawa hidup kita kepada-Nya maka Dia akan memenuhi kehidupan kita dengan damai Sejahtera-Nya. Dia akan memberikan kita makna hidup yang sejati.
“Kristus lahir kedalam dunia untuk kita, untuk memberikan kita pengharapan dan damai Sejahtera yang sejati, sambutlah Dia sebagai Tuhan dalam hidup anda dan persembahkanlah hidup anda kepada-Nya”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Di natal kali ini, apa yang akan anda persembahkan kepada Kristus?
2. Seberapa rindukah anda untuk mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Kristus di momen natal kali ini?
马太福音 1:23
自从人类犯罪堕落以来,人类就远离上帝的同在,这引起了焦虑与混乱。人类的情况并没有日渐好转,世界上反而出现了越来越多的罪孽和邪恶。由于远离上帝,人类失去了生活的方向,对上帝的渴望永远得不到满足。但无论如何,没有人能凭借一己之力到上帝的面前。
基督诞生的信息给每个人带来很大的盼望,因为降临的基督将被称为以马内利,意思是上帝与我们同在。没有什么消息比这个更耸动的了,因上帝将再次与我们同在。这意味着所有渴望上帝而引起的焦虑,将会得到治愈;每个人都将有新的盼望,重新拥有真正的生命意义。今生没有什么比与上帝团契更重要的。上帝的同在是人类生活一切问题的答案;上帝的同在遮盖了人类所有的缺陷;上帝的同在使人过着最佳美充实的生活,并充满真正的平安。
以马内利是我们文明史上充满盼望的大喜消息。现在重要的问题是,你如何迎接祂进入你的生活?再过几周,我们将会纪念一件非常重要的事件,即透过基督的诞生应验了以马内利的应许,你会如何迎接祂呢?接下来的问题是,自从你认识祂以后,你有真正地享受过祂的同在吗?祂的同在已经成为你生活中的一部分了吗?许多基督徒并没有真正生活在上帝的平安中,因为他们没有亲近上帝,也没有与上帝建立亲密的关系。上帝只被当成“紧急服务”似的,只在必要时才呼求。这无异于浪费上帝的恩典。上帝已怜悯我们让我们能更接近祂,如果我们却远离祂,这实在是太可惜了。与上帝建立亲密的关系,并享受祂丰富的恩典吧!
“以马内利,上帝与我们同在,
上帝希望永远与我们亲近。
如果你想过着真正平安的生活,
迎接祂成为你生命中的王,
并与祂建立特殊的关系吧!”
作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 謝感恩傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 上帝的同在对你个人来说意味着什么?
2. 从现在开始,你对与上帝的关系有何承诺?
Nats Alkitab : Matius 1:23
Penulis : G.I. Noptianus Zendrato
Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia jauh dari hadirat Allah, hal itu menyebabkan kegelisahan dan kekacauan. Semakin hari keadaan manusia tidak semakin baik, sebaliknya semakin banyak dosa dan kejahatan bermunculan dalam dunia. Karena jauh dari Allah, manusia kehilangan arah hidup dalam mengalami dahaga akan Allah yang tidak pernah terpuaskan. Namun apalah daya, tidak ada seorang pun yang dapat menjangkau hadirat Allah dengan kekuatannya sendiri.
Berita kelahiran Kristus memberikan pengharapan yang sangat besar bagi setiap orang, sebab Kristus yang datang akan disebut Imanuel yang artinya Allah beserta kita. Tidak ada berita yang lebih besar dari berita ini, Allah akan kembali menyertai kita. Ini artinya bahwa segala dahaga akan Allah yang menimbulkan kegelisahan itu akan disembuhkan dan setipa orang memiliki pengharapan yang baru untuk kembali memiliki makna hidup yang sejati. Tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup ini selain Persekutuan dengan Allah. Hadirat Allah adalah jawaban dari semua persoalan hidup manusia, hadirat Allah menutupi semua celah kekurangan manusia, hadirat Allah membuat seseorang hidup maksimal dan dipenuhi oleh damai sejahtera yang sejati.
Imanuel adalah berita pengharapan yang sangat besar dalam sejarah peradaban kita. Sekarang pertanyaan pentingnya adalah, bagaimana anda menyambut-Nya dalam hidup anda? Beberapa minggu lagi kita akan memperingati peristiwa yang sangat penting, yaitu penggenapan janji Imanuel melalui kelahiran Kristus, bagaimana anda akan menyambut-Nya? Pertanyaan selanjutnya adalah, selama ini, sejak anda mengenal-Nya apakah anda sungguh-sungguh menikmati penyertaan-Nya? Sudahkah hadirat-Nya menjadi bagian dari hidup anda? Banyak orang Kristen yang belum sungguh-sungguh hidup dalam damai sejahtera Allah oleh karena mereka tidak mendekatkan diri kepada Tuhan dan tidak membangun relasi dengan-Nya. Tuhan hanya dijadikan seperti “layanan panggilan darurat” hanya dicari ketika perlu. Itu sama saja menyia-nyiakan anugerah Tuhan. Tuhan sudah bermurah hati untuk mendekatkan diri-Nya kepada kita, sangat disayangkan jika kita yang malah menjauh dari-Nya. Bangunlah relasi yang dekat dengan Tuhan dan nikmatilah kelimpahan anugerah-Nya.
“Imanuel, Allah beserta dengan kita, Allah ingin selalu dekat dengan kita. Jika anda ingin hidup dalam damai Sejahtera yang sejati, sambutlah Dia sebagai raja dalam hidup anda dan bangunlah relasi yang special dengan-Nya”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa makna penyertaan Allah bagi anda secara pribadi?
2. Apa komitmen anda dalam relasi anda dengan Tuhan mulai saat ini?
创世记 50:19-21
我们都一致同意在我们现实生活中有许多事情是我们难以理解的。生活总是处处有惊喜和困难。持守信仰将会帮助我们明智地应对一切。让我们回想一下,之前所经历过最艰难的日子。那段艰难的日子对你现在有何影响?我确信我们各自都有许多不同的经历,而所有经历的结论大体上都是相似的:倘若我们仍然持守对主的信仰来面对,苦难背后总会隐藏着荣耀的事件。
当然,人生每一个过程并不总是自己一个人过,有时这个过程还涉及其他人。因此,我们不应该太自我,我们千万不要以为整个人生过程都是艰难辛苦的,而它们总是以我们为“主角”,我们必须心胸开阔地接纳一个事实,即有时我们只是个“配角”;这意味着有时上帝允许我们遇到艰难的问题,然而却是要来成全祂在他人身上的计划和旨意。
约瑟的一生就是一个例子。约瑟人生经历了百般痛苦。约瑟因被兄弟背叛出卖为奴隶,而失去了享受父母之爱的那段宝贵时刻。他在异国他乡的生活并不顺利,除了过着奴隶的生活,他也曾遭受诽谤,并被下在监牢里,但他仍然坚强。令人意想不到是,在这些挫折或困境的背后,却隐藏着上帝荣耀的计划,约瑟竟然在故事的结局成为埃及的宰相。有趣的是,约瑟并没有将自己的观点局限于自己,即便当所有艰难的日子都过去,他也达到人生的巅峰时,约瑟也从未有报复的心。他反而从上帝的计划和旨意的角度来理解自己的人生旅途,他饶恕了他的兄弟们,甚至承诺会照顾他们。约瑟不仅成功地与他的过去和解,而且更进一步给他的家人带来和谐。让我们以此为我们生活的启示。
“我们在这一生中并不孤单,
我们不是一切的中心,
上帝有时会用我们的生命来帮助别人,
反之亦然,
这完全取决于上帝的计划和旨意。
作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 謝感恩傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 你对你所经历过的痛苦持着什么态度?你心中是否还存留着难以释怀的恩怨,而还在搅扰着你内心的平安?
2. 你愿意让自己按照上帝的旨意和方式为祂的荣耀所使用吗?你的承诺是什么?
