Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 27-11-2023 - Kesedihan Tak Terhiburkan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kejadian 37:31-36

    Penulis : G.I. Rinna


    Banyak kesedihan yang akan dihadapi manusia dalam kehidupan. Adapun kesedihan itu beragam macam. Kehilangan menjadi hal yang menyedihkan dalam kehidupan manusia terutama oleh karena kepergian orang yang paling kita kasihi. Terkadang kepergian mereka begitu mendadak, sehingga kita masih tidak percaya bahwa itu sungguh terjadi. Ketidakpercayaan dan keraguan bahwa orang yang kita kasihi itu sudah tidak ada lagi akan menjadi bagian proses untuk menerima kenyataan dari peristiwa kehilangan. Itu yang dapat kita lihat dari Yakub tatkala diberitakan bahwa Yusuf, anak kesayangannya, telah tiada.

    Memang, kesedihan atas kehilangan orang yang terkasih adalah suatu hal yang umum, namun dalam masa duka ini kita sebenarnya sedang menangisi diri kita sebagai posisi yang ditinggalkan. Kita sedih karena tidak lagi ada kesempatan untuk bisa mengasihi orang yang telah meninggalkan kita, demikian juga sebaliknya, kita tidak bisa lagi menerima kasih darinya. Dengan kata lain, seolah-olah sebagian dari diri kita ikut terbawa pergi dengan orang yang meninggalkan kita. Inilah yang sangat menyakitkan dan melukai perasaan kita. Perasaan kehilangan itu akan terasa amat mendalam oleh karena kuatnya relasi yang telah dibangun.

    Kesedihan yang amat dalam memerlukan waktu untuk proses pemulihannya. Sesungguhnya, kita tidak memerlukan banyak nasihat dari orang sekitar. Itu juga yang dialami Yakub yang menolak penghiburan dari anak-anaknya. Kondisi tersebut membutuhkan penyertaan dan penghiburan dari Tuhan. Selain itu, tangisan juga dibutuhkan sebagai wujud cara mengekspresikan kesedihan. Tuhan mengerti perasaan kehilangan kita dan menerima kondisi kita yang bersedih. Menangislah jika itu memang diperlukan untuk melegakan hatimu.


    “Melalui air mata kita, kita melihat air mata Tuhan” – Nicholas Wolterstorff


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Apakah kita harus bersedih atas orang yang berpulang, sekalipun kita beriman bahwa dia telah kembali kepada Penciptanya yang lebih mengasihinya?

    2. Apakah saat ini anda sedang berduka dan bersedih? Apakah itu? Bawalah ke hadapan Tuhan sebab Dia mengerti!


    6 min
  • 26-11-2023 - 像基督一樣悲傷 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音7:11-17


    “同表哀悼” 這是當因家人去世而感到悲痛時常用表達哀悼的詞。在這段悲傷的時期,會有很多安慰的話傳達出來,例如 “不要哭, 要堅強”。失去一位摯愛的家人肯定會留下深深的悲傷。

    有一位寡婦也經歷了這種情況,因為她剛剛失去了她獨生的兒子而傷心哭泣. 當耶穌來到拿因城門附近時,他看到一群人抬著死人。耶穌看見死者的母親,就動了憐憫的心。耶穌對她說:“不要哭!” 這句話體現了對這位母親特別的愛與關懷。這種安慰當然不只是口惠而已。耶穌就實行了神跡,使這年輕人復活起來。剎那間,這位母親悲傷的哭泣變成了滿溢的喜樂。


    也許我們現在正因失去了我們所愛的人而感到悲傷和失去了盼望。悲傷和孤獨的感覺在我們的生命中來來去去,但有時也會長久地強烈折磨我們。在這種情況下, 我們確實需要一個能夠理解我們內心混亂的人。請相信耶穌能一同感受到我們的悲傷。唯有祂能真正對我們說 “不要哭”。儘管生命中悲傷的感覺無可避免, 但我們仍然擁有盼望,因為耶穌始終以祂奇妙的方式與我們同在。祂會賜下喜樂來代替心中的悲傷。


    “耶穌能夠將悲傷變為喜樂。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 蕭麗娜傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    思考的問題

    1. 你如何相信主耶穌無限的憐憫?

    2. 你如何看待主耶穌帶給你生命的安慰和力量?


    6 min
  • 26-11-2023 - Duka Menjadi Suka (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 7:11-17

    Penulis : G.I. Rinna


    “Turut berdukacita” – itulah perkataan yang sering diucapkan sebagai wujud belasungkawa ketika ada kedukaan karena anggota keluarga yang meninggal dunia. Dalam masa duka ini akan banyak kata penghiburan yang disampaikan seperti, “jangan menangis, yang kuat ya.” Kehilangan anggota keluarga yang teramat disayangi tentunya akan meninggalkan duka yang mendalam.


    Hal ini dialami juga oleh seorang janda yang meratap sedih karena baru saja kehilangan anak laki-laki satu-satunya. Ketika Yesus pergi ke Nain, di dekat gerbang kota, Ia melihat ada rombongan yang mengusung orang mati. Yesus melihat ibu dari orang mati tersebut, lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Yesus berkata kepadanya, "Jangan menangis!" Ucapan ini mencerminkan kasih dan kepedulian yang khusus bagi sang ibu. Penghiburan ini tentu bukan sekedar lip service. Yesus pun melakukan mukjizat membangkitkan kembali anak muda itu. Seketika juga, tangisan dukacita sang ibu berubah menjadi luapan sukacita.

    Mungkin kita saat ini sedang berduka dan putus harapan karena kehilangan orang yang kita kasihi. Perasaan sedih dan kesepian bisa saja datang dan pergi dalam hidup kita, dan tak jarang juga menetap dan menyiksa begitu kuat. Dalam keadaan seperti ini, sangat dibutuhkan sosok yang mampu memahami gejolak perasaan hati kita. Percayalah bahwa Yesus turut merasakan duka kita. Hanya Dia yang sanggup dengan sungguh-sungguh menyapa kita dengan perkataan, “Jangan menangis”. Meskipun rasa duka tetap tak terhindarkan dalam kehidupan, namun kita tetap memiliki pengharapan, sebab Yesus selalu menyertai kita dan dengan cara-Nya yang Ajaib. Dia akan menghadirkan sukacita sebagai ganti duka di hati.

    “Yesus sanggup mengubah duka menjadi suka.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana caranya Saudara dapat percaya pada belas kasih Tuhan Yesus yang tidak terbatas?

    2. Bagaimana Anda memaknai penghiburan dan kekuatan yang telah Tuhan Yesus lakukan dalam hidup?


    6 min
  • 25-11-2023 - 不要再遲延 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    Amsal箴言 3:27


    當新冠肺炎疫情大流行發生時,許多人恐慌大量購買基本物品、藥品、口罩和洗手液。許多人囤積物品因為害怕死亡危險的威脅。結果,物價上漲數十倍,許多人買不到藥品或維生素、口罩和洗手液。他們盡力維持健康的生活方式。這些囤積者的情況怎樣呢?他們中的許多人最終扔掉了藥物和洗手液,因為已經兩三年了,他們還有很多庫存, 還沒用完。根據在新冠肺炎疫情大流行期間囤積物品的人的見證, 他們承認其實他們想在物品過期之前分發給那些需要的人。可惜他們延誤了想再等一等,到後來他們忘記了,這些物品就因為不能再使用而被浪費掉了。


    箴言的作者向讀者強調,若有行善的力量、不可推辭、就當向那應得的人施行。因為人類生命中所發生的每一件事都是發生在神的時間上。拖延可能會導致錯過表達像耶穌為有需要的人所做的那樣的愛和關心的機會。拖延可能會因爲情緒、個人主觀性或其他因素的影響。然而神的話語清楚地說,如果神使我們與我們能夠幫助的人相遇, 並且我們確實能夠做到,那麼就不要拖延。不要僅僅跟隨感覺,因為神關心我們的愛也要傳達給我們周圍的其他人。


    讓我們學習預備好來表達對他人的愛和關懷。不要再等了,因為這可能是最後的機會。每當我們遇到需要幫助的人時,求神賜給我們智慧,讓我們能根據聖靈的引導,立即和恰當地幫助他們。



    現在就是向他人表達

    如同基督的愛和關懷的最佳時機



    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會 – 古撒拉傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    思考的問題

    1. 你是否曾經拖延或拒絕幫助有需要的人?是什麼使你這麼做的呢?

    2. 神的兒女該做些什麼?


    6 min
  • 25-11-2023 - Jangan Tunggu Nanti (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Amsal 3:27

    Penulis : G.I. Sara Kurnia Kristi


    Ketika pandemic COVID-19 terjadi banyak orang melakukan panic buying atau pembelian besar-besaran terhadap bahan pokok, obat-obatan, masker dan handsanitizer. Banyak orang melakukan penimbunan karena ketakutan akan bahaya kematian yang mengancam. Akibatnya, harga barang naik puluhan kali lipat dan banyak orang tidak dapat membeli baik obat-obatan atau vitamin, masker dan handsanitizer. Mereka berjuang dengan menjaga gaya hidup sehat. Bagaimana Nasib para penimbun ini? Banyak dari mereka yang akhirnya membuang khususnya obat-obatan, dan handsanitizer karena sudah dua sampai tiga tahun persediaan mereka masih banyak, dan belum habis digunakan. Menurut kesaksian orang yang pernah menimbun barang selama masa COVID-19, mereka mengaku sebenarnya mereka sempat ingin membagikannya kepada orang yang membutuhkan sebelum kadaluwarsa. Sayangnya, mereka menunda, menunggu nanti sampai akhirnya mereka lupa dan barang-barang tersebut terbuang sia-sia karena tidak dapat digunakan lagi.


    Penulis kitab Amsal menegaskan kepada para pembacanya untuk tidak menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Sebab, setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia terjadi dalam waktunya Tuhan. Penundaan dapat berdampak pada hilangnya kesempatan untuk menyatakan kasih dan kepedulian seperti yang Yesus lakukan kepada sesama yang membutuhkan. Penundaan bisa terjadi karena pengaruh suasana hati, subjektifitas pribadi, atau hal-hal lain yang mempengaruhi. Namun Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa jika Tuhan mempertemukan kita dengan orang yang dapat kita bantu, dan kita sebenarnya bisa melakukannya, maka jangan menunda. Jangan mengikuti perasaan semata-mata, karena kasih Tuhan yang memedulikan kita juga ingin bergerak menjangkau orang lain di sekitar kita.

    Mari belajar untuk siap sedia menyatakan kasih dan kepedulian kepada sesama. Jangan tunggu nanti, sebab bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir. Minta hikmat Tuhan setiap kali bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita agar kita dapat membantunya dengan tepat dan segera sesuai dengan pimpinan Roh Kudus.


    Inilah waktu terbaik untuk menyatakan kasih dan kepedulian seperti Kristus kepada sesama


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Pernahkah anda menunda atau menahan bantuan kepada orang yang membutuhkan? Apa yang membuat anda melakukan itu?

    2. Apa yang seharusnya dilakukan oleh anak-anak Tuhan?


    5 min
  • 24-11-2023 - 愛與同在 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰福音11:35


    一位女士寫了一封信給教會。這封信很短,上面寫著:“我是一個坐在輪椅上的殘疾人“ 然後她繼續寫道。“我很孤獨,儘管我知道我並不孤單。神總是陪伴著我。我沒有很多朋友可以傾訴。孤獨被認為是我們語言中最悲傷的句子。孤獨並不在於一個人的年齡、種族、經濟或智力狀況。孤獨會是由於傷心、悲痛或其他事情而產生的。”


    主耶穌在世時,有祂所愛的朋友和同伴。其中一位是拉撒路,他是馬利亞和馬大的兄弟。當主耶穌得知拉撒路死了的時候,祂哭了。祂與馬利亞和馬大一起哀哭。祂與她們同在,在使她們生命因失去而感到空虛的痛苦悲傷時刻表現出愛和關懷。然而儘管如此主耶穌說,拉撒路的死將彰顯神的榮耀。耶穌叫拉撒路從死裡復活證明了這一點。


    主耶穌在馬利亞和馬大悲傷的家庭中同在展現了祂的愛。祂也透過拉撒路的復活給予安慰。我們是無法像耶穌一樣叫死人復活,但是當我們最親近的人正在經歷困難或悲傷時,我們在哪裡?我們是否願意與需要幫助的人同在?還是我們更關心自己的事情而不願像耶穌那樣去關心他人?


    我們對他人的愛和同在

    是基督真正同在於我們生命中的標誌



    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會 – 古撒拉傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    思考的問題

    1. 你最後一次出現在

    需要你的愛和同在的人身邊是什麼時候?

    2. 讓你很難以關心的形式

    出現在他人面前的主要挑戰是什麼?


    5 min
  • 24-11-2023 - Kasih dan Kehadiran (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 11:35

    Penulis : G.I. Sara Kurnia Kristi


    Seorang wanita mengirimkan surat kepada gereja. Suratnya sangat singkat, isinya demikian, "Saya adalah seorang cacat yang duduk di atas kursi roda," ia melanjutkan. "Saya sangat kesepian meskipun saya tahu bahwa saya tidak sendirian. Allah selalu menemani saya. Saya tidak memiliki banyak teman untuk diajak bicara." Kesepian telah dianggap sebagai kata yang paling menyedihkan dalam bahasa kita. Kesepian tidak memandang usia, ras, status ekonomi, atau intelektual seseorang. Kesepian dapat muncul akibat kesedihan, dukacita, atau karena hal-hal lain.

    Semasa hidupnya di dalam dunia, Tuhan Yesus memiliki teman dan sahabat yang dikasihi-Nya. Salah satunya adalah Lazarus yang merupakan saudara dari Maria dan Marta. Ketika Tuhan Yesus mengetahui bahwa Lazarus mati, Yesus menangis. Ia berduka bersama dengan Maria dan Marta. Ia hadir bagi mereka, menunjukkan kasih dan kepedulian di masa-masa duka yang begitu menyakitkan dan membuat hidup mereka terasa hampa karena kehilangan. Namun demikian, Tuhan Yesus mengatakan bahwa kematian Lazarus akan menyatakan kemuliaan Allah. Dan hal ini dibuktikan saat Yesus membangkitkan Lazarus.

    Tuhan Yesus menunjukkan kasih lewat kehadiran-Nya di tengah keluarga Maria dan Marta yang berdukacita. Ia juga memberikan penghiburan-Nya melalui kebangkitan Lazarus. Kita memang tidak dapat membangkitkan orang mati seperti yang Yesus lakukan, tetapi di mana kita saat orang terdekat kita mengalami masa-masa sulit atau berdukacita? Bersediakah kita hadir bagi mereka yang membutuhkan pertolongan? Atau kah kita lebih mementingkan urusan kita dan menolak untuk peduli seperti Yesus peduli?


    Kasih dan kehadiran kita bagi sesama adalah tanda Kristus sungguh hadir dalam hidup kita


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Kapan terakhir kali anda hadir bagi sesama yang membutuhkan kasih dan kehadiran anda?

    2. Apa yang menjadi tantangan utama yang membuat saudara sulit untuk hadir bagi sesama sebagai bentuk kepedulian saudara?


    4 min
  • 23-11-2023 - 適當的回應 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    羅馬書 12:15


    1965年11月9日,美國東北部的八個州以及加拿大東部安大略省和魁北克省的部分地區發生了”大黑暗”。這是由面積達12.8萬平方公里的大規模電力干擾所造成的且影響3000萬人。因沒有電,對蠟燭的需求迅速增加。紐約一家廣播電台的一名播音員因爲有備用電源所以仍在廣播中報告說 “一場有趣的戲劇正在街頭上演,很多商店的蠟燭價格翻了一倍,但也有一些好心的商家半價出售,甚至免費贈送。” 在這個緊急時刻,一些店主將關心他人置於個人利益之上。然而,其他的人卻利用這種情況謀取個人利益,而不是關心他人。同樣的情況,產生了兩種不同的人,一種是只顧自己利益的人,一種是為多人的需要著想的人。


    使徒保羅建議羅馬會眾要活在愛中, 其中之一就是對他人有同理心。像耶穌基督一樣的關懷必須透過日常生活行動來實現,即對其他人的需求做出適當的回應。與喜樂的人同樂.與哀哭的人同哭,雖然看似簡單,但實踐出來並不容易。罪使人心被嫉妒, 驕傲和自私等罪所污染。這就是最終使人難以像基督一樣地關心回應周遭其他人的需要.所以使徒保羅強調,為了活在愛中,會眾需要學習適當地回應周圍的需要,以便透過我們的行動表達神的愛。


    讓我們學習適當的回應,與喜樂的人同樂,與哀哭的人同哭。我們希望透過提供所需的幫助來表明我們的關心。正如耶穌所做的那樣。


    學習效法耶穌,與喜樂的人同樂,與哀哭的人同哭


    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會 – 古撒拉傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    思考的問題

    1. 哪些事情經常使我們容易自私地對待他人?

    2. 什麼樣的罪使我們無法像耶穌所做的那樣來表明關心?


    6 min
  • 23-11-2023 - Merespons Dengan Tepat (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Roma 12:15

    Penulis : G.I. Sara Kurnia Kristi


    Pada tanggal 9 November 1965 di delapan negara bagian di sebelah timur laut Amerika, serta sebagian Ontario dan Quebec di timur Kanada terjadi "Kegelapan besar." Hal ini disebabkan karena gangguan listrik dalam skala besar sejauh 128.000 kilometer dan berdampak pada 30 juta orang. Tanpa listrik, kebutuhan akan lilin pun meningkat pesat. Seorang penyiar sebuah stasiun radio di New York yang tetap mengudara karena memiliki sumber listrik cadangan melaporkan, "Sebuah drama menarik sedang ditayangkan di jalan-jalan. Harga lilin di banyak toko telah meningkat dua kali lipat. Namun, ada juga beberapa pedagang baik hati yang menjualnya hanya setengah harga, atau bahkan memberikannya secara cuma-cuma." Pada saat darurat ini, beberapa pemilik toko lebih mengutamakan kepedulian mereka terhadap sesama dari pada keinginan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Namun, sebagian lainnya memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi dari pada rasa peduli akan sesama. Situasi yang sama menghasilkan dua tipe orang yang berbeda, yaitu yang mencari kepentingan diri sendiri dan yang memikirkan kepentingan orang banyak.

    Rasul Paulus memberikan nasihat kepada jemaat di Roma untuk hidup dalam kasih, salah satunya dengan cara memiliki empati terhadap sesama. Kepedulian seperti Yesus Kristus harus nyata melalui tindakan hidup sehari-hari, yaitu memberikan respons yang dibutuhkan orang lain dengan tepat. Bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangis bersama dengan orang yang menangis meski tampaknya sederhana, tapi ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Dosa membuat hati manusia cemar oleh dosa. Iri hati, kesombongan, dan mementingkan diri. Inilah yang akhirnya membuat manusia sulit merespons kebutuhan sesama di sekitar mereka dengan peduli seperti Kristus peduli. Itulah sebabnya Rasul Paulus menekankan untuk dapat hidup dalam kasih, jemaat perlu belajar merespons kebutuhan sekitar dengan tepat agar kasih Allah dinyatakan melalui tindakan kita.

    Mari belajar merespons dengan tepat, bersukacita dengan mereka yang bersukacita, dan menangis dengan mereka yang menangis. Kita mau menunjukkan kepedulian dengan memberi bantuan yang dibutuhkan seperti yang Yesus lakukan.


    Belajar seperti Yesus, bersukacita dengan orang yang bersukacita, menangis dengan orang yang menangis


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa saja hal-hal yang sering kali membuat kita menjadi mudah egois terhadap orang lain?

    2. Apakah dosa-dosa yang menghalangi kita menyatakan kepedulian seperti yang Yesus lakukan? 


    5 min
  • 22-11-2023 - 不一定要大量 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰福音 6:1-14


    聖經說,從早上就有5000個男人,不包括婦女和兒童在內,跟隨著耶穌行走和教導。滿有憐憫心的耶穌,不僅關心他們屬靈上的需要也關心他們肉體上的需要,即食物。耶穌的門徒也有同樣的思想,但卻覺得他們沒有足夠的資源來幫助那麼多的人。隨後耶穌其中的一位門徒說,有一個孩童,帶著五個大麥餅,兩條魚,接著他又說: “只是分給這許多人、還算甚麼呢”。


    讓我們來想像當時發生的事情,有可能耶穌的門徒向群眾發問誰有食物可以分享的。也許當中其他人有食物,但他們意識到可以分享的食物太少,所以他們就不分享了。但這個孩子憑相信给出,即使是一點點,當交托給神的時候,將會成為許多人莫大的祝福。


    我們可能覺得自己給予的幫助太少,做的事情太簡單,我們給予的也不多,因此我們最終決定在遇到需要幫助的人時什麽都不做。讓我們學習仍然擁有一顆像耶穌一樣關懷的心。我們所擁有的,無論大小,或多或少,當我們交托給神的時候,祂可以使用來為那些需要的人帶來豐盛的祝福。



    交托給神的就沒有所謂給的太少


    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會-古撒拉傳道

    翻譯員:張賽瓊


    思考的問題:

    1. 常常攔阻你關心他人的是什麼?

    2. 你記得有誰需要幫助嗎?你能為他做什麼?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian