Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 6-11-2025 - 明智地拒绝FOMO (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    马太福音 14:13


    14:13 耶稣听见了,就上船从那里独自退到野地里去。众人听见,就从各城里步行跟随祂。



    “FOMO”这个词在年轻人中并不陌生了,即是fear of missing out的简称,意思是“害怕错过”。FOMO指的是由于不关注某些活动而害怕“脱节”的感觉。例如新闻、潮流或新事物。导致FOMO的原因之一是社交媒体的使用日益增多。依赖社交媒体允许某人透过其电子设备接受以通知形式出现的各种信息。FOMO的影响会引发焦虑,然后将自己的生活与看起来更愉快或更幸福的人来比较。根据Ellynda Kusuma Anggraeni的说法,FOMO的症状包括总是查看电子设备、更关心社交媒体而不是现实生活,从而产生在网络空间被他人认可的渴望、对最新八卦的好奇心,为了不错过潮流而浪费金钱,以及无法拒绝以免错过新事物的邀请。我将耶稣非常忙碌且总是受许多人寻找的事奉工作与FOMO联系在一起。如果我们是耶稣的话, 当然不会浪费所拥有的机会, 对吗?趁机而为的态度,比如趁着出名,趁着有很多“粉丝”,趁着卖得好的时候等等。


    圣经很清楚地记载,耶稣听见施洗约翰的死讯后就立刻隐退。如今人群的焦点完全集中在耶稣身上。耶稣不想因为忙碌而远离与天父的团契。祂知道何时该与天父独处。祂不要为了获得人类的认可或赞美来取代祂与天父的关系。祂不要为了趁着潮流而牺牲与天父独处的时间。由此,我们可以在日常生活中,无论是在工作场所还是在事奉工作中,应用基督的榜样。我们必须明智地透过优先考虑与神相处的时间而拒绝“害怕错过”的心.我们必须知道何时“隐退”, 即当工作或事工太多而无法完全处理时, 要有勇气说“不”。我们必须能够理清工作和事工才能有效。需要确定工作和事工的优先顺序。我们需要警惕,以免陷入忙碌的欲望,从而远离上帝,倦怠,精疲力竭,失去焦点等等。


    明智地工作和事奉吧!因为你不是一个工作时没有心思的机器人。你也不是一个不需要与我们生命的创造者和保护者建立关系的机器人。如果你的工作或事工使你离祂太远时就“隐退吧”。因为藉着居住在祂的里面,你将会时刻为下一份的工作和事工精神焕发。但愿上帝在我们生命的各个方面得到荣耀。阿门。


    “圣灵的果子是节制,而它最关键的表现之一就是:安静,沉默的力量。

    保持沉默的能力是自由的开始。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 洪祖茂牧師

    翻譯員:赖利南


    默想的问题:

    1.当你正忙于工作或事工时,你以什么态度来应对众多需要帮助的人的干扰呢?

    2.你在多大程度上致力于将自己作为属灵自律的一部分“隐退”,使你能够与那位在工作或事奉时成为新力量的源泉之天父建立关系?


    7 min
  • 6-11-2025 - Bijak Menolak "FOMO" (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 14:13

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Di kalangan anak muda tidak asing dengan istilah “Fomo” yang merupakan kependekan dari fear of missing out. Fomo memiliki arti perasaan takut “tertinggal” karena tidak mengikuti akvitias tertentu seperti, berita, tren, atau hal yang baru. Salah satu penyebab Fomo adalah maraknya penggunaan media sosial. Ketergantungan pada media sosial memungkinkan seseorang menerima berbagai informasi dalam bentuk notifikasi yang masuk melalui perangkat digitalnya. Dampak dari Fomo memicu munculnya perasaan cemas lalu membandingkan kehidupan diri dengan orang lain yang terlihat lebih menyenangkan atau bahagia. Menurut Ellynda Kusuma Anggraeni, gejala fomo di antaranya selalu mengecek gadget, lebih peduli pada media sosial dari pada kehidupan nyata yang memunculkan keinginan untuk diakui orang lain di dunia maya, selalu ingin tahu kehidupan orang lain, rasa penasaran dengan gosip terbaru, boros demi agar tidak ketinggalan tren, juga tidak bisa menolak ajakan supaya tidak tertinggal hal-hal yang baru. Nah, saya mengaitkan pelayanan Yesus yang begitu padat dan selalu dicari banyak orang dengan fomo karena jika kita jadi Yesus, tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada, bukan? Sikap aji mumpung, mumpung terkenal, mumpung banyak “fans”, mumpung sedang laris manis dan sebagainya.


    Alkitab dengan jelas menulis: Yesus segera menyingkir setelah mendengar kematian Yohanes Pembaptis. Fokus orang banyak kini sepenuhnya tertuju kepada Yesus. Yesus tidak mau kesibukan-Nya menjauhkan persekutuan-Nya dengan Bapa. Ia tahu kapan untuk menyendiri dengan Bapa-Nya. Ia tidak ingin menukar relasi-Nya dengan Bapa demi memperoleh pengakuan atau pujian manusia. Ia tidak mau memanfaatkan tren dengan mengorbankan waktu-Nya bersama Bapa. Dari hal inilah teladan Kristus dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Baik dalam dunia kerja atau pun pelayanan. Kita harus bijak menolak “fomo” dengan lebih mengutamakan waktu bersama Allah. Kita harus tahu kapan untuk “menyingkir” yaitu berani berkata tidak bila sudah terlalu banyak pekerjaan atau pelayanan yang tidak bisa ditangani sepenuhnya. Kita harus bisa memilah-milah pekerjaan dan pelayanan agar bisa efektif. Perlunya menentukan prioritas atas pekerjaan dan pelayanan. Kita perlu waspada agar tidak terjebak kepada keinginan untuk sibuk yang menjauhkan diri dari Allah, burnout, kelelahan, kehilangan fokus dan lain sebagainya.


    Mari bijak dalam bekerja dan melayani. Sebab Anda bukan robot yang bekerja tanpa hati. Anda bukan robot yang tidak bisa merasa lelah. Anda juga bukan robot yang tidak memerlukan relasi dengan Sang Pencipta dan Pemelihara hidup kita. “Menyingkirlah” bila pekerjaan atau pelayanan Anda telah menarik terlalu jauh dari hadirat-Nya. Sebab dengan tinggal dalam hadirat-Nya, Anda akan disegarkan senantiasa untuk pekerjaan dan pelayanan selanjutnya. Kiranya Tuhan dipermuliakan dalam seluruh aspek hidup kita. Amin.


    “Buah Roh adalah: penguasaan diri, dan salah satu ekspresinya yang paling krusial adalah: kesunyian, kekuatan untuk berdiam diri... Kemampuan untuk berdiam diri adalah awal dari kebebasan."


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi banyaknya interupsi dari orang-orang yang membutuhkan pertolongan tepat pada saat Anda berada di tengah kesibukan pekerjaan atau pelayanan?

    2. Sejauh mana komitmen Anda untuk bisa “menyingkir” sebagai bagian dari disiplin rohani yang memungkinkan Anda untuk dapat berelasi dengan Bapa yang menjadi sumber kekuatan baru Anda dalam bekerja atau melayani?


    5 min
  • 5-11-2025 - 療癒 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬可福音6:31-32


    6:31 他就說、你們來同我暗暗的到曠野地方去歇一歇.這是因為來往的人多、他們連喫飯也沒有工夫。

    6:32 他們就坐船、暗暗的往曠野地方去。



    曾麥翠蓮師母和曾金發牧師在他們的《生活與遺產》一書中糾正了人們對休息的一個常見誤解。休息常被誤解為偷懶和表現遲鈍的藉口。此外,休息也被認為是有悖於忠誠和奉獻。休息也被誤解為僅僅是身體上的休息,而不是心靈上的休息。休息被定義為度假、睡覺、娛樂,或Z世代常說的“療癒”。


