
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : 2 Samuel 12:9-17
Penulis : G.I. Rinna
Air Lupa Cinta “忘情水” adalah satu lagu yang dilantunkan Andy Lau, penyanyi legendaris asal Hongkong. Salah satu lirik lagunya menuturkan bahwa, “yang paling melukai dan paling menyakitkan adalah penyesalan”. Penyesalan dapat membuat hidup kita terpenjara oleh masa lalu yang tiada hentinya menorehkan duka mendalam. Apalagi kita menyaksikan dan merasakan akibat buruk dari keputusan atau perbuatan di masa lalu. Terkadang kita menengok ke belakang dan berkata, “andai waktu bisa kuputar kembali ”.
Daud dalam kehidupannya pun tidak lepas dari penyesalan akibat perbuatan dosa di masa lalu. Akibat dosa Daud, Tuhan menegurnya melalui Nabi Natan. Tidak berhenti di situ, kemudian Tuhan mendatangkan hukuman dan malapetaka atas keluarganya (ayat 11-12). Daud sangat berduka ketika diberitahukan bahwa anak yang dikandung oleh Batsyeba akan mati (ayat 14). Bahkan kehidupan Daud selanjutnya juga diwarnai duka karena pemberontakan Absalom, anak yang dikasihinya.
Penyesalan tentu saja melahirkan rasa duka. Apakah Tuhan Yesus dapat menyembuhkan duka dari sesal kita? John Piper menuliskan tentang dua jenis penyesalan, yaitu penyesalan yang Ilahi dan penyesalan duniawi. Penyesalan duniawi akan mengarahkan diri kita pada rasa malu dan hina karena perbuatan kita, sebaliknya penyesalan Ilahi justru yang membawa kita kepada pertobatan dan keselamatan. Tentu saja Allah menghendaki penyesalan Ilahi dari kita, sekalipun ada dukacita yang harus kita lalui. Firman Tuhan jelas menyatakan, “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian (2 Kor. 7:10). Daud mengakui bahwa dirinya telah berdosa kepada Tuhan, namun penyesalannya membuat dirinya bertobat. Seperti pertobatan dari penyesalan Daud, itu juga yang akan Tuhan dikehendaki atas diri kita. Tuhan tidak pernah menyerah dengan kita. Kasih karunia Tuhan mendatangkan pemulihan hati dan pembaruan hidup.
“Penyesalan yang Tuhan kehendaki adalah hati yang bertobat”.
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Luangkan waktu sejenak untuk menoleh ke belakang, masih adakah penyesalan yang mengganggu hidup Andak?
2. Bersediakah Anda mengambil waktu untuk memohon pengampunan dari Tuhan?
撒母耳記下12:9-17
《忘情水》是香港傳奇歌手劉德華演唱的一首歌曲。其中一句歌詞說,「最傷最痛是後悔」。後悔會讓我們的生活被一段永遠不會停止且留下深深悲傷的過去囚禁。更何況我們看見並感受到過去所做的決定或行動的不良後果。有時我們回顧過去會說:“如果時光能夠倒流就好了。”
大衛的一生並無法免於因過去所犯的罪而後悔。由於大衛犯罪,神透過先知拿單責備他。事情並沒有就此停止,然後神從他家中興起懲罰和禍患(11-12節)。當大衛得知拔示巴所懷的孩子必定要死時,他感到非常悲傷(第14節)。甚至, 大衛後來的生活也因他所愛的兒子押沙龍的叛逆而蒙上了悲傷的色彩。
後悔當然會產生悲傷的感覺。主耶穌能醫治我們後悔的悲傷嗎?約翰派博寫過兩種類型的後悔,即神聖的後悔和世俗的後悔。世俗的後悔會導致我們因自己的行為而感到羞恥和屈辱,而神聖的後悔會引導我們悔改和得救。當然,神要我們有神聖的後悔,儘管我們必須經歷悲傷。神的話語清楚地表示:“因為依著神的意思憂愁,就生出沒有後悔的懊悔來,以致得救,但世俗的憂愁,是叫人死”(哥林多後書7:10)。大衛承認自己得罪了神,但他的後悔使他悔改。就像大衛的後悔一樣,神對我們的心意也是如此。神永遠不會放棄我們。神的恩典帶給我們心靈的恢復和生命的更新。
“神所要的後悔,是一顆悔改的心。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 蕭麗娜傳道
翻譯員:黃瓊楓
思考的問題:
1. 花點時間回顧一下,
還有哪些後悔的事仍然困擾著你的生活?
2. 你願意花時間祈求神的饒恕嗎?
約翰福音4:13-19
面具通常用於將自己呈現為我們想要的樣子,而別人則看不到面具背後的樣貌. 我們內心尚未消失的悲傷常常迫使我們戴上面具來掩蓋我們凌亂的狀態。戴上面具後,我們看起來會很好。這樣的描述在箴言14章13 節中記載:“人在喜笑中,心也憂愁.” 其實,這是一種試圖壓抑或掩蓋悲傷的感覺,希望這悲傷的感覺會自己消失了。然而, 如果我們在生活中必須不斷地戴上面具,那仍然是不愉快的。有時候我們想把面具摘下且渴望有人能看見真正的我們並能接受我們。
耶穌與撒瑪利亞婦人的互動表明耶穌基督的愛是多麼溫柔地打開了她絕望和疼痛的心。其實,這婦人是在尋找水來解內心的乾渴,然而她卻沒有意識到已經離活水泉源那麼近。原來耶穌的出現揭開了她的面具,並成功地讓撒瑪利亞婦人承認她迄今為止所經歷的排擠是她一生中最大的悲傷。
就像撒瑪利亞婦人一樣,絕望, 被拒絕的感覺和孤獨經常成為非常親密的朋友。主耶穌關心我們所經歷的心靈疲勞,亟欲揭開我們用來掩蓋心靈痛苦的面具。祂甚至為我們提供了可以甦醒我們靈魂的活水。敞開我們的心扉吧並迎接祂伸出的愛之手。
“耶穌摘下我們的面具來彰顯祂的慈悲憐憫。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 蕭麗娜傳道
翻譯員:黃瓊楓
思考的問題:
1. 你內心是否還有未恢復的悲傷情緒?
2. 你想向神祈求什麼來幫助你?
Nats Alkitab : Yohanes 4:13-19
Penulis : G.I. Rinna
Topeng biasa digunakan untuk menampilkan diri menjadi apa yang kita inginkan dan orang lain tidak bisa melihat apa yang ada dibaliknya. Kehadiran duka yang belum sirna dalam diri kita sering memaksa kita memakai topeng untuk menutupi keadaan diri kita yang berantakan. Di luar topeng, kita akan terlihat baik-baik saja. Gambaran ini ditulis dalam perkataan Amsal 14:13, “Di dalam tertawa pun, hati dapat merana.” Sesungguhnya ini adalah upaya untuk menekan atau menutup perasaan duka dengan harapan perasaan duka tersebut akan hilang dengan sendirinya. Bagaimana pun, tetap tidak enak jika kita harus terus menerus memasang topeng dalam hidup kita. Terkadang kita ingin melepas topeng diri dan berharap ada yang melihat siapa diri kita sesungguhnya dan bisa menerima diri kita.
Interaksi Yesus dengan perempuan Samaria, menunjukkan betapa lembut kasih Yesus Kristus yang membuka sumur hatinya dengan keputusasaan dan kepedihan hati. Sebenarnya, perempuan itu sedang mencari air untuk dapat menghilangkan kehausan batinnya, namun tanpa disadari dirinya sudah berada begitu dekat dengan sumber Air Hidup itu. Rupanya kehadiran Yesus mampu menguak topengnya dan berhasil membuat perempuan Samaria itu mengakui bahwa penolakan yang dia alami selama ini sebagai duka terbesar dalam hidupnya.
Seperti perempuan Samaria, keputusasaan, rasa tertolak, dan kesepian sering menjadi sahabat yang begitu akrab. Tuhan Yesus peduli tentang kelelahan jiwa yang kita alami dan rindu untuk menguak topeng yang kita pakai untuk menutupi kepedihan jiwa. Dia bahkan menawarkan kepada kita Air Hidup yang dapat menyegarkan kembali jiwa kita. Bukalah hati kita dan sambutlah uluran tangan kasih-Nya.
“Yesus melepaskan topeng kita untuk menyatakan belas kasih-Nya.”
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Adakah rasa duka dalam diri Anda yang masih belum sembuh?
2. Permohonan apa yang ingin Anda sampaikan kepada Tuhan untuk menolongmu?
約伯記 23:1-7
皮克斯的電影《腦筋急轉彎》向我們展示了一個12歲孩子的五種主要情緒.五種基本情緒分別是Joy(喜樂), Sadness(悲傷), Anger(憤怒), Disgust(厭惡)和Fear(恐懼).喜樂是主要性格,也是最占主導的情緒。喜樂的性格是希望一切總是積極的。直到最後當其它情緒開始出現時,一切都改變了。
生命並不總是充滿喜樂的甜蜜。遲早我們都會感受到悲痛的苦澀。約伯的生命看似幸福的,然而後來他卻要經歷失去孩子、失去所擁有的一切,甚至失去健康。若約伯問神是否還善待他, 這是很自然的。身為人的我們可以理解,壞事發生在壞人身上是適當的。但如果不幸的事發生在一個完全正值,敬畏神、遠離惡事的人身上又怎麼樣呢? (約伯記1:1)。在失去所有的過程中,約伯不僅感到悲傷和沮喪,他也憤怒地向神表達了他的悲傷。他大聲呼喊神傾覆他,用網羅圍繞他(約伯記19:6)。他甚至在神面前為自己辯護(約伯記23:1-7)。
憤怒和絕望是悲傷過程中可以理解的一回事。但請記住,神不希望我們沉浸其中太久。沒有解決的憤怒會變成苦毒,使我們變得喜歡論斷和有消極的態度。最終,我們不再相信神是美好的並主宰我們的生命。神了解我們的處境。祂從未離開過我們。透過繼續不斷地依靠祂,我們就意識到人的生命很脆弱,我們被教導接受它作為我們生命裡的一段故事。我們所經歷的悲傷不該使我們遠離神反而是更親近神。
“無論我們陷入悲傷有多深,
神大能的手可以幫助我們。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 蕭麗娜傳道
翻譯員:黃瓊楓
思考的問題:
1. 你的生命中是否仍存有憤怒和絕望的情緒?
2. 生命中的甜蜜苦澀的過程是否讓你更依靠神了呢?
Nats Alkitab : Ayub 23:1-7
Penulis : G.I. Rinna
Film produksi Pixar yang berjudul Inside Out, menyuguhkan kepada kita dengan lima emosi utama seroang anak berusia 12 tahun. Kelima emosi dasar tersebut adalah Joy (sukacita), Sadness (sedih), Anger (marah), Disgust (jijik), dan Fear (takut). Sukacita adalah karakter utama dan emosi yang paling mendominasi. Sukacita ingin segala sesuatu selalu positif. Sampai akhirnya ketika mulai muncul emosi lainnya, segala sesuatu berubah.
Hidup ini tidak selamanya dipenuhi manisnya sukacita. Cepat atau lambat kita semua akan merasakan duka yang pahit. Kehidupan Ayub tampak bahagia, namun kemudian dia harus mengalami kehilangan anak-anaknya, segala miliknya, dan bahkan kesehatannya. Sangat wajar, apabila Ayub bertanya apakah Tuhan masih baik padanya. Sebagai manusia kita bisa mengerti apabila hal-hal buruk menimpa orang jahat adalah hal yang setimpal. Namun bagaimana jika kemalangan justru dialami oleh orang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan? (Ayub 1:1). Dalam kehilangannya, Ayub tidak saja merasakan duka dan terpuruk, tetapi ia dengan marah menyampaikan kesedihannya kepada Allah. Ia berseru bahwa Allah telah berlaku tidak adil dan menebarkan jala atas dirinya (Ayub 19:6). Di hadapan Allah, dia bahkan menyampaikan pembelaan dirinya (Ayub 23:1-7).
Kemarahan dan keputusasaan merupakan bagian dari proses kedukaan yang dapat dimengerti. Namun ingatlah, bahwa Tuhan tidak menghendaki kita terlalu lama berkubang di dalamnya. Kemarahan yang tidak terselesaikan akan menjadi kepahitan dan membuat kita menjadi suka menghakimi dan bersikap negatif. Akhirnya kita menjadi seorang yang tidak percaya lagi bahwa Tuhan itu baik dan berdaulat atas hidup kita. Tuhan mengerti keberadaan kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dengan terus bersandar pada-Nya, kita menyadari bahwa hidup manusia memang rentan akan kerapuhan dan kita diajar untuk menerimanya sebagai bagian dari cerita hidup kita. Kedukaan yang kita alami, hendaknya tidak membuat kita menjauh dari Tuhan, akan tetapi semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
“Sedalam apa pun kita tenggelam dalam lautan duka,
tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong kita”.
Pertanyaan untuk Direnungkan
1. Apakah Anda masih memberi tempat bagi perasaan marah dan putus asa dalam hidup?
2. Dengan manis pahit hidup, apakah proses ini membawa Anda semakin bersandar pada Tuhan?
馬太福音 19:16-26
悲劇的是,歌手惠特妮休斯頓在“葛萊美頒獎典禮”當晚去世。葛萊美獎是一項盛事,也是為最偉大的音樂表演頒獎的活動。許多藝術家都在追逐這個獎項。在接受歐普拉溫芙瑞訪問時,惠特妮表達了自己的空虛,覺得自己所有的成就都毫無意義。她所取得的任何成就都不能讓她的生活感到滿足。惠特尼的生與死,提醒我們世間所有的名利、財富和崇拜都是空虛而毫無意義的。
在耶穌遇見一位富有的年輕人的故事中, 向我們展示了他是如何將財富作為敬拜的對象。所以,當主耶穌叫他變賣一切所有的,分給窮人時,這個年輕人傷心地離開了。這個年輕人的心如此依附於他的財富,以至於他再也看不見自己真正的需求。這位年輕人傷心地離開了,因為他希望耶穌支持他的最終目的沒有實現。這個年輕人的一生都被財富而不是神所控制。他的財富就是他的偶像。蒂莫西·凱勒說:“偶像轄制我們,因為我們覺得必須擁有它,否則生命就沒有意義。”
我們生活要謹慎。許多對偶像的依戀不僅使我們受其控制,而且使我們無法跟隨神。遲早,這種依戀會使我們離神的愛越來越遠。當人們不再從他們的“偶像”中得到享樂時,他們感到悲傷的情況並不少見。其實,我們所需要的真正喜樂與平安只能在我們永恆的主, 救主基督耶穌裡找到。
“依附神的人會相信祂是真正享樂的源泉。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 蕭麗娜傳道
翻譯員:黃瓊楓
思考的問題:
1. 你的心還依附著其它偶像嗎?是什麼樣的偶像?
2. 你如何能始終相信神能為你的生活帶來喜樂?
約伯記2:11-13
好朋友不同於一般朋友或認識的人。認識的人或朋友很可能只是因為某些有利可圖的事情才與我們聯係。而好朋友是那些始終出現在我們無論順境或逆境的人。得有一個好朋友並不容易,因為需要透過在生命中所發生的各種機會長時間的考驗。
好朋友會在我們面臨痛苦時與我們感同身受。今天所的讀的經文關於約伯經歷的不幸也講述了有關以利法、比勒達和瑣法。他們立刻來拜訪,希望能減輕這位好朋友的負擔 (約伯記11)。作為約伯的好朋友,他們非常理解約伯的悲傷。曾經無比風光的他,如今卻淪落到如此屈辱的地步。這些好朋友撕裂外袍、往頭上撒塵土、甚至放聲大哭來表達哀悼。從他們的口中沒有說出任何問題,安慰或勸勉的話,因為那些也許會使正在痛苦和苦毒的約伯更加難受和沉重。
約伯確實很幸運,在他的悲傷中還有好朋友陪伴。至少,他不感到孤獨並且還有人關心。這些好朋友陪伴約伯一起坐了七天七夜(約伯記2-13)。這當然不是一個短暫的時間,更何況是一言不發地度過。雖然約伯的好朋友們沒有說話,但他們确實感受到約伯的痛苦。以利法、比勒達和瑣法明白箴言17:17中所寫的朋友的意義 : “朋友乃時常親愛,弟兄為患難而生。” 同樣,我們也可以做到。我們的同在可以意味感同身受,這比一系列的言語和勸勉來的更好。
“在悲傷時刻的陪伴,比勸勉更有價值”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 蕭麗娜傳道
翻譯員:黃瓊楓
思考的問題
1. 你已經成爲陪伴好朋友度過難關的真正好朋友了嗎?
2. 你願意付出時間給好朋友並為他們面對生活問題禱告嗎?
Nats Alkitab : Ayub 2:11-13
Penulis : G.I. Rinna
Seorang sahabat berbeda dengan sekedar teman ataupun kenalan. Seorang kenalan ataupun teman sangat mungkin hanya berelasi dengan kita untuk hal-hal tertentu dan menguntungkan. Sedangkan seorang sahabat adalah mereka yang selalu hadir dalam kehidupan kita baik dalam keadaan suka maupun duka. Tidaklah mudah untuk mendapatkan sahabat karena perlu diuji dengan waktu melalui pelbagai kesempatan hidup yang terjadi.
Seorang sahabat akan turut merasakan penderitaan yang sedang kita hadapi. Bacaan hari ini memaparkan Elifas, Bildad, dan Zofar perihal kemalangan yang dialami oleh Ayub. Mereka segera datang berkunjung dengan harapan dapat meringankan beban sang sahabat(Ayub 2:11). Sebagai sahabat, mereka sungguh mengerti duka yang dirasakan Ayub. Ia yang dulu hidup penuh dengan segala kemegahan, sekarang menjadi hina dina. Ungkapan rasa turut berdukacita ditunjukkan para sahabat ini dengan mengoyakkan jubah, menaburkan debu di kepala, bahkan mereka ikut menangis dengan suara nyaring. Bibir mereka sama sekali tidak mengajukan pelbagai pertanyaan ataupun kata-kata penghiburan serta pelbagai nasihat, karena semua itu mungkin akan semakin menyusahkan dan memberatkan perasaan Ayub yang sedang kesakitan dan kepahitan.
Sungguh beruntung Ayub yang mempunyai sahabat dalam duka. Paling tidak, Ayub tidak merasa sendirian dan masih ada yang peduli pada dirinya. Para sahabat mendampingi Ayub duduk bersama selama tujuh hari tujuh malam (Ayub 2-13). Ini tentu bukanlah waktu yang sebentar, apalagi dilewati dengan tanpa sepatah kata pun. Sekalipun sahabat-sahabatnya tidak berkata-kata, namun sesungguhnya mereka ikut merasakan penderitaan Ayub. Elifas, Bildad, dan Zofar adalah sahabat yang mengerti arti seorang sahabat seperti tertulis dalam kitab Amsal 17:17, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”. Demikian pula kita pun dapat melakukannya. Kehadiran kita dapat memberikan arti untuk mewakili perasaan yang sedang dialami oleh yang berduka, sekaligus penghiburan yang nyata dibandingkan dengan rangkaian kata dan nasihat.
“Menemani saat duka lebih berharga daripada nasihat”
Pertanyaan untuk Direnungkan
1. Apakah Anda telah menjadi sahabat yang sesungguhnya dalam mendampingi sahabat melewati kesusahannya
2. Apakah Anda bersedia memberikan waktu bagi sahabat dan mendoakan mereka dalam menghadapi problema hidup?
創世紀37:31-36
人的一生中,會遇到很多悲傷。悲傷有很多種。失去是人生中一件悲傷的事情,尤其是因為失去我們最愛的人。有時他們的逝去是如此突然,讓我們至今都不敢相信這一切真的發生過。不相信和懷疑我們所愛的人不再存在將是接受失去的現實的一個過程。這一點我們可以從雅各身上看到就是當他得知他心愛的兒子約瑟死的時候。
確實,失去親人而悲傷是很常見的事情,但在這段悲傷的時期,我們實際上是在為自己被遺棄而哭泣。我們悲傷是因為我們不再有機會去愛那個已經遺棄我們的人,反之亦然,我們也無法再得到他的愛。換句話說,就好像我們自己的一部分也被離開我們的人帶走了。這才是使我們心痛且傷了我們的感情。因爲牢固緊密的關係所以失落的感覺會很深刻。
恢復深刻的悲傷需要時間。我們其實不需要周遭人的太多建議。雅各也是如此,拒絕他孩子們的安慰。這種情況需要神的同在與安慰。除此之外,哭泣也是一種表達悲傷的方式。神理解我們的失落感並接受我們的悲傷狀況。如果需要緩解內心的話就哭吧。
“透過我們的眼淚,我們看見了神的眼淚”
尼可拉斯‧沃特斯托夫
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 蕭麗娜傳道
翻譯員:黃瓊楓
思考的問題
1. 即使我們相信一個去世的人已經回到了更愛他的創造者身邊,我們是否應該為他感到悲傷呢?
2. 你目前是否感到悲傷?那是什麼?把它帶到神面前吧,因為祂明白!
From the publisher's feed