
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Matius 7:15-23
Penulis : G.I. Swannius Bong
Seorang perempuan mengalami depresi yang sangat berat. Dia merasakan begitu banyak gangguan dalam hidupnya. Baik gangguan secara spiritual maupun gangguan secara fisik. Kemudian dia meminta bantuan gereja. Salah seorang konselor dari gereja mengkonselingnya. Perempuan tersebut menceritakan bahwa dia dulu mengalami perjalanan hidup yang begitu sulit. Dia ingin segera keluar dari masalah hidupnya. Kemudian, dia diajak ke tempat yang berlabel gereja, yang berjanji memberikan solusi instan atas persoalannya. Tempat ini menawarkan kekayaan dan kemakmuran baginya. Tetapi setelah beberapa kali terlibat, dia merasa sekte ini justru ingin mencari keuntungan darinya. Sekte ini terus memintanya wajib mempersembahkan sebagian besar asetnya kepada pemimpin tempat itu. Kelompok sekte memintanya menjauhi keluarga dan gereja. Dia diminta melakukan ritual-ritual pemujaan yang tidak wajar seperti membakar emas dan perhiasannya, dilarang melepas syal pada lehernya, bernyanyi berjam-jam tanpa henti dan lain-lain. Bersyukur perempuan ini cepat menyadarinya dan memutuskan kembali kepada Tuhan.
Yesus mengatakan bahwa pada hari-hari terakhir banyak orang berseru-seru Tuhan kepada-Nya. Mereka mengaku telah bernubuat demi nama Tuhan. Mengusir setan demi nama Tuhan. Dan melakukan banyak mukjizat demi nama Tuhan. Tuhan berkata dengan terus terang kepada mereka bahwa Tuhan tidak mengenal mereka. Mereka disebut pembuat kejahatan. Untuk lebih memahami hal ini kita harus membaca dari ayat 17-18, Yesus berbicara tentang pohon dan buahnya. Terdapat hubungan erat antara buah yang dihasilkan dengan pohon itu sendiri. Ternyata semua perbuatan itu berasal dari pohon yang buruk. Perbuatan-perbuatan yang terlihat hebat ternyata berasal dari motivasi yang jahat di mata Allah. Motivasi dari seekor serigala (ay. 15). Gambaran serigala adalah gambaran tentang pribadi yang digerakkan oleh keinginan untuk memangsa. Pribadi yang digerakkan oleh nafsu dunia dan penolakan kepada Allah sejak semula. Seperti serigala, yang demi mendapat keinginannya dapat menyerupai seekor domba demi memuaskan nafsu dan keinginannya (Matius 7:15). Tidak heran bila mereka melakukan hal-hal menakjubkan, namun keinginan terdalamnya adalah demi nafsu dan ambisi mereka sendiri.
Yesus menyebut mereka adalah nabi palsu (ay. 15). Yesus mengatakan dari buahnya kamu mengenal mereka (ay. 20). Buah hidup mereka adalah apa yang muncul dari dalam hatinya. Teladan hidupnya, pengajarannya dan motivasinya yang tercium dibalik hiasan rohani yang palsu. Sejatinya, motivasi memang sulit untuk dideteksi dari sekadar hiasan yang tampak di permukaan. Namun kita dapat mendeteksi dari teladan hidupnya, serta isi pengajaran yang disampaikannya. Makanya jangan buru-buru mengatakan diberkati oleh sebuah pelayanan yang tampak “baik”. Kita harus memilih dan memilah maksud tersembunyi dari ajaran yang disampaikan. Marilah kita terus mengoreksi motivasi kita agar tetap murni bagi Injil-Nya dengan terus berfokus kepada Kerajaan Allah agar tidak terjebak kepada para “serigala” itu!
“Orang-orang yang bersumber dari kebenaran Injil akan terus menjaga hatinya tetap murni dalam memberitakan Kristus demi kemuliaan-Nya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa bukti nyata bahwa sumber hidup Anda berasal dari kebenaran Injil?
2.Motivasi-motivasi salah apa yang perlu Anda singkirkan dalam mengerjakan misi Allah?
约翰福音20:21
基督徒面临的最大问题之一是认为他们可以处于“不成为任何人的使者”区域。我们觉得自己是普通人而过着普通人一般的生活。然而,世界上没有人不被生活中的某件事所感动或推动。没有人的生命是无方向的。所有的人在他们的生命中都被某事所感动并朝向某个方向。故此,我们都是在世界上的使者。这就是“使者”的定义,或在拉丁语中“Mittere”或译为“使命”。所以,使命的意义同等于使者。
在今天的灵修经文中,我们可以看到耶稣复活后门徒对犹太人的恐惧。门徒们躲在一个紧锁的房间里(参看第 19 节)。恐惧促使了门徒的行动。那些被呼召为上帝的工作而奋斗和牺牲的人反而被恐惧所控制的。当耶稣显现在他们当中时,祂向他们道平安。耶稣宣告,父怎样差遣祂,基督也怎样差遣他们(第 21 节)。应该促使门徒的生活是上帝的使命,而不是恐惧。因为上帝的使命是由上帝自己保证的。相反的,恐惧只会使他们走向灭亡且生活没有平安。
什么是你生活中的推动力和方向,那就成为你的使命。如果不是上帝的使命,那么一定是有另一个使命来推动。是自我愉悦的使命吗?是追求财富的使命吗?是为了名利的使命吗?是为了表彰善心的使命吗?是为了寻找安逸生活的使命吗?是为了逃避世界威胁的使命吗?我们今天必须选择谁来导向我们的生活以及什么是我们生命中的真正使命?
“谁和什么推动了你的生活,也就成为你人生使命的推动者。”
椰嘉達基督徒會堂鐵角橋堂會-蔡國閃傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.一直以来,谁和什么推动了你的生命?
2.你如何在执行上帝的使命时被祂和祂的真道所推动?
Nats Alkitab : Yohanes 20:21
Penulis : G.I. Swannius Bong
Salah satu persoalan terbesar orang Kristen adalah menganggap dirinya dapat berada dalam zona “tidak menjadi utusan siapa pun”. Kita merasa sebagai orang awam yang menjalani hidup sebagaimana orang pada umumnya. Padahal tidak seorang pun dalam dunia yang tidak digerakkan atau didorong oleh sesuatu dalam hidupnya. Tidak ada orang yang hidupnya tidak mengarah ke mana pun. Semua manusia dalam hidupnya digerakkan oleh sesuatu dan mengarah kepada sesuatu. Dengan demikian, kita semua adalah utusan dalam dunia. Sebab itulah definisi dari “utusan”. Atau dalam bahasa latin “Mittere” atau diterjemahkan sebagai “Misi”. Jadi, arti misi yaitu sama dengan utusan.
Dalam nas renungan hari ini, kita dapat melihat ketakutan para murid kepada orang-orang Yahudi setelah peristiwa kebangkitan Kristus. Murid-murid bersembunyi dalam ruangan yang dikunci rapat-rapat (ay. 19). Ketakutan telah menggerakkan tindakan para murid. Mereka yang dipanggil untuk berjuang dan berkorban bagi pekerjaan Allah, justru dikendalikan oleh ketakutan. Ketika Yesus menampakkan diri di tengah mereka, Dia mengucapkan salam damai sejahtera. Yesus menyatakan bahwa sama seperti Bapa mengutus-Nya, demikianlah Kristus mengutus mereka (ay. 21). Yang seharusnya menggerakkan kehidupan para murid adalah misi Allah bukan ketakutan. Sebab, misi Allah dijamin oleh Allah sendiri. Sebaliknya, ketakutan hanya akan membawa mereka kepada kehancuran dan hidup tanpa damai sejahtera.
Apa yang menjadi dorongan Anda dan arah dalam hidup Anda, itulah misi Anda. Jika bukan misi Allah maka pasti didorong misi yang lain. Apakah misi untuk kesenangan diri sendiri? Apakah misi untuk kekayaan? Apakah misi untuk ketenaran? Apakah misi untuk menunjukkan kebaikan hati? Apakah misi untuk mencari kenyamanan hidup? Apakah misi untuk menghindar dari ancaman dunia ini? Kita harus memilih pada hari ini siapa yang mengarahkan hidup kita dan apakah misi hidup kita yang sesungguhnya?
“Siapa dan apa yang mendorong hidup Anda itulah yang menjadi penggerak misi hidup Anda.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Siapa dan apa yang menggerakkan hidup Anda selama ini?
2.Bagaimana agar Anda mau digerakkan oleh Tuhan dan kebenaran firman-Nya dalam mengerjakan misi-Nya?
腓立比书 1:15-18
竞争是为某事而奋斗的理由。这是大多数人做生意的概念。对手或敌人的存在对他来说是竞争的动力。事实上,包括为善行和荣誉而奋斗。这样做的基础是想要优于竞争对手。做慈善,参加社会活动,帮助他人,因为他们是出于竞争的动机。
保罗在他的事工中也遇到了与他竞争的人。这群人认为,当他们的事工比保罗做的更好时,就会增加保罗在监狱中的苦楚(17 节)。他们认为监狱外事工的成功,会让保罗在这场比赛中感到愤怒和失落。他们忘记了传福音的基本精髓,因为他们受到竞争精神的激励。这是可笑和讽刺的,这可能发生在传讲荣耀的福音中。但同时它也成为我们所要深思的。我们有可能基于一种竞争的精神来做上帝的工作。例如,在社交媒体上张贴圣经经文或励志句子表明你是更属灵的。参加到内陆传福音的宣教团队,并在社交媒体上发布有关宣教艰难条件的照片。不是因为对他人的同情,而是表现出自己的善行。渴望得到比他的朋友更属灵的赞美。这也不奇怪,当这些“无关紧要”的冲动消失后,有些人就停止做神的工作了。他的对手消失了,他传福音的热情也消失了。其实,这一切背后的精神是什么?答案是追求自我满足,为自己扬名立万,感觉自己比别人高人一等。他们并没有真正侍奉上帝。
对保罗来说,这群人对他来说并不造成问题。他不受竞争的挑战。他也不羡慕那些自由在外而在事奉中更出名的人。他也没有感到比起他们自己失去了名气。保罗只是想基督的福音被广传(18 节)。这对他来说是一种快乐。与此同时,当保罗离开时,那些参与竞争之人的快乐将会消失。相反,他们是需要被怜悯的人,因为他们感觉不到以纯洁的良心事奉上帝的美妙。让我们反思一下。我们有没有像保罗一样的喜乐?我们心中是否有一种只为荣耀上帝而传福音的动机?
“一个因竞争而服事的人,当没有更多的挑战或竞争时,他就失去了意义。”
作者:椰嘉达基督徒会堂铁桥堂会-黄国闪传道
翻译员:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 如果教会带着竞争的动机传福音,你认为会发生什么?
2. 在传福音时,你如何保持纯洁的态度,不被引诱去竞争?
Nats Alkitab : Filipi 1:15-18
Penulis : G.I. Swannius Bong
Kompetisi menjadi alasan untuk memperjuangkan sesuatu. Itulah konsep sebagian besar orang dalam melakukan bisnis. Keberadaan lawan atau musuh baginya sebagai penggerak untuk sebuah kompetisi. Bahkan, termasuk perjuangan untuk perbuatan baik dan mulia. Dasar melakukannya adalah persaingan untuk menjadi lebih baik dibanding kompetitornya. Berbuat amal, ikut kegiatan sosial dan membantu sesama karena terpacu oleh sebuah persaingan.
Paulus dalam pelayanannya juga bertemu dengan orang-orang yang bersaing dengannya. Kelompok ini menganggap bahwa ketika pelayanan mereka lebih baik dibandingkan dengan Paulus, hal itu akan memperberat beban Paulus dalam penjara (ay. 17). Mereka berpikir bahwa kesuksesan pelayanan di luar penjara, akan membuat Paulus menjadi kesal dan merasa kalah dalam kompetisi ini. Mereka melupakan esensi dasar dalam memberitakan Injil, karena terpacu oleh semangat berkompetisi. Hal ini konyol dan ironis, yang dapat terjadi dalam pemberitaan Injil yang mulia. Tetapi sekaligus menjadi sebuah perenungan bagi kita. Ada kemungkinan, kita melakukan pekerjaan Tuhan didasarkan semangat berkompetisi. Misalnya, posting ayat-ayat Alkitab atau kalimat-kalimat motivasi di media sosial menunjukkan diri lebih rohani. Ikut mission trip sampai ke pedalaman dan menampilkan foto di media sosial tentang kondisi yang sulit. Bukan karena sebuah empati kepada sesama tetapi untuk menunjukkan kebaikan diri. Ada keinginan untuk dipuji lebih rohani dibandingkan teman-temannya. Tidak aneh juga, kalau ada sebagian orang yang berhenti mengerjakan pekerjaan Tuhan ketika dorongan-dorongan “ngawur” ini sudah tiada. Saingannya sudah tidak ada, hilang juga semangat dalam memberitakan Injil-Nya. Sebenarnya, apa spirit dibalik semua ini? Jawabannya adalah mengejar kepuasan diri, mencari nama bagi diri sendiri, dan merasa lebih hebat dibanding yang lain. Mereka tidak benar-benar melayani Tuhan.
Bagi Paulus, kelompok orang seperti ini tidak menjadi masalah untuknya. Ia tidak tertantang karena kompetisi. Ia juga tidak iri kepada mereka yang bebas di luar dan menjadi lebih terkenal dalam pelayanan. Ia juga tidak merasa kalah popularitas dengan mereka. Paulus hanya ingin Injil Kristus diberitakan (ay. 18). Itu adalah sukacita baginya. Sedangkan sukacita bagi mereka yang berkompetisi akan hilang ketika Paulus sudah tiada. Justru mereka adalah orang-orang yang perlu dikasihani karena tidak merasakan indahnya melayani Tuhan dengan hati nurani yang murni. Mari kita merenungkan hal ini. Sudahkah kita memiliki sukacita seperti Paulus? Adakah dari dalam hati kita terdorong untuk memberitakan Injil hanya untuk kemuliaan Tuhan?
“Seseorang yang melayani karena digerakkan oleh semangat kompetisi akan kehilangan makna ketika tidak ada lagi tantangan atau saingan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Menurut Anda apa yang akan terjadi jika Gereja memberitakan Injil dengan motivasi berkompetisi?
2.Bagaimana agar sikap hati Anda tetap murni dalam memberitakan Injil dan tidak tergoda untuk berkompetisi?
使徒行传 8:9-25
圣经中最悲伤的故事之一是来自撒玛利亚的行邪术西门的故事。 他最初以他的邪术而闻名。 但在听到腓利传给撒玛利亚人的福音信息后,他对所传达的信息很感兴趣。 他相信并受了洗(第 13 节)。然后耶路撒冷的使徒差派彼得和约翰向撒玛利亚人传讲圣灵的恩赐。 撒玛利亚人还没有接受有关圣灵能力的真理,因为洗礼只是介绍了耶稣基督的名字(第 15 节)。
西门看到使徒们所彰显的神的大能后,不禁惊叹不已。 西门想着用他所有的钱,他能得着圣灵的能力。 彼得大声说:“你的銀子、和你一同滅亡罷.因你想 神的恩賜、是可以用錢買的。”(20 节)。 西门显然仍然有一个对上帝不正直的个人意图(第 21 节)。 西门想拥有那种力量,像他在相信并接受洗礼之前一样出名。 难怪,彼得強烈斥责了西门的要求。 他宣扬上帝大能的动机是基于金钱,并用它来展示他的伟大。
传福音时内心的态度很重要。 许多基督徒出于对奇迹和某些启示的兴趣,促使自己传福音。其实这只是他个人意图的掩饰。 个人意图想要出名、致富或获得职位。 在上帝眼中是邪恶的。 传福音应该带着让人们认识基督和祂话语的真理的渴望。 发生在事工中的圣灵的力量应该使每个人都只专注于上帝。 这就是存在于每一个启示和恩赐的目的。 让我们效法使徒! 他们传福音的唯一目的就是宣讲神话语的真理。 他们只以基督为中心,没有别的。
“有个人意图的人的特征是
若无个人利益则对传福音不感兴趣。”
作者:椰嘉达基督徒会堂铁桥堂会 - 蔡国闪传道
翻译员:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 你如何才会有强烈的愿望去传讲只以神国为中心的福音?
2. 省察你的心,你一直不想传福音的原因是什么?是因为它对你没有好处吗?你想悔改传福音吗?
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 8:9-25
Penulis : G.I. Swannius Bong
Salah satu kisah miris dalam Alkitab adalah kisah Simon, penyihir dari Samaria. Ia semula terkenal karena sihirnya. Namun setelah mendengar berita Injil yang disampaikan Filipus kepada orang-orang Samaria, ia tertarik dengan berita yang di sampaikan itu. Dia menjadi percaya dan dibaptis (ay. 13). Kemudian, rasul-rasul di Yerusalem mengutus Petrus dan Yohanes untuk memperkenalkan karunia Roh Allah kepada orang-orang Samaria itu. Orang-orang Samaria itu belum beroleh kebenaran akan kuasa Roh Kudus, karena baptisan hanya memperkenalkan nama Yesus Kristus (ay. 15).
Setelah melihat kuasa Allah yang dinyatakan oleh para rasul, Simon sangat takjub. Simon berpikir dengan uang yang dimilikinya, ia dapat menerima kuasa Roh Kudus. Petrus dengan keras menyatakan “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang” (ay. 20). Simon ternyata masih menyimpan agenda pribadi dengan hati yang tidak lurus kepada Allah (ay. 21). Simon ingin memperoleh kuasa itu untuk menjadi terkenal sama seperti dirinya pada waktu sebelum percaya dan menerima baptisan. Tidak aneh jika Petrus menegur dengan keras permintaan Simon ini. Motivasinya untuk menyatakan kuasa Allah didasarkan oleh uang dan memanfaatkan itu untuk mendemonstrasikan kehebatannya.
Sikap hati dalam memberitakan Injil adalah hal yang penting. Banyak orang Kristen karena ketertarikan kepada mukjizat dan penyataan-penyataan tertentu, mendorong dirinya untuk memberitakan Injil. Padahal itu hanya kedok untuk agenda pribadinya. Agenda pribadi ingin menjadi terkenal, mendapatkan kekayaan atau memperoleh jabatan. Itu adalah kejahatan di mata Tuhan. Injil seharusnya diberitakan dengan hati ingin memperkenalkan Kristus dan kebenaran firman-Nya. Kuasa Roh Kudus yang terjadi dalam pelayanan seharusnya membawa setiap orang hanya berfokus pada Allah. Itu adalah tujuan dari setiap penyataan dan karunia yang ada. Marilah kita meneladani para rasul! Satu-satunya tujuan mereka untuk memberitakan Injil adalah hanya untuk memberitakan kebenaran firman Tuhan. Mereka hanya berpusat kepada Kristus, tidak yang lain.
“Ciri seorang yang memiliki agenda pribadi adalah tidak tertarik memberitakan Injil jika tanpa ada keuntungan pribadi.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Bagaimana agar Anda memiliki hasrat yang kuat untuk memberitakan Injil yang hanya berpusat pada Kerajaan Allah?
2.Selidiki hati Anda, apakah penyebab anda tidak mau untuk memberitakan Injil selama ini? Apakah karena tidak memberikan keuntungan bagi Anda? Apakah Anda mau bertobat dan memberitakan Injil?
以赛亚书43:11-12
成为“弥赛亚”或“救世主”的综合症是一种让肇事者觉得只有他才能使一切的事情变得更好的综合征。这种综合征的特点是对别人的弱点非常感兴趣。觉得能够改变别人。觉得必须找到所有的解决方案。觉得成功是必须透过过度的牺牲。并觉得自己是唯一的救主。患有这种综合征的人会觉得他自己是救主并认为他是他周围人生活的解案中心。
我们经常认为行善和献给一切“最好的”一定合上帝心意。这可能会变成一件危险的事情,因为在无意中,那一切的服侍或高尚的行为都会挪移真神的焦点和角色。我们变成了我们在行善的所有服侍中的焦点。也有一些基督徒在行善时,丝毫没有向其他人宣讲基督。并对那样的服侍和善意感到满足。不知不觉,让自己成为了别人的“救主”。在今天的经文中,上帝很清楚地说,除了祂以外没有救主(11节)。这是上帝所说、所拯救和所宣告的。意思是,上帝应该是我们所有的见证和服侍工作的中心和目标。救主的角色只属于上帝。耶稣基督是我们真正的弥赛亚和救主(约翰一书4:14)。
实行上帝使命的基础是扮演我们作为见证上帝工作的角色。无论我们的服侍工作有多么好或厉害,请记住我们只是见证人,而不是中心!我们必须始终地向其他人传扬,唯一真正的救主是耶稣基督。只有基督是人类的救主。唯一救赎人类的主。祂给予人类永生的希望。这个角色永不会改变或随时被取代的。同样,我们的角色也必须时刻的为祂作见证。
“传扬真正的救主吧,而不是我们自己,因为只有祂才是这个世界最深切的需要!”
作者:椰加达基督徒会堂铁桥堂会 –蔡国闪传道
翻译员:赖家惠
反思 :
1.您是否已向周边的人传扬真正的救主基督耶稣呢?
2.您向别人传讲基督的困难是什么呢?
Nats Alkitab : Yesaya 43:11-12
Penulis : G.I. Swannius Bong
Sindrom menjadi “mesias” atau “juruselamat” adalah sindrom di mana pelakunya merasa sebagai satu-satunya orang yang bisa membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Ciri-ciri dari sindrom ini adalah tertarik melihat kelemahan orang lain. Merasa mampu mengubahkan orang lain. Merasa harus menemukan segala solusi. Merasa sukses dengan pengorbanan yang berlebihan. Dan merasa menjadi satu-satunya penolong. Orang dengan sindrom ini merasa bahwa dirinya adalah juruselamat dan sebagai pusat solusi atas kehidupan orang di sekitarnya.
Sering kali kita menganggap bahwa melakukan kebaikan dan memberi semua yang “terbaik” akan selalu dikehendaki oleh Tuhan. Ini bisa menjadi hal yang berbahaya, sebab tanpa sengaja, segala bentuk pelayanan atau tindakan mulia itu menggeser fokus dan peran Allah yang sejati. Kita menjadi pusat dari segala pelayanan kita dalam melakukan kebaikan. Ada juga beberapa orang Kristen dalam melakukan segala perbuatan baiknya, tanpa sedikit pun memberitakan Kristus kepada yang lain. Serta merasa puas atas segala bentuk pelayanan dan kebaikannya itu. Tanpa sadar, menjadikan dirinya sebagai “juruselamat” bagi orang lain. Dalam nas hari ini, Allah dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada Juruselamat selain diri-Nya (ay. 11). Allah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan. Artinya, Allah adalah pusat dan tujuan dari seluruh kesaksian dan pelayanan kita. Peran Juruselamat hanya milik Allah. Yesus Kristus adalah Mesias dan Juruselamat sejati kita (1 Yohanes 4:14).
Dasar untuk melakukan misi Allah adalah dengan meletakkan peran kita sebagai saksi bagi pekerjaan Tuhan. Sebaik atau sehebat apa pun pelayanan kita, ingatlah kita hanya saksi bukan pusat! Kita harus senantiasa merujuk dan memperkenalkan kepada orang lain bahwa satu-satunya Juruselamat sejati adalah Yesus Kristus. Hanya Kristus Sang Penyelamat manusia. Satu-satunya Penebus dosa manusia. Ia memberikan pengharapan akan keselamatan kekal. Peran ini tidak akan pernah berubah atau tergantikan sampai kapan pun. Demikian juga peran kita, haruslah senantiasa menjadi saksi bagi-Nya sampai kapan pun.
“Perkenalkanlah Juruselamat sejati, bukan diri kita, sebab hanya Dialah yang menjadi kebutuhan terdalam bagi dunia ini!”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apakah Anda telah memperkenalkan Juruselamat sejati yaitu Kristus Yesus kepada orang-orang di sekitar Anda?
2.Apa yang menjadi kesulitan Anda dalam memberitakan tentang Kristus kepada orang lain?
哥林多前书9:16-18;腓立比书1:15-18
“真的很可悲,一个高尚的工作被一个腐朽的目的所玷污。”这就是在Youtube 视频中对社会援助腐败案的评论之一。一个引起多方关注的案件。在人民的苦难中,有些人利用这项高尚的工作谋取个人的利益。作为上帝的儿女,福音的信息是人类历史上最伟大、最崇高的信息。本该灭亡的罪人,却从基督那里得到了救赎之恩的信息。讽刺的是,人类的罪性还能够让福音工作以那与上帝崇高的目的不一致的目的来进行。传福音被用于不合上帝心意的目的。
今天的灵修经文中,保罗表达了他传福音的纯洁之心。在哥林多前书 9:16,保罗说传福音是他不得已的。保罗说赏赐不是他事奉的目的 (17节)。他是以诚实和全责去做的。福音信息是他的权柄 (18节)。甚至,有些群体传福音是为了与他竞争和纷争为目的的(腓立比书1:15)。那些群体是以不诚实的心传福音的 (17节)。保罗没有被那些动机所分心。保罗依然喜乐,并继续在上帝的面前以纯洁的心尽他的本分。
保罗一点都不支持那些以个人利益为目的传福音的人。反而,保罗在上帝的面前树立了一颗纯洁诚实的心的榜样。保罗以高尚的心行高尚的任务。而那些人,实际上将会与基督,给予使命者,打交道的。对于我们被呼召传福音的人来说,这是一个很重要的反思。我们按照上帝的呼召来检查我们的心,献出我们的心和生命吧!去传福音,并在祂的面前作个顺服、忠心、和纯洁的仆人吧!
“传讲福音真理的人一定会在祂的面前保守自己的纯洁和诚实的心。”
作者:椰加达基督徒会堂铁桥堂会 –蔡国闪传道
翻译员:赖家惠
反思 :
1.当上帝呼召您传福音时,您的心态如何?
2。您如何在执行祂的使命时,保持您的纯心?
From the publisher's feed