Nats Alkitab : Kejadian 50:19-21
Penulis : G.I. Noptianus Zendrato
Kita semua tentunya sepakat bahwa ada banyak hal yang terkadang sulit kita pahami dari setiap kenyataan hidup kita. Kehidupan itu selalu menyimpan banyak kejutan dan kesulitan. Dengan tetap beriman akan menolong kita untuk menyikapi segala hal dengan bijak. Mari kita mengingat sejenak titik tersulit yang pernah anda alami sebelumnya. Apa dampak proses berat itu bagi anda saat ini? Saya yakin kita punya banyak cerita, dan kesimpulan dari semuanya rata-rata sama, selalu ada hal mulia dibalik penderitaan jika kita tetap tegar menghadapinya dalam iman kepada Tuhan.
Setiap proses kehidupan tentunya tidak selalu hanya melibatkan kita seorang diri, terkadang proses itu melibatkan orang lain. Oleh sebab itu seharusnya kita tidak boleh egois, kita tidak boleh berpikir bahwa semua proses hidup yang sulit itu selalu bertujuan untuk kita sebagai “tokoh utama”, kita harus berbesar hati menerima kenyataan bahwa terkadang kita hanya mendapat “jatah tokoh figuran”, artinya terkadang Tuhan mengizinkan kita terlibat dalam masalah yang berat tetapi untuk menyatakan rencana dan kehendak-Nya untuk orang lain.
Kisah hidup Yusuf ini adalah salah satu contohnya. Yusuf melewati banyak kenyataan hidup yang pahit. Yusuf kehilangan momen berharga dalam hidupnya untuk menikmati kasih sayang orang tuanya karena ia dikhianati dan dijual menjadi budak oleh saudara-saudaranya. Di negeri asing, hidupnya tidak berjalan mulus, di samping hidup sebagai budak, ia juga difitnah dan di penjara, namun dia tetap tegar. Tidak ada yang menduga bahwa dibalik semua kenyataan pahit itu ternyata ada rencana Tuhan yang mulia, diakhir cerita Yusuf menjadi orang kedua di Mesir. Menariknya Yusuf tidak membatasi pandangannya pada dirinya sendiri, Yusuf tidak merasa layak untuk balas dendam ketika semua proses berat itu berlalu dan dia sampai di puncak. Dia malah memaknai perjalanan hidupnya dari sudut pandang rencana dan kehendak Allah, dia mengampuni saudaranya bahkan menjanjikan pemeliharaan mereka. Yusuf tidak hanya berhasil berdamai dengan masa lalunya tetapi dia malah selangkah lebih maju, dia membawa perdamaian di dalam keluarganya. Mari kita jadikan hal ini sebagai inspirasi bagi kita.
“Kita tidak sendirian dalam kehidupan ini, kita bukan pusat dari semuanya, terkadang Tuhan memakai hidup kita untuk orang lain begitu juga sebaliknya, semua tergantung dari rencana dan kehendak Allah”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana sikap anda selama ini terhadap pengalaman pahit yang anda lewati? Apakah masih ada dendam yang sulit kita lepaskan dalam hati kita dan hal itu merusak damai dalam hati kita?
2. Maukah anda merelakan diri anda untuk dipakai oleh Allah – sesuai dengan kehendak dan cara-Nya sendiri – untuk kemuliaan-Nya? Apa komitmenmu?
歌罗西书 3:12-15
有这么一所独特传统的学校,每位学生会管理员每天都得佩戴一枚分发给他们的徽章。那枚徽章不仅是为了显示他们的身份,也是为了提醒他们的特殊身份。这种特殊身份既是一种荣耀,也是一种责任。他们必须成为守纪律和遵守学校规则的好榜样和先锋。这种传统多年来都一直持守着,被认为在教导学生承担与赋予他们的特殊地位伴随的巨大责任方面非常有效。
上帝选民的身份其实也是一种特殊身份。那既是一种荣耀,也是一种责任。每一个拥有上帝选民身份的信徒都有责任成为上帝在世界上的和平先锋。我们是上帝的儿女,我们也是上帝在这个因罪而变得黑暗的世界中的代表。这就是为什么使徒保罗在这段经文中强调我们每个信徒都要存怜悯、恩慈、谦虚、温柔和忍耐的心。“存” 意味着将这一切都融入我们的生活方式。
如果我们去香水店,那儿通常都会有一个专门的货架,放置几种可以试用的产品,目的是让消费者有机会享用香水的芳香,并会有兴趣购买。试想一下,如果同样的原则也适用于我们的信仰生活;我们让我们的生活成为彰显上帝的爱的展架;我们每个人都成为施怜悯的先锋;我们很容易饶恕那些憎恨我们的人;我们把所有的怨恨抛到九霄云外,仍然爱那些伤害我们的人;我们也活出慷慨的生命;我们给予那些缺乏的人;我们也在上帝的恩典中活出生命典范;我们不排斥异己,也不骄傲自大。相反的,我们温柔谦卑,总是宽容接纳别人的软弱和错误。如果每个信徒真正让这一切成为我们的生活样貌,上帝的平安将会实现在世上。
‘‘成为和平先锋的呼召
是我们作为上帝儿女固有的身份,
没有人比我们更有责任去实现其目标。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 謝感恩傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 你作为上帝儿女如何回应成为上帝在世界上带来和平的先锋的呼召呢?
2. 你在不久的将来会做些什么来为你周围的环境带来上帝的平安?
Nats Alkitab : Kolose 3:12-15
Penulis : G.I. Noptianus Zendrato
Ada sebuah tradisi unik yang diterapkan kepada setiap pengurus OSIS di salah satu sekolah, yaitu mereka diberikan sebuah pin yang harus mereka pakai setiap hari. Pin itu bukan hanya untuk menunjukkan identitas mereka tetapi sebagai pengingat status khusus mereka. Status khusus itu adalah sebuah kehormatan dan juga tanggungjawab. Mereka harus menjadi panutan dan pelopor kedisiplinan serta kepatuhan kepada aturan sekolah. Tradisi itu dipelihara selama bertahun-tahun dan dinilai cukup efektif untuk mengajarkan siswa akan tanggung jawab besar yang mengikuti setiap status khusus yang dipercayakan kepada mereka.
Status sebagai umat pilihan Allah juga sebenarnya juga adalah status khusus. Itu adalah sebuah kehormatan dan juga tanggungjawab. Setiap orang yang menyandang status umat pilihan Allah bertanggungjawab menjadi pelopor damai sejahtera Allah dalam dunia. Kita adalah anak-anak Allah, kita adalah representasi Allah di dalam dunia yang gelap karena dosa. Itulah mengapa dalam nas ini rasul Paulus menegaskan agar setiap kita mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemalembutan dan kesabaran. Mengenakan artinya adalah menjadikan semua itu sebagai gaya hidup kita.
Jika kita pergi ke toko parfum, di sana biasanya disediakan sebuah rak khusus untuk beberapa produk yang boleh dicoba, tujuannya adalah agar konsumen berkesempatan menikmati keharuman parfum tersebut dan tertarik untuk membelinya. Coba pikirkan jika prinsip yang sama diterapkan dalam kehidupan iman kita; kita menjadikan hidup kita alat peraga kasih Allah; setiap kita menjadi pelopor belas kasihan; kita mudah mengampuni orang lain yang membenci kita; kita membuang segala dendam dan tetap mengasihi orang yang menyakiti kita; kita juga hidup dalam kemurahan hati; kita memberi kepada mereka yang berkekurangan; kita juga menghidupi paradigma kehidupan dalam anugerah Allah; kita tidak eksklusif dan angkuh. Sebaliknya kita bersikap lemah lembut dan selalu berbesar hati kepada kelemahan dan kesalahan orang lain. Jika setiap orang percaya benar-benar menjadikan semua itu sebagai gaya hidup, damai sejahtera Allah itu akan sungguh-sungguh nyata di tengah dunia.
“Panggilan untuk menjadi pelopor damai melekat pada identitas kita sebagai anak-anak Allah, tidak ada yang paling bertanggungjawab menggenapinya selain kita”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana sikap anda selama ini sebagai pelopor damai sejahtera Allah di tengah-tengah dunia sesuai dengan panggilan anda sebagai anak-anak Allah?
2. Apa yang akan anda lakukan dalam waktu dekat untuk menghadirkan dalam sejahtera Allah dalam lingkungan sekitar anda?
马太福音 15:18-20上节
有一项小型研究发现,每位女性平均每天要说两万个词,而男性平均每天只说七千个词。这项研究结果发表在卢安.布里曾丹(Louanne Brizendine) 撰写的《女性大脑》一书中。这表示我们每天都有数千,甚至数以万计的机会向世界宣讲基督的平安。重要的问题是,基督的平安真的在我们心中掌权,并成为一种坚定的精神来祝福世界吗?
今天的经文是有关主耶稣在回应法利赛人批评门徒们吃饭时不洗手所讲的比喻的解释。主耶稣说,污秽是从心里发出来的,一颗有罪恶的心,将会说出从罪恶之灵所生的言语,而一颗圣洁的心,将会说出从上帝慈爱与平安之灵所生的真理。现今的言语用词,当然与主耶稣的时代相比,显然已经发生了很多转变。科技的发展扩展了“文字”的含义,它不再是我们口头上所说出的话语,还包括我们在社交媒体上键入和分享的内容。当然,这必须是我们要特别关注的,即我们所说的每一句话都必须是带来平安并荣耀上帝的话语;还有,我们用手指键入的所有文字,无论是我们与私人进行信息交流,或是透过社交媒体公开分享的内容都应当如此。
在这信息爆炸的时代,我们的话语无论是带来和平或者是制造混乱;荣耀上帝或羞辱祂名都蕴含着巨大的力量。因此,我们应当密切注意我们所说的每一句话。除了我们这些上帝儿女之外,没有人更有责任透过言语为世界带来和平。
“话语是我们真实身份的反映,
出于爱与真理的话语蕴含着
给世界带来和平巨大的力量。
作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 謝感恩傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 你是否曾经根据上帝的真理来反省你无论是在口头上所说的,或是你在社交媒体上所键入的言语?你在传达信息时遇到过什么问题?
2. 在今天的灵修反思中,你对你所说的每一句话都是荣耀上帝的机会, 有何反应?
Nats Alkitab : Matius 15:18-20a
Penulis : G.I. Noptianus Zendrato
Ada sebuah penelitian kecil yang menemukan bahwa setiap wanita rata-rata mengeluarkan 20.000 kata setiap hari, sementara pria rata-rata mengeluarkan 70.000 kata setiap hari. Hasil penelitian tersebut dimuat dalam buku “The Female Brain” yang ditulis oleh Louanne Brizendine. Ini menunjukkan bahwa setiap hari kita memiliki beribu-ribu bahkan puluhan ribu kesempatan untuk menyatakan damai Kristus kepada dunia. Pertanyaan pentingnya adalah sungguhkah damai Kristus itu sudah memerintah dalam hati kita dan menjadi sebuah spirit yang sangat kuat untuk memberkati dunia?
Nas hari ini merupakan penjelasan Tuhan Yesus tentang perumpamaan yang ia sampaikan ketika ia menjawab orang-orang Farisi yang mengkritik para murid yang tidak membasuh tangan pada saat makan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa kenajisan itu muncul dari hati, hati yang belum beres dari dosa akan mengeluarkan perkataan yang lahir dari spirit dosa, sementara hati yang telah dikuduskan akan mengeluarkan perkataan-perkataan kebenaran yang lahir dari spirit kasih dan damai sejahtera Allah. Berbicara tentang perkataan pada zaman sekarang tentunya sudah mengalami banyak pergeseran dari zaman Tuhan Yesus. Perkembangan teknologi memperluas pengertian “perkataan”, yaitu tidak lagi hanya melulu kepada apa yang kita ucapkan secara verbal tetapi termasuk apa yang kita ketik dan kita bagikan di sosial media kita. Tentunya ini harus menjadi perhatian khusus bagi kita, setiap perkataan yang kita ucapkan haruslah perkataan yang membawa damai dan memuliakan Tuhan, demikian juga segala perkataan yang kita ketik dengan jari kita, baik yang kita tujukan kepada orang lain secara personal maupun apa yang kita bagikan secara luas melalui sosial media kita.
Pada era ledakan teknologi informasi saat ini, perkataan kita memiliki kekuatan yang sangat besar, baik untuk membawa damai atau menciptakan kekacauan; memuliakan Tuhan atau mempermalukan nama-Nya. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan dengan saksama setiap perkataan kita. Tidak ada orang lain yang paling bertanggungjawab untuk membawa damai ditengah dunia melalui perkataan selain kita anak-anak Tuhan.
“Perkataan adalah cerminan dari jati diri kita yang sesungguhnya, perkataan yang lahir dari spirit kasih dan kebenaran memiliki kuasa yang sangat besar untuk membawa damai ditengah dunia”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Pernahkah anda mengevaluasi perkataan anda – baik yang anda ucapkan secara verbal maupun yang anda ketik di sosial media anda – di dalam terang kebenaran Allah? Apa persoalan anda dalam berkata-kata?
2. Apa respons anda tentang pemahaman dalam renungan hari ini bahwa setiap kata yang anda ucapkan adalah kesempatan untuk memuliakan Allah?
Nats Alkitab : Matius 5:9
Penulis : G.I. Noptianus Zendrato
Ada sebuah film animasi terkenal berjudul Finding Nemo. Film tersebut menceritakan tentang seekor anak ikan yang masih kecil yang terpisah dari ayahnya dan tersesat di tengah laut. Pada saat tersesat, nemo dilanda kesedihan dan ketakutan yang sangat mencekam, oleh karena alam yang liar dan kejam tidak memaklumi keadaannya. Nemo menjalani seluruh waktunya dalam kebingungan dan kehampaan seperti kehilangan arah hidupnya. Banyak orang yang sangat menyukai film ini karena ke seruan alur ceritanya, tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa sebenarnya kisah Nemo melukiskan sepenggal gambaran kehidupan manusia ketika jatuh dalam dosa. Dosa membuat manusia terpisah dari Allah dan terjebak dalam kehampaan dan kegelisahan tanpa pengharapan. Sejatinya, manusia hidup dalam damai sejahtera Allah, akan tetapi dosa merusak semuanya.
Syukur kepada Tuhan oleh karena anugerah-Nya yang Ia nyatakan melalui karya salib Kristus Yesus. Setiap orang yang mau percaya kepada Tuhan Yesus dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat akan diperdamaikan dengan Allah dan diterima kembali sebagai anak-anak Allah. Tentu saja pemulihan relasi ini sangat berdampak pada pemulihan diri orang percaya, hadirat Allah memberikan sukacita dan damai sejahtera yang sejati yang tentunya akan nyata dalam cara hidup. Artinya seorang yang sudah hidup dalam Kristus seharusnya menjadi pembawa damai, jika tidak maka iman orang tersebut patut untuk dipertanyakan.
Dalam nas ini tadi, Tuhan Yesus berfirman bahwa “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Ini artinya adalah bahwa jika kita membawa damai di tengah dunia, itu sama saja mendeklarasikan bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita akan menjadi orang yang berbahagia. Kebahagiaan kita yang paling utama tentunya adalah karena kita menggenapi Tujuan hidup kita yaitu menjadi saksi Allah dan memuliakan Dia. Biarlah ini semakin menjadi penyemangat bagi kita untuk terus menjadi pembawa damai di tengah-tengah dunia yang telah kehilangan damai karena dosa.
“Kita adalah orang yang paling mengerti hakikat damai yang sesungguhnya oleh karena kita hidup dalam damai sejahtera Allah setiap hari, kita adalah orang yang paling mengerti bagaimana membawa damai itu dalam dunia sebab kita adalah anak-anak Allah”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Sudahkah anda sungguh-sungguh mengalami damai Sejahtera yang sejati melalui iman anda kepada Kristus Yesus?
2. Bagaimana cara anda mendeklarasikan identitas anda sebagai anak-anak Allah selama ini? Sudah anda menjadi pembawa damai?
From the publisher's feed