    其實曾麥翠蓮師母和曾金發牧師表示說;一個需要獨處和安靜的地方。我們不能只顧著“表現而不休息”。我們絕不能誤解馬可福音6:31-32中提到的歇一歇或休息的意思成為我們在工作或服事世界中偷懶並享受輕鬆生活。我們把“療癒”作為隱退的堡壘, 以便我們不需要做很多我們應該做的事情。當然耶穌不要我們如此行。祂和門徒們非常忙碌於為尋求祂的許多人治病、驅除邪靈或耶穌教導衆多的人。如果那所有的工作都必須完成,根本就沒有時間休息,甚至沒有時間吃飯。但耶穌在恰當的時暫停片刻。祂故意隱退以便能與天父獨處。祂知道成為人的存在必須完全依靠他的天父。休息恢復體力是必要的,但更重要的是心靈上的恢復將才真正決定我們的表現。


    如今,我們越來越難以找到安靜的時間、獨處的時間以及從周遭生活喧囂中隱退的時間。但這並不意味著不能。我們必須嚴於自律,調節與許多人的忙碌和與上帝獨處之間的節奏。與上帝獨處並不意味著一定要去遙遠的地方。有時候我們也要試著暫時遠離電子工具和社交媒體,以便我們能夠專注於上帝而不會被各種通告打擾。正如耶穌知道何時隱退,我們也知道何時從周圍的喧囂中隱退。目的是讓我們精神舒暢,迎接下一個任務、工作和事工。願上帝幫助我們在祂的同在中得以“療癒”。


    “與上帝一起休息和獨處是必需的,而不是一種選擇”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 洪祖茂牧師

    翻譯員:黃瓊楓



    默想的問題:

    1. 在忙碌的生活中,你如何定義與神獨處的時間?

    2. 與神獨處的時間已經是你心靈的需要嗎?如果是的話,你要如何實現出來?


    6 min
  • 5-11-2025 - Healing (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Markus 6:31-32

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Dalam bukunya Life and Legacy, Ann dan Edmund Chan mengoreksi pemahaman yang salah mengenai istirahat. Istirahat sering disalahartikan sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan menunjukkan kelambanan. Selain itu beristirahat juga dianggap bertentangan dengan kesetiaan dan dedikasi. Istirahat juga disalahartikan sebagai istirahat secara fisik saja dan bukan tentang rohani. Istirahat diartikan sebagai liburan, tidur, rekreasi, atau yang sering diserukan oleh kaum Gen-Z sebagai “healing”.


    Padahal Ann dan Edmund Chan menyatakan; A place for needed solitude and quietness. We cannot run on “performance without rest”. Kita jangan sampai keliru mengartikan beristirahat yang dimaksudkan dalam Markus 6:31-32 sebagai tempat untuk meletakkan kemalasan dan hidup santai dalam dunia kerja atau pelayanan kita. Dengan benteng “healing” kita bersembunyi agar tidak banyak dituntut untuk mengerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan. Tentu Yesus tidak ingin kita menerapkannya seperti itu. Ia dan para murid-Nya sangat disibukkan oleh banyaknya orang yang datang untuk disembuhkan dari penyakit, diikat oleh roh-roh jahat atau Yesus yang mengajar orang banyak. Bila semua pekerjaan itu dikerjakan maka tidak akan ada waktu sama sekali untuk beristirahat, bahkan untuk makan pun mereka tidak ada waktu. Namun Yesus mengambil waktu yang tepat untuk berhenti seketika. Ia sengaja menyingkir agar bisa menyendiri dengan Bapa-Nya. Ia sadar bahwa keberadaan-Nya sebagai manusia harus bergantung penuh kepada Bapa-Nya. Beristirahat untuk memulihkan kekuatan fisik memang perlu, tetapi lebih dari itu pemulihan secara spiritual akan sangat menentukan performa kita.


    Waktu tenang, waktu menyendiri dan menyingkir dari segala hiruk pikuk kehidupan di sekeliling kita saat ini menjadi sangat sulit didapatkan. Namun bukan berarti tidak bisa. Kita harus mendisiplin diri untuk mengatur ritme antara kesibukan dengan banyak orang dan menyendiri dengan Tuhan. Menyendiri bersama Tuhan tidak harus pergi ke tempat yang jauh. Terkadang kita juga perlu berusaha menjauh dari gadget dan dari sosial media sementara waktu agar kita bisa fokus dengan Tuhan tanpa diinterupsi oleh berbagai notifikasi. Seperti Yesus yang tahu waktu untuk menyingkir, demikian juga kita tahu waktu untuk menyingkir dari hingar bingar sekeliling kita. Tujuannya tidak bukan agar kita kembali segar untuk tugas, pekerjaan dan pelayanan berikutnya. Kiranya Tuhan menolong kita untuk dapat “healing” dalam hadirat-Nya.

    “Istirahat dan menyendiri bersama Allah adalah kebutuhan, bukan pilihan”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana Anda mengartikan waktu sendiri bersama Allah di tengah kesibukan Anda?

    2. Apakah waktu bersama dengan Allah sudah menjadi kebutuhan jiwa Anda? Jika ya bagaimana Anda mewujudkannya?


    5 min
  • 4-11-2025 - 歇一歇 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬可福音6:31


    6:31 祂就說、你們來同我暗暗的到曠野地方去歇一歇.這是因為來往的人多、他們連喫飯也沒有工夫。



    有一種短暫卻具高品質的休息做法被稱為“軍事睡眠”。戰場上的士兵都已經受過訓練可以在戰鬥之間休息幾分鐘。雖然時間很短,但這樣的休息能讓他們恢復疲勞。主耶穌的門徒能被明智地邀請在忙碌的生活中使用最佳時間休息也是好事。


    馬可福音6:31中的片語 “歇一歇” 來自兩個希臘文,即μόνας (讀作: monas) 和ἀναπαύσασθε (讀作: anapausasthe)。Monas的字面意思是“順著安靜”或“獨處中”。Monas這個字與“修道院”或“僧侶”有關,強調獨處、分離和寂靜的狀態。這個詞描述了一種用於享受的優質地方和時間的條件。也許用今天的語言我們稱之為“我的時間”。而anapausasthe來自動詞ἀναπαύω (anapauō),這是一個命令(祈使)詞,意思是“休息吧!” 或“恢復你的力量吧!”。Anapausasthe 由單字 ana 和 pauo組成的,ana的意思是“上去”或“返回”或“再一次”。而 pauo 的意思是“阻止”或“平靜下來”。所以anapauo的意思是“停下來,以恢復並重新獲得力量”或“暫停活動以補充力量”。當然,這裡說的恢復力量或補充力量是指恢復肉體和心靈。


    然而,從耶穌的邀請中我們也可以學到一個重要的訊息,那就是歇一歇是刻意或有目的的行動。這不是等到因忙碌而感到疲倦或不知所措時才會採取此行動, 而是一個決定, 歇息一會兒。再一次,做出決定相信世界或事工不會因為我們的休息而崩潰。上帝也是故意在第七天停止了創造工作(創2:2)。我們又如何呢?我們休息一會兒,就感到愧疚了。我們的工作桌上似乎擺放著一條不成文的教義,寫道“趁還有機會,趕緊工作或服事”、“勤勞致富”、“時間就是金錢”等等。當然,勤奮工作並沒有錯。錯的是如果我們忽視自己的健康、休息時間、與上帝獨處的安靜時間。耶穌說道凡勞苦擔重擔的人, 可以到我這裡來、我就使你們得安息(馬太福音11:28)


    “忙碌是靈性的敵人。本質上,忙碌就是匆忙,

    這與禱告的生活格格不入。

    理查德·福斯特



    作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 洪祖茂牧師

    翻譯員:黃瓊楓



    默想的問題:

    1. 你是如何從忙碌的生活中特別抽出時間休息的?

    2. 當你試圖從忙碌的生活中抽出時間休息時,你經常會遇到哪些障礙?你想如何克服這些障礙的?


    6 min
  • 4-11-2025 - Get Some Rest (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Markus 6 : 31

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Ada praktik istirahat singkat namun berkualitas yaitu yang dikenal sebagai “military sleep”. Para prajurit di medan perang telah dilatih untuk mampu beristirahat hanya dalam hitungan menit di sela-sela peperangan. Walaupun singkat namun istirahat semacam itu mampu menyegarkan kelelahan mereka. Ada baiknya murid Tuhan Yesus pun dengan bijak diajak menggunakan waktu terbaik untuk beristirahat di antara kesibukan mereka.


    Frasa “beristirahatlah seketika” dalam Markus 6:31 berasal dari dua kata Yunani yaitu μόνας (dibaca: kata monas) dan ἀναπαύσασθε (dibaca: anapausasthe). Kata monas secara harfiah berarti "menurut keheningan" atau "dalam kesendirian". Kata monas berkaitan dengan kata "monastery" (biara) atau "monk" (biarawan), yang menekankan keadaan sendiri, terpisah, dan sunyi. Kata ini menggambarkan suatu kondisi tempat dan waktu yang berkualitas yang digunakan untuk dinikmati. Mungkin dalam bahasa kekinian kita mengenalnya sebagai “me time”. Sedangkan kata anapausasthe berasal dari kata kerja ἀναπαύω (anapauō) merupakan kata perintah (imperative) yang berarti "beristirahatlah!" atau "pulihkanlah kekuatanmu!". Anapausasthe terdiri dari kata ana yang berarti “naik ke atas” atau “kembali” atau “sekali lagi”. Dan pauo yang berarti “menghentikan” atau “menenangkan”. Jadi kata anapauo memiliki arti "berhenti, agar dapat pulih dan mendapatkan kekuatan kembali" atau "berhenti sejenak dari aktivitas untuk mengisi ulang kembali". Tentunya mendapatkan kekuatan kembali atau mengisi ulang kembali di sini dalam konteks untuk pemulihan stamina jasmani maupun rohani.


    Namun dari ajakan Yesus ini kita juga dapat memetik suatu pesan penting yaitu, beristirahat seketika merupakan tindakan yang disengaja atau intensional. Tindakan ini bukan diambil sampai menunggu kelelahan atau kewalahan karena padatnya aktivitas melainkan sebuah keputusan, get some rest. Sekali lagi, ambillah keputusan dengan percaya bahwa dunia atau pelayanan tak akan runtuh karena kita beristirahat. Allah sendiri pun sengaja berhenti dari pekerjaan penciptaan pada hari yang ketujuh (Kejadian 2:2). Bagaimana dengan kita? Kita seolah merasa bersalah bila beristirahat seketika. Doktrin tak tertulis sepertinya terpampang di depan meja kerja kita yang berbunyi “bekerja atau melayani selagi masih ada kesempatan”, “rajin pangkal kaya”, “waktu adalah uang”, dan lain-lain. Tentu bekerja dengan rajin tidaklah salah. Yang salah jika kita sampai mengabaikan kesehatan, jam istirahat, waktu untuk tenang dan menyendiri dengan Tuhan. Mari datang kepada Yesus, kita yang letih lesu dan berbeban berat, karena Dia saja yang sanggup memberikan kelegaan kepadamu (Mat. 11:28).


    “Kesibukan adalah musuh spiritualitas. Pada dasarnya, kesibukan adalah terburu-buru, yang tidak sejalan dengan kehidupan doa." – Richard J. Foster


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana Anda secara khusus mengambil waktu untuk bisa beristirahat dari kesibukan?

    2. Apa halangan yang sering Anda hadapi ketika ingin beristirahat sejenak dari kesibukan dan bagaimana Anda ingin mengatasinya?


    5 min
  • 3-11-2025 - 過度 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬可福音6:30-31


    6:30 使徒聚集到耶穌那裡、將一切所作的事、所傳的道、全告訴祂。

    6:31 祂就說、你們來同我暗暗的到曠野地方去歇一歇.這是因為來往的人多、他們連喫飯也沒有工夫。



    任何“過度”或過量的事情都是不好的。在高速公路上我們經常看到有警告說,ODOL卡車禁止使用高速公路。ODOL 一詞是Over Dimension Overload的縮寫即超出尺寸和超載重量。這項禁令並非毫無道理。超出其尺寸和載重量的卡車會危及自己和其他道路使用者的安全。因為裝載或大小不正確的卡車會失去平衡並以非常慢的速度行駛,這可能會導致事故。


    同樣我們的日常生活也是如此,無論是在工作、服事或任何其他方面的活動上, 如果過度的話就會對自己和他人造成危險。這裡所說的“過度”是指要求過高,超出了自己的承受能力。這就是耶穌門徒所經歷的,超越自己能力範圍的人,會遭受各種負面影響. 其中之一的例子,某人不斷處於“過度”的狀態 (來客特多, 所以沒時間吃飯), 他的身體會啟動一種稱為HPA軸 (下視丘-腦下垂體-腎上腺) 的壓力反應系統。這系統會使身體充滿壓力荷爾蒙,尤其是皮質醇。它直接的影響是慢性焦慮症、睡眠障礙和過度警覺或難以感到平安。在認知方面,也會產生影響,例如注意力下降、難以做出決定以及由於未完成的任務的累積而導致思緒停留在問題上反覆思索。更不用說在情緒)面了。負擔過重的人容易生氣,情緒疲勞導致對其他人所面對的問題失去同理心,並產生麻木感, 使所做的一切包括服事的工作都變得機械化。如果這種情況持續下去,就會導致“過度”的人出現倦怠症候群。


    因此對我們所有人的好消息是,耶穌知道我們的能力和軟弱。作為神和人,祂並沒有強迫祂的神性“壓迫”祂的人性和祂的門徒們。作為人,祂也會感到疲倦、飢餓以及需要休息的意識。祂知道甚至關心作為個人如何在工作、忙碌、服事和與天父獨處的安靜時間之間取得平衡。祂也要給我們一個榜樣,在祂面前休息和平靜,將恢復我們身體上和心靈上的力量。耶穌的邀請:“你們來同我暗暗的到曠野地方去歇一歇!” 讓我們滿懷喜樂地回應,因為祂關心我們、愛我們。祂知道我們能力的極限。不要“超載”,這可不好!

    “休息並非懶惰,也不是浪費時間。

    有時候,休息是你所能做的最神聖的事情。”

    馬克·布坎南 (加拿大作家、神學家和牧師)


    作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 洪祖茂牧師

    翻譯員:黃瓊楓


    默想的問題:

    1. 你是否正在經歷身體、情緒或心靈的疲憊?

    2. 神的話語今天如何像清涼的水一樣,舒暢祢的心靈和精力?


    7 min
  • 3-11-2025 - Over (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Markus 6:30-31

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Apa pun yang “over” atau berlebihan selalu tidak baik. Di jalan bebas hambatan sering kita melihat peringatan agar truk ODOL dilarang untuk menggunakan jalan tol. Istilah ODOL adalah kependekan dari Over Dimention Over Load atau kelebihan dimensi dan kelebihan muatan. Larangan ini bukan tanpa alasan. Truk yang melebihi dimensi dan muatan yang seharusnya dapat membahayakan diri dan pengguna jalan lainnya. Hal ini dikarenakan truk yang tidak semestinya ini akan menjadi tidak seimbang dan melaju dengan kecepatan yang sangat lambat sehingga berpotensi terjadinya kecelakaan.


    Sama halnya dengan kehidupan kita sehari-hari, baik dalam aktivitas pekerjaan, pelayanan atau bidang apa pun bila berlebihan akan dapat membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain. Kondisi “over” yang dimaksud di sini adalah berlebihnya tuntutan melebihi kemampuannya untuk mengatasi. Hal ini yang dialami oleh para murid Yesus. Berbagai dampak negatif akan dialami oleh orang-orang yang telah melampaui kemampuan dirinya. Salah satu contoh ketika seseorang terus-menerus dalam keadaan "over" (banyak orang datang, hingga tidak sempat makan), tubuhnya mengaktifkan sistem respons stres yang disebut HPA Axis (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal). Sistem ini membanjiri tubuh dengan hormon stres, terutama kortisol. Dampak langsungnya adalah gangguan kecemasan kronis, gangguan tidur dan hypervigilance (kewaspadaan berlebih atau sulit merasakan kedamaian). Secara kognitif pun akan berpengaruh seperti penurunan konsentrasi, kesulitan dalam mengambil keputusan dan pikiran yang berkutat pada masalah karena menumpuknya tugas-tugas yang belum diselesaikan (rumination). Belum lagi secara emosional. Seorang yang kelebihan “over” beban akan menjadi mudah marah, lelah secara emosi yang berdampak pada tumpulnya empati terhadap masalah orang lain dan perasaan mati rasa yang membuat segala sesuatu yang dikerjakan (termasuk pelayanan) hanya bersifat mekanistik. Bila diteruskan kondisi ini akan membuat seseorang yang “over” akan menjadi burnout syndrome.


    Oleh sebab itu kabar baik bagi kita semua, bahwa Yesus tahu kemampuan dan kelemahan kita. Ia sebagai Tuhan dan manusia tidak memaksakan ke-Allahan-Nya “menindas” kemanusiaan-Nya dan para murid-Nya. Sebagai manusia Ia dapat merasakan kelelahan, lapar dan kesadaran untuk beristirahat. Ia tahu bahkan peduli dengan keseimbangan sebagai manusia antara bekerja, kesibukan, pelayanan dan waktu tenang dalam kesendirian dengan Bapa. Ia juga hendak memberikan teladan kepada kita bahwa dengan beristirahat dan tenang dalam hadirat-Nya akan memulihkan kekuatan kita baik secara jasmani maupun rohani. Ajakan Yesus: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" hendaklah direspons dengan penuh sukacita sebab Ia peduli dan mengasihi kita. Ia tahu batas kemampuan kita. Janganlah “over load” itu tidak baik!


    “Istirahat itu bukan bermalas-malasan, bukan pula membuang-buang waktu. Terkadang, istirahat adalah hal yang paling saleh yang dapat Anda lakukan”

    Mark Buchanan (penulis, teolog dan gembala jemaat di Kanada)


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah Anda sedang berada dalam kelelahan fisik, emosi dan rohani?

    2. Bagaimana agar firman Tuhan hari ini menjadi air sejuk yang menyegarkan jiwa dan tenaga Anda?


    6 min
  • 2-11-2025 - 保持⽣活的平衡 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    詩篇 131:2


    131:2 我的心平穩安靜、好像斷過奶的孩子在他母親的懷中.我的心在我裡面真像斷過奶的孩子。


    想像一下,有人每隔幾分鐘就會查看一次社交媒體,擔心錯過最新趨勢、熱門話題或視頻群聊的邀請。我們將這種現象稱為錯失恐懼症 (FOMO=Fear of Missing Out). 我們覺得必須時刻保持最新狀態,處於事件的圈子中,害怕如果跟不上,就會被視為不合時宜.但現實往往是,我們越是追逐這一切,內心就越是焦躁和疲憊。


    詩篇131篇是一篇很短的朝聖詩 (上行之詩),只有三節,但是充滿意義。大衛的這首詩描述了完全信靠上帝所帶來的謙卑的心和靈裡的寧靜。在大衛的時代, 生活充滿了不確定性, 政治, 戰爭和陰謀。但大衛學會了不讓野心, 嫉妒或憂慮控制他的心。他並不急於追求某種東西來獲得認可或證明自己,而是在上帝的同在中找到滿足。大衛在詩篇131:2中說道: “我的心平穩安靜、好像斷過奶的孩子在他母親的懷中. 我的心在我裡面真像斷過奶的孩子”。描述一個斷奶的孩子他可以滿足地享受與母親的親密接觸, 一幅親密關係的描繪, 展現出一種安全感、滿足感, 以及對重大或失控的事情不會感到焦慮.大衛教導說,當我們不再追逐所有我們想要緊握的東西,並學會只對上帝感到滿足時, 真正的平安就會到來。


    在這個充滿資訊的數字時代, 人們很容易感到落後; 即是在職業, 交往的朋友, 生活方式的趨勢,甚至事奉。錯失恐懼症 (FOMO)讓我們想要隨時隨處都在場、凡事都做到,以至於我們的心永不停歇. 詩篇131篇邀請我們放慢腳步, 將心思集中在上帝身上。今天, 讓我們暫停片刻。關掉通告, 放下手機, 安靜地坐在上帝面前。學會說: “主啊,有你就足夠了。” 當我們的心安靜在祂面前時, 我們會發現其實我們沒有錯過任何東西;反而我們是在最正確的位置, 在祂的面前。


    “最大的恐懼不是錯過這世界的時機,

    而是錯過認識唯一永不止息的滿足源泉耶穌之機會。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所 - 鄭艶輝傳道

    翻譯員: 張賽瓊


    默想的問題:

    1. 有哪些事情或時刻讓我害怕錯過,讓我的心焦躁不安?

    2. 我該如何切實地抽出時間,讓自己擺脫世俗的干擾,安靜地坐在上帝面前?


    5 min
  • 2-11-2025 - Menjaga Keseimbangan Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Mazmur 131:2

    Penulis : G.I. Retno Wulaningsih


    Bayangkan seseorang yang terus memeriksa media sosialnya setiap beberapa menit, takut ketinggalan tren terbaru, berita terhangat, atau undangan untuk hangout. Fenomena ini kita kenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out). Kita merasa harus selalu up to date, ada di lingkaran peristiwa, takut jika tertinggal, kita akan dianggap tidak relevan. Tetapi sering kali kenyataannya, semakin kita mengejar semuanya, semakin hati kita resah dan lelah.


    Mazmur 131 adalah mazmur ziarah (Song of Ascents) yang sangat singkat, hanya tiga ayat, namun sarat makna. Mazmur Daud ini memotret kerendahan hati dan ketenangan jiwa yang lahir dari kepercayaan penuh kepada Tuhan. Pada zaman Daud, kehidupan penuh dengan ketidakpastian, politik, peperangan, dan intrik. Namun Daud belajar untuk tidak membiarkan ambisi, iri, atau kekhawatiran menguasai hatinya. Ia tidak terburu-buru mengejar sesuatu demi pengakuan atau membuktikan diri, melainkan menemukan kepuasan dalam kehadiran Tuhan. Daud berkata dalam Mazmur 131:2: “Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.” Gambaran seorang anak yang disapih menunjukkan kepuasan karena ketenangan menikmati kedekatan dengan sang ibu, sebuah gambaran keintiman yang menunjukkan rasa aman, puas, dan tidak gelisah terhadap hal-hal besar atau di luar kendali. Daud mengajarkan bahwa kedamaian sejati datang ketika kita berhenti mengejar semua hal yang ingin kita genggam, dan belajar puas hanya dengan Tuhan.


    Di era digital yang penuh informasi ini, kita mudah merasa tertinggal — dari karier, pencapaian teman, tren gaya hidup, bahkan pelayanan. FOMO membuat kita ingin selalu hadir di semua tempat dan melakukan semua hal, hingga hati kita tidak pernah beristirahat. Mazmur 131 mengajak kita untuk slow down dan memusatkan hati kepada Tuhan. Hari ini, berhentilah sejenak. Matikan notifikasi, letakkan ponsel, dan duduk tenang di hadapan Tuhan. Belajarlah berkata, “Tuhan, Engkau cukup.” Saat hati kita diam di hadapan-Nya, kita akan menemukan bahwa kita tidak ketinggalan apa-apa — justru kita sedang berada di tempat yang paling tepat, di hadapan-Nya.


    “Ketakutan terbesar bukanlah ketinggalan momen dunia, tetapi kehilangan kesempatan untuk mengenal Yesus — satu-satunya sumber kepuasan yang tidak pernah habis.”



    Pertanyaan Untuk Direnungkan:

    1. Apa saja hal atau momen yang membuat saya takut tertinggal sehingga hati saya gelisah?

    2. Bagaimana saya bisa secara praktis meluangkan waktu untuk “disapih” dari distraksi dunia dan duduk tenang di hadapan Tuhan?


    4 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian