Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 17-11-2023 - Memberi : Menabur Kasih (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 9:36

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    Di balik setiap pemberian selalu ada alasan atau motivasi yang melatar belakanginya. Ada orang yang memberi karena mengharapkan pujian. Ada yang memberi demi sebuah popularitas. Ada juga yang memberi karena mengharapkan diberi kembali. Bahkan, ada juga yang memberi karena terpaksa. Namun bagi orang percaya, setiap pemberian seharusnya merupakan perwujudan kasih kepada Allah dan sesama.


    Inilah yang dilakukan oleh Dorkas. Alkitab tidak banyak menjelaskan tentang siapa Dorkas ini. Kita tidak tahu siapa dia dan apa latar belakangnya. Alkitab hanya memperkenalkannya sebagai seorang murid Tuhan, yang banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Minimnya informasi tentang siapa Dorkas, seolah-olah Alkitab hanya ingin kita fokus pada apa yang dilakukannya. Dengan kata lain, siapa Dorkas, tidak terlalu penting, tetapi apa yang dilakukannya, telah dicatat untuk menjadi inspirasi dan teladan bagi orang percaya lainnya. Dorkas bukanlah seorang murid yang memiliki segudang talenta yang spektakuler. Hanya dengan bermodalkan jarum dan benang, dipadukan dengan kemampuan menjahitnya, Dorkas telah membuat banyak pakaian dan diberikan kepada para janda di Yope. Mungkin bagi banyak orang, apa yang dilakukan Dorkas bukanlah hal yang terlalu luar biasa. Namun, apa yang dilakukan dengan penuh kasih dan ketulusan, ternyata sangat menyentuh dan membekas di hati mereka yang menerimanya. Mengapa Dorkas begitu dikasihi dan kematiannya begitu ditangisi banyak orang? Karena sekalipun hanya punya talenta yang sederhana, Dorkas telah banyak menabur kasih dan menjadi saluran berkat bagi orang lain.


    Lalu bagaimana dengan kita? Tentu sebagai orang percaya, Tuhan juga telah mengaruniakan kemampuan dan talenta tertentu kepada setiap kita. Jika Dorkas hanya punya jarum dan benang, lalu apa yang ada di tangan kita yang bisa kita gunakan untuk menolong orang lain? Mungkin yang kita miliki juga tergolong kecil, dan talenta kita pun bukan termasuk yang luar biasa. Sekalipun demikian, apa yang tampaknya begitu kecil dan sederhana, jika dilakukan dan diberikan dengan penuh kasih dan ketulusan, pasti akan berdampak dan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Biar lah kisah Dorkas ini boleh semakin mendorong kita untuk semakin menabur kasih kepada sesama, melalui apa pun yang kita miliki.


    “Orang bisa memberi tanpa mengasihi, namun tidak bisa mengasihi tanpa memberi – Amy W. Carmichael.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Sejauh apa pemahaman saudara tentang kasih telah memengaruhi sikap saudara terhadap sesama?

    2. Bagaimana saudara mempergunakan talenta yang Tuhan berikan untuk menolong orang lain?


    4 min
  • 16-11-2023 - 给予为属灵纪律 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多后书 8:11-14上節


    人信了基督之后,他的身份就会自动从罪人改变成神的子民。然而,这种身份的改变,并不会自动改造他的本质。这就是为什么信徒必须不断经历灵命成长。若要经历灵命成长,就需要建立一个美好有规律的灵修生活。其中之一,就是不断地操练自己学会给予他人,借此,我们就会越来越远离贪婪的诱惑。


    对此,保罗指出每次的给予都必须基于两件事。首先,必须有愿意做的心 (第11节)。这意味着,给予不仅仅是一种行动,而是一种发自内心,甘心乐意的行动。确实,不是所有的给予都是出于心甘情愿的,但人若有愿意做的心,必定会给予的。因此,作为属灵纪律的给予不应当出于强迫。其次,一定要照你所有的 (第11-12节)。换言之,拥有多的,就应该多给予,而拥有少的,就少给予。当然,这并不意味着那些拥有少的,就不允许多给予。然而,保罗要强调的是,人若有愿意给予的心,乃是照他所有所能的,并不是照他所无的。除此以外,保罗还解释说,给予的目的乃要均平,而不是增加负担而受累 (第13节)。这里所谓的均平,并不是共产主义所教导的平等分配,而是要那些富而有余的人可以帮补那些不足的人。


    作为信徒,基督希望我们每个人都能变得越来越像祂。其中之一,学习如何与他人分享和给予他人。然而,不可否认的是,对于大多数人来说,给予往往犹如一个艰难的战场。如果与平庸的条件相比,处于条件富裕的给予,可能并不太难。然而,透过继续操练自己与他人分享,我们不仅学会不贪婪和不依靠玛门,而也让自己成为上帝祝福那些有需要的人的管道。

    “生命的价值不在于我们拥有多少,而在于我们与他人分享的频率。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 –腓力傳道

    翻譯員:蔡立基


    需要思考的问题:

    1. 依你看,为什么给予常常是一件很难做到的事呢?

    2. 你是如何操练自己遵守纪律来给予他人呢?


    6 min
  • 16-11-2023 - Memberi Sebagai Disiplin Rohani (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 2 Korintus 8:11-13

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    Sejak seseorang percaya kepada Kristus, statusnya otomatis berubah dari seorang hukuman menjadi umat Tuhan. Namun, perubahan status tersebut tidak otomatis membuat karakternya ikut berubah. Itu sebabnya, orang percaya perlu terus mengalami pertumbuhan rohani. Untuk mengalami pertumbuhan rohani, diperlukan sebuah proses disiplin rohani yang baik. Salah satunya, dengan terus melatih diri untuk belajar memberi kepada orang lain, sebab dengan demikian kita semakin jauh dari godaan keserakahan.


    Terkait hal ini, Paulus mengungkapkan bahwa setiap pemberian harus didasarkan pada dua hal. Pertama, harus berdasarkan kerelaan (ay. 11). Artinya, memberi bukan sekadar sebuah aksi semata, tetapi sebuah tindakan yang bersumber dari hati yang rela. Memang tidak semua pemberian berasal dari hati yang rela, namun orang yang memiliki hati yang rela pasti akan memberi. Jadi, pemberian sebagai sebuah disiplin rohani tidak boleh dilakukan karena keterpaksaan. Kedua, harus sesuai dengan apa yang dimiliki (ay. 11-12). Artinya, orang yang memiliki banyak seyogianya memberi lebih banyak, dan yang memiliki sedikit memberi lebih sedikit. Tentu saja, bukan berarti yang memiliki sedikit tidak boleh memberi lebih banyak. Namun, yang ingin ditekankan oleh Paulus adalah masing-masing memberi berdasarkan kesanggupan dan sesuai dengan apa yang dimiliki, bukan apa yang tidak dimiliki. Selain itu, Paulus juga menjelaskan bahwa tujuan memberi adalah untuk keseimbangan dan bukan untuk membebani (ay. 13). Keseimbangan yang dimaksud di sini bukanlah berbagi sama rata sebagaimana yang diajarkan komunisme. Tetapi supaya orang yang berkelebihan dapat membantu memenuhi kebutuhan orang lain yang berkekurangan.


    Sebagai orang percaya, Kristus menginginkan setiap kita bertumbuh semakin serupa dengan-Nya. Salah satunya, dengan belajar berbagi dan memberi kepada orang lain. Sekalipun demikian, harus diakui bahwa bagi kebanyakan orang, memberi sering kali menjadi medan pergumulan yang sulit. Jika dibandingkan dengan kondisi yang minim dan pas-pasan, memberi dalam kondisi berkelebihan mungkin tidak terlalu sulit. Namun demikian, dengan terus mendisiplinkan diri untuk berbagi, kita bukan saja belajar untuk tidak menjadi serakah dan bergantung pada Mammon, tetapi juga memosisikan diri kita menjadi saluran berkat Tuhan bagi mereka yang membutuhkan.


    “Hidup yang bernilai tidak ditentukan dari seberapa banyak yang kita miliki,

    tetapi seberapa sering kita berbagi dengan sesama.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Menurut saudara, mengapa memberi sering menjadi hal yang sulit untuk dilakukan?

    2. Bagaimana saudara melatih dan mendisiplin diri untuk memberi kepada orang lain?


    5 min
  • 15-11-2023 - 丰盛中要有智慧 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音12:19-21


    如果我们拥有很多财富有错吗? 当然没有错。如果我们把我们所拥有的一切都视为来自上帝,那么富有就不是罪恶或错误。使我们有罪与否的是我们如何看待和运用财富。这就是主耶稣用无知财主的比喻来提醒我们的。


    这个比喻中的财主被称为无知,并不是他家道丰富。而是因为他将财富视为生活中为首要的事情。财产或财富的本质原本是好的,也是中性的。但如果我们把它置于比赐福的上帝更高的位置,那么就算是美好的,也会成为我们的网罗和罪恶。这位财主的另一个差错就是:在他家道丰富时,他却生活在贪婪中,不关照别人。他拥有的所有财富都是为了他自己的利益着想。对他来说,他的财富根本就容纳不了别人。这就是为什么上帝斥责他,并称他为无知的人。对上帝来说,一个智慧的富人就是他的心不再受制于财富,不再是自私自利的人。这意味着,上帝所赐的一切丰盛不是只为自己积存起来,而是要与别人分享。


    那么,我们又如何呢?我相信当上帝赐福于我们时,祂不想我们犹如比喻中的那无知人那样。相反的,上帝希望我们每个人都能成为智慧人,按照上帝的旨意正确地看待和使用上帝所赐下的祝福。除了不依靠我们物质上的祝福以外,上帝也不希望我们成为贪婪的人,自私自利,只为自己着想。贪婪显然不是上帝祝福我们时所考虑到的议程.上帝赐福于我们,不是让我们为自己积蓄,而是要我们也能成为祝福他人的管道。

    “上帝赐予的所有祝福中,总是有些人有权得到它。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 –腓力傳道

    翻譯員:蔡立基


    需要思考的问题:

    1. 你如何看待和管理上帝所托付给你的祝福?

    2. 你是否会在上帝所赐予的祝福上想到他人呢?


    6 min
  • 15-11-2023 - Menjadi Bijak Dalam Kelimpahan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 12:19-21

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    Apakah salah jika kita punya banyak harta? Tentu saja tidak. Jika kita melihat bahwa semua yang kita miliki datangnya dari Tuhan, maka menjadi kaya bukanlah sebuah dosa atau kesalahan. Yang membuat kita berdosa atau tidak adalah bagaimana cara kita memandang dan memperlakukan kekayaan itu. Inilah yang diingatkan Tuhan Yesus dalam perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh.


    Orang kaya dalam perumpamaan ini disebut bodoh, bukan karena dia punya banyak harta. Tetapi karena ia menempatkan harta kekayaannya sebagai yang utama dalam hidupnya. Harta atau kekayaan pada dasarnya adalah hal yang baik dan netral. Tetapi apa yang baik ini bisa menjadi jerat dan dosa bagi kita, jika kita menempatkannya lebih tinggi daripada Tuhan, Sang Pemberi berkat itu sendiri. Kesalahan lain dari orang kaya ini adalah di dalam segala kelimpahannya, dia hidup dalam keserakahan dan tidak peduli dengan orang lain. Semua harta yang ia miliki hanya digunakan untuk kepentingannya sendiri. Baginya, tidak ada tempat untuk orang lain dalam harta bendanya itu. Itulah sebabnya, Tuhan menegur dan mengatakannya bodoh. Bagi Tuhan, orang kaya yang bijak adalah orang yang hatinya tidak lagi terikat kepada harta bendanya, dan tidak lagi hanya memikirkan dirinya sendiri. Artinya, segala kelimpahan yang Tuhan berikan bukan untuk ditimbun bagi dirinya sendiri, tetapi juga untuk disalurkan bagi orang lain.


    Lalu bagaimana dengan kita? Saya percaya ketika Tuhan memberkati kita, Ia tidak ingin kita menjadi seperti orang yang bodoh dalam perumpamaan tadi. Sebaliknya, Tuhan menginginkan setiap kita menjadi orang yang bijak, yang melihat dan memakai setiap berkat Tuhan itu dengan benar sesuai kehendak-Nya. Selain jangan menyandarkan diri pada berkat materi yang kita miliki, Tuhan juga tidak ingin kita menjadi orang yang tamak, yang hanya memikirkan diri sendiri. Ketamakan jelas bukan agenda yang ada dalam pikiran Tuhan ketika Ia memberkati kita. Tuhan memberkati kita, bukan supaya kita dapat menumpuk berkat-berkat itu bagi diri kita sendiri, tapi supaya kita juga menjadi saluran berkat-Nya bagi orang lain.


    “Di dalam segala berkat yang Tuhan beri, selalu ada hak orang lain yang harus diberikan.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana saudara melihat dan mengelola setiap berkat yang Tuhan percayakan?

    2. Adakah saudara juga memikirkan orang lain dalam setiap berkat yang Tuhan berikan?


    5 min
  • 14-11-2023 - 穷乏之中的给予 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多后书 8:1-3


    “我自己都自身难保,又如何去帮助别人呢?“这可能是我们经常听到的话,这也是许多人不愿意伸出援助之手的借口。一般来说,很多人认为要是自己稳定有立足点、有了能力,或者领受了更多的祝福时,然后才帮助别人。然而,这种概念却与马其顿基督徒的做法截然不同。


    今天的灵修经文中,保罗说:尽管从经济角度来看,马其顿教会算的是贫困的群体,况且他们也正面临着严重的生活困境,但这一切并没有消弱他们帮助其他陷入困境的教会的意志。这就是为什么他们再三求保罗,准他们在供给耶路撒冷受苦的圣徒的恩情上有分。这些马其顿教会到底是谁呢?他们是来自马其顿地区当地教会的基督徒,例如:腓立比教会、庇哩亚教会和帖撒罗尼迦教会。马其顿大多数的基督徒都是来自下层阶级的人。他们当中甚至有一些是奴隶身份的。尽管如此,他们的生活和信仰的见证,包括他们如何帮助其他有需要的教会,已经口耳相传家喻户晓,并名声传扬到各地。马其顿教会所做的事教导了我们一个真理,那就是我们的局限性绝不应该成为我们不参与慈惠的事,以及帮助他人的借口。


    马其顿会众所开展的行动和社会活动是他们反映和体现对耶稣基督的信仰。我们每个信徒也应当如此。因为给予的生命实际上并不取决于物质财富或经济实力,相反,物质财富并不总是导致给予的生命。事实上,给予的生命是从爱上帝和爱人的心中散发出来的。尽管处在极穷之间,马其顿教会已经学会了如何在乐捐的厚恩中得富足。那么我们又如何呢?尽管我们有种种的局限,让我们也学习如何持续成为祝福他人的管道。


    “属灵上的慷慨和财富不能因物质上的限制而受到阻碍。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 –腓力傳道

    翻譯員:蔡立基



    需要思考的问题:

    1. 你想在现有的限制中继续成为祝福他人的管道吗?

    2. 当你有缺乏时,如何还能持续成为他人的祝福?


    6 min
  • 14-11-2023 - Memberi Dari Kekurangan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 2 Korintus 8:1-3

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    “Bagaimana mau menolong orang lain, wong saya sendiri susah kok!” Kalimat seperti ini mungkin sering kita dengar dan menjadi alasan mengapa banyak orang enggan membantu sesamanya. Secara umum, banyak orang berpikir jika sudah mapan dan mampu, atau jika ada berkat lebih baru menolong orang lain. Namun, konsep seperti ini berbeda dengan apa yang dipraktikkan oleh orang-orang Kristen di Makedonia.


    Dalam nas hari ini, Paulus mengatakan bahwa sekalipun dari sisi ekonomi, jemaat-jemaat di Makedonia tergolong orang miskin, dan meskipun mereka juga sedang menderita karena pergumulan hidup yang berat, namun semua itu tidak menyurutkan komitmen mereka untuk membantu jemaat lain yang kesulitan. Itu sebabnya, mereka mendesak Paulus agar mereka juga dilibatkan dalam pelayanan kasih, untuk membantu jemaat di Yerusalem yang sedang menderita. Siapa sebenarnya jemaat-jemaat Makedonia ini? Mereka adalah orang-orang Kristen dari gereja-gereja lokal di wilayah Makedonia, seperti jemaat Filipi, Berea, dan Tesalonika. Mayoritas orang Kristen di Makedonia adalah orang-orang dari kalangan bawah. Bahkan, beberapa di antara mereka berstatus budak. Sekalipun demikian, kesaksian hidup dan iman mereka, termasuk bagaimana mereka membantu jemaat lain yang berkekurangan, telah menjadi buah bibir dan tersiar di mana-mana. Apa yang dilakukan oleh jemaat Makedonia ini mengajarkan kita satu kebenaran, bahwa keterbatasan yang kita miliki tidak pernah boleh menjadi alasan untuk tidak terlibat dalam pelayanan kasih membantu orang lain.

    Tindakan dan aksi sosial yang dilakukan oleh jemaat-jemaat di Makedonia merupakan cerminan dan manifestasi iman mereka kepada Kristus Yesus. Hal yang sama seharusnya dimiliki dan dihidupi juga oleh setiap orang percaya. Sebab hidup yang memberi sesungguhnya tidak bergantung pada kekayaan material atau kekuatan finansial, sebaliknya kekayaan material juga tidak selalu bermuara pada hidup yang memberi. Sejatinya, hidup yang memberi terpancar dan meluap dari hati yang mengasihi Allah dan sesama. Di dalam segala kekurangannya, jemaat Makedonia telah belajar menjadi kaya dalam kemurahan. Lalu bagaimana dengan kita? Di tengah-tengah segala keterbatasan kita, marilah kita juga belajar untuk tetap menjadi saluran berkat bagi orang lain.


    “Kemurahan dan kekayaan spiritual tidak bisa dihambat oleh keterbatasan material”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Di tengah keterbatasan yang ada, maukah saudara tetap menjadi saluran berkat bagi sesama?

    2. Bagaimana caranya tetap menjadi berkat di saat saudara sendiri merasa kekurangan?


    5 min
  • 13-11-2023 - 给予作为感恩的回应 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音19:8


    2024年的大选前夕,不仅各地开始密集出现人民代表候选人的海报,不少人民代表候选人也开始在社区积极开展社会活动。其目的无非就是想赢得民心,得到人民的支持。与人民代表候选人的行为恰恰相反,每一位被呼召的信徒将会与他人分享从上帝所领受的恩典,作为感恩的回应。


    这也是撒该所做的。他从上帝所领受的恩典改变了他的一生。此前,作为一名税吏长,撒该是一个非常自私自利的人,凡事都只考虑自己的想法和利益。他只享受自己的财富,对别人的痛苦和烦恼漠不关心。为了获取巨大的物资利益,他甚至常常不择手段地敲诈自己的同胞。这就是为什么他如此被憎恨,并被视为国家叛徒。然而,那都是过去的撒该。圣经记载撒该自从与耶稣相遇,并经历神的怜悯后,他的生命马上发生了改变。他不仅要向所有被他讹诈过伤害过的人赔偿四倍,他甚至愿意将他所有的一半给穷人。撒该为什么要这么做呢? 为了出名吗? 为了补救坏名声吗? 为了受人尊重吗? 都不是。撒该所做的一切 “社会活动” 都是对上帝恩典的感恩回应。


    作为同样领受了上帝的好处和恩惠的人,我们也必须过着与人分享的生活。当然,这并不意味着我们必须完全像撒该所做的那样,就是将所有的一半给穷人。然而,让我们站在我们的立场上想一想,我们可以采取哪些实际行动来帮助那些有困难的邻居嗎?让我们意识到我们是先领受到上帝恩典的人,能在我们里面产生一种新的意识,就是更多地关怀其他有需的人。


    “已领受了上帝恩典,应当是与他人分享的最好理由。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 腓力傳道

    翻譯員:蔡立基


    需要思考的问题:

    1. 你领受了哪些神的怜悯?这是否会影响你对其他人的态度?

    2. 当你看到别人遇到困难时,你会采取哪些实际行动呢?


    5 min
  • 13-11-2023 - Memberi Sebagai Respon Syukur (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 19:8

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    Menjelang Pemilu 2024, bukan hanya poster calon wakil rakyat yang mulai ramai bermunculan di berbagai tempat, namun juga banyak calon wakil rakyat yang mulai aktif melakukan aksi sosial kepada masyarakat. Tujuannya tidak lain untuk mengambil hati rakyat, agar kelak rakyat menjatuhkan pilihan kepada mereka. Berbeda dengan aksi para calon wakil rakyat, setiap orang percaya dipanggil untuk berbagi dengan orang lain sebagai respons syukur atas kemurahan Tuhan yang telah diterimanya.


    Hal inilah yang dilakukan juga oleh Zakheus. Kemurahan Tuhan yang diterimanya telah mengubah seluruh hidupnya. Sebelumnya, sebagai seorang pemungut cukai, Zakheus adalah orang yang sangat selfish, yang hanya memikirkan dan mencari keuntungan untuk diri sendiri. Ia menikmati hartanya tanpa peduli dengan penderitaan dan kesusahan orang lain. Bahkan, tidak jarang ia tega memeras orang-orang sebangsanya, demi meraup keuntungan materi yang besar. Itulah sebabnya, ia begitu dibenci dan dianggap sebagai pengkhianat bangsa. Namun, itu semua adalah masa lalu seorang Zakheus. Setelah ia bertemu dengan Yesus dan mengalami kemurahan Tuhan, Alkitab mencatat hidup Zakheus berubah. Ia bukan hanya mau mengganti empat kali lipat kepada setiap orang yang pernah diperas dan dirugikannya. Ia bahkan rela memberikan setengah hartanya kepada orang miskin. Mengapa Zakheus melakukan semua itu? Supaya ia menjadi terkenal? Supaya nama baiknya pulih kembali? Supaya ia dihormati orang lain? Tidak. Semua “aksi sosial” yang dilakukan Zakheus itu merupakan respons syukurnya atas kemurahan Tuhan yang telah diterimanya.


    Sebagai orang-orang yang juga telah menerima kebaikan dan kemurahan Tuhan, kita pun harus hidup berbagi dengan orang lain. Tentu saja, bukan berarti kita harus melakukan persis seperti yang dilakukan Zakheus, yang memberikan separuh hartanya kepada orang lain. Namun demikian, dalam konteks kita sendiri, mari kita pikirkan, hal praktis apa yang dapat kita lakukan untuk menolong sesama kita yang kesusahan? Biar lah kesadaran bahwa kita adalah orang-orang yang telah terlebih dahulu menerima kemurahan Tuhan, boleh melahirkan kesadaran baru dalam diri kita untuk semakin peduli dengan orang lain yang membutuhkan.


    “Kemurahan Allah yang telah diterima, seharusnya menjadi alasan terbesar untuk berbagi dengan sesama.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa saja kemurahan Tuhan yang telah saudara terima? Apakah hal itu berdampak juga terhadap sikap saudara kepada orang lain?

    2. Hal praktis apa yang bisa saudara lakukan ketika melihat orang lain yang kesusahan?


    4 min
  • 12-11-2023 - 像基督一樣給予 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    马太福音15:32


    怜悯就是耶稣整个生命和事工的基本精神。正是这怜悯之心,耶稣愿意倒空自己,取了奴仆的形象。尽管基督道成肉身的主要目的是救赎人类免遭永恒的惩罚,然而耶稣的怜悯不仅与属灵的事有关。当耶稣看到人类在物质需求上挣扎时,祂也会怜悯他们。


    这也是上述经文所描写的。当耶稣看到已经跟随祂三天的群众时,祂立即动了怜悯之心。为什么?因为耶稣知道他们饥饿了,又没有食物。然而,当耶稣向门徒们表达祂的感受和关怀时,他们反而问道:“我们在这野地,哪里有这么多的饼叫这许多人吃饱呢?”(第33节)。与那些困惑和焦虑的门徒们不同,耶稣并没有保持沉默,袖手旁观。祂马上行神迹来满足他们的需求。耶稣只用了七个饼和几条小鱼,祝谢和擘开后,竟然使众人吃饱有余。因为耶稣心里充满怜悯,所以祂要确保那跟随祂的四千人都能吃饱回家。透过这个神迹,耶稣不仅想重申祂的神性,还想表明祂是一位充满慈爱怜悯的上帝,祂不会对祂子民的需求视而不见。


    上帝希望祂的每个子民都能拥有一颗怜悯、关怀他人软弱和缺乏的心。作为已经接受了上帝怜悯和恩典的人,上帝希望我们每个人也能以怜悯彼此相待。因为上帝所在乎的,也必须是我们所关怀的,所以让我们学习拥有一颗怜悯的心。让我们透过采取实际行动来培养敏锐感和怜悯之心。让我们从小而简单的事做起,操练自己学会给予,也学会与他人分享。

    “没有行动的怜悯只是虚假的怜悯,而没有怜悯的行动却只是虚有其表。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 腓力傳道

    翻譯員:蔡立基


    需要思考的问题:

    1. 最有说服力让你给予他人的理由是什么?

    2. 你是如何操练对他人的敏锐和关心的呢?


    5 